Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    166 research outputs found

    Pemilihan Novel Indonesia Bermuatan Nilai Kearifan Lokal Sebagai Alternatif Bahan Ajar Teks Cerita Fiksi

    Full text link
    Teks cerita fiksi merupakan salah satu materi yang harus dikuasai oleh siswa kelas XII SMA.Teks cerita fiksi dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk menanamkan nilai-nilai kepada siswa, khususnya nilai kearifan lokal. Akan tetapi, contoh-contoh teks cerita fiksi yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XII Semester 2 belum memuat nilai-nilai kearifan lokal. Kearifan lokal merupakan suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan atau pandangan hidup yang mengakomodasi kebijakan dan kearifan hidup. Novel yang mengandung kearifan lokal dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar teks cerita fiksi. Pemilihan bahan ajar yang tepat sangatlah penting agar para siswa juga dapat teredukasi dan mendapatkan wawasan tambahan melalui novel yang dibaca. Artikel konseptual ini  bertujuan untuk menunjukkan cara pemilihan novel bermuatan nilai kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar teks cerita fiksi. Artikel konseptual ini menyarankan pendekatan analisis konten untuk memilih novel-novel bermuatan nilai kearifan lokal. Pendekatan analisis konten dapat digunakan untuk menganalisis muatan nilai kearifan lokal yang terdapat dalam novel. Data penelitian ini berupa konten wacana dalam novel. Hasilnya akan menunjukkan novel-novel Indonesia bermuatan nilai kearifan lokal. Novel-novel Indonesia tersebut dapat dijadikan alternatif bahan ajar di sekolah sekaligus menunjukkan bahwa penulis novel Indonesia sangat peduli terhadap kebudayaan Indonesia dan selalu berperan aktif dalam upaya konservasi sastra melalui penyisipan muatan nilai kearifan lokal ke dalam novel-novelnya. Kata kunci: novel Indonesia, nilai kearifan lokal, teks cerita fiksi

    Analisis Wacana Kritis Van Dijk dalam Teks Berita “Bayi Berkepala Dua Lahir di Cilacapâ€

    Full text link
    Istilah wacana digunakan untuk memayungi penggunaan bahasa yang sangat luas, ada wacana politik, wacana kuliah, wacana akademik, wacana berita, dan masih banyak lagi. Wacana merupakan satuan bahasa yang terlengkap; dalam hierariki gramatikal dan merupakan satuan gramatikal yang tertinggi atau terbesar. Berita adalah informasi yang menginformasikan peristiwa atau kejadian yang penting diketahui oleh masyarakat, yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, membaca berita berarti membaca bentuk laporan tentang suatu kejadian yang sedang terjadi atau keterangan dari suatu peristiwa. Penelitian ini membahas analisis teks wacana kritis teori Van Dijk dalam teks berita “Bayi Berkepala Dua Lahir Di Cilacapâ€. Untuk menganalisis suatu teks, ada beberapa elemen yang harus diperhatikan. Menurut Van Dijk, teks terdiri dari beberapa elemen, yaitu: tematik, skema, latar, detil, maksud, koherensi, pengingkaran, bentuk kalimat, kata ganti, leksikon, dan praanggapan. Kata kunci: analisis wacana kritis, analisis teks, wacana berit

    Analisis Novel â€Bukan Pasar Malam†Karya Pramoedya Anantatoer Berdasarkan Pendekatan Postkolonial

    Full text link
    Postkolonial merupakan salah satu dari sekumpulan pendekatan karya sastra yang banyak digunakan untuk penganalisisan karya sastra dengan salah satu tinjauannya ialah dampak penjajahan. Pendekatan ini biasa digunakan untuk meneliti kebudayaan (kesusastraan, politik, sejarah, dan seterusnya). Pada masa kolonial sering sekali terjadi hal-hal yang berkesan bagi masyarakat terjajah. Perlakuan para penjajah terhadap terjajah meliputi tindakan fisik dan mental. Perlakuan tersebut tentunya menjadi sebuah nilai yang menarik untuk dipelajari, dibedah, serta dibongkar sehingga menambah khazanah pengetahuan serta pengalaman dalam menghadapi era modernisasi. Post-kolonial pada dasarnya digunakan untuk mengungkap efek-efek penguasaan atau hegemoni penjajah yang masih terasa sampai pribumi mencapai kemerdekaan. Novel Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer merupakan salah satu dari banyak novel yang mendeskripsikan bentuk penjajahan, dampak penjajahan, serta perlawanan pribumi terhadap penjajah. Pengkajian ini akan memfokuskan pada hal-hal yang menjadi bagian dari bentuk penajajahan, dampak penjajahan, serta segala perlawanan pribumi. Pengkajian ini menggunakan metode studi pustaka dalam mengumpulkan data. Kata kunciBukan Pasar Malam, Postkolonial, Sejara

    Analisis Semiotika Sajak “Tuan†Karya Sapardi Djoko Damono

    No full text
    Artikel ini membahas analisis semiotika pada sajak “Tuan†karya Sapardi Djoko Damono. Fokus pembahasan  artikel ini adalah aspek tanda yang muncul pada keseluruhan sajak tersebut. Tanda-tanda yang muncul kemudian dianalisis berdasarkan konsep semiotika yang dikemukakan oleh Pierce, yakni dengan memperhatikan representament, object, dan interpretant. Selain itu, pembahasan sajak ini akan memperhatikan relasi (hubungan-hubungan) di antara tanda-tanda yang muncul sehingga dapat menunjukkan tanda (sign) yang merepresentasikan sesuatu yang tidak hadir. Sajak “Tuan†memiliki representament yang memiliki relasi dengan objek baik berupa icon, index, dan symbol. Dari relasi ini muncul interpretant yang akan menghasilkan interpretasi dan tafsiran dalam memahami makna sajak “Tuan†secara menyeluruh. Kata kunci: semiotika, relasi tanda, sajak, representasi

    Penggunaan Pembelajaran Pemberian Tugas ( Foxfire ) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Eksposisi

    Full text link
    Keterampilan menulis sangat penting bagi siswa sekolah menengah. Keterampilan menulis mempunyai peranan yang penting pada siswa SMP. Namun tingkat penguasaan keterampilan menulis siswa SMP masih rendah dan guru pun masih menggunakan pembelajaran yang kurang tepat, sehingga siswa kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas penggunaan pembelajaran pemberian tugas dan pengaruh penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas pada keterampilan menulis eksposisi. Penelitian ini memakai rancangan eksperimen yang dilakukan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding (The One Group Pratest Posttest). Subyek penelitian yakni siswa SMP Tashfia dengan sampel data sebanyak 25 siswa. Data diolah dengan  SPSS 22.  Hasil penelitian menunjukkan pada, Uji  Normalitas, Homogenitas dan T Sampel Berpasangan dengan tingkat signifikan α =5%, Hasil uji normalitas  menunjukkan hasil Kolmogorov - Smirnov (KS) kelompok nilai 1 (sebelum pembelajaran), nilai Sig. sebesar 0.200 dan kelompok nilai 2 (sesudah pembelajaran) nilai Sig.0.121 > 0.05, maka data berdistribusi normal. Pada Uji Homogenitas nilai Levene ditunjukkan pada baris Nilai based on Mean, yaitu 0,314 dengan p value (sig) sebesar 0,578 di mana > 0,05 yang berarti terdapat kesamaan varians antar kelompok atau yang berarti homogen. Pada hasil Shapiro-Wilk (SW) kelompok nilai 1 (sebelum pembelajaran), nilai Sig. sebesar 0.441 dan kelompok nilai 2 (sesudah pembelajaran) nilai Sig.0.053 > 0.05, dapat disimpulkan pada tingkat kepercayaan 95%, rata-rata setelah perlakuan dengan memakai pembelajaran pemberian tugas (mean sebesar 74.8000 ) dibanding sebelum memakai media ( mean sebesar 59.8400 ), naik sebesar. Dengan kata lain, pemakaian media boneka tangan berpengaruh signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Penelitian ini memberikan saran untuk mengatasi masalah yang ditemukan dalam penelitian.            Kata kunci: Metode pembelajaran, Pemberian Tugas dan Keterampilan menulis eksposis

    Mitos Danau sebagai Pelestari Lingkungan

    Full text link
    Penelitian ini didasarkan atas temuan cerita rakyat tentang danau di Tasikmalaya yang menjadi media konservasi pelestarian alam dan penyadaran lingkungan. Cerita rakyat tentang danau yang dijadikan objek kajian ialah Situ Cibeureum dan Situ Gede. Kedua danau dipilih sebagai objek kajian karena keduanya memiliki keterkaitan dari segi penceritaan. Kajian tentang danau menggunakan teori motifeme menurut Propp. Metode yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Fenomenologi digunakan karena sekait dengan kecenderungan upaya konservasi lingkungan yang dilakukan banyak pihak, tidak hanya di lokasi penelitian tetapi juga di dunia. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa cerita rakyat memiliki caranya tersendiri dalam menjaga keseimbangan alam yaitu dengan memunculkan hal-hal yang ditabukan dalam bentuk mitos dan pemali. Dalam cerita Situ Gede dan Situ Cibeureum terdapat korelasi dalam hal media penjaga keberlangsungan sumber daya alam (air) berupa mitos Si Layung dan Si Kohkol. Selain itu, kehadiran makam keramat di dua danau tersebut membuat masyarakat menjaga area danau karena menghormati adanya makam yang dikeramatkan dan dijadikan sebagai tempat ziarah. Iutlah sebabnya, terdapat pemali di kedua danau tersebut yaitu larangan berkata serampangan dan bersikap sombong. Dengan begitu, lingkungan alam tetap terjaga dan kelangsungan sumber daya alam tetap terpelihara. Mitos dan pemali hanyalah media yang dilakukan oleh masyarakat (pencipta teks) dalam upaya melakukan edukasi dan regenerasi tradisi melalui sistem kepercayaan masyarakat. Kata kunci: pelestarian lingkungan, Situ Gede, Situ Cibeureu

    156

    full texts

    166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇