Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Title Representation of the Main Character's Emotions in Nadzira Shafa's Novel 172 Days: : A Psychological Perspective
Bella Indriyani Putri. (2025). Representation of the emotions of the main character in the novel 172 days by Nadzira Shafa Psychological perspective, Indonesian Language and Literature Education. Muhadi Setiabudi University Brebes. This study aims to analyze what emotions are in the character Zira (main character) and how these emotions can represent the psychology of the character Zira (main character) in the novel 172 Days by Nadzira Shafa using Sigmund Freud's literary psychology theory. The research method used in this study is descriptive qualitative with the data source of the novel 172 Days Krya Nadzira Shafa. The research data are in the form of phrases or sentences and dialogues in the novel that represent the emotional psychology of the main character in the novel "172 Days" by Nadzira Shafa. The data collection technique in this study uses the reading and note-taking technique. Data analysis in this study uses data reduction, data presentation, conclusions
Analisis Gaya Bahasa Pada Puisi “Rumpun Alang-Alang” Karya W. S. Rendra
W. S. Rendra merupakan salah seorang penyair terkemuka di Indonesia. Karya puisinya yang berjudul “Rumpun Alang-alang” menceritakan tentang seorang laki-laki yang sedang bimbang akan kegiatan dan kehidupan yang dijalani. Hal ini disebabkan, karena terbayang-bayang akan seorang perempuan yang sedang dicintainya. Terkadang, laki-laki tersebut rindu akan kehadiran perempuan yang dicintainya. Selain itu, muncul perasaan untuk menemui perempuan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gaya bahasa pada puisi “Rumpun Alang-alang” karya W. S. Rendra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan membaca tulisan atau jurnal yang mendukung data primer. Selanjutnya, dilakukan penyaringan dan pencatatan data yang dibutuhkan untuk dianalisis. Hasil analisis menunjukkan terdapat dua gaya bahasa pada puisi “Rumpun Alang-alang”, yaitu metafora dan personifikasi. Diperoleh tiga data dalam gaya bahasa metafora dan dua data dalam gaya bahasa personifikasi
Komunikasi Verbal dan Nonverbal di Tiongkok
Komunikasi lintas budaya sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari manusia. Perkembangan dunia yang semakin pesat menuntut manusia harus berinteraksi dengan pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi verbal dan nonverbal orang Tiongkok dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Tiongkok menyapa dengan kalimat tanya ‘吃(chī)了(le)吗(mɑ)?’ (Sudah makan belum?) dan ‘去(qù)哪(nǎ)儿(ér)呀(yɑ)?’ (Mau ke mana?). Ekspresi dan penulisan tanggal dan alamat orang Tiongkok dimulai dari lingkup besar hingga kecil. Dalam situasi resmi, orang Tiongkok menyebut lawan tutur dengan menggunakan sebutan ‘marga+profesi/gelar/jabatan’. Orang Tiongkok cenderung merendahkan diri untuk menunjukkan rendah hati. Angka 8 dianggap sebagai angka keberuntungan, sedangkan angka 4 dianggap sebagai angka tabu di Tiongkok. Dengan populasi yang besar, kontak fisik adalah hal yang lazim dilakukan oleh orang Tiongkok, dan jarak pribadi mereka dalam berkomunikasi lebih dekat daripada orang AS
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Video Animasi Pada Teks Eksplanasi Di SMP
Tujuan penelitian ini yang pertama untuk mendeskripsikan aktivitas siswa kelas VIII pada pembelajaran teks eksplanasi dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan video animasi. Kedua untuk menjelaskan keefektifan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan video animasi pada teks eksplanasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini kuantitatif yang berupa metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah quasi experimental research. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas eksperimen yang berjumlah 29 sisswa memeroleh nilai rata-rata 94% yang berkategori sangat baik. Sedangkan, hasil tes awal dan tes akhir terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Nilai tertinggi pada tes awal kelas eksprimen adalah 89 Dan nilai terendah diperoleh 22. Lalu pada tes akhir nilai terendah adalah 55 dan nilai tertinggi adalah 100 .Rata-rata nilai pada tes awal sebesar 51 dan rata-rata tes akhir sebesar 84. Melihat hasil rata-rata tes awal dan tes akhir kelas eksperimen memandakan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan video animasi
Jenis Dan Faktor Penyebab Alih Kode Dalam Transaksi Jual Beli Di Pasar
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu jenis alih kode berdasarkan sifatnya dan faktor penyebab terjadinya alih kode. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam, simak, dan introspeksi. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis alih kode yang terjadi dalam transaksi jual beli terdiri dari alih kode sementara dan alih kode permanen. Alih kode sementara meliputi alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Bugis kembali ke bahasa Indonesia dan sebaliknya, sedangkan alih kode permanen juga terjadi meliputi alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Bugis dan sebaliknya juga. Selanjutnya, faktor penyebab terjadinya alih kode disebabkan oleh empat faktor: (1) faktor penutur, (2) faktor lawan tutur, (3) faktor hadirnya pihak ketiga, dan (4) faktor perubahan topik pembicaraa
Strategi Metakognisi Dalam Pembelajaran DaringMata Kuliah Bahasa Indonesia Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Prodi Bahasa Jepang Stba Yapari Bandung
Strategi Metakognisi dalam Pembelajaran Daring Mata Kuliah Bahasa Indonesia terhadap Mahasiswa STBA Bandung dilakukan karena pengetahuan tentang belajar bahasa sangat penting dirumuskan dalam teori pengajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan strategi belajar bahasa, hasil belajar bahasa, dan korelasi antara penggunaan strategi belajar dengan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan Bahasa Indonesia yang diikutinya. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik survei dengan angket. Data diolah menggunakan teknik kajian analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi belajar bahasa Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa STBA Bandung adalah “tidak pernah” berjumlah 7%, “kadang-kadang” berjumlah 42%, “sering” berjumlah 28%, dan “selalu” berjumlah 23%. Hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah Bahasa Indonesia dikatakan “sangat baik”. Terdapat hubungan positif antara pengunaan metode belajar tidak langsung dan prestasi mahasiswa. Karena hubungannya adalah positif berarti semakin besar pengunaan metode belajar tidak langsung, maka akan semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa
Musicalization Videos as a Medium for Formative Assessment to Enhance Students’ Poetry Writing Skills
his study aims to describe the use of musicalization videos as a medium for formative assessment in poetry writing instruction for seventh-grade students at SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Using a qualitative approach with a descriptive method, the study involved students in the creation of free-form poems, which were then developed into musicalization videos and uploaded to social media as a form of formative evaluation. The results show that this instructional strategy enhances students’ creativity, participation, and understanding of poetry. Adapting the learning process to students’ learning styles—visual, auditory, and kinesthetic—helped them express ideas, refine word choices, and integrate poetry with musical elements. Furthermore, the activity also improved students’ self-confidence, collaboration skills, and digital literacy. Thus, the use of musicalization videos as formative assessment has proven effective in developing poetry writing skills and enriching the literary learning experience in a contextual and enjoyable way.
Language Politeness in The 12.12 Phenomenon E-Commerce in The Era of Industrial Revolution 4.0
The purpose of the research to describe the maxims in the speech of the e-commerce Shopee and Lazada in the phenomenon 12.12. This research is focused on the politeness in language that related to the maxims including tact, generosity, approbation, modesty, agreement, and sympathy. The researcher used descriptive qualitative as the research method for this research. The data source of the research was the speech between participants or customers of the 12.12 phenomenon with Shopee and Lazada admins in Instagram social media. The data of this research are 1.253 words or comments. The details are 692 in the Shopee comments column and 561 in the Lazada comments column. The data was chosen based on the focus of topics related to the use of shopping vouchers, free shipping costs, ect. The data were gained through reading and note taking. The data analysis technique conducted by researcher through namely data reduction, data presentation and verification. The results of the analysis show that politeness of language in the 12.12 e-commerce phenomenon Shopee and Lazada as an effort to maintain harmony by maximizing and prioritizing the benefits of other parties, namely customers. This is evidenced by the tact maxim which dominates the speech of Shopee and Lazada staff when interacting with other parties
Struktur Kepribadian Tokoh Utama dalam Cerpen Pantaskah Aku Bahagia Karya Arta Tri Wahyuningsih: Tinjauan Psikologi Sastra
This study aims to describe the personality structure of the main character in the short story Pantaskah Aku Bahagia by Arta Tri Wahyuningsih. This is a qualitative descriptive study and falls under the category of library research, using literary psychology theory as its analytical framework. Data were collected by repeatedly reading the short story and taking notes on aspects relevant to the research focus. The results show that the story follows a chronological (progressive) plot. Based on the analysis, the main character’s personality structure consists of the id, ego, and superego within the character Welastri. The impulses of Welastri's id are fulfilled through the ego’s response, which is guided by the superego's considerations. The id is reflected in Welastri’s strong determination to find her biological mother. The ego is evident when Welastri discovers that her biological mother—whom she had been searching for—is actually the mother of her friend, Sofyan, and had already passed away by the time she found out. The superego is shown when Welastri tries to find out about her biological mother secretly, without her foster parents (Abi and Umi) knowing, allowing her to uncover the truth. The conclusion of this study is that the three elements of the main character’s personality work synergistically to shape her into a courageous and optimistic individuaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh utama dalam cerpen Pantaskah Aku Bahagia karya Arta Tri Wahyuningsih. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan termasuk jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan kajian atau teori psikologi sastra. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca secara berulang cerpen dan mencatat aspek-aspek yang termasuk dalam fokus penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fakta cerita dalam cerpen ini menggunakan alur maju. Berdasarkan hasil analisis tokoh utama struktur kepribadian tokoh utama teridiri atas id, ego, dan superego yang ada dalam diri tokoh Welastri. Dorongan id dalam diri Welastri mampu terpenuhi oleh respon ego atas dasar pertimbangan respon superego. Id ditunjukkan ketika Welastri memiliki semangat yang besar untuk berusaha mencari keberadaan ibu kandungnya. Ego ditunjukkan ketika Welastri berhasil mengetahui fakta bahwa ibu kandungnya yang telah ia cari keberadaannya selama ini ternyata ibu dari temannya yang bernama Sofyan dan telah meninggal dunia ketika ia menemukan keberadaannya. Superego ditunjukkan ketika Welastri berusaha mencari tahu keberadaan ibu kandungnya secara diam-diam tanpa sepengetahuan abi dan uminya, sehingga ia bisa mengetahui fakta yang sebenarnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketiga unsur kepribadian yang dimiliki tokoh utama secara bersinergi dapat membangun karakter tokoh utama menjadi tokoh yang pemberani dan optimis.
Penggunaan Variasi Bahasa Oleh Komunitas Fandom K-Pop Di Twitter: Kajian Sosiolinguistik
Artikel ini bertujuan menganalisis penggunaan variasi bahasa yang terdapat dalam komunitas fandom K-pop di Twitter. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga komunitas fans page atau fandom K-pop Indonesia. Ketiga komunitas fandom tersebut yakni akun fans page @btsfanbaseina, @NCT_Indonesia, dan @blinkinaunion. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Hasil studi menunjukkan proses kontak bahasa asing terdapat dalam twit komunitas fandom K-pop secara merata dan berulang. Bentuk kontak bahasa yang terjadi yakni campur kode bahasa Inggris dan Korea Selatan, sementara bentuk alih kode yang terdapat dalam twit berupa penggunaan kata sapaan, klausa, dan kalimat penuh dalam bahasa Inggris. Bentuk ragam bahasa yang terdapat dalam twit fandom K-pop adalah ragam bahasa cakapan dengan menggunakan kata-kata nonbaku sehingga bentuk relasi dan proses komunikasi antar fan K-pop Twitter bersifat egaliter. Selain itu, terdapat pemarkah komunitas pada masing-masing komunitas fandom K-pop berupa penyebutan julukan penggemar grup musik tertentu yang menjadi pembeda dengan komunitas K-pop lainnya