Indonesian Journal of Applied Sciences
Not a member yet
123 research outputs found
Sort by
THE EFFECTS OF CONCENTRATE FEED AND MINERAL BLOCK ON THE DENSITY LEVEL AND MILK FAT CONTENT OF DAIRY CATTLE
AbstractThe aim of this research is to understand the influence of concentrate feed and mineral block formulation on the densitylevel and milk fat of dairy cattle. The research was conducted on eight cross breed friesian holstein cows with ± 450 kg body weight and aged 2-4 years with milk production 8-11 liter/head/day. The experimental design of this study was complete randomized design with two treatments and each treatment was repeated four times. P0 (grass, tofu waste) and P1 (grass, tofu waste, concentrate feed, mineral block). The data was analyzed using t test (independent sample t test ). The software that was used to analyzed the data is Statistical Program for Social Science (SPSS) version 20 for Windows. The results showed that concentrate feed and mineral block did not significantly affect the density of milk and milk fat (p > 0.05). The mean density of milk in the P0 was 1.0255 and P1 was 1.0253. Mean while the average milk fat in the P0 was 3.27% and in P1 was 3.45%. Keywords : concentrate, mineral block, density, fat, dairy co
PENENTUAN GEOMETRI DAN KARAKTERISTIK IKATAN SENYAWA KOMPLEKS NI(II)-DIBUTILDITIOKARBAMAT DENGAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORY
AbstrakDensity Functional Theory (DFT) merupakan salah satu metode komputasi yang digunakan untuk perhitungan kimia. Metode ini dapat menyelesaian persamaan Schrödinger secara sederhana karena didasarkan pada densitas elektron. Dalam penelitian ini ditentukan geometri dan karaktersitik ikatan dari senyawa kompleks Ni(II)-dibutilditiokarbamat menggunakan metode DFT dengan fungsi B3LYP, B3PW91 dan BLYP. Basis set yang akan digunakan adalah LANL2DZ dan perangkat lunak Gaussian 03W. Hasil optimasi geometri Ni(II)-dibutilditiokarbamat menunjukkan bentuk struktur yang sama dengan Ni(II)-dietilditiokarbamat sebagai data pembanding, yaitu persegi planar. Keterisian elektron pada ikatan Ni – S adalah 1,8873 elektron, yang merupakan 20,24 % elektron dari Ni dan 79,76 % dari S. Bentuk geometri persergi planar dibuktikan dengan hasil analisis NBO yang menunjukkan hibridisasi Ni(II)-dibutilditiokarbamat adalah d1,05sp2.05. Kata kunci: DFT, dibutilditiokarbamat, geometri, karakteristik ikatan, senyawa kompleks. AbstractDensity Functional Theory (DFT) is one of computational method that used for chemical calculation. This method simplifies the complex solution of Schrödinger equation using electron density. In this study the geometry and bond characterization of Ni(II)-dibutyldithiocarbamat complex compound was determined. The computational method used was Density Functional Theory as applied in B3LYP, B3PW91 and BLYP functions. All calculations were performed at LANL2DZ level of basis set as implemented Gaussian 03W. The theoretical result on geometry showed a similar structure to square-planar Ni(II)-dietyldithiocarbamate. The electronic occupation of Ni–S molecular orbital was 1.8873 electron, which was 20.24% electron contribution from Ni and 79.76% from S. Square-planar geometry proved by NBO analysis result that the hybridization of Ni(II)-dibutyldithiocarbamate was d1,05sp2.05. Keywords: DFT, dibutyldithiocarbamate, geometry, bond characterization, complexes compound
Pengaruh Berbagai Konsentrasi dan Metode Aplikasi Hormon GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli Kultivar Lucky di Lembang
AbstrakHasil tanaman brokoli dari tunas samping diharapkan dapat meningkat dengan adanya pemberian GA3, yang mampu mempengaruhi translokasi nutrisi yang lebih cepat dan lebih baik menuju tunas samping. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pengaruh konsentrasi dan metode aplikasi hormon GA3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli kultivar Lucky. Percobaan ini telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2016 di lahan CV. Agro Duta Farm, Kecamatan Cisarua – Kabupaten Bandung Barat, dengan ketinggian tempat 1.100 meter diatas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 taraf yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 25 mg/L, 50 mg/L, dan 100 mg/L. Faktor kedua adalah metode aplikasi GA3 yang terdiri dari taraf perendaman bibit selama 24 jam, penyemprotan daun 15 dan 25 HST, serta perendaman bibit 24 jam dan penyemprotan daun 15 HST. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara konsentrasi dan metode aplikasi hormon GA3 terhadap komponen pertumbuhan dan hasil brokoli. Konsentrasi GA3 100 mg/L dapat meningkatkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas B, serta menurunkan persentase bobot dan jumlah kualitas C brokoli dari tunas samping. Metode aplikasi perendaman akar bibit selama 24 jam dapat menghasilkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas B dari tunas samping yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedua perlakuan lainnya.Kata Kunci : GA3, Konsentrasi, Metode Aplikasi, Pertumbuhan dan Hasil, Tanaman BrokoliAbstractBroccoli’s yield from side shoots was expected to increase with GA3 application, due to the translocation of nutrients faster and better towards the side shoots. The experiment was carried out to study the interaction between concentration and application method of GA3 on growth and yield of broccoli. The experiment was conducted from Februari until Mei 2016 at CV. Agro Duta Farm, located in Cisarua – West Bandung, at an elevation of 1.100 m above the sea level. The experimental design used was Factorial Randomized Block Design (FRBD) with three replications, consisted of two factors and three levels. The first factor was concentration of GA3, comprised of 25 mg/L, 50 mg/L, and 100 mg/L. The second factor was application method of GA3, comprised of three levels : seedling soaking for 24 hours, foliar spray at 15 and 25 DAT, seedling soaking for 24 hours and foliar spray at 15 DAT. The results showed that there were not interaction between concentration and application method of GA3 on growth and yield component. GA3 100 mg/L significantly increased the percentage of weight and amount B’s quality, and decreased the percentage of weight and amount C’s quality from side shoots of broccoli. The higher percentage of weight and amount B’s quality from side shoots were obtained from seedling soaking of GA3 for 24 hours. Keywords: GA3, Concentration, Application Method, Growth and Yield, Broccol
PROFIL PASIEN KO-INFEKSI TUBERCULOSE-HIV DI RSUD DOK II JAYAPURA Tuberculosis-HIV Co-infection Profile in DOK II Hospital Jayapura
AbstrakPapua adalah daerah yang memiliki angka prevalensi HIV-AIDS tertinggi di Indonesia. Infeksi TB adalah infeksi oportunistik terbanyak yang menyerang pasien HIV-AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien koinfeksi TB-HIV yang mendapatkan pengobatan obat anti tuberculosis (OAT) di klinik VCT RSUD Dok II Jayapura selama periode Januari 2011 hingga September 2012. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif deskriptif. Data diambil dari rekam medik, kartu TB 01 dan hasil mikrobiologis pasien koinfeksi TB-HIV yang mengambil OAT di klinik VCT RSUD Dok II Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35 dari 124 pasien adalah pasien default yang mengalami efek samping obat dan tidak memiliki Pengawas Minum Obat (PMO). Efek samping obat TB menjadi kendala selama pengobatan sehingga peranan PMO yang berasal dari keluarga inti mampu membantu pasien menyelesaikan pengobatan TB tersebut. Kata kunci: AIDS, pengawas minum obat (PMO), rifampisin, tuberculosis, AbstractPapua shows the highest prevalency rate of HIV-AIDS in Indonesia and almost 60% people who live with HIV develop tuberculosis (TB), hence TB is the most common opportunistic infection in HIV patients. This study was aimed to know and to describe the profile of TB-HIV co-infection patients among TB patients according to clinical symptoms and the side effects of FDC (Fixed Dose Combination) drugs. Methods used was descriptive study taken from medical record of 124 TB-HIV co-infection patients in Dok II Jayapura hospital, Papua during January 2011 – September 2012. Results showed that 35 of 124 patients indicated side effect of antituberculosis risk default when they did not undergo drug monitoring therapy. The patients should be controlled by his/her family to help them through all the side effects of antituberculose drugs to complete the treatment. Keywords: AIDS, drug monitoring therapy, rifampicin, tuberculosi
ANALISIS NATRIUM DALAM AIR LAUT DI SEKITAR PESISIR PANTAI PAPUA DENGAN METODE SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM
Menurut Kementerian Perikanan dan Kelautan pada tahun 2014, luas lahan garam di Indonesia adalah 28.556 ha. Kebutuhan garam per tahun sekitar 3,5 juta ton sehingga untuk menutupi kebutuhan dilakukan impor garam dari beberapa negara. Propinsi Papua terletak pada koordinat 130 - 140 BT dan 9,0 - 10,45 LS dengan garis pantai sepanjang 1.170 mil laut. Air laut mengandung 86% natrium klorida (NaCl). Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan instrumen spektrofotometer serapan atom (SSA) karena selektif, spesifik, sensitivitas tinggi dalam kisaran ppm sampai ppb. Hasil kadar natrium dari air laut pada tujuh lokasi pantai di propinsi Papua sebagai berikut: pantai Kali Maro Onggalie Merauke 87,4 ± 1 ppm, pantai Lampu Satu Merauke 112 ± 0,6 ppm, pantai Payum Merauke 103,2 ± 0,6 ppm, pantai Pasir Dua Jayapura 91,3 ± 1,7 ppm, patai Ria Base G Jayapura 88,3 ± 0 ppm, pantai Dok II Jayapura 88,7 ± 1,5 ppm dan pantai Hamadi Jayapura 106,4 ± 2 ppm. Rentang hasil kadar natrium antara 88,3 ± 0 ppm sampai 112 ± 0,6 ppm. Disimpulkan bahwa kadar natrium dari pesisir pantai Papua dapat berpotensi sebagai sumber bahan baku garam farmasi
EFEK IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L.Merr) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN DENGAN METODE BERSIHAN KARBON (Carbon Clearance)
AbstractThis research was aimed to study the immunomodulatory effect of ethanol extract of pineapple (Ananas comosus L. Merr) peel on white male mice with carbon clearance method. Animals were divided into 5 groups: Group 1 was given tween 80 1 % v/v;Ggroup 2 was given meniran extracts; Group 3, 4 and 5 were given ethanol extracts of pineapple peel with a dose of 125 mg/kg BW, 250 mg/kg BW, and 500 mg/kg BW,respectively, for 6 days orally. On the 7th day the animals were injected with carbon suspension 0.2 ml/20g BW at the tail vein. Blood was taken at 5th and 15th minutes using capillary pipe from the animal’s orbital retro vein, then it was diluted with 4 ml of 0.1% b/v sodium carbonate and measured its absorbance at 675 nm using visible spectrophotometer. The ethanol extract of pineapple peel showed immunomodulatory effect where the best dose was 250 mg/kg BW. Keywords : biological response modifiers, immunomodulatory, pineapple pee
DAMPAK PERUBAHAN DARI POLA PERLADANGAN TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI TRANSMIGRAN LOKAL (Suatu Kasus di Wilayah Transmigrasi Umum Sabung SP 1 Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat) - The Impact Of Changes From Shifting Cultivation Patterns On The Welfare Of Local Transmigrant Farmers (in The Case Of A General Transmigration Sabung Sp 1 District Sambas West Kalimantan Province)
AbstrakSalah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani ladang berpindah adalah dengan cara mengubah pola pertanian mereka menjadi pola pertanian menetap di lokasi transmigrasi. Tujuan penelitian adalah : (1) Mengetahui keragaan fenomena interaksi sosial yang terjadi antara sesama petani transmigran lokal dan antara transmigran lokal dengan transmigran pendatang (2) Mengetahui proses introduksi dan adopsi inovasi baik yang diserap dari sesama petani atau pun dari penyuluh pertanian (3) Mengetahui pencapaian adopsi inovasi teknologi oleh petani transmigran lokal dan pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan mereka (4) Mengetahui pengaruh serapan inovasi dari sesama petani dan sikap petani terhadap kegiatan penyuluhan; ketersediaan lembaga pendukung usahatani; serta potensi Internal keluarga tani terhadap adopsi inovasi teknologi petani transmigran lokal (5) Mengukur pencapaian kesejahteraan materil dan non materil petani transmigran lokal. Penelitian ini merupakan kasus di lokasi Transmigrasi Sabung SP 1 Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Merupakan penelitian survey dan alat analisis yang digunakan adalah Path Analisis dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian mendapatkan bahwa : a) Berkembangnya sikap kompromistis b) Belum terbentuk kepemimpinan informal. c) Terbentuknya akulturasi dalam hal bahasa. d) Sikap petani transmigran lokal terhadap transmigran pendatang berkorelasi positif dengan rentang jarak sosial diantara mereka. e) Rentang jarak sosial berkorelasi positif terhadap kondisi tingkat keharmonisan interaksi sosial, namun tingkat keharmonisan interaksi sosial ini tidak berpengaruh terhadap aspek kesejahteraan non materil petani transmigran lokal f) Serapan inovasi teknologi petani transmigran lokal terkategori sangat rendah sampai rendah. g) Transmigran lokal dan transmigran pendatang secara timbal balik saling menyerap inovasi teknologi. Tingkat keharmonisan interaksi sosial antara mereka mempengaruhi tingkat serapan inovasi, sehingga berpengaruh terhadap tingkat adopsi inovasi oleh transmigran lokal. h) Tingkat serapan inovasi dari sesama petani lebih dominan dibanding serapan inovasi dari penyuluh. i) Tingkat adopsi inovasi transmigran lokal berpengaruh terhadap tingkat pendapatan usahatani, namun tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan total mereka. j) Tingkat serapan inovasi dari sesama petani berpengaruh terhadap tingkat adopsi inovasi oleh petani transmigran lokal, namun sikap petani terhadap kegiatan penyuluhan, kondisi internal petani dan tingkat ketersediaan lembaga pendukung usahatani tidak berpengaruh terhadap adopsi inovasi petani transmigran lokal. k) Rerata tingkat pendapatan usahatani transmigran lokal sebelum mengikuti transmigrasi lebih besar dibanding setelah mengikuti transmigrasi. Tingkat pendapatan total mereka setelah mengikuti program transmigrasi lebih besar dibanding sebelum mengikuti transmigrasi. Tingkat kesejahteraan non materil petani lokal setelah mengikuti program transmigrasi berada pada kategori memuaskan dan sangat memuaskan.Kata kunci : Perubahan pola pertanian, Transmigran lokal, Kesejahteraan materil, Kesejahteraan Non materil, Transmigrasi.AbstractOne effort to improve the welfare of shifting cultivation farmers is a way to change the pattern of their farm into a pattern of sedentary agriculture in transmigration sites. The purpose of this study was to: (1) Determine the variability phenomenon of social interactions among local homesteader and between local homesteader with migrants (2) Knowing the introduction and adoption of innovations that are absorbed from fellow farmer or from agricultural extension (3) Knowing achieving the adoption of technological innovations by farmers and local homesteader influence on the level of their income (4) Determine the influence uptake of innovation among farmers and farmers' attitudes toward counseling activities; availability of farm support agencies; and the potential Internal family farm to adoption of technological innovations farmers through local homesteader (5) Measure the achievement of material and non-material well-being of migrants local farmers. This study was a case in Transmigration locations Sabung SP 1 Sambas district of West Kalimantan Province. Analysis tool used Path Analysis and Wilcoxon test. The results of the study found that: a) The development of an attitude of compromise b) are formed informal leadership. c) Establishment of acculturation in terms of language. d) The attitude of local farmers against migrants positively correlated with a range of social distance between them. e) The range of social distance positively correlated to the degree of harmony conditions of social interaction, but the level of social interaction of this harmony does not affect the welfare of the non-material aspects of local homesteader farmer f) Uptake local homesteader farmer technological innovation categorized very low to low. g) Local Transmigrants absorb technological innovation of migrants and vice versa. The level of harmony between their social interactions affect the rate of uptake of innovation, so that the effect on the rate of innovation adoption by local homesteader. h) The rate of uptake of innovation among farmers is more dominant than the uptake of innovation extension. i) The rate of adoption of innovation local homesteader affect the level of farm income, but do not affect the level of their total income. j) The rate of uptake of innovation among farmers affect the rate of adoption of innovations by farmers local homesteader, but the attitude of farmers to extension activities, the internal conditions of farmers and farm-level availability of supporting agencies had no effect on the adoption of a local homesteader farmer innovation. k) The mean level of farm income before following local transmigration transmigration greater than after following transmigration. The level of their total income after transmigration program bigger than before following transmigration. The level of non-material well-being of the local farmers after the transmigration program in the category satisfactory and very satisfactory.Keywords: Changing patterns of farming, local Transmigran, material welfare, Non-material welfare, Transmigration
PENGARUH AKTIVITAS FISIK ANAEROBIK TIAP HARI TERHADAP KADAR HEAT SHOCK PROTEIN (HSP)70 OTOT JANTUNG TIKUS WISTAR
AbstrakHeat Shock Protein (HSP) merupakan suatu protein yang dihasilkan karena adanya Heat Shock Response (HSR). HSR diperlukan sebagai tanggapan sel terhadap berbagai macam gangguan, baik yang bersifat fisiologis maupun yang berasal dari lingkungan. Peningkatan kadar HSP70 otot jantung ini dikarenakan adanya aktivitas fisik anaerobik. Aktivitas fisik ini mengakibatkan tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh, stres panas dan latihan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh aktivitas fisik anaerobik yang dilakukan setiap hari terhadap kadar Heat Shock Protein (HSP)70 otot jantung tikus wistar. Berdasarkan hasil penelitian, kelompok anaerobik menunjukkan peningkatan kadar HSP otot jantung dibandingkan kelompok pembanding.Kata kunci : aktivitas fisik anaerobik tiap hari, HSP70, treadmill, tikus rattus novergicus wistar.AbstractHeat Shock Protein (HSP) is a protein that is produced because of the Heat Shock Response (HSR). HSR is required as a response of cells to a variety of disorders, both physiological as well as from the environment. Increased levels of HSP70 heart muscle is due to anaerobic physical activity. Physical activity causes the body to increase body temperature, heat stress and latihan.Tujuan this study is to analyze the influence of anaerobic physical activity performed every day on levels of Heat Shock Protein (HSP) 70 wistar rat cardiac muscle. Based on the results of the study, the group showed increased levels of HSP anaerobic heart muscle than the comparison group.Keywords : anaerobic physical activity every day , HSP70 , body temperature, rattus novergicus wistar rat
PENGARUH KOMITMEN BERAGAMA ISLAM TERHADAP KONSEP DIRI DAN REGULASI DIRI REMAJA DI KOTA BANDUNG (The Influence of Islamic Religious Commitment On Self Concept and Self-regulation of Adolescent in Bandung)
AbstrakPenyalahgunaan narkoba di Indonesia baik dalam sisi jenis ataupun jumlah penyalahguna, perkembangannya meningkat dengan tajam. Peningkatan ini tidak lepas dari dinamika pemakaian narkoba itu sendiri yang mengarahkan individu mengalami ketergantungan psikologis terhadap narkoba yang sulit untuk ditanganinya dan akan lebih sulit lagi apabila pemakai sudah sampai pada tahap penyalahguna dan atau kecanduan. Sehubungan dengan hal ini, maka penelitian akan diarahkan pada remaja. Pertimbangannya adalah: pertama, penelitian menunjukkan bahwa hampir 97% kasus penyalahgunaan narkoba dimulai pada usia remaja, kedua pada umumnya para remaja masih dalam tahap coba-coba atau situasional dalam memakai narkoba, sehingga peluang untuk disembuhkan masih besar. Tujuan penelitian ini ingin menemukan data mengenai pengaruh dari komitmen beragama Islam yang terdiri dari dimensi iman (religious belief), dimensi Islam (religious practic) dan dimensi ihsan (religious effect) terhadap konsep diri dan regulasi diri baik secara langsung ataupun melalui konsep diri remaja di kota Bandung dengan design penelitian Causal-comparative research atau penelitian ex post facto. Alat ukur yang berupa angket dengan model skala ordinal untuk komitmen beragama Islam yang disusun peneliti berdasarkan tiga ajaran utama dalam Islam dan angket regulasi diri yang dimodifikasi dari teori Zimmermann. Angket self concept menggunakan alat ukur dari William Fits, yaitu TSCS (Tennessee Self Concept Scale). Subjek penelitian terdiri dari 406 siswa SMAN kota Bandung yang dipilih dengan teknik stratified cluster random sampling. Pengolahan data menggunakan pendekatan Structural Equation Model (SEM) yang dihitung dengan bantuan program Lisrel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dimensi Iman, Islam dan Ihsan sebagai dimensi utama komitmen beragama Islam secara langsung memberikan pengaruh terhadap konsep diri dan regulasi diri remaja dan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap regulasi diri jika melalui konsep diri. Dimensi Ihsan merupakan dimensi yang memberikan kontribusi paling besar terhadap komitmen beragama Islam dan memberikan pengaruh paling besar terhadap konsep diri dan regulasi diri para remaja. Kata kunci: Dimensi Iman, Islam dan Ihsan, Komitmen beragama Islam, konsep diri, dan regulasi diri.AbstractDevelopment of drug abuse in Indonesia continue increased either in the type or number of user. Dealing with cases of people who became addictive will be difficult thing to handle. This because at addictive stage, the user has used to consumsed drug in large amount that makes them easely to relapse. This type of user is characterized by compulsive urge to search and using a substance even though they knows that it has dangerous consequences. This study focus to this kind of drug user with adolescent age. Early research showed that adolescents were vulnerable age to start taking drugs. Nearly 97% of cases of drug abuse starts at the age of 13-17 years ol. In general, adolescent are trial error age in situational concerning drugs. The expectation to prevent they continue using drug is still large. The aim of this study is to prove the effect of islamic religious commitment in Muslim teenagers on self-concept and self-regulation. The dimensions of islamic religious commitment consist of iman (religious belief), islam (religious practic) and ihsan (religious effect). The objective of this study is finding empirical data about effect of islamic religious commitment's dimensions to self-concept and self-regulation directly or indirectly through self concept of adolescent in Bandung. The reseach design is using causal-comparative research or ex post facto's research. Methods to collectdata was use the techniques in the form of self-report questionnaire, used ordinal scale model. This techniques is used to measure religious commitment from three basic islamic teaching and self regulation from Zimmerman's theory. To gather the data of self-concept, research is used TSCS (Tennessee Self Concept Scale), a standard measured tool developed by William Fitts. The subjects of this study consisted of 452 high school students in Bandung city. This subject gathers with stratified cluster random sampling technique. The data has been processed by approaches of Structural Equation Model (SEM) that calculated with Lisrel's program. Results of this study proved that the dimension of Iman, Islam and Ihsan as a major dimension of Islamic religious commitment that could directly effect self-concept and self-regulation and provide a greater influence on the self-regulation if it is through the self concept. Ihsan dimension is the dimension that contribute most to the Islamic religious commitment and provide greater effect of self-concept and self-regulation of adolescents.Keywords: Dimensions of iman, islam and ihsan, Islamic religious commitment, self-concept and self- regulation
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN KEDELAI (Kasus pada Petani Peserta Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di Kabupaten Ciamis)
AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Mengindentifikasikan karakteristik petani kedelai Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat, 2) Mengindentifikasikan respons petani dalam melaksanakan usahatani kedelai Program Pengembangan SLPTT Kedelai di lahan sawah dan darat, dan 3) Menganalisis hubungan karakteristik dan respon petani dalam Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat. Objek penelitian ini adalah karakteristik dan respon petani dalam melaksanakan program pengembangan SL-PTT Kedelai yang mengambil temapat penelitian di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode survey. Dengan responden dalam penelitian ini 241 petani kedelai lahan sawah dari 4.256 petani, dan 137 petani kedelai lahan darat dari 2.414 petani dengan menggunakan stratifikasi random sampling. Untuk mengidentifikasi masalah ke-satu dan ke-dua dianalisis dengan menggunakan tabulasi silang dan diukur dengan analisis nilai I (interval) untuk mengetahui pengukuran indikator karakteristik dan perilaku petani kedelai, dibagi kedalam lima kategori dengan panjang kelas interval untuk setiap kategori. Untuk masalah ke-tiga berkaitan pengukuran dengan skala ordinal digunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Secara umum karakteristik petani peserta Program Pengembangan Kedelai Model di Kabupaten Ciamis baik lahan sawah maupun lahan darat masuk dalam kategori sedang. Karakterisrtik petani kategori lahan sempit untuk petani lahan sawah masuk kategori sedang, sedangkan petani lahan darat masuk kategorirendah. Karakteristik petani kategori lahan luas untuk petani lahan sawah masuk kategori tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sedang 2) Respons petani peserta Program Pengembangan Kedelai Model di Kabupaten Ciamis secara umum masuk kategori tinggi. Respon berdasar katebori lahan sempit untuk lahan sawah masuk kategori sedang dan petani lahan darat masuk kategori tinggi. Untuk kategori lahan luas respon petani lahan sawah masuk kategori tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sangat tinggi 3) Terdapat hubungan karakteristi dan respon petani dalam program pengembangan SL-PTT kedelai di Kabupaten Ciamis. Dengan sifat hubungan semakin tinggi karakteristik petani maka semakin tinggi pula respon petani dalam pelaksanaan program pengembagan SL-PTT kedelai di Kabupaten CiamisKata Kunci : Karakteristik, Respon Petani, Kedelai, Lahan sawah dan Lahan Dara