Indonesian Journal of Applied Sciences
Not a member yet
123 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KARAMBA JARING APUNG DENGAN JENIS MAKANAN YANG TERDAPAT PADA LAMBUNG IKAN ENDEMIK DI WADUK KOTO PANJANG, RIAU
AbstractIn the Koto Panjang Dam, Riau there are more than 1582fish floating cages present. Fish feed spilled from the cage is believed to affect the diet of wild endemic fishes inhabit the dam. To understand the effect of the cage on the diet of the endemic, a study has been conducted on May to September 2013. There were 5 sampling sites, 2 sites located in the natural area that there is no cage (St 1Na and St2 Na) and the others (3 Ka, 4 Ka and 5 Ka) were in the area around the cage. Fishes were sampled hourly, for a 24 hour period and their stomach content was analyzed. Results shown that there were 31 species of endemic fishes such as Puntius schwanenfeldii, Macrones nemurus, Hampala bimaculata, Osteochillus hasselti, Rasbora vaillanti, Tynnichtys vaillanti, Ophiocephalus melanosoma, Chela oxygastroides, Cyclocheilichthys heteronema, Notopterus chilata, Puntius bramoidesandCyclocheilichtys apogon. Among these fishes, however, only P. schwanenfeldii that greatly affected by the presence of the aquaculture activities as the stomach of fish living around the cage was filled with fish feed pellets (more than 90%). The fish living in the area with no cage, however, filled with animal and plant remains. This fact indicates that the P. schwanenfeldii is an opportunist fish that is able to change their diet into fish feed pellets. Based on data obtained, it can be concluded that the presence of fish floating cage aquaculture activities affect certain fish species only.Key words: Fish floating cage, Puntius schwanenfeldii, Koto Panjang Dam, endemic fish, fish feed pelle
ANALISIS TERJADINYA KARIES GIGI BERDASARKAN PEMERIKSAAN KADAR MUC7 DAN ENZIM GLUKOSILTRANSFERASE (GTF) SALIVA PADA ANAK-ANAKKARYAWAN PTPN VIII YANG BERUMUR 12-13 TAHUN - Dental Caries Analysis Based On Salivary Examination Of Muc7 Levels and Enzyme Glucosyltransferase (gtf) In 12-13 Years Old Children PTPN VIII Employees
AbstrakKaries gigi merupakan penyakit infeksi multifaktorial, faktor etiologi tersebut saling berkaitan satu sama lainnya dan digambarkan sebagai empat lingkaran yang saling berimpitan satu sama lainnya. Protein saliva MUC7 yang terdapat dalam saliva berperan penting dalam melindungi jaringan lunak dan keras rongga mulut dari infeksi bakteri patogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kaitan antara MUC7 dan glukosiltransferase dengan karies gigi, yang dapat menimbulkan dugaan bahwa MUC7 dan glukosiltransferase berperan penting terjadi karies gigi. Motode penelitian ini bersifat cross sectional study di lapangan dan laboratorium. Sampel penelitian ini adalah 138 orang anak karyawan PTPN VIII Pengalengan usia 12-13 tahun. Pada penelitian ini digunakan analisis chi kuadrat, korelasi rank Spearman, analisis regresi logistik ganda dan kurva ROC. Hasil penelitian terdapat korelasi yang signifikan antara MUC7 dengan karies gigi, nilai koeffisien korelasi 0,209* dengan p 0,014, dan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara glukosiltransferase dengan karies gigi. Hasil perhitungan dengan regresi logistic ganda diperoleh hubungan yang signifikan antara MUC7, glukosiltransferase (GTF) dengan karies gigi. Hasil kurva ROC diperoleh bahwa kadar MUC7 ≤604,02 ng/ml akan berrisiko terjadinya karies gigi 2,085 kali bila dibandingkan dengan kadar MUC7 >604,02.ng/ml. Sedangkan kadar Gtf ≤5,247 ng/ml juga berrisiko terjadi karies gigi sebesar 2,273 kali dibandingkan dengan kadar Gtf >5,247 ng/ml. Simpulan penelitian ini adanya korelasi yang signifikan antara MUC7, GTF dengan karies gigi. Menunjukkan pula bahwa rendahnya kadar MUC7 dan glukosiltrans ferase (GTF) lebih berrisiko terhadap terjadinya karies gigi. Kata kunci; MUC7, glukosiltransferase (GTF), karies gigiAbstractDental caries is a multifactorial infectious disease, which the etiologic factors are related each other and are shown as four interlocking circles coincide with each other. MUC7 salivary proteins plays an important role in protecting the hard and soft tissues of the oral cavity from bacterial pathogen infection. The aim of this research was to each other between MUC7 and glucosyltransferase to dental caries, which can give rise to allegations that the MUC7 and glucosyltransferase plays an important role occur of dental caries. Method of this study is a cross sectional in the field and laboratory. The samples were 138 the children of employees of PTPN VIII Pengalengan 12-13 years old. Analyses of this study are χ2, Spearman's rank test, multiple regression, logistic regression, and ROC curve. The results there was a significant correlation between MUC7 with dental caries, the value of the correlation coefficient 0.209* and p= 0.014, and there was no significant correlation between the glucosyltransferase to dental caries. Calculation of logistic regression obtained significant relationship between MUC7, glucosyltransferase (GTF) with dental caries. The result of ROC curve was obtained that MUC7 levels ≤ 604.02 ng/ml will be at risk 2,085 times dental caries levels when compared with MUC7> 604.02 ng/ml. While the GTF levels ≤ 5,247 ng/ml are also at risk of dental caries occurs 2,273 times compared to the GTF levels> 5,247 ng / ml. The conclusions of this study are significant correlation between MUC7, GTF to dental caries. Also showed that low level of MUC7 and glucosyltransferase (GTF) is more at risk for dental caries.Key word: MUC7, glucosyltransferase, dental caries
PENINGKATAN KUALITAS PADA KEMITRAAN AGRIBISNIS CABAI MERAH DENGAN PENDEKATAN DINAMIKA SISTEM - Improving the Quality of The Red Chili Agribusiness Partnerships with System Dynamics Approach
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi aktual kualitas produksi cabai merah pada usaha agribisnis cabai merah di Kabupaten Garut Jawa Barat, sehingga dapat membuat model tentang kualitas dari cabai merah tersebut. Agribisnis cabai merah mengalami perkembangan dengan berbagai fenomena yang terjadi secara kompleks dengan keterlibatan berbagai pelaku dan bersifat dinamis. Pendekatan yang tepat terkait dengan kajian ini adalah dengan menggunakan system dynamics (SD). Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa untuk menjaga fluktuasi harga cabai merah di pasaran yang sering terjadi pada komoditi cabai merah, yaitu melalui keterjalinan kemitraan. Hal ini sudah terjadi kemitraan dengan pihak perusahaan industri pengolahan PT Heinz ABC. Namun demikian, kemitraan yang terjalin belum sesuai dengan kesepakatan kontrak. Kualitas produk cabai merah belum sesuai dengan keinginan permintaan industri yaitu kualitas on grade. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis, melalui kebijakan teknologi rainshelter maka kualitas on grade lebih tinggi daripada kualitas off grade sehingga dapat lebih memenuhi permintaan industri.Kata Kunci: agribisnis, kemitraan, cabai merah, kualitas, SDAbstractThis study aims to understand the actual conditions of production quality red chili red chili agribusiness in Garut in West Java, so it can make a model of the quality of the red chili. Red chili agribusiness has developed with various phenomena that occur in complex with the involvement of various actors and dynamic. The right approach associated with this study is to use the system dynamics (SD). Based on the research results can be explained that in order to keep the fluctuations in the market price of red chilli which often occurs in red chili commodities, namely through partnerships entanglement. This is already happening in partnership with the companies manufacturing PT Heinz ABC. However, the partnership that exists not in accordance with the contractual agreement. Red chili product quality is not in accordance with the wishes of the industry demands that the quality of on-grade. Based on simulation results and analysis, through technology policy rainshelter then on the quality of higher grade than the quality of the off grade so as to better meet industry demand.Keywords : Agribusiness, partnership, red chili, quality, S
TRAITS KEPRIBADIAN, SPIRITUALITAS, DUKUNGAN EMOSIONAL PASANGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS IBU PENGHUNI 'SARANG KOSONG' DI KOTA BANDUNG - PERSONALITY TRAITS, SPIRITUALITY, MARRIAGE COUPLE EMOTIONAL SUPPORT ON AND THE INFLUENCES FOR PSYCHOLOGICAL WELL-BEING OF EMPTY-NESTER MOTHERS IN BANDUNG
AbstrakMasa paruh baya adalah saatnya menghadapi fenomena 'sarangh kosong' yaitu rumah tanpa kehadiran anak-anak. Sebagai suatu bentuk transisi kehidupan sekaligus life event, 'sarang kosong' ini merupakan kejadian yang harus diadaptasi, khususnya bagi para ibu. Sebagai suatu proses, adaptasi ini akan melibatkan sumber daya internal (kepribadian dan spiritualitas) maupun eksternal (dukungan emosional pasangan) dan berujung pada terbangunnya kesejahteraan psikologis. Menggunakan desain penelitian causal inferences, seluruh responden yang berukuran 201 diolah datanya dengan menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian membuktikan, secara serempak tidak semua trait kepribadian memberikan sumbangan pengaruh terhadap terbangunnya kesejahteraan psikologis ibu penghuni 'sarang kosong.' Akan tetapi spiritualitas dan dukungan emosional pasangan yang tumbuh setelah trait kepribadian memberikan respon atau tanggapan terhadap keadaan di 'sarang kosong' terbukti memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis yang terbangun. Trait kepribadian dengan sifat-sifat khas yang terangkum di dalamnya perlu ditemukenali dengan baik oleh ibu penghuni 'sarang kosong' untuk kemudian diberdayakan sebagai kekuatan yang handal dalam proses adaptasi di masa transisi. Kata kunci: masa transisi 'sarang kosong', kesejahteraan psikologis, spiritualitas, dukungan emosional, trait kepribadian AbstractMidlife is a time to face the phenomenon of empty nest that is house without the presence of children. As a transitional life forms, empty nest is an event that should be adapted, especially for mothers. As a process, this adaptation will involve internal resources (personality and spirituality) and external (partner's emotional support) and led to the establishment of psychological well-being. Research design causal inferences, the entire size of 201 respondents who processed the data by using SEM-PLS.The research proves, simultaneously not all personality trait contributed influence on the establishment of maternal psychological well-being. But spirituality and emotional support couples who grow after personality trait response to the situation in the empty nest proved to give effect to the psychological well-being awakened. Personality trait with distinctive properties are summarized to be identified properly by the mother occupants empty nest for later empowered as a reliable force in the process of adaptation in the transition period. Keywords : empty nest, psychological well-being, spirituality, emotional support, personality trai
UPAYA PENINGKATAN POSISI TAWAR PETERNAK ANGGOTA KELOMPOK BAKAL KLASTER SAPI BALI DI KABUPATEN BELU DAN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR - Effort to Improve the Bargaining Posistion of the Farmer Members of the Group will Cluster Bali Cattle in the District Belu and Malaka, Nusa Tenggara Timur
AbstrakKesenjangan antara produksi dan kebutuhan domestik daging sapi saat ini telah mengakibatkan kecenderungan tingginya harga daging sapi nasional. Tingginya harga daging di pasar tersebut tidak dapat dinikmati oleh peternak antara lain karena posisi tawar peternaknya lemah. Salah satu model pengembangan yang untuk mengatasi masalah tersebut telah diinisiasi oleh Bank Indonesia adalah klaster. Pemasaran ternak sapi dalam manajemen kelompok bakal klaster melibatkan banyak pelaku yang saling terkait sehingga masalahnya menjadi kompleks dan dinamis. Pendekatan yang tepat untuk memahami persoalan adalah dinamika sistem. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pemasaran yang dilakukan dalam manejemen kelompok bakal klaster saat ini masih menempatkan peternak anggota kelompok dalam posisi tawar yang lemah. Peternak anggota hanya menerima harga dari pedagang pengumpul, pedagang pengumpul menerima harga dari koordinator pedagang pengumpul, dan koordinator pedagang pengumpul mendapatkan harga dari pedagang besar. Artinya harga di peternak anggota sangat tergantung dari harga di pedagang besar. Kebijakan yang diusulkan untuk meningkatkan posisi tawar peternak adalah menerapkan harga pedagang pengumpul dan koordinator pedagang pengumpul di peternak. Hal ini dapat dilakukan apabila ada inovasi kelembagaan usaha bersama simpan pinjam menjadi koperasi serta merangkul semua pedagang. Cara lainnya adalah dengan membentuk unit balai lelang agro di koperasi. Koperasi berfungsi menampung produksi anggota dan melelangnya kepada pedagang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario kebijakan menerapkan harga di tingkat pedagang akan meningkatkan keuntungan dan likuiditas keuangan peternak.Kata Kunci: Sapi Bali, posisi tawar, klaster, dinamika sistem, koperasiAbstractThe gap between production and domestic consumption of beef has now resulted in a tendency to high beef prices nationwide. The high price of meat in the market can not be enjoyed by farmers, among others, because of the weak bargaining position of the farmer. One of the development model to overcome these problems have been initiated by Bank Indonesia is a cluster. Marketing of cattle in the cluster group management will involve many actors are interrelated so that the problem becomes complex and dynamic. The right approach to understanding the problem is the system dynamics. The results showed that the marketing system are carried out in the management group will cluster is still putting breeders group members in a weak bargaining position. Breeders members only receive the price of the traders, traders receive price from collectors coordinator, and the coordinator of traders get the price of large traders. Means the price at farmer members highly dependent on the price at wholesalers. The proposed policy to improve the bargaining position of farmers is to apply the price collectors and traders in breeder coordinator. This can be done if there is a joint effort of institutional innovation become savings and loan cooperatives and embrace all traders. Another way is to form a unit in the cooperative agro auction. Cooperative serves to accommodate the production of the members and auction to the merchant. The simulation results show that the policy scenarios apply price at the merchant level will improve profitability and financial liquidity breeders.Keywords: Bali Cattle, bargaining position, cluster, system dynamics, cooperativ
PENYELESAIAN KONFLIK PERKAWINAN DITINJAU DARI USIA PERKAWINAN
AbstrakTingginya jumlah pasangan yang memutuskan untuk bercerai, yang disebabkan penyelesaian konflik perkawinan yang tidak terselesaikan dengan baik. berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran penyelesaian konflik perkawinan pada pasangan menikah ditinjau dari usia perkawinan. Subjek penelitian ini terdiri dari 833 pasangan menikah yang terdiri dari 378 laki-laki dan 455 perempuan yang tersebar di Kota Makassar dengan kriteria telah menikah. Alat ukur penelitian ini menggunakan skala penyelesaian konflik perkawinan konstruktif dan skala penyelesaian konflik destruktif data yang diperoleh diolah menggunakan independent Sample T-test dengan bantuan program SPSS for windows 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian konflik perkawinan dapat dibedakan berdasarkan usia perkawinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penyelesaian konflik perkawinan sesuai usia perkawinan. Kesimpulan penelitian ini adalah penyelesaian konflik perkawinan berdasarkan kategori dapat ditinjau berdasarkan usia perkawinan
KARAKTERISASI DAN ANALISIS SPASIAL SUMBER DAYA LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN SAWAH BERKELANJUTAN (Studi Kasus di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) - CHARACTERIZATION AND SPATIAL ANALYSIS OF LAND RESOURCES FOR THE DEVELOPMENT SUSTAINABLE RICE FIELD (Case Study in District Perbaungan, Serdang Bedagai Regency)
AbstrakPertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi sebagai konsekuensi dari kegiatan pembangunan disertai kegiatan pertanian yang kurang mempertimbangkan kaidah konservasi, olah tanah secara intensif, penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan merupakan permasalahan serius yang terjadi di Kecamatan Perbaungan. Hal ini mengakibatkan berkurangnya luas lahan pertanian serta terjadinya permasalahan lingkungan. Kecamatan Perbaungan sebagai lumbung beras di Kabupaten Serdang Bedagai membutuhkan jaminan ketersediaan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan di tingkat kecamatan dan tetap dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting pertanian di Kecamatan Perbaungan, menghitung luas kebutuhan lahan sawah 20 tahun ke depan serta mengetahui strategi pengelolaan lahan pertanian agar berkelanjutan di Kecamatan Perbaungan. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling, observasi dan studi pustaka. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen/literatur berupa data tabular dan peta-peta dari instansi terkait. Metode kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi eksisting pertanian dan menentukan strategi pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan di Kecamatan Perbaungan, sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menghitung luas kebutuhan lahan sawah untuk 20 tahun ke depan dan menentukan lahan-lahan sawah mana saja yang harus dilindungi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) masyarakat petani di Kecamatan Perbaungan secara umum belum menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan dalam kegiatan pertaniannya 2) Luas lahan yang tersedia guna memenuhi kebutuhan pangan di Kecamatan Perbaungan adalah seluas 3.938 Ha yang tersebar di 17 desa yang diperoleh melalui analisis spasial berdasarkan kriteria lahan pertanian pangan berkelanjutan dalam UU No. 41/2009. Sedangkan untuk 20 tahun ke depan, luas kebutuhan lahan sawah dengan 2 (dua) skenario perhitungan, didapat: 2,162 Ha untuk skenario optimis dan 3,332 Ha untuk skenario pesimis. Kedua hasil perhitungan menunjukkan nilai di bawah luas ketersedian lahan aktual (3.938 Ha) sehingga kebutuhan pangan untuk 20 tahun ke depan masih dapat dipenuhi dari lahan-lahan yang tersedia saat ini 3) Strategi untuk mempertahankan keberlanjutan pertanian di Kecamatan Perbaungan dilakukan dengan cara melindungi keberadaan lahan pertanian serta meningkatkan kemampuan manajemen petani dalam kelompok tani agar memiliki kemandirian dalam mengatasi persoalan yang berhubungan dengan upaya mempertahankan keberlanjutan pertanian di Kecamatan Perbaungan.Kata kunci: lahan pertanian, analisis spasial, strategi pengelolaan lahan pertanian berkelanjutanAbstractThe population and economic growth as a consequence of modern development that goes along with the unsustainable farming activity—without considering conservation principles, intensive tillage, and the uses of excessive fertilizers and chemical pesticides—is one of the problems that engulfed the Perbaungan Sub-district. This issue is causing the decrease of farmland and damaging the environment in the Sub-district. As the granary of Serdang Bedagai Regency, it's imperative that availability of agricultural lands in Perbaungan Sub-district to be maintained so this area could contribute to the fulfillment of foods needed by the Regency. This research is conducted to understand the actual farmland condition in Perbaungan Sub-district, to count the amount of lands needed for the next twenty years and to elaborate the most suitable strategy to ensure the farming sustainability in the area. The method used in this research is a combination of quantitative and qualitative method. The primary data is obtained by interviewing informants (selected using purposive sampling), observations, and literature reviews. The secondary data in this research is obtained from various documents or literatures, such as tabular data and maps extracted from relevant agencies. The qualitative method is used to describe the existing condition of the farm and to lay out the sustainable farm management strategy in Perbaungan Sub-district, while the quantitative method is used to count the need for farmlands for the next twenty years and to indicate what kind of lands that must be protected. The result of this research showed that : 1) the farmers in Perbaungan Sub-district have not yet comprehensively applied the principles of sustainable farming. 2) Using spatial analysis method based on characterizations mentioned in UU No. 41 Tahun 2009, it is concluded that there are 3.938 Ha of agricultural lands in Perbaungan that match the characteristics and are to be protected. For the next twenty years, Perbaungan Sub-district needs at least 2.162 hectare (Ha) of agricultural lands on optimistic scenario and 3.332 Ha on pessimistic scenario. The two scenarios indicate that for the next twenty years the Perbaungan Sub-district could still use the actual lands to meet the needs for foods in the region. 3) The strategy to maintain the availability of agricultural lands and farming cultures in this region could be conducted through the protection of its productive rice fields and by developing the farmers' management competences so the farmer could have the ability to solve any farming issues related to the efforts to maintain the sustainability of farms in Perbaungan Sub-district. Keywords: Agricultural land, spatial analysis, sustainable agricultural land management strateg
Karakteristik Biji Sorgum Putih Varietas Lokal Bandung yang Berhubungan dengan Penyosohan
AbstrakPenyosohan biji sorgum yang effektif memerlukan informasi tentang sifat-sifat biji jenis sorgum tersebut. Penelitian ini bertujuan memperoleh beberapa karakteristik fisik dan kimia biji sorgum varietas lokal Bandung yang memengaruhi proses penyosohan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah ulangan 3 sampai 30 tergantung dari parameter yang diukur. Semua pengambilan sampel dilakukan secara acak. Sampel biji sorgum yang dipakai adalah yang tertahan pada saringan 6 dan 7 mesh. Karakteristik fisik biji sorgum tertahan pada saringan 6 mesh : biji berukuran besar (4,54 x 4,32 x 2,64 mm), bentuk biji bulat (sperisitas 0,82). Warna biji : abu-abu kuning kecoklatan (L*54,25, a* -1,71 dan b* 17,60) dengan hilum agak besar berwarna hitam kecoklatan. Kekerasan biji (Kiya Hardness Tester) 7,73 kg atau keras. Ketebalan perikarp sebesar 0,18 mm yang lebih tipis dari biji tertahan saringan 7 mesh. Persentase endosperma corneous : 57,03% atau tipe endosperma 5 (keras). Bobot 1000 butir biji 36,08 g, densitas kamba 0,74 (g/cm3), densitas partikel 1,26 (g/cm3). Komposisi kimia biji terdiri dari : air 11,88% (bk), pati 83,45% (bk), protein 11,60% (bk), lemak 3,13% (bk), serat kasar 5,79% (bk), abu 3,13% (bk) dan karbohidrat 82, 05% (bk). Karakteristik fisik biji sorgum tertahan saringan 7 mesh : ukuran biji (3,90 x 3,65 x 2,37 mm ), bentuk biji bulat (sperisitas 0,83). Warna biji: abu-abu kuning kecoklatan (L* 57,08, a*-2,51, b* 21,21) kusam dengan hilum yang hitam. Kekerasan biji 6,49 kg atau keras, perikarp tebal (0,20 mm). Persentase endosperma corneous 35,94% atau tipe endosperma 7 (lunak). Bobot 1000 butir 25,73 g, densitas kamba 0,73 (g/cm3), densitas partikel 1,26 (g/cm3). Komposisi kimia biji terdiri dari : air 10,94% (bk), pati 81,68% (bk), protein 11,33% (bk), lemak 3,34% (bk), serat kasar 3,63% (bk), abu 2,01% (bk) dan karbohidrat 83, 29% (bk)Kata kunci : sorgum berbiji putih dan karakteristik biji sorgumAbstractProper sorghum grain decortication requires information about sorghum grain characteristics. The purpose of this research is to obtain physical and chemical decortication characteristics of Bandung Local Variety of White Sorghum Grain. This research uses descriptive method with 3-30 replications depending on the parameter tested. All samples are taken randomly. Seed characteristics of the Local White Sorghum retained on 6 mesh sieve were as follows : large kernel, respectively 4.54 x 4.32 x 2.64 mm; round-shape (sphericity 0.82) ; brown-yellowish gray (L*54, a*-1.71, b*17.60) colored seedcoat with brownish-black hilum. Grain hardness 7. plastik 73 kg (Kiya Hardness Tester) or hard. Thick pericarp (0.18 mm), corneousness 57.03% or endospermhardness type 5 (hard). Grain weight 36.08 g, bulk density 0.74 (g/cm3) and specific density 1.26 (g/cm3). Grain composition : moisture 11.88% (db), starch 83.45% (db), protein 11.60% (db), crude fiber 5.79% (db), ash 3.13% (db) and carbohydrate 82.05% (db). Seed characteristics of Bandung Local Variety White Sorghum retained on 7 mesh sieve were as follows : large kernel, resfectively: 3.90 x 3.65 x 2.37 mm; round shape (sphericity 0.83); brown-yellowish gray (L*57.08, a*-2.51, b*21.21) colored seedcoat with black hilum, grain hardness 6.49 kg (Kiya Hardness Tester) or hard; thick pericarp (0.20 mm) than grains retained in 6 mesh sieves; corneousness 35.94% or endosperm hardness type 7 (soft endosperm), grain weight (g/1000) 25.73; bulk density 0.73 (g/cm3) and specific density 1.26 (g/cm3). Grain composition : moisture 11.94% (db), starch 81.68% (db), protein 11.38% (db), fat 3.34% (db), crude fiber 3.63% (db), ash 2.01% (db) and carbohydrate 83.29% (db).Key words : white sorghum and sorghum grain characteristic
PERAN METABOLIT SEKUNDER DARI DAUN RASAMALA (Altingia Excelsa Nornha) SEBAGAI PENGHAMBAT SIKLUS SEL DAN INDUKSI APOPTOSIS SEL KANKER LIDAH MANUSIA IN VITRO
AbstrakKanker lidah merupakan suatu keganasan yang sering terjadi pada rongga mulut dan merupakan penyakit dengan karakteristik pertumbuhan sel yang agresif, dengan prognosis buruk, dan seringkali menimbulkan kematian. Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang cepat, tepat, efektif dengan efek samping minimal. Pengobatan herbal merupakan salah satu jawabannya karena metabolit sekunder dari bahan alam telah diakui mempunyai potensi sebagai antikanker. Tumbuhan famili Hammamedaceae sudah banyak diteliti dan menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antikanker. Pada penelitian ini metabolit sekunder tumbuhan Rasamala (Altingia excelsa Nornha) yang merupakan salah satu tumbuhan famili Hammamelidaceae diinkubasi dengan kanker lidah manusia (SP-C1). Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan metabolit sekunder dari daun Rasamala, menguji aktivitasnya sebagai penghambat siklus sel melalui hambatan siklus sel, penekanan ekspresi proto-onkogen c-myc, dan induksi apoptosis dengan jalan meningkatkan aktivitas proteolitik kaspase-8 dan kaspase-9. Penelitian dilakukan dengan cara eksperimental laboratorik menggunakan sel kanker lidah manusia SP-C1. Daun kering Rasamala diekstraksi dengan metanol pada temperatur kamar dan ekstrak metanol yang diperoleh diuapkan pelarutnya pada tekanan rendah dihasilkan ekstrak metanol pekat (254 g). Ekstrak metanol pekat dilarutkan dengan air dan dipartisi berturutturut dengan n-heksana dan etil asetat. Semua ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker lidah SPC1 secara in vitro, dan ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas anti proliferasi yang tertinggi. Ekstrak etil asetat dipisahkan senyawa metabolit sekundernya dengan berbagai teknik kromatografi yang dipandu dengan uji antiproliferasi dihasilkan senyawa 1-5. Struktur kimia senyawa 1-5 diidentifikasikan berdasarkan metode spektroskopi meliputi UV-Vis, IR, 1H NMR, dan 13C NMR dan diidentifikasikan sebagai asam-3,4-dihidroksi benzoat (1), asam galat (2), apigenin (3), kaempferol (4), dan kuersetin (5). Senyawa 1-5 diuji aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker lidah SP-C1 dan menunjukkan nilai IC50 berturutturut 100, 100, 100, 0,72 dan 0,70 mg/mL. Analisis pertumbuhan sel menggunakan MTT assay dilakukan untuk menguji pengaruh metabolit sekunder dari daun Rasamala terhadap pertumbuhan sel SP-C1. Analisis Flowcytometri dilakukan untuk melihat hambatan siklus sel SP-C1 yang diberi perlakuan kaempferol (4) dan kuersetin (5). Pengujian apoptosis dilakukan melalui analisis aktivitas kaspase-8 dan kaspase-9. Penekanan ekspresi protein c-myc dilakukan melalui analisis Western blotting. Analisis data menggunakan uji ANACOVA, Tukey HSD dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Kaempferol (4) dan kuersetin (5) menghambat siklus sel pada fase G0-G1 dengan cara menekan ekspresi c-myc dan meningkatkan apoptosis dengan cara meningkatkan aktivitas kaspase-8 dan kaspase-9. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metabolit sekunder dari daun Rasamala, yaitu kaempferol (4) dan kuersetin (5) memiliki aktivitas sebagai antikanker lidah manusia SP-C1 melalui hambatan siklus sel, menekan ekspresi c-myc dan menginduksi apoptosis...Kata kunci: Altingia excelsa, siklus sel, sel kanker lidah SP-C1, apoptosis, kaempferol, kuersetin.AbstractTongue cancer is a common malignant in the oral cavity and it has characterized with the aggressive cell growth, poor prognosis and often treated of life. For that reason, effective treatment with minimum side effect, accurate and easy to be found are needed. Herbal medicine is one of the answer because its secondary matabolities are believed to have an anticancer activity. Anticancer activity of Hammamelidaceae family has been reported. In the present study, secondary matabolities of Rasamala leaves (Altingia excelsa Nornha) is one of plant belongs to Hammamelidaceae family, was incubated within the human oral tongue cancer cell (SP-C1). The aims of study were to identify the secondary matabolities of Rasamala leaves, to examine the secondary matabolities of Rasamala leaves toward SP-C1 cell growth inhibition through analysis of cell cycle arrest, suppression of proto-oncogen c-myc expression, and induction of apoptosis via increased proteolityc activity of caspase-8 and -9. True experimental laboratories design using SP-C1 oral tongue cancer cell line was used. The dried leaves of Rasamala was extracted with methanol at room temperature and evaporated at reduced pressure resulting concentrated methanol extract (254 g). The concentrated methanol extract was dissolved in water and successively partitioned with n-hexane and ethyl acetate. All of the extracts was tested on their antiproliferative activity against tongue cancer cells SP-C1 in vitro, and the ethyl acetate extracts showed strongest antiproliferative activity. The ethyl acetate extract was separated their secondary metabolites by various chromatographic techniques guided by antiproliferasi activity to yield compounds 1-5. The chemical structure of compounds 1-5 were identified by spectroscopic methods including UV-Vis, IR, 1H NMR and 13C NMR and identified as 3,4-dihydroxy benzoic acid (1), gallic acid (2), apigenin (3), kaempferol (4), and quercetin (5). Compounds 1-5 were tested on their antiproliferative activity against cancer cells tongue SP-C1 and showed IC50 values of > 100, > 100, > 100, 0.72 and 0.70 mg/mL, respectively. Cell growth analysis using MTT assay was performed to examine the effect of secondary metabolities of Rasamala leaves toward SPC1 cell growth. Flowcytometry analysis was delivered to test the cell cycle arrest of SP-C1 cell treated by kaempferol (4) and quercetin (5). Apoptosis assay was confirmed by caspase-8 and -9. The suppression of c-myc protein was done by Western blotting analysis. Data analysis using ANACOVA assay, Tukey HSD with the level of significance α=0.05. Kaempferol (4) and quercetine (5) were markedly induced the cell cycle arrest in G0-G1 phase through the suppression of c-myc expression and increased apoptosis via up-regulation of caspase-8 and -9. In conclusion, secondary metabolites of Rasamala leaves, kaempferol (4) and quercetin (5) have a strong anticancer activity in human oral tongue cancer SP-C1 through induction of cell cycle arrest, suppression of c-mcy protein expression and induction of apoptosis.Keywords: Altingia excelsa, cell cycle, human oral tongue cancer SP-C1, apoptosis, kaempferol, quercetin
KEBERGAMAAN SEBAGAI FAKTOR UTAMA PEMBENTUKAN KEKUATAN KARAKTER PEMUDA (Studi Analisis Pengaruh pada Mahasiswa DKI Jakarta) (Religiousity As A Determinan Factor Of Youth Character Strengths Building (Influence Analysis Study of Student College in Jakarta) )
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai pengaruh keberagamaan terhadapa kekuatan karakter mahasiswa. Konsep dasar penelitian ini merujuk pada teori keutamaan dan kekuatan karakter dari Peterson dan Seligman (2004) bahwa virtues dan character strengths yang dalam bahasa Indonesia disebut keutamaan dan kekuatan karakter adalah unsur psikologis—proses atau mekanisme— yang menjelaskan keutamaan individu yang lebih spesifik atau mekanisme yang menentukan virtues. Dengan kata lain, kekuatan karakter merupakan ciri kualitas psikologis yang berbeda yang mengarah pada salah satu keutamaan karakter. Dan konsep keberagamaan berdasarkan teori fetzer (1999). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif analisis, teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling yakni dengan cluster random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 215 mahasiswa/i UIN Jakarta. Pada penelitian ini, penulis menggunakan alat ukur dalam bentuk skala adaptasi VIA-IS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keutamaan karakter transenden yang dominan serta terdapat lima kekuatan karakter teratas yang dimiliki mahasiswa tersebut di atas adalah humor, kritis, optimis, gemar belajar, dan spirirtualis/agamis. Kelima kekuatan karakter tersebut menjadi signature strengths atau kekuatan karakter pada urutan lima teratas yang dimiliki oleh mahasiswa.Kata kunci : Keutamaan dan Kekuatan Karakter, Mahasiswa, Psikologi Positi