Indonesian Journal of Applied Sciences
Not a member yet
123 research outputs found
Sort by
AKTIVITAS ANTIANGIOGENESIS EKSTRAK BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) PADA CHORIOALANTOIC MEMBRANE (CAM) SEBAGAI KANDIDAT ANTIKANKER ANTIANGIOGENESIS ACTIVITY OF BLACK RICE (Oryza sativa L. indica) ON CHORIOALANTOIC MEMBRANE (CAM) AS ANTICANCER CANDIDATE
AbstrakAngiogenesis memberikan kontribusi pada karsinogenesis atau pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali. Pertumbuhan tumor atau kanker dapat dikontrol melalui penghambatan angiogenesis. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai bahan pangan fungsional prevensi kanker adalah beras hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui aktivitas antiangiogenesis ekstrak beras hitam (Oryza sativa L. indica) pada Chorioallantoic Membrane (CAM) sebagai kandidat antikanker. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah banyaknya pembuluh darah baru atau respon angiogenesis pada CAM setelah pemberian ekstrak beras hitam dengan konsentrasi masing-masing 20, 25, 50, 60 dan 75 µg/mL. Ekstrak beras hitam menghambat pembentukan pembuluh darah pada CAM. Rata-rata jumlah pembuluh darah pada konsentrasi ekstrak beras hitam 20, 25, 50, 60 dan 75 µg/mL berturut-turut adalah 27,6; 21,0; 3,67; 3,0; 2,0. Pada kontrol dengan larutan NaCl 0,9 %, jumlah rata-rata pembuluh darah adalah adalah 35,33. Kata Kunci : Beras hitam (Oryza sativa L. indica), angiogenesis, antikanker AbstractAngiogenesis contributes to uncontrolled carcinogenesis or cancer cell growth. Tumor or cancer growth can be controlled through inhibition of angiogenesis. One of the natural ingredients that have the potential as a cancer prevention functional food ingredient is black rice. This study aims to study and determine the antiangiogenesis activity of black rice extract (Oryza sativa L. indica) on the Chorioallantoic Membrane (CAM) as an anticancer candidate. The parameters observed in the study were the number of new blood vessels or the response of angiogenesis to CAM after the administration of black rice extract with a concentration of 20, 25, 50, 60 and 75 µg / mL, respectively. The higher the concentration of black rice extract showed a decrease in the number of blood vessels formed. The average number of blood vessels at concentrations of black rice extract 20, 25, 50, 60 and 75 µg / mL were 27.6; 21.0; 3.67; 3.0; 2.0. In the control with 0.9% NaCl solution, the average number of blood vessels was 35.33. Keywords: Black rice ( Oryza sativa L. indica), angiogenesis, anticance
Uji Kinerja Sistem Fertigasi Autopot pada Budidaya Tomat Cherry
Air merupakan faktor penting dalam sektor pertanian dan juga menjadi salah satu faktor pembatas pertama produksi pertanian. Tindakan konservasi dan peningkatan efisiensi penggunaan air dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kekurangan air. Salah satu teknologi yang dapat mengoptimalkan penggunaan air adalah dengan menggunakan sistem fertigasi menggunakan autopot. Sistem fertigasi autopot adalah teknologi pemberian larutan nutrisi sesuai kebutuhan air tanaman tanpa menggunakan listrik untuk mensirkulasikan larutan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kehandalan kinerja sistem fertigasi autopot pada budidaya tomat cherry berdasarkan parameter keseragaman irigasi, penggunaan air konsumtif dan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse ALG, Universitas Padjadajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Budidaya tomat cherry menggunakan media tanam campuran arang sekam dan zeolit dengan perbandingan 9:1 dengan ketinggian media 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem fertigasi autopot memiliki kinerja yang sangat baik, berdasarkan nilai keseragaman irigasi rata-rata sebesar 89,4% dan efisiensi penggunaan air per autopot sebesar 22,93 kg/m3. Seluruh air irigasi yang diberikan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman saja, tanpa ada yg hilang karena drainase maupun rembesan. Kata kunci: Fertigasi, Autopot, Efisiensi Irigasi, Kinerja Irigasi, Soilless Cultur
Variasi Frekuensi Alel Terkait Polimorfisme CYP4F2 dan CYP2C9 (*2,*3) pada Berbagai Etnis di Dunia : Review
ABSTRAKWarfarin merupakan salah satu obat antikoagulan yang banyak digunakan di dunia. Secara farmakokinetik, warfarin memiliki indeks terapi yang singkat yang menyebabkan efek samping yang cukup serius yaitu pendarahan. Salah satu mekanisme kerja warfarin yaitu terkait dengan kerja vitamin K dalam proses penyembuhan luka. Warfarin dalam kerjanya dipengaruhi oleh enzim sitokrom, yaitu CYP4F2 dan CYP2C9 (*2,*3). Namun, efek dari antikoagulan ini memiliki variasi yang berbeda dan diketahui bahwa kedua enzim ini sering mengalami frekuensi alel polimorfisme yang berbeda di setiap etnis di dunia. Review ini akan menjelaskan profil frekuensi alel CYP4F2 dan CYP2C9 (*2,*3) pada beberapa etnis di dunia. Kata kunci : warfarin, antikoagulan, vitamin K, polimorfisme, CYP4F2, CYP2C9, frekuensi, alel, etnis ABSTRACTWarfarin is one of anticoagulant drug that most be used in the world. Based on its pharmacocinetic profile, warfarin has narrow therapeutic index that can cause serious side effect is bleeding. One of mechanism action of warfarin related with vitamin K in the process of wound healing. On works, warfarin influenced by the cytochrome enzymes, namely CYP4F2 and CYP2C9 (*2,*3). However, the effect of anticoagulants has different variations and both of these enzymes often have different allele frequencies of polymorphisms in every etnic in the world. This review will explain the allele frequency profile CYP4F2 and CYP2C9(*2,*3) in several etnics in the world. Kata kunci : warfarin, anticoagulant, vitamin K, polymorphism, CYP4F2, CYP2C9, frequency, allele, etnic
KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MELALUI PEMBERIAN NAUPLIUS Artemia YANG DIPERKAYA DENGAN MINYAK IKAN DAN MINYAK JAGUNG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva rajungan (P. pelagicus) melalui pemberian nauplius Artemia yang diperkaya dengan minyak ikan dan minyak jagung. Penelitian ini dilakukan di Panti Pembenihan Family Portunidae, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah. Larva yang baru menetas (zoea 1) dipelihara dalam wadah plastik 20 L yang diisi 15 L air laut dengan kepadatan larva 50 ind/L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dengan tiga kali ulangan, yaitu : A (tanpa pengayaan), B (100% minyak ikan + 0% minyak jagung), C (75% minyak ikan + 25% minyak jagung), D (50% minyak ikan + 50% minyak jagung), E (25% minyak ikan + 75% minyak jagung), F (0% minyak ikan + 100% minyak jagung). Parameter utama yang diamati adalah kelangsungan hidup dan pertumbuhan panjang mutlak. Analisis statistik dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva P. pelagicus. Pemberian nauplius Artemia yang dipperkaya 75% minyak ikan dan 25% minyak jagung mempunyai kelangsungan hidup terbaik sebesar 12,89% dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,12 mm
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DAN FREKUENSI BIOFERTILIZER TERHADAP KADAR KLOROFIL DAUN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen)
Klorofil merupakan komponen penting yang dibutuhkan dalam fotosintesis dimana pembentukanya diperlukan suplai zat hara seperti nitrogen dan fosfat. Suplai zat hara tersebut dapat dibantu dengan pemberian biofertilizer yang mengandung bakteri fiksasi nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikroba dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan frekuensi pemberian biofertilizer terhadap kadar klorofil bibit sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Penelitian terdiri atas 2 perlakuan kontrol dan 8 perlakuan uji. Seri dosis biofertilizer yaitu 20, 40, 60, dan 80 mL/tanaman dengan frekuensi pemberian 1 minggu sekali dan 2 minggu sekali. Mikroba dalam biofertilizer terdiri atas Azotobacter chroococum, Azospirillum brasilense, Rhizobium leguminosarum, Bacillus subtilis, B. megaterium, B. licheniformis, Pseudomonas fluorescens, P. putida, Cellvibrio mixtus, Cellulomonas cellulans, Cytophaga saccharophila, Lactobacillus plantarum, dan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah dengan uji lanjutan yaitu uji Duncan dan uji Brown –Forsythe dengan uji lanjutan Gomes Howell pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis dan frekuensi biofertilizer berpengaruh nyata dalam peningkatan kadar klorofil daun.
IDENTIFIKASI Salmonella spp. PADA FESES SAPI PERAH DI DUSUN JUDEG DESA BABADAN, KEDIRI
ABSTRAKSelain menghasilkan daging dan susu, sapi perah juga mengekskresikan kotoran padat (feses) dan kotoran cair (urine). Feses dapat menjadi agen penyebaran Salmonella spp. yang mengakibatkan salmonellosis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi Salmonella spp. pada feses sapi perah di Dusun Judeg, Desa Babadan, Kediri. Penelitian menggunakan 25 sampel feses sapi perah. Sampel diinokulasikan pada Selenite Broth, kemudian diinokulasi pada Salmonella Shigella Agar (SSA) , dilanjutkan pewarnaan Gram untuk mendeteksi jenis bakteri. Uji biokimia reaksi dilakukan pada hari ke-3 untuk membedakan golongan Enterobacter. Hasil penelitian menunjukkan 52% feses sapi perah di Dusun Judeg, Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kediri positif terkontaminasi Salmonella spp. Kata kunci : Sapi, Feses, Salmonella spp. ABSTRACT In addition to producing meat and milk, dairy cows also excret of solid waste (feces) and liquid (urine). Feces can be a spreading agent of Salmonella spp. That caused of salmonellosis. The purpose of this research was identification Salmonella spp. on feces of dairy cow in Judeg Hamlet, Babadan Village, Ngancar District, Kediri. The research design used 25 samples. The samples were inoculated on Selenite Broth, then the inoculation to Salmonella Shigella Agar (SSA), and next the Gram staining to detect the type of bacteria. The test of biochemical reaction was performed on day 3 to differentiate the Enterobacter class. The results showed that 52% feces of dairy cow in Judeg Hamlet, Babadan Village, Ngancar District, Kediri positive contaminated of Salmonella spp. Keyword: Cow, feces, Salmonella spp
A Review: Is Ginger (Zingiber officinale var. Roscoe) Potential for Future Phytomedicine?
AbstractZingiber officinale Roscoe (red:ginger), is one of the most widely consumed medicinal herbs in the world has been widely used to treat various disorders in Indonesia. There are three known types of ginger: giant ginger or white ginger (Zingiber officinale var. Roscoe), small white ginger or ginger emprit (Zingiber officinale var. Amarum), and red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum). The main components of ginger rhizome are carbohydrates, lipids, essential oils, terpenes, and phenol compounds such as gingerol (23-25%) and shogaol (18-25%). Many studies had confirmed benefical effects of ginger against inflammation, free radicals, diabetes melitus, bacterial infection, cancer, nausea, etc. Z. officinale var. rubrum is considered a safe herbal remedy with only slight and not significant adverse effects. This plant is potential fur future phytomedicine, however it needs further explorations on its clinical studies in humans is expected, especially the efficacy and safety of the risk of side effects
PERFORMA DOMBA LOKAL BETINA DEWASA PADA BERBAGAI VARIASI LAMANYA PENGGEMBALAAN DI DAERAH IRIGASI RENTANG KABUPATEN MAJALENGKA
Penelitian mengenai “Performa Domba Lokal Betina Dewasa pada Berbagai Variasi Lamanya Penggembalaan di Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Majalengka”, telah dilaksanakan sejak Tanggal 25 Maret sampai 30 Juli 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur lamanya waktu penggembalaan optimum terhadap performa domba lokal betina dewasa yang digembalakan di Daerah Irigasi Rentang Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka. Sampel Domba Lokal betina dewasa dalam penelitian ini adalah sebanyak 62 ekor yang tersebar pada variasi penggembalaan 6 jam 22 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, untuk mengetahui perbedaan rata-rata performa domba diuji dengan Analisys of Varian (Anova one way) serta dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggembalaan >6 jam merupakan lama penggembalaan yang optimum, dibuktikan dengan performa induk secara keseluruhan lebih baik dari lama penggembalaan <4 jam dan 4 – 6 jam. Kata Kunci : Domba Lokal, Lama Penggembalaan, Performa Produksi, dan Potensi Hijaua
Differences Growing Media In Autopot Fertigation System And Its Response To Cherry Tomatoes Yield
Hydroponic cultivation system is one solution to overcome the limited agricultural land. This farming system is widely used in farming high-value horticulture, one of them is a cherry tomato plants. The key to success in the hydroponic system is the management of water and nutrients appropriate to the needs of plants. Nevertheless, fertigation system on hydroponic plant cultivation requires a fairly high production costs and dependent on electrical energy for circulation. This study aims to assess the application of fertigation systems that do not use electricity for the circulation of water and nutrients using autopot technology. Fertigation system using this autopot applied to the cherry tomato plants using three combinations of planting medium is husk-compost, husk charcoal-humus and husk-cocopeat with a ratio of 50%: 50%. The results showed that autopot system capable of supplying the needs of water and plant nutrients to the level of irrigation efficiency is very high also minus consumption of electrical energy. The combination of growing media and compost husk cherry tomato plants to respond favorably with yields of 4.72 kg/plant. Keywords : Hydroponics; Autopot technology; Growing media; Cherry tomatoes; Fertigation automatio
EFEKTIVITAS ANTIJAMUR KOMBINASI KETOKONAZOL DENGAN MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle)
AbstrakMinyak atsiri merupakan salah satu senyawa kimia dalam tanaman yang terbukti berpotensi sebagai antijamur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) mempunyai aktivitas terhadap jamur patogen Tricophyton rubrum, Microsporum canis, dan Epidermophyton floccosum yang dapat menyebabkan penyakit dermatofitosis. Antijamur yang digunakan untuk pengobatan dermatofitosis ini, salah satunya adalah ketokonazol yang merupakan antijamur golongan imidazol. Pada penelitian ini ditentukan efektivitas antijamur kombinasi ketokonazol dengan minyak atsiri sereh wangi terhadap jamur penyebab dermatofitosis. Ekstraksi minyak atsiri menggunakan metode destilasi uap air. Uji efektivitas antijamur kombinasi ketokonazol dengan minyak atsiriri sereh wangi dengan metode difusi agar. Hasil penelitian kombinasi ketokonazol dengan minyak atsiri menunjukkan efek sinergis, karena diameter zona hambat ketokonazol mengalami peningkatan setelah dikombinasikan dengan minyak atsiri. Diameter zona hambat ketokonazol tunggal Tricophyton rubrum ATCC 28188 13,26 mm setelah dikombinasikan menjadi 24,9 mm, Microsporum canis ATCC 32699 12,8 mm setelah dikombinasikan menjadi 22,56 mm, Epidermophyton floccosum ATCC 52066 12,76 mm setelah dikombinasikan menjadi 19,5 mm. Hal ini disebabkan karena mekanisme kerja yang sinergis dari minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) dan ketokonazol.Kata kunci: citronella, dermatofitosis, sinergisAbstractEssential oil is one of the chemical compounds in plants that have been proven potential as an antifungal agent. Some studies showed that the essential oil of citronella (Cymbopogon nardus L. Rendle) could resist fungal pathogens Tricophyton rubrum, Microsporum canis and Epidermophyton floccosum, which cause dermatophytosis. Antifungals used for the treatment of dermatophytosis is ketoconazole, which belongs to imidazole group. The purpose of this study was to determine the effectiveness of antifungal ketoconazole in combination with essential oils of citronella against dermatophytosis. Extraction of essential oils was carried out using steam distillation. The effectiveness of antifungal ketoconazole in combination with citronella oil was measured using disk diffusion method. The result of the combination of ketoconazole with essential oils was synergistic as proven by the increased diameter of inhibition zone ketoconazole after combined with essential oils. Ketoconazole inhibition zone diameter single Tricophyton rubrum ATCC 28188 13.26 mm after combined into a 24.9 mm, Microsporum canis ATCC 32699 12.8 mm after combined into a 22.56 mm, Epidermophyton floccosum ATCC 52066 12.76 mm after combined into 19, 5 mm. This is because the synergitic mechanism of action of essential oils of citronella (Cymbopogon nardus L. Rendle) and ketoconazole.Key words: citronella, dermatophytosis, synergisti