AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    337 research outputs found

    Viabilitas, Isolasi dan Identifikasi Cendawan Terbawa Benih Padi Kultivar Lokal Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara

    Full text link
    Rendahnya viabilitas benih yang merupakan salah satu indikator mutu benih dapat disebabkan karena adanya cendawan patogen pada benih. Keberadaan patogen terbawa benih dapat menginfeksi tanaman pada saat proses perkecambahan bahkan hingga penen. Hal ini masih belum banyak diketahui oleh praktisi pertanian, khususnya petani yang masih menggunakan kultivar lokal. Prose pencarian informasi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode blotter test tanpa sterilisasi permukaan dengan menggunakan 100 benih pada tiap varietas yakni, Sungai Uma, Mekongga, Lokal Sembakung dan Serang. Benih diletakkan pada cawan petri yang diberi kertas saring jenuh air. Pengamatan terhadap parameter pengamatan dilakukan pada 5 dan 7 hari setelah inkubasi. Hasil uji menunjukkan bahwa benih kultivar Sungai Uma memiliki mutu yang baik karena memiliki nilai persentase daya kecambah (dk), indeks vigor (iv) dan potensi tumbuh maksimum (ptm) berturut turut 86%, 83% dan 96%. Meskipun begitu, pada benih kultivar Sungai Uma tetap ditemukan adanya cendawan patogen terbawa benih dari genus Mucor dan Aspergillus dengan persentase keberadaan 5% dan 4%

    Potensi Rizobakteri dalam Mengendalikan Hama Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera: Crambidae) Pada Tanaman Kubis.

    Full text link
    Crocidolomia pavonana merupakan salah satu hama penting yang membatasi produksi tanaman kubis. Alternatif pengendalian dengan penggunaan mikrorganisme yang berpotensi menekan perkembangan hama ini diantaranya dengan memanfaatkan rizobakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan isolat rizobakteri yang virulen terhadap larva C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari beberapa isolat rizobakteri diantaranya 3 isolat Bacillus thuringiensis (KJKB2, KJKB3 dan BAKB), Bacillus subtilis (KJTSB), 3 isolat Serratia marcescens (AR1, AR2 dan RK10), Stenotrophomonas maltophilia (LMTSA) serta kontrol negatif (Aquadest steril) dan kontrol positif (insektisida Sipermetrin). Uji Virulensi dilakukan dengan metode perendaman pakan dalam suspensi yang mengandung rizobakteri dengan kerapatan populasi 10? sel/ml. Variabel yang diamati adalah mortalitas larva, persentase pembentukan pupa dan imago serta preferensi oviposisi. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat rizobakteri dapat mematikan larva C. pavonana dan mampu menghambat perkembangan biologi serangga tersebut. Bacillus thuringiensis KJKB3 menunjukkan hasil yang lebih baik dengan nilai mortalitas paling tinggi (64%) dan nilai LT?? yang paling pendek (6.31 hari). Semua perlakuan tidak berpengaruh terhadap preferensi oviposisi, namun perlakuan isolat S. marcescens mampu menurunkan jumlah telur yang diletakkan pada tanaman perlakuan

    Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Tahap Pre-Nursery dengan Aplikasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok.

    Full text link
    Kelapa sawit merupakan satu dari sekian banyak komoditas penyumbang terbesar bagi devisa negara. Pertumbuhan bibit kelapa sawit sangat ditentukan oleh ketersediaan unsur hara dengan pemanfaatan limbah organik seperti kulit pisang kepok dan urine domba. Hal tersebut akan mengurangi penggunaan pupuk kimia (anorganik) yang dapat menciptakan pertanian ramah lingkungan. Selain itu, berdasarkan refrensi yang penulis baca masih sangat jarang dijumpai penelitian mengenai pemanfaatan kulit pisang kepok menjadi pupuk organik cair terutama aplikasi pada pembibitan kelapa sawit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di tahap Pre-Nursery setelah diberikan kulit pisang kepok sebagai Pupuk Organik Cair (POC) dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktorial. Faktornya adalah POC kulit pisang kepok yang terdiri dengan 4 taraf yaitu: Kontrol (A0), 50 ml (A1), 150 ml (A2), 300 ml (A3). Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (analysis of variance) di lanjutkan Duncans Multiple Range Test dengan signifikan 5 %. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar akar dan berat kering akar tanaman. Berdasarkan hasil dari penelitian ini bahwa pengaplikasian pupuk organik cair kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata terhadap respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di tahap pre-nursery, namun bila berdasarkan data rataan, pengaplikasian 50 ml pupuk organik cair kulit pisang kepok mampu mendorong pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery

    Penggunaan Lilin Lebah dengan Penambahan Konsentrasi Minyak Atsiri Tanaman Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Pengusir Lalat (Musca domestica).

    Full text link
    Lilin lebah dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri serai merupakan salah satu lilin aromaterapi yang memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan manusia di antaranya untuk merelaksasikan tubuh, menyegarkan pikiran, untuk memperbaiki mood, dan penyembuhan penyakit yang memberikan efek fisiologi. Tujuan dari penelitian ini menentukan karakteristik lilin lebah dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri tanaman serai, menentukan daya tolak lalat terhadap lilin lebah dengan penambahan minyak atsiri tanaman serai dan daya terima panelis. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri tanaman serai pada lilin lebah dengan formulasi 0%, 3%, 5% dan 7% serta uji ANOVA dan BNT 5% dilaksanakan dari februari hingga juli 2019 di Laboratorium Bioproses dan Bioenergi Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut. Pengujian yang dilakukan yaitu uji waktu leleh, uji titik leleh, uji daya tolak lalat terhadap lilin, uji organoleptik dan uji efek setelah dibakar. Hasil penelitian menunjukkan lilin aromaterapi yang memiliki waktu leleh terlama adalah lilin lebah dengan konsentrasi 3% minyak atsiri serai dan titik leleh yang sesuai SNI 0386 1989 A / SII 0348 1980 adalah lilin lebah dengan konsentrasi 5% minyak atsiri serai. Daya tolak lalat terhadap lilin aromaterapi tertinggi adalah 77% pada penambahan 7% minyak atsiri serai. Daya terima panelis terhadap lilin aromaterapi minyak atsiri serai yaitu yang disukai panelis adalah lilin aromaterapi 7% dari segi warna dan tekstur, lilin aromaterapi 5% dari segi aroma

    Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta L.).

    No full text
    Penelitian komposisi media tanam bibit kopi robusta telah dilakukan di Rumah Kaca. Jurusan Penyuluhan Perkebunan Polbangtan Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media tanam terhadap parameter pertumbuhan bibit kopi robusta. Penelitian menggunakan empat jenis perlakuan dan satu kontrol, yaitu M1 (Tanah + Kompos (1:1) ), M2 (Tanah + Kompos (1:2)), M3 (Tanah + Bakaran Sekam Padi + Kompos (1:1:1)), dan M4 (Tanah+ Bakaran Sekam Padi + Kompos (1:1:2)) serta kontrol M0 (Tanah) dengan ulangan 5 kali. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah jumlah daun, luas total daun, tinggi tanaman, dan diameter batang. Analisis perbedaan perlakuan menggunakan Uji F dan uji Duncans pada taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa komposisi media tanam yang terdiri dari tanah, bakaran sekam padi, dan kompos memberikan pengaruh nyata terhadap Jumlah Daun, Luas daun, Tinggi, dan Diameter Batang Bibit Kopi. Perlakuan M4, yaitu media tanam dengan komposisi tanah + bakaran sekam padi + kompos (1:1:2) memberikan pertumbuhan yang terbaik.pada bibit kopi robusta

    Pertumbuhan Tanaman Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L.) di Tanah Salin dengan Perlakuan Asam Salisilat dan Fungi Mikoriza Arbuskular.

    Full text link
    Akar wangi merupakan tanaman obat yang mengandung minyak atsiri di bagian akarnya. Umumnya tanam akar wangi ditanam di lahan yang subur, namun dalam rangka ekstensifikasi maka perlu dilakukan pemanfaatan lahan marginal untuk tanaman yang potensial dikembangkan antara lain tanah salin. Tanah ini mengandung kadar garam tinggi namun dapat dipergunakan untuk budidaya pertanian melalui penambahan bahan-bahan yang mampu memperbaiki potensi lahan antara lain adalah asam salisilat dan fungi mikoriza arbuskula. Maka perlu dilakukan penelitian tanaman akar wangi di tanah salin yang diberi asam salisilat dan fungi mikoriza arbuskular dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu faktor asam salisilat dengan 4 taraf: A0 = Kontrol, A1 = 50 ppm/plot, A2 = 100 ppm/plot, A3 = 150 ppm/plot dan faktor Fungi mikoriza arbuskular dengan 3 taraf: F0 = Kontrol, F1 = 15 g/polybag, F2 = 30 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam salisilat berpengaruh nyata dan tertinggi pada A3 (150 ppm/plot) untuk panjang akar, berat kering akar, jumlah stomata dan tebal kutikula. Fungi Mikoriza Arbuskular juga berpengaruh nyata dan tertinggi pada perlakuan F2 (30 g/polybag) untuk berat kering akar. Sedangkan interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata untuk semua parameter pengamatan

    Peningkatan Produksi Buah Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Secara Hidroponik.

    Full text link
    Melon merupakan tanaman buah.yang bernilai cukup tinggi.Dengan tingginya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi buah melon diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi buah melon.Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mempraktikan sistem pertanaman melon secara hidroponik.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkakaji peningkatan perkembangan tanaman melon yang dibudidayakan secara hidroponik dengan penggunaan empat jenissubstrat serta menggunakan tiga jenis varietas.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial.Dengan perlakuan substrat media tanam dan varietassebagai faktor yang digunakan.Perlakuan substrat yaitu arang sekam, sabut kelapa, serbuk gergaji dan pasir.Perlakuan varietas terdiri atas 3 varietas, yaitu Aramis F1, Amanta F1 dan Red Aroma. Tanaman dalam setiap perlakuan diberikan larutan nutrisi yang sama sesuai dengan tingkat pertumbuhannya.Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pasir merupakan substrat hidroponik yang memberikan respon terbaik terhadap perkembangan tanaman melon secara hidroponik.Ketiga varietas melon yang digunakan dalam penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam hal bobot buah dan tingkat kemanisannya

    Karakteristik Kimia Biochar dari Beberapa Biomassa dan Metode Pirolisis

    Full text link
    Pemanfaatan biochar dalam pengelolaan lahan masih sangat jarang dilakukan dan kualitas biochar yang tergolong rendah. Hal tersebut dapat diatasi dengan memproduksi biochar dengan teknologi pirolisis yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biochar dari beberapa biomassa dengan beberapa metode pirolisis. Penelitian ini menggunakan teknologi pirolisis dengan metode manual, metode kiln, dan metode Retort. Penelitian dilaksanakan di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, serta Laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karbon tertinggi pada biochar jerami metode Retort sebesar 43.73%, pH tertinggi pada biochar jerami dan biochar kotoran sapi metode kiln masing masing sebesar 10,64 dan 10,56. Kandungan N tertinggi pada biochar kotoran sapi metode Retort sebesar 3,2%, Pospor pada biochar limbah kayu sebesar 0.46%, dan Kalium pada biochar jerami sapi metode kiln sebesar 6.4%

    Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat Akibat Aplikasi Kompos dan Pupuk Organik Cair.

    Full text link
    Perbaikan pembudidayaan tomat pada media polybag melalui aplikasi kompos dan pupuk organik cair perlu diperhatikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tomat pada media polybag. Kompos dan pupuk organir cair memiliki unsur hara yang dibtuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi kompos dan pupuk organik cair dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada areal di Binjai Sumatera Utara pada bulan Mei - Juli 2020. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 blok. Faktor K (kompos) dan Faktor C (pupuk organik cair). Aplikasi kompos yang terbaik K1 ( 25% kompos + 75% top soil) pada media polybag. Aplikasi kompos memberikan pengaruh yang nyata pada penelitian ini dibandingkan tanpa aplikasi kompos

    Efektivitas Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Putih (Zea mays L.)

    Full text link
    Jagung putih adalah jagung yang tidak memiliki pigmen karoten pada bagian endosperma. Pertumbuhan dan produksi jagung putih di Tapanuli Bagian Selatan cukup baik, sehingga dibutuhkan optimalisasi pertumbuhan dan produksi jagung putih dengan perlakuan pupuk. Salah satu pupuk yang aman digunakan adalah pupuk hayati seperti Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) terhadap pertumbuhan dan produksi jagung putih (Zea mays L) varietas Pulut URI. CMA diaplikasikan pada saat penanaman jagung dengan dosis 0 g, 5 g, 10 g, dan 15 g. Pengumpulan data dimulai sejak tanam hingga panen yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, waktu panen, panjang tongkol, berat tongkol, jumlah baris/tongkol, bobot 100 biji pipilan kering, Bobot biji pipilan kering/tongkol, bobot akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik perlakuan CMA pada jagung putih adalah 10 g

    319

    full texts

    337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇