AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Pematahan Dormansi Biji Sirsak dengan Berbagai Konsentrasi Asam Sulfat dan Lama Perendaman Giberelin
Sirsak memiliki biji keras dan tebal sehingga sulit untuk berkecambah. Salah satu upaya untuk mempercepat perkecambahan dapat dilakukan dengan menggunakan asam keras, salah satu diantaranya adalah asam sulfat yang dapat melunakkan permukaan kulit biji yang keras. Hormon tumbuh juga dapat digunakan untuk memecahkan dormansi pada benih, diantaranya adalah hormon Giberellin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi asam sulfat dan lama perendaman Giberellin dalam mempercepat pematahan dormansi biji sirsak. Metoda penelitian yang digunakan adalah menanam benih sirsak masing-masing 25 biji sesuai perlakuan. Penelitian ini menggunakan delapan perlakuan yaitu D1, D2, D3, D4, D5, D6, D 7, dan D8. Parameter diukur adalah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Perlakuan konsentrasi asam sulfat 70%, 80% dan 90% dengan dicelup ataupun direndam Giberellin memberikan potensi tumbuh maksimum 20%. Konsentrasi asam sulfat 80% dan dicelup Giberellin (D4) meningkatkan daya berkecambah 46,67%, indeks vigor 20% , dan kecepatan tumbuh 7,01%
Karakter Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak (Raphanus sativus L.) terhadap Aplikasi Ampas Tahu dan POC Daun Gamal.
Pemanfaatan pupuk organik dalam budidaya tanaman semakin berkembang. Berbagai sumber limbah dan bahan tanaman telah diolah menjadi pupuk organik dan dapat menekan biaya produksi. Salah satunya adalah ampas tahu dan daun gamal yang diaplikasikan dalam bentuk padat ataupun cair. Aplikasi pupuk organik tersebut tidak terkecuali pada tanaman lobak. Saat ini pemanfaatan lobak tidak hanya sebagai tanaman sayuran, tetapi juga sebagai tanaman obat, salah satunya adalah menghindari peningkatan kolesterol jahat. Oleh karena itu produksi lobak perlu ditingkatkan. Analisa karakter pertumbuhan dan hasil tanaman lobak terhadap aplikasi ampas tahu dan pupuk organik cair daun gamal merupakan tujuan penelitian ini dan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial, yaitu dosis ampas tahu (A) dengan 4 taraf yaitu 0, 150, 300 dan 450 g/polybag. Aplikasi pupuk organik cair (POC) daun gamal (P) terdiri dari 0, 60, 120 dan 180 ml/liter air. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa aplikasi ampas tahu secara signifikan mempengaruhi karakter pertumbuhan yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Aplikasi ampas tahu juga telah mempengaruhi karakter hasil yaitu diameter umbi, bobot umbi pertanaman sampel dan bobot umbi perplot. Namun, aplikasi POC daun gamal serta interaksi kedua perlakuan tidak signifikan mempengaruhi peubah karakter pertumbuhan dan hasil tanaman lobak
Penggunaan Mineral Kalium dan Silikon untuk Menekan Serangan Penyakit Gugur Daun Pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis L.).
Penyakit daun gugur selalu menyerang pada saat awal pembentukan daun tanaman karet. Infeksi penyakit ini menyebabkan bentuk dan ukuran daun yang kurang sempurna. Daun yang tidak sempurna bentuknya dan transparan mempengaruhi kemampuan fotosintesisnya dan akibatnya produksi karet tidak optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh aplikasi kalium dan silikon terhadap toleransi tanaman karet beberapa penyakit gugur daun (Coletotrichum sp dan Fusicoccum sp). Penelitian ini menggunakan bibit polibeg klon PB 260 umur 4 bulan yang telah dipupuk dengan N, P dan Mg (12:12:2) dengan dosis 12 gr polibeg. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu dosis KCl (0, 5,8 g, dan 11,6 g per polibeg) dan dosis silikon (0, 20, 40 ml/L). Adapun parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu intensitas serangan penyakit dan klorofil total. Hasil penelitian ini diketahui bahwa silikat cenderung meningkatkan toleransi tanaman karet terhadap Pestalotipsis sp., dan tidak berpengaruh terhadap C. autatum
Identifikasi Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L). dengan Menggunakan Perangkap Fluorense dan Perangkap Warna sebagai Teknik Pengendalian Hama Terpadu
Tanaman padi adalah bahan makanan pokok yang harus tersedia dan tidak dapat tergantikan. Hama merupakan faktor pembatas produksi tanaman padi. Ketertarikan semua serangga pada cahaya dan warna sebagai dasar penelitian ini dilaksanakan. Adapun penelitian bertujuan untuk mengetahui respon cahaya Fluorense dan berbagai warna terhadap ketertarikan serangga hama tanaman Padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawang Pasar IV Kec. Meranti, Kab. Asahan, dengan ketinggian tempat 15 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yang diteliti. Faktor Flourence yang terdiri dari 4 taraf : F1 = Perangkap tanpa warna dan tanpa flourence, F2 = Perangkap tanpa warna dengan flourence, F3 = Perangkap warna tanpa flourence F4 = Perangkap warna dengan flourence dan Faktor warna W yang terdiri dari 4 taraf : W1 = Warna Merah. W2 = Warna Kuning, W3 = Warna Hijau, W4 = Warna Biru. Dari hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perangkap yang memiliki flourense pada setiap jumlah populasi tertangkap pada perangkap ada lima ordo yang merupakan hama penting tanaman tanaman padi diperoleh dari ordo homoptera jenis wereng sebesar 25084,40 kemudian ordo lepidoptera jenis penggerek batang padi dengan gejala sundep dan beluk sebesar 16532,90 diikuti ordo hemiptera, diptera serta orthoptera. Untuk perlakuan warna dapat dilihat pada perangkap yang memiliki warna cerah yaitu hijau, kuning, merah dan biru
Pengaruh Accelerated Aging Methods (AAM) dan Lama Inkubasi Menggunakan Larutan KNO3 terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai
Metode pengusangan dipercepat dapat digunakan untuk menganalisis kualitas benih selama masa penyimpanan sehingga dapat menilai potensi kemampuan tumbuh benih setelah masa penyimpanan, selain itu perlakuan priming sebelum perkecambahan dapat dilakukan untuk meningkatkan perkecambahan benih terutama benih yang telah mengalami kemunduran selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari Aclereted aging method dan lama nya inkubasi menggunakan larutan KNO3 terhadap viabilitas dan vigor benih kedelai varietas Gema yang dilakukan di Laboratorium Teknologi Benih Universtas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan petak terpisah pola RAL dengan perlakuan AAM (Kontrol dan perlakuan AAM) sebagai petak utama dan Lamanya inkubasi (1 jam, 2 4 jam, 8 jam) sebagai anak petak. Parameter yang diamati adalah daya berkecambah, indeks vigor, T50 dan Kecepatan tumbuh relative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan aclereted aging methods (AAM) dengan suhu 400C kelembaban 100% selama 2 hari menyebabkan kemunduran kualitas benih kedelai yang ditunjukkan melalui parameter T50. Benih yang diberi perlakuan inkubasi dengan larutan KNO3 dan diberi perlakuan AAM menunjukkan respon yang negatif terhadap vigor benih kedela
Analisa Kandungan Hara Kompos Limbah Daun Teh.
Limbah daun teh yang merupakan sisa hasil pengolahan dan dianggap sudah tidak dapat digunakan lagi pada umumnya akan dibuang. Namun limbah tersebut sebenarnya masih dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian pengolahan limbah kompos daun teh menjadi pupuk organik ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Universitas Methodist pada bulan Desember 2017-Januari 2018 dengan tujuan untuk membandingkan pengaruh dua jenis bioaktivator terhadap rasio C/N dan Ni, Na, Co, Mo, Mn tersedia pada kompos limbah daun teh. Dalam penelitian ini digunakan metode Uji T dua sampel dengan 1 taraf yaitu Bioaktivator Biotriba (B1) = 15 kg limbah daun teh + 15 ml biotriba/1 liter air dan Bioaktivator Primadec (P1) = 15 kg limbah daun teh + 150 ml larutan primadec diulang sebanyak = 3 kali. Parameter yang diamati, kandungan Ni (Nikel), kandungan Na (Natrium), kandungan Mn (Mangan), kandungan Mo (Molibdenum), kandungan Co (Cobalt), kandungan Karbon (C-Organik), Kandungan N (N-Total). Hasil dari pengamatan parameter pada penelitian ini menunjukkan bahwa kedua jenis bioaktivator yaitu bioaktivator biotriba dan bioaktivator primadec menunjukkan perubahan nilai unsure hara yang dikandung selama pengomposan
Pengujian Sistem Tanam Legowo Terhadap Hasil Padi Gogo
Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan Gorontalo sebagai kota pertanian, salah satunya adalah pengembangan padi gogo sebagai alternative pemenuhan pangan. Selain menggunakan varietas unggul perbaikan budidaya yang berupa system tanam juga perlu dicoba untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem tanam yang tepat dalam budidaya padi varietas ponelo di Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Desember 2019 hingga bulan April 2020 di Desa Iloheluma Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu : Jajar tegel sebagai kontrol (P0), Jajar legowo (2:1) (P1), Jajar legowo (3:1) (P2) dan Jajar Legowo (4:1) (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 Plot percobaan dengan ukuran bedengan 3 m x 4 m. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, bobot 1000 butir. Bahawa sistem tanam jajar legowo 2:1 memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan produktif. Perlakuan sistem jajar legowo 2:1 memberikan pertumbuhan yang baik pada parameter tinggi dan jumlah anakan produktif padi Ponelo
Teknik Budidaya Melon Hidroponik dengan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation)
Budidaya Melon secara hidroponik dengan sistem irigasi tetes memiliki keunggulan dalam efesiensi pemakaian air dan pemeliharaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui media yang paling baik pada teknik budidaya melon (Cucumis melo L.) hidroponik secara Drip Irrigation, mengetahui varietas melon terbaik dan mengetahui interaksi media dan varietas melon secara hidroponik dengan sistem Drip Irrigation. Penelitian dilaksanakan di Green house kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Medan pada bulan Septemberq sd Desember 2018. Metoda penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 4 (empat) blok dan 3 (tiga) ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu, Faktor I : Jenis media tanam (M) dengan 4 taraf, yaitu : M1 = Arang Sekam padi, M2 = Arang Sekam padi + pasir (1 :1) , M3 = Serbuk Sabut kelapa (Cocopeat), M4 = Cocopeat + arang sekam padi (1 :1) dan M5 = Cocopeat + pasir (1 :1). Faktor II : Varietas melon dengan 2 taraf, yaitu : V1 = Madesta dan V2 = Gracia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu ke-4 MSPT Tinggi tanaman pada varietas Madesta lebih tinggi yaitu 148,34 cm dibandingkan varietas Gracia yaitu 105,43 cm. Tanaman melon yang menggunakan media pasir dan cocopeat memiliki jumlah daun yang lebih banyak jika dibandingkan media lainnya dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara Media dan varietas Melon yang digunakan terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga dan diameter bua
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa) Dan Ikan Lele (Clarias) dengan Sistem Akuaponik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan kepadatan ikan lele terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada dengan sistem akuaponik, untuk mengetahui kepadatan ikan lele yang memberikan produksi ikan yang terbaik. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan 3 perlakuan dan diulang 3 kali. Eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan analysis of variance (ANOVA). Perlakuan K0 : 0 ekor ikan lele, K1 : 20 ekor ikan lele dan K2: 40 ekor ikan lele. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan ikan lele yang memberikan pengaruh yang terbaik untuk pengamatan diameter batang dan luas daun adalah kepadatan 40 ekor/ kolam, sedangkan untuk bobot panen selada yang terbaik adalah dengan perlakuan 20 ekor/ kolam. Sistem akuaponik memberikan pengaruh terhadap produktivitas ikan lele
Karakteristik Kompos Bahan Baku Tandan Kosong dan Pelepah Kelapa Sawit dengan Komposisi yang Berbeda.
Tandan kosong dan pelepah kelapa sawit adalah limbah industri kelapa sawit yang belum diolah dan dimanfaatkan secara maksimal. Memanfaatkan limbah industri kelapa sawit sebagai bahan kompos dapat menekan dampak buruk limbah terhadap lingkungan. Kompos sebagai sumber bahan organik dan unsur hara mampu meningkatkan sifat dan fungsi tanah, sehingga nutrisi tanaman terpenuhi. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca STIP-AP dan analisa kompos di PT Socfin Indonesia, Medan yang berlangsung bulan Maret hingga Juli 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kompos yaitu kadar N, P, K, C-organik dan rasio C/N kompos. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial, sebagai perlakuan adalah perbedaan komposisi tandan kosong dan pelepah kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi bahan kompos berpengaruh nyata terhadap N, P, K dan rasio C/N kompos namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar C-organik dan rendemen kompos. Kompos berbahan 100 % tandan kosong memiliki kadar hara tertinggi dan rasio C/N terendah dengan karakteristik kandungan C-organik 39,28. %, N 2,35%, P 0,66%, K 5,75% dan rasio C/N 16,79. Kadar N, P, K dan rasio C/N memenuhi SNI 19-7030-2004 sedangkan kadar C-organik diatas batas maksimal standar kompos