AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Potensi POC Urin Kambing dalam Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sayuran
Sayuran merupakan bagian dari kelompok tanaman hortikultura yang mempunyai peranan sangat penting karena kemanfaatannya bagi manusia. Kandungan protein dan vitamin yang tinggi, sehingga sayuran banyak dikonsumsi untuk segala golongan masyarakat. Produksi sayuran semakin hari semakin diperlukan peningkatannya sesuai dengan pertambahan penduduk yang ada, sehingga dapat mencukupi untuk keperluan masyarakat. Kajian ini mengguakan Rancangan Petak Terpisah (RPT), yang mana Petak Utama (PU) adalah jenis sayuran (timun, terung dan kacang panjang), sedangkan anak petak (AP) adalah konsentrasi larutan POC urin Kambing (Uo=control, U1=200, U2=400, U3=600 dan U4=800 cc/L air). Ada 3 ulangan, dengan setiap plot terdiri dari 6 tanaman dan tanaman sampel ada 4 tanaman. Aplikasi POC urin kambing sebanyak 3 kali yaitu pada saat umur tanaman 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam dengan dosis 250 cc/tanaman. Pupuk dasar diberikan berupa kompos feses kambing dengan dosis 5 kg setiap plotnya, untuk pengendalian hama, penyakit dan gulma dilaksanakan secara manual, tapi jika sudah melebihi ambang batas ekonomi digunakan cara kimia. Tinggi/panjang tanaman, jumlah buah dan berat buah pertanaman sampel, jumlah buah dan berat buah per plot merupakan parameter yang diukur. Hasil pengukuran yang telah dianalisis memberikan hasil yang mana semua parameter yang di ukur berbeda nyata,tetapi tidak ada interaksi antara petak utama dengan anak petak. Semakin tinggi konentrasi POC urin kambing semakin baik produksi tanaman sayuran tersebut, namun konsentrasi yang baik ada pada 600 cc/L larutan
Seleksi Hole To Block Menjadi Seleksi Spike To Row Pada Gandum Australia Genotip 1 dan Genotip 2
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian 2020 dengan menggunakan benih dari gandum Australia Genotip 1 dan 2 hasil penelitian 2020 sebagai materi awal. Penelitian ini bertujuan untuk menyeragamkan gandum Australia Genotip 1 dan 2 dengan metode seleksi hole to block, pencirian karakter UPOV 2016, dan RHS Colour di iklim tropis. Namun pada pelaksanaannya terjadi fenomena banyak tanaman yang tidak tumbuh, sehingga dilakukan perubahan metode dari hole to block menjadi spike to row. Hasil yang didapatkan yaitu, pada Genotip 1 terdiri 53 baris tanam lolos seleksi. Pada Genotip 2 terdiri dari 40 baris tanam yang lolos seleksi. Pada uji warna dengan RHS Colour didapatkan varian warna malai tua sehingga dilakukan perbaikan pengodeannya yaitu pada Genotip 1: Genotip 1-GY160A, Genotip 1-GY160B, dan Genotip 1-GY160 dengan kesamaan karakter UPOV 2016 yaitu arah tumbuh tanaman sedikit tegak, bentuk profil malai sisi sejajar, lebar bahu spikelet sempit, bentuk bahu spikelet sedikit miring, panjang paruh spikelet panjang, dan bentuk paruh spikelet sedikit melengkung. Sedangkan pada Genotip 2: Genotip 2-YG9A, Genotip 2-YG9B, dan Genotip 2-YG9C dengan kesamaan karakter UPOV 2016 yaitu arah tumbuh tanaman sedikit tegak, bentuk profil malai sisi sejajar, lebar bahu spikelet medium, bentuk bahu spikelet datar/horizontal, panjang paruh spikelet panjang, dan bentuk paruh spikelet agak melengkung
Pertumbuhan Bibit Kakao Pada Berbagai Komposisi Media Tumbuh di Pembibitan
Secara nasional tanaman kakao berproduksi masih dibawah potensi genetiknya, banyak faktor yang menyebabkan tanaman kakao belum mampu mengekspresikan kemampuan genetiknya dalam berproduksi, salahsatunya adalah faktor eksternal berupa media tumbuh pada pembibitan. Kondisi bibit akan menentukan kemampuan produksi kakao di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tumbuh tanaman kakao. Penelitian ini telah dilaksanakan di Tuweley kabupaten Tolitoli pada tahun 2021, menggunakan rancangan lapangan acak kelompok, 6 perlakuan, 3 ulangan, masing masing ulangan terdiri dari 5 bibit yang dirawat polybag berkapasitas 3 kg tanah kering udara, perawaatan tanaman selama 90 hari setelah tanam (HST) komposisi media adalah tanah, pupuk kandang ayam, dan serbuk gergaji dengan perbandingan volume/volume antara lain: media tanah (wo); perbandingan tanah; Pupuk kandang:Serbug gergaji 1:1:1 (w1), 1:2:1 (w2). 1:3:1 (w3), 1:1:2 (w4), 1:2:2 (w5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tumbuh 1:1:2 (w4), merupakan komposisi terbaik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan kering tunas, berat basah dan kering akar serta luas daun
Uji Efektivitas Pengendalian Hama Kumbang Malam (Apogonia sp) Menggunakan Perangkap Lampu Berwarna (Light Trap) Pada Pembibitan Kelapa Sawit
Infestasi serangga merupakan salah satu penyebab yang membatasi aktivitas pembibitan. Kumbang malam merupakan salah satu jenis serangga yang sering disebut-sebut sebagai hama di persemaian (Apogonia sp). Hal ini dilakukan karena serangan kumbang malam (Apogonia sp.), salah satu serangan yang terjadi di pembibitan kelapa sawit, dapat merusak perkembangan dan keragaman bibit kelapa sawit. Selain itu, bekas gigitan pada daun bibit yang terinfeksi dapat memberikan citra buruk dan mengurangi preferensi pelanggan terhadap bibit tersebut. Diperkirakan populasi kumbang malam (Apogonia sp.) di pembibitan kelapa sawit akan menurun akibat penggunaan perangkap lampu berwarna. Kumbang malam (Apogonia sp.) bersifat nokturnal, artinya aktif pada malam hari dan memakan daun bibit kelapa sawit. Di PT Perkebunan Nusantara IV, Perkebunan Adolina, dan Pembibitan Afdeling III, penelitian ini sudah berlangsung januari sampai Februari 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kumbang malam (Apogonia sp.) di pembibitan kelapa sawit untuk melihat seberapa baik perangkap cahaya dari berbagai warna bekerja melawan mereka. Teknik penelitian non faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga jumlah sampel 25 alat. Perlakuan tersebut adalah P0 (cahaya putih), P1 (cahaya merah), P2 (cahaya biru), P3 (cahaya kuning), dan P4 (cahaya ungu). Untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia yang dapat membahayakan organisme dan predator, temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat umum dan perusahaan perkebunan kelapa sawit tentang penggunaan perangkap lampu berwarna untuk mengelola kumbang malam (Apogonia sp.) dalam minyak. pembibitan sawit. pembibitan terdekat untuk kelapa sawit.Dari hasil penelitian bahwasan perangkap dengan lampu berwarna ungu memiliki tingkat kemampuan dalam hal menarik hama kumbang malam (Apogonia sp) lebih tinggi jumlahnya dengan lampu berwarna putih, biru, merah dan kuning
Observasi Karakter 6 Klon Krisan (Chrysanthemum Morfolium Ramat.) Mutan Melalui Uji Buss (Baru, Unik, Seragam Dan Stabil)
Krisan adalah tanaman hias dengan permintaan pasar yang tinggi di Indonesia, karenanya pengembangan krisan terus dilakukan, salah satunya dengan membuat varietas mutan yang memiliki keunikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik 6 klon tanaman krisan hasil mutasi untuk menilai keunggulannya dari segi kebaruan, keunikan, keseragaman dan kestabilan. Percobaan dilakukan di IP2TP BALITHI Cipanas, Jawa Barat pada Bulan Juli sampai Desember tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan terdiri dari 6 aksesi klon mutan yang digunakan sebagai kandidat [3.3 (154), 3.5 (222), 6.15, St 3.15 (120), St 1.10 (161) dan St 1.14 (185)] dan 3 varietas referensi (Puspita Nusantara, Arosuka Pelangi dan Stangkon) dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa keenam klon mutan dinyatakan baru dan unik, karena klon belum pernah dilepas ke publik dan terdapat variasi pada 25 karakter mutan yang diamati jika dibandingkan dengan varietas referensi
Peramalan Jumlah Produksi Kopi Di Jawa Timur Pada Tahun 2020-2021 Menggunakan Metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (Sarima)
Kopi adalah salah satu jenis komoditi perkebunan yang dapat diperdagangkan di bursa komoditi. Terdapat 32 provinsi di Indonesia sebagai penghasil kopi, salah satunya adalah Jawa Timur. Persentase produksi kopi di Jawa Timur mengalami penurunan yang cukup tinggi pada tahun 2018-2019, mengingat Jawa Timur ialah salah satu provinsi dengan pemberi kontribusi permintaan kopi terbesar, baik untuk kebutuhan ekspor maupun domestik. Selain itu, data yang menunjukkan keadaan produksi kopi di Indonesia pada tahun 2020/2021 masih sangat minim dan hanya merupakan perkiraan. Pada penelitian ini, peramalan akan dilakukan pada tahun 2020 hingga 2021 dengan memanfaatkan metode peramalan SARIMA (Seasonal Autoregresive Integrated Moving Average). Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan mengumpulkan data jumlah produksi kopi, menentukan metode peramalan, menentukan model SARIMA terbaik, menghitung peramalan, dan menarik kesimpulan. Model SARIMA terbaik yang digunakan adalah model SARIMA (0,0,1)(1,0,0) karena memiliki nilai MAPE terkecil yaitu 25,83. Jumlah produksi kopi di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2021 menunjukkan pola peningkatan yang berarti terjadi peningkatan jumlah produksi kopi di Jawa Timur
Pengaruh Dosis Silika Gel Pada Beberapa Lama Simpan terhadap Performansi Fisiologis Benih Kacang Tanah Varietas Kelinci
Rendahnya daya simpan benih kacang tanah merupakan salah satu permasalahan dalam produksi kacang tanah. Silica gel merupakan suatu bahan desikan untuk menjaga kelembaban selama masa simpan sehingga mutu benih kacang tanah dapat dipertahankan selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penggunaan beberapa dosis silika gel terhadap daya simpan benih kacang tanah varietas kelinci. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis Silika Gel (A) terdiri dari 4 taraf yaitu: 0 g tanpa silika gel (A1), 10 g silika gel (A2), 20 g silika gel (A3) dan 30 g Silika gel (A4). Parameter viabilitas dan vigor benih terdiri dari Daya kecambah (DB), Kadar Air, Indeks Vigor (IV), Potensi Tumbuh Maksimum (%), Kecepatan Tumbuh Relatif (KCT-R), serta keserempakan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Dosis silika gel 30g merupakan dosis terbaik terhadap viabilitas dan vigor benih kacang tanah, penggunaan dosis silica gel yang terlalu rendah akan berdampak negatif terhadap performansi fisiologis benih kacang tanah
Pengaruh Paket Biochar Plus dan Azotobacter terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Unggul Lokal Pada Tanah Podsolik Merah Kuning
Padi (Oryza sativa L) merupakan komoditi pangan utama di Indonesia yang kebutuhannya terus meningkat. Upaya peningkatan produksi beras saat ini terganjal oleh berbagai kendala, seperti konversi lahan sawah subur yang masih terus berjalan, penyimpangan iklim, penurunan kualitas sumber daya lahan yang berdampak terhadap penurunan atau pelandaian produktivitas. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan cara pemanfaatan budidaya padi unggul lokal yang potensial dikembangkan pada lahan kering. Salah satu lahan kering yang digunakan yaitu tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) dicirikan oleh pH tanah rendah ( 5,0), C-organik rendah, dan tingkat kesuburan tanah juga rendah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat dilakukan melalui pemberian bahan organik seperti biochar plus (biochar sekam padi + kompos + pupuk NPK). Penyedia nitrogen secara hayati adalah dengan memanfaatkan Azotobacter spitrogen hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa paket biochar plus dan bakteri Azotobacter sp terhadap pertumbuhan dan hasil padi lokal pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak terberbagi (RPB). Petak utama yaitu penggunaan Azotobacter sp (B) B0 = Tanpa Azotobacter sp, dan B1 = Menggunakan Azotobacter sp. Anak petak yaitu penggunaan paket biochar plus (A) terdiri dari A0 = Tanpa Biochar Plus, A1 = Biochar (7,5%) + Kompos 5% + NPK (600kg/ha), A2 = Biochar (7,5%) + Kompos 5% + NPK (300kg/ha), A3 = Biochar (7,5%) + Kompos 5%, A4 = Biochar (7,5%) + NPK (300kg/ha). Terdapat 10 kombinasi perlakuan dalam penelitian ini, setiap perlakuan di ulang 3 kali dan terdapat 3 tanaman sampel sehingga terdapat 90 tanaman sebagai unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian paket biochar plus berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan, sedangkan pemberian Azotobacter sp berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan produktif. Paket biochar (7,5%) + kompos 5% + pupuk majemuk NPK (300 kg/ha) dianggap lebih efektif karena memberikan hasil yang sama dengan perlakuan yang memberikan hasil tertinggi
Karakter Morfologi dan Hasil Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) yang Diberi Palm Oil Mill Effluent dan KCl di Lahan Konversi Kelapa Sawit.
Sorgum merupakan salah satu tanaman yang dapat memberikan banyak manfaat diantaranya dari biji menghasilkan tepung sebagai pengganti gandum, dari batang dapat menghasilkan gula dan hijauan pakan ternak. Berdasarkan rata-rata hasil nasional produktivitas sorgum masih rendah yaitu 2,68 ton ha-1 dengan potensi hasil yang seharusnya mencapai 5-7 ton ha-1, maka perlu dilakukan upaya peningkatan hasil. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan teknologi budidaya dengan menggunakan pemupukan antara lain pupuk kalium dan pupuk organik Palm Oil Mill Effluent (POME). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang menggunakan POME dengan 4 taraf yaitu P0 = Tanpa Perlakuan (kontrol), P1 = 200 ml + 800 ml air, P2 = 300 ml + 700 ml air, P3 = 400 ml + 600 ml air dan pemberian kalium dengan 4 taraf yaitu K0 = Tanpa Perlakuan (kontrol), K1 = 10 g/plot, K2 = 20 g/plot, K3 = 30 g/plot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of varians (ANOVA ? = 5%) yang dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POME yang berbeda dosis hanya menunjukkan perbedaan yang nyata pada jumlah daun sedangkan pemberian kalium klorida yang berbeda dosis mempengaruhi secara nyata karakter panjang malai, bobot biji per sampel dan bobot biji per plot. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada dosis terbaik perlakuan pupuk kalium klorida yang lebih menunjukkan pengaruh terhadap hasil tanaman sorgum
Uji Potensi Pemberian Bahan Organik dan Pupuk Hayati terhadap Osmoregulasi Karet di Tanah Cekaman Kekeringan.
Cekaman kekeringan merupakan kendala pemanfaatan tanah marginal yang harus mendapat pengelolaan yang tepat, agar tanah marginal dapat dimanfaatkan untuk lahan perkebunan dengan optimal. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalah tanah marginal adalah dengan memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan organik dan pupuk hayati. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menguji kemampuan bahan organik tandan kosong kelapa sawit dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan karet di tanah cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara selama 6 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok faktorial (RAK) dengan dua faktor. Faktor yang pertama adalah Mikoriza dengan 4 jenis perlakuan yaitu M0 = kontrol, M1 = Glomus, M2= Acaulospora, M3= Glomus+Acaulospora faktor kedua bahan organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan 4 dosis perlakuan yaitu T0= 0 g/polybag, T1= 300 g/polybag, T2 = 600 g/polybag, T3 =900 g/polybag. Parameter yang diamati adalah potensial air daun, tekanan osmotik, tekanan turgor. Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan TKKS dan mikoriza dapat meningkatkan potensial air daun dan tekanan turgor yang diperoleh pada perlakuan TKKS 300 gr + Acaulospora. Pemberian Tandan Kosong Kelapa Sawit 300 g/ tanaman dapat meningkatkan potensial air daun dan tekanan turgor. Pemberian TKKS 600 gr/tanaman mampu menurunkan rata-rata tekanan osmotik daun. Pemberian mikoriza secara tunggal belum dapat meningkatkan rerata di semua perlakuan