AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    337 research outputs found

    Pengaruh Ekstrak Sembung Rambat terhadap Nilai Indeks Kompetisi Gulma dan Diameter Bibit Kelapa Sawit

    Full text link
    Gulma menyebabkan terjadinya kompetensi dalam penyerapan unsur hara, penyerapan sinar matahari, penyerapan air, dan tempat tumbuh. Tindakan pengendalian gulma yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat kompetensi gulma adalah menggunakan herbisida nabati seperti bubur Sembung rambat. Bubur Sembung rambat  yang diaplikasikan pada pembibitan kelapa sawit diharapkan mampu menekan pertumbuhan gulma sehingga menurunkan tingkat kompetisi antara gulma dan bibit sehingga meningkatkan diameter batang. Penelitian dilakukan di Lahan Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat dari bulan oktober sampai desember 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor perlakuan yaitu dosis bubur Sembung rambat dengan 6 kali ulangan yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu 0 kg/polibag, 0.5 kg/polibag,  1 kg/polibag, 1.5 kg/polibag, dan 2 kg/polibag.  Bubur Sembung rambat dibuat dengan memblender daun segar gulma Sembung rambat. Penelitian ini menggunakan bibit yang berumur 3 bulan yang berasal dari PPKS Marihat. Teknik pengujian keberhasilan penelitian adalah menguji tingkat kompetisi gulma terhadap tanaman melalui pengujian nilai indeks kompetensi gulma dan diameter batang bibit.  Data Hasil pengamatan diuji F dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan yang paling baik adalah dosis bubur sembung rambat 2 kg/polibag yang dapat dilihat dari indeks kompetisi gulma yang lebih rendah namun memiliki diameter yang paling besar

    Analisis Pertumbuhan Tanaman Porang dengan Pemberian Fitosan dan Kompos Jerami Padi di Lahan Salin

    Full text link
    Tanaman porang merupakan salah satu produk yang memiliki prospek seperti bahan pangan alternatif sehingga peningkatan produksi terus diupayakan, termasuk memanfaatkan lahan marginal seperti tanah salin. Porang merupakan tanaman yang rentan terhadap salinitas dan memiliki masalah dormansi 4-5 bulan. Arahriset ini ialah untuk mengidentifikasi ciri fisiologis tanaman porang dan mematahkan dormansi dengan penambahan fitosan dan penambahan kompos jerami padi pada tanah salin. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial dengan 3 ulangan dan 2 faktor yaitu konsentrasi fitosan K0 = 0 ppm, K1 = 750 ppm, K2 = 1500 ppm dan K3 = 2250 ppm; aplikasi kompos jerami padi J0 = 0 ton/ha (kontrol), J1 = 5 ton/ha (45 g/ tanaman) dan J2 = 10 t/ha (90 g/tanaman). Pemberian konsentrasi fitosan 2250 ppm dan 10 ton/ha (90 g/tanaman) kompos jerami padi mempengaruhi secara nyata terhadap parameter kemunculan bulbil, jumlah bulbil, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar dan volume aka

    Respons Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah dengan Pemberian Pupuk N, P, K Serta Inokulasi Mikoriza

    Full text link
    Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang paling umum digunakan dalam setiap industri rumah tangga, baik dari pengolahan makanan sehari-hari hingga digunakan untuk terapi kesehatan. Sehingga kebutuhan dan permintaan akan bawang merah semakin meningkat yang membuat lonjakan harga yang signifikan pada sektor bawang merah. Peningkatan produksi bawang merah akan sangat diperlukan agar lonjakan harga dapat dikendalikan. Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan pengoptimalan unsur hara akan bawang merah yaitu N, P, K  menggunakan mikoriza terkait efektivitas dosis pupuk N, P, K  terhadap tinggi tanaman, serta penggunaan mikoriza dalam meningkatkan jumlah umbi dan bobot umbi pada tanaman bawang merah.  Rancangan yang dipergunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 6 perlakuan dan di ulang pada 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk N, P, K  dan faktor kedua adalah dosis mikoriza. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah umbi  dan bobot umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikoriza Mycofer dapat meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap hara N, P, K  dan memaksimalkan ketersediaannya di dalam tanah dengan peningkatan tinggi tanaman sebesar 20%, peningkatan bobot umbi sebesar 13%, sedangkan untuk jumlah umbi justru mengalami penurunan sebesar 1%.Keywords: Bawang Merah, Mikoriza, NPK, Pupu

    Adaptasi Morfologi dan Fisiologi Bibit Kopi di Dataran Rendah

    Full text link
    Kemampuan daya adaptasi antara kopi Arabika dan Robusta akan mengalami perubahan dan cenderung menurun bila ditanam dataran rendah. Hal ini akan mempengaruhi produktivitas tanaman kopi, sehingga perlu penanganan dan pengelolaan budidaya tanaman secara tepat agar produksi biji kopi tetap stabil. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya adaptasi tanaman kopi dengan memberikan perlakuan untuk mendukung pertumbuhan bibit agar mampu menyesuaikan diri ketika ditanam dataran rendah. Penelitian menggunakan rancangan Split Split Plot Design dengan Petak Utamanya adalah varietas (Arabika Ateng Super dan Robusta Lampung). Faktor anak petaknya adalah POC limbah tahu (0, 100, 200, dan 300 ml/L). Faktor anak-anak petaknya NPK majemuk (0, 9, 18, dan 27 g/tanaman). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati, morfologi daun, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah tanaman, kandungan klorofil pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST). Hasil analisis data dengan Analisis of Variance, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test dan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan varietas, Nitrogen dan limbah tahu berpengaruh nyata pada parameter yang diamati. Secara umum Robusta dan Arabika mampu beradaptasi pada saat pembibitan di dataran rendah. Arabika dapat menjadi pilihan bibit yang dikembangkan karena memiliki kadar klorofil daun lebih banyak walaupun tanpa pemberian pemupukan NPK. Limbah tahu dengan konsentrasi 300 ml/L dapat meningkatkan jumlah dan luas daun serta kadar klorofil

    Isolasi dan Inventarisasi Cendawan Endofit pada Tanaman Tomat

    Full text link
    Pengendalian penyakit dengan menggunakan cendawan endofit sebagai agens hayati yang hidup pada jaringan tomat merupakan tindakan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menginventarisasi cendawan endofit pada akar, batang dan daun tomat, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan proses identifikasi. Sampel diambil dari Desa Erelembang Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Metode pengambilan sampel menggunakan sistem diagonal, masing-masing tiga tanaman yang dipisahkan antara bagian akar, batang dan daun. Total keseluruhan sampel 45 unit. Metode uji Blotter digunakan untuk mendapatkan isolate murni. Hasil inventarisasi isolate pada bagian akar dan batang tomat memiliki persamaan, yaitu secara makroskopis koloni isolate pada permukaan atas berwarna hitam dan tekstur seperti benang. Secara mikroskopis memiliki konidia spora yang berbentuk bulat, hifa hialin dan tidak bersepta. Pada isolate bagian daun, secara makroskopis memiliki permukaan atas berwarna abu-abu kebiruan dan hijau, dengan tekstur seperti kapas dan tepung. Secara mikroskopis, konidia spora berbentu bulat, hifa hialin, dan ada hifa yang memiliki septa dan ada yang tidak. Berdasarkan dari 20 isolate murni yang teridentifikasi sebagai cendawan endofit, diperoleh tiga jenis spesies, yaitu (1) Rhizopus oligosporus ditemukan pada akar dan batang, (2) Aspergillus flavus ditemukan pada akar, batang dan daun, dan (3) Aspergillus fumigatus ditemukan pada daun tomat

    Pengaruh Variasi Dosis Pupuk Organik Cair Limbah Air Tahu dan Kulit Telur Ayam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.)

    Full text link
    Pemenuhan permintaan kedelai adalah dengan cara meningkatkan produksi tanaman kedelai melalui pemberian pupuk dan hormon pertumbuhan. Limbah industri tahu dan cangkang telur  berpotensi untuk dijadikan pupuk cair dan bahan pembenah tanah.  Limbah ini jika dibuang akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Percobaan ini untuk mengevaluasi  pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai  yang diberi pupuk organik cair limbah air tahu dan  tepung kulit telur ayam. Rancangan Acak Kelompok 2 faktorial dengan faktor I  variasi dosis pupuk organik cair limbah air tahu  terdiri dari K0 (0  ml/l air/m2), K1 ( 300 ml/l air/m2),  K2 ( 600 ml/l air/m2), K3 (900 ml/l air/m2).  Faktor  II, tepung kulit telur ayam T0 ( 0 g/m2), T1 (48 g/m2) T2 (72 g/m2),  T3 (96 g/m2).  Respon nyata diperlihatkan pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat kering tajuk dan  akar, jumlah cabang produktif, berat kering biji dan 100 biji akibat pemberian pupuk organik cair limbah air tahu. Pemberian tepung kulit telur ayam menunjukkan respos nyata pada diameter batang, jumlah cabang produktif dan jumlah polong kedelai.  Interaksi pupuk organik cair limbah air tahu dan  tepung kulit telur ayam tidak memperlihatkan respon nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Limbah air tahu dapat digunakan sebagai pupuk organik pada tanaman kedelai, sampai dengan dosis 900 ml/l air/m2 masih terjadi peningkatan pertumbuhan dan hasil biji secara linier. Kulit telur ayam tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan, dapat meningkatkan jumalah cabang produktif dan jumlah polong, namun sampai dengan dosis 96 g/m2 tidak menyebabkan peningkatan hasil biji kedelai secara nyata.

    Application Of Titonia diversifolia As A Biopesticide In Soybean Cultivation In Meureubo District, West Aceh

    Full text link
    The tsunami that occurred in 2004 has changed various aspects of activities in West Aceh District. Particularly in the agricultural aspect, the damage occurred not only to cultivated land but also to the surrounding ecosystem. Particularly in the Meureubo sub-district there is a need for outreach to improve farming, where cultivated plants are often attacked by pests. So it is necessary to have proper and environmentally friendly control, one of which is by increasing the use of biopesticides derived from wild plants that are easy to find. Titonia is a flowering wild plant that has the potential to be a good source of nutrition for organic plants, T. diversifolia can be used as green manure, and there are several other studies which also state that titonia extract can be used as a vegetable pesticide in pest control. Using the direct field observation method, which aims to provide knowledge to farmer groups in Meureubo District, West Aceh to use Titonia as an environmentally friendly biopesticide in agricultural cultivation, where the future impact can restore the ecosystem on agricultural land by reducing the use of chemical pesticides. With the results of case study activities, namely biopesticide products that can be used by farmers, data on insects found on agricultural land, both pests, parasitoids, predators, and pollinators. The pests found on the cultivated land were Epilachna sp, Naupactus leucoloma, Piezodorus guildinii, Bemicia tabaci, Agromyza phaseoli, Nezara viridula, Spodoptera sp. By finding few types of pests, it means that the use of biopesticides can reduce the types of pests that attack agricultural land

    Kerapatan Dominansi Gulma Pada Tanaman Kelapa Sawit Pasca Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Kompos Tandan Kosong Kelapa sawit

    Full text link
    Gulma cendrung tumbuh rapat diantara tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan kompos tandan kosong yang diaplikasikan pada tanaman kelapa sawiit, dikarenakan sifat gulma  dapat berkecambah pada berbagai kondisi lingkungan, memiliki fase pertumbuhan vegetative sampai pembungaan yang cepat, dapat menghasilkan biji  yang banyak, toleran dan memiliki daya penyebaran  yang cepat . Penelitian ini dilakukan di PT. Gotong Royong, Desa Lau Tador, Kecamatan Tebing Tinggi Syahbandar, Serdang Bedagai Agustus hingga September 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, membandingkan jenis gulma, dominansi gulma, hari tumbuh dan waktu tumbuh setelah aplikasi. Data Kepadatan dan keanekaragaman tanaman gulma diolah dengan menggunakan analisis Summed Dominance Ratio (SDR). Hasil menunjukkan bahwa gulma yang dominan pada perlakuan tandan kosong adalah Cleome rutidospera berjumlah 339 dengan KR 53,4%, FR 29,47%, INP 82,88% dan SDR 41, 44% . Gulma yang dominan setelah aplikasi kompos Dicranopteris linearis berjumlah 39, KR 47,56%, FR 50,00%, INP 97,56% dan SDR 48,78%

    Morphological Model and Visual Characteristic of Leaf, and Fruit of Citrus (Citrus sinensis)

    Full text link
    Citrus is a well-known horticultural plant and consumed. Leaf and fruit are important citrus organs as a fruiting plant. This is confirmed by the vitamin, antioxidant, and other chemical content of these organs which are beneficial for the human health. Understanding the model of both organs will facilitate the potential content, functional capacity and plant yield in non-destructive way. The study was aimed to determine morphological model and visual characteristic of leaf, and fruit of citrus. The study was conducted by comparing direct measurement and finding the relationship with selected predictors using several regression types (i.e. linear, linear with zero intercept, exponential, logarithmic, polynomial, polynomial with zero intercept and power). The observational sample consisted of 100 leaves and 13 fruits of citrus randomly collected from healthy, normal and productive plants. The results showed that leaf length (LL) × leaf width (LW) was the most reliable predictor using the linear regression with zero intercept (R2= 0.991; y= 0.604x; RMSE= 0.34). Meanwhile, fruit circumference (FC) has been shown cannot be used as a predictor in determining fruit weight as indicated by low reliability. Based on the visual approach, ripe citrus is shown by the yellowish-green color of the peel along with the orange color of the pulp. Furthermore, in the middle of the ripened fruit pulp, there are also white stringy stuff. In conclusion, LL × LW with zero intercept regression is demonstrated the most reliability model for leaf area, while fruit circumference could not represent fruit weight

    Pengelolaan Tanaman Refugia Sebagai Mikrohabitat Musuh Alami Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)

    Full text link
    Pemanfaatan tumbuhan refugia lewat rekayasa ekologi ialah bagian dari teknologi pengendalian hama terpadu ( PHT) yang bertujuan pencapaian penyeimbang hayati hama serta musuh natural supaya terletak di dasar ambang ekonomi dan juga meningkatkan keragaman musuh alami sehingga dapat menurunkan serangan OPT pada tanaman cabai merah. Tujuan dari penelitian ini agar dapat menurunkan serangan OPT pada tumbuhan cabai merah, juga untuk mengetahui keragaman musuh alami (parasitoid, predator dan penyerbuk) yang terdapat pada tanaman cabai merah dengan menggunakan tanaman refugia. Metode penelitian ini menggunakan RAK dengan satu faktor yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu T0 = Kontrol, T1 = Tanaman Tagetes erecta, T2 = Tanaman matahari mini, T3= tanaman krisan ungu dan T4 = T.erecta + matahari mini + krisan ungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman refugia dapat menurunkan serangan Hama pada tanaman cabai dan meningkatkan musuh alami. Penggunaan tanaman refugia terdapat 8 jenis musuh alami diantaranya terdapat 4 serangga sebagai predator, 1 serangga sebagai parasitoid dan 3 serangga sebagai penyerbu

    319

    full texts

    337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇