AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Keanekaragaman Komunitas Gulma Dalam Tanah Pada Tingkat Kedalaman dan Jarak Pengambilan Tanah Di Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman komunitas gulma dalam tanah pada tingkat kedalaman dan jarak pengambilan tanah di tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua Perlakuan yang diteliti yaitu Tingkat Kedalaman dan Jarak pengambilan Tanah. Untuk perlakuan tinkat kedalaman terdiri dari tiga taraf perlakuan, yaitu: M1 = 10 cm, M2= 20 cm, M3 = 30 cm, Sedangkan untuk perlakuan Jarak pengambilan tanah terdiri dari tiga taraf perlakuan, yaitu: R1 = 50 cm, R2 =100 cm, R3 = 150 cm. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan menghasilkan 9 polibeg dengan jumlah polibeg keseluruhan 27 polibeg dimana satu plot terdiri dari 9 polibeg dan semua merupakan sampel, Parameter yang diamati yaitu: Identifikasi Gulma sebelum pengambilan sampel tanah berupa ( Gulma dominan, Jumlah jenis Gulma) dan Identifikasi gulma setelah pemindahan tanah kedalampolibeg berupa ( Gulma dominan, jumlah jenis gulma, dan Komposisi Gulma)
Uji Adaptasi Galur Gandum (Triticum aestivum L.)
Gandum adalah tanaman pangan jenis serelia yang begitu penting di dunia . Pengembangan tanaman gandum di Indonesia memiliki berbagai macam kendala salah satunya faktor ekologis tanaman tersebut yang berasal dari daerah substropis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan pertumbuhan dan produksi beberapa galur gandum pada lingkungan tropik. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 9 perlakuan galur dan 3 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan Sukarami adaptif. Sembilan galur yang dicobakan di Sukarami semua galur memberikan pengaruh pada setiap variabel responnya kecuali pada variabel panjang malai dan jumlah bulir per malai. Untuk lokasi Sukarami galur yang paling adaptif yaitu H-20
Karakteristik Kultur Corynespora cassiicola (Berk. &Curt) Wei dari Berbagai Tanaman Inang yang Ditumbuhkan di Media PDA
Jamur Corynespora cassiicolamerupakan penyebab penyakit gugur daun karet. Penyakit ini dapat mengakibatkan peranggasan tanaman karet sepanjang tahun sehingga pertumbuhan terhambat, penyadapan tidak dapat dilakukan dan bahkan menyebabkan kematian tanaman. Penelitian tentang inang alternatif C. cassiicola di Indonesia belum banyak dilaporkan terutama pada tanaman yang tumbuh di sekitar pertanaman karet, padahal tumbuhan inang bisa menjadi sumber inokulum primer di perkebunan karet, maka dengan adanya penelitian tentang keragaman morfologiC. cassiicola dan karakteristik kulturnya pada berbagai tanaman inang bisa menjadi pengetahuan dasar dalam strategi pengendalian yang tepat dan efisien. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. IsolatC. cassiicolayang digunakan berasal dari 12 tanaman inang. Pengamatan secara makroskopis dilakukan terhadap warna, kecepatan tumbuh koloni isolate C. cassiicola. Pengamatan secara mikroskopis dilakukan terhadap ukuran spora, jumlah septa dan bentuk konidiaisolat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi koloni dan konidia 12 isolat C. cassiicola beragam. Perbedaan ditemukan dalam bentuk warna miselium dan koloni. Miselium dari semua isolat tumbuh merata pada PDA, dengan pertumbuhan seperti cincin konsentris. Koloni berwarna putih, abu-abu atau berwarna hijau di tengah dan terang di tepi baik dengan miselium tipis atau tebal, miselium sebagian besar bercabang, mempunyai septa, berwarna hialine sampai coklat pucat dan berdinding halus.Bentuk konidia lurus dengan ukuran 11,34 241,94 m x 2,58 11,17 m dan jumlah septa 0- 10 sept
Hubungan Modal Sosial Dengan Produktivitas Petani Sayur (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Barokah Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan)
Modal social (social capital) yang terdapat pada masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Modal social yang terbangun pada interaksi petani dalam wadah kelompok tani merupakan modal yang terus mengalami perubahan.Dengan demikian kedinamisan petani sayur dalam melaksanakan kegiatan usaha tani tidak terlepas dari modal social yang terbangun pada kehidupan petani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana modal social yang terdapat pada petani sayur yang dapat di tinjau dari aspek; partisipasi aktif petani, kepercayaan petani, norma social dan tanggung jawab. Sampel penelitian adalah petani sayur dalam Kelompok Tani Barokah Kelurahan Tanah Enam Ratus. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan responden dan data sekunder. Metode analisis data adalah tabulasi dan analisis deskriptif dengan membuat tabulasi frekuensi dari unsur modal social yang diteliti. Hasil hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek yang di analisis pada modal social yang terdiri dari partisipasi aktif, kepercayaan, norma social dan tanggung dominan adalah tinggi. Dengan demikian modal social yang terdapat pada kelompok tani Barokah yang merupakan sampel penelitian merupakan modal social yang membangun untuk pengembangan pertanian di lokasipenelitian
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica juncea L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Dofosf G-21 Dan Air Kelapa Tua
Penelitian dilaksanakan di Jalan Tawes Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, dengan topografi datar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan April 2016. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih sawi varietas pakcoy, pupuk Organik Dofosf G-21, air kelapa tua, air, insektisida Decis 2.5 EC, fungisida Dithane M-45, dan bahan-bahan lain yang mendukung pelaksanaan penelitian ini. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, sprayer, kalkulator, timbangan, papan plot dan alat-alat lain yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian ini. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik Dofosf G-21 dengan 4 taraf yaitu : D0 = 0 g/plot (kontrol), D1 = 28,8 g/plot, D2 = 57,6 g/plot dan D3 = 86,4 g/plot. Faktor kedua adalah pemberian air kelapa tua, dengan 3 taraf yaitu K0 = 0 ml/plot, K1 = 125 ml/plot, dan K2 = 250 ml/plot. Hasil penelitian Pemberian pupuk organik Dofosf G-21 menunjukkan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy. Pemberian air kelapa tua berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy. Interaksi antara pemberian pupuk organik Dofosf G-21 dan pemberian air kelapa tua terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KACANG HIJAU (Phaseolus aureus) AKIBAT PERLAKUAN PEMUPUKAN
Tujuan percobaan adalah untuk mendapatkan Varietas kacang hijau yang sesuai dalam mencapai pertumbuhan dan produksi yang lebih tinggi di daerah percobaan. Dalam percobaan ini diteliti dari dua faktor dan tiga taraf perlakuan , yaitu tiga taraf varitas (No 219, Sriti dan Betet). Sebagai faktor ke dua, tiga taraf perlakuan pupuk (tanpa pemupukan, pupuk anorganik / TSP, KCL,Urea dan pupuk organik / ABG), kombinasi lengkap dari ke tiga faktor tersebut diteliti pengaruhnya dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati terdiri dari : Tinggi tanaman (cm), jumlah daun, jumlah cabang produktif, umur berbunga (hari), jumlah polong pertanaman, jumlah bintil akar, berat 100 biji (gram), produksi perplot dan indeks panen. Dari percobaan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Varietas menunjukkan berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, cabang produktif, umur berbunga, dan produksi perplot. Sedangkan terhadap jumlah daun, jumlah polong, Jumlah bintil akar dan indeks panen menunjukan tidak berbeda nyata; 2) Perlakuan pemupukan pada tanaman menunjukan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, cabang produktif, umur berbunga, dan produksi perplot. Sedangkan terhadap jumlah daun, jumlah polong, Jumlah bintil akar dan indeks panen tanaman tidak berbeda nyata; 3) Interaksi perlakuan yang menunjukan pengaruh sangat nyata hanya pada interaksi perlakuan cabang produktif. Produksi biji/plot yang tertinggi terdapat pada varietas Sriti (V2) yaitu 102,11 gram, diikuti varietas Betet (V3) yaitu 92,22 gram dan yang terendah varietas No 129 (V1) yaitu 90 gram. Kata Kunci : Varietas, Pupuk Organik, Kacang Hija
DETERMINAN KARAKTERISTIK SOSIAL KONSUMEN TERHADAP KUANTITAS KONSUMEN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN
Sapi potong merupakan salah satu ternak penghasil daging di Indonesia. Namun, produksi daging sapi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan karena populasi dan tingkat produktivitas ternak rendah Medan merupakan salah satu konsumsi daerah yang tinggi akan mengkonsumsi daging sapi potong, hal ini diketahui dari informasi yan diperoleh dari konsumen, penjual daging sapi potong serta stake holder terkait. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel aksidental (accidental sampling) yaitu menentukan sampel berdasarkan orang yang ditemui secara kebetulan atau siapa saja yang dijumpai di daerah penelitian yang memenuhi kriteria. Sampel diteliti sebanyak 96 sampel konsumen pembeli daging sapi potong. Metode analisis adalah model regresi logit binomial (binomial logit regresi) yang mengunakan lebih dari 2 variabel Independen. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Hasil estimasi menunjukkan bahwa kondisi kesehatan, jenis kelamin, usia, dan pengetahuan mempengaruhi kuantitas konsumsi konsumen secara parsial. Dimana hal ini di jelaskan oleh hasil signifikansi yang di peroleh masing-masing variabel Kondisi kesehatan 0,001, Usia 0,007, Jenis kelamin 0,012, dan Pengetahuan 0,000 dengan ? sebesar 0,05. Faktor Pendapatan tidak mempengaruhi kuantitas konsumsi konsumen secara parsial, dimana hal ini dijelaskan oleh nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,140 dengan ? sebesar 0,05.Kata Kunci : Daging Sapi, Determinan, Karakteristik dan Regresi Logit Binomia
INFLUENCE OF PALM OIL PALM CONSUMPTION WITH ADHESITATING BASED ON POLYPROPYLENE AND POLYPROPYLENE GRAFTING MALEAT ANHIDRAT
The preparation and characterization of particle board from oil palm stem powders (Elaeis Guineensis Jacq) with polypropylene based adhesive and polypropylene grafting maleic anhydride was carried out with water immersion variation at 60 C and using 1% NaOH respectively for 24 hours. The results showed maximum MoR value for 1% NaOH immersion particle board at 430.11 kgf / cm2, density 0.54 g / cm3, water absorption 0.58%, and 0.47% thick development. For maximum particle particle MoE value of 10551.09 kgf / cm2 of density 0.63 g / cm3, 0.61% water absorption, and 0.49% thickness development, the results of this test meets the requirements of SNI 03-2105-2006. The FT-IR analysis shows typical uptake peaks at 3345.21 cm-1 and 1722.07 cm-1 which indicate the vibration of the hydroxyl group of palm oil cellulose and the vibration of the carbonyl ester group formed from the reaction of the maleic group with the hydroxyl group of the wood pulverized cellulose . The SEM analysis shows a homogeneous surface against a particle board with 1% NaOH immersion. TGA analysis of 1% NaOH particle gives two vertices of thermogravimetric curve, the first stage is 144.72oC - 166.13oC with a mass decrease of 5.596% (0.6966 mg) and in the second stage 200oC-358.23oC there is a mass decrease of 30.15% (3.753 mg) Residue of 10.97% (1.365 mg).Keywords: Polypropylene, PP-G-AM, Palm Oil Powde
Studi Pemanfaatan Limbah Salak Berdasarkan Analisis Nilai Tambah Dan Kelayakan Usaha Agribisnis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan kelayakan usaha dari pemanfaatan limbah salak. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Aek Nabara Derah Kecamatan Angkola Barat. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif diantaranya analisis besar penerimaan, analisis kelayakan usaha (R/C) dan analisis nilai tambah pada hasil pengolahan limbah buah salak. Dari hasil analisis diperoleh Kopi salak menunjukkan nilai rasio R/C sebesar 1.77 sehingga pengolahan biji salak menjadi kopi salak layak dilakukan. Besar penerimaan agroindustri pengolahan biji salak menjadi kopi salak adalah Rp. 6,000,000/produksi sedangkan pendapatan sebesar Rp. 2,605,322/produksi dan biaya agroindustri adalah sebesar Rp.3,394,678/produksi. Pengolahan biji salak menjadi kopi salak memiliki nilai tambah sebesar Rp. 34,237.63/kg dengan margin sebesar Rp. 79,500.00/kg dengan nilai keuntungan pengusaha sebeasar 35.99%. Kekuatan dalam menjalankan usahatani pengolahan biji salak menjadi kopi salak antara lain sertifikasi, manfaat bagi kesehatan, rantai tata niaga sederhana, manfaat sebagai oleh-oleh dan bahan baku yang melimpah. Kelemahan dalam pengolahan biji salak menjadi kopi salak antara lain sistem pengolahan sederhana, peralatan terbatas, promosi masih relatif minim terutama penggunaan internet, sikap tenaga kerja, varian, kemasan masih satu dan tata kelola.Kata Kunci : Limbah Salak, Nilai Tambah, Kelayakan Usah
EFFECT OF CONCENTRATION OF EXTRACT ONION (Allium Cepa L.) ON GROWTH CUTTINGS SHOOTS SOME ACID ORANGE (Citrus Sp.)
This study used a randomized block design Factorial with two factors, namely the differences of some type sour orange (Citrus sp) (J) with 3 levels ie J1 citrus musk (Citrus mitis), J2 lime, J3 (Citrus hystrix). The second factor is the provision of onion extract concentration (B) with 3 traf, namely (B1) onion extract concentration of 25%, (B2) onion extract concentration of 50%, (B3) concentration of garlic extract merah75%. The results showed growth of shoot cuttings of lemon give the best effect against high Parameter shoots, number of leaves, number of shoot and root length. Onion extract with a concentration of 75% effect on age parameters appear shoots, shoot height, leaf number, number of shoot and root length. There is no interaction between several types of sour orange and red onion extract concentration levels on all parameters of observation.Keyword: Concentration, Extrack Onion , Acid Orang