AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    337 research outputs found

    Pengaruh Beberapa Zat Pengatur Tumbuh Alami Dengan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Stek Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle)

    Full text link
    Upaya untuk memacu peningkatan kualitas dan kuantitas produksi jeruk nipis di Indonesia dilakukan dengan melihat berbagai kendala yang masih terdapat pada budidaya tanaman ini. Penerapan teknologi baru seperti zat pengatur tumbuh tanaman adalah salah satu solusinya Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan di Jalan Mardisan, Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, pada bulan Februari sampai Mei 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi beberapa jenis zat pengatur tumbuh alami dengan lama perendaman terhadap pertumbuhan stek jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), sedangkan rancangan perlakuannya adalah Faktorial, yang terdiri atas dua faktor yang diteliti, yaitu : 1. Faktor Zat Pengatur Tumbuh (Z) dengan 3 taraf: Z1: Ekstrak Tauge, Z2: Ekstrak Bawang Merah, Z3 :Ekstrak Bonggol Pisang. 2. Faktor Lama Perendaman (P) dengan 3 taraf: P1: 2 jam perendaman, P2: 4 jam perendaman, P3: 6 jam perendaman, dengan 3 ulangan. Peubah pengamatan yang diamati: Umur Muncul Tunas (hari), Panjang Tunas (cm), Jumlah daun (helai), Jumlah Tunas , Berat basah (g) dan Berat kering (g). Aplikasi ZPT alami berpengaruh pada panjang tunas dengan perlakuan terbaik ekstrak bonggol pisang dan berat basah pada perlakuan terbaik ekstrak bawang merah. Lama perendaman berpengaruh pada umur muncul tunas dengan 6 jam perendaman. interaksi Aplikasi ZPT alami dan lama perendaman berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan

    Pengaruh Aplikasi Dan Interval Pemberian Monosodium Glutamat (Msg) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi dan interval pemberian monosodium glutamat (MSG) serta interaksi terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan diJl. Tuar No.65 Kecamatan Medan Amplas, Medan dengan ketinggian tempat + 27 mdpl pada bulan Januari sampai dengan April 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, faktor pertama Aplikasi pemberian Monosodium Glutamat (MSG) dengan 4 taraf yaitu: M0 = Tanpa pemberian (Kontrol), M1 = 2 g/liter air, M0 = 4 g/liter air, M0 = 6 g/liter air dan faktor kedua interval pemberian Monosodium Glutamat (MSG) dengan 3 taraf yaitu : A1 = 4 hari sekali, A2 = 8 hari aplikasi, A3 = 12 hari sekali. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 36 satuan percobaan, jumlah tanaman per plot 4 tanaman dengan 3 tanaman sample, jumlah tanaman seluruhnya 144 tanaman dengan jumlah sampel seluruhnya 108 tanaman. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), diameter batang (cm), berat basah bagian atas (g), berat basah bagian bawah (g), berat kering bagian atas (g), dan berat kering bagian bawah (g). pengaruh aplikasi pemberian monosodium glutamat (MSG) memberikan pengaruh nyata terhadap parameter diameter batang, berat basah bagian bawah tanaman, berat kering bagian atas tanaman. Perlakuan terbaik pengaruh aplikasi pemberian monosodium glutamat (MSG) adalah 6 g/liter air. sedangkan pada faktor interval pemberian monosodium glutamat (MSG) memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter jumlah daun. Perlakuan terbaik interval pemberian monosodium glutamat (MSG) adalah 12 hari sekali. Interaksi aplikasi dan interval pemberian monosodium glutamat (MSG) berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter

    Pembuatan dan Karakterisasi Papan Partikel Komposit Dari Limbah Serbuk Tempurung Kelapa Dengan Pengikat Pelastik High Density Polyethylene (Hdpe) Daur Ulang

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas papan komposit yang sesuai dengan acuan yang ditetapkan oleh Standart Nasional Indonesia (SNI). Fokus pada penelitian ini adalah penggunaan Serbuk tempurung kelapa sebagai material pengisi (filler), dicampurkan dengan High Density Polyethylene (HDPE) daur ulang sebagai pengikat (matrik. Hasil pengujian papan partikel dapat diketahui bahwa sifat fisis bahan bervariasi pada setiap komposisi, namun pada komposisi 50:50 relatif lebih stabil dan tercapai standart, karena tidak banyak mengalami fluktuasi baik kenaikan dan penurunan pada setiap uji. Sedangkan untuk sifat mekanik bervariasi yaitu untuk kuat lentur yang lebih baik pada komposisi 60:40, modulus elastis yang lebih baik pada komposisi 50:50, kuat rekat internal yang lebih baik pada komposisi 30:70, dan kuat impak pada komposisi 70:30. Secara umum untuk penggabungan nilai fisis dan mekanik komposisi 50:50 menunjukkan nilai yang lebih dominan memenuhi Standart Nasional Indonesia (SNI) 03 2105 2006. Pada penelitian ini dilakukan beberapa uji yang meliputi pengujian Fisik dan mekanik pada sample yang telah dibuat. Uji fisis meliputi : Uji Kerapatan, Uji Kadar Air, Uji Pengembangan Tebal , sedangkan Uji mekanis meliputi :uji kuat patah (MOR), uji kuat lentur (MOE), uji kuat rekat internal dan uji kuat impak

    Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan Kompos Limbah Media Tanam Jamur Tiram Berpengaruh Pada Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata)

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di jalan Penelitian ini akan dilaksanakan dilahan jalan perbatasan dusun desa kolam tembung pasar 13 medan kota dengan ketinggian 27 m diatas permukaan laut . penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Januari 2017. Peneletian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair urine kelinci dan kompos limbah media tanam jamur tiram berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi jagung manis . penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK Faktorial), yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk cair urine kelinci terdiri dari 4 taraf yaitu: U0: Tanpa perlakuan (kontrol ), U1 : 0.5 liter /plot, U2: 1 liter /plot, U3 : 1.5 liter /plot dan kompos media tanam jamur tiram terdiri dari 4 taraf yaitu : T 0:Tanpa perlakuan (kontrol), T1:0.5kg /plot , T2 :1 kg /plot, T3:1.5kg/plot, parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, panjang tongkol, bobot tongkol, jumlah baris tongkol, diameter tongkol, kadar gula Hasil analisis data menunjukan bahwa pemberian pupuk organik urine kelinci berpengaruh pada tinggi tanaman dan bobot tongkol. Sedangkan pemberian kompos limbah media tanam jamur tiram berpengaruh pada parameter diameter batang, interaksi antara kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh

    Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Buah Pepaya Impor Di Kota Medan

    Full text link
    Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk menganalisis apakah faktor faktor yang mempengaruhi permintaan seperti harga barang itu sendiri, barang substitusi, pendapatan konsumen, dan tingkat pendidikan konsumen berpengaruh nyata terhadap permintaan buah pepaya impor di Kota Medan. Untuk menjabarkan hipotesa, maka analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda dengan menambahkan uji asumsi klasik untuk menguji tingkat keakuratan data sebelum interpretasi model dilakukan. Tujuan jangka panjang dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor apa yang menyebabkan konsumen lebih memilih produk impor daripada produk lokal.Hasil dari penelitian ini variabel harga buah impor (X1) dan variabel pendidikan (X3) dinyatakan berpengaruh nyata terhadap permintaan buah pepaya impor di Kota Medan. Sedangkan variabel harga pepaya lokal (X2) dan pendapatan (X4) dinyatakan tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi penentu kebijakan dalam mengambil langkah strategis untuk melindungi produk lokal dalam persaingannya dengan produk produk lain pada masa perdagangan beba

    Peranan Limbah Biogas Cair Kelapa Sawit dan Limbah Kulit Buah Kakao Pada Kedelai Hitam (Glycine soja)

    No full text
    Kedelai hitam salah satu varietas kedelai yang memiliki kelebihan antara lain kandungan antosianin, isoflavon dan mineral Fe. Namun sekarang ini terjadi penurunan produksi dari tahun ke tahun. Sehingga perlu dilakukan penelitian dalam upaya meningkatkan produksi melalui intensifikasi dengan menggunakan pupuk organik yaitu melalui pemberian limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai hitam (Glycine soja). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao pada kedelai hitam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan RAK Faktorial, terdiri atas dua faktor yang diteliti: Faktor pertama adalah pemberian limbah biogas cair kelapa sawit (B), yang terdiri dari (B0) Kontrol, (B1) 200 ml/plot + 500 ml air, (B2) 400 ml/plot+500 ml air, (B3)600 ml/plot + 500 ml air. Faktor kedua adalah limbah kulit buah kakao (K), yang terdiri dari(K0)Kontrol, (K1) 250 g/tanaman, (K2) 500 g/tanaman, (K3) 750 g/tanaman dan dilanjutkan dengan uji beda rataan Duncans. Pengamatan yang diukur adalahtinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang, jumlah polong berisi per sampel, jumlah polong hampa per sampel, bobot biji per sampel, bobot biji per plot, bobot 100 biji.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi limbah biogas cair kelapa sawittidak berpengaruh pada semua parameter. Aplikasi limbah kulit buah kakao hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan tertinggi pada dosis 250 g/tanaman (K1). Selanjutnya tidak ada pengaruh interaksi dari pemberian limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao terhadap semua parameter pengamatan

    Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Bio Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh IAA dan bio urin sapi terhadap pertumbuhan bibit kakao.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor, yaitu faktor pemberian Zat Pengatur Tumbuh IAA (A) dengan 3 taraf, yaitu A0 (Tanpa perlakuan), A1 (1 g/liter air) dan A2 (2 g/liter air). Faktor kedua yaitu faktor pemberian Bio urin Sapi (S) dengan 3 taraf, yaitu S0 (Tanpa perlakuan), S1 (100 ml/liter air/polybag) dan S2 (200 ml/liter air/polybag).Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), diameter batang (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Zat Pengatur Tumbuh IAA memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter luas daun.Perlakuan terbaik pemberian ZPT IAA adalah 2 g/l air.Pemberian Bio Urin Sapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter luas daun. Perlakuan terbaik pada Bio Urin Sapi adalah 200 ml/l air/polybag. Terdapat interaksi dari pemberian zat pengatur tumbuh IAA dan Bio Urin Sapi terhadap diameter batang bibit kaka

    Efek Pengendalian Gulma Dengan Herbisidapadatanaman Jagung (Zea mays L)

    No full text
    Jagung (Zea mays L.), salah satu tanaman pangan terpenting setelah padi dan gandum pada saat penanaman jagung disekitar tanaman akan tumbuh gulma dan jika tidak dikendalikan dapat menurunkan hasil dan mutu biji sehingga dengan menggunakan herbisida gulma dapat ditekan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengendalian gulma dengan herbisida pada tanamana jagung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yaitu 5 perlakuan dengan 3 ulangan. T1 (21 dan 42 HST aplikasi Paraquat), T2 (21 dan 42 HST aplikasi Calaris), T3 (21 dan 42 HST disiangi), T4 (14 HST disiangi), T5 (gulma tidak dikendalikan). Pengamatan yang dilakukan adalah dengan mengukur Tinggi tanaman, berat kering tanaman, produksi tongkol per plot dan produksi pipil perplot. Dari hasil penelitian dapat diberi kesimpulan ada pengaruh yang nyata terhadap pengendalian gulma dengan herbisida dibandingkan dengan tanpa dikendalikan, hal ini dapat terlihat pada produksi pipil perplot dengan herbisida paraquat sebesar 8.47 kg dan tanpa dikendalikan hanya 4.30 kg

    Bubuk Biji Tehsebagai Moluskisidaorganik dalam Mengendalikan Hama Utama Keong Mas Pada Tanaman Padi (Oryza sativaL.)

    Full text link
    Tanaman padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman pangan pokok bagimasyarakat Indonesia. Namun produksi tanaman padi di Indonesia belum mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penyebab penurunan produksi padi adalah hama dan penyakit tanaman. Keong mas adalah hama utama yang menyerang tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan serta menurunkan produksi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah biji teh untuk mengendalikan hama keong mas pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jl Tuar No. 65 Kec. Medan Amplas, dengan ketinggian 27 mdpl pada bulan April sampai Juni 2018 menggunakan metode RAL Non Faktorial dengan 5 ulangan dan 4 taraf perlakuan yaitu T0: kontrol, T1: 6 g/l air, T2: 12 g/l air, T3: 18 g/l air. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu mortalitas dari hama keong mas, waktu kematian keong masa dan gejala kematian dari keong mas. Analisis data dilakukan dengan analisis of varian ( ANOVA) dan uji lanjut Duncans New Multiple Range Test (DNMRT). berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T3 dengan dosis 18 g/l air berpengaruh sangat nyata menyebabkan kematian keong mas mencapai 100 % pada 8 HSA

    Analisa Kadar Kualitatif Senyawa Lutein dari Tanaman Kenikir (Tagetes erecta L) Sebagai Mikrohabitat Dari Musuh Alami Hama.

    Full text link
    Tagetes erecta merupakan tanaman yang tumbuh liar dan mempunyai mahkota bunga berwarna oranye, mempunyai manfaat sebagai agen kemopreventif karena mempunyai kandungan senyawa-senyawa bersifat antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Manfaat lain dari bunga Tagetes erecta dapat berfungsi sebagai refugia mikrohabitat bagi beberapa jenis serangga musuh alami yang bisa menarik serangga musuh alami karena mempunyai bunga yang berwarna cerah . Penelitian bertujuan untuk melihat kadar kuantitatif dari bunga kenikir (Tagetes erecta) sehingga dapat berfungsi sebagai mikrohabitat bagi beberapa jenis musuh alami yang ada disekitar areal pertanaman petani di desa patumbak. Metode penelitian menggunakan analisa deskriptif dengan cara analisa kuantitatif kadar lutein dari bunga kenikir yang dilakukan di Laboratorium pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Hasil penelitian didapat kadar kuantittif dari ekrtak T.erecta didapat kadar lutein crude sebesar 4.33 mg dan KLT dengan Rf sebesar 0.57 c

    319

    full texts

    337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇