AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    337 research outputs found

    Responsif Bokashi Kotoran Sapi dan POC Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Full text link
    The purpose of this study was to determine the responsiveness of cow dung bokashi and POC banana weevil to the growth of onion production (Allium ascalonicum L.). This research was conducted on purwo road in Sunggal sub-district, Deli Serdang district. The chosen model to carry out research using a factorial randomized group (RBD) consists of 2 factors with 16 combinations and 2 replications. The first treatment is bokashi cow dung with 4 parts namely K0 = 0 kg / plot, without K1 = 13 kg / plot, k2 = 4 kg / plot, and K3 = 6 kg / plot, second aid POC banana weevil includes of 4 parts , ie P0 = 0 cc / l water / plot, P1 = 150 cc / l water / plot, P2 = 300 cc / l water / plot and P3 = 450 ml / l water / plot. The parameters collected in this study were the number of sample leaves (strands), wet tuber sample production (grams), dry tuber production plot (grams), conversion of per hectare onion production (kg). The results of the study show that the parameters of the number of leaf samples (strands) give a real picture, the parameters of the production of wet tubers of samples (grams), production of dried plots tubers (grams) and parameters of conversion of production per hectare (kg) of red salt interaction parameters do not influence of all

    Penggunaan Agen Hayati (Beauveria bassiana) dalam Pengendalian Hama Thirathaba mundella L. pada Tanaman Kelapa Sawit

    Full text link
    This study aims to reduce the use of chemical pesticides in controlling the pest Tirathaba mundella by using biological agent Beauveria bassiana on oil palm plants. The making of Beauveria bassiana fungi isolates was carried out at the Laboratory of Plantations and Protection of Medan Plantations, and PT Cisadane Sawit Raya as the place for the research. The study used nonfactorial randomized block design (RAK) using a trial object of 21 samples of oil palm plants which were divided into 7 treatments and 3 replications, where D0 (control) was given aquadest, D1 was treated with B.bassiana suspension at a dose of 10 gr/m , D2 was treated with B.assiana suspension at a dose of 20 gr/ml, D3 was treated with B. bassiana suspension at a dose of 30 gr/ml, D4 was treated with B. bassiana suspension at a dose of 40 gr/ml, D5 was treated with B. bassiana suspension with a dose of 50 gr/ml, D6 was treated with B. bassiana suspension at a dose of 60gr/ml. Pests experienced total death on day 5 after application in treatment D5 and D6. The percentage analysis of mortality showed that on day 5 caused a very significant effect with 100% death time occurring in all oil palm bunches samples after ? 5 HSA

    Keberhasilan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Pemberian Abu Vulkanik Sinabung dan Limbah Pabrik Tahu

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui keberhasilan sambung pucuk kakao (Theobroma cacao L.) dengan pemberian abu vulkanik Sinabung dan limbah pabrik tahu. Dilaksanan di desa Bambel Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara dengan posisi lahan datar dan diperkirakan mempunyai ketinggian tempat kira-kira 220 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2017 sampai Juni 2017. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, Faktor pertama adalah Abu Vulkanik (V) terdiri dari 3 taraf yaitu V0 (tanpa pemberian), V1 (200 gram/tanaman), dan V2 (500 gram/tanaman). Faktor kedua adalah limbah tahu (A) terdiri dari 3 taraf yaitu A0 (tanpa pemberian), A1 (15 ml/tanaman), dan A2 (17 ml/tanaman). Diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian pemberian limbah tahu dan abu vulkanik berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan persentase bibit jadi pada umur 10 MSS tingkat keberhasilan pada sambung pucuk kakao, serta menurunkan persentase tingkat kematian sambung pucuk kakao pada umur 10 MSS. Pemberian limbah tahu dan abu vulkanik tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman terhadap tinggi tanaman,diameter batang, jumlah daun, jumlah tunas, pada umur 2, 5, 7, 9 MSS sampai 10 MSS

    Efektivitas Sterilisasi Kimiawi Eksplan Pucuk Artemisia annua Linn. dengan Berbagai Prosedur Sterilisasi Pada Tahap Inisiasi In Vitro

    Full text link
    In vitro culture is one of important method generally used for improving agronomic traits in Artemisia annua such as enhancing artemisinin. However, the method has main inhibitor factor which often involved in early micropropagation stage, that is contamination. This research aimed to find the most effective sterilization procedure for diminishing the contamination rate of Artemisia annua shoot explant, without causing high mortality rate.sterilization procedure treatment in this research used 8 type of sterilant i.e. etanol, HgCl2, Bayclin, Mama Lime, SOS, Ligent, Sunlight, dan Carex. This research used completely randomized design with 25 treatments. Each treatment replicated 3 times, each 20 bottle/replication. The observation comprised total contamination rate, bacteria contamination rate, mold contamination rate, and mortality rate. The research result showed that sterilization step with Carex mixed with SOS in 30 seconds which continue with HgCl2 in 7 minutes is the most optimal sterilization procedure to diminish the contaminant of shoot explant without enhance the mortality rate

    Pemanfaatan Biji Nangka Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Yogurt Instan

    Full text link
    Pemanfaatan Biji nangka sebagai bahan alternatif pembuatan yogurt instan merupakan salah satu diversifikasi pangan. Upaya yang dilakukan untuk mengolah biji nangka menjadi produk yang bermanfaat sebagai alternatif penambahan sumber bahan pangan baru adalah pengolahan biji nangka menjadi yogurt instan yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi stater dan konsentrasi tepung agar pada pembuatan yogurt instan dari biji nangka.. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap ( RAL ) 2 factorial yaitu Faktor I : konsentrasi starter (S) yangterdiri dari 4 taraf yaitu : S1 = 2%, S2 = 4% S3 = 6% ,S4 = 8% dan Faktor II : konsentrasi tepung agar (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : A1 = 0%, A2 = 0,3% , A3 = 0,6% , A4 = 0,9%. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif yaitu rendemen dan TSS dan pengujian secara kualitatif yaitu organoleptik rasa. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh berbeda sangat nyata ( P 0.01 ) terhadap Rendemen, TSS dan Organoleptik Rasa baik pada konsentrasi stater maupun pada konsentrasi Tepung agar . Pada pengaruh konsentrasi stater diperoleh rendemen tertinggi 73,88%, TSS 24,32 Brix dan organoleptik rasa 2,97% sedangkan pada konsentrasi tepung agar diperoleh rendemen 75.36%, TSS 27.06% dan organoleptik rasa 3.75%

    Pengaruh Pemberian Bio Urin Sapi dan Pangkasan Batang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ratun Padi (Oryza Sativa L.) di Atap Beton Rumah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi padi ratun melalui pemberian pupuk organik cair bio urin sapi dan tinggi pangkasan padi ratun yang ditanam di dalam pot berdiameter 30 cm dan tinggi 20 cm. Penelitian ini dilaksanakan di atas atap rumah bertingkat di Jalan Sutrisno No. 222/435 A Sukaramai, Medan, dengan ketinggian tempat 33 meter di atas permukaan laut (m dpl) bermula dari bulan Oktober 2015 sampai dengan bulan Maret 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dimana Bio Urin Sapi (U) sebagai faktor pertama dengan 4 taraf yaitu U0 (tanpa aplikasi), U1 (100 ml/pot), U2 (200 ml/pot), U3 (300 ml/pot), sedangkan Tinggi Pangkasan Batang (P) sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu P1 (20 cm dari pangkal batang), P2 (25 cm dari pangkal batang) dan P3 (30 cm dari pangkal batang). Penelitian ini terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Data hasil pengamatan diuji dengan analisa sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan (DMRT) apabila menunjukkan pengaruh berbeda nyata. Perlakuan pemberian Bio urin sapi pada 300 cc/l air (U3) memberikan pengaruh berbeda nyata tertinggi pada rataan luas daun (71,13) diikuti perlakuan Bio urin sapi 200 cc/l air (U2) (59,28) dan kontrol (54,31). Sedangkan pemberian Bio urin sapi pada 200 cc/l air (U2) memberikan rataan tertinggi jumlah gabah isi per malai (110,62) diikuti perlakuan U3 (108,29) dan perlakuan U1 (99,87). Pada parameter pengukuran jumlah gabah hampa per malai, perlakuan kontrol memberikan rataan tertinggi (39,42). Perlakuan tinggi pangkasan batang 20 cm dari pangkal batang (P1) memberikan pengaruh berbeda nyata tinggi tanaman tertinggi (86,77 cm) diikuti perlakuan P2 yaitu pangkasan 25 cm dari pangkal batang (80,38). Perlakuan P1 juga memberikan jumlah anakan per rumpun tertinggi (105,71), jumlah gabah isi per malai tertinggi (112,63) dan berat gabah 1000 biji tertinggi (19,72). Sedangkan pada parameter pengukuran jumlah gabah hampa per malai, perlakuan tinggi pangkasan batang 30 cm dari pangkal batang (P3) memberikan pengaruh berbeda nyata tertinggi (34,93) diikuti perlakuan P2 (27,52) dan perlakuan P1 (20,97)

    Pemanfataan Buah Nangka Muda Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Dendeng

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dendeng dengan pemanfaatan buah nangka muda sebagai alternatif pengoalan bahan pangan (diversifikasi pangan) metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua (2) ulangan. Faktor I adalah Jenis Tepung (J) yaitu: J1= Tepung Terigu, J2= Tepung Beras, J3= Tepung Jagung, J4= Tepung Tapioka. Faktor II adalah jumlah bahan pengisi (P) yang terdiri dari empat taraf, yaitu: P1 =40%, P2 = 50%, P3 = 60%, dan P4 = 70%. Parameter yang diamati meliputi: Kadar Protein, kadar air, Tekstur, organoleptik aroma dan warna. Hasil analisis statistik diperoleh, bahwa jenis tepung memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P0.01) terhadap kadar protein, aroma dan warna dan berbeda tidak nyata (P0.05) terhadap kadar air dan tekstur. Penambahan jumlah bahan pengisi memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P0.01) terhadap kadar protein, kadar air, tekstur dan aroma, dan berbeda tidak nyata (P0.05) terhadap warna

    Pertumbuhan Sawi Pakchoi (Brassica rapa L.) Pada Pemberian Pupuk Bokashi Kulit Buah Kakao Dan Poc Kulit Pisang Kepok

    Full text link
    Pakchoi (Brassica rapaL.) adalah jenis sayur yang bernilai gizi tinggi. Untuk tetap menjamin produktivitasnya, pemupukan merupakan hal yang harus dilakukan, diantaranya dengan memberikan pupuk organik yang berasal dari limbah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pupuk bokashi kulit buah kakao dan Pupuk Organik Cair (POC) kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakchoi.Tempat dilaksanakannya penelitian di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diteliti, yaitu: Faktor bokashi kulit buah kakao (B) terdiri dari 4 taraf, B1 = 50 g/polibeg, B2 = 100 g/polibeg, B3 = 150 g/polibeg, B4 = 200 g/polibeg. Faktor POC kulit pisang kepok (P) terdiri dari 4 taraf, P0 = Kontrol, P1 = 25 ml/polibeg P2 = 50 ml /polibeg, P3 =75 ml/polibeg. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pupuk bokashi kulit buah kakao memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 sampai 6 minggu setelah pindah tanam (MSPT), jumlah daun umur 3 MSPT dan luas daun pada 5 MSPT. Pemberian POC kulit pisang kepok memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman umur 4 sampai 6 MSPT, serta luas daun 5 dan 6 MSPT.Diberikannya pupuk bokashi kulit buah kakao berinteraksi secara nyata dengan pemberian POC kulit pisang kepok terhadap tinggi tanaman 3 MSPT, jumlah daun 4 dan 6 MSPT

    Kajian Analisis Pelilinan Terhadap Sifat Fisik-Kimia Salak Sibakkua di Kabupaten Tapanuli Selatan

    Full text link
    Kajian penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Pelilinan terhadap sifat fisik-kimia salak sibakkua. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Peubah yang diamati adalah perubahan sifat fisik buah meliputi (tekstur, berat dan kecerahan buah), sifat kimia buah (kadar air buah) serta umur simpan buah. Data primer diperoleh secara langsung dengan metode eksperimen di Laboratorium Kimia Universitas Muhammdiyah Tapanuli Selatan. Data yang diamati antara lain tekstur buah, berat buah, warna buah, kadar air serta umur simpan buah pada suhu kamar. Untuk menganalisis pengaruh pelilinan terhadap sifat fisik-kimia buah salak sidimpuan dilakukan dengan analisis ANOVA yang disertai dengan standart deviasi dan diuji lanjut dengan menggunakna uji BNT taraf 5 %. Adapun yang menjadi luaran penelitian ini adalah Jurnal Ilmiah ber ISSN yang tidak terakreditasi

    Hasil Dan Komponen Hasil Padi Dengan Sistem Integrasi Padi-Sawit Setelah Aplikasi Paclobutrazol (PBZ)

    Full text link
    Padi merupakan makanan pokok utama di dunia setelah gandum dan kentang. Khusus untuk Asia Tenggara padi menjadi pilihan utama terutama untuk masyarakat Indonesia. Konsumsi beras di Indonesia untuk tahun 2018 sekitar 127,55 kg/kapita/tahun. Untuk memenuhi kebutuhan swasembada pangan, perlu dilakukan kebijakan khusus pada komoditi padi khususnya dalam penggunaan lahan. Saat ini banyak lahan sawah yang telah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Walaupun sudah beralih fungsi, lahan tersebut masih bisa dipergunakan untuk menanam padi di antara gawangan kelapa sawit.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana pengaruh PBZ terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi.Penelitian ini dilakukan di daerah Hamparan Perak, Deli Serdang, menggunakan Rancangan petak terpisah (RPT) dengan 4 ulangan. Petak utama (PU) yaitu varietas padi Inpari Sidenuk dan Mekongga sedangkan anak petak (AP) adalah konsentrasi PBZ (0, 200, 400 dan 600 ppm) dan diaplikasi pada saat inisiasi malai. Parameter yang diamati yaitu panjang malai, jumlah bulir per malai, jumlah bulir hampa, jumlah bulir berisi, berat 1000 bulir dan produksi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan semakin tingginya konsentrasi PBZ memberikan kontribusi bertambahnya jumlah bulir berisidan produksi per meter persegi yang signifikan jika dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Berbanding terbalik untuk parameter panjang malai jumlah bulir hampa yang semakin menurun dengan semakin bertambahnya konsentrasi PBZ. Secara statistik tidak menunjukan signifikan untuk parameter jumlah bulir per malai dan berat 1000 bulir per plotnya. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi PBZ pada tanaman padi dapat menaikkan hasil panen dan konsentrasi yang paling baik adalah pada 400 ppm

    319

    full texts

    337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇