AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
    337 research outputs found

    The Effect of High Stimulant Concentrationon the Yield and Dry Rubber Content of High Metabolic Clone Rrim 911 in Low-Tapping Frequency Practice

    Full text link
    The low-frequency tapping (d4) offers an opportunity to exploit the latex through the increments of stimulant concentration and application frequency. This study compared the yield and dry rubber content (DRC) from three different stimulant compounds i.e. etephon 5.0% (ET), polyethylene glycol 3.0% + palmitic acid 0.2% + etephon 5.0% (EN), and polyethylene glycol 3.0% + palmitic acid 0.2% (NS). A field trial was carried out at Tanah Besih Estate, North Sumatera using 17 years of age RRIM 911 clone based on Complete Block Design. The data was collected from May 2017 to February 2018. The result suggested that the ET was the strongest compound that able to generate higher yield (56.37 gt-1t-1) than EN and NS (56.37 gt-1t-1 and 34.00 gt-1t-1 respectively). Nevertheless, the high concentration tended to have a slightly lower DRC. When etephon was combined with other compounds, it lowered the effect on the yield. All treatments showed that the first and second tapping after stimulant application generated highest yield. The yield in mature leaves had lowed yield in ET and EN treatments, while NS showed a significant increase. Our result suggested that the application of high concentration of etephon was very effective to obtain the yield

    Penggunaan Daun Gamal (Gliricidia sepium) dan Sengon (Falcataria moluccana) pada Proses Percepatan Pematangan Buah Pisang Ambon Putih

    Full text link
    Pemeraman merupakan cara untuk mempercepat serta menyeragamkan kematangan buah pisang ambon putih. Salah satu cara untuk pemeraman buah pisang yaitu pemeraman dengan menggunakan daun tanaman. Jenis tanaman yang daunnya biasa digunakan dalam pemeraman adalah daun gamal dan daun sengon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan buah pisang ambon putih yang diperam tanpa daun, daun gamal, dan daun sengon. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Perlakuan pada penelitian ini adalah proses pemeraman tanpa daun, pemeraman dengan daun sengon, serta pemeraman dengan daun gamal, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Bobot daun tanaman yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 30% dari bobot buah yang diperam. Parameter yang diamati pada proses pemeraman ini adalah kadar air, Total Padatan Terlarut, kekerasan, laju respirasi, warna, serta susut bobot. Perlakuan terbaik adalah buah pisang yang diperam dengan menggunakan daun sengon. Nilai terbaik yang dihasilkan pada perlakuan daun sengon ini diantaranya adalah nilai Total Padatan Terlarut (TPT) tertinggi berkisar 4,00-24,83% Brix, nilai kekerasan (bioyield point dan flesh firmness) terendah yang terjadi pada pangkal buah masing-masing bernilai 2522,061427,08 kg dan 868,62517,90 kg, serta warna (nilai lightness) tertinggi yang terjadi pada pangkal buah dengan nilai 71,57

    Penjarangan Buah dan Perendaman dalam Kitosan terhadap Lama Simpan Buah Stroberi (Fragaria chiloensis L.)

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia pada bulan Mei 2016, bertujuan mendapatkan konsentrasi kitosan sebagai pelapis buah stroberi pada penyimpanan pasca panen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor pertama: penjarangan buah yaitu B0=tanpa penjarangan, B1=dijarangkan sisa buah 2, B2=dijarangkan sisa buah 4, B3=dijarangkan sisa buah 6. Faktor kedua: konsentrasi kitosan yaitu: K0=tanpa kitosan, K1=50 cc/L air, K2=100 cc/L air, K3=150 cc/L air. Perendaman buah dilakukan dengan mencelupkan buah ke dalam larutan kitosan selama 20 detik, dikeringanginkan selama 5 menit, disimpan pada suhu ruang (25C). Parameter pengamatan: kekerasan buah (g/mm2), total asam (%), padatan terlarut total (brix), perubahan susut bobot (%). Hasil penelitian menunjukkan kekerasan buah tertinggi terdapat pada B0K3 (3.97 g/mm2 umur 0 jam; 2.28 g/mm2 umur 24 jam; 1.95 g/mm2 umur 48 jam); total asam tertinggi terdapat pada B0K3 (2.58 % umur 0 jam; 2.42 % umur 24 jam; 2.03 % umur 48); padatan terlarut total tertinggi terdapat pada B1K0(8.81 brix umur 0 jam; 9.50 brix umur 24 jam; 10.03 brix umur 48 jam) dan perubahan susut bobot buah terendah terdapat pada B0K3 (0.55 % umur 0 jam; 0.61 % umur 24 jam; 0.78 % umur 48 jam)

    Pengaruh Warna Polibag, Aplikasi Mikoriza dan Pupuk P terhadap Perakaran Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)

    Full text link
    Seedling growth in the field is largely determined by the growth of plants during the nursery. The use of polybags should be black so that the roots in the nursery can develop optimally. Mycorrhiza are structures formed by symbiotic associations with root pathogen infections. Phosphate is a macro element that is very important for plant growth. The place of the research was conducted in the STIPAP Field Practice Field in Medan from February to June 2019. This study used a Factorial Randomized Block Design (RBD) with two series (Black and White Polybags) and two factors studied, namely: Mycorrhiza Factor (M) consists of 3 levels, M0 = 0 g / seed, M1 = 40 g / seed, M2 = 80 g / seed. Fertilizer Factor P (P) consists of 3 levels, P0 = 0 g / seed, P1 = 50 g / seed, P2 = 100 g / seed. The parameters measured were plant height, number of leaves, canopy and root dry weight, mycorrhiza infection and P nutrient content. The results showed that mycorrhiza treatment on black polybags had a significant effect on seedling height, and root dry weight. The white polybag has a significant influence on the dry weight of the roots. The application of P fertilizer on black polybag has a very significant effect on root dry weight. The white polybag has a significant influence on the dry weight of the roots. In the black polybag, Mycorrhiza interacts real and very real by giving P fertilizer to the height of the seedlings, and the dry weight of the roots. The white polybag has a very significant effect on the dry weight of the roots

    Pertumbuhan dan Kualitas Produksi Dua Varietas Kedelai Hitam akibat Pemupukan SP-36

    Full text link
    Pesatnya pertumbuhan industri kecap berdampak pada meningkatnya kebutuhan kedelai hitam. Kondisi ini mengharuskan adanya peningkatan produksi kedelai hitam yang tidak hanya pada kuantitas hasil tetapi sebaiknya juga pada kualitas hasil. Pembentukan akar dan pengisian polong serta kualitas hasil pada tanaman kedelai dipengaruhi oleh unsur hara P yang tersedia di dalam tanah. Selain itu pengunaan varietas unggulyang tepat juga turut berperan dalam usaha untuk meningkatkan produksi kedelai hitam. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menemukan varietas kedelai hitam unggul lokal yang dapat tumbuh dan berproduksi optimal dengan pemupukan SP-36. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan tiga ulangan. Perlakuan untuk petak utama; pupuk P (P) yaitu; P0 = 0 kg SP-36/Ha, P1 = 75 kg SP-36/Ha, P2 = 150 kg SP-36/Ha, P3 = 225 kg SP-36/Ha, P4 = 300 kg SP-36/Ha. Sebagai Anak petak menggunakan 2 varietas lokal yaitu; V1 = Mallika dan V2 = Detam 1. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2018. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian pupuk P sampai dengan 225 kg SP-36 kg/ha pada tanaman kedelai hitam dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kualitas produksi tanaman yakni kadar protein. Varietas Detam 1 menunjukkan pengaruh yang tertinggi pada pengamatan serapan P pertanaman, sedangkan kombinasi kedua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh yang nyat

    Adaptasi Galur dan Varietas Gandum (Triticum aestivum L.) di Dataran Tinggi Padang Sidimpuan Sumatera Utara

    Full text link
    Wheat adaptation is required in the complex environment especially in the lowland.The purpose of this research is to see growth and the production of different strains and the varieties of wheat in Padang Sidimpuan Angkola Julu with an altitude 700 m above sea level from. The research was being conducted with the course of this experiment quantitative data a shelf on which were (Random Design Group) with 15 treatment wheat and 3 group.Strains and varieties of wheat impact on each variable respons, wheat most adaptive is strain O/HP-92-A1-1-

    Aplikasi Streptomyces sp. Sebagai Agen Hayati Pengendali Lalat Buah (Bactrocera sp.) dan Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) pada Tanaman Tomat dan Cabai

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan Streptomyces sp. sebagai agen hayati pengendali lalat buah dan Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) pada tanaman tomat dan cabai. Streptomyces sp. yang digunakan berasal dari hasil eksplorasi dari rhizosfer lahan tomat yang terkontaminasi pestisida di Kecamatan Pare dan hutan lindung Merubetiri. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu isolat asal lahan tomat yang terkontaminasi pestisida (TP), isolat hutan lindung Merubetiri 1 (Mrb1) dan isolat hutan lindung Merubetiri 2 (Mrb2), sedangkan faktor kedua adalah seri pengenceran yaitu seri pengenceran 103, 104, 105.Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan semua isolat Streptomyces sp. yang digunakan sebagai agen hayati dapat mengendalikan lalat buah Bactrocera sp. dan berpotensi sebagai PGPB untuk tanaman tomat dan cabai. Rata-rata pertumbuhan tanaman tomat dan cabai tertinggi dengan perlakuan Streptomyces sp. dari lahan tomat Pare (TP) dengan seri pengenceran 103. Jumlah bunga yang terbanyak terdapat pada tanaman tomat dengan pengaplikasian TP dengan seri pengenceran 105 dan Mrb dengan seri pengenceran 10

    Efektivitas Waktu Aplikasi PBZ terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi dengan Sistem Integrasi Padi Kelapa Sawit

    Full text link
    The main problem in ricefields on North Sumatra has been changing function of this area to oil palm plantations which continuities every year, on the other hand, we need foods are increase with following the increase of population from year to year. Although the North Sumatra food datas shown that it has been fulfilling in self-sufficiency food, instead of rice production surplus for the region, but the program to increase production must be continuously, in order to survive with the surplus or more increase for the future. Some of efforts are, like using marginal land, planting rice under oil palm plants and rubber as well as using the house roof to planting the rice. This research was used a Split Plot Design (RPT) with 5 replications. As Main Plots (PU) are rice varieties (Inpari Sidenuk and Mekongga) and Sub Plots (AP), namely application time (one week before IM, during IM and one week after IM). PBZ was applied at concentration 400 ppm evenly distributed to plants. Fertilizers were used N (urea), P (TSP) and K (KCl) with government recommended doses, where P and K fertilizers were applied as basic fertilizer while N was applied at 3 times. Control of pests, diseases and weeds were carried out according to basic standards, namely using pesticides if the attack has exceeded the economic threshold. Vegetative growth was measured; plant height, stem diameter and flag leaf area. For plant height before application PBZ was given the same results (not significantly different) but after application, the best time was founded a week before IM. Likewise the measurement results for the diameter of the stem was given significantly different results among the time of application before IM compared to IM and after IM. Unlike results with the parameters of flag leaf area, which was the highest number founded in the application after IM and significantly different compared before IM and at IM, respectively. Interactions between varieties and time application of PBZ did not given significantly different. The conclution that the PBZ application before IM was given good and significantly results as compared to after and during IM, respectively

    Pengaruh Pemangkasan Daun di Sekitar Tongkol terhadap Pengisian Biji Tongkol Tanaman Jagung (Zea mays L.)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan daun terhadap bobot biji tongkol tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia, Medan dengan ketinggian sekitar 32 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yaitu: Pemangkasan daun di sekitar tongkol jagung saat malai muncul, sebanyak 9 perlakuan, yaitu: P0 = utuh; P1 = pangkas 1 (sisa 2, 3 dan 4); P2 = pangkas 2, 3 dan 4 (sisa 1); P3 = pangkas 2 (sisa 1, 3 dan 4); P4 = pangkas 1, 3, 4 (sisa 2); P5 = pangkas 3 (sisa 1, 2 dan 4); P6 = pangkas 1, 2 dan 4 (sisa 3); P7 = pangkas 4 (sisa 1, 2 dan 3) dan P8 = pangkas 1, 2 dan 3 (sisa 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan daun berpengaruh terhadap bobot biji jagung. Pemangkasan daun dekat permukaan tanah menghasilkan bobot kering biji per tanaman tertinggi, meningkat sebesar 0.67 g (0.43%) dibandingkan dengan bobot kering biji jagung tanpa pemangkasan

    Pertumbuhan dan Hasil Bawang Sabrang (Eleutherine americana Merr.) akibat Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan KCL.

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang melalui aplikasi pukan ayam dan KCl. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah dengan dua faktor yaitu pukan ayam sebagai petak utama dengan 3 taraf perlakuan yaitu: A0 = tanpa pemberian pupuk, A1 = 20 ton-ha (1 kg-plot) dan A2 = 40 ton-ha (2 kg-plot). Aplikasi KCl sebagai anak petak dengan 3 taraf perlakuan yaitu: K1 = 60 kg-ha (100 g-plot), K2 = 120 kg-ha (200 g-plot), K3 = 180 kg-ha (300 g-plot). Parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi per rumpun tanaman, bobot basah umbi per rumpun dan bobot kering umbi per rumpun. Aplikasi pukan ayam belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang. Aplikasi KCl (60 kg-ha) nyata meningkatkan pertumbuhan jumlah daun bawang Sabrang. Tidak terdapat interaksi antara pukan ayam dan KCl dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang

    319

    full texts

    337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇