Journal of Information Systems for Public Health
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
Penerimaan DHIS2 oleh Sumber Daya Manusia Kesehatan di Kabupaten Kulon Progo
To overcome the problem of data disintegration, the Ministry of Health through Pusat Data dan Informasi Kesehatan (Pusdatin) working together with UGM and the University of Oslo (UiO) to do implementation pilot of Aplikasi Satu Data Kesehatan (ASDK) with platform DHIS2 (District Health Information System 2. In the province of Yogyakarta (DIY), there is the health office of Kulon Progo Regency as the pilot of the implementation of DHIS2. It is necessary to be reviewed how the acceptance of DHIS2 by health human resource in Kulon Progo.Methods: Research used is non-experimental quantitative research with a cross-sectional study design. The research subject is all staff of the health Office of Kulon Progo Regency. Data retrieval after the respondent following the demo application DHIS2, FGD, and interviews. Analysis of data used for univariate is using the top 2 boxes and grouped into positive and negative categories, carried out the relationship test Rank Spearman and to support quantitative analysis results then discussed with the results of interviews and FGD.Results: The results obtained are performance expectancy, effort expectancy, social influence and facilitating condition have a significant relationship to the behavioral intention. Then in behavioral intention obtained only 10%. But in the performance variable expectancy obtained positive results about the perception of respondents to the usefulness of DHIS2 when implemented in the district of Kulon Progo is 62%. Respondents had a great expectation of the DHIS2's usefulness but had low intentions of use. It is explained with the results of FGD and interviews where leadership has a role in behavioral intention by staff and there is a different point of view regarding the desire to use DHIS2 between structural officers and staff.Conclusions: Assessment on performance expectancy tends to be positive with a percentage of 62% while in behavioral intentions only by 10% (with 71% of respondents having an assessment in the neutral to positive range), it is motivated by leadership factors (no direction from structural officials to use DHIS2 after attending DHIS2 workshop, absence of head of health office in the last year period), the number of health applications applied with limited human resources in the health service, understanding of DHIS2 as a new system. Keywords: UTAUT, Behavioral intention, DHIS2, Acceptanc
Desain rekam medis elektronik berbasis tablet pc untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di rumah sakit
Latar belakang : Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan sesungguhnya bukanlah hal yang baru. Seribu hari pertama kehidupan (sejak masa konsepsi hingga seorang manusia berusia 2 tahun) merupakan momentum kritis yang akan menentukan kualitas generasi masa depan suatu bangsa. Periode ini merupakan periode emas bagi tumbuh kembang manusia yang kemudian dikenal dengan seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Rekam medis elektronik mempunyai banyak manfaat, diantaranya memudahkan penelusuran dan pengiriman informasi dan membuat penyimpanan lebih ringkas, dengan demikian data dapat ditampilkan dengan cepat sesuai kebutuhan termasuk data perkembangan ibu hamil dan tumbuh kembang anak. Salah satu pelayanan yang diberikan di rumah sakit adalah pelayanan kesehatan ibu dan anak, dimana pelayanan ini tidak lepas dari proses pencatatan rekam medis. Saat ini pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan ibu dan anak masih terbatas pada sistem informasi berbasis personal computer (PC) sehingga untuk mobilitas pelayanan menjadi terhambat. Tujuan : mendesain rekam medis elektronik berbasis tablet pc untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di rumah sakit.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan action research, dengan metode pengembangan prototype.Hasil :Dari hasil analisis kebutuhan yang dilakukan diketahui bahwa pelaksanaan pencatanan rekam medis untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak difokuskan pada pencatanan riwayat kehamilan, didalamnya pembuatan grafik perkembangan janin dan Kartu Menuju Sehat (KMS). Kamus data aplikasi diperoleh dari berkas rekam medis manual dan digunakan sebagai dasar pembuatan basis data dalam aplikasi ini. Diagram activity dibuat berdasarkan alur pelayanan kesehatan ibu dan anak. Diagram sequence dibuat sebagai gambaran interaksi antara aplikasi dengan pengguna. Desain tampilan telah disesuaikan dengan analisis kebutuhan terkait dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak di rumah sakit.Kesimpulan : Telah dikembangkan rekam medis elektronik berbasis tablet pc untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di rumah sakit denganpendekatan prototyping berbasis web yang disusun berdasarkan kebutuhan pengguna, yaitu kebutuhan dalam penyusunan rekam medis kesehatan ibu dan anak, kebutuhan untuk menampilkan grafik, kebutuhan untuk memudahkan analisis data yang dapat menghasilkan sebuah informasi
Efektifitas short message service (sms) reminder terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis paru di puskesmas kota palangka raya
Latar belakang : Kepatuhan pasien dalam minum obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengobatan TB. Pengobatan yang lama sering menimbulkan ketidakpatuhan pasien dalam minum obat. Mengirim pengingat melalui SMS, dapat membawa inovasi potensial untuk mengatasi hambatan dalam kepatuhan pengobatan TB.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengiriman SMS reminder terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan TB paru dan untuk mengetahui cara mengoperasikan software SMS Gateway serta untuk mengetahui tanggapan penderita TB terhadap pengiriman SMS.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian experiment research dengan rancangan quasi experimental berupa rancangan posttest only control group design. Rancangan ini melibatkan 2 kelompok subjek, 1 diberi perlakuan eksperimen (kelompok eksperimen) dan yang lain tidak diberi apa-apa (kelompok kontrol). Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode total sampling. Populasi adalah semua penderita TB baru (BTA positif) yang telah didiagnosis pada bulan November 2016 dan menjalani pengobatan di puskesmas selama 2 bulan (pengobatan tahap lanjutan) dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil penelitian : Hasil uji statistik diperoleh p-value 0.025 dengan OR 31.26 (95% CI 1.54-634.64) sehingga dapat disimpulkan secara statistik ada hubungan secara signifikan antara pengiriman sms reminder terhadap kepatuhan pengobatan TB paru.Kesimpulan : Pengiriman SMS reminder meningkatkan kepatuhan pengobatan TB paru yang berobat di puskesmas kota Palangka Raya. Kata Kunci : SMS reminder, kepatuhan minum obat, tuberculosis
Gambaran penerapan alur prosedur pelayanan dan penyelenggaraan rekam medis di rs. Pku muhammadiyah - selogiri
Latar Belakang: Rekam medis dikelola berdasarkan struktur yang standar, dengan ketentuan sistem pelaksanaan dievaluasi untuk menghasilkan informasi dan memiliki standar kerahasiaan yang harus dijaga. Dokumen rekam medis pada prinsipnya disimpan dengan baik di rumah sakit sehingga mudah dicari ulang setiap keperluan informasi pelayanan terhadap pasien.Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana penerapan alur prosedur pelayanan dan fungsi menejemen serta penyelenggaraan rekam medis di RS Muhammadiyan Selogiri.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah fenomenologi.Hasil: Sistem pengelolaan data rekam medis di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri yang meliputi assembling, coding and indexing, analizing and reporting, filing. Sistem rekam medis di Rumah sakit Muhammdiyah Selogiri Wonogiri meliputi: Sistem Penamaannya menggunakan nama pasien sendiri sesuai dengan tanda pengenal yang sah seperti KTP, akte kelahiran, SIM, dll. Sistem penomoranya menggunakan Unit Numbering System (UNS). Sistem penjajaranya menggunakan Terminal Digit Filing (TDF) dan Straight Numerical Filing (SNF).Kesimpulan: Perlu dilakukan penggabungan dari sistem penjajaran SNF ke sistem penjajaran TDF secara keseluruh untuk memudahkan dan mempercepat dalam pengambilan dokumen rekam medis. Petugas filling perlu meningkatkan ketelitian dalam penyimpanan dokumen rekam medis agar tidak sering terjadi missfile (salah letak).Kata kunci: Alur Prosedur, Prosedur Pelayanan Dan Fungsi Manajemen, Implementasi Rekam Medi
Kualitas Resume Medis (Discharge Summary) pada Pasien Rawat Inap JKN di RSUD Dokter Soedarso Provinsi Kalimantan Barat
Latar Belakang : Pengisian resume medis yang lengkap menjadi hal yang sangat penting karena di dalam formulir resume medis terdapat informasi diagnosa penyakit dan tindakan yang menjadi dasar untuk menetapkan kode penyakit dan tindakan. Resume medis yang tidak lengkap akan berdampak pada kelancaran proses klaim pasien JKN. Di RSUD Dokter Soedarso Propinsi Kalimantan Barat setiap bulan rata-rata terjadi 35 kasus perbedaan pendapat terkait kode penyakit dan tindakan antara pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan serta resume medis yang tidak lengkap sehingga pada setiap tagihan klaim rumah sakit harus melampirkan fotokopi hasil pemeriksaan penunjang dan laporan operasi. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kualitas resume medis (discharge summary) secara lengkap, akurat dan tepat waktu pada pasien rawat inap JKN.Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD).Hasil : Karakteristik responden dengan rentang usia 22-59 tahun terdiri dari 12 orang perempuan dan 11 orang laki-laki, pendidikan didominasi dokter spesialis (61 %). Hasil penelitian ditemukan kelengkapan pengisian resume medis 48 %. Komponen dalam resume medis yang paling tidak sesuai adalah diagnosa sekunder (63 %) dan tindakan (61 %). Ketepatan waktu pengisian resume medis <=24 jam 71 %. Gambaran kualitas resume medis berdasarkan analisis HOT-FIT dari faktor human : pengetahuan tentang resume medis pada level tahu dan paham, belum sampai pada level aplikasi dan memahami dampaknya. Beban kerja dokter dengan pasien yang banyak menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas resume medis, ditambah tidak adanya reward/punishment sehingga tidak ada dorongan semangat untuk memotivasi pengisian resume medis yang baik. Faktor organisasi : SOP belum disosialisasikan, petunjuk teknis pengisian resume medis sudah tidak relevan dengan formulir resume medis yang saat ini digunakan. Tindak lanjut atas laporan analisis kelengkapan dokumen rekam medis belum ada dan belum ada monitoring/evaluasi khusus terhadap pengisian resume medis. Kebijakan BPJS Kesehatan untuk melampirkan fotokopi hasil pemeriksaan penunjang pada berkas klaim menambah beban anggaran rumah sakit. Faktor teknologi : resume medis masih manual, formulir resume medis yang belum mudah untuk digunakan, ada kolom yang sempit dan ada variabel yang perlu ditambahkan.Kesimpulan : Kualitas resume medis di RSUD Dokter Soedarso Propinsi Kalimantan Barat masih belum lengkap dan akurat. Hal ini disebabkan oleh interaksi yang belum baik pada faktor human, faktor organisasi dan faktor teknologi. Perbaikan melalui teknologi informasi dengan menerapkan rekam medis elektronik diharapkan dapat memudahkan proses pengisian resume medis menjadi lebih lengkap, akurat dan tepat waktu.Kata Kunci : kualitas resume medis, lengkap, akurat, tepat waktu, HOT-FI
Penggunaan sistem informasi geografis untuk pola spasial tuberkulosis dengan dan tanpa diabetes mellitus di kulon progo
Latar Belakang: Penderita DM lebih rentan terkena TB. Penderita TB paru dengan dan tanpa DM di Kulon Progo tahun 2014 sebanyak 174 orang. Pengolahan register TB masih terbatas pada analisis tabuler. Pengelolaan penderita TB paru terkait dengan keberlangsungan pengobatan masih terbatas. Analisis TB masih berupa agregasi data di tingkat kelurahan, belum berupa pemetaan penderita.Metode Penelitian: Survei cross-sectional menggunakan sistem informasi geografis, dengan populasi wilayah dan penderita TB Paru 2014, sampel sebanyak 162 orang. Variabel terikat adalah TB paru, dan TB paru dengan riwayat DM (TB-DM). Variabel bebas adalah jarak ke sarana pelayanan kesehatan, pendapatan dan DM. Analisis spasial menggunakan SaTScan, GeoDa, dan ArcGIS.Hasil: Pola spasial distribusi penderita TB paru dengan dan tanpa DM sebagian besar berada di wilayah dengan intensitas curah hujan tinggi, dan terdapat clustering di pedesaan, dengan pendapatan rendah, jauh dari sarana pelayanan kesehatan. Space time permutation model menunjukkan terdapat 5 cluster TB paru, namun tidak signifikan. Hasil spatial error model menunjukkan, secara spasial, pendapatan dan jarak ke sarana pelayanan kesehatan memiliki hubungan dengan kejadian TB paru. Di wilayah prevalensi tinggi DM teridentifikasi jumlah sumber daya medis yang sedikit. TB-DM berada di wilayah prevalensi tinggi DM, dan sebagian besar di pedesaan. Terdapat hubungan yang signifikan antara populasi DM dengan kejadian TB-DM, namun secara spasial tidak. Kejadian TB paru dengan pengobatan ulang, sebagian besar di pedesaan, dan akses sulit, pencarian tempat pengobatan di beberapa sarana pelayanan kesehatan hingga pindah di 4 tempat yang berbeda. Kesimpulan: Kejadian TB paru terjadi seiring dengan musim hujan. Pola clustering kejadian TB paru di pedesaan, dengan pendapatan rendah, dan jauh dari sarana pelayanan kesehatan, spatial error model menunjukkan ketergantungan spasial. Hubungan antara populasi DM dengan kejadian TB-DM signifikan, namun secara spasial tidak.Kata Kunci: diabetes mellitus, distance perception, geographic information system, low income, mycobacterium tuberculosis
Prototype e-log book community and family health care with interprofessional education (cfhc-ipe) fakultas kedokteran universitas gadjah mada
Latar Belakang: Fakultas kedokteran memiliki kegiatan berbasis komunitas oleh mahasiswa, kegiatan ini disebut dengan Community and Family Health Care with Interprofessional Education (CFHC-IPE). Salah satu media komunikasi antara mahasiswa dengan dosen pembimbing lapangan serta kesekretariatan CFHC-IPE yaitu log book CFHC-IPE. E-log book CFHC-IPE menjadi suatu inovasi baru dalam media pembelajaran dan komunikasi, membantu komunikasi jarak jauh serta dapat melakukan pelaporan yang lebih cepat. Prototype yang akan dibuat dikhususkan pada topik family folder dan faktor lingkungan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype aplikasi e-log book untuk kegiatan Community and Family Health Care with Interprofessional Education (CFHC-IPE) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Sub Topik Family Folder dan Faktor Lingkungan.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode action research. Subjek penelitian berjumlah 14 orang, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengisian checklistHasil: E-log book kegiatan CFHC-IPE dalam penelitian ini adalah suatu aplikasi yang dibuat untuk sekretariat, dosen, serta mahasiswa untuk melakukan kegiatan dalam bentuk elektronik baik dalam pengumpulan tugas, diskusi, penyampaian materi, serta penyimpanan hasil data kegiatan lapangan oleh mahasiswa. Penggunaan aplikasi e-log book ini juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk penilaian mahasiswanya serta dapat memfasilitasi pembelajaran secara interaktif tanpa harus melakukan tatap muka. Aplikasi e-log book ini tidak hanya berfokus pada pembuatan sistem, namun juga menggali pengetahuan terhadap analisis kesehatan masyarakat yang berfokus pada kesehatan lingkungan.Kesimpulan: Perancangan aplikasi e-log book CFHC-IPE ini memberikan kemudahan pelaporan dan penyimpanan data kegiatan mahasiswa. Tampilan interface pada aplikasi yang mudah dipahami dan mudah untuk dioperasikan. Hasil pengujian terhadap prototype aplikasi e-log book CFHC-IPE ini menjelaskan bahwa sistem yang dijalankan pada setiap menu telah sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan dan uji coba dilakukan terhadap fungsional sistem dan pengujian terhadap interface dan pengaksesan pengguna dapat dinyatakan bahwa prototype aplikasi e-log book CFHC-IPE dapat diterima dan dapat memudahkan pengguna.
Efektivitas penerapan aplikasi m-health untuk posyandu di Puskesmas Kembang Seri Kabupaten Bengkulu Tengah
Latar Belakang : Dalam upaya meningkatkan dan mengaktifkan program posyandu tidak terlepas dari dukungan dari pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, strategi yang dapat dikembangkan adalah teknologi informasi. Sistem informasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kegiatan program bidang kesehatan. Pemanfaatan sistem informasi yang dinamis diharapkan mampu menyediakan output yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi guna mendukung pengambilan kebijakan. Seluruh kegiatan Posyandu dicatatkan ke dalam Sistem Informasi Posyandu yang terbagi ke dalam tujuh (4) format register. Proses pencatatan dan pengolahan data masih dilakukan secara manual menggunakan tulisan tangan sehingga menyebabkan banyak kendala dalam proses pengolahan, pencarian, dan pembuatan laporan kegiatan Posyandu. Perlu kiranya mengembangkan suatu sistem informasi posyandu menggunakan aplikasi m-health untuk posyandu agar memudahkan proses pengolahan, pencarian, dan pelaporan data kegiatan Posyandu.Tujuan : Mengidentifikasi kebutuhan dan mengembangkan aplikasi m-Health berbasis android untuk posyandu di puskesmas Kembang Seri wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah.Metode : Penelitian menggunakan Action Research. Rancangan ini dipilih karena akan menggali secara mendalam menegenai proses dan manajemen pengembangan aplikasi m-Health untuk posyandu guna mengungkap fenomena dan hal-hal penting yang terjadi dalam setting penelitian. Aplikasi ini bertujuan untuk membangun smartphone berbasis android dalam pengunpulan data program posyandu.Hasil : Pengembangan aplikasi m-Health untuk posyandu berbasis android di mulai dari proses identifikasi kebutuhan data dan kebutuhan pengguna, prototype yang digunakan yaitu aplikasi Magpi bersifat open source. Hasil observasi kebutuhan data didapatkan 4 (empat) register utama kegiatan pokok program posyandu yang terdiri dari data umum posyandu, data kegiatan posyandu form ibu hamil, immunisasi balita dan kunjungan balita. Aplikasi pengumpulan data menggunakan perangkat mobile berbasis android, dan web server sebagai media pengelolaan database data dinas kesehatan. Proses sosialisasi dan uji coba di lakukan oleh petugas untuk melaksanakan program posyandu, selama proses uji coba dilakukan pengamatan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap proses pengembangan dilihat dari komponen aspek kegunaan dan aspek kemudahan.Kesimpulan : Penggunaan aplikasi mobile health untuk posyandu berbasis android mejadi solusi dalam pengumpulan, pengolahan dan penyajian data program posyandu, sehingga upaya meningkatkan kulitas pelayanan kepada masyarakat akan lebih epektif dan efisien. Aplikasi ini diharapkan dapat di gunakan dengan baik di puskesmas wilayah kerja dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tenga
Evaluasi implementasi sistem informasi kesehatan daerah (sikda) generik di puskesmas wilayah kabupaten brebes
Latar Belakang: Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik yang bersifat mandatory telah diterapkan di beberapa puskesmas wilayah Kabupaten Brebes sejak tahun 2013. Kunci utama dari berhasil atau tidaknya suatu program diterapkan yaitu berasal dari pengguna itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan penilaian atas sistem informasi yang telah berjalan untuk pengembangan SIKDA Generik selanjutnya. Penelitian mengenai evaluasi sistem informasi sebelumnya telah banyak dilakukan, namun beberapa penelitian tidak mempertimbangkan penerapan sistem yang bersifat wajib atau sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan SIKDA Generik di puskesmas wilayah Kabupaten BrebesMetode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang dipilih dengan metode total sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis SEM-PLS dengan mengadopsi teori MMUST menggunakan software SmartPLS.Hasil: Model pengukuran memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Manfaat bersih dipengaruhi oleh kepuasan keseluruhan. Kepuasan keseluruhan dipengaruhi oleh sikap. Sikap dipengaruhi oleh kondisi fasilitas dan harapan kinerja. Harapan kinerja dipengaruhi oleh kualitas sistem dan kualitas informasi. Pengaruh sosial tidak berpengaruh terhadap harapan kinerja dan kondisi fasilitas tidak berpengaruh terhadap kepuasan total
Identifikasi Proses Bisnis di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Dengan Pendekatan Grounded Theory
Latar Belakang: Identifikasi proses bisnis merupakan salah satu tahapan awal dari proses analisis kebutuhan sistem informasi, dalam hal ini sistem informasi klinis. Identifikasi proses bisnis menjadi penting karena dapat membantu memberikan petunjuk pada peningkatan kehandalan manajemen pasien di dalam ranah kesehatan yang kompleks di mana terkait dengan hal ini proses bisnis dan alur kerja menjadi aspek penting di dalam peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Selain itu, identifikasi proses bisnis dapat membantu dalam memahami kompleksnya situasi klinis di ranah kesehatan, khususnya di layanan rawat inap dan juga membantu mengakomodir kebutuhan end user sehingga nantinya akan menyukseskan implementasi sistem informasi klinis itu sendiri atau dengan kata lain, penetrasi sistem menjadi tinggi.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan rancangan berupa pendekatan grounded theory. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, analisis dokumen dan wawancara tak terstruktur dari April 2015 sampai Mei 2015. Tiga orang perawat dan 1 orang dokter berpartisipasi dalam studi ini.Hasil: Adapun hasil dari studi ini adalah deskripsi dan ilustrasi proses bisnis layanan rawat inap di RS UGM.Kesimpulan: Studi ini memperlihatkan bahwa ada kemiripan secara garis besar antara proses bisnis di tempat pelayanan rawat inap yang satu dengan yang lain sehingga mengidentifikasi detailed process menjadi sangat penting