Journal of Information Systems for Public Health
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Puskesmas di Kabupaten Sleman
Latar belakang: Mengelola sebuah organisasi berarti mengelola sumberdaya yang ada didalamnya. Sebagai salah satu sumber daya organisasi, informasi haruslah juga dikelola dengan baik. Puskesmas, sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan dalam kegiatannya menghasilkan data yang tidak sedikit, yang membutuhkan pengelolaan yang baik agar dapat menghasilkan informasi yang berguna. Kabupaten Sleman sudah mengembangkan aplikasi pemrosesan data transaksi pasien yang diberi nama Sistem Informasi Puskesmas (Sisfomas). Selama lebih kurang sepuluh tahun penggunaanya, belum pernah dilakukan evaluasi untuk melihat keefektifan penggunaan aplikasi tersebut.Metode penelitian: Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui studi kasus deskriptif eksploratif dengan melakukan penggalian secara mendalam mengenai proses dan output dari Sistem Informasi Puskesmas serta kontribusinya dalam pangambilan keputusan.Hasil Penelitian: Dari 11 puskesmas yang dijadikan tempat penelitian penerapan Sisfomas, belum ditemukan adanya puskesmas yang menjalankan aplikasi ini dengan lengkap. Seperti, pengisian data yang tidak lengkap, modul aplikasi tidak diimplementasikan sepenuhnya, informasi yang dihasilkan tidak dapat dimanfaatkanKesimpulan: Tujuan pengimplementasian Sisfomas untuk mendukung pengambilan kebijakan manajemen tidak tercapai. Perlu dilakukan pengkajian ulang dan peningkatan komitmen bagi semua stakeholder untuk mendukung implementasi Sisfomas agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Usability Testing Sistem Informasi Pendonor Darah (Studi Kasus di Unit Pelayanan Transfusi Darah RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta)
Sistem informasi pendonor darah dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan transfusi darah di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD). Usability testing adalah salah satu metode penilaian kegunaan untuk mengidentifikasi masalah yang spesifik pada produk IT dan berfokus pada interaksi antara pengguna dan tugas dalam lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan usability pada aplikasi sistem informasi pendonor darah di UPTD RSUP Dr. Sardjito.Desain studi kasus dilakukan di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Informan pada penelitian ini adalah 10 orang petugas teknis transfusi darah di UPTD di RSUP Dr.Sardjito. Pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dilakukan pada penelitian ini.Hasil pengukuran user performance diperoleh waktu penyelesaian tugas yang cukup cepat. Sebagian besar tugas diselesaikan dengan lengkap dan benar. Sebesar 29 error diidentifikasi dan sebagian besar termasuk kategori permasalahan kosmetik. User perceived petugas tentang kegunaan aplikasi yaitu aplikasi dianggap telah mencakup prosedur pelayanan di UPTD. Menurut informan aplikasi mudah untuk dipelajari dan memiliki kecepatan yang cukup cepat dibandingkan dengan aplikasi yang lama.Revisi pada beberapa menu dan mengadakan kerjasama dengan pihak programer, IT RSUP Sardjito dan UPTD perlu dilakukan. Selain itu, maintenance dan backup data pendonor secara rutin dapat dilakukan untuk menghindari gangguan pada aplikasi.
Analisis Pola Sebaran Demam Berdarah Dengue terhadap Penggunaan Lahan dengan Pendekatan Spasial di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011-2013
oai:journal.ugm.ac.id:article/5961Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue, dan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat serta menimbulkan dampak sosial maupun dampak ekonomi. Jumlah kasus cenderung meningkat serta daerah penyebarannya semakin luas. Demam berdarah dengue mulai ditemukan di Sulawesi Tengah sejak tahun 1992 dan cukup memprihatinkan karena dari 50 kasus suspek ditemukan 16 penderita yang positif DBD dan terjadi kematian pada 4 penderita. Saat ini telah ditemukan 2.092 kasus dengan 29 kasus meninggal dan IR 79,4/100.000 penduduk CFR 1,4 %
Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (Sikda) Generik Di Upt. Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar
Puskesmas sebagai pelaksana kesehatan terendah, mengalami kesulitan dalam melakukan pelaporan, dengan banyaknya laporan yang harus dibuat berdasarkan permintaan dari berbagai program di Kementrian Kesehatan, sedangkan aplikasi untuk membuat berbagai laporan tersebut berbeda-beda, sehingga menimbulkan tumpang tindih dalam pengerjaannya, yang menghabiskan banyak sumberdaya dan waktu dari petugas puskesmas. Puskesmas Gambut membutuhkan suatu Sistem Informasi Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan di puskesmas, yaitu dengan mengimplementasikan aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah Generik (SIKDA Generik). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif rancangan studi kasus metode kualitatif, pengumpulan data dengan wawancara mendalam, pengisian kuisioner, observasi, telaah dokumen. Subyek penelitian berjumlah 16 orang dipilih secara purposive sampling, Analisis data menggunakan metode constant comparative method. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Kompetensi dan jumlah SDM masih kurang, software aplikasi sering bermasalah, Tidak ada SK penugasan, tidak ada koordinasi sosialisasi pengimplementasian aplikasi, Tidak ada pelatihan dan bimbingan, Kualitas data belum lengkap namun akurat dan tepat waktu. Sehingga Jumlah SDM dan kompetensi SDM perlu ditambah, faktor organisasi harus lebih diperbaiki; input dan proses implementasi aplikasi masih kurang menyebabkan output aplikasi juga kurang
Efektivitas Penggunaan Standar Pertumbuhan WHO Anthro Terhadap Kualitas Dan Informasi Data Status Gizi Balita
Latar Belakang: Peningkatan dan performance Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) dalam memberikan informasi mutlak diperlukan. TPG Puskesmas ujung tombak dalam menginput data antropometri yang menjadi sumber data bagi dinas kesehatan, dan fondasi data status gizi. Menciptakan informasi data akurat, representatif dan reliable, maka tenaga gizi sebagai end-user perlu pemberdayaan standar pertumbuhan WHO untuk menghasilkan data gizi berkualitas. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan jenis Quasi Experimental, dengan rancangan pretest posttest non equivalent group. Subjek diambil sebanyak 40 TPG secara non-random assignment. Analisis data meliputi uji statistik Dependent T-Test dan Independent T-Test.Hasil: Terdapat pengaruh signifikan pelatihan dan penerapan standar pertumbuhan WHO Anthro dalam meningkatkan persepsi TPG dan kualitas informasi data gizi, dengan p-value 0,05).Kesimpulan: Pelatihan dan penerapan standar pertumbuhan WHO Anthro berpengaruh terhadap peningkatan persepsi TPG dan kualitas informasi data status gizi, dan mempunyai efektivitas yang lebih baik persepsi TPG maupun kualitas informasi data status gizi di wilayah Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh