Journal of Information Systems for Public Health
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
Desain Formulir Elektronik Assessment Terapi Pada Sistem Informasi Smartclinic Di Klinik Nima Medical And Rehabilitation Center Kotagede
Latar belakang: Rekam medis elektronik merupakan sistem informasi Kesehatan terkomputerisasi yang berisi data sosial dan data medis pasien, serta dapat dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan. Kllinik Nima Medical and Rehabilitation Center Kotagede untuk saat ini masih dalam tahap pengembangan untuk pelaksanaan rekam medis elektronik dalam waktu dekat, akan tetapi masih ada beberapa kekurangan dalam pengembangannya, salah satu kekurangan tersebut adalah belum adanya desain formulir assessment terapi wiacara anak dan terapi okupasi anak. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya desain formulir elektronik assessment terapi wicara anak dan terapi okupasi anak untuk mendukung terlaksananya rekam medis elektronik di klinik Nima Medical And Rehabilitation Center Kotagede. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan data yang diperlukan untuk rancangan, menghasilkan rancangan desain user interface formulir elektronik assessment terapi wiacara anak dan terapi okupasi anak serta uji coba desain tersebut di Klinik Nima Medical and Rehabilitation Center Kotagede.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah formulir assessment terapi wicara dan terapi okupasi konvensional, subjek penelitian yaitu perekam medis, terapis wicara anak dan okupasi terapi serta dokter spesialis anak, Metode yang digunakan dalam perancangan ini yaitu menggunakan metode User Centered Design (UCD).Hasil: Hasil perancangan desain ini terdiri dari identifikasi kebutuhan data, rancangan use case diagaram dan user interface yang terdiri dari menu/dashboard, pelayanan, dan formulir assessment terapi wicara anak dan terapi okupasi anak.Kesimpulan: Rancangan desain di uji coba oleh responden sebanyak satu kali dan Rancangan user interface telah disetujui oleh pengguna serta mendapat umpan balik berupa usulan-usulan perbaikan dari pengguna.
Implementasi DHIS2 untuk Program Surveilans Kasus Gigitan Hewan Penyebab Rabies di Indonesia
Latar belakang: Kegiatan surveilans GHPR dan rabies di Indonesia masih menggunakan cara manual. Kementerian Kesehatan dan UGM berupaya mengembangkan sistem informasi digital untuk kegiatan surveilans GHPR dan rabies dengan platform DHIS2 yang bernama eZoonosis. Sistem ini diharapkan dapat diimplementasikan secara nasional dan dijadikan sebagai pendukung keputusan pemangku kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Kegiatan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan, mengimplementasikan serta mengevaluasi sistem informasi eZoonosis untuk penangan kasus GHPR dan rabies di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan desain action research dengan pengambilan data menggunakan mixed-method. Proses pengembangan meliputi satu siklus diagnosing, planning, implementing dan evaluationi. Data kualitatif diambil melalui diskusi, wawancara dan observasi sedangkan data kuantitatif diambil melalui kuesioner dan kuis pada platform khusus saat pelatihan secara daring. Data kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran proses tahapan pengembangan dan implementasi eZoonosisHasil: Evaluasi pelatihan daring menunjukkan hasil yang positif. Sistem eZoonosis mencakup pelaporan data individu dan agregrat tentang GHPR dan rabies yang dapat dimonitor secara real time dan didiseminasikan secara deskriptif guna membantu proses pengambilan kebijakan. Evaluasi implementasi menunjukkan masih terdapat kendala penggunaan sistem karena masalah jaringan, kesalahan server, masih menggunakan metode manual dan keterampilan pengguna yang belum maksimal.Kesimpulan: DHIS dapat digunakan sebagai sistem informasi surveilans rabies. Tantangan dan kendala yang ditemui selama pengembangan dan evaluasi sistem informasi eZoonosis membutuhkan pengembangan lebih lanju
Interoperabilitas Aplikasi Pelayanan KIA Di Kulon Progo Sebagai Upaya Mendukung Continuum Of Care
Latar belakang: Pelayanan ibu, bayi baru lahir dan anak tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan kehidupan dan kebutuhan perawatan kesehatan sesuai prinsip Continuum of Care. Di Kabupaten Kulon Progo sendiri telah mengembangkan aplikasi Bumilku untuk memantau kesehatan ibu hamil agar terhindar dari risiko kematian.Meskipun saat ini sudah banyak dilakukan pengembangan aplikasi KIA di tingkat daerah maupun pusat, akan tetapi masing-masing aplikasi masih terfragmentasi sehingga belum memfasilitasi prinsip Continuum of Care. Hal ini juga menyebabkan kebutuhan untuk memasukkan data secara berulang oleh petugas. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kondisi digitalisasi pelayanan KIA serta mengidentifikasi tantangan dalam pelaksanaan sistem informasi kesehatan di Kulon Progo, kemudian mengusulkan sistem interoperabilitas antar aplikasi KIA khususnya di Kulon Progo (TemenKIA-Ku) yang diharapkan dapat memudahkan antar aplikasi KIA dapat bertukar data kesehatan sehingga petugas tidak perlu memasukkan data secara berulang yang berisiko terjadi dobel data.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Action Research (AR). Tahapan penelitian terbagi menjadi empat fase yakni (1) Diagnosing, (2) Action Planning, (3) Action Taking, dan (4) Evaluation. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Studi Dokumentasi dan FGD.Hasil: Tantangan yang dihadapi dalam implementasi interoperabilitas aplikasi pelayanan KIA di Kulon Progo antara lain terkait pemanfaatan standar internasional untuk pertukaran data seperti FHIR dan terminologi pertukaran data klinis (LOINC, SNOMED CT, dan lainnya), implementasikan kebijakan terkait integrasi dan interoperabilitas data serta diseminasi kepada pengembang, dan juga belum tersedianya sumber daya khusus yang akan menangani isu troubleshooting. Pada penelitian ini dilakukan interoperabilitas antar aplikasi pelayanan KIA yang tersedia di daerah/kabupaten dengan pusat/provinsi. Perancangan interoperabilitas TemenKIA-Ku menggunakan pendekatan standar pertukaran data HL7 FHIR. Tahapan interoperabilitas diawali analisis kebutuhan variable yang digunakan pada aplikasi TemenKIA-Ku, kemudian mapping elemen data ke dalam FHIR Resources, serta melakukan gap analysis, profiling, dan pengujian. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sebanyak 92 % elemen data pada aplikasi TemenKIA-Ku disediakan pada FHIR Resources, sehingga diperlukan penambahan extension elemen data baru sebanyak 8%.Kesimpulan: Melalui forum komunikasi dan workshop, masing-masing instansi dan pengembang yang terkait aplikasi pelayanan KIA melakukan komitmen dalam mengatasi tantangan pada interoperabilitas TemenKIA-Ku. Interoperabilitas TemenKIA-Ku menggunakan pendekatan standar pertukaran HL7 FHIR, SNOMED CT, LOINC, dan ICD. Simulasi pengujian fungsi interoperabilitas pelayanan KIA telah berhasil diterapkan, selanjutnya dapat dilakukan pengembangan implementasi interoperabilitas pada aplikasi pelayanan KIA di Kulon Progo
Integrasi Data Pada Dashboard Sistem Kesehatan (DaSK) untuk Mendukung Analisa & Visualisasi Sistem Rujukan
Latar belakang: sistem rujukan pasien dirasakan masih belum efektif dan efisien, masih banyak masyarakat belum dapat menjangkau pelayanan kesehatan akibatnya terjadi penumpukan pasien di beberapa rumah sakit besar. DaSK merupakan sebuah portal yang dapat dijadikan rujukan untuk data-data mengenai pemetaan SDM, fasilitas pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana, utilisasi, dan alur rujukanMetode: Jenis penelitian ini adalah action research dengan pendekatan kuantitatif. Dashboard Sistem Kesehatan (DaSK) sebagai portal rujukan data-data terkait sistem kesehatan dalam penguatan jejaring rujukan Rumah Sakit di Daerah dikembangkan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bekerjasama dengan Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI.Hasil: Fitur DaSK Sistem Rujukan terdiri dari Skema Perujukan, Sarana, Sumber Daya Manusia, Utilisasi, Perujukan, dan Analisis. Sumber data DaSK Sistem Rujukan diperolah dari database aplikasi RS Online, ASPAK dan SI-SDMK milik Kementerian Kesehatan RI yang diintegrasikan ke database DaSK Sistem Rujukan melalui Application Programming Interface (API). Beberapa fitur seperti Sarana, Utilisasi, Perujukan dan Analisis yang dalam proses integrasi data, sehingga untuk fitur-fitur tersebut belum dapat ditampilkan hasil visualisasi dan analisisnya.Kesimpulan: DaSK Sistem Rujukan dapat menjadi referensi untuk pemerataan layanan kesehatan di Indonesia dan meningkatkan aksesibilitas informasi layanan rujukan bagi masyarakat luas
Analisis Privasi Data Aplikasi dan Website untuk Penanganan COVID-19 menggunakan Framework Socio-Technical For Digital Contact Tracing di Daerah Istimewa Yogyakarta
Latar Belakang : Munculnya banyak aplikasi contact tracing yang dikembangkan dengan cepat dan mengambil sumber data publik, banyak pengembang yang tidak memperhatikan aspek sosial dan ekonomi yang berdampak pada hak fundamental, privasi, keadilan. Oleh karena itu penting untuk dilakukan analisis terkait dengan kegunaan, kebutuhan, dan efektivitas dari aplikasi yang memiliki fitur contact tracing, serta dampak pada sistem sosial ekonomi, mengingat aplikasi yang memiliki fitur contact tracing dapat dijadikan contuh untuk penggunaan teknologi invasif serupa di masa mendatang, bahkan setelah pandemic COVID-19. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan Analisis berdasarkan Framework Socio-Technical for Digital Contact Tracing dari Aplikasi dan Website untuk Penanganan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.Tujuan: Mengetahui potensi keberlangsungan inovasi digital COVID-19 dari aplikasi contact tracing terhadap penanganan kasus COVID-19 dan Menghasilkan tingkat kesesuaian aplikasi Jogja Pass dengan kriteria Framework Socio-Technical for Digital Contact Tracing.Metode : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan deskreview dan wawancara. Anlaisis data dilakukan secara kualitatif untuk melihat pengembangan inovasi digital COVID-19.Hasil : Penyebaran COVID-19 Semakin Masif Melatarbelakangi Beberapa Sektor untuk Memberikan Inovasi Digital terkait Aplikasi Contact Tracing Perbandingan Aplikasi Contact Tracing COVID-19 yang Digunakan oleh Publik didapati bahwa aplikasi PeduliLindungi memiliki jumlah pengguna terbanyak jika dibandingkan oleh aplikasi Jogja Pass, Cared+, dan Bersatu Lawan COVID-19. Sehingga dapat diketahui bahwa aplikasi PeduliLindungi merupakan aplikasi yang penggunaannya paling tinggi di masyarakat. Banyaknya pengembang aplikasi contact tracing yang tersedia terdapat tumpang tindih aplikasi contact tracing Milik Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat didapati tujuan yang menyerupai antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya. Dalam hal ini aplikasi yang dimiliki oleh pemerintah pusat yaitu aplikasi PeduliLindungi lebih diutamakan penggunaannya dilihat dari cakupan pengguna dan dari kekuatan kebijakan yang mengatur aplikasi tersebut.Kesimpulan: Penggunaan aplikasi Jogja Pass menjadi salah satu cara yang dipilih Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menekan angka penularan COVID – 19 di DIY namun aplikasi Jogja Pass perlu dipertimbangkan untuk digunakan di masyarakat karena secara implikasi baik dari segi fitur, fungsi dan keamanan yang didapatkan masih tergolong sedikit bagi masyarakat dibandingkan dengan aplikasi milik pemerintah pusat yaitu aplikasi PeduliLindungi kemudian Peran dari sektor kesehatan belum banyak terlibat dalam pengembangan aplikasi Jogja Pass sehingga tidak adanya integrasi data yang baik dari Kominfo dengan Dinas Kesehatan maupun sebaliknya dan Penggunaan Framework Socio-Technical for Digital Contact Tracing dapat mengevaluasi penggunaan aplikasi untuk contact tracing. Kata Kunci: Privasi data, Contact tracing, Socio-Technical for Digital Contact Tracin
Perancangan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Klinik (Smartclinic) di Nima Medical and Rehabilitation Center Yogyakarta
Latar belakang: Perkembangan teknologi yang pesat saat ini telah meliputi hampir seluruh bidang kehidupan manusia, tidak terkecuali di bidang kesehatan. S/eiring dengan perkembangan teknologi, fasilitas kesehatan termasuk didalamnya yaitu Klinik mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan rekam medis dan melaksanakan sistem rujukan dengan tepat. Sistem pelayanan di klinik Nima Medical and Rehabilitation Center masih belum belum menggunakan sistem informasi sehingga belum efektif dan efisien.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian UCD (User Centered Design). UCD (User Centered Design) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk pengembangan sistem yang berfokus pada tampilan pengguna.Hasil: Perancangan desain yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada di Klinik. Beberapa yang di update dari sistem sebelumnya antara lain memasukkan profil klinik yang sesuai, menambah user pengguna Smartclinic, membuat desain tampilan dashboard klinik yang relevan sesuai dengan kebutuhan, menambah modul poli anak, poli kulit kelamin, fisioterapi, okupasi terapi dan terapi wicara, Melakukan customisasi master data. menambah master data disabilitas pada modul objektif, menambah diagnosis ICPC dan diagnosis naratif pada modul Asessment, menambah master data obat, vaksin dan tindakan, membuat desain tampilan dashboard tumbuh kembang anak yang diproyeksikan pada grafik Z-Score, menambahkan daftar gambar bagian tubuh manusia untuk dokumentasi klinik dengan gambar, menambahkan fitur pedigree (silsilah keluarga) dalam dokumentasi klinik. Kelebihan yang dimiliki Smartclinic antara lain sistem ini merupakan sistem cloud berbasis SAAS (software as a service) sehingga dapat dengan mudah menyesuaikan kebutuhan dari pengguna. Sistem ini memiliki sistem back end yaitu proses yang terjadi di belakang layar dan front end yaitu menggunakan pendekatan visual untuk merancang user interface dalam bentuk form.Kesimpulan: Dalam sistem informasi manajemen klinik ini dapat mempermudah dalam penulisan, penambahan, pengubahan dan pembuatan laporan klinik. Sehingga dengan kemudahan tersebut akan mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang diakibatkan tidak atau kurang jelasnya informasi yang didapat agar pekerjaan lebih efektif dan efisiensi
Analisis Tingkat Kesiapan implmentasi Tanda Tangan Digital Untuk Autentikasi Dokumen Rekam Medis ELektronik di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Yogyakarta
Latar Belakang: Dalam transaksi rekam medis elektronik, penggunaan tanda tangan digital berfungsi sebagai alat untuk autentikasi dan verifikasi atas identitas penandatanganan serta keutuhan dan keautentikan informasi elektronik. Setiap penyelenggara sistem elektronik harus menyelenggarakan sistem elektronik secara andal dan aman serta bertanggungjawab terhadap beroperasinya sistem elektronik sebagaimana mestinya jaminan keamanan dan kehandalan sistem elektronik dalam praktek pelayanan kesehatan. RSUD Kota yogyakarta telah mengimplementasikan electronic medical record untuk mendukung paperless pelayanan kesehatan di instalasi rawat jalan. Dalam rangka mendukung rencana penerapan tanda tangan digital diperlukan analisis kesiapan baik dari aspek organisasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur rumah sakit.Tujuan: Melakukan analisis kesiapan implementasi tanda tangan digital dan membuat rekomendasi langkah-langkah rencana implementasi tanda tangan digital untuk autentikasi dokumen rekam medis elektronik di instalasi rawat jalan RSUD Kota Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan desain sekuensial eksploratori. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara mendalam kepada responden dan mengukur tingkat kesiapan penerapan tanda tangan digital menggunakan the EHR Assessment and readiness starter assessment instrument by DOQ-IT.Hasil: RSUD Kota Yogyakarta telah mengimplementasikan tanda tangan elektronik (scan) pada rekam medis elektronik. Dalam pelaksanaannya, terdapat kendala seperti tanda tangan tertukar dan tidak muncul pada saat dibutuhkan. Hasil analisis kesiapan pada sumber daya manusia dinilai cukup siap, namun sosialisasi dan literasi mengenai mekanisme tanda tangan digital harus ditingkatkan. Skor kesiapan pada komponen budaya kerja organisasi dinilai cukup siap, namun terdapat kekhawatiran terkait aspek keamanan data. Pada komponen tata kelola dan kepemimpinan memiliki skor tertinggi dalam kesiapan penerapan tanda tangan digital. Namun, belum adanya roadmap khusus perencanaan tanda tangan digital menjadi fokus utama yang harus dilakukan untuk memudahkan proses keberlanjutan pengurusan penerapan tanda tangan digital. Skor pada komponen infrastruktur dinilai cukup siap dalam mengimplementasikan tanda tangan digital, namun perlu dilakukan uji keamanan sistem untuk mendukung keandalan sistem informasi elektronik.Kesimpulan: Tingkat kesiapan RSUD Kota Yogyakarta adalah 81.83 dan berada pada range II, yaitu cukup siap untuk menerapkan tanda tangan digital pada dokumen rekam medis elektronik. Namun terdapat beberapa rekomendasi yang harus dilakukan untuk menjawab tantangan sistem keamanan dan keberlanjutan implementasi tanda tangan digital pada dokumen rekam medis. Rekomendasi tersebut adalah kesiapan aspek aplikasi, kesiapan aspek pengguna dan kesiapan aspek regulasi.
Solusi Deteksi Dini Resiko COVID 19 menggunakan Smart Watch
Solusi Deteksi Dini Resiko COVID 19 menggunakan Telemedicine dan juga Telehealth dengan kombinasi keduanya dipadu dengan teknologi Mobile Apps dan Web Apps menjadi Sarana didalam mengatasi Solusi Deteksi Dini Resiko COVID 19
HIS Implementation in Small Hospital
Background: Budi Rahayu Hospital at Magelang City has implemented HIS in partnership with the SIMKES FKKMK laboratory of Gadjah Mada University since April 2021. During the initial four months of implementation, Budi Rahayu Hospital experienced various challenges. For understanding and overcome the challenges, it is necessary to construct a strategy of HIS implementation, and then offer a proper recommendation based on study.Methods: This study is a descriptive qualitative with action research design that describe four stages of action research i.e Diagnosing, Planning, Action, and Evaluation. On the Diagnosing stage, Author arrange an interview and discussion with Hospital Team. Next, Author plan a strategy to generate suitable recommendations for the successful implementation of HIS. In the Action stage, author conduct an implementation review and assistance. Author also manage an UAT as a evaluation stage distributed to respondents using a questionnaire. The study is performed by observing of HIS implementation from September – December 2021. The subject of this study is chosen purposively from departments involved, with total 20 end-users respondents on multiple service units to capture data in a real environtment when HIS is used for healthcare services to patients.Results: Strategic actions for smooth implementation is active involvements and collaboration from developer team and hospital team monitored by regional health services. the hospital team and developer team formed an online communication group as a place to discuss the problems encountered. There are monitoring activities that involved by regional health services, so the timeline that has been set runs according to the target and the hospital gets optimal benefits of HIS implementation. System acceptance is important for the further development of HIS. The score of HIS acceptance at Budi Rahayu Hospital is 70% based on 85% scenario that execute successfully. Based on system performance, continues maintenance and communication among implementation team, HIS can be accepted with condition of continuous improvement and adjustment.Conclusions: Active involvements and collaboration from developer team and hospital team, performance improvement and availability of the system is very crucial for user acceptance, satisfaction and overall success of HIS implementation. Keywords: HIS, Implementation, UA
Platform WEB Based District Health Information System Versi 2 (DHIS2) dalam Pembuatan Disease Registry
Background: The development of information systems in Indonesia is now increasingly sophisticated and fast. One of the health information systems used in Indonesia and used as a data warehouse is DHIS2 (District Health Information System Version 2). The purpose of the DHIS2 version was to utilize modern technology with an independent web-based platform and database that facilitates efficient and effective management of national data and as a DHIS2 data warehouse it can be used to create an online-based disease registry form. At the hospital Dr. Sardjito, the disease registry form has not used an electronic form. So this study aims to collaborate between the Dr. Sardjito central general hospital and FKKMK UGM to create a disease registry form, which consists of a COVID-19 form in children, epilepsy form and cancer form, web-based using DHIS2.Methods: This type of research is action research (AR). This research was conducted at Dr. Sardjito Hospital, Jalan. Health No. 1 Sekip Sinduadi, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region in 2021. This study uses secondary data obtained from Dr.Sardjito Hospital. Secondary data analysis is done by collecting data sources, creating files to import data into DHIS2 and creating visualizations and dashboards on DHIS2.Results: Compile data elements, option sets and indicators for the disease registry in the DHIS2 application. Create a registry form for cancer, COVID-19 in children and epilepsy in the DHIS2 application. Perform dual language metadata translation, namely English to Indonesian for the disease registry package. Display disease registry visualizations and dashboards and create disease registry packages to register epilepsy, covid-19 in children and cancer and the disease registry package has been published.Conclusions: Provide a form on DHIS2 for disease registration, provide a disease registration package in two languages, display visualizations and dashboards available on the DHIS2 applicatio