Journal of Information Systems for Public Health
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
Pengembangan prototipe rekam medis elektronik di klinik dokter keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada
Latar Belakang: Klinik Dokter Keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada masih menggunakan rekam medis berbasis kertas. Masalah yang sering terjadi pada dokumen rekam medis berbasis kertas adalah dokumen yang tidak dikelola dengan baik, rawan kerusakan, tidak lengkap dalam pencatatan, serta data yang redundan. Dibutuhkan prototipe rekam medis elektronik yang dapat diterapkan di Klinik Dokter Keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada.Tujuan: Mengembangkan prototipe rekam medis elektronik yang dapat diterapkan di Klinik Dokter Keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 2 orang dokter keluarga dan 1 orang petugas rekam medis serta studi dokumentasi rekam medis berbasis kertas yang terdapat di Klinik Dokter Keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada. Pada tahap ini juga dilakukan focus group discussion (FGD) yang melibatkan 9 orang mahasiswa S2 Kedokteran Keluarga Universitas Gadjah Mada. Hasil dari analisis kebutuhan selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam perancangan dan pembuatan prototipe.Hasil: Prototipe rekam medis elektronik Klinik Dokter Keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada dikembangkan sesuai dengan hasil analisis kebutuhan menggunakan teknologi berbasis web. 66,77% responden menyatakan puas dengan prototipe rekam medis elektronik yang telah dikembangkan.Kesimpulan: Kebutuhan data rekam medis elektronik Klinik Dokter Keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada meliputi identitas pasien, riwayat kunjungan, catatan alergi, gaya hidup, imunisasi, riwayat operasi, riwayat penyakit terdahulu, serta riwayat penyakit keluarga. Integrasi dengan basis data BPJS menjadi salah satu faktor yang membuat pengguna puas dengan prototipe rekam medis elektronik yang telah dikembangkan
Desain basis data relasional dinas kesehatan kota sabang
Latar Belakang: Salah satu komponen sistem informasi yang merupakan hasil perkembangan teknologi informasi yaitu basis data. Upaya penggunaan basis data bisa memberikan kontribusi secara maksimal dalam pengolahan data menjadi informasi. Model basis data relasional banyak digunakan pada proses perancangan basis data, dikarenakan mudah dipahami. Penelitian Perancangan Basis Data Relasional Dinas Kesehatan Kota Sabang dilakukan untuk meneliti proses perancangan suatu basis data sebagai komponen sistem informasi berdasarkan laporan-laporan dengan menggunakan Model Basis Data Relasional.Tujuan : Membuat Rancangan Basis Data Relasional Dinas Kesehatan Kota Sabang yang diharapkan dapat menjadi acuan model basis data kesehatan di kabupaten/kota.Metode : Penelitian dilakukan dengan Pendekatan Model Basis Data Relasional dengan berupa kumpulan konseptual untuk deskripsikan data, relasi dan batasan konsistensi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi laporan (reporting) dan instrumen pendukung analisa atas-bawah (Top-Down).Hasil: Rancangan Basis Data Relasional Dinas Kesehatan Kota Sabang berfokus pada dua jenis laporan, yaitu; Laporan Kesling Form PL 1, PL 2, dan Laporan KIA Form 1 (ANC), Form 2 (persalinan) dan Form 4 (Kematian). Penetapan entitas berdasarkan dari spesifikasi dan kemampuan sistem yang direncanakan. Penentuan atribut merupakan hasil dari analisa terhadap permintaan data pada form-form laporan. Entitas berserta atribut digambarkan dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD), sehingga terbentuk sebagai Komponen Basis Data yang merupakan tahap awal dalam pengembangan sistem berdasarkan Siklus Hidup Pengembangan Sistem.Kesimpulan: Rancangan Basis Data Relasional Dinas Kesehatan Kota Sabang menghasilkan 9 tabel entitas, yaitu; entitas pengguna, entitas jabatan, entitas akun, entitas propinsi, entitas kab/kota, entitas puskesmas, entitas datadasar, entitas kesling dan entitas kia. Serta terdapat 3 file master dan 6 file transaksi.Kata Kunci: Basis data kesehatan, basis data relasional, rancangan basis data.
Evaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit dengan metode hot fit di rumah sakit umum daerah raden mattaher jambi
Latar belakang : Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1171/MENKES/PER/VI/2011 disebutkan bahwa “setiap rumah sakit wajib melaksanakan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS)”. Evaluasi terhadap penerapan SIMRS bertujuan untuk menilai manfaat yang didapatkan dari penerapan SIMRS dan menemukan masalah-masalah potensial yang sedang dihadapi oleh pengguna dan organisasi, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk memperbaiki SIMRS menjadi lebih baik, serta dapat mendukung tujuan, visi dan misi organisasi.Tujuan : Mengevaluasi sistem informasi manajemen Rumah Sakit menggunakan metode HOT Fit.Metode : Penelitian kuantitatif desain cross sectional untuk mengukur variabel penelitian model HOT Fit yaitu : Human (System use, user satisfaction), Organization (Structure, environment), Technology (system quality, information quality, service quality), Leadership, Regulasi terhadap Net benefit. Populasi adalah struktural dan staf dengan jumlah sampel sebanyak 47 sampel yang diambil secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara regresi. Hasil : Semua variabel independen secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan pada variabel dependen yaitu faktor human, organization, technology, leadership dan regulasi berpengaruh pada net benefit. Nilai R-squared 0,9582 yang berarti semua variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 95,82%.Kesimpulan : Pengembangan SIMRS diperlukan untuk mencapai layanan bermutu dan peningkatan kinerja Rumah Sakit dengan memperhatikan kepuasan pengguna (human) dan dukungan teknologi yang memadai. Kata kunci: Sistem Informasi Rumah Sakit, HOT Fi
Penilaian manfaat sistem informasi manajemen rumah sakit (simrs) terhadap individu dan organisasi dengan model delone & mclean pada rsud dr.hardjono kab. Ponorogo
Latar belakang: RSUD dr. Hardjono Kab. Ponorogo telah mengimplementasikan SIMRS untuk meningkatkan kinerja rumah sakit khususnya di dalam penyediaan dan pengelolaan data sejak tahun 2011. Pembangunan sistem informasi di rumah sakit bekerjasama dengan pihak ketiga, kontrak kerjasama tersebut berakhir pada akhir tahun 2016. Kerjasama meliputi pemeliharaan sistem setiap bulan. Kendala yang dihadapi selama proses implementasi adalah pengguna sering mengeluhkan data output sistem informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat SIMRS di RSUD dr. Hardjono Kab. Ponorogo terhadap individu serta organisasi dengan mengukur pengaruh 4 variabel yaitu kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas layanan dan kepuasan pengguna.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey dan bersifat cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 89 buah, kuisioner yang layak diolah adalah 67 kuisioner sisanya 22 tidak memenuhi persyaratan untuk diolah. Analisa data dilakukan menggunakan metode structure equation model (SEM) dengan aplikasi. WarpPLS. Analisa dilakukan dengan 3 tahapan yaitu pengujian outer model, pengujian inner model dan pengujian hipotesis.Hasil: Hasil pengujian outer model didapatkan bahwa indikator pembentuk konstruk telah memenuhi validitas dan reliabilitas data, sedangkan dari pengujian inner model didapatkan model pengujian memenuhi syarat model fit. Dari hasil pengujian hipotesis didapatkan nilai path koeffisien dan p-value sebagai dasar pengambilan kesimpulan. Hasil analisa didapatkan hipotesis yang tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna yaitu variabel kualitas informasi. Sedangkan untuk variabel kualitas informasi dan kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. Variabel kepuasan pengguna berpengaruh terhadap net benefit berupa dampak organisasi dan dampak individu.Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa tidak semua hipotesis yang diajukan terbukti secara empiris. Sistem informasi terbukti bermanfaat bagi individu maupun organisasi namun demikian kualitas informasi yang dihasilkan masih dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan dan kurang meyakinkan bagi pengguna sistem dan tidak berpengaruh bagi kepuasan pengguna
Penyusunan rencana strategis sistem informasi dan teknologi informasi (renstra si/ti) di rsud dr. Rubini mempawah
Latar belakang: Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dapat mempengaruhi penurunan kesalahan medis, meningkatkan efisiensi, efektivitas biaya, pengambilan keputusan yang tepat waktu dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. RSUD dr. Rubini Mempawah pernah menerapkan SIMRS, namun dalam implementasinya mengalami kegagalan. Hal tersebut juga dialami oleh RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Salah satu faktor penyebab kegagalan pada kedua rumah sakit tersebut adalah karena pada saat pengembangan dan penerapan sistem informasi dan teknologi informasi (SI/TI) keduanya belum memiliki rencana strategis. Kesuksesan dan kegagalan rencana strategis dengan SI memiliki hubungan yang kuat, dan dalam mengadopsi TI, rencana strategis TI merupakan faktor penentu keberhasilan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana strategis SI/TI yang akan digunakan sebagai acuan pengembangan SI/TI di RSUD dr. Rubini Mempawah, dengan menggunakan kerangka kerja Zachman.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan action research. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) kepada pihak manajemen dan pengguna SI/TI, observasi dan telaah dokumen.Hasil: RSUD dr. Rubini Mempawah telah menerapkan SI/TI namun dengan cakupan dan manfaat yang masih sangat terbatas, selain itu keberadaan SDM TI masih sangat kurang, belum memiliki unit TI, infrastruktur SI/TI masih minim, output yang dihasilkan oleh SI yang ada belum sesuai kebutuhan dan belum dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Secara eksternal, terdapat dorongan bagi RSUD dr. Rubini Mempawah untuk segera mengembangkan dan menerapkan SI/TI.Kesimpulan: Untuk mewujudkan dan mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, pengembangan SI/TI telah menjadi prioritas RSUD dr. Rubini Mempawah. Renstra SI/TI sebagai pedoman pengembangan SI/TI terdiri dari rencana SI, rencana TI, kebutuhan SDM TI dan strategi manajemen SI/TI. Penerapan rencana strategis SI/TI yang disusun dalam bentuk roadmap dibagi dalam 3 tahap dengan jangka waktu 2018-2021. Kata kunci: sistem informasi manajemen rumah sakit, rencana strategis SI/TI, Zachman Framework
Desain sistem informasi untuk mendukung pelayanan rekam medis unit rawat jalan di rumah sakit jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
Latar belakang: Pada tahun 2009 sebagai respon atas kebutuhan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang membuka pelayanan kesehatan umum atau non jiwa, yang otomatis meningkatkan jumlah kunjungan pasien pada unit rawat jalan. Hal ini menyebabkan dokumen rekam medis yang harus disimpan semakin hari semakin banyak, menyebabkan terganggunya proses pengambilan kembali dokumen rekam medis sehingga mengurangi mutu dan kualitas pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun desain model pengembangan sistem informasi untuk mendukung pelayanan rekam medis unit rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang.Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus deskriptif. Subyek penelitian terdiri dari 14 orang, pengguna langsung maupun tidak langsung dari sistem. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi menggunakan alat bantu kamera dan perekam.Hasil: Pengelolaan data rekam medis pada unit rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang mulai dari input data, proses, sampai menghasilkan laporan belum optimal sehingga mengakibatkan data dan informasi yang tersedia kurang akurat dan kurang tepat waktu. Selanjutnya disusun desain model pengembangan sistem informasi untuk mendukung pelayanan rekam medis unit rawat jalan, yaitu desain input, desain output, desain proses, desain data base dan desain user interface.Kesimpulan: Desain sistem disusun berdasarkan kebutuhan data dan informasi oleh pihak internal maupun pihak eksternal rumah sakit. Desain sistem yang disusun akan menghasilkan laporan-laporan yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan di rumah sakit.
Pengembangan rencana strategis sistem informasi dan teknologi informasi (renstra si/ti) pada dinas kesehatan kabupaten bima menggunakan model zachman framework
Latar Belakang : Perencanaan Strategis Sistem Informasi bertujuan untuk keselarasan antara rencana kegiatan sistem informasi dengan rencana strategi organisasi. Untuk mengatasi resiko yang timbul terkait perubahan organisasi, perubahan kebijakan, perubahan posisi, diperlukan alat kontrol yang efektif dalam mengontrol performa dan keberhasilan implementasi SI/TI. Tujuan penerapan Renstra SI/TI di Dinas Kesehatan adalah agar tercapai eHealth yang terintegrasi dan interoperabilitas system bisa berjalan dengan baik. SI/TI di bidang kesehatan meliputi pelayanan kesehatan perorangan, pelayanan kesehatan masyarakat, dan administrasi kesehatan. Perencanaan strategis SI dibutuhkan dengan harapan permasalahan di Dinas Kesehatan dapat teratasi sehingga penerapan SI/TI menjadi efektif dan pelayanan kesehatan bisa lebih produktif. Pengembangan Rencana Strategis SI/TI Dinas Kesehatan memerlukan dukungan, keterlibatan dan komitmen Stakeholder agar tercapai tujuan dan sasaran sesuai visi dan misi organisasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Rencana Strategis SI/TI menggunakan model Zachman Framework yang digunakan sebagai acuan pengembangan Rencana Strategis Sistem Informasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dengan berpedoman pada pencapaian Visi dan Misi Organisasi.Metode: Jenis penelitian bersifat Kualitatif dan desain penelitian menggunakan Action Research. Identifikasi permasalahan dan analisis kebutuhan menggunakan analisis SWOT, Value Chain, dan Mc.Farlan GirdHasil: Sistem Informasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima cukup memadai, tetapi belum terintegrasi sehingga butuh pengembangan dengan peningkatan sumber daya manusia TI, infrastruktur, jaringan, tatakelola SI, Standar Operational Procedure (SOP) SI/TI sebagai protap, komitmen stakeholder, dukungan dana, regulasi/kebijakan yang tepat melaui penyusunan portofolio perencanaan, kebijakan, infrastruktur, dan aplikasi sesuai kebutuhan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bima masih dibutuhkan pengembangan SI baru atau pengembangan SI yang sudah ada untuk menunjang kegiatan pelayanan organisasi. Oleh karena itu Rencana Strategis SI/TI pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bima disusun dalam 3 tahapan dengan jangka waktu 5 tahun (20162020) yang meliputi pengembangan data center, sistem informasi, infrastruktur, kemananan jaringan, SDM, organisasi, manajemen dan proses kerja. Tujuannya agar selaras dengan visi dan misi SI/TI yang telah dirumuskan.
Kepuasan pengguna website dinas kesehatan daerah istimewa yogyakarta
Latar Belakang: Pada era globalisasi saat ini, kontribusi teknologi informasi dan komunikasi mempunyai peranan yang sangat strategis pada semua sektor. Perkembangan teknologi komunikasi yang terus disempurnakan membuat para penggunanya merasa menjadi suatu kebutuhan yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi yang merambah di segala aspek kehidupan, maka mau tidak mau secara perlahan-lahan kita dihadapkan dengan era teknologi informasi yang sudah sangat maju. Kegunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu mutlak dibutuhkan dalam berbagai program pada umumnya begitu juga pada program sistem informasi manajemen kesehatan di dinas kesehatan pada khususnya.Tujuan: Menganalisis tingkat kepuasan pengguna website Dinas Kesehatan Yogyakarta (www.dinkes.jogjaprov.go.id).Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan Metode Webqual 4.0 untuk mengukur kualitas sebuah website berdasarkan persepsi dari pengguna website Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Responden penelitian berjumlah 100 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Uji hipotesis menggunakan metode regresi dengan memanfaatkan software SmartPLS.Hasil: Model pengukuran memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Salah satu dimensi Webqual 4.0, yaitu kualitas informasi, tidak mempengaruhi kepuasan pengguna website secara signifikan. Sehingga diharapkan kepada pengelola website agar lebih memperhatikan lagi konten yang berkualitas dan informasi yang up to date
Pengembangan Prototype Sistem Informasi Customer Relationship Management di STIKES Husada Borneo Banjarbaru
Latar belakang: Stikes Husada Borneo (SHB) merupakan salah satu institusi pendidikan yang memberikan pelayanan kepada publik, untuk itu SHB dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik dan harus selalu menjaga kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan yang baik haruslah dikelola secara professional, terutama dalam pengelolaan informasi yang terkait dengan customer. Salah satu sarana untuk mengakomodasi pengelolaan data customer adalah dengan menggunakan sistem informasi Customer Relationship Management (CRM). Dengan adanya sistem informasi CRM ini diharapakan dapat membantu perolehan informasi yang diperlukan para customer SHB menjadi mudah dan cepat sesuai dengan harapan dan kebutuhan para customer serta menjembatani komunikasi antara SHB dan customer. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengembangkan prototype sistem informasi CRM, melakukan uji coba dan evaluasi sistem informasi CRM yang telah dirancang.Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian penelitian kualitatif dengan rancangan action research, menggunakan pendekatan prototyping untuk pengembangan sistem.Hasil Penelitian: Prototype sistem informasi CRM ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pengguna. Sistem informasi CRM ini memungkinkan customer bisa memperoleh informasi dengan mudah dan sesuai dengan dan kebutuhan para customer. Selain itu sistem juga memberikan fasilitas komunikasi antara pihak SHB dengan customer.Kesimpulan: Sistem informasi CRM ini dapat menjembati komunikasi antara customer dan SHB melalui forum dan chatting, serta sistem dapat menampilkan data mahasiswa berdasarkan sekolah asal mahasiswa ataupun sesuai kebutuhan dengan memanfaatkan fasilitas searching
Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik Menggunakan DOQ-IT di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung
Latar Belakang: Penilaian kesiapan sebelum penerapan rekam medis elektronik (RME) penting dilakukan, untuk optimalisasi penerapan RME. RSUD Dr.H. Abdul Moeloek sudah menerapkan SIMRS. Hal ini membuka kesempatan untuk pengembangan sistem informasinya dengan implementasi RME. Untuk itu diperlukan analisa kesiapan penerapan RME secara menyeluruh.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam kepada pengambil keputusan dan pengguna RME di instalasi rawat jalan, observasi, dan telaah dokumen. Analisa kesiapan menggunakan EHR Readiness Starter Assessment dari DOQ-IT.Hasil: Kesiapan sumber daya manusia untuk penerapan RME di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek berada pada range I, mengindikasikan belum ada pemahaman yang kuat tentang RME dan manfaatnya. Sumber daya manusia dibidang teknologi informasi masih sangat kurang, dan sebagian besar petugas belum memiliki pengetahuan mengenai RME. Budaya kerja organisasi berada pada range II, mengindikasikan bahwa telah ada pemahaman akan adanya perubahan budaya kerja organisasi bila RME diterapkan. Ada kecenderungan untuk menerima dan mendukung apabila RME di aplikasikan. Tata kelola dan kepemimpinan berada pada range II, mengindikasikan bahwa telah ada pemahaman tentang nilai RME terkait strategi dan dukungan manajemen TI. Pengambil keputusan berkomitmen terhadap penerapan RME. Infrastruktur berada pada range III, mengindikasikan bahwa kapasitas teknologi informasi cukup kuat dan kemungkinan untuk berhasil dalam adopsi RME cukup tinggi. Kesimpulan: Secara keseluruhan, kesiapan untuk penerapan RME berada pada range II. Ini menunjukkan bahwa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Cukup Siap untuk Penerapan Rekam Medis Elektronik