Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Not a member yet
    279 research outputs found

    PENGARUH DAN KONTRIBUSI PUPUK KANDANG TERHADAP N TOTAL, SERAPAN N (15N), DAN HASIL PADI SAWAH (ORYAZAE SATIVA L.) VARIETAS MIRA-1

    Full text link
    Pupuk organik penting untuk memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari peran pupuk kandang sapi dalam menyumbangkan nitrogen (N) pada tanaman padi sawah dengan teknik isotop 15N. Penelitian dilakukan di tanah sawah Jayamukti, Karawang Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pupuk kandang dengan dosis 0 t ha-1, 0 t ha-1 + 300 kg N ha-1, 5 t ha-1 + 300 kg N ha-1, 10 t ha-1 + 300 kg N ha-1, 15 t ha-1 + 300 kg N ha-1, 20 t ha-1 + 300 kg N ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik dengan dosis 20 t/ha disertai dengan urea 300 kg N ha-1 dapat meningkatkan hasil berat kering gabah secara nyata sebanyak 64,75% dari perlakuan kontrol tanpa pupuk kandang dan tanpa N. Aplikasi pupuk kandang sebesar 15 t ha-1 ditambah N rekomendasi berpengaruh nyata dalam meningkatkan sumbangan N berasal dari tanah pada jerami sebesar 19,98% dari perlakuan tanpa pupuk kandang + N. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang mampu meningkatkan sumbangan atau kontribusi hara terutama N yang berasal dari tanah pada tanaman padi sawah

    IN VIVO BIODISTRIBUTION OF 99mTc-MDP FOR EARLY OSTEOPOROSIS MONITORING IN OVARIECTOMIZED BALB/C MICE

    Full text link
    Technetium-99m Methylene Diphosphonate (99mTc-MDP) has been utilized in a variety of clinical situations to identify bone areas due to the strong affinity of hydroxyapatite crystals in the mineral phase of the bone with the diphosphonate compounds. Osteoporosis is a disease characterized by decreased bone mass and increased fracture risk and represents a significant population health issue. It has been observed that 99mTc-MDP can be used for bone scintigraphy especially in case of bone cancer, but biodistribution study of 99mTc-MDP on ovariectomized mice for early monitoring of osteoporosis model remains unclear. Therefore, we aimed to investigate the biodistribution of 99mTc-MDP both in normal and ovariectomized mice. The experiment was performed on BALB/c mice weighing approximately 30 g. Mice were divided into a normal and ovariectomized group. After the first, second and third hours, mice were euthanized using the accepted protocol and the tissue of interest was collected. All tissue and blood were weighed using an analytical scale and counted for radioactivity using Automatic Gamma Counter with NaI(Tl) detector. Administration of 99mTc-MDP showed in normal mice compared with an animal model of osteoporosis, there are significant differences at 1 hour post-injection from (20.32±1.38) %ID/g decreased to (7.42±2.61) %ID/g, 2 hours from (13.75±0.01) %ID/g to (5.25±0.25) %ID/g and 3 hours from (12.18±1.44)%ID/g to (4.86±1.34) %ID/g uptake in the bones with (p<0.05). This study can be a consideration for the clinical application of 99mTc-MDP for early detection of osteoporosis conditions by looking at bone uptake and become a concern in the application for bone scintigraphy if the patient is indicated osteoporosis because it will affect visualization of the organ

    BIODISTRIBUSI 177LUTETIUM-(R)-NODAGA-PSMA PADA GINJAL DAN KANDUNG KEMIH TIKUS GALUR WISTAR JANTAN

    Full text link
     177Lutetium (Lu) –(R)-NODAGA-PSMA merupakan perkembangan terapi radionuklida yang dapat digunakan untuk terapi metastasized castration-resistant prostate cancer (mCRPC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui biodistribusi 177Lu–(R)-NODAGA-PSMA pada ginjal dan kandung kemih hewan coba berupa tikus galur wistar jantan. Penelitian eksperimental laboratorik ini dilakukan di laboratorium Departemen Ilmu Kedokeran Nuklir dan Pencitraan Molekuler RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Subjek penelitian adalah 10 tikus galur wistar jantan dengan usia 8-12 minggu; berat 200-250 gram; dalam keadaan sehat. Tikus akan ditidurkan dengan agen anestesi ketamin, lalu dilakukan injeksi 1,3-1,7 mCi radiofarmaka 177Lu–(R)-NODAGA-PSMA pada vena bagian ekor. Perhitungan cacahan organ total dilakukan pada menit ke 60,90, dan 120, pasca injeksi radiofarmaka  177Lu–(R)-NODAGA-PSMA sebesar 1.300-1.700 mCi pada vena bagian ekor. Hasil yang diperoleh dari uji adalah tangkapan ginjal dan kandung kemih.Rata-rata persentase tangkapan radiofarmaka pada menit ke-60 adalah ginjal kanan sebesar 4,35%, ginjal kiri 5,91%, kandung kemih 6,54%; pada menit ke-90 adalah ginjal kanan sebesar 6,31%, ginjal kiri 7,6%, kandung kemih 7,95%; serta pada menit ke-120 adalah ginjal kanan sebesar 6,89%, ginjal kiri 8,48%, kandung kemih 9,60%. Hasil persentase tangkapan organ target akan disajikan dalam tabel dan grafik.Biodistribusi radiofarmaka 177Lu–(R)-NODAGA-PSMA pada tikus galur wistar jantan ditangkap oleh ginjal kanan dan kiri serta kandung kemih. Peningkatan radioaktivitas tangkapan organ target tercatat seiring dengan berjalannya waktu penelitian. Hal ini disebabkan karena ginjal berperan sebagai organ ekskresi dari radiofarmaka

    ANALISIS PENENTUAN PDD BERKAS FOTON 6 DAN 10 MV FREE FLATTENING FILTER (FFF) PADA LAPANGAN KECIL MENGGUNAKAN TIGA DETEKTOR YANG BERBEDA

    Full text link
    ANALISIS PENENTUAN PDD BERKAS FOTON 6 DAN 10 MV FREE FLATTENING FILTER (FFF) PADA LAPANGAN KECIL MENGGUNAKAN TIGA DETEKTOR YANG BERBEDA. Analisis penentuan persentase dosis kedalaman untuk berkas foton 6 dan 10 MV flattening filter free (FFF) pada lapangan kecil menggunakan variasi detektor. Makalah ini menguraikan penentuan persentase dosis kedalaman dari berkas foton 6 dan 10 MV FFF yang dipancarkan pesawat pemercepat linier medik Versa HD. Pengukuran dilakukan menggunakan 3 jenis detektor yaitu IBA Razor dioda, PTW PinPoint 3D dan IBA CC13 yang dihubungkan dengan elektrometer IBA Dose 1.  Pengukuran  dilakukan di dalam fantom air Blue Fantom IBA yang dilengkapi dengan perangkat lunak MyQA Accept pada jarak sumber radiasi ke permukaan 100 cm dengan variasi lapangan radiasi 1 x 1 cm2, 2 x 2 cm2, 3 x 3 cm2 dan 4 x 4 cm2. Berdasarkan data yang didapatkan deviasi pengukuran antara detektor IBA Razor terhadap detektor PinPoint 3D didapatkan rentang deviasi 1.8% - 2.1%. Berbeda dengan deviasi pengukuran antara detektor IBA CC13 terhadap dektektor PinPoint 3D yang mendapatkan rentang deviasi 0,15% - 0,21%. Maka dapat disimpulkan bahwa pengukuran menggunakan tiga tipe detektor ini menunjukkan adanya kesesuaian dengan deviasi terbesar lebih kecil dari 3,5%. Detektor PinPoint 3D, Detektor IBA Razor, dan IBA CC13 dapat digunakan untuk melakukan pengukuran relatif pada lapangan kecil hingga 1 x 1 cm2 pesawat pemercepat linier medik

    ESTIMASI DOSIS Tc-99m GLUTATION UNTUK DIAGNOSA KANKER KEPALA DAN LEHER BERDASARKAN UJI BIODISTRIBUSI HEWAN MODEL MENCIT

    Full text link
    99mTc-GSH merupakan radiofarmaka untuk mendeteksi kanker leher dan kepala. Kanker kepala dan leher terbentuk pada jaringan atau organ yang terdapat di area kepala dan leher seperti kanker hipofaring, kanker telinga, kanker kelenjar saliva, kanker mata, kanker laring, dan kanker kelenjar tiroid. Glutataion(GSH) memiliki molekul yang kecil sehingga dapat berpenetrasi dengan baik didalam saluran kapiler yang mengalami inflamasi, kanker payudara serta kanker kepala dan tumor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui estimasi dosis organ radiofarmaka 99mTc-GSH pada manusia berbasis uji biodistribusi hewan model mencit. Uji kemurnian 99mTc-GSH dilakukan dengan menggunakan kertas kromatografi lapis tipis TLC-SG dengan fase gerak aseton kering dan larutan NaCl 0.9%. Dari hasil uji didapatkan kemurnian radiokimia sebesar 99.60 ± 0.07 %. Penelitian dilakukan pada 4 kelompok mencit dengan tiap kelompok sebanyak 3 ekor mencit. Setelah dilakukan injeksi secara intravena sebanyak 3 μCi/mL dilakukan uji biodistribusi dengan 2, 4, 6 dan 24 jam pasca injeksi dengan organ yang diteliti adalah kulit, otot, tulang, darah, usus, hati, limpa, jantung, ginjal, lambung, paru-paru, kantung kemih, dan otak. Hasil uji bidodistribusi yang diperoleh berbentuk persentase dosis injeksi per gram organ hewan, kemudian dikonversi ke persentase dosis injeksi per gram organ manusia. Hasil konversi digunakan sebagai input pada software OLINDA/EXM, menghasilkan residence time  yang dapat digunakan sebagai basis perhitungan estimasi dosis 99mTc-GSH. Hasil estimasi dosis yang diperoleh adalah dosis efektif  total 1,14x10-3 mSv/MBq untuk pria dan 1.34 x10-3 mSv/MBq untuk wanita. Distribusi dosis organ pada manusia yang terbesar untuk pria adalah dan ginjal 3.05 x10-4  mSv/MBq sedangkan untuk wanita adalah ginjal 3.32 x10-4 mSv/MBq. Hasil estimasi dosis ini dapat digunakan sebagai panduan dosis injeksi, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar didapatkan estimasi dosis yang tepat

    KARAKTERISASI UNSUR PM 2,5 PADA PERIODE KEBAKARAN HUTAN DI PEKANBARU DENGAN TEKNIK ANALISIS AKTIVASI NEUTRON

    Full text link
    Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Untuk mengetahui dampak kualitas udara akibat kebakaran hutan, telah dilakukan karakterisasi dan evaluasi cuplikan partikulat udara yang dikumpulkan pada periode terjadinya kebakaran hutan di Pekanbaru. Karakterisasi cuplikan telah dilakukan dengan metode AAN yang memiliki beberapa kelebihan antara lain sensitivitas tinggi, multiunsur dan limit deteksi yang rendah. Validasi metode dilakukan pengujian terhadap cuplikan bahan acuan SRM NIST 1648a Urban Particulate Matter. Konsentrasi massa saat terjadi kebakaran hutan di Pekanbaru terdeteksi 5 hingga 7 kali lebih tinggi dari kondisi normal. Hasil karakterisasi cuplikan telah terkuantifikasi 15 unsur (Al, Ca, Ti, Cl, Mn, As, Br, Na, K, As, Fe, Zn, Cr, Co, Sb). Output dari kegiatan ini diharapkan dapat menggambarkan unsur utama yang menjadi indikator sumber pencemar yang selanjutnya dapat digunakan sebagai early warning dalam mengantisipasi bencana kebakaran hutan. Selain itu evaluasi unsur karsinogenik dan non-karsinogenik dapat menunjukkan resiko kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran hutan yang secara tidak langsung dapat terpapar oleh emisi sumber partikulat udara

    KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SENYAWA BERTANDA 99mTc-KUERSETIN

    Full text link
    Berkembangnya ilmu pengetahuan dan informasi di bidang kesehatan membuat masyarakat meyakini bahwa mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan penting untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker. Kuersetin merupakan senyawa flavonoid yang banyak ditemukan pada buah dan sayur yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Banyak penelitian yang telah membuktikan efektivitas kuersetin sebagai senyawa antikanker secara in-vitro, namun data pengujiannya secara in-vivo masih terbatas. 99mTc-kuersetin diharapkan dapat dijadikan radiotracer untuk mengetahui efektivitas senyawa kuersetin sebagai senyawa antikanker pada pengujian in-vivo menggunakan hewan percobaan. Namun sebelum dilakukan pengujian in-vivo untuk menjamin aplikasinya perlu dilakukan pengujian karakteristik fisiko-kimia sediaan 99mTc-kuersetin. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisiko-kimia dari senyawa 99mTc-kuersetin. Hasil penelitian karakteristik fisiko-kimia 99mTc-kuersetin menunjukkan bahwa kemurnian radiokimia sediaan 99mTc-kuersetin adalah 98,94 ± 0,30%. Sediaan 99mTc-Kuersetin ini bermuatan netral, memiliki nilai lipofilisitas dengan log (P) = 0,62 ± 0,05 dan dapat berikatan kuat dengan plasma darah dengan persentase sebesar 95,06 ± 1,34%. Berdasarkan nilai lipofilisitas sebesar 0,62 ± 0,05 diharapkan senyawa ini akan mudah terdistribusi kedalam jaringan organ sehingga diharapkan akan efektif sebagai senyawa bertanda penyidik kanker

    SYNTHESIS OF BUTHYL BROMIDE LABELED 82Br FOR LEAKAGE DETECTION APPLICATION IN INDUSTRIAL PIPELINE SYSTEM

    Full text link
    The detection of a leakage in an installation or pipeline in industrial complex is difficult to be done because related to security, safety, and operation condition. With expanded radioisotope application as a tracer in industry, hence a leakage in a pipe can be detected easily and qiuickly without needed excavation or stop the production process. The selection of radioisotope labeled compound as radiotracer should be examined carefully to determine the appropriate and well mixed radiotracer with the material passing through the pipeline system. Radioisotope labeled compound butyl bromide-82 (C4H982Br) as a radiotracer can be synthesized by reacting K82Br with 1-butanol and sulphuric acid (H2SO4) as a catalyst. The experiment result shows that synthesized C4H982Br by composition of 15 mL K82Br solution (0.1 gr/mL KBr) and 10 mL 1-butanol gave the highest percentage of reactions amount 50,00% and 40,95%. Characterization by FTIR showed that the product has absorption band for C-Br at 514,99-738,74 cm-1. GCMS analysis showed the peak of C4H982Br together with other 7 peaks of impurities with 43.03% percentage of C4H982Br peak. In distribution coefficient determination of C4H982Br in the test solution from industry (ethylene dichloride), Kd value of 5,1350 was obtained and more than 98% C4H982Br distilled together with ethylene dichloride in 110°C distillation process whereas no radioactivity detected in distillation flask if K82Br was used. Based on these results, C4H982Br is suitable to be applied as radiotracer for leakage detection in pipeline system with organic compounds as passing liquid including ethylene dichloride

    SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF BENZOTRIAZOLIUM-BASED IONIC LIQUIDS FOR TECHNETIUM-99M SEPARATION FROM MOLYBDENUM BY IL-MEDIATED EXTRACTION PROCESS

    Full text link
    Various separation techniques for separation of technetium-99m (99mTc) from molybdenum-99 (99Mo) are being developed to overcome the drawbacks of using 99Mo from neutron activation technique. Ionic liquids (ILs) were used in many extraction processes in metal separation due to their high selectivity. In this research, two benzotriazolium-based ionic liquids were used as co-extractant in 99mTc/ Mo separation process via liquid-liquid extraction. 1-octyl-3-methyl-benzotriazolium iodide ([MeOcBtu]I) and 1-octyl-3-methyl-benzotriazolium bis (trifluoromethanesulfonyl) imide ([MeOcBtu]TF2N) were successfully synthesized and analyzed by FTIR, 1H-NMR and 13C-NMR. Extraction processes were conducted in various organic solvents, pH, and extraction time without/ with ionic liquids addition. The data of ratio between 99mTc distribution coefficient compared to Mo distribution coefficient showed that the addition of ionic liquids exhibited significant improvement of separation factor. The separation factor of extraction using conventional water immiscible solvent ranged between 0 – 8 and increased to 30 – 600 as ILs were added. The optimum conditions which achieved highest separation factor were pH 14 using [MeOcBtu]I-chloroform. Benzotriazolium-based ionic liquid potential to be developed as extractant in the separation of 99mTc from 99Mo. Keywords: Ionic liquids, benzotriazolium, technetium-99m, molybdenum, liquid-liquid extraction

    PERTUMBUHAN VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) PADA GENERASI M2 DENGAN TEKNIK MUTASI

    Full text link
    Kedelai merupakan salah satu komoditas nasional handal  untuk memenuhi pangan dan industri yang saat ini menjadi tanaman nomor satu untuk tanaman kekacangan. Untuk itu produksi kedelai dalam negeri harus ditingkatkan produksinya, antara lain melalui teknik mutasi radiasi.  Telah dilakukan penelitian tanaman kedelai varietas Denna 1 diiradiasi dengan sinar gamma 60Co dosis 0, 300 dan 400 Gy (Laju dosis 404,5 Gy/jam). Setelah tanaman mencapai M2 yang ditanam pada musim kemarau pertumbuhan tanaman iradiasi diamati. Kemampuan persentase benih berkecambah umur satu minggu hasil yang tertinggi diperoleh pada dosis 0 Gy sebesar 100 %, sedangkan yang terendah pada dosis 400 Gy sebesar 97,78 %. Tinggi tanaman pada minggu ke 2 yang tertinggi pada dosis 0 Gy yaitu 19,86 cm, yang terendah pada dosis 400 Gy yaitu 11,28 cm. Kemampuan pertumbuhan tanaman kedelai yang nantinya untuk  mendapatkan galur galur mutan kedelai yang terbaik

    144

    full texts

    279

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇