Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Not a member yet
279 research outputs found
Sort by
PERHITUNGAN SPEKTRUM ENERGI FLUKS NEUTRON REAKTOR TRiGA 2000 BANDUNG
PERHITUNGAN SPEKTRUM ENERGI FLUKS NEUTRON REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG. Dengan memanfaatkan program MCNP yang memiliki kemampuan memodelkan reaktor secara rinci, telah dilakukan perhitungan spektrum energi fluks neutron untuk reaktor TRIGA 2000 Bandung. Geometri tiga dimensi dan bahan reaktor dimodelkan serinci mungkin, mulai dan elemen bakar, reflektor, air pendingin sampai perisai biologis, bahkan tangki bulk shielding. Dalam perhitungan,teras diisi sepenuhnya dengan elemen bakar dan satu jenis. Spektrum energi fluks neutron dan tiga jenis elemen bakar, yakni yang memiliki kandungan uranium sebesar 8,5 %-berat, 12 %-beratdan 20 %-berat, dikaji dan diperbandingkan dalam makalah ini. Dalam perhitungan, energi neutron dibagi dalam 29 kelompok energi, mulai dan energi termal (0,0253 eV) sampai energi tinggi (17 MeV). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa spektrum neutron dan ketiga macam elemen bakar tersebut sangat berbeda terutama di daerah energi termal. Sedangkan pada daerah energi tinggi, spektrum neutron dan ketiga jenis elemen bakar adalah sangat mirip satu sama lain.Selain ¡tu, spektrum neutron di ring A sampai F praktis tidak memiliki perbedaan. Akan tetapi di ring G, puncak spektrum neutron termal mengalami kenaikan yang berarti. Hal ini memperlihatkan bagaimana besarnya pengaruh reflektor terhadap spektrum neutron di dalam elemen bakar. Untuk elemen bakar yang terletak di dalam ring A sampai ring F, puncak spektrum pada energi termal dicapai dalam kelompok energi 0,05 eV — 0,152 eV, yang untuk setiap jenis elemen bakar masing-masing adalah 0,365 (MeV-1), 0,278 (MeV-1) dan 0,149 (MeV-1). Sedangkan di dalam ring G, masing-masing berharga 0,396 (MeV-1), 0,310 (MeV-1) dan 0,174 (MeV-1). Puncak spektrum neutron untuk energi tinggi dicapai dalam kelompok energi 0,5 MeV- 1,35MeV. Semua jenis elemen bakar, di ring A sampai ring G menghasilkan puncak spektrum yang sama besar, yakni sekitar 0,341 (MeV-1
PENGEMBANGAN SENYAWA BERTANDA 99mTc-GLUKOSA-6-FOSFAT UNTUK PENCITRAAN KELENJAR PINEAL.
PENGEMBANGAN SENYAWA BERTANDA 99mTc-GLUKOSA-6-FOSFAT UNTUK PENCITRAAN KELENJAR PINEAL. Kelenjar pineal, adalah suatu kelenjar yang terletak di bawah otak kecil, dan berfungsi mensinkronkan beberapa fungsi dalam tubuh, juga menjaga kesetimbangan pada manusia dan hewan. Adanya kelainan pada kelenjar ini, menyebabkan terjadinya gangguan pada kesetimbangan dan bertambahnya tekanan pada intracarnial. Sampai saat ini, di Indonesia belum ada radiofarmaka yang dapat digunakan untuk mendeteksi organ tersebut. Tujuan dan penelitian ini adalah mengembangkan pembuatan senyawa bertanda 99mTc-gIukosa-6-fosfat, kemudian akan dilanjutkan dengan formulasi bentuk kit-keringnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa senyawa bertanda 99mTc-glukosa-6-fosfat dapat dibuat dalam kondisi reaksi yang optimal, yaitu sebagai berikut: pH reaksi penandaan adalah 6,5 ; jumlah reduktor SnCI22H20 sebesar 400 — 700 µg yang sebelumnya di ikatkan terlebih dahulu dengan bahan pengompleks (chelating agent) Na-pirofosfat sebanyak 10,0 — 17,5 mg. Jumlah yang optimal dan glukosa-6-fosfat sebagai ligan utarna adalah 11 mg, dan reaksi penandaan dilaksanakan dalam penangas air temperatur 60 0C selama 30 menit. Efisiensi penandaan dan kemurnian radiokimia dari senyawa bertanda tersebut ditentukan dengan menggunakan 2 metode kromatografi, yang pertarna dengan ITLC-SG/aseton untuk memisahkan 99mTC-perteknetat bebas, dan ke dua dengan kertas Whatman 31ET/NaCI 0,9 % untuk memisahkan 99mTc-tereduksi. Senyawa bertanda 99mTc-glukosa-6-fosfat terbaik yang dihasilkan, mempunyai kemurnian radiokimia 94- 98 %, yang diharapkan memenuhi persyaratan sebagai radiofarmaka untuk pencitraan kelenjar pineal
PEMBERDAYAAN REAKTOR NUKLIR PADA ABAD KE-21
PEMBERDAYAAN REAKTOR NUKLIR PADA ABAD KE-21. Dibahas skenario kebutuhan energi dunia pada abad ke-21. Reaktor nuklir dapat mempunyai peran penting dalam penyediaan energi pada abad ke-21 jika terus dikembangkan secara evolusi maupun inovatif, sehingga kompetitif secara ekonomis, berkeselamatan tinggi, berdampak lingkungan positif. dan menjamin inovasi penyediaan energi yang berlanjut di masa depan
ANALISIS PERHITUNGAN BENCHMARK KESELAMATAN KRITIKALITAS LARUTAN URANIL NITRAT DI TERAS SLAB 280T STACY DENGAN MCNP-4C
ANALISIS PERHITUNGAN BENCHMARK KESELAMATAN KRITIKALITAS LARUTAN URANIL NITRAT DI TERAS SLAB 280T STACY DENGAN MCNP-4C. Eksperimen benchmark kritikalitas di fasilitas kritik STACY sangat penting untuk memvalidasi teknik komputasi dan pustaka data nuklir yang digunakan dalam desain keselamatan kritikalitas fasilitas daur bahan bakar nuklir. Makalah ini membahas perhitungan benchmark keselamatan kritikalitas di fasilitas STACY menggunakan larutan uranil nitrat dengan program transport Monte Carlo MCNP-4C. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-VI dimanfaatkan dalam perhitungan benchmark untuk melengkapi analisis keselamatan kritikalitas. Prediksi kritikalitas (keff) MCNP-4C menunjukkan hasil di atas estimasi untuk hampir seluruh konfigurasi teras. Bias perhitungan dengan eksperimen kritikalitas (keff = 1) berada di bawah 0,32%. Perhitungan kritikalitas untuk konfigurasi 140, yang memberikan hasil di bawah estimasi, memperlihatkan kesesuaian yang paling presisi dengan nilai C/E = 0,99967. Dari hasil-hasil ini dapat disimpulkan bahwa kapabilitas dan reliabilitas MCNP-4C tetap tinggi dalam akurasi prediksi kritikalitas larutan uranil nitrat di teras slab 280T STACY
KAJIAN PEMBUATAN SUMBER RADIASI IRIDIUM-192 UNTUK RADIOTERAPI LAJU DOSIS TINGGI
KAJIAN PEMBUATAN SUMBER RADIASI IRIDIUM-192 UNTUK RADIOTERAPI LAJU DOSIS TINGGI. Telah dilakukan kajian tentang radioaktivitas yang diperoleh dalam proses produksi 192Ir untuk radioterapi laju dosis tinggi. Dan hasil perhitungan diketahui bahwa 192Ir sebesar 10 Ci dapat diperoleh dari sasaran iridium seberat 23,5 mg dengan waktu iradiasi masing-masing selama 1019,463 dan 224 jam untuk fluks neutron setinggi 5 x 1013, 1 x 1014 dan 2 x 1014 ns-1 cm-2, sedangkan sasaran seberat 25,5 mg memerlukan waktu iradiasi selama 910, 419 dan 203 jam untuk masing-masing fluks neutron yang sama. Apabila reaktor beroperasi dengan siklus 12 hari operasi dan 16 hari shut down, sasaran iridium seberat 25,5 mg akan menghasilkan 192Ir dengan radioaktivitas 6,76, 13,51 dan 25,10 Ci untuk fluks neutron 5 x 1013 , 1 x 1014 dan 2 x 1014 ns-1 cm-2 selama 2 periode iradiasi. Di dalam proses produksi ini, pengotor radionukilda yang dihasilkan adalah 192Ir dengan waktu paro 19,15 jam yang segera meluruh dalam waktu relatif singkat setelah iradiasi
PREDIKSI ENDAPAN PENGOTOR PENUKAR PANAS TIPE PELAT REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG
PREDIKSI ENDAPAN PENGOTOR PENUKAR PANAS TIPE PELAT REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG. Pembuangan panas reaktor TRIGA 2000 bergantung pada efektivitas pemindahan panas dan penukar panas sistem pendinginya. jika efektivitas pemindahan panas menurun maka pendinginanya juga akan turun. Turunya efektivitas dapat diakibatkan karena adanya endapan pengotor dari fluida pendingin, sehingga pengendapan pengotor yang terjadi di penukar panas tersebut perlu diteliti supaya dapat diperkirakan waktu pembersihanya. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan temperatur, tekanan dan laju alir penukar panas reaktor TRIGA 2000. Dengan data penunjukan temperatur dan laju alir dapat dihitung efektivitas penukar panasnya melalui metode NTU-Efektivitas. Data tekanan digunakan untuk menghitung tebal lapisan pengotor dan digabung dengan perhitungan koefisien perpindahan panas menyeluruh untuk menghitung tahanan pengotor. Dari tahanan pengotor tersebut dapat ditentukan laju pengendapanya, sehingga dapat diperkirakan waktu untuk melakukan pembersihan penukar panas reaktor TRIGA 2000 Bandung. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa setelah reaktor beroperasi 44 bulan temperatur fluida pendingin primer masuk penukar panas akan mencapai 49°C dengan tebal endapan yang terjadi sebesar 0,28 mm di sisi primer dan 2,21 mm di sisi sekunder. Hasil ini menunjukan bahwa endapan pengotor di sisi sekunder lebih tinggi dari pada di sisi primer, karena fluida pendingin sekunder tidak diolah secara ketat seperti pada sistem pendingin primer. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembersihan penukar panas reaktor TRIGA 2000 Bandung harus dilakukan sebelum temperatur fluida pendingin masuk penukar panas mencapai 49°C
KARAKTERISTIK RADIOFARMAKA SIDIK OTAK 99mTcL,LECD
KARAKTERJSTIK RADIOFARMAKA SIDIK OTAK 99mTc-L,L-ECD. Radiofarrnaka 99mTcL,LECD adalab sediaan yang digunakan untuk tujuan studi perfusi otak (cerebral perfusion study), telah berhasil diformulasi di P3TkN-BATAN yang terdiri dan dua buah kit kering. Vial pertama mengandung ligan penukar Ca-glukoheptonat dan reduktor SnCl2.2H20, vial kedua mengandung ligan utama L,L-etil sisteinat dimer (L,L-ECD), reduktor SnCl2.2H20 dan pembawa. Dan hasil percobaan sediaan 99mTc-L,L-ECD mempunyai kemumian radiokimia 94,1 ± 5,5 % serta bermuatan listrik netral. Lipofilisitas (P) sediaan 99mTcL,L-ECD diketahui dengan menentukan koefisien partisinya dalam oktanol-air P = 23,62 ± 3,56 atau log P = 1,4, dan besarnya ikatan dengan protein plasma manusia adalah 57,42 ± 1,5 %. Uji biodistribusi dilakukan terhadap tikus putth galur Wistar. Hasilnya menunjukkan bahwa pada lima menit pasca injeksi (p.i) hanya sebesar 0,13 ± 0,07 % terakumulasi dalam otak dan kemudianmenurun sampai 0,03 ± 0,01 % pada tiga jam p.i. Ekskresi sediaan ini sebagian besar melalui ginjal dimana pada lima menit pi. sebesar 6,35 ± 2,88 % yang tenis naik sampai 10,63 ± 5,67 % pada tiga jam p.i.
PRAKIRAAN KESTABILAN SENYAWA KOMPLEKS Tc/ReOMAG3 DAN BEBERAPA TURUNANNYA MENGGUNAKAN PERHITUNGAN PENGEMBANGAN SUDUT RUANG
PRAKIRAAN KESTABILAN SENYAWA KOMPLEKS Tc/ReOMAG3 DAN BEBERAPA TURUNANNYA MENGGUNAKAN PERHITUNGAN PENGEMBANGAN SUDUT RUANG. Studi prakiraan struktur dan kestabilan senyawa kompleks Tc/ReOMAG3 dan beberapa turunannya telah dilakukan menggunakan perhitungan pengembangan sudut ruang. Prakiraan struktur senyawa kompleks mengacu pada struktur syn [TcOMAG3H]ˉ dan anti [ReOMAG3H]ˉ yang telah diketahui hasil analisis difraksi sinar-X nya serta telah dipelajari oleh Abdul Mutalib menggunakan metode mekanika molekul (MM). Hasil prakiraan kestabilan berdasarkan perhitungan pengembangan sudut ruang menggunakan nilai In Ω menunjukkan kecenderungan bahwa pada senyawa kompleks TcOMAG3 dan turunannya, konformasi syn lebih stabil, sedang untuk senyawa kompleks ReOMAG3 dan turunannya, konformasi anti lebih stabil. Secara umum hasil prakiraan yang diperoleh mempunyai kesesuaian dengan hasil sintesis, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperhalus rancangan penyediaan senyawa kompleks yang stabil
RADIOISOTOP ITERBIUM-175 (175Yb) UNTUK TERAPI MELALUI REAKSI INTI (n,γ) DI REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG
PEMBUATAN DAN UJI KUALITAS RADIOISOTOP ITERBIUM-175 (175Yb) UNTUK TERAPI MELALUI REAKSI INTI (n,γ) DIREAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG. Iterbium-175 (175Yb) merapakan salah satu radioisotop yang dapat digunakan untuk terapi karena merupakan pemancar-β (T1/2 = 4,2 hari dengan Eβ (maks) sebesar 480 keV). Di samping itu, radioisotop tersebut juga memancarkan sinar-γ dengan energi yang cukup ideal untuk penyidikan (imaging) selama terapi berlangsung (113 keV (1,9%), 282 keV(3,1%) dan 396 keV (6,5%)). Telah dilakukan pembuatan radioisotop 175Yb dengan menggunakan target iterbium oksida (Yb2O3) alam yang telah diiradiasi di reaktor TR1GA 2000 Bandung. Target tersebut dilarutkan dalam larutan asam klorida (HCl) encer. Kondisi optimum preparasi diperoleh dengan pelarutan target 175Yb2O3 dalam 5 mL larutan HCl 2 N sambil dikisatkan perlahan-lahan sampai agak kering, kemudian dilarutkan kembali dalam 5 mL larutan HCl 0,1N. Larutan 175YbCl3 tersebut diuji melalui pemeriksaan kemurnian radiokimianya dengan cara kromatografi kertas dan elektroforesis kertas. Aktivitas dan kemurnian radionuklida larutan 175YbCl3 ditentukan dengan alat cacah spektrometer-γ multi saluran. Larutan radioisotop 175YbCl3 yang diperoleh mempunyai pH berkisar antara 1,5 - 2 dan terlihat jemih dengan aktivitas jenis dan konsentrasi radioaktif masing-masing sebesar 15 - 18 mCi/mg dan 17 - 21 mCi/mL. Larutan tersebut mempunyai kemurnian radiokimia sebesar 99,5 + 0,3% dan kemurnian radionuktida di atas 95% (97,02 + 0,26%). Uji stabilitas larutan radioisotop 175YbCl3 terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa setelah disimpan selama 10 hari pada temperatur kamar, laratan tersebut masih stabil dengan kemurnian radiokimia di atas 95%.