Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Not a member yet
    279 research outputs found

    KAJIAN IMPURITAS DAN PENGOLAHAN AIR TANGKI REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG

    No full text
    KAJIAN IMPURITAS DAN PENGOLAHAN AIR TANGKI REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG. Air tangki reaktor TRIGA 2000 merupakan bagian yang penting di dalam sistem reaktor, karena berfungsi sebagai pendingin, moderator dan pelindung radiasi. Karena ketiga fungsi ini, air tangki mempunyai persyaratan tertentu yang dicantumkan pada LAK (Laporan analisis keselamatan ) reaktor TRIGA 2000 Bandung. Selama pengoprasian, air ini mengalami berbagai peristiwa. Di dalam teras reaktor air bersentuhan dengan elemen bakar nuklir untuk memindahkan panas dan elemen bakar nuklir tersebut. Di dalam tangki reaktor air ini selain berfungsi sebagai perisai radiasi, juga sebagai penghalang pelepasan zat radioaktif ke lingkungan . Pada alat penukar panas. air melepaskan panas dan sistem reaktor ke sistem di luar reaktor.Karena berbagai peristiwa ini air reaktor yang pada awalnya sesuai dengan peryaratan LAK, setelah pengoperasian reaktor kualitasnya berubah, sehingga harus disirkulasi untuk dibersihkan kembali. Unsur pengotor yang berkaitan dengan persyaratan LAK reaktor TRIGA 2000 diidentifikasi, kemudian dari data penyebab pengotor yang mungkin terjadi , dipilih korosi dan pelepasan kembali ion oleh resin sebagai bahan diskusi

    PERCOBAAN KEKRITISAN TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG DENGAN PROGRAM MCNP-4B.

    No full text
    ANALISIS PERCOBAAN KEKRITISAN TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG DENGANPROGRAM MCNP4B. Dalam rangka pemu atan ciernen bakar yang pertama kalinya ke dalam teras reaktor TRIGA 2000 Bandung, telah dilaksanakan dua macam percobaan kekritisan yakni:pemuatan sub kritis dan pemuatan kritis. Tujuan dan percobaan tersebut adalah untuk memaksimalkan fungsi reaktor sebagai fasilitas peneitian dan selcaligus untuk mengumpulkan data benchmark bagi program komputer neutronik. Dalam percobaan pemuatan sub kritis, teras reaktor dimuati sampai 42 ciernen bakar dengan urutan pengisian ciernen bakar sebagai berikut: 12 elemen bakar di ring C dan 5 batang kendali di ring D, 13 ciernen bakar di ring D, 6 ciernen bakar dan 3 ciernen gra.fit dummy di ring E, 2 ciernen bakar di ring B, 2 ciernen bakar cli ring B,1 ciernen bakar di ring B dan di akhiri dengan 1 cIernen bakar di ring B. Sebaliknya, di dalam percobaan pemuatan kritis teras illmuati dengan ciernen bakar sesuai dengan pola yang telah dirancang oleh General Atornics, yakni: 20 ciernen bakar di ring B, C dan D serta 5 batang kendali di ring D, 11 ciernen bakar di ring D, 6 ciernen bakar dan 3 ciernen grafit dummy di ring E dan selanjutnya secara bertahap ring E dimuati ciernen bakar sampai teras mencapai kekrltisan pertama, yakni pada saat terisi oleh 55 ciernen bakar. Sebelum percobaan dilaksanakan,program MCNP-4B (Monte Carlo N-particle transport code) telah digunakan untuk merancang pola pengisian ciernen bakar pada percobaan pemuatan sub kritik, yakni untuk menjamin bahwa teras masih berada dalam keadaan sub kritis pada saat dirnuati 42 ciernen bakar. Dalam perhitungan diasumsikan bahwa setiap ciernen bakar berisi 235U yang rnassanya sesuai dengan burnupnya, massa 238U dianggap seperti ciernen bakar barn sedangican hasil fisi serta bahan racun lainnya diabaikan. 

    KOMPOSISI UNSUR DALAM CUPLIKAN PARTIKULAT UDARA DAERAH BANDUNG DAN LEMBANG TAHUN 1999

    No full text
    KOMPOSISI UNSUR DALAM CUPLIKAN PARTIKULAT UDARA DAERAH BANDUNG DAN LEMBANG TAHUN 1999. Konsentrasi partikulat udara di daerah Bandung lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi partikulat udara di daerah Lembang. Fraksi PM2.5 berkisar di antara 4,3 µg/m3 hingga 21,1 µg/m3 untuk daerah Bandung, dan 2,9 hingga 19,2 untuk daerah Lembang selama 24 jam pencuplikan. Fraksi PM10 kota Bandung 12,1 µg/m3 hingga 44,1 µg/m3, sedangkan fraksi PM10 kota Lembang 5,2 µg/m3 hingga 30,6 µg/m3. Data ini masih jauh dibawah Baku mutu udara ambien nasional untuk 24 jam yaitu 65 µg/m3 dan 150 µg/m3 masing-masing untuk PM2.5 dan PM10. Tidak ada korelasi yang jelas antara konsentrasi partikulat halus maupun kasar terhadap curah hujan. Telah terdeteksi sebanyak 15 unsur yaitu Al, Br, Ca, Ce, Cl, Cr, Fe, I, Mn, Na, Sb, Se, Sc, V dan Zn. Unsur-unsur Br, Ce, Cl, Cr, I, Sb dan Zn diperkaya pada cuplikan halus di daerah Bandung dan Lembang, sedangkan unsur Al, Ca, Mn, Na dan V tidak diperkaya. Khusus untuk Fe pada partikulat halus di daerah Lembang ternyata diperkaya, sedangkan pada partikulat halus di daerah Bandung tidak diperkaya. Analisis cuplikan kasar menunjukan hasil yang mirip dengan cuplikan halus kecuali Ce. Hasil analisis unsur ini menjelaskan bahwa sumber pencemar untuk kota Bandung dan Lembang hampir sama. Unsur-unsur Br, Cl dan I mungkin berasal dari pembakaran bahan organik; unsur Br dan Cl dapat juga berasal dan kendaraan bermotor; unsur Cr, dan Zn dapat berasal dari pabrik cat; unsur Zn dan Sb dapat berasal dari tempat pembakaran sampah; sedang unsur Ce kemungkinan berasal dari cemaran pabrik elektronik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa faktor pengayaan unsur pada partikulat halus lebih tinggi daripada partikulat kasar. Tingkat pengayaan unsur pada cuplikan partikulat udara kota Bandung lebih tinggi dibandingkan dengan cuplikan partikulat udara Lembang.

    UJI BIODISTRIBUSI DAN CLEARANCE SENYAWA BERTANDA 186Re(v)- DMSA PADA TIKUS PUTIH NORMAL (GALUR WISTAR).

    No full text
    UJI BIODISTRIBUSI DAN CLEARANCE SENYAWA BERTANDA 186Re(v)-DMSA PADA TIKUS PUTIH NORMAL (GALUR WISTAR). Senyawa186Re(v)-DMSA merupakan radiofarmaka pemancar-β untuk terapi kanker tiroid medular. Telah dilakukan uji biodistribusi dan clearance senyawa bertanda 186Re(v)-DMSA dengan preparasi sampel secara destruksi basah menggunakan asam nitrat pekat terhadap organ, darah dan urine hewan percobaan tikus putih normal. Hasil uji biodistribusi menunjukkan bahwa penimbunan aktivitas pada organ tiroid normal relatif kecil (1,80 ± 0,58%) pada selang waktu 30 menit setelah penyuntikan secara intravena. Penimbunan aktivitas lebih besar terdapat pada ginjal, kemudian diikuti oleh paru-paru dan hati. Hasil uji clearance menunjukkan bahwa senyawa bertanda 186Re(v)-DMSA mempunyai waktu clearance darah yang cukup cepat, dimana dalam waktu 30menit setelah penyuntikan, aktivitas per gram darah tinggal 2,75 ± 0,30%. Uji clearance senyawa bertanda tersebut di dalam urine dalam waktu 24 jam setelah penyuntikan, diperoleh aktivitas per mL urine hanya tinggal 2,29 ± 0,91%

    PERLAKUAN PERMUKAAN PADUAN BAJA DENGAN PROSES TERMOKIMIA

    No full text
    PERLAKUAN PERMUKAAN PADUAN BAJA DENGAN PROSES TERMOKIMIA. Perlakuan permukaan dengan proses termokimia dilakukan untuk memperoleh ketangguhan sifat paduan baja. Perlakuan termokimia pada permukaan baja hasil tempering pada suhu 595°C dengan waktu 130 menit dilakukan pada suhu 570°C selama 120 menit. Proses perlakuan permukaan ini akan menghasilkan senyawa nitrida besi. Senyawa nitrida ¡ni akan memberi dampak terhadap perubahan sifat permukaan baja paduan. Pengujian yang dilakukan meliputi analisis struktur mikro dan senyawa dengan scanning electron microscope (SEM) dan emission diffraction x-rayspectrometer (EDX). Pengujian sifat mekanik pada permukaan dilakukan dengan metode Vicker. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa pada permukaan baja terbentuk lapisan. Lapisan cederung berwarna putih dengan ketebalan 3 µm dan lapisan di bawah warna putih berkisar 52 µm. Hasil analisis komposisi unsur dengan EDX memperlihatkan bahwa pada lapisan berwarna putih terdapat unsur nitrogen yang relatif tinggi mencapai 11,78 %. Sementara itu, di bawah lapisan putih unsur nitrogen berkisar 628 % dan karbon sekitar 7,87 %. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa sifat kekerasan relatif cukup tinggi pada lapisan putih yang terdapat kadar unsur nitrogen 11,78 % daripada yang 6,28 % nitrogen. Lapisan tersebut cenderung membentuk fasa 5 (Fe2N) yang bersifat relatif keras.

    KARAKTERISASI TERMISTOR NTC YANG DIBUAT DARI SERBUK HASIL PROSES KOMPRESIPITASI MAGNETIT ASAL GARUT

    No full text
    KARAKTERISASI TERMISTOR NTC YANG DIBUAT DARI SERBUK HASIL PROSES KOPRESIPITASI MAGNETIT ASAL GARUT. Studi lanjutan pemanfaatan serbuk magnetit asal Garut dengan mengkarakterisasi termistor yang dibuat dari serbuk hasil kopresipitasi telah dilakukan. Termistor dibuat dengan cara mengepres serbuk olahan dengan tekananan 2,3 ton/cm2, lalu menyinter pelet hasil pengepresan pada suhu 1100-1400°C selama 1 jam di dalam atmosfir udara. Pelet termistor hasil sinter dianalisis secara metalurgi (termasuk analisis difraksi sinar-X, XRD) dan elektrik untuk mengetahui karakteristik listriknya. Pelet termistor yang cukup kokoh dapat dihasilkan dari penyinteran pada suhu 1100°C-1400°C. Konstanta termistor (B) semakin besar dengan meningkatnya suhu sinter dari 1100°C ke 1300°C, tetapi menurun drastis pada suhu 1400°C. Tahanan jenis listrik suhu ruang (Ro25) dari pelet termistor yang dibuat, cukup besar pada suhu sinter 1100°C-1300°C, tetapi kecil pada suhu 1400°C. Data analisis XRD memperlihatkan bahwa seluruh pelet termistor hasil sinter pada suhu 1100-1400°C di dalam atmosfir udara berstruktur hematit. Dari data visual, rapat massa dan konstanta B (sekitar 6500°K), diketahui bahwa serbuk olahan mempunyai karakteristik yang {lebih baik, terutama sinterabilitasnya, dari pada serbuk magnetit (serbuk awal) karena ukuran serbuk yang sangat kecil. Serbuk hasil ko-presipitasi magnetit asal Garut mempunyai potensi besar untuk menjadi bahan dasar termistor NTC

    PENGARUH ADITIF NIOBIA (Nb2O5) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN S1FAT MEKANIK KERAMIK ALUMINA-ZIRKONIA (AL2O3-ZrO2).

    No full text
    PENGARUH ADITIF NIOBIA (Nb2Os) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIK KERAMIK ALUMINA-ZIRKONIA (Al2O3-ZrO2). Telah dilakukan penelitian pembuatan keramik Alumina-Zirkonia (AI203-ditambah aditif Niobia (Nb2O3), pada suhu sinter yang relatif rendah (14800C). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif Nb2O5 terhadap struktur mikro dan sifat mekanik keramik Al2O3-ZrO2. Penelitian dilakukan dengan menyinter pelet AI2O3-ZrO2 yang ditambahi Nb2O5 sebanyak 0 hingga 1% mol pada suhu 1480°C di dalam atmosfir udara selama 1 jam, kemudian mengukur densitas pelet dan menganalisis pelet siater dengan bantuan mikroskop optik dan elektron (SEM) dan difraksi sinar-X serta melakukan pengukuran kekerasan dan ketangguhan retak. Hasil pengukuran densitas menunjukkan adanya peningkatan densitas pelet sinter dengan makin besarnya penamhahan konsentrasi aditif Nb2O5. Sementara itu, hasil analisis difraksi sinar-X memperlihatkan bahwa pelet sinter mengandung rase ke dua Nb2Zr5O17 dan hasil analisis metalografi memperlihatkan bahwa ukuran butir pelet sinter AI2O3-ZrO2 bertambah besar deagan makin besamya konsentrasi Nb2O5 yang ditambahkan. Hasil uji kekerasan dan ketangguhan retak menunjukkan adanya kenaikan kekerasan dan ketangguhaa retak dengan bertambahnya aditif Nb2O5.

    MODIFIKASI PANEL MONITOR REAKTOR TRIGA 2000

    No full text
    MODIFIKASI PANEL MONITOR REAKTOR TRIGA 2000. Sebagai bagian dan modifikasi sistem kendali reaktor TRIGA 2000 telah dibuat sistem pengamatan parameter-parameter yang diperlukan dalam operasi reaktor seperti daya reaktor, temperatur air, temperatur bahan bakar dan lain sebagainya. Pengamatan tersebut diambil dan sistem pengukuran yang sudah ada dan ditampilkan dalam bentuk digital panel meter. Pengukuran diambil dalam berbagai mode luaran sebagai arus dan tegangan. Sistem pengamatan ini merupakan sistem yang akan saling melengkapi dengan sistem pengamatan yang akan dilakukan melalui komputer dan ditampilkan melalui layar monitor, sehingga apabila terjadi kerusakan dalam sistem komputer tidak akan menimbulkan gangguan pengamatan parameter reaktor secara keseluruhan.Pengujian hasil modifikasi sistem pengamatan dilakukan melalui tahap komisioning sesuai prosedur yang diketahui BAPETEN.

    SINTESIS SENYAWA BENZOIL-MAG3OMe

    No full text
    SINTESIS SENYAWA BENZOIL-MAG3OMe. Kompleks 99mTcMAG3 merupakan suatu radiofarmaka baru yang mempunyai sifat biologis yang sama dengan Hipuran bertanda 131I, dan dapat digunakan sebagai sediaan pengganti yang cukup ideal untuk mengevaluasi fungsi ginjal. Dalam usaha mengembangkan sediaan tersebut perlu dikuasai pembuatan ligan S-benzoil-MAG3 dan turunannya yang diharapkan mempunyai karakteristik yang lebih baik. Dalam penelitian ini dilakukan sintesis turunan ligan S-benzoil-MAG3 menjadi S-benzoil-MAG3OMe. Sintesis S-benzoil-MAG3OMe dilakukan melalui 4 tahap reaksi yaitu reaksi pembuatan senyawa asam S benzoiltioglikolat dan benzoilklorida dengan asarn tioglikolat, dilanjutkan dengan reaksi pembuatan senyawa suksinimidil S benzoiltioglikolat dan asam S-benzoiltioglikolat dengan N hidroksisu ksinimi da dan N , N’- disikloheksilkarbodümida, dilanjutkan dengan reaksi pembuatan senyawa S-benzoil-MAG3 dan suksinimidil S-benzoiltioglikolat dengan glisilgiisilgiisin, dan terakhir reaksi pembuatan senyawa S-benzoil-MAG3OMe dan esterifikasi S-benzoil MAG3 dengan metanol. Hasil sintesis memberikan kristal berwarna merah jambu muda, dengan titik leleh 2000C - 201°C. Uji kemurnian dengan HPLC memberikan satu puncak, yang berarti senyawa cukup murni. Anaiisis dengan spektrofotometer IR membuktikan bahwa senyawa adalah S-benzoil-merkaptoasetilglisilglisilglisin metil ester (S-benzoil-MAG3 OMe). Hasil sintesis ini diharapkan akan sangat berguna bagi pengembangan sediaan radiofarmaka 99mTcMAG3 dan turunannya.      

    ANALISIS KONSEP CANDU ADVANCED PASSIVE MODERATOR PADA OPERASI NORMAL MENGGUNAKAN CATHENA. CANDU

    No full text
    ANALISIS KONSEP CANDU ADVANCED PASSIVE MODERATORPADA OPERASI NORMAL MENGGUNAKAN CATHENA. CANDU – advanced passive moderator (APM) mempunyai konsep, bahwa reaktivitas positif fraksi hampa dihilangkan dengan jalan mengurangi densitas moderator. Secara sederhana model CANDU APM terdiri dari kalandria, penukar kalor, pompa, dan tangki stabilizer, yang seluruhnya dihubungkan dengan sistem pemipaan. Kalandria dibagi atas 2 bagian, dimana bagian pertama mensimulasikan daerah air yang turun, sedangkan bagian yang lain mensimulasikan daerah air yang naik. Untuk mendemonstrasikan perlakuan termohidraulika konsep CANDU APM, digunakan perangkat lunak Canadian algorithm for thermalhydraulic network analysis (CATHENA). Telah dibuat simulasi dengan kondisi batas tekanan 300, 330, 360 kPa dan kondisi batas laju aliran air pendingin 2000 dan 3000 kg/s. Hasil awal memperlihatkan bahwa terjadi pendidihan dalam teras reaktor, sedangkan di penukar kalor terjadi kondensasi. Perlu dicatat bahwa hasil tidak mencapai keadaan tunak bila terjadi pendidihan.

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇