Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Not a member yet
    279 research outputs found

    DOSIS PASIEN SEBAGAI INDIKATOR KONDISI PAPARAN: SURVAI DI SEPULUH RUMAH SAKIT DI JAWA

    No full text
    DOSIS PASIEN SEBAGAI INDIKATOR KONDISI PAPARAN: SURVAI DI SEPULUH RUMAH SAKIT DI JAWA. Prosedur radiologi diagnostik tidak selalu dilaksanakan oleh operator yang berkualifikasi atau di bawah pengawasan ahliradiologi. Keadaan seperti ¡ni mungkin berpengaruh pada terimaan dosis pasien. Penetapan tidak langsung kondisi paparan rutin yang diterapkan dalam praktek radiologi diagnostik di rurnah sakit kadang-kadang sangat bermanfaat. Salah satu cara pelaksanaannya adalah melalui pengukuran dosis kulit Ds , dosis tempat berkas keluar danpasienDex , dan dosis pada arah berkas menuju gonad Dg yang diterima pasien yang mendapat pemeriksaan radiografi thoraks. Terimaan dosis ¡ni diukur menggunakan dosimeter termolumin esensi (DTL 100) yang masing-masing ditempelkan pada punggung dan dada pasien, dan yang ketiga ditempelkan 25 cm dibawah dosimeter pertama. Diperoleh data dan 1437 pasien dari berbagai rumah sakit diJawa. Di antaranya 753 pasien yang mendapat perneriksaan radiografi penuh, 295 mendapat pemeriksaan radiografi mini (MCS), dan 389 mengalami pemeriksaan fluoroskopi. Pemakaian tabung sinar-X dengan tegangan di bawah 70 kV dan tanpa dipasang filter tambahan, menghasilkan Ds /Dex lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan teknik tegangan lebih tinggi ditambah dengan pemasangan filter. Pemberian paparan dengan berkas radiasi yang terlalu luas menghasilkan Ds/Dg yang rendah di band¡ngkan dengan luas berkas yang lebih kecil

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI MICROSPHERE BERBASIS POLIMETIL META AKRILAT (PMMA)

    No full text
    SINTESIS DAN KARAKTERISASI MICROSPHERE BERBASIS POLIMETIL META AKRILAT (PMMA). Telah dilakukan studi tentang pengaruh konsentrasi PMMA terhadap bentuk dan ukuran microsphere dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM). Sintesis microsphere dilakukan dengan metode pengadukan dan evaporasi larutan dan suatu sistem emulsi. Proses emulsifikasi dilakukan dengan mencampurkan larutan PMMA di dalam pelarut kloroform dengan variasi konsentrasi 1, 4, 8 dan 16 % (b/b) kedalam larutan PVA di dalam pelarut aquades dengan konsentrasi 1 % (b/b). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ukuran dan bentuk microsphere dipengaruhi oleh konsentrasi larutan polimer. Pada konsentrasi PMMA terlalu rendah (1% b/b) atau konsentrasi PMMA terlalu besar(16% b/b) diperoleh ukuran microsphere beragam dari 20 - 200 µm, sedangkan pada konsentrasi polimer PMMA 4% dan 8% (b/b) diperoleh ukuran microsphere yang relatif seragam sebesar 20 µm. Analisis ketahanan panas dengan menggunakan differental thermal analyzer (DTA) diperoleh titik gelas microsphere berbasis PMMA, Tg berkisar pada 256,5 °C dan entalpi gelas ∆H = 1,476 J/g. Sedangkan suhu leleh Tm = 275,8 oC dengan entalpi leleh ∆H = -12,72 J/g dan suhu dekomposisi Td = 3 73,4 oC dengan entalpi dekomposisi ∆H =-27,86 J/g

    ILMU DAN TEKNOLOGI DALIAM STANDARDISASI DAN AKREDITASI

    No full text
    StandarNasionaladalahsuatuspesifikasiteknisdanatauketentuandansuatu produkbarangdanjasa, sisternmanajernen, sertakompetensipersonel yang dibakukan scbagaisuaturefcrcnsidalarntransaksiperdagangan. Standartersebutpadadasamya bersifatsukarela (voluntary) di suatunegara. Olehsebabituefektivitassuatustandar nasionalsangatditentukansejauhmanastandartersebutdigunakandalamtransaksi pasar. Untukkepentingantertentu yang biasanyaberkaitandcngankeanianan, kesciamatan, kesehatan, kelestarianlingkunganataupertimbanganlain, rnisalnya ckonomi, pcnierintahdapatiriemberlakukansuatustandarmenjadiwajib. Bilasuatustandardiberlakukanwajibniakasifatstandar yang tadinyahanya sebagaireferensipasar, berubahmenjadipersyaratanpasar, berartisuatuproduk barangataujasa yang standarnyadibcrlakukanwajibharusmernenuhistandar, balk scbckirnmaupunsetclahada di pasar. Lingkupstandardisasidalampengertiantersebut di atasadalalispesifikasi tcknisdanatanketentuandansuatuproduk yang termasukpadametrologi, standar, testing and qualii’y (MSTQ) yang mencakup: a. PerformasiPrOdukbarangdanjasabaikditinjaudanmutu, kcsclaniatan, kesehatandanlingkunganhidup. b. Kompatibilitasdan ¡ntcropcrabilitasprodukuntukdapatdiintcgrasikan denganproduk lain. C. Keragamanprodukuntukrncrnbcntukskalapasardanrncmpcrniudah transaksi

    PENGARUH PENAMBAHAN CoO TERHADAP FAKTOR KENON LINEARAN DAN STRUKTUR MIKRO VARISTOR ZnO-Bi203

    No full text
    PENGARUH PENAMBAHAN CoO TERHADAP FAKTOR KENON LINEARAN DAN STRUKTUR MIKRO VARISTOR ZnO-Bi203. Untuk mencari varistor yang efektif, studi pengaruh periambahan CoO terhadap karakteristik varistor ZnO-Bi203 telah dipelajari. Dalam studi ini dilakukan penyinteran pelet ZnO-0,8% mol Bi203 yang ditambahi O hingga 2 % mol CoO pada suhu 1100°C selama 1 jam, serta analisis metalografi dan difraksi sinar-X. Penambahan CoO diketahui telah mmeningkatkan faktor kenon-linearan varistor ZnO- Bi203 karena CoO telah mengurangi jumlah cacat sebagai sumber elektron berenergi aktivasi rendah dan menghasilkan jebakan elektron yang dalam yang merupakan sumber elektron berenergi aktivasi tinggi. Flarga faktor kenon-linearan yang sesuai kebutuhan pasar yaitu antara 20-50 dapat diperoleh dengan menambahkan CoO dengan konsentrasi 0,5 hingga 2 % mol. Analisis metalografi dan difrak sisinar-X memperlihatkan bahwa pada struktur mikro varistor ZnO-Bi203 -CoO, lapisan batas butir dibentuk oleh ZnO-24Bi2O3 dan butirnya dibentuk oleh larutan padat ZnO-CoO

    PENENTUAN TEKSTUR LEMPENG A1Mg2 BAGIAN PENUTUP KELONGSONG ELEMEN BAKAR NUKLIR DENGAN METODE DIFRAKSI NEUTRON

    No full text
    PENENTUAN TEKSTUR LEMPENG PENUTUP KELONGSONG A1Mg2 ELEMEN BAIlAR NUKLIR DENGAN DIFRAKSI NEUTRON. Elemen bakar nuklir jenis lempeng sandwich dibuat dengan kelongsong yang terbuat dan lempeng A1Mg2 . Lempeng kelongsong ini dibuat dan bahan asal berbentuk pelat setebal 6 mm yang dicanai secara bertahap. Tahap pertama canai dingin berulang enam kali untuk pelat pigura sampai tebal 3.05 mm, tahap kedua dilanjutkan canai sampai 2.60 mm untuk penutup dan tahap ketiga dan sandwich setebal 8.70 mm canai panas berulang empat kali diselang pemanasan pada suhu 250 derajat Celcius sampai tebal 1.65 mm. Perlakuan mekanik dan panas ini akan mempengaruhi keadaan tekstur kristalografi bahan. Tekstur kristalografi ini dapat mempengaruhi anisotropi sifat elastik, mekanik, panas, listrik magnetik dan korosi/kimia bahan. Dalam penelitian hanya dipelajari penentuan tekstur A1Mg2 untuk lempeng penutup. Dan hasil gambar kutub (111) untuk lempeng penutup, dapat disimpulkan bahwa orientasi arah normal bidang (111) kristalit bahan cenderung mengarah ke arah canai dengan membuat sudut 54° terhadap bidang canai, sebagian lagi mengarah sejajar dengan permukaan canai , 15° terhadap arah canai. Dengan notasi konvensional tekstur ini dapat dinyatakan dengan {112}dan {135}. Sedangkan dan hasil gambar kutub (200) dan (220) tampak bahwa distribusi orientasi bidang bidang ini acak. Jadi dapat dikatakan bahwa lempeng ini bertekstur yang mirip tekstur serat dengan arah-arah bidang (111) tersebut diatas sebagai sumbu serat dan bahwa tekstur ini lemah.

    ANALISIS STABILITAS SUHU TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG AKIBAT TRANSIEN REAKTIVITAS

    No full text
    ANALISIS STABILITAS SUHU TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG AKIBAT TRANSIEN REAKTIVITAS. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang stabilitas dan respon transien suhu teras akibat perubahan reaktivitas selama operasi rutin. Diasumsikan reaktor sebagai suatu sistem linier tergumpal dengan neutron kasip satu grup, pengaruh fraksi hampa serta racun xenon terhadap reaktivitas diabaikan. Dan hasil evaluasi yang dilakukan dengan metode Nyquist, metode Root Locus dan diagram Bode diperoleh informasi bahwa, sistem selalu dalam keadaan stabil berapapun penguatanya dan mempunyai respontransien yang baik, karena perbandingan koefisien suhu negatif air terhadap bahan bakar adalah 1,54 lebih kecil dan batas atasnya, yaitu 14 x 106. Dengan menggunakan diagram Bode dapat ditunjukan pula sistem mempunyai kestabilan relatif dengan gainmargin 65 db dan phase margin 41° yang terjadi pada frekuensi-frekuensi jauh di atas frekuensi termal

    STUDI PERANAN ANTI ULTRAVIOLET PADA KOMPOSIT BERBAS1S POLIMER LDPE DAN EVA SEBAGAI PLASTIK PERTANIAN.

    No full text
    STUDI PERANAN ANTI ULTRAVIOLET PADA KOMPOSIT BERBASIS POLIMER LDPE DAN EVA SEBAGAI PLASTIK PERTANIAN. Penambahan anti ultraviolet berupa chimmasorb dan tinuvin kedalam pembuatan komposit berbasis polimer LDPE (low density polyethylene) atau EVA (ethyl vinyl accetal) sebagai plastik pertanian telah dilakukan. Dalam proses pembuatan dilakukan dengan metode blending dengan cara melakukan pencampuran polimer LDPE atau EVA pada suhu 180oC selama 7 menit di dalam laboplastomil dengan penambahan chimmasorb atau linuvin dengan komposisi 5%, 8%, 11% dan 14 % berat. Selanjutnya dilakukan penjemuran selama 60 hari dan karakterisasi meliputi sifat mekanik dan struktur mikro sebelum dan sesudah penjemuran. Matriks komposit berupa LDPE lebih tahan terhadap ultraviolet dari pada EVA. Komposisi anti ultraviolet terbaik adalah yang mengnadung 11% berat chimmasorb lebih baik dan pada sampel dengan aditif tinuvin. Akibat penjemuran sampai 60 hari ternyata sifat mekanik komposit berbasis LDPE dan EVA mengalami penurunan. Kekuatan tank menurun sebesar 0,07% dan 2398%, kekuatan luluh menurun sebesar 3,08% dan 3,9% dan perpanjangan putus masing-masing sebesar 17,08% dan 13,95%.

    STUDI PARAMETER PENUKAR PANAS UNTUK REAKTOR CANDU 6 YANG DISEMPURNAKAN

    No full text
    STUDI PARAMETER PENUKAR PANAS UNTUK REAKTOR CANDU 6 YANG DISEMPURNAKAN. Sistem moderator pasif untuk reaktor CANDU 6 yang disempurnakan membutuhkan penukar panas dengan ukuran kecil dan mempunyai koefisien tahanan yang kecil pula pada sisi cangkangnya. Untuk itu telah dilakukan studi untuk menentukan ukuran penukar panas yang dibutuhkan dan menghitung koefisien tahanan pada sisi cangkangnya. Berdasarkan hasil analisis menggunakan program komputer CATHENA. dapat disimpulkan bahwa penukar panas sistem moderator ini dapat digunakan pada kondisi operasi normal khususnya untuk kasus-kasus penukar panas dengan jumlah pipa 3600 sampai 8100 dan diameter pipa 15,9 mm. Studi ini menunjukkan bahwa penukar panas yang diusulkan telah memberikan hasil yang memuaskan

    PERANAN TEKNIK NUKLIR UNTUK TERAPI PALIATIF KANKER TULANG METASTASIS

    No full text
    PERANAN TEKNIK NUKLIR UNTUK TERAPI PALIATIF KANKER TULANG METASTASIS. Kanker tulang metastasis umumnya merupakan penyebaran kanker payudara dan kanker prostat. Penderitanya sangat menderita karena tingkat kenyerian yang tinggi. Kalau kondisinya sudah sangat parah, biasanya obat analgesik, hormon dan obat kimia lainya serta radiasi eksternal sudah tidak efektif, sementara tingkat kenyerian makin bertambah. Untuk mengatasi rasa nyeri ini digunakan radiofarmaka dengan radionuklida pemancar sinar β. Di antara radionuklida yang sesuai untuk tujuan paliatif yang akan dibahas adalah 89Sr, 32p, 186/188Re dan 153Sm. Makalah ini berupa pengkajian tentang peranan teknik nuklir untuk terapi yang pembahasanya mencakup radiofarmaka untuk paliatif, sifat radionuklida, pembuatan serta bentuk senyawa yang digunakan. Masing-masing radionuklida disuntikan pada pasien dalam bentuk senyawa kimia yang sesuai agar dapat mencapai bagian tulang yang terkena kanker secara selektif seperti 89SrCl2, Na32PO4, 186/188Re-HEDP dan 153Sm-EDTMP. Radiofarmaka tersebut akan masuk ke bagian tertentu pada tulang sehingga mempunyai kemampuan untuk mengiradiasi kanker tulang metastasis pada jarak yang terbatas. Masing-masing radiofarmaka mempunyai keunggulan dan kelemahan satu dari yang lainnya, sehingga untuk pemilihan radiofarmaka yang akan digunakan dapat mempertimbangkan beberapa aspek yang sesuai dengan kondisi yang ada seperti aspek ekonomi, kondisi kanker metastasis dan radiofarmaka yang tersedia

    PEMANTAUAN MASA REPRODUKSI SAPI TERNAK MENGGUNAKAN TEKNIK RIA PROGESTERON

    No full text
    PEMANTAUAN MASA REPRODUKSI SAPI TERNAK MENGGUNAKAN TEKNIK RIA PROGESTERON. Teknik inseminasi buatan (IB) sangat luas penggunaannya, terutama bagi negara berkembang yaitu untuk memperoleh keturunan yang secara genetik berkualitas dan untuk memperbaiki efisiensi reproduksi. Di Indonesia teknik ini telah lama dikembangkan, tetapi hingga saat ini keberhasilan teknik IB masih sangat rendah. Mengingat terbatasnya teknik penentuan status reproduksi menggunakan pengamatan perubahan vulva secara visual dan pemeriksaan kebuntingan melalui palpasi rectal, maka pemantauan kadar progesteron dalam susu dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu memperbaiki efisiensi reproduksi, yang pada akhirnya secara ekonomis akan sangat menguntungkan. Untuk menganalisis kadar progesteron, cuplikan susu dikumpulkan dalam vial yang berisi butiran sodium azida. Cuplikan susu dikumpulkan dua kali dalam seminggu setama lebih kurang 6 minggu, kemudian disimpan pada 4°C dalam lemari pendingin sampai analisis dilakukan. Kadar progesteron dalam cuplikan susu ditentukan dengan metode radioimmunoassay (RIA) fase padat, dengan 125progesteron sebagai perunut. Standar progesteron dibuat menggunakan susu tanpa lemak dengan batas konsentrasi 0 sampai 40 nmol/. Hasil penentuan progesteron dalam cuplikan susu yang dikumpulkan dari 5 ekor sapi menunjukkan bahwa dua ekor sapi memberikan kadar progesteron rendah, yang berarti bahwa sapi-sapi tersebut dalam keadaan anoestrus. Tiga ekor sapi lainnya memberikan interpretasi grafik progesteron post calving cyclicity, dan setelah dilakukan inseminasi, dua ekor sapi berhasil memperoleh kehamilan. Hasil penentuan kadar progesteron secara teliti dapat digunakan untuk menentukan masa oestrus, dan dapat digunakan pula untuk mendiagnosis ketidak hamilan misalnya untuk memantau post partum ovarian, kematian embryo dini, serta permasalahan ovarium

    144

    full texts

    279

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇