Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Not a member yet
279 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK DAN EFEKTIVlTAS PENUKAR KALOR REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG SETELAH DiBERSIHKAN
KARAKTERISTIK DAN EFEKTIVITAS PENUKAR KALOR REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG SETELAH DIBERSlHKAN. Kualitas sistem pendinginan pada penukar kalor akan menurun bila efektivitas penukar kalor tersebut menurun. Salah satu sebab menurunnya efektivitas penukar kalor adalah karena terbentuknya endapan pengotor pada saluran dan pelat pendinginnya, Telah dapat diprediksi bahwa tebal endapan pengotor pada sisi sekunder lebih tebal daripada endapan pengotor pada sisi primer, oleh karena itu perlu dilakukan pembersihan terhadap alat penukar kalor tersebut. Pembersihan penukar kalor telah dilakukan dengan cara membongkar dan membersihkannya dengan menggunakan larutan. Untuk mengetahui pengaruh pembersihan penukar kalor terhadap efektivitasnya, perlu dilakukan perbandingan pada analisis perhitungan efektivitas penukar kalor sebetum dan sesudah dibersihkan.
SENSOR MAGNETIK FLUXGATE DAN APLIKASINYA UNTUK MENGUKUR KUAT ARUS
SENSOR MAGNETIK FLUXGATE DAN APLIKASINYA UNTUK MENGUKUR KUAT ARUS. Secara konvensionaJ kuat arus dapat diukur dengan menghubungkan alat secara seri pada rangkaian. Cara ini memiliki kelemahan karena mengganggu aliran arus yang akan diukur. Dengan menggunakan sensor magnetik, arus dapat diukur tanpa harus mengganggu aliran arus, karena yang diukur hanya kuat medan magnet yang dihasilkan oteh arus yang akan diukur. Dalam tulisan ini akan ditunjukkan penggunaan sensor magnetik fiuxgate untuk mengukur kuat arus. Dari hasil penelitian terlihat bahwa sensor magnetik fiuxgate yang digunakan dapat mengukur kuat arus dalam daerah pengukuran yang cukup lebar dan dengan ketelitian < 2 %
PENGEMBANGAN SENYAWA BERTANDA 99mTc-ETAMBUTOL UNTUK DIAGNOSIS TUBERKULOSIS: 2. KARAKTERISASI FISIKO-KIMIA DAN MIKROBIOLOGIS.
PENGPENGEMBANGAN SENYAWA BERTANDA 99mTc-ETAMBUTOL UNTUK DIAGNOSIS TUBERKULOSIS: 2. KARAKTERISASI FISIKO-KIMIA DAN MIKROBIOLOGIS. Penyakit tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh seperti antara lain paru-paru (sangat umum), kulit, tulang, kelenjar getah bening, kelenjar tiroid, dan saluran urogenital. Senyawa bertanda 99mTc-etambutol yang telah berhasil diteliti penandaannya pada tahun 2004 merupakan senyawa berbentuk kompleks khelat dengan radionuklJda 9grnTc sebagai inti Iogamnya. Senyawa tersebut diharapkan dapat digunakan untuk tujuan diagnosis penyakit TBC dengan teknik nuklir di bidang kedokteran, terutama untuk TBC yang letaknya jauh di dalam tubuh manusia dan tidak terjangkau dengan metode konvensionaf. Sebetum senyawa bertanda 99mTc-etambutol digunakan untuk tujuan diagnosis, senyawa tersebut harus memenuhi persyaratan radiofarmaka yang balk, sehingga perlu diiakukan karakterisasi. Hasilnya menunjukkan bahwa senyawa bertanda 99mTc-etambutol mempunyai karakteristik fisiko kimia sebagai berikut: pH adalah 6,0 - 6,5; kemurnian radiokimia 93,7 + 1,3 %, nilai Poot yang menunjukkan besaran lipofilisitas adalah 0,023 + 0,015, ikatan dengan protein ptasma sebesar 61,12 + 0,02 % dan bermuatan tistrik negatif. Terjadinya perubahan struktur molekul etambutol setelah menjadi 99mTc-etambutol tidak mempengaruhi afinitas bakterial dan daya bakterisidanya terhadap Mycobacterium. Adanya penurunan afinitas bakterial yang nyata dari 99mTc -etambutol terhadap bakteri M. bovisis yang hidup dan mati menunjukkan kespesifikan radiofarmaka ini untuk mendeteksi penyakit TBC yang masih aktif
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN JUMLAH PELAT TERHADAP UNJUK KERJA PENUKAR KALOR REAKTOR TRIGA 2000
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN JUMLAH PELAT TERHADAP UNJUK KERJA PENUKAR KALOR REAKTOR TRIGA 2000. Untuk mengurangi adanya gelembung di dalam tares reaktor TRIGA 2000 Bandung pada daya di etas 1000 kW adalah dengan meningkatkan efektivitas penukar kalor(HE). Salah satu care untuk peningkatan efektivitas tersebut yaitu dengan menambah jumtah pelat di dalam HE. Supaya penambahan jumiah pelat sesuai dengan yang diinginkan, make perlu dilakukan suatu analisis untuk melihat perbandingan unjuk kerja dalam beberapa variasi penambahan pelat. Analisis dilakukan dengan metode NTU-Efektivitas. Batasan variabel yang berpengaruh terhadap efektivitas diambil dad pengalaman operasi sejak tahun 2000 sampai 2005. Selain itu diasumsikan bahwa sifat-sifat fluida kerja tidak berubah banyak terhadap suhu dan tekanan serta endapan pengotor pada pelat HE kecil. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa penambahan jumlah pelat akan menaikkan efektivitas penukar kalor. Akan tetapi untuk laju air primer yang rendah(600 gpm) danlfaju air sekunder yang tinggi(6000 It/menit.) kenaikan efektivitasnya kecil walaupun jumlah pelat ditambah, dan efektivitasnya sudah di aras 98 %
PEMBUATAN KERAMIK DARI BAHAN MANGANIT DAN KARAKTERISASI LISTRIKNYA SEBELUM DAN SESUDAH IRADIASl GAMMA
PEMBUATAN KERAMIK DARI BAHAN MANGANIT DAN KARAKTERISASI LISTRIKNYA SEBELUM DAN SESUDAH IRADIASI GAMMA. Telah dilakukan pembuatan keramik oksida Mangan dari mineral manganit. Serbuk oksida mangan diperoleh dad mineral manganit melalui pelarutan dan pengendapan. Serbuk hasil pengendapan dipres dan disinter pada suhu 1000°C-1200°C selama 1 Jam di udara. Karakteristik listriknya ditentukan sebelum dan sesudah iradiasi gamma sebesar 50 kGy. Keramik dalam bentuk film tebal juga dibuat dari serbuk tersebut. Hasil analisis XRD memperlihatkan bahwa serbuk hasil pengendapan mengandung oksida Fe (Fe2Q) dan Mn (Mn203) dan keramik hasil sinter cenderung, berkristal spinel kubik dan berbentuk tarutan padat. Karakteristik listrik memperlihatkan bahwa keramik ini mempunyai sifat termistor negative thermal coefficient (NTC) yaitu resistivitas listriknya menurun dengan pertambahan suhu. Pengaruh irradiasi gamma dengan dosis hingga 50 kGy terhadap karakteristik listrik keramik yang dibuat tidak terlihat
KARAKTERISTIK GENERATOR tBSW/188Re BERBASIS POL Y ZIRCONIUM COMPOUND
KARAKTERISTIK GENERATOR 188W/188Re BERBASIS POLY ZIRCONIUM COMPOUND. Penggunaan senyawa poly zirconium compound (PZC) sebagai pengganti alumina 99 99rn pada sistem generator Mo/ Tc telah berhasil dilakukan di indonesia sebagai hasil kerjasama penelitian antara PRR-BATAN dengan JAERI dan Kaken Co. dari Jepang. Senyawa PZC yang mempunyai daya serap tinggi terhadap molibdenum (200-250 mg Mo/g PZC), tefah berhasil dikembangkan dalam bentuk generator 99Mo/ggrnTc di PRR-BATAN. Kesamaan sifat kimia molibdenum dengan wolfram mendorong dilakukannya pengembangan pembuatan generator ~8~/~88Re dengan menggunakan PZC sebagai penyerap wolfram. Penentuan kapasitas serap senyawa PZC terhadap wolfram diperoleh dengan melihat besarnya aktivitas '88W setelah campuran PZC dan wolfram dipanaskan selama 3 jam. Bari pengamatan ini dlketahui bahwa setiap gram PZC mampu menyerap lebih dari 400 rng wolfram. Persentase yield yang dihasilkan dar[ sistem generator ~88Wt:88Re dengan 3 perlakuan berbeda ( A= tanpa NaOCl , C= dengan NaOCl, tanpa alumina dan D = dengan NaOCI dan a[umina) menunjukkan bahwa yield generator A pada etusi ke 2 dan seterusnya lebih rendah bila dibandingkan generator C dan D. Profil elusi generator renium tidak menunjukkan perbedaan antara generator dengan kolom tambahan alumina dan tanpa kolom alumina, Kedua jenis generator memberikan yield > 90 % dengan volume 6 mi. Besarnya wolfram breakthrough generator renium tanpa pencucian dengan larutan 188 188 NaOCI 0,5 Yo dipero[eh > 0,1 I JCl W/mCi Re sedangkan yang dicuci dengan larutan NaOCI 0,5 % diperoleh < 0,1 pCi ~SBW/mCi ~SSRe. Penggunaan alumina sebagai kolom kedua dapat meminimalkan lolosan wolfram pada eluat generator
METODE PEMBUATAN RADIOISOTOP KOBAL- 58 (58Co) MELALUI REAKSI 58Ni(n,p)58Co
METODE PEMBUATAN RADIOISOTOP KOBAL-58 (SSCo) MELALUl RE-AKSI SSNi(n,p)~SCo. Radioisotop 58Co merupakan salah satu radioisotop yang dikembangkan untuk pembuatan senyawa bertanda. Radioisotop SSCo memiliki energi radiasi gamma yang cocok digunakan untuk tujuan teknik radioperunut. Radioisotop 58Co dapat diproduksi melalui reaksi 58Ni (n,p)5SCo dalam reaktor nuklir dengan mengiradiasi sasaran NiO yang mempunyai kelimpahan isotop alam (8) sebesar 67,88 % dan penampang lintang (cr),f 0,09 barn. Penelitian ini bertujuan menguasai metode pembuatan radioisotop 6SCo dalam bentuk senyawa 5SCOCI2 yang diharapkan selanjutnya dapat diterapkan dalam pembuatan senyawa bertanda. Sasaran NiO diiradiasi dalam reaktor nuklir TRIGA 2000 Bandung dengan fluks neutron 6,387 x 10 ~3 n / cm2/s~ selama 60 jam. Sasaran yang tetah diiradiasi selanjutnya dilarutkan dalam HCl 12 M lalu dievaporasi sampai kering kemudian ditambahkan HCI 9 M. Pemisahan 58Co dari SSNi dengan cara penukar anion menggunakan resin Dowex lx 8 dengan eluen HCL 4 M. Produk akhir radioisotop 5SCo diperoteh dalam bentuk larutan jernih SSCoCl2 dengan pH 1 - 1,5 dan konsentrasi radioaktif rata-rata 0,085 mCi/mL. Uji kualitas sediaan radioisotop 58CoCl2 meliputi penentuan kemurnian radionuklida dengan metakukan pengukuran energi radioaktif menggunakan MCA (multichannel analyzer). Hasil analisis spektrum sinar gamma (y) diperoleh puncak energi pada 810,69 keV, 863,95 keV, 1675,40 kev menunjukkan adanya radioisotop SSCo dari reaksi 58Ni(n,p)SSCo. Penentuan kemurnian radiokimia dengan metode kromatografi kertas menggunakan fase diam kertas Whatman 3 MM dan fase gerak campuran pelarut NH3 · etanol' air (1:10:20), menunjukkan radioisotop SSCo memberikan harga Rf = 0 dengan kemurnian radiokimia > 99 % dan stabil selama seminggu. Penentuan kadar nike[ dengan metode spektrofotometri .menggunakan larutan pereaksi dimetilglioksim dalam lingkungan basa, menunjukkan kadar nike[ di bawah 2 ppm.
KAJIAN RADIOAKTIVlTAS JATUHAN (FALL-OUT) DI SEKITAR FASILITAS NUKLIR YOGYAKARTA DENGAN MEMPERHATIKAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
KAJIAN RADIOAKTIViTAS JATUHAN (FALL-OUT) DI SEKITAR FASILITAS NUKLIR YOGYAKARTA DENGAN MEMPERHATIKAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI. Kajian terhadap fluktuasi radioaktivitas jatuhan di sekitar fasilitas nuklir Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB)-BATAN dilakukan dengan mencermati aktivitas gunung Merapi pada kurun waktu dari tahun 1987 sampai tahun 2005. Hal ini penting dilakukan mengingat faslitas nuklir PTAPB berada hanya sekitar 30 km dari gunung Merapi yang merupakan gunung teraktif di Indonesia. Radioaktivitas jatuhan ditentukan dengan metode tak fangsung, yaitu dengan mengukur radioaktivitas jatuhan basah atau kering yang tertampung dalam wadah selama satu bulan. Fluktuasi radioaktivitas gross beta jatuhan di sekitar PTAPB selama periode tahun 1987 sampai 2005 dipengaruhi ofeh aktivitas gunung Merapi. Tercatat 5 kejadian dad aktivitas gunung Merapi memberi kontribusi yang signifikan terhadap kenaikan tingkat radioaktivitas jatuhan.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UNTUK MENGUKUR KARAKTERISTIK LISTRIK TERMISTOR
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UNTUK MENGUKUR KARAKTERISTIK LISTRIK TERMISTOR. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat suatu alat ukur karakteristik listrik termistor. Alat yang dibuat ini terdiri dari komponen utama, mikrokontroler AT89C51, 3 buah ADC-0804, sensor suhu LM35 dan IC MAX 232. Komponen IC MAX' 232 digunakan untuk menghubungkan mikrokontroler dengan komputer pribadi secara serial dengan menggunakan standar IRS-232, sedang ADC-0804 digunakan untuk mengubah data analog (tegangan DC) men]adi data digital agar dapat dibaca oleh mikrokontroler. Data digital dari 3 buah rangkaian ADC-0804 yang telah dibaca oleh mikrokontroler langsung dikirimkan ke komputer pribadi. Data hasil pengukuran yang telah diterima personal komputer kemudian diproses untuk mengetahu[ nilai suhu dan resistansi termistor yang terukur. Data yang telah diproses tersebut dapat disimpan dalam suatu data base, selain itu juga dapat ditampilkan pada layar monitor atau printer dalam bentuk tabel dan grafik resistansi termistOr sebagai fungsi suhu. Hasil pengukuran dari alat ukur karakteristik tistrik termistor yang dibuat, dibandingkan dengan alat ukur yang terkalibrasi kesalahannya yaitu sekitar 0,33 %
DEPOSISI FILM TIPIS CERIA DIDADAH Nd MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD)
DEPOSISI FILM TIPIS CERIA DIDADAH Nd MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD). Film tipis ceria didadah Nd (Nd-doped ceria/NDC) telah berhasil dideposisikan di atas substrat Si(100) pada ~temperatur 400°C menggunakan teknik pulsed-laser ablation depostion (PI‑AD) dalam kondisi vakum dan tekanan 02 antara 15 - 29 mTorr. Analisis difraksi sinar-x, scanning electron microscopy (SEM), dan energy dispersive x-ray (EDX) digunakan untuk mengamati struktur, ketebalan dan komposisi kimia film. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tekanan 02 selama proses deposisi menentukan kristalisasi, ketebalan film dan komposisi atom dalam film. Film tipis NDC dengan struktur kompak dan komposisi beragam yang diperoleh menunjukan bahwa teknik PLAD berpotensi untuk menghasilkan film tipis elektrolit yang penting bagi solid electrolyte fuel cell (SOFC)