Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Not a member yet
    279 research outputs found

    EFEK IMPLANTASI ION Ni+ DAN Ar+ TERHADAP SIFAT MAGNETIK LAPISAN TIPIS C/Si

    Full text link
    EFEK IMPLANTASI ION Ni+ DAN Ar+ TERHADAP SIFAT MAGNETIK LAPISAN TIPISC/Si. Telah dilakukan studi efek implan ion Ni+ dan ion Ar+ terhadap sifat magnetik lapisan tipisC/Si (100). Implantasi ion Ni+ dan ion Ar+ terhadap lapisan tipis C/Si dilakukan dengan dosissampai 5 x 1016 ion/cm2. Hasil identifikasi XRD menunjukkan adanya puncak intensitas difraksiC (002) dan Ni (100). Implantasi ion dapat menyebabkan penurunan puncak intensitas difraksiC (002). Puncak intensitas difraksi C (002) semakin menurun seiring dengan bertambahnyadosis ion, sedangkan puncak intensitas difraksi Ni (100) semakin tinggi seiring dengan bertambahnyadosis ion. Hasil ini menunjukkan telah terjadi distribusi atom Ni pada permukaanlapisan tipis C/Si. Hasil pengamatan morfologi permukaan menggunakan SEM/EDS,menunjukkan adanya atom Ni yang tersebar pada permukaan lapisan tipis C/Si. Hasilpengukuran sifat magnetik dengan metode VSM (Vibrating Sample Magnetometer)menunjukkan adanya perubahan sifat magnetik pada lapisan tipis C/Si dengan penambahandosis implan. Sifat magnetik ini meningkat seiring dengan penambahan dosis ion Ni+, yangditunjukkan dengan peningkatan nilai-nilai Ms (saturated magnetization), Mr (remanentmagnetization) dan Hc (coercive field), masing-masing sebesar 28%, 21% dan 42%. Hasilpengukuran sifat GMR dengan Four Point Probe juga menunjukkan peningkatan nilai nisbahMR sekitar 26% pada medan magnet 7,5 kOe seiring dengan peningkatan dosis ion.Kata kunci : lapisan tipis C/Si, implantasi ion, sifat magneti

    UJI PROFIL PROTEIN KELENJAR LUDAH Anopheles sp. TERINFEKSI P. berghei PASCA IRADIASI GAMMA DENGAN TEKNIK SDS-PAGE UNTUK PENGEMBANGAN VAKSIN MALARIA

    Full text link
    UJI PROFIL PROTEIN KELENJAR LUDAH Anopheles sp. TERINFEKSI P. bergheiPASCA IRADIASI GAMMA DENGAN TEKNIK SDS-PAGE UNTUK PENGEMBANGANVAKSIN MALARIA. Sporozoit merupakan tahapan siklus hidup parasit malaria yang palinginvasif dan merupakan kandidat vaksin paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwavaksin malaria yang dibuat dengan melemahkan sporozoit Plasmodium sp menggunakan sinargamma terbukti lebih efektif. Studi efek radiasi terhadap protein dalam pengembangan vaksiniradiasi juga berperan sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil proteinkelenjar ludah Anopheles sp terinfeksi sporozoit pasca iradiasi gamma dengan teknik Sodiumdodecyl sulphate-polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). Tahapan uji meliputipenginfeksian nyamuk Anopheles sp dengan P. berghei, pemeliharaan nyamuk terinfeksiselama 14-16 hari untuk memperoleh sporozoit, iradiasi nyamuk secara in vivo - in vitro,preparasi sampel kelenjar ludah dan elektroforesis pada SDS-PAGE 10% serta pewarnaanCommassie blue. Hasil uji menunjukkan perbedaan profill protein antara kelenjar ludahAnopheles sp terinfeksi dan tidak terinfeksi. Terdapat penambahan jumlah pita protein padadosis iradiasi lebih tinggi (200 Gy) dimana terdeteksi profil protein sporozoit P. berghei (BM 62kDa), tetapi tidak terdapat perbedaan profil circumsporozoite protein (CSP) antar dosis iradiasigamma 150, 175 dan 200 Gy. Hasil tersebut memberikan informasi dasar yang akan mengarahpada studi lanjut tentang peranan protein sporozoit dalam pengembangan vaksin malaria.Kata kunci : malaria, kelenjar ludah, P berghei, sporozoit, profil protein, sinar gamm

    FORMULASI RADIOFARMAKA 99mTc-GLUTATION UNTUK DIAGNOSIS KANKER

    Full text link
    Glutation (GSH) merupakan tripeptida alam yang memegang peranan penting dalam reaksidetoksifikasi, pelindung sel terhadap kerusakan akibat xenobiotic spektrum lebar. GSH dapatmembentuk kompleks khelat dengan ion-ion logam seperti teknesium-99m (99mTc), yang dalambidang kedokteran nuklir dapat digunakan untuk diagnosis kanker leher dan kepala. Gunamemenuhi kebutuhan senyawa bertanda 99mTc-glutation (99mTc-GSH) di dalam negeri, telahdilakukan penandaan GSH dengan radionuklida 99mTc dengan memvariasikan beberapaparameter. Penentuan efisiensi penandaan 99mTc-GSH dilakukan dengan melihat kemurnianradiokimianya yang ditentukan dengan kromatografi lapis tipis menggunakan TLC-SG dengan 2macam fase gerak, yaitu aseton kering dan larutan NaCl 0,9%. Kondisi penandaan optimaldicapai pada penggunaan 20 mg GSH; 0,3 mg SnCl2.2H2O; pH reaksi 7-7,5; dan pengocokanbeberapa saat pada temperatur kamar, memberikan efisiensi penandaan ± 98%. Total volumereaksi hingga 5 ml tidak memberikan pengaruh pada tingkat kemurnian hasil penandaan. Ujistabilitas menunjukkan bahwa 99mTc-GSH tetap stabil sampai 6 jam pada temperatur kamardengan kemurnian radiokimia 99,34 %

    PARAMETER TRANSFER RADIOSTRONSIUM 85Sr DI LINGKUNGAN MELALUI JALUR TANAH – TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.)

    Full text link
    Transfer radionuklida dari tanah ketanaman pangan merupakan salah satu jalur dimana radionuklida kemudian dapat sampaimengkontaminasi tubuh manusia. Parameter yang digunakan untuk menjelaskan interaksitanah – tanaman adalah faktor transfer (Ft) dan koefisien laju transfer (k12). Penelitian mengenaitransfer radionuklida dari tanah ke tanaman pangan telah dilakukan untuk mengetahui besarnyakemampuan tanaman dalam mengakumulasi radionuklida untuk keperluan pengkajian dosisinterna pada manusia. Tanaman sayuran yang banyak dikonsumsi, yaitu bayam (Amaranthussp.), ditumbuhkan dalam media tanah yang dicemari dengan radionuklida 85Sr selama duabulan. Setiap lima hari sekali tanaman dan tanah tempat tumbuhnya dicuplik, dikeringkan dankemudian diukur kandungan radionuklida 85Sr menggunakan spektrometer gamma. Daripenelitian ini diketahui besarnya kemampuan tanaman dalam mengakumulasi 85Sr yangdinyatakan sebagai faktor transfer, yaitu sebesar 3, sedang nilai k12 yang menyatakan koefisienlaju transfer diperoleh sebesar 9,99 x 10-3 hari-1dan 9,98 x 10-3 hari-1, masing-masing untuk041 hari. Parameter transfer radionuklida 85Sr dari tanah ke tanaman bayamnantinya dapat diaplikasikan untuk pengkajian dampak radiologik pada saat terjadi pencemaranradionuklida Sr di tanah. Dengan diketahui nilai Ft dan k12 dapat diperkirakan besarnya aktivitasradionuklida Sr dalam tanaman setelah selang waktu tertentu pencemaran di tanah

    KARAKTERISTIK TEMPERATUR DAN REDUKSI LIMBAH RADIOAKTIF PADAT RUANG BAKAR PROTOTIPE TUNGKU HK - 2010

    Full text link
    Sebuah prototipe tungku pembakar limbahradioaktif padat berbentuk silinder yang kemudian diberi nama HK – 2010 telah dibuat untukmengatasi besarnya volume limbah padat di Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri(PTNBR) BATAN, Bandung. Tungku ini berfungsi untuk mereduksi limbah radioaktif padatdengan cara pembakaran. Sebelum tungku digunakan untuk membakar limbah radioaktifsecara terus menerus, perlu dilakukan uji pembakaran berbagai jumlah dan jenis limbah untukmempelajari unjuk kerjanya. Pengujian unjuk kerja tungku dilakukan terhadap besar danhomogenitas temperatur ruang bakar yang dapat dicapai pada saat pembakaran. Dalampenelitian ini dilakukan uji pembakaran 20 kg limbah radioaktif padat campuran darilaboratorium di PTNBR. Pada saat uji pembakaran dilakukan pengukuran temperatur dindingprimer dan sekunder tungku, laju alir udara, serta pengukuran berat dan volume limbahsebelum dan sesudah dibakar. Dari hasil uji pembakaran yang telah dilakukan, diperoleh bahwatemperatur maksimum ruang bakar prototipe tungku pembakar limbah radioaktif padat dapatmencapai 783,34 oC. Tungku pembakar limbah radioaktif yang dibuat dapat mengurangi jumlahlimbah sebesar 90 – 92 % pada saat pengujian dilakukan dan dapat mereduksi paparan radiasipengion hingga menjadi rata-rata 0,249 %

    INTERKOMPARASI PENGUKURAN OUTPUT IRADIATOR 137Cs DAN PERSONAL DOSE EQUIVALENT, Hp(10) MENGGUNAKAN TLD DAN FILM

    Full text link
    Telah dilakukan kegiataninter komparasi pengukuran output iradiator 137Cs dan personal dose equivalent, Hp(10),menggunakan TLD dan film pada tahun 2006-2008. Menurut rekomendasi IAEA,interkomparasi merupakan salah satu kegiatan audit namun lebih ditekankan pada semangat kolaborasi dan dukungan dari pada semangat inspeksi. Interkomparasi bertujuan untuk menilai kompetensi partisipan dan memelihara ketertelusuran serta menjaga konsistensi hasil pengukuran. Di samping itu, untuk meyakinkan bahwa alat bekerja dengan benar dan hasil evaluasi telah memenuhi ketentuan yang berlaku serta dalam rangka memenuhi salah satu klausul yang tertera dalam ISO-17025-2005. Manfaat interkomparasi adalah untuk memudahkan jalinan antara anggota dan sistem pengukuran nasional, serta untuk pertukaran pengalaman dalam teknik pengukuran dan evaluasi dosis radiasi. Di samping sebagai alat uji profisiensi dalam pengukuran atau evaluasi dosis, secara tidak langsung interkomparasi berdampak pada peningkatan mutu layanan dan dalam rangka memenuhi legislasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Pada kegiatan ini, TLD digunakan untuk interkomparasi pengukuran output sedangkan TLD dan film untuk evaluasi dosis. Pada makalah ini disajikan hasil interkomparasi pengukuran output dan personal dose equivalent, Hp(10) tahun 2006-2008 yang diikuti oleh 6 peserta: Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta,Medan, Surabaya, Makassar, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) dan Laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan (KKL)-PTKMR BATAN. Pada interkomparasi pengukuran output, dosis yang dinyatakan oleh peserta dibandingkan dengan dosis yang diukur Laboratorium Metrologi Radiasi (LMR), dan hasilnya masih dalam rentang ± 10 %, sehingga dianggap memuaskan. Hasil interkomparasi personal dose equivalent, Hp(10), dievaluasi berdasarkan analisis ISO/IEC Guide 43-1, 1997 dan dinyatakan sebagai En. Nilai En (Lab) yang diperoleh ≤ 1, maka dianggap memuaskan, tetapi satu Lab mempunyai nilai En > 1,sehingga dinyatakan kurang memuaskan

    PENGARUH PERLAKUAN TETRAETHYL ORTHOSILICATE TERHADAP KARAKTERISTIK MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM UNTUK GENERATOR RADIOISOTOP 99Mo/99mTc

    Full text link
    PENGARUH PERLAKUAN TETRAETHYL ORTHOSILICATE TERHADAPKARAKTERISTIK MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM UNTUK GENERATORRADIOISOTOP 99Mo/99mTc. Pada pembuatan generator radioisotop 99Mo/99mTc menggunakanmolibdenum alam teriradiasi diperlukan penyerap (sorben) dengan kapasitas serap (sorpsi)tinggi. Penyerap berupa material berbasis zirkonium (MBZ) dengan kapasitas serap sekitar 183mg Mo/g MBZ telah berhasil disintesis. Namun, penyerap tersebut mudah pecah dalam prosespenyerapan molibdenum karena banyaknya retakan pada butiran yang dihasilkan. Untukmeningkatkan kekerasan, material tersebut direndam di dalam tetraethyl orthosilicate (TEOS),ditiriskan dan selanjutnya dipanaskan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa butiran MBZdengan perlakuan TEOS tidak hancur pada saat direndam di dalam larutan molibdenum. Hasilpengamatan menggunakan SEM menunjukkan bahwa retakan yang terbentuk pada butiranMBZ berhasil dihilangkan melalui perlakuan menggunakan TEOS. Pengukuran menggunakanEDS menunjukkan bahwa setelah perlakuan menggunakan TEOS, pada permukaan materialditemukan adanya silikon dan terjadi kenaikan kandungan oksigen. Hasil uji serap menunjukkanbahwa perlakuan menggunakan TEOS menyebabkan penurunan kapasitas serap terhadapmolibdenum dari 183 menjadi 79,8 mg Mo tiap gram MBZ. Perlakuan TEOS pada MBZ dapatmeningkatkan kekerasan material namun menyebabkan penurunan kapasitas serap. Materialini perlu diuji lebih lanjut pada pembuatan generator radioisotop 99Mo/99mTc menggunakan Moalam teriradiasi untuk mengetahui karakteristik generator yang diperoleh menggunakan MBZ

    KANDUNGAN UNSUR Fe DAN Zn DALAM BAHAN PANGAN PRODUK PERTANIAN, PETERNAKAN DAN PERIKANAN DENGAN METODE k0-AANI

    Full text link
    Kekuranganmikronutrien besi(Fe) dan seng (Zn) banyak diderita oleh masyarakat. Untuk itu telah dilakukanpenentuan unsur Fe dan Zn dalam cuplikan bahan pangan produk pertanian, peternakan danperikanan. Tujuan penelitian adalah untuk memperkirakan asupan Fe dan Zn melalui bahanmakanan yang dikonsumsi. Pengambilan cuplikan dilakukan di Pasar Serpong. Penentuankadar unsur dalam cuplikan dilakukan dengan metode analisis aktivasi neutron instrumental k0(k0-AANI). Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan Fe dan Zn dalam daging sapi,kambing dan hati kambing > 150 μg/g, sedang dalam daging ayam sekitar 30 μg/g. Bahan inimerupakan sumber asupan Fe dan Zn yang bagus, tetapi karena tingkat konsumsi jenis bahanmakanan ini rendah 0,001 – 0,018 kg/hari, maka asupannya cukup rendah 0,1 – 0,5 mg/hari.Kandungan Fe dan Zn dalam beras < 50 μg/g, tetapi karena tingkat konsumsi beras cukuptinggi 0,3 kg/hari, maka asupan Zn dan Fe dari beras cukup tinggi. Bayam dengan kandunganFe 248 μg/g dan Zn 119 μg/g, dan kangkung dengan kandungan Fe 337 μg/g dan Zn 54,84μg/g, dan dengan tingkat konsumsi sekitar 0,015 kg/hari, maka merupakan sumber asupan Znda Fe yang bagus, yaitu 0,8 – 3,5 mg/hari. Telur dengan kandungan Fe dan Zn lebih rendahdari daging, tetapi karena tingkat komsumsi lebih besar yaitu 0,022 kg/hari, maka asupan Fedan Zn dari telur lebih tinggi yaitu 0,85 – 1,64 mg/hari. Dengan mengetahui kandungan Fe danZn dalam berbagai bahan makanan, ditunjang dengan data tingkat konsumsinya, maka dapatdiperkirakan asupan Fe dan Zn setiap harinya

    INTERAKSI ION PRASEODIMIUM (III) DENGAN BERBAGAI LIGAN: STUDI AWAL PEMBENTUKAN KOMPLEKS 142Pr(III) UNTUK KANDIDAT RADIOFARMAKA TERAPI

    Full text link
    INTERAKSI ION PRASEODIMIUM (III) DENGAN BERBAGAI LIGAN: STUDI AWALPEMBENTUKAN KOMPLEKS 142Pr(III) UNTUK KANDIDAT RADIOFARMAKA TERAPI. Telah dilakukan studi interaksi antara ion Pr(III) dengan ligan pendonor nitrogen(dimetilamin; 1,4-diaminobutana; 1,6-diaminoheksana; 1,4-fenilendiamin; 2,2’-bipiridin; 1,10-fenantrolin; dan 4,7-difenil-1,10-fenantrolin) dan ligan pendonor oksigen (asam suksinat dan trinatrium sitrat) untukmembentuk kompleks yang berpotensi sebagai kandidat radiofarmaka terapi. Interaksi ionpraseodimium (III) dengan ligan dipelajari dengan cara mereaksikan Pr(III) sebagai garam nitrat,Pr(NO3)3, dalam pelarut metanol dengan ligan pendonor, kemudian campuran direfluks padasuhu 60-70°C selama 4 jam. Senyawa yang terbentuk dimurnikan dengan pencucian ataupemisahan dengan kromatografi kolom, kemudian dikarakterisasi dengan spektroskopi UV-Vis,FTIR, dan spektroskopi massa. Hasil yang diperoleh menunjukkan ion Pr(III) dapat berinteraksisecara kuat dengan ligan-ligan pendonor nitrogen yang memiliki kerangka aromatik, danmemiliki pKa ~4,17-4,8. Interaksi ion Pr(III) juga ditunjukkan dengan ligan pendonor nitrogenalifatik dan ligan pendonor oksigen yang memiliki pKa > 10. Panjang rantai alifatikmempengaruhi interaksi atom donor dengan ion logam.Kata kunci : Pr(III), kompleks praseodimium(III), praseodimium-142, radiofarmaka terap

    AKUMULASI DAN DISTRIBUSI 60Co DALAM IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA SISTEM KOMPARTEMEN AIR-IKAN

    Full text link
    AKUMULASI DAN DISTRIBUSI 60Co DALAM IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADASISTEM KOMPARTEMEN AIR-IKAN. Dalam kajian keselamatan nuklir, data mengenaiparameter perpindahan radionuklida pada berbagai kompartemen lingkungan sangat diperlukanuntuk memperkirakan dosis radiasi interna yang diterima masyarakat melalui jalur lingkungan -bahan pangan – manusia. Data parameter perpindahan telah dipublikasikan oleh InternationalAtomic Energy Agency dalam Technical Report Series 472 untuk lingkungan beriklim sedang(temperate zone). Dalam rangka melengkapi data IAEA untuk wilayah tropis maka padapenelitian ini dipelajari akumulasi dan distrtibusi radionuklida 60Co pada ikan air tawar Cyprinuscarpio (ikan mas) secara percobaan laboratorium untuk menentukan parameter perpindahan60Co dari air ke ikan. Ikan mas dipelihara dalam 500 L air yang mengandung 60Co dengankonsentrasi sekitar 30 Bq.mL-1. Radionuklida 60Co yang diserap dan diakumulasi oleh ikan,serta 60Co yang tertinggal di air diukur menggunakan spektrometer gamma. Hasil penelitianmemperlihatkan 60Co terdistribusi di seluruh bagian tubuh ikan dengan nilai rasio konsentrasi(CR) sebesar 3,08 mL.g-1; 1,55 mL.g-1; 1,14 mL.g-1 masing-masing untuk organ dalam, tulangdan daging. Nilai CR 60Co dari air ke ikan dapat digunakan dalam prakiraan dosis radiasiinterna yang diterima manusia melalui jalur air - ikan - manusia, sekaligus dapat melengkapidata parameter perpindahan IAEA untuk wilayah tropis

    144

    full texts

    279

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇