Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Not a member yet
    279 research outputs found

    KETANGGUHAN RETAK, KEKERASAN DAN KONDUKTIVITAS IONIK CSZ SEBAGAI ELEKROLIT PADAT SOFC DENGAN PENAMBAHAN CuO

    Full text link
    ABSTRAK KETANGGUHAN RETAK, KEKERASAN DAN KONDUKTIVITAS IONIK CSZ SEBAGAI ELEKROLIT PADAT SOFC DENGAN PENAMBAHAN CuO. Penelitian mengenai pengaruh penambahan CuO terhadap konduktivitas ionik, kekerasan dan ketangguhan retak CSZ sebagai elektrolit padat SOFC telah dilakukan. CSZ didoping dengan CuO dengan konsentrasi 0, 1, dan 2 % berat. Pelet CSZ yang didoping CuO dikompaksi dengan tekanan 4 ton/cm2 dan disinter pada suhu 1475 0C selama 3 jam. Konduktivitas ionik diukur dengan menggunakan alat LCR meter. Konduktivitas ionik CSZ dengan doping 0, 1, dan 2 % berat CuO adalah 0,063 mS/cm; 0,110 mS/cm; dan 0,082 mS/cm. Kekerasan dan ketangguhan retak diukur dengan metode vickers menggunakan alat uji keras Zwick. Hasil kekerasan vickers berturut-turut 9,9 GPa; 12,1 GPa; dan 10,5 GPa, dan ketangguhan retak berturut-turut 1,61 MPa/m0,5; 1,85 MPa/m0,5; dan 1,54 MPa/m0,5. Analisis struktur kristal dilakukan dengan menggunakan XRD. Hasil analisis menunjukkan bahwa keramik yang dibuat berfase kubik FCC. Analisis struktur mikro dengan menggunakan mikroskop optik menunjukkan bertambahnya ukuran butir dengan peningkatan 1% berat CuO. Secara keseluruhan penambahan CuO dengan konsentrasi 1% berat dapat memperbaiki sifat listrik dan sifat mekanik CSZ sebagai elektrolit padat. ABSTRACT FRACTURE TOUGHNESS, HARDNESS AND IONIC CONDUCTIVITY OF CSZ AS SOLID ELECTROLYTE WITH ADDITION OF CuO. A research on effect of CuO addition on ionic conductivity, hardness and fracture toughness of CSZ as solid electrolyte had been conducted. CSZ was doped with 0, 1, and 2 wt % CuO. Pellets of CuO doped CSZ had been prepared by pressing with pressure of 4 ton/cm2 and sintered at 1475oC for 3 hours. Ionic conductivity was measured by means of LCR meter. Ionic conductivity values of CSZ with doped 0, 1, and 2 % CuO were 0.063 mS/cm, 0.110 mS/cm, and 0.082 mS/cm. Hardness and fracture toughness were measured by vickers method using a hardness tester Zwick. The measured vickerss hardness were 9.9 GPa, 12.1 GPa and 10.5 GPa, and fracture toughness were 1.61 MPa/m0,5, 1.85 MPa/m0,5, and 1.54 MPa/m0,5. Crystal structure analysis was done by using XRD. The analysis result showed that the prepared ceramics have cubic phase of FCC. Microstructure analysis by using an optical microscope showed that grain size increased with the increased of 1 wt % CuO. The addition of CuO at conscentration of 1 wt % can improve the electrical and mechanical properties of CSZ as solid electrolyte

    STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT

    Full text link
    ABSTRAK STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT. Radiofarmaka baru untuk pengobatan penyakit kanker payudara tipe HER-2, 177Lu-DOTA Trastuzumab, telah berhasil diproduksi oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN. Demi keamanan produk dan keselamatan pasien, radiofarmaka baru tersebut perlu dilengkapi dengan data studi dosis internal yang dilakukan setelah uji praklinis pada hewan coba selesai. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk melakukan estimasi dosis pada pasien yang dihitung berdasarkan data uji biodistribusi pada mencit. Studi Uji biodistribusi dilakukan pada 25 ekor mencit dan diamati biodistribusinya pada organ-organ, diantaranya otak, perut, usus, jantung , ginjal, hati, paru-paru, otot, tulang, limpa dan kandung kemih. Pengamatan cacahan organ dilakukan pada jam ke 1, 2, 3, 4, 24, 48 pasca injeksi radiofarmaka 177Lu DOTA-Trastuzumab sebesar 100mCi. Hasil yang diperoleh dari uji biodistribusi adalah % ID/gram organ tikus, kemudian dilakukan konversi perhitungan ke % ID/gram organ manusia. Untuk mengestimasi dosis ke manusia, hasil %ID/gram organ tersebut dipakai sebagai input pada software dosimetri internal OLINDA/EXM, dengan cara melakukan plotting %ID/gram versus waktu, yang akan menghasilkan residence time di masing-masing organ. Setelah residence time diperoleh, dosis internal radiasi pada masing-masing organ dan seluruh tubuh dapat diketahui. Hasil studi menunjukkan bahwa tiga  organ yang memiliki dosis internal tertinggi 177Lu DOTA Trastuzumab adalah : paru-paru, hati dan ovarium dengan dosis masing-masing 0,063; 0,046 dan 0,025 mSv/MBq. Disimpulkan bahwa hasil estimasi dosis internal radiasi total yang diperoleh manusia pada penyuntikan radiofarmaka 177Lu-DOTA Trastuzumab adalah 0.21 mSv/MBq. ABSTRACT   INTERNAL DOSE ESTIMATION OF 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB IN HUMAN BASED ON THE BIODISTRIBUTION DATA OF MICE: A PRELIMINARY STUDY. A new radiopharmaceutical for treating Breast Cancer of HER-2 type, 177Lu DOTA-Trastuzumab, had been successfully produced by The Centre for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology-BATAN. With regard to the patient safety, the new drug development process need internal dosimetry data obtained of preclinical study in animal. Hence, this study has been objected to estimate the internal radiation dose in human by performing the biodistribution test in mice. In this study, the biodistribution test was done for 25 mice and sacrificed at 1, 2, 3, 4, 24, 48 hour after the injection of 177Lu DOTA-Trastuzumab. There were 11 organs, namely brain, stomach, intestine, heart, kidneys, liver, lungs, muscle, bone, spleen, and urinary bladder, have been investigated by observing the uptake in each organ during the proposed time. The result of biodistribution test then were being calculated into injection dose per gram human organ (%ID/gr). To estimate the internal dose in human, the data of % ID/gram in human need to be plotted to calculate the residence time which will be need as the input for OLINDA/EXM, a tool for calculating internal dosimetry in Nuclear Medicine fields. As a result, three organs that have been estimated receiving the highest internal radiation dose due to the administration of 177Lu DOTA Trastuzumab are: lungs, liver, and ovaries at approximately 0,063; 0,046 and 0,025 mSv/MBq respectively. To conclude, the total internal dose in human reference model due to the administration of 177Lu-DOTA Trastuzumab has been estimated to be 0,21 mSv/MBq

    KEAMANAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata nees) KERING YANG DIIRADIASI GAMMA BERDASARKAN ASPEK TOKSISITAS AKUTNYA TERHADAP MENCIT GALUR SWISS WEBSTER

    Full text link
    KEAMANAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata nees) KERING YANG DIIRADIASI GAMMA BERDASARKAN ASPEK TOKSISITAS AKUTNYA TERHADAP MENCIT GALUR SWISS WEBSTER. Andrographis paniculata Nees (keluarga: Acantheceae) adalah tanaman obat yang umum dibudidayakan di negara-negara Asia. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi keamanan sambiloto yang diiradiasi terhadap hewan uji dan mendukung aplikasi teknik nuklir untuk pasteurisasi radiasi sambiloto sebagai produk kesehatan tanpa mengubah khasiatnya. Pada uji toksisitas akut ini diamati tentang efek bahan yang diuji terhadap perubahan tingkah laku, abnormalitas fungsi beberapa organ dan perubahan bobot badan hewan uji setiap hari selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol sambiloto yang tidak dan yang diiradiasi gamma 7,5 kGy tidak bersifat toksik terhadap hewan uji. Dosis Letal 50 (DL50) ekstrak etanol dari daun sambiloto baik yang tidak diradiasi maupun yang diradiasi 7,5 kGy > 5000 mg/kg BB. Pada dosis tertinggi yang diuji adalah 5000 mg/kg BB mencit tidak ada efek toksik yang bermakna dan tidak ada hewan uji yang mati selama percobaan, oleh karena itu ekstrak etanol dari simplisia yang tidak diradiasi (0 kGy) maupun yang diiradiasi 7,5 kGy dapat dinyatakan aman

    EVALUASI BIOLOGIS RADIOFARMAKA 175Yb-EDTMP UNTUK TERAPI PALIATIF PADA TULANG

    Full text link
    EVALUASI BIOLOGIS RADIOFARMAKA 175Yb-EDTMP UNTUK TERAPI PALIATIFTULANG. Radiofarmaka yang ideal untuk terapi paliatif tulang memerlukan energi partikel-βyang cukup dengan molekul pembawa yang stabil. Iterbium-175 merupakan salah saturadioisotop pemancar β (t 1/2 = 4,2 hari, Eβ (max) = 0,480 MeV) memiliki sifat radionuklidasesuai untuk digunakan dalam terapi paliatif tulang. Ligan etilen diamin tetrametilen fosfonat(EDTMP) diketahui dapat membentuk kompleks dengan stabilitas tinggi.EDTMP yang ditandaidengan radioisotop 175Yb menghasilkan radiofarmaka 175Yb-EDTMP, telah berhasil diproduksi diPTNBR BATAN-Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas 175Yb-EDTMPsebagai radiofarmaka yang potensial untuk pencitraan tulang dan terapi paliatif tulang.Pengujian radiofarmaka 175Yb-EDTMP meliputi uji biodistribusi dan uji pencucian dari darah.Hasil uji biodistribusi memperlihatkan persentase radioaktivitas 175Yb-EDTMP di tulang sebesar12,68 %; 11,83 %; 10,00 % dan 8,20 % (% ID) berturut-turut pada 1, 3, 5 dan 24 jam pascainjeksi. Persentase radioaktivitas di lambung sebesar 0,06 (% ID/g) hingga 24 jam pasca injeksimenunjukkan radiofarmaka 175Yb-EDTMP tetap stabil secara in vivo. Hasil studi blood clearencedari radiofarmaka 175Yb-EDTMP memperlihatkan radiofarmaka ini memiliki gambaran pencucianyang cepat dari darah. Radiofarmaka 175Yb-EDTMP dapat menjadi radiofarmaka yang idealuntuk diagnosis dan terapi paliatif tulang.Kata kunci: Paliatif tulang, 175Yb-EDTMP, biodistribus

    KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN BIOAFINITAS 99mTc-GLUKOSA-6-FOSFAT TERHADAP JARINGAN TUMOR DALAM HEWAN MODEL

    Full text link
    KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN BIOAFINITAS 99mTc-GLUKOSA-6-FOSFATTERHADAP JARINGAN TUMOR DALAM HEWAN MODEL. Senyawa bertanda 99mTc-glukosa-6-fosfat apabila disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan terakumulasi di dalam jaringan atauorgan yang tingkat metabolismenya relatif lebih cepat atau lebih tinggi seperti halnya sel-selkanker atau tumor maligna dari pada organ atau jaringan lainnya yang normal, sehingga dapatdigunakan untuk mendeteksi keberadaan dan viabilitas sel-sel maligna di dalam tubuh manusia.Telah dikembangkan metode baku preparasi kit-kering glukosa-6-fosfat yang akanmenghasilkan kit-diagnostik yang memenuhi persyaratan. Karakteristik fisiko-kimia 99mTcglukosa-6-fosfat yang ditentukan meliputi kemurnian radiokimia menggunakan metodekromatografi kertas dan lapis tipis, lipofilisitas menggunakan metode partisi n-oktanol/air,besarnya ikatan dengan protein plasma ditentukan dengan metode pengendapanmenggunakan larutan TCA 20 %, muatan listrik menggunakan metode elektroforesis kertas.Stabilitas sediaan baik berupa kit-kering maupun senyawa bertanda ditentukan dengan metodekromatografi. Adapun tingginya afinitas terhadap sel kanker dibuktikan dengan menyuntikkansenyawa tersebut ke dalam tubuh hewan model yang mempunyai jaringan tumor artifisial didalam tubuhnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kit kering glukosa-6-fosfat stabil sampai 20minggu pada penyimpanan di lemari es (4 oC), sedangkan senyawa bertanda 99mTc-glukosa-6-fosfat stabil pada temperatur kamar sampai 2 jam setelah penandaan dengan kemurnianradiokimia yang diperoleh sebesar 94,4 ± 2,25 %. Radioaktivitas dari 99mTc-perteknetat yangdapat ditambahkan ke dalam kit-kering tersebut sekitar 5-30 mCi dengan volume tidak lebih dari3 mL. Senyawa bertanda 99mTc-glukosa-6-fosfat mempunyai sifat hidrofilik dengan koefisienpartisi octanol/air (P) sebesar 1,09 ± 0,45 dan tingginya ikatan dengan protein plasma sebesar81,26 ± 12,74 %. Rasio akumulasi pada jaringan tumor (target) terhadap jaringan normal (nontarget)otot dan hati masing-masing sebesar 4 kali (400 %) pada 60 menit pasca injeksi (p.i)dan 2,5 kali (250%) pada 45 menit p.i. Diharapkan senyawa bertanda tersebut dapatmengsubstitusi kebutuhan akan 18FDG-(flouro dioxy glucose bertanda F-18) bagi kedokterannuklir yang tidak memiliki fasilitas cyclotron dan PET yang harganya sangat mahal, untuk dapatmendeteksi adanya tumor.Kata kunci : Bioafinitas, 99mTc-glukosa-6-fosfat, sel tumor artifisial, kit-diagnostik

    PENYERAPAN ZAT WARNA TEKSTIL MENGGUNAKAN POLISAKARIDA–g–ASAM AKRILAT

    Full text link
    PENYERAPAN ZAT WARNA TEKSTIL MENGGUNAKAN POLISAKARIDA–g–ASAMAKRILAT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan polisakarida yang terdapatpada kulit pisang sebagai penyerap zat warna tekstil (Maxilon Yellow) sebelum dan sesudahdilakukan proses grafting. Kopolimerisasi grafting polisakarida dilakukan dengan mengguna-kanasam akrilat sebagai monomer dan diiradiasi menggunakan sinar gamma sebagai inisiator.Parameter yang diobservasi adalah kemampuan penyerapan zat warna, waktu perendamandengan KOH, konsentrasi asam akrilat, dosis iradiasi dan ketahanan terhadap asam. Hasilpenelitian menunjukkan penyerapan optimum oleh sampel diperoleh pada ko-polimerisasipolisakarida –asam akrilat (P-AA) dengan perendaman dalam KOH selama 3 jam, konsentrasiasam akrilat sebesar 20% dan dosis iradiasi 30 kGy. Kemampuan polisakarida–g–asam akrilatdalam menyerap zat warna Maxilon Yellow setelah dilakukan proses grafting meningkatsebesar 18,48% selain itu ketahanan fisik terhadap asam meningkat secara signifikan. Hasilpenelitian ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan limbah zat warna pada industri tekstil.Kata kunci : Polisakarida, Grafting, Asam Akrilat, Iradiasi, Maxilon Yellow

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT (HAp) UNTUK BAHAN PENGIKAT TUNGSTAT DALAM SISTEM GENERATOR 188W/188Re

    Full text link
    Pada penelitian ini telah disintesis hidroksiapatit melalui proses presipitasi antara kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dengan asam fosfat (H3PO4) yang merupakan proses reaksi asam basa yang menghasilkan padatan kristalin yang selanjutnya akan digunakan untuk bahan pengikat tungstat dalam sistem generator 188W/188Re. Tujuan dari penelitian ini adalah karakterisasi untuk memastikan hasil sintesis hidroksiapatit dan menentukan parameter yang berpengaruh terhadap kinerja generator 188W/188Re seperti aktivasi pemanasan hidroksiapatit, pH larutan Na2WO4, suhu reaksi, koefisien distribusi dan kapasitas serap (koefisien adsorpsi) hidroksiapatit.  Karakterisasi hasil sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan FTIR, XRD dan SEM-EDAX, sedangkan penentuan kondisi optimum setiap parameter dilakukan berdasarkan koefisien distribusi dan kapasitas serap hidroksiapatit menggunakan metode spektrofotometri. Hasil karakterisasi hidroksiapatit (Ca10(PO­4)6(OH)2) menggunakan FTIR ditunjukkan oleh munculnya puncak regang O-H pada bilangan gelombang (u) 3434,9 cm-1 dan 563,8 cm-1, sedangkan adanya gugus PO4-3 ditunjuk-kan dengan adanya ikatan P-O pada (u) 1033,8 cm-1. Karakteristik menggunakan XRD menunjukkan bahwa hidroksiapatit memiliki tiga puncak utama pada daerah 2θ yaitu 31,875o, 32,205o dan 33,080o. Karakterisasi dengan SEM menunjukkan bentuk morfologi partikel columnar dengan ukuran 200 nm. Hasil penentuan kondisi optimum untuk masing-masing parameter diperoleh pemanasan hidroksiapatit pada suhu 100 oC, larutan Na2WO4 pH 3, dan suhu reaksi 60 oC yang menghasilkan koefisien distribusi sebesar 193,74 mL/g dan kapasitas serap (koefisien adsorpsi) sebesar 5,20 mg W/g HAp

    DESAIN NEUTRONIKA ELEMEN BAKAR TIPE PELAT PADA TERAS TRIGA 2000 BANDUNG

    Full text link
    DESAIN NEUTRONIKA KONVERSI ELEMEN BAKAR TIPE PELAT PADA TERAS TRIGA 2000 BANDUNG. Penelitian ini menawarkan konversi elemen bakar reaktor TRIGA-2000 Bandung dari bentuk batang menjadi tipe pelat, sebagai solusi dari masalah pengoperasian reaktor TRIGA-2000 Bandung saat ini. Untuk itu maka dilakukan kajian neutronik secara simulatif terhadap dua macam konfigurasi teras yang baru, yang meliputi perhitungan parameter kritikalitas dan manajemen teras. Kajian simulatif menggunakan MCNPX sebagai alat bantu perhitungan semua parameter neutroniknya. Dari dua konfigurasi teras dengan variasi posisi batang kendali, dipilih konfigurasi kedua yaitu konfigurasi dengan posisi batang kendali pada grid B-2, D-2, B-4, dan D-4 dengan penggunaan reflektor Be. Konfigurasi ini memberikan nilai core excess sebesar 13,776,danshutdownmarginsebesar 13,776, dan shutdown margin sebesar -12,155, dengan jumlah elemen bakar pada konfigurasi awal teras sebanyak 18 buah. Pada pengujian one stuck rod criteria, konfigurasi awal dengan 18 elemen bakar masih cukup aman apabila terdapat satu buah batang kendali dari posisi grid manapun yang gagal jatuh, dimana batang kendali dengan reaktivitas terbesar yaitu di posisi D2 masih memberikan nilai reaktivitas sebesar 0,765.Padapengujianmanajementeras,denganmensimulasikanoperasiselama20periode,didapatkankondisiterassetimbangsetelahperiodeoperasike2denganreaktivitascoreexcessrataratasebesar -0,765. Pada pengujian manajemen teras, dengan mensimulasikan operasi selama 20 periode, didapatkan kondisi teras setimbang setelah periode operasi ke-2 dengan reaktivitas core excess rata-rata sebesar 11,537 pada daya 2 MW, dengan penggantian rata-rata elemen bakar per periode sebanyak 8 buah, dan panjang periode operasi rata-rata 444 hari. Fluks neutron yang mampu dicapai pada daya 2MW adalah sebesar 5,717 x 1013 s.d. 6,85 x 1013 neutron.cm-2.s-1

    VALIDASI PEMODELAN KODE FLUENT 6.3 UNTUK PERHITUNGAN ALIRAN PENDINGIN DARURAT DALAM KANAL SEMPIT PLTN-PWR

    Full text link
    Validasi Pemodelan Kode FLUENT 6.3 Untuk Perhitungan Aliran Pendingin Darurat Dalam Kanal Sempit PLTN-PWR. Benchmarking simulator PLTN-PWR memerlukan penggunaan kode 3D disamping kode 1D. Dalam kasus investigasi Emergency Core Cooling System (ECCS) setelah terjadi Loss of Coolant Accident (LOCA), efektivitas pendinginan menunjukkan ketidakpastian antara hasil eksperimen dan perhitungan termohidrolika 1D. Hal ini terjadi karena struktur interior bejana tekan 3 dimensi sulit dimodelkan oleh kode satu dimensi. Oleh karena itu, penelitian lebih maju terhadap aliran pendingin perlu dilakukan dengan menggunakan metode/teknik yang menerapkan perhitungan 3D. Salah satu metode tersebut adalah metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Penelitian ini bertujuan memvalidasi kode FLUENT 6.3 untuk perhitungan aliran pendingin darurat bertekanan rendah dalam kanal sempit persegi-panjang sebagai simulasi aliran pendingin darurat dari pipa masukan bejana tekan melewati kanal sempit menuju downcomer. Hasil validasi kode FLUENT 6.3 menunjukkan bahwa kenaikan laju alir dan temperatur memberikan kecenderungan penurunan akurasi hasil perhitungan distribusi temperatur dekat luaran, hal ini terjadi karena keterbatasan pemodelan CFD memberikan dampak perhitungan temperatur yang sensitif pada laju alir dan temperatur tinggi. Pengaruh keterbatasan pemodelan ini dipastikan dengan hasil perhitungan FLUENT 6.3 pada parameter temperatur yang selalu lebih rendah dari pada hasil eksperimen. Perbedaan maksimal hasil perhitungan FLUENT 6.3 dibandingkan dengan hasil eksperimen adalah sebesar 6,54

    PEMBUATAN KURVA KALIBRASI KROMOSOM TRANSLOKASI AKIBAT RADIASI GAMMA

    Full text link
    PEMBUATAN KURVA KALIBRASI KROMOSOM TRANSLOKASI akibat RADIAsi gamma. Aberasi kromosom merupakan biomarker utama untuk mendeteksi adanya kerusakan sitogenetik pada sel  limfosit akibat paparan radiasi dan mengkaji dosis pada individu terpapar radiasi pengion berlebih. Teknik Chromosome painting Fluoresence in situ hybridization (FISH)  digunakan untuk mengukur frekuensi aberasi kromosom translokasi pada limfosit darah tepi manusia dan telah digunakan sebagai dosimetri biologi retrospektif menggunakan kurva kalibrasi dosis respon aberasi kromosom dengan dosis. Tujuan penelitian ini adalah membuat kurva kalibrasi standar kromosom translokasi yang diinduksi oleh radiasi gamma. Sampel darah perifer dari tiga orang donor sehat diiradiasi dengan dosis 1 - 4 Gy pada laju dosis 0,38 Gy/menit dengan sumber teleterapi Co-60. Sampel darah dibiakkan dengan metode standar mengacu pada protocol IAEA dengan sedikit modifikasi pada metode pembiakan. Pada preparat yang diperoleh dicat dengan teknik FISH menggunakan whole chromosome probes nomr 1 dan nomor 2 bertanda fluorocrome Fluorescent isothiocyanate, dan diamati dengan mikroskop fluoresen. Kedua kurva dosis respon yang diperoleh dianalisis dengan model  Linear Quadratic, Y= a + αD + βD2 dan menunjukkan nilai α dan β masing-masing 0,004 ± 0,009 dan 0,021 ± 0,003, dan 0,027 ± 0,009 dan 0,010 ± 0,003. Kurva standar kalibrasi kromosom translokasi ini perlu divalidasi secara in vitro dan in vivo untuk dapat diaplikasikan sebagai biodosimetri restrospektif untuk radiasi gamma

    144

    full texts

    279

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇