Jurnal Ilmiah Visi
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
ANALYSIS OF WOMEN'S EMPOWERMENT BASED ON NON-FORMAL EDUCATION THROUGH SUSTAINABLE FOOD GARDEN PROGRAM
The purpose of this study was to analyze the process of implementing women's empowerment through the Sustainable Food Garden Program in the Sempaja Timur Village, Samarinda City. Methods This research uses a qualitative descriptive approach. The collection technique used interviews with program coordinators, RT heads, chairmen and members of the ACC Women's Group. Observation and study of documents in the form of reviewing photos of the process of implementing empowerment activities through Sustainable Food Garden Program. The data analysis technique uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results of this study indicate that the process of empowering women through Sustainable Food Garden Program in the Sempaja Timur Village includes group capacity building in the form of non-formal education activities in the form of training and group coaching. implementation of women's activities by giving them the power to be independent, as well as monitoring and evaluation aimed at monitoring the progress and success of the program.
 
PAUD SEBAGAI PENANAMAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN UNTUK MENCAPAI TARGET SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) : SEBUAH STUDI LITERATUR: PAUD SEBAGAI PENANAMAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN UNTUK MENCAPAI TARGET SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) : SEBUAH STUDI LITERATUR
Abstract : Early childhood education is a coaching effort to shape children into good individuals through various educational stimuli. This is also inseparable from the importance of instilling good character. One of them is the character of love for the environment. which will have a sustainable impact considering children as a generation in life. Ensuring a healthy life by protecting the environment is one of the SDGs programs. Therefore the importance of awareness and concern for the surrounding environment that can benefit nature as a form of development. It is also based on natural phenomena such as natural disasters and environmental damage caused by various natural or non-natural and human factors. So that the urgency of the need for awareness to all elements of society must be carried out from the bottom and in a sustainable manner. Therefore, education is expected to be an approach to instilling the character of a love for the environment in children from an early age. This study uses a literature review approach to look at ideas about early childhood education in instilling environmental love characters in children to achieve the target of Sustainable Development Goals (SDGs). This study argues that the importance of inculcating a love for the environment in children through early childhood education can be an approach to achieving the target of Sustainable Development Goals (SDGs).
Keywords: ECE, Environmental Love Character, Sustainable Development Goals (SDGs)Abstrak : Pendidikan anak usia dini menjadi upaya pembinaan untuk membentuk anak menjadi pribadi yang baik melalui berbagai rangsangan pendidikan. Hal tersebut juga tidak terlepas dari pentingnya menanamkan karakter yang baik. Salah satunya karakter rasa cinta lingkungan. yang akan berdampak secara berkelanjutan mengingat anak sebagai generasi dalam kehidupan. Menjamin kehidupan yang sehat dengan menjaga lingkungan adalah salah satu program SDGs. Karena itu pentingnya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang dapat memberi manfaat pada alam sebagai bentuk pembangunan. Hal tersebut juga didasari pada fenomena alam seperti bencana alam dan kerusakan lingkungan yang disebabkan berbagai faktor alam atau non alam dan manusia. Sehingga urgensi perlunya penyadaran kepada seluruh elemen masyarakat harus dilakukan dari dasar dan secara berkelanjutan. Maka itu melalui pendidikan diharapkan menjadi pendekatan untuk menanamkan karakter rasa cinta lingkungan pada anak sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature riview untuk melihat pemikiran tentang pendidikan anak usia dini dalam penanamkan karakter cinta lingkungan pada anak ntuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). Studi ini berpendapat bahwa pentingnya penanaman karakter rasa cinta lingkungan pada anak melalui pendidikan anak usia dini dapat menjadi pendekatan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs).
Kata Kunci : PAUD, Karakter Cinta Lingkungan, Sustainable Development Goals (SDGs
PENGARUH POLA ASUH DEMOKRATIS DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI
This study aims to find out the influence of socioeconomic status of parents and democratic parenting patterns on early childhood independence. The type of research used is quantitative research with ex-post facto research design. Research site in Sanden Subdistrict Kindergarten. The research population consisted of parents and students of about 640 people from 26 kindergarten institutions. Sampling technique using probability sampling technique is cluster random sampling. The number of research samples used by 247 people was calculated using the Slovin formula. Data collection using questionnaires and through observation. Questionnaires are used to obtain data on democratic parenting patterns applied to early childhood as well as the socioeconomic status of parents. Observation is used to observe the independence of early childhood. Validate test using Gregory formula. Data analysis u sing quantitative descriptive analysis and dual regression tests assisted by SPSS21 software. The result of significance or probability of 0.000 < 0.05, then the hypothesis is accepted or socioeconomic status and democratic parenting patterns together can affect the independence of the child. The conclusion of research shows that socioeconomic status and democratic parenting patterns affect the independence of early childhood.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orangtua dan pola asuh demokratis terhadap kemandirian anak usia dini. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ex-post facto. Tempat penelitian di TK Kecamatan Sanden. Populasi penelitian terdiri dari orangtua dan siswa sekitar 640 orang dari 26 lembaga TK. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling yaitu cluster random sampling. Jumlah sampel penelitian yang digunakan sebanyak 247 orang yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan melalui observasi. Kuisioner digunakan untuk memperoleh data tentang pola asuh demokratis yang diterapkan orangtua pada anak usia dini serta status sosial ekonomi orangtua. Observasi digunakan untuk mengamati kemandirian anak usia dini. Uji validasi menggunakan rumus Gregory. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan uji regresi ganda yang dibantu dengan software SPSS21. Hasil signifikansi atau probabilitas 0,000 < 0,05, maka hipotesis diterima atau status sosial ekonomi dan pola asuh demokratis secara bersama-sama dapat mempengaruhi kemandirian anak. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi dan pola asuh demokratis mempengaruhi kemandirian anak usia dini
Pengaruh Pelatihan Screen Time terhadap Kualitas Interaksi Anak dan Orangtua
Many previous studies have shown the relationship between excessive screen time duration and child-parent interactions. Unfortunately, there are still few studies that evaluate interventions to increase child-parent interaction for children with the management of children's screen time duration. This study aims to examine the effect of screen time training on improving the quality of interaction between children and parents. Measuring the level of interaction between children and parents using a questionnaire given to parents before and after the training was held. Participants involved in this study were children aged 0-5 years (N = 21) who were taken randomly from all children aged 0-5 years in Suronalan Village. The data obtained were analyzed using the Wilcoxon sign rank test. The results showed that there was a significant difference between the results of the pre-test and post-test data. The conclusion from this research is that screen time training can improve the quality of interaction between children and parents.Banyak penelitian terdahulu yang menunjukkan tentang hubungan antara durasi screen time berlebihan dan interaksi anak dan orangtua. Sayangnya, masih jarang penelitian yang mengevaluasi intervensi peningkatan interaksi anak dan orangtua bagi anak dengan manajemen durasi screen time anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh yang diberikan oleh pelatihan screen time terhadap peningkatan kualitas interaksi anak dan orangtua. Pengukuran tingkat interaksi anak dan orangtua menggunakan kuesioner yang diberikan kepada orangtua pada saat sebelum dan sesudah diadakan pelatihan. Partisipan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah anak usia 0-5 tahun (N=21) yang diambil secara acak dari seluruh anak usia 0-5 tahun di Kampung Suronalan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara hasil data pre test dan post test. Simpulan dari penelitian ini adalah pelatihan screen time mampu meningkatkan kualitas interaksi anak dan orangtua
PENINGKATAN MINAT MEMBACA WARGA BELAJAR MELALUI KAMPUNG LITERASI DI PKBM AL-HIDAYAH TASIKMALAYA
Membaca sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun demikian, minat membaca warga belajar di Indonesia sampai dengan sekarang ini sangatlah rendah. Rendahnya minat baca di Indonesia dilihat dari beberapa bukti-bukti maupun riset yang sudah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peningkatan minat membaca warga belajar dengan adanya Taman Bacaan Masyarakat (PKBM) di PKBM Al-Hidayah Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode penelitian yaitu metode studi kasus. Penelitian dilakukan pada PKBM Al-Hidayah Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung selama 6 (enam) bulan, yaitu dari bulan April 2020 sampai dengan September 2020. Hasil penelitian menunjukkan minat membaca warga belajar dapat meningkat dengan adanya kampung literasi di PKBM Al-Hidayah Tasikmalaya. PKBM Al-Hidayah Tasikmalaya dijadikan sebagai sumber belajar masyarakat, sumber informasi masyarakat, kepala dan pengelola sebagai motivator, pembimbing, dan stimultan minat baca bagi masyarakat, serta sumber hiburan masyarakat menjadi bukti bahwa telah terjadi peningkatan minat baca di masyarakat.
Kata-kata kunci: Literasi, peningkatan, membaca, minat
CALON GURU PAUD DAN TANTANGAN MASA DEPAN: TEMUAN AWAL PANDANGAN MAHASISWA TENTANG PENDIDIKAN ABAD 21
Many have argued that early childhood education (ECE) is an investment for a better future. This claim perhaps is valid only if today’s ECE corresponds with the imagined future. Among the images of the future our education system promotes are the so-called 21st-century skills and their prerequisites, 21st-century education/learning. To further unpack today's ECE link with the intended future, this article presents dataset on ECE teacher candidates’ views about 21st-century skills, education, and learning. Sixty-one students of a Central Java-based university voluntarily participated in the study. Through an online questionnaire, they reported their knowledge about 21st-century education and readiness to become a 21st-century teacher. Nevertheless, their responses seem to disconnect from the literature on 21st-century education. Although not generalizable, these findings are critical for ensuring today’s teacher training alignment with the idea of ECE as an investment for a better future.PAUD sering disebut sebagai penentu masa depan. Jargon ini benar sepanjang PAUD relevan dengan citra masa depan yang dituju. Di antara citra masa depan yang dikampanyekan dalam dunia pendidikan adalah keterampilan abad 21 — dan turunannya yaitu pendidikan abad 21 atau pembelajaran abad 21. Pendidikan atau pembelajaran abad 21 ini penting dibicarakan dalam konteks penyiapan guru PAUD, karena ide tersebut kini menjadi salah satu bahan dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Guna memeriksa ketersambungan PAUD dengan citra masa depan itu, artikel ini menampilkan data pandangan calon guru PAUD tentang keterampilan, pendidikan, dan pembelajaran abad 21. Informasi ini digali dari 61 mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jawa Tengah yang sukarela mengisi kuisioner terbuka pada akhir tahun 2018 lalu. Ditemukan, mereka mengaku mengetahui bahkan siap menjadi guru abad 21. Namun, pengakuan itu tidak menunjukkan ketersambungan dengan literatur tentang pendidikan abad 21. Dengan jumlah responden yang kecil dan tidak mewakili mahasiwa PAUD Indonesia, artikel ini tidak ditujukan untuk generalisasi. Namun, mengingat peran mereka kelak sebagai ujung tombak PAUD, pandangan dan kenyataan tersebut penting diperhatikan dalam peningkatan relevansi pendidikan mereka dengan kampanye PAUD sebagai investasi masa depan
TINGKAT MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN DARING PROGRAM KESETARAAN PAKET B
In order to succeed in the concept of lifelong learning in Non-Formal Education, it takes more motivation to learn from learning online during this pandemic, with the pandemic not being a problem or an excuse for learning citizens not to carry out learning activities, precisely with this pandemic can become a trigger to study harder. The purpose of this study is to determine and describe how the learning motivation of citizens to learn in online learning in equality education. This research used descriptive quantitative research method, and the research sample consisted of 30 student package B. Data collection techniques using survey techniques with a Likert scale. While the data analysis technique in this study calculates the percentage of data on each indicator with various aspects, then interprets the percentage value and describes and analyzes in depth on each research indicator. The results of this study indicate that the learning motivation of learning citizens in online learning in equivalency education package B shows good motivation, this is evidenced by the presence of a percentage value of learning motivation of 78.61%. Thus, this research is expected to be useful for every educational institution, especially non-formal education in organizing online learning while still involving motivation in it.Guna mensukseskan konsep belajar sepanjang hayat pada Pendidikan Non Formal, maka dibutuhkan motivasi belajar yang lebih dari warga belajar pada pembelajaran daring selama pandemi ini, dengan adanya pandemi bukan menjadi suatu masalah atau alasan bagi warga belajar untuk tidak melaksanakan kegiatan belajar, justru dengan pandemi ini dapat menjadi pemicu untuk belajar lebih giat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui serta mendeskripsikan bagaimana motivasi belajar warga belajar pada pembelajaran daring di pendidikan kesetaraan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, dan sampel penelitian sebanyak 30 warga belajar paket B. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survey dengan skala likert. Sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini menghitung presentase data pada setiap indikator dengan berbagai aspek, kemudian menginterpretasikan nilai presentase dan mendeskripsikan serta menganalisis secara mendalam pada tiap indikator penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar warga belajar pada pembelajaran daring di pendidikan kesetaraan paket B menunjukkan motivasi yang baik, hal ini dibuktikan dengan adanya nilai presentase motivasi belajar sebesar 78,61%. Dengan demikian, penelitian ini diaharapkan dapat berguna bagi setiap lembaga pendidikan khususnya Pendidikan Non Formal dalam menyelenggarakan pembelajaran daring dengan tetap melibatkan motivasi didalamnya
PERAN IBU DALAM MENANAMKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN KELUARGA (STUDI KASUS PADA IBU YANG BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU RUMAH TANGGA)
Family as the first educational institution for children has an important role in instilling child independence. Through activities to educate, guide, and provide care to children, the cultivation of independence can be done in the family. The study aims to find out, discover, and explain the role of working mothers as domestic helpers in instilling early childhood independence in the family environment. This research is field research or field research using qualitative descriptive methods. Data is obtained through observations, interviews, and documentation. Data analysis is done by reducing, presenting, and verifying data. The results of this study are mothers who work as domestic helpers in carrying out the role of early childhood independence in the family environment is done by taking the best time for the child, applying habits and discipline to the child, applying responsibility to the child, and providing rewards as motivation for children to continue to be encouraged to do independence
PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS ISLAMI DI TK QURAN PLATINUM
Pembelajaran tari dianggap sebagai sarana untuk mendukung pertumbuhan fisiologis, prsikologis dan akademis bagi anak-anak usia dini. Menari juga merupakan sarana bagi anak untuk mengekspresikan perasaan mereka terkait dengan suatu objek dan fenomena, serta sebagai upaya untuk pengenalan diri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait proses pembelajaran tari yang dilaksanakan di TK Quran Platinum dengan beberapa ketentuan-ketentuan yang telah disesuaikan dengan ciri khas TK tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari di TK Quran Platinum dilaksanakan melalui ekstrakurikuler koreografi. Kegiatan dilaksanakan selama 1 minggu sekali. Pemilihan lagu dan gerakan disesuaikan dengan nuansa islami yakni dengan lagu-lagu bergenre religi dan gerakan yang sederhana tanpa menunjukkan lekuk tubuh. Kostum yang digunakan berupa pakaian muslim dengan jilbab yang menutup dada bagi anak perempuan
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DI TAMAN KANAK-KANAK
The purpose of this study was to determine the application of character education management in Kindergarten 2 Sukarame Bandar Lampung. Data collection techniques using observation, interviews and document studies. Data analysis uses data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that the management of character education was developed through (a) the planning stage, the teachers prepare themes, learning methods, determine the types and learning plans to be implemented, socialize the program to parents and arrange various activities arranged in the educational calendar, and prepare Promissory notes. , Rkm and Rpph (b) Implementation stage, at this stage in the division of tasks, responsibilities and authority of character education listed in the organizational structure (c) Supervision Stage, the first supervision is to lead, then supervision is to direct (d) Evaluation stage, At this stage the teacher informs parents in written form or is directly related to the development of the child's character. Character education today is an ongoing discussion in the implementation of educational programs. The curriculum which consists of various educational institutions inserts character as a lesson material that is instilled in students, more than that in Islamic educational institutions, character education in organizations and in student activities.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen pendidikan karakter di Taman Kanak-Kanak Negeri 2 Sukarame Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter dikembangkan melalui (a) Tahap perencana, para guru mempersiapkan tema, metode pembelajaran, menentukan jenis dan rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan, sosialisasi program kepada orangtua dan menyusun berbagai kegiatan yang tersusun dalam kalender pendidikan, dan menyusun Promes, Rkm dan Rpph, (b) Tahap pelaksanaan, pada tahap ini di lakukan pembagian tugas, tanggung jawab dan wewenang pendidikan karakter yang tercantum dalam struktur organisasi, (c) Tahap Pengawasan, pengawasan yang pertama adalah leading, pengawasan selanjutnya adalah directing, (d) Tahap Evaluasi, pada tahap ini guru menginformasikan kepada orang tua dalam bentuk tertulis maupun secara langsung terkait dengan perkembangan karakter anak. Pendidikan karakter dewasa ini menjadi pembahasan yang tak kunjung reda dalam pelaksanaan program pendidikan. Kurikulum yang di ajarkan di berbagai lembaga pendidikan menyisipkan karakter sebagai bahan ajar yang di tanamkan pada peserta didik, lebih dari itu di beberapa lembaga pendidikan Islam, pendidikan karakter di organsasi dan di integrasikan dalam aktivitas siswanya.