Jurnal Ilmiah Visi
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
The IMPORTANCE OF AFFIRMATIVE ACTION FOR STUDENTS WITH DISABLED IN INCLUSIVE EDUCATION
This paper aims to identify the importance of affirmative action for students with disabilities through the formulation of problems that arise in continuing education in inclusive schools in Indonesia. These problems were obtained from various previous studies so that this type of research is library research. Based on the results of a literature review, it is known that the problems encountered in the implementation of inclusive education occur on various sides, such as the very minimal number of accompanying teachers in inclusive schools, limited knowledge and skills of regular teachers, unavailability of facilities that support physical movement of students with disabilities, regulations that still discriminatory, and acceptance responses from non-disabled students, parents, and the school community as a whole. This has an impact on the emotional health of students with disabilities because they feel uncomfortable while at school and are not confident, both in the learning process and in building friendships with non-disabled students. As a result, many students with disabilities feel inferior and do not want to go to school, so it is necessary to take various affirmative actions that can motivate students with disabilities to attend school. Affirmative action will be right on target if it refers to the problems faced by students with disabilities, including those concerning physical, psychological, communication, social functions, and work skills. Through affirmative action, it is hoped that it can help foster self-confidence and comfort for students with disabilities.Tulisan ini bertujuan untuk menemukenali pentingnya aksi afirmatif bagi siswa-siswa difabel melalui rumusan persoalan-persoalan yang muncul dalam melanjutkan pendidikan di sekolah inklusif di Indonesia. Persolan-persoalan tersebut diperoleh dari berbagai penelitian terdahulu sehingga jenis penelitian ini adalah library research. Berdasarkan hasil telaah kepustakaan, diketahui bahwa permasalahan yang dijumpai pada penyelenggaraan pendidikan inklusif terjadi di berbagai sisi, seperti sangat minimnya jumlah guru pendamping yang ada di sekolah inklusif, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru regular, tidak tersedianya fasilitas yang mendukung gerak fisik siswa difabel, regulasi yang masih diskriminatif, dan respon penerimaan dari siswa non difabel, orang tua, dan warga sekolah secara keseluruhan. Hal ini berdampak pada kesehatan emosional siswa difabel karena mereka merasa tidak nyaman selama berada di sekolah dan tidak percaya diri, baik dalam proses belajar maupun membangun pertemanan dengan siswa non difabel. Akibatnya, banyak dari siswa difabel minder dan tidak ingin berangkat sekolah sehingga perlu dilakukan berbagai aksi afirmasi yang dapat memotivasi siswa difabel dalam bersekolah. Aksi afirmatif akan tepat sasaran apabila merujuk pada persoalan yang dihadapi para siswa difabel, antara lain menyangkut hambatan fisik, psikologi, berkomunikasi, fungsi sosial, dan keterampilan kerja. Melalui aksi afirmatif, diharapkan dapat membantu menumbuhkan kepercayaan diri dan kenyamanan para siswa difabel
SURVEI TINGKAT PEMAHAMAN GURU TK PADA LITERASI SAINS DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI
The importance of learning science in children, one of which is to train children to appreciate and protect the nature in which they live, to cultivate and provide understanding and interest. Therefore, scientific literacy is an important thing that kindergarten teachers must master in the science learning process in the PAUD unit. This study aims determine to the level understanding of kindergarten teachers in scientific literacy in early childhood learning. The type of research method used is quantitative with a survey approach. The respondents of this study were 121 kindergarten teachers in Diwek District, Jombang City. The collection data technique used a test instrument from questionnaire with a Guttman scale rating. Data were analyzed by statistical test of central tendency and percentage technique through SPSS and Ms Excel. Data study have a results that showed the level understanding of kindergarten teachers on scientific literacy simultaneously obtained the highest score of 46 teachers with a high level of understanding, 54 teachers in the medium category and 21 teachers in the low category. Then the results specifically on 3 aspects of the assessment, namely (1). Understanding the nature of science, (2). Understanding scientific literacy, and (3). Understanding of science learning planning obtained the average level of understanding of teachers is in the medium category. Thus, it can be stated that the overall data results for the level of understanding of kindergarten teachers on scientific literacy have a moderate or good enough understanding. In addition, the results of this survey research can be used as the initial baseline data to determine the next step in conducting research on this topic which continues on improving the quality of teachers in scientific literacy skills and continues with the hope that it will have implications for sians learning in PAUD units.Pentingnya pembelajaran sains pada anak salah satunya melatih anak untuk menghargai dan menjaga alam dimana mereka hidup, memupuk dan membekali pemahaman dan minat. Oleh karena itu literasi sains merupakan hal penting yang harus dikuasai guru TK dalam proses pembelajaran sains disatuan PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru TK pada literasi sains dalam pembelajaran anak usia dini. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian ini adalah 121 guru TK di Kecamatan Diwek Kota Jombang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument tes berbentuk kuisioner dengan penilaian skala Guttman. Data dianalisis dengan uji statistik tendensi sentral dan teknik persentase melalui SPSS dan Ms Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru TK pada literasi sains secara simultan diperoleh skor tertinggi sebanyak 46 guru dengan tingkat kategori tinggi, 54 guru kategori sedang dan 21 guru kategori rendah. Kemudian Hasil secara spesifik pada 3 aspek pemahaman yang dinilai ssyaitu (1). Ilmu Hakikat, (2). Literasi sains, dan (3). Perencanaan pembelajaran sains diperoleh rata-rata tingkat pemahaman guru berada dalam kategori sedang. Dengan demikian dapat dinyatakan hasil data secara keseluruhan untuk tingkat pemahaman guru TK literasi sains memiliki pemahaman yang sedang atau cukup baik
DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP KINERJA GURU PAUD DI MASA PANDEMI
The implementation of distance learning that applies at all levels of education as an effort to prevent the transmission of covid-19 is still experiencing many obstacles, one of which is the obstacles experienced by kindergarten teachers. The government has made various efforts to overcome these problems, both through regulations, programs to improve the skills of educators, network expansion and access to learning resources during the COVID-19 emergency. This study aims to determine the extent to which the role of government assistance can support the performance of kindergarten teachers during learning during the pandemic. The method used in this research is a survey method. Research data obtained online through the media google form. The sample of this study was 116 kindergarten teachers in the Banten area. The results showed that government assistance contributed to the performance of kindergarten teachers during the pandemic. Both in terms of professional competence, pedagogic competence, personality competence and social competence, all of them showed value in the "Good" and "Very Good" categories. While the type of assistance that was received the most by kindergarten teachers in the Banten area was assistance in the form of credit or internet quota, which was 57%, while the assistance for technology facilities in the form of smartphones, laptops, or projectors was only 5%.Pelaksanaan pembelajaran jarak jarak jauh yang berlaku disemua jenjang pendidikan sebagai upaya pencegahan penularan covid-19 masih mengalami banyak kendala, salah satunya adalah kendala yang dialami oleh guru PAUD. Pemerintah telah melakukan beragam upaya untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut baik melalui regulasi, program-program peningkatan keterampilan pendidik, perluasan jaringan dan akses sumber belajar dimasa darurat covid-19. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran bantuan pemerintah tersebut dapat menunjang kinerja guru PAUD selama pembelajaran dimasa pandemic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data penelitian diperoleh secara oneline melalui media google form. Sampel penelitian ini adalah 113 orang guru PAUD di daerah Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa bantuan pemerintah berkontribusi terhadap kinerja guru PAUD selama masa pandemi. Baik dari segi kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial, semuanya menunjukan nilai dengan kategori “Baik” dan “Sangat Baik”. Sedangkan Jenis bantuan yang paling banyak diterima guru PAUD didaerah Banten adalah bantuan berupa pulsa atau kuota internet yaitu sebesar 57%, Adapun bantuan fasilitas teknologi berupa smartphone, laptop, atau proyektor hanya sebesar 5%
A PROFESIONALISME PENDIDIK ANAK USIA DINI: PROFESIONALISME PENDIDIK ANAK USIA DINI
The professionalism of early childhood educators is the attitude of early childhood educators who seek to improve their abilities professionally in educating early childhood. Early childhood education is the beginning of higher education and is the key in improving the quality of the nation. In order to create quality children, it must be supported by professional educators. Professional early childhood educators must have a strong scientific foundation on child development and effective learning, be optimistic and approachable, warm, have empathy, spontaneity and flexibility, have expertise in reflection and analysis, have the ability to communicate with, have the ability to lead, play and be able to create fun learning activities, have high imagination and creativity, be able to design programs and carry out learning that refers to the analysis of children's needs, and the ability to continuously assess children's development.Profesionalismependidikanakusiadini adalahsikap pendidikanakusiadini yang berusahauntukmeningkatkankemampuannyasecaraprofesionaldalammendidik anakusiadini. Pendidikan anakusiadinimerupakanawaldaripendidikan yang lebihtinggi danmenjadikuncidalammemperbaikikualitasbangsa. Agar terciptanyaanak yang berkualitasharusdidukung oleh pendidik yangprofesional. Pendidikanakusiadini yang profesionalharusmemilikilandasankeilmuan yang kuattentangperkembangananak dan belajarefektif,bersikapoptimis dan memilikipendekatan, hangat, memilikiempati,spontanitas dan fleksibel, memilikikeahliandalammelakukanrefleksi dan analisis,memilikikemampuanuntukberkomuniksasidengan, memilikikemampuanmemimpin, bermain dan mampumenciptakankegiatanbelajaryang menyenangkan, memilikiimajinasi dan kreativitas yang tinggi, mampumerancang program dan melaksanakanpembelajaran yang mengacu pada analisiskebutuhananak, dan kemampuansecaraterusmenerusmelakukanpenilaian pada perkembangananak
PENGEMBANGAN PROFESIOLISME PADA PENGEMBANGAN PROFESIOLISME PADA PENDIDIK ANAK USIA DINI: PENGEMBANGAN PROFESIOLISME PADA PENDIDIK ANAK USIA DINI
Untuk mewujudkan peradaban bangsa yang maju, perlu ada kontribusi pendidikan prasekolah. Kondisi ini menciptakan cara progresif untuk meningkatkan layanan PAUD secara lebih profesional dan bertanggung jawab. Layanan PAUD dilaksanakan dengan cara yang menarik, termasuk metode permainannya. Kegembiraan yang berasal dari bermain memungkinkan anak untuk belajar tanpa tekanan, membiarkan selain keterampilan motorik anak, kecerdasan (kecerdasan kognitif, komunikasi sosial, mental dan lain-lain) tumbuh secara optimal.Untuk mencapai kualitas pelayanan PAUD diperlukan kinerja yang optimal oleh guru PAUD.Untuk memenuhi ketersediaan dan peran guru PAUD, penting untuk memastikan pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru PAUD
 
MANAJEMEN PEMBELAJARAN KECERDASAN BERBAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI: Studi Kasus Pembelajaran Bermain di TK Kemala Bhayangkari 43 dan TK Melati Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang
This study is to analyse and describe the planning, organizing, implementing, evaluating, constraints and solutions to learn Indonesian language intellgence in kindergarten. This research uses descriptive method and qualitative approach. Research subjects were the principal, teachers, students and parents / school committee. Data collection techniques using interviews, observations, and documentations. The results of the study are: What the teacher of kindergarten Kemala Bhayangkari 43 and teacher of kindergarten Melati jatinangor Sub-district Sumedang District have done has referred to the management of learning, which caused the teacher's role in the implementation of Indonesian language intelligence learning to increase, although not significant yet.Penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, kendala dan solusi pembelajaran kecerdasan berbahasa Indonesia di Taman Kanak-kanak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua / komite sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah apa yang telah dilakukan guru TK Kemala Bhayangkari 43 dan guru TK Melati Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang telah mengacu pada manajemen pembelajaran, yang menyebabkan peran guru dalam penerapan kecerdasan bahasa Indonesia meningkat, meski belum signifikan
PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM PADA ARTIKEL-ARTIKEL KELUARGA HEBAT DI LAMAN SAHABAT KELUARGA
The Rubric of Keluarga Hebat on page Sahabat Keluarga discusses successful parental education practices in children. One of the educational practice is education based on Islamic value and teaching. Through these Islamic education practices, the concept of education can be found which refer to the first, the concept of exemplary education that puts forward good example of parents in educating children. Second, the concept of disciplinary education which emphasizes the importance of enforcing discipline for children, both discipline of time, duty and responsibilities, and commitment. Third, the concept of habituation education, which is an intense attitude in getting used to good deeds in children so that children will get used to doing good. Fourth, the concept of prayer education, which builds awareness in children that one of the important role in life is prayer. Sixth, the concept of repetition that teaches the importance of repetition of good education principle continously so that it internalizes in the children. Sixth the concept of communication education, which is the importance of building communication between parents and children. These five concepts are derived from Islamic teaching and value that have been successfully practiced by parents so that their children can be successful.Rubrik Keluarga Hebat dalam Laman Sahabat Keluarga membahas keberhasilan praktik-praktik pendidikan orang tua pada anak. Salah satu praktik pendidikannya adalah pendidikan yang didasarkan pada nilai dan ajaran Islam. Melalui praktik-praktik pendidikan Islam inilah, maka dapat ditemukan konsep pendidikan yang merujuk pada pertama, konsep pendidikan keteladanan yang mengedepankan contoh baik para orang tua dalam mendidikan anak. Kedua, konsep pendidikan disiplin yang menekankan pentingnya menegakan disiplin untuk anak-anak, baik disiplin waktu, tugas dan tanggung jawab, serata komitmen. Ketiga, konsep pendidikan pembiasaan, yaitu sikap intens dalam membiasakan perbuatan-perbuatan baik pada anak sehingga anak-anak pun akan terbiasa dalam berbuat baik. Keempat, konsep pendidikan doa, yang membangun kesadaran pada anak bahwa salah satu peran penting dalam hidup ini adalah doa. Kelima, konsep pendidikan komunikasi, yaitu pentingnya membangun komunikasi antara orang tua dengan anak. Keenam, konsep pendidikan pengulangan yang mengajarkan prinsip pentingnya pengulangan pendidikan baik yang terus-menerus sehingga sampai menginternal dalam diri anak. Keenam, konsep pendidikan anak ini bersumber dari ajaran dan nilai Islam yang telah berhasil dipraktikan para orang tua sehingga anak-anaknya bisa menjadi sukses
KEBUTUHAN SEKOLAH SUNGAI DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN DI MASYARAKAT
This study aims to describe the needs for Sekolah Sungai development in the communities around the Winongo River. As an institution engaged in the social sector, Sekolah Sungai needs various developments to increase the existence and usefulness of institutions in the communities around the Winongo river in an effort to reduce disaster risk. The research method used in this research is descriptive qualitative, using data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study show that there are several development needs that must be followed up by Sekolah Sungai in order to increase the usefulness of the institution. The Sekolah Sungai development needs include the following: 1) development of an innovative Sekolah Sungai program; 2) Development of learning methods; 3) improving the quality of Sekolah Sungai management resources; 4) procurement of facilities and infrastructure; 5) increasing public awareneSekolah Sungai; and 6) partnerships. Without any development efforts carried out, it will certainly cause Sekolah Sungai to have no power in educating the public regarding disaster risk reduction and increasing public awareneSekolah Sungai of river management. Meanwhile, with the development carried out, it will have a good impact on the sustainability of Sekolah Sungai in the community which in the end can be an alternative for the community to become a vehicle for learning related to disaster mitigation and river management.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan pengembangan Sekolah Sungai di masyarakat sekitar Sungai Winongo. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial, Sekolah Sungai membutuhkan berbagai pengembangan untuk meningkatkan eksistensi dan kebermanfaatan lembaga di masyarakat sekitar aliran sungai Winongo dalam upaya mengurangi resiko bencana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa kebutuhan pengembangan yang harus ditindaklanjuti Sekolah Sungai agar mampu meningkatkan kebermanfaatan lembaga. Adapun kebutuhan pengembangan Sekolah Sungai antara lain sebagai berikut: 1) pengembangan program Sekolah Sungai inovatif; 2) Pengembangan metode pembelajaran; 3) peningkatan kualitas sumber daya pengelola Sekolah Sungai; 4) pengadaan sarana dan prasarana; 5) peningkatan kesadaran masyarakat; serta 6) kemitraan. Tanpa ada upaya pengembangan yang dilakukan tentu akan menyebabkan Sekolah Sungai tidak memiliki daya dalam mengedukasi masyarakat terkait pengurangan resiko bencana serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sungai. Sedangkan dengan adanya pengembangan yang dilakukan, akan berdampak baik bagi keberlangsungan Sekolah Sungai di masyarakat yang pada akhirnya dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menjadi wahana belajar terkait mitigasi bencana serta pengelolaan sungai
DESAIN PEMBELAJARAN KREATIF UNTUK ANAK DALAM SEKOLAH KREATIF RUMAH KREATIF WADAS KELIR
Current learning policies that make schools should create a learning atmosphere that is fun but not stressful. This is a problem to encourage teachers to always be creative in their learning system. Creative teachers are teachers who create creative learning designs for their children. The purpose of creative learning is to create children's creative skills, conditioning and fun activities. This is described in the discussion by answering the question, how to design creative learning for children. The research describes in depth about creative learning designs for children in creative schools at the Wadas Kelir Creative House Creative School. Researchers used descriptive qualitative research methods. Researchers observe objects and find sources of data in the form of creative learning design activities. Creative learning design activities can be drawn as a common thread, namely, (1) creative learning planning, teachers prepare materials, plan activities, and creative media sources; (2) carrying out creative learning, the teacher observes, formulates problems, tries out; create; share; appreciate; (3) assessment and appreciation, the teacher praises the results of understanding, skills, and attitudes of children after creative learning and gives awards to children. As a result, children have the potential for intelligence, creativity, confidence, independence in developing their creativity. This is where children's creativity is built through creative activities that delight children from an early age. So the concept of creative learning design needs to be implemented in every school.Kebijakan pembelajaran sekarang yang membuat sekolah seharusnya menciptakan suasana pemelajaran yang menyenangkan melainkan bukan menegangkan. Hal ini menjadi problem untuk mendorong guru-guru selalu kreatif dalam sistem pembelajarannya. Guru yang kreatif adalah guru-guru yang menciptakan desain pembelajaran kreatif kepada anak-anaknya. Tujuan pembelajaran kreatif untuk menciptakan keterampilan kreatif anak, mengkondisikan dan kegiatan menyenangkan. Hal ini diuraikan pada pembahasan dengan menjawab pertanyaan, bagaimana desain pembelajaran kreatif untuk anak-anak. Penelitian mendeskripsikan secara mendalam tentang desain pembelajaran kreatif untuk anak dalam sekolah kreatif di Sekolah Kreatif Rumah Kreatif Wadas Kelir. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti mengobservasi objek dan menemukan sumber data-data yang berupa kegiatan desain pembelajaran kreatif. Kegiatan desain pembelajaran kreatif dapat ditarik benang merahnya yaitu, (1) perencanaan pembelajaran kreatif, guru menyiapkan materi, merencanakan kegiatan, dan sumber media kreatif; (2) melaksanakan pembelajaran kreatif, guru mengamati, merumuskan persoalan, menguji-coba; menciptakan; membagikan; mengapresiasi; (3) penilaian dan apreasiasi, guru memuji hasil pemahaman, keterampilan, dan sikap anak-anak setelah belajar kreatif dan memberikan penghargaan pada anak. Hasilnya, anak-anak memiliki potensi-potensi kecerdasan, kreatif, percaya diri, mandiri dalam mengembangkan kreativitasnya. Di sinilah, kreativitas anak-anak dibangun melalui kegiatan kreatif dengan menyenangkan anak-anak sejak dini. Maka konsep desain pembelajaran kreatif perlu diimplementasikan di setiap sekola
THE ANALYSIS OF FOLLOW-UP SUPERVISION OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION UNITS IN BANTEN 2021: ANALISIS TINDAK LANJUT SUPERVISI PENDIDIKAN SATUAN PAUD PROVINSI BANTEN 2021
Implementing supervision for early childhood units is a coaching effort aimed at improving educational quality. Educational monitoring was carried out by the Early Childhood Education Development and Community Education Center in 2021 using two methods: online supervision in the form of google drive document link and youtube connections, and offline supervision in the form of support to each early childhood unit. The goal of this study is to make recommendations for how to address any shortcomings that arise in the implementation of educational supervision in 2021. A descriptive qualitative technique is used in this study. The data was collected using the data triangulation approach (observation, interview and study of documentation). Data reduction, data collecting, data presentation, and conclusion drawing are all stages of data analysis. The study's findings demonstrate that the manager's online supervision capacity exceeds the existing supervision quota. The quota of online supervision respondents is 2011 institutions and the offline supervision quota is 1920. In practice, the managers had trouble uploading the needed data, which came in the form of Google Drive links for files and Youtube URLs for performance videos. The challenge faced by each institution is the presence of educators and educational professionals who have not yet fully grasped the usage of technology.Therefore stakeholders need to pay more attention to improving the quality of human resources in early childhood edecation units, especially in terms of utilizing technology.
Keywords: Education supervision, Early Childhood EducationPelaksanaan supervisi bagi satuan PAUD merupakan upaya pembinaan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Pada tahun 2021 BP PAUD dan Dikmas Provinsi Banten melaksankan supervisi pendidikan dengan menggunakan dua metode yaitu supervisi daring berupa link dokumen Google Drive dan link Youtube, serta supervisi luring berupa pendampingan ke masing-masing lembaga PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut guna merespon kekurangan-kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan supervisi pendidikan di tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian adalah widyaprada dan tim analisis BP PAUD dan Dikmas Provinsi Banten. Pengambilan data dilakukan dengan metode triangulasi data (observasi, wawancara dan studi dokumentasi). Analisis data yang digunakan melalui tahap reduksi data, pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kuota responden supervisi daring sebanyak 2011 lembaga dan kuota luring 1920 lembaga. Pada pelaksanaan supervisi daring para pengelola banyak yang mengalami kesulitan dalam mengunggah dokumen-dokumen yang diminta yaitu berupa file dalam bentuk link Google Drive dan video performance dalam bentuk link Youtube. Kesulitan yang dihadapi oleh setiap lembaga tidak lain karena faktor tenaga pendidik dan kependidikan yang belum sepenuhnya menguasai penggunaan IT sehingga berdampak pada capaian SNP satuan PAUD per kabupaten/kota. Karenanya, pihak-pihak terkait perlu memberikan perhatian lebih pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di satuan PAUD, terutama dalam hal penggunaan teknologi.
Kata Kunci: Supervisi Pendidikan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD