Jurnal Ilmiah Visi
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Kesempatan Belajar Melalui Program Pelatihan di Lembaga Pendidikan Nonformal
Optimal learning opportunities are key to developing the potential and quality of human resources in society. However, the gap in equitable distribution of learning opportunities is still a challenge that must be overcome. This research aims to describe the optimization of training programs in non-formal education institutions as a solution in providing learning opportunities for the community. Using a qualitative approach and literature study, this research explores strategies and measures that can be implemented to improve the effectiveness of training programs in non-formal education institutions. The results show that optimizing learning opportunities through training programs in non-formal education institutions can be achieved by identifying community needs, increasing program flexibility, involving local communities, providing mentors and mentoring, providing certification, building partnerships with industry, utilizing technology, conducting periodic evaluations, providing financial assistance, and conducting effective promotion. The implementation of these measures can provide significant benefits to communities, such as increased skills and knowledge, economic empowerment, poverty alleviation, increased community participation, improved public health, women's empowerment, improved literacy and education, increased inclusiveness, fostering local innovation and development, and improved overall quality of life. This research contributes to a deeper understanding of the role of non-formal education institutions in providing optimal learning opportunities for communities and the strategies that can be implemented to optimize the positive impact of such training programs.Abstrak: Kesempatan belajar yang optimal merupakan kunci untuk mengembangkan potensi dan kualitas sumber daya manusia dalam masyarakat. Namun, kesenjangan dalam pemerataan kesempatan belajar masih menjadi tantangan yang harus diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi program pelatihan di lembaga pendidikan nonformal sebagai solusi dalam menyediakan kesempatan belajar bagi masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini mengeksplorasi strategi dan langkah-langkah yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efektivitas program pelatihan di lembaga pendidikan nonformal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi kesempatan belajar melalui program pelatihan di lembaga pendidikan nonformal dapat dicapai dengan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, meningkatkan fleksibilitas program, melibatkan komunitas lokal, menyediakan mentor dan pendampingan, memberikan sertifikasi, membangun kemitraan dengan industri, memanfaatkan teknologi, melakukan evaluasi berkala, menyediakan bantuan finansial, dan melakukan promosi yang efektif. Implementasi langkah-langkah ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, seperti peningkatan keterampilan dan pengetahuan, pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan partisipasi masyarakat, peningkatan kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan, peningkatan literasi dan pendidikan, peningkatan inklusivitas, mendorong inovasi dan pengembangan lokal, serta peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang peranan lembaga pendidikan nonformal dalam menyediakan kesempatan belajar yang optimal bagi masyarakat dan strategi yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan dampak positif dari program pelatihan tersebut.
Kata Kunci: Optimalisasi, Kesempatan Belajar, Pemberdayaan Masyarakat
Abstract: Optimal learning opportunities are key to developing the potential and quality of human resources in society. However, the gap in equitable distribution of learning opportunities is still a challenge that must be overcome. This research aims to describe the optimization of training programs in non-formal education institutions as a solution in providing learning opportunities for the community. Using a qualitative approach and literature study, this research explores strategies and measures that can be implemented to improve the effectiveness of training programs in non-formal education institutions. The results show that optimizing learning opportunities through training programs in non-formal education institutions can be achieved by identifying community needs, increasing program flexibility, involving local communities, providing mentors and mentoring, providing certification, building partnerships with industry, utilizing technology, conducting periodic evaluations, providing financial assistance, and conducting effective promotion. The implementation of these measures can provide significant benefits to communities, such as increased skills and knowledge, economic empowerment, poverty alleviation, increased community participation, improved public health, women's empowerment, improved literacy and education, increased inclusiveness, fostering local innovation and development, and improved overall quality of life. This research contributes to a deeper understanding of the role of non-formal education institutions in providing optimal learning opportunities for communities and the strategies that can be implemented to optimize the positive impact of such training programs.
Keywords: Optimization, Learning Opportunities, Community Empowerment
KAPASITAS RELAWAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA DI JAKARTA TIMUR
The training management procedures for PMI volunteers have not been implemented continuously due to the limited resources of this non-profit organization. This study aims to explore the capacity of volunteers after one year of training and task placement in the Reproductive and Sexual Health Program for adolescents. A qualitative approach was used to analyze the volunteers' knowledge and skills, with data collected through interviews and questionnaires involving 26 respondents. The results indicate that the volunteers' overall capacity is adequate to fulfill their roles, supported by commitment, solidarity, and the ability to share experiences. However, competency in handling cases of sexual violence remains inconsistent among volunteers. Volunteers with less than five years of experience tend to provide brief responses when assisting victims of sexual violence. The study recommends implementing regular, continuous training schedules and establishing forums or communities for volunteer experience-sharing. The outcomes of these discussions can serve as the basis for developing case-based guidebooks and FAQ lists. These learning resources are expected to enhance the capacity of new volunteers, ensuring the program's sustainability.Prosedur manajemen pelatihan relawan PMI belum berjalan secara berkesinambungan karena keterbatasan sumber daya organisasi nirlaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kapasitas relawan setelah satu tahun mengikuti pelatihan dan penempatan tugas dalam Program Kesehatan Reproduksi dan Seksual bagi remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis aspek pengetahuan dan keterampilan relawan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuisioner kepada 26 responden. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas relawan secara umum memadai untuk melaksanakan perannya, didukung oleh komitmen, solidaritas, serta kemampuan berbagi pengalaman. Namun, kompetensi dalam menangani kasus kekerasan seksual belum standar di antara relawan. Para relawan dengan pengalaman kurang dari lima tahun cenderung memberikan keterangan yang singkat ketika mendampingi korban kekerasan seksual. Penelitian ini merekomendasikan penjadwalan pelatihan berkelanjutan serta pembentukan forum atau komunitas untuk berbagi pengalaman sesama relawan. Hasil diskusi forum dan komunitas dapat dijadikan dasar untuk pengembangan buku panduan berbasis kasus serta daftar pertanyaan dan jawaban. Adanya berbagai sumber belajar ini mampu mendukung peningkatan kapasitas relawan baru untuk mendukung keberlanjutan program
PENERAPAN MODEL ASOKA DENGAN MEDIA STREET PHOTOGRAPHY BERBASIS LOCAL WISDOM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA
The results of the monitoring of the Non-formal Education Study Program coordinator for the student creative work course (PNF-202) semester III in the 2023-2024 academic year are practical courses that have minimal field practice. This course allows students to engage in activities in the community and see portraits of social and educational issues in the community. The results of SIEPEL v2.0 University of Bengkulu in 2023-2024 stated that this course had the lowest average satisfaction in semester III, especially in terms of pedagogical and social competence. Even 65% of students want to improve their learning, especially in practical activities in the community, using accurate models, methods, and approaches. This study aimed to analyze the application of the ASOKA model with street photography media based on local wisdom in improving students' creative thinking skills. This study uses a non-equivalent control group design experimental method with a sample of 26 students in semester III-A and 25 students in semester III-B as the control class. Data analysis was done using SPSS 22 software on pretest and posttest data, normality test, homogeneity test, and t-test. The study results indicate that applying the ASOKA model with street photography media based on local wisdom improves students' creative thinking skills in fluency, flexibility, originality, and elaboration. The t-test or hypothesis test results show that t-count = 10.983> t-table = 2.010, which means that the model used significantly improves students' creative thinking skills more than conventionall.Hasil monitoring koordinator Program Studi Pendidikan Nonformal untuk mata kuliah karya kreatif mahasiswa (PNF-202) semester III pada tahun ajaran 2023-2024 merupakan mata kuliah praktik yang minim melakukan praktik di lapangan. Padahal mata kuliah ini memungkinkan aktivitas mahasiswa di masyarakat, melihat potret isu-isu sosial dan pendidikan di masyarakat. Hasil SIEPEL v2.0 Universitas Bengkulu tahun 2023-2024 menyatakan bahwa mata kuliah ini menjadi mata kuliah yang memiliki rata-rata kepuasan terkecil di semester III, terutama aspek kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial. Bahkan 65% mahasiswa menginginkan perbaikan pembelajaran terutama kegiatan praktik di masyarakat menggunakan model, metode dan pendekatan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model ASOKA dengan media street photography berbasis local wisdom dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen desain non equivalent control group design dengan sampel kelas eksperimen sebanyak 26 mahasiswa semester III-A dan sebanyak 25 mahasiswa semester III-B sebagai kelas kontrol. Analisis data menggunakan software SPSS 22 pada data pretest dan posttest, uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ASOKA dengan media street photography berbasis local wisdom meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pada aspek fluency, flexibility, originality dan elaboration. Hasil uji-t atau uji hipotesis menunjukkan bahwa t-hitung = 10,983 > t-tabel =2,010 yang berarti model yang digunakan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa daripada secara konvensional
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENJUALAN ONLINE PADA WARGA BELAJAR DI PKBM MARITIM KECAMATAN LABUAN
Community economic empowerment includes strengthening aspects of production, distribution, and product sales involving various aspects of both the community and sales policies. Entrepreneurship not only creates jobs but also contributes to economic growth and independence of local communities such as the PKBM Maritim Labuan program on online sales via WhatsApp, Facebook, and Instagram. The use of animated marketing videos aims to improve online sales knowledge of PKBM Maritim Labuan students This study aims to improve online sales knowledge of PKBM Maritim Labuan students through the use of animated marketing video media. This research approach uses a quantitative method. The location of this research is at PKBM Maritim Labuan in Kp. Makui, Kalanganyar Village, Labuan District, Pandeglang Regency, Banten Province. The time used by researchers for this research was carried out from November 2023 to June 2024. The results of the study showed that the use of animated marketing video media can improve online sales knowledge of PKBM Maritim Labuan students based on an assessment of feasibility, practicality, and effectiveness. The use of virtual promotional media on a product's social media should consider a platform that is suitable and appropriate for consumers or prospective buyers. In addition, online marketing and sales should be observant in seeing and reading every opportunity that exists in meeting customer needs. This online sales knowledge is expected to increase sales by creating an entrepreneurial network using social media.Abstrak: Pemberdayaan ekonomi masyarakat mencakup penguatan aspek produksi, distribusi, dan penjualan produk. Pemberdayaan ini melibatkan berbagai aspek, baik dari individu masyarakat maupun kebijakan yang ada. Berwirausaha tidak hanya memberikan peluang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan kemandirian masyarakat. PKBM Maritim Labuan mengembangkan program-program yang dapat meningkatkan penjualan online berwirausaha warga belajar salah satunya adalah penjualan kue kering. Hasil produksi kue kering yang masih terbatas penjualan secara secara konvesional dan status Whatsapp. Warga belajar PKBM Maritim Labuan yang mengikuti program kewirausahaan kue kering belum memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menjual hasil produksinya melalui media sosial yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan penjualan online pada warga belajar PKBM Maritim Labuan melalui penggunaan media video animasi pemasaran. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Lokasi penelitian ini di PKBM Maritim Labuan di Kp. Makui, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Waktu yang digunakan peneliti untuk penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2023 sampai bulan Juni 2024. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa berdasarkan penilaian ahli materi, media video animasi pemasaran dinyatakan layak untuk meningkatkan pengetahuan penjualan online pada warga belajar di PKBM Maritim Labuan. Berdasarkan penilaian ahli media, media video animasi pemasaran dinyatakan praktis untuk meningkatkan pengetahuan penjualan online pada warga belajar di PKBM Maritim Labuan. Berdasarkan penilaian warga belajar sebagai pengguna, media video animasi pemasaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan pengetahuan penjualan online pada warga belajar di PKBM Maritim Labuan. Penggunaan media promosi virtual di media sosial suatu produk sebaiknya mempertimbangkan platform yang cocok dan sesuai dengan konsumen atau calon pembeli. Di samping itu, pemasaran dan penjualan online sebaiknya jeli melihat dan membaca setiap peluang yang ada dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengetahuan penjualan online ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan dengan cara menciptakan jaringan kewirausahaan menggunakan media sosial.
Kata-kata Kunci: Pengetahuan Penjualan Online, Media Video Animasi Pemasara
Analisis Kesulitan Bahasa Tulis pada Anak Asynchronous Gifted di Kelas Rendah
This study aims to analyze the written language difficulties experienced by asynchronous gifted children in lower grades with comorbid Learning Disabilities (LD). The results show that the imbalance between high intellectual potential and technical barriers affects children's academic performance, motivation to learn and self-confidence. These barriers include difficulties in letter discrimination, fine motor coordination and logical organization, which often lead to frustration and psychological distress. A special approach is needed to address these challenges, including occupational therapy, digital assistive technology such as voice-to-text software, and adaptive learning strategies. The research also highlights the importance of collaboration between teachers, parents and therapists in creating an inclusive learning environment. The findings provide a foundation for more adaptive educational policies to support asynchronously gifted children's optimal academic, emotional and social potentialPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan bahasa tulis yang dialami anak asynchronous gifted di kelas rendah dengan komorbid Specific Learning Disabilities (SLD) seperti disleksia, disgrafia, dan diskalkulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan antara potensi intelektual yang tinggi dan hambatan teknis memengaruhi performa akademik, motivasi belajar, serta kepercayaan diri anak. Hambatan ini meliputi kesulitan dalam membedakan huruf, koordinasi motorik halus, dan pengorganisasian logika, yang sering kali menimbulkan frustrasi dan tekanan psikologis. Pendekatan holistik diperlukan untuk mengatasi tantangan ini, termasuk terapi okupasi, teknologi bantu digital seperti perangkat lunak pengubah suara menjadi teks, dan strategi pembelajaran adaptif. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan terapis dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif. Temuan ini memberikan landasan untuk kebijakan pendidikan yang lebih adaptif guna mendukung potensi anak asynchronous gifted secara optimal, baik secara akademik, emosional, maupun sosial
Media Augmented Reality (AR) Untuk Menstimulasi Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia Dini
Early reading skills are one of the important aspects of language development in early childhood. Early reading is the first stage where children learn to recognize letters, sounds, and words simply. This study aims to determine whether media-based augmented reality (AR) can stimulate early reading skills in children. This type of research is a development research using the ADDIE model. The methods used to collect was instruments. The location of the research was at Darul Hikmah Islamic Kindergarten, the research was conducted in August-September 2024. The results of the study showed that the early reading skills were 43%, after the use of AR-based media, children's early reading skills increased to 78%. Based on this, it can be concluded that using media-based AR can improve children's early reading skills. This research implies that teachers can use AR-based media in the learning process.Early reading skills are one of the important aspects of language development in early childhood. Early reading is the first stage where children learn to recognize letters, sounds, and words simply. This study aims to determine whether media-based augmented reality (AR) can stimulate early reading skills in children. This type of research is a development research using the ADDIE model. The methods used to collect was instruments. The location of the research was at Darul Hikmah Islamic Kindergarten, the research was conducted in August-September 2024. The results of the study showed that the early reading skills were 43%, after the use of AR-based media, children's early reading skills increased to 78%. Based on this, it can be concluded that using media-based AR can improve children's early reading skills. This research implies that teachers can use AR-based media in the learning process
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Kompetensi Usaha Rintisan Dalam Pemberdayaan Calon Penata Rias
This research aims to analyze the influence of entrepreneurship education on startup business competencies through the empowerment of prospective makeup artists. The study employs a quantitative approach with structural equation model analysis techniques using the AMOS application. The population of this study comprises alumni of the Entrepreneurial Skills Education Program (PKW) from Training and Course Institutes (LKP) between 2016 and 2018 in West Java. The sampling technique used is random sampling. Data were obtained through a questionnaire completed by 136 respondents. The results of the study indicate that entrepreneurship education does not have a significant effect on startup business competencies through the empowerment of prospective makeup artists. However, entrepreneurship education significantly influences two variables: startup business competencies (48.6%) and the empowerment of prospective makeup artists (89.1%). The study reveals the reasons for the low achievement of the PKW Program's success based on two indicators. Indicator II states that at least 75% of graduates should be able to start a business, and Indicator III specifies that at least 30% of those who start a business should earn an income equivalent to the local minimum wage within six months. The low success rate of the PKW Program in this study is explained by the limited skills of the mentors and the lack of reflection activities during the mentoring process. This research highlights the urgent need for effective mentors when prospective bridal makeup artists design and launch their startups. Mentors play a critical role in providing business insights, market advice, and market validation. Therefore, it is necessary to improve the quality of mentors and establish qualification standards for startup business mentors.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Kompetensi Usaha Rintisan Melalui Pemberdayaan Calon Penata Rias. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisa uji model persamaan struktural melalui aplikasi AMOS. Populasi penelitian ini adalah alumni Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tahun 2016-2018 di Jawa Barat. Teknik pengambilan sample menggunakan random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner sejumlah 136 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewirausahaan tidak memberikan Pengaruh Signifikan terhadap Kompetensi Usaha Rintisan melalui Pemberdayaan Calon Penata Rias. Pendidikan Kewirausahan berpengaruh signifikan pada dua variabel, yaitu Kompetensi Usaha Rintisan (48,6%) dan Pemberdayaan Calon Penata Rias (89,1%). Hasil penelitian mengungkap alasan rendahnya pencapaian keberhasilan Program PKW pada indikator II, yaitu minimal 75% peserta yang lulus mampu untuk merintis usaha dan indikator III, yaitu minimal 30% peserta yang merintis usaha memiliki penghasilan sebesar upah minimum provinsi/kabupaten/kota setempat yang dicapai dalam waktu 6 (enam) bulan (indikator III). Rendahnya keberhasilan Program PKW dalam penelitian ini dijelaskan karena keterbatasan keterampilan pendamping dan tidak dilakukannya refleksi kegiatan selama proses pendampingan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada urgensi peran pendamping pada saat para Calon Perias Pengantin merancang dan meluncurkan usaha rintisan. Pendamping memiliki peran untuk memberikan wawasan dan saran lingkungan bisnis, serta validasi pasar. Oleh karenanya diperlukan penguatan mutu pendamping serta standar kualifikasi bagi pendamping usaha rintisan
PEMAHAMAN ISU GENDER MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBANTUAN LEARNER GENERATED DIGITAL MEDIA (LGDM )
This study aims to explore the use of Learner-Generated Digital Media (LGDM) in enhancing understanding of gender issues within the Gender in Education course. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with learners, direct observations during learning sessions, and analysis of digital documents produced by learners. The findings reveal that LGDM encourages learners to participate more actively and engage deeply in the learning process. The use of digital media created by the learners themselves significantly enhances their understanding of gender issues. Moreover, LGDM supports learners in developing better critical and reflective skills through the production and analysis of digital media related to gender issues. This study highlights that the application of LGDM in learning can enrich the educational experience and deepen learners' comprehension of gender issues. It recommends integrating this method into broader gender education curriculam.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan Learner Generated Digital Media (LGDM ) dalam meningkatkan pemahaman mengenai isu gender dalam mata kuliah Gender dalam Pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pembelajar, observasi langsung selama sesi pembelajaran, dan analisis terhadap dokumen digital yang dihasilkan pembelajar. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa LGDM pembelajar dapat berpartisipasi lebih aktif dan terlibat secara mendalam dalam proses pembelajaran. Penggunaan media digital yang dihasilkan sendiri oleh pembelajar meningkatkan pemahaman terhadap isu gender secara signifikan. Selain itu, LGDM juga membantu peserta pembelajaran dalam mengembangkan keterampilan kritis dan reflektif yang lebih baik melalui produksi dan analisis media digital yang berkaitan dengan isu gender. Penelitian ini menjadi solusi bahwa penerapan LGDM dalam pembelajaran dapat memperkaya pengalaman belajar dan memperdalam pemahaman peserta pembelajaran tentang isu gender, serta merekomendasikan integrasi metode ini dalam kurikulum pendidikan gender yang lebih luas
HUBUNGAN SANGGAR TEATER O TERHADAP SIKAP TOLERANSI DAN PERCAYA DIRI PEMUDA KELURAHAN ANGKE KECAMATAN TAMBORA JAKARTA BARAT
Adolescence is a time when the most important events in human life occur. This period is the formation of their social and professional guidelines, the formation of a worldview, value, motivational and normative sphere. Sanggar Theater O is a community group that exists as an alternative form of transition from negative activities in Angke Village, Tambora District, West Jakarta. The founder of the Sanggar Theater O, Alfian, explained that the birth of the Sanggar Theater O in the RW 03 area was a form of Alfian's desire to be able to create a harmonious environment in the area. Tolerance is a mental attitude that is able to accept other individual differences. Confidence attitudes include the categories of psychological impact of participation in the intervention, physical impact of participation in the intervention, importance of social support, and importance of settings tailored to needs. This research was conducted using quantitative methods. This research was conducted at the Sanggar Theater O, Angke Village, Tambora District, West Jakarta. The research was carried out from 5 to 7 June 2024. The variables in this research included two independent variables consisting of Tolerance (Y1), Self-Confidence (Y2) and one dependent variable Theater Sanggar (X). The population in this study were all members of the Sanggar Theater O, totaling 20 people. The data collection technique uses a questionnaire. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis, prerequisite testing. Sanggar Theater O towards tolerance gets a sig correlation value. 0.05 . relationship between Sanggar Theater O get a correlation sig value. 0.05. There is a relationship between Sanggar Theater O towards an attitude of tolerance and there is a relationship between Sanggar Theater O towards an attitude of self-confidence.Masa remaja merupakan masa terjadinya peristiwa-peristiwa terpenting dalam kehidupan manusia. Periode ini pembentukan pedoman sosial dan profesional mereka, pembentukan pandangan dunia, lingkup nilai, motivasi dan normatif. Sanggar teater o merupakan kelompok masyarakat yang hadir sebagai salah satu bentuk alternatif dari peralihan kegiatan yang besifat negatif di Kelurahan Angke Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Pendiri dari sanggar teater o adalah alfian menjelaskan bahwa lahir sanggar teater o di lingkungan RW 03 adalah bentuk keinginan alfian untuk dapat menciptakan lingkungan yang harmonis di daerah tersebut. Toleransi merupakan sikap mental yang mampu menerima perbedaan individu lainnya. Sikap percaya diri mencakup kategori dampak psikologis dari partisipasi dalam intervensi, dampak fisik dari partisipasi dalam intervensi, pentingnya dukungan sosial, dan pentingnya pengaturan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Sanggar teater O Kelurahan Angke Kecamatan Tambora Jakarta Barat. pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 5 sampai dengan tanggal 7 Juni 2024. Variabel dalam penelitian ini meliputi dua variabel bebas yang terdiri dari Toleransi (Y1), Kepercayaan Diri (Y2) dan satu variabel terikat Sanggar Teater (X). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota sanggar teater o yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini analisis deskripsi, uji prasayarat. sanggar teater o terhadap sikap toleransi mendapatkan nilai korelasi sig. 0.05 . hubungan antara sanggar teater o mendapatkan korelasi nilai sig. 0.05. terdapat hubungan antara sanggar teater o terhadap sikap toleransi dan terdapat hubungan antara sanggar teater o terhadap sikap kepercayaan dir
Implementasi Pendidikan Nonformal Program Auntansi Di Wilayah Jakarta Timur
Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere that allows students to have spiritual potential, self-control, personality, develop intelligence, noble character and skills. Education cannot be separated from humans and plays an important role in developing individual intelligence and abilities so that their development runs well. Non-formal education programs have the same important position as formal education in development. According to Law Number 20 of 2003, the management of non-formal education in Indonesia is also in the spotlight because there are still problems occurring in the field, such as lack of coordination, scarcity of professional educators, and low learning motivation. The purpose of this research is to find out how planning, organizing and evaluating institutions carry out accounting programs. The research method uses qualitative methods. The research subject is addressed to participants, instructors and managers. The research results show that management is carried out well, this refers to planning, organizing and evaluating well.Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan. Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari manusia dan berperan penting dalam mengembangkan kecerdasan serta kemampuan individu agar perkembangannya berjalan dengan baik. Program pendidikan nonformal memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan pendidikan formal dalam pembangunan. Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003. pengelolaan atau manajemen pendidikan non formal di Indonesia juga menjadi sorotan karena masih terdapat masalah-masalah yang terjadi di lapangan seperti, kurangnya koordinasi, kelangkaan pendidik professional, dan motivasi belajar yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, dan pengevaluasian yang dilakukan lembaga pada program akuntansi. Metode penelitian menggunakan cara kualitatif. Subyek penelitian ditujukan kepada peserta, instruktur dan pengelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dilakukan dengan baik hal itu merujuk dari perencanaan, pengorganisasian, dan pengevaluasian yang dilakukan dengan baik