Jurnal Agroindustri
Not a member yet
    236 research outputs found

    PROSES DAN MUTU KOPI BERAS DI TINGKAT RANTAI PASOK DARI DESA BENUANG GALING KECAMATAN SEBERANG MUSI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU

    Full text link
    Coffee is an agricultural commodity that is used as a source of livelihood for the people in Benuang Galing Village, Seberang Musi Districts, Kepahiang Regency. The supply chain of coffee bean  is used to determine the activities of the relationships involved in distributing goods. The aim of this research is to identify the processes provided in each supply chain distribution flow and determine the quality at each level of the coffee supply chain on Benuang Galing Village. This research is a type of survey research with the snowball sampling method. A sample size of 25 respondents was obtained after no more new information was obtained from respondents regarding process data and other required data. The quality of coffee bean is determined using the method of the National Standards Agency. The research result shows the processes carried out at each level of the supply chain lead to an increase in the quality of coffee bean.  Supply chain pattern I, the quality of coffee bean at collecting traders is included in grade 6 and for wholesalers the quality of coffee bean is included in grade 5, while in supply chain pattern II the quality of   coffeen bean at wholesalers is included in grade 5.Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang digunakan sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat di Desa Benuang Galing, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Rantai pasok kopi beras dari Desa Benuang Galing digunakan untuk mengetahui aktivitas dari hubungan yang terlibat dalam menyalurkan suatu barang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi proses yang diberikan pada setiap alur distribusi rantai pasok dan menentukan mutu pada setiap tingkat rantai pasok kopi yang berasal dari Desa Benuang Galing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dan metode yang digunakan yaitu metode snowball sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 responden didapatkan setelah tidak ada lagi informasi baru yang didapatkan dari responden berkaitan dengan data proses dan data lain yang dibutuhkan. Mutu kopi beras ditentukan dengan menggunakan metode observasi yang ditentukan oleh Badan Standar Nasional (BSN, 2008) mengenai biji kopi. Hasil penelitian menunjukkan proses yang dilakukan oleh pelaku rantai pasok menunjukkan perubahan dengan meningkatnya mutu kopi beras pada setiap tingkatan rantai pasok. Pola rantai pasok I mutu kopi beras pada pedagang pengumpul termasuk kedalam mutu 6 dan pada pedagang besar mutu kopi beras termasuk dalam mutu 5, sedangkan pada pola rantai pasok II mutu kopi beras pada pedagang besar  termasuk dalam mutu 5

    OPTIMASI EKSTRAKSI MINYAK BSFL (HERMETIA ILLUCENS) DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL

    Full text link
    Black soldier fly (BSF) is an insect to reduces organic matter and produces biomass insects with crude fat of 20.09% -28.89%. BSF larvae have a high lipid content compared to other flies as raw material for making biodiesel. This research aimed to determine the optimum condition of BSF’s lipid extraction process using MAE. The method was the response surface method (RSM) central composite design (CCD) with two factors and three response variables. The research factors were extraction temperature (60, 75, and 90 0C) and extraction time (20, 30, and 40 minutes). Identification of the response variables measured were oil yield, free fatty acids (%FFA), and acid number of black soldier fly (BSF) larvae oil with limits according to SNI 7182:2015. The optimal solution resulted from the treatment level with an extraction temperature of 60 0C with an extraction time of 37.69 minutes. The higher temperature treatment significantly increased the oil yield, but on the other hand, it also increased the free fatty acid content and acid number in the larvae oil. The longer extraction time significantly increased the resulting oil yield but could also significantly increase the free fatty acid content and acid number. The predicted results for the optimal solution response to oil yield was 30.22%, free fatty acid was 3.26%, and the acid number was 6.48 mgKOH/g. The results generated from the data validation of each oil yield response was 29.28%, free fatty acid was 3.29% and the acid number was 6.54 mgKOH/g.Black soldier fly (BSF) merupakan salah satu jenis serangga pendegradasi limbah organik dan menghasilkan biomassa dengan lemak kasar sebesar 20,09%-28,89%. Larva BSF memiliki kandungan lipid yang tinggi dibandingkan dengan lalat lainnya dalam menjadi bahan baku pembuatan biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi optimal proses ekstraksi lemak BSF menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction). Metode yang digunakan adalah response surface method (RSM) central composite design (CCD) dengan dua faktor dan tiga variabel respon Faktor penelitian yang digunakan yaitu suhu ekstraksi (60, 75 dan 90 0C) dan lama waktu ekstraksi (20, 30 dan 40 menit). Identifikasi variabel respon yang diukur yaitu rendemen minyak, asam lemak bebas (%FFA) dan bilangan asam dari minyak larva black soldier fly (BSF) dengan batas sesuai SNI 7182:2015. Solusi optimal dihasilkan dari level perlakuan suhu ekstraksi 60 0C dengan lama ekstraksi 37,69 menit. Semakin tinggi perlakuan suhu yang diberikan dapat secara signifikan meningkatkan rendemen minyak, tetapi dilain sisi juga meningkatkan kadar asam lemak bebas dan bilangan asam pada minyak larva. Semakin panjang lama waktu ekstraksi yang digunakan dapat secara signifikan meingkatkan rendemen minyak yang dihasikan, tetapi juga dapat secara signifikan dapat meningkatakan kadar asam lemak bebas dan bilangan asam. Hasil prediksi solusi optimal respon rendemen minyak diperoleh 30,22%, asam lemak bebas yaitu 3,26%, dan bilangan asam yaitu 6,48 mgKOH/g. Hasil aktual yang dihasilkan dari validasi data masing-masing respon rendemen minyak yaitu 29,28%, asam lemak bebas yaitu 3,29% dan bilangan asam yaitu 6,54 mgKOH/g

    MUTU FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KUE PUKIS DENGAN PERBANDINGAN TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG PISANG KEPOK ENGGANO (Musa acuminata x balbisiana)

    Full text link
    This study aims to determine the effect of a composition of wheat flour and Enggano banana flour on the physical, chemical and organoleptic properties of pukis cake. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with a single factor, namely the composition of wheat flour and Enggano banana flour (100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%) carried out with 3 replications. The results showed that the composition of wheat flour and Enggano banana flour had a significant effect on water content, texture, swelling power, and ash and fiber content. The texture and swellability decreased with increasing Enggano banana flour used. On the other hand, ash content and fiber content were higher.  The color of the pukis cake became darker with increasing Enggano banana flour used.  The used of 30% kepok Enggano banana flour was the best treatment with the panelist's preference for color shows a value of 3.04 (like), aroma 3.80(like-very like), taste 3,48 (like-very like),  texture 3.32 (like-very like), and over all 3.64 (like-very like).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik fisik, kimia dan organoleptik kue pukis dengan perbandingan tepung terigu dan tepung pisang kepok Enggano. Percobaan berupa faktor tunggal yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilakukan dengan 3 ulangan. Faktor perlakuan yang ingin dilihat pengaruhnya adalah perbandingan  tepung terigu dengan tepung pisang kepok Enggano (100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%.). Hasil penelitian didapat bahwa kadar air, tekstur, daya kembang, dan kadar abu dipengaruhi oleh perbandingan tepung terigu dengan tepung pisang kepok Enggano. Bertambahnya penggunaan tepung pisang kepok Enggano menyebabkan kadar air, tekstur dan daya kembang semakin menurun. Sebaliknya, kadar abu dan  kadar serat semakin tinggi. Warna kue pukis semakin gelap dengan bertambahnya tepung pisang kepok Enggano yang digunakan. Penggunaan tepung pisang kepok sebanyak 30% merupakan perlakuan terbaik dengan tingkat kesukaan terhadap warna sebesar 3,04 (suka), aroma 3,80 (suka-sangat suka), rasa 3,48 (suka-sangat suka), tekstur 3,32 (suka-sangat suka) dan overall 3,64 (suka-sangat suka)

    ANALISIS PEMILIHAN PEMASOK DAN OPTIMASI PRODUKSI MINUMAN EKSTRAK MENGKUDU DENGAN PENDEKATAN METODE ANP DAN FUZZY : ANALISIS PEMILIHAN PEMASOK DAN OPTIMASI PRODUKSI MINUMAN EKSTRAK MENGKUDU DENGAN PENDEKATAN METODE ANP DAN FUZZY

    No full text
    Persediaan bahan baku menjadi aspek utama dalam usaha agroindustri dikarenakan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan proses produksi. UD. ZAM sebagai agroindustri minuman ekstrak mengkudu memiliki permasalahan dalam penentuan pemasok bahan baku dikarenakan pemasok saat ini belum mampu memenuhi persyaratan bahan baku, belum memiliki kelembagaan dan belum dapat menyediakan kebutuhan bahan baku secara berkelanjutan. sehingga dapat mempengaruhi jalannya proses produksi. Fluktuatifnya jumlah produksi pada UD. ZAM menjadi sebuah kendala dikarenakan munculnya ketidakpastian dalam menentukan jumlah produksi yang sesuai dengan permintaan pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemilihan pemasok bahan baku dan melakukan simulasi optimasi produksi minuman ekstrak mengkudu pada UD. ZAM. Penelitian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yakni studi pendahuluan, penentuan pemasok bahan baku menggunakan metode ANP, dan optimasi produksi minuman ekstrak mengkudu dengan teknik fuzzy inference system metode mamdani. Hasil penelitian menunjukan bahwa penentuan pemasok bahan baku dengan mempertimbangkan 5 kriteria dan 10 subkriteria menghasilkan pemasok A dengan nilai bobot tertinggi yakni 0,514109 dan diikuti oleh pemasok C 0,261803 dan pemasok B 0.224087. Hasil simulasi optimasi produksi minuman ekstrak mengkudu dengan mempertimbangkan jumlah permintaan, persediaan dan produksi dalam 1 tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah minuman ekstrak mengkudu yang harus diproduksi adalah 3840 liter sedangkan yang mampu di produksi saat ini adalah sebanyak 3.500 liter.Persediaan bahan baku menjadi aspek utama dalam usaha agroindustri dikarenakan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan proses produksi. UD. ZAM sebagai agroindustri minuman ekstrak mengkudu memiliki permasalahan dalam penentuan pemasok bahan baku dikarenakan pemasok saat ini belum mampu memenuhi persyaratan bahan baku, belum memiliki kelembagaan dan belum dapat menyediakan kebutuhan bahan baku secara berkelanjutan. sehingga dapat mempengaruhi jalannya proses produksi. Fluktuatifnya jumlah produksi pada UD. ZAM menjadi sebuah kendala dikarenakan munculnya ketidakpastian dalam menentukan jumlah produksi yang sesuai dengan permintaan pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemilihan pemasok bahan baku dan melakukan simulasi optimasi produksi minuman ekstrak mengkudu pada UD. ZAM. Penelitian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yakni studi pendahuluan, penentuan pemasok bahan baku menggunakan metode ANP, dan optimasi produksi minuman ekstrak mengkudu dengan teknik fuzzy inference system metode mamdani. Hasil penelitian menunjukan bahwa penentuan pemasok bahan baku dengan mempertimbangkan 5 kriteria dan 10 subkriteria menghasilkan pemasok A dengan nilai bobot tertinggi yakni 0,514109 dan diikuti oleh pemasok C 0,261803 dan pemasok B 0.224087. Hasil simulasi optimasi produksi minuman ekstrak mengkudu dengan mempertimbangkan jumlah permintaan, persediaan dan produksi dalam 1 tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah minuman ekstrak mengkudu yang harus diproduksi adalah 3840 liter sedangkan yang mampu di produksi saat ini adalah sebanyak 3.500 liter

    ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG DI KABUPATEN BONDOWOSO (STUDI KASUS UD. TAPE MANIS MEKAR MADU): ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG DI KABUPATEN BONDOWOSO (STUDI KASUS UD. TAPE MANIS MEKAR MADU)

    No full text
    Risiko rantai pasokan adalah kerugian yang diakibatkan oleh kejadian di industri dan dapat berdampak negatif pada setiap tahap produksi, mulai dari perolehan bahan mentah hingga pengiriman barang jadi ke klien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rantai pasok usaha dagang. Risiko rantai pasok dalam penelitian ini dapat dikategorikan dari mengidentifikasi struktur rantai pasok di UD. Tape Manis Mekar Madu, mengidentifikasi risiko rantai pasok di UD. Tape Manis Mekar Madu dan menentukan penilaian risiko rantai pasok paling tinggi di UD. Tape Manis Mekar Madu serta menyusun rekomendasi strategi penanganan risiko rantai pasok di UD. Tape Manis Mekar Madu. Dalam metode ini menggunakan pendekatan referensi operasional rantai pasokan (SCOR) diterapkan untuk melakukan analisis struktur rantai pasokan, pendekatan House of Risk fase 1 dan metode House of Risk fase 2 masing-masing digunakan untuk mengidentifikasi risiko rantai pasokan dan menghasilkan rekomendasi risiko. Hasil penelitian menggunakan metode rumah risiko fase 1 menunjukkan bahwa UD. Tape Manis Mekar Madu mengalami kejadian risiko dengan nilai severity 4 adalah kulit singkong tidak bersih terkelupas. Sedangkan untuk sumber risiko yang memiliki nilai paling tinggi adalah tidak memiliki opsi supplier dengan nilai occurrence 5. Untuk penerapan strategi mitigasi pada UD. Tape Manis Mekar Madu PA1 (Mencari supplier bahan baku yang berkualitas) memiliki nilai ETD tertinggi yakni 2781. Hal ini karena strategi mudah diterapkan. Sedangkan yang strategi penanganan PA9 (Melakukan penyewaan transportasi) memiliki nilai ETD terendah 474. Karena strategi ini sulit diterapkan sehingga memerlukan biaya tambahan penyewaan untuk mengatasi satu risiko

    PERBAIKAN KINERJA RANTAI PASOK AGROINDUSTRI PISANG MENGGUNAKAN MCDM (MULTI CRITERIA DECISION MAKING)

    Full text link
    Permasalahan yang terjadi pada agroindustri pisang terdiri dari proses pengadaan bahan baku dari pemasok pisang belum dapat memenuhi kebutuhan industri. Proses pemilihan pemasok pisang belum menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh industri dalam perencanaan strateginya. Teknologi yang digunakan seharusnya dapat menghasilkan produk olahan pisang yang berkualitas, tetapi pada kenyataannya produksi masih di bawah kapasitas normal yang tersedia. Distribusi produk olahan pisang kepada konsumen yang belum teridentifikasi dengan baik dan akses pasar yang masih terbatas berdampak pada perkembangan industri yang stagnan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kinerja yang ada pada rantai pasok agroindustri pisang, melakukan pengukuran kinerja rantai pasok agroindustri pisang, serta memberikan dan mengevaluasi solusi yang dapat digunakan untuk perbaikan kinerja rantai pasok agroindustri pisang. Metode yang digunakan adalah pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan pembobotan dengan metode multiple criteria decision-making (MCDM) terdiri dari AHP (Analytical Hierarchy Process), menentukan alternatif solusi dengan metode VIKOR (Vise Kriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje). Hasil menunjukkan bahwa identifikasi permasalahan pada rantai pasok agroindustri pisang terdiri dari 5 kriteria utama dan 20 sub kriteria serta 7 solusi yang ditawarkan. Pengukuran kinerja rantai pasok diperoleh nilai 32.032 (poor) yang artinya kinerja rantai pasok agroindustri pisang masih rendah. Alternatif solusi yang diberikan untuk perbaikan kinerja rantai pasok agroindustri pisang adalah dibentuk kolaborasi dan kemitraan antar pelaku rantai pasok.Permasalahan yang terjadi pada agroindustri pisang terdiri dari proses pengadaan bahan baku dari pemasok pisang belum dapat memenuhi kebutuhan industri. Proses pemilihan pemasok pisang belum menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh industri dalam perencanaan strateginya. Teknologi yang digunakan seharusnya dapat menghasilkan produk olahan pisang yang berkualitas, tetapi pada kenyataannya produksi masih di bawah kapasitas normal yang tersedia. Distribusi produk olahan pisang kepada konsumen yang belum teridentifikasi dengan baik dan akses pasar yang masih terbatas berdampak pada perkembangan industri yang stagnan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kinerja yang ada pada rantai pasok agroindustri pisang, melakukan pengukuran kinerja rantai pasok agroindustri pisang, serta memberikan dan mengevaluasi solusi yang dapat digunakan untuk perbaikan kinerja rantai pasok agroindustri pisang. Metode yang digunakan adalah pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan pembobotan dengan metode multiple criteria decision-making (MCDM) terdiri dari AHP (Analytical Hierarchy Process), menentukan alternatif solusi dengan metode VIKOR (Vise Kriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje). Hasil menunjukkan bahwa identifikasi permasalahan pada rantai pasok agroindustri pisang terdiri dari 5 kriteria utama dan 20 sub kriteria serta 7 solusi yang ditawarkan. Pengukuran kinerja rantai pasok diperoleh nilai 32.032 (poor) yang artinya kinerja rantai pasok agroindustri pisang masih rendah. Alternatif solusi yang diberikan untuk perbaikan kinerja rantai pasok agroindustri pisang adalah dibentuk kolaborasi dan kemitraan antar pelaku rantai pasok

    KUALITAS SENSORIS DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KUE BAWANG YANG DIPERKAYA PASTA UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.)

    Full text link
    Shallots crisp is one type of traditional Indonesian food that is favoured by the wider community. Currently, public awareness of healthy food is increasing, including in choosing snacks. Red beetroot is a tuber plant that has the advantage of being a natural coloring agent and a source of antioxidants. Aims of this study were to determine the antioxidant activity and sensory test of shallots crips with the addition of beetroot paste at various concentrations. This study used a non-factorial Completely Randomized Design. The treatment used was making shallots crips using 200 g of flour added with a concentration of beetroot paste with a concentration of F1=20%, F2=30%, F3=40%, F4=50%, and F5=60%. Repetition was carried out 3 times to obtain 15 trials. The analysis carried out was the hedonic test, the description test on organoleptic including color, aroma, taste and texture as well as testing the antioxidant activity and water content of the Shallots cripss added with red beetroot paste. The results showed that the addition of red beetroot paste had a significant effect (p<0.05) on antioxidant activity, water content, description test and hedonic test for color, aroma, taste and texture. This research recommends F3 treatment as the best treatment alternative considering its antioxidant activity (58.26%); moisture content (3.40%); color description 4.44 (purplish red), onion and beetroot cake aroma description 3.52 (normal/typical), savory taste description 3.27 (normal/typical), texture description 3.29 (normal/typical) and hedonic with a color score of 3.99 (likes), aroma 3.81 (likes), taste 4.27 (likes) and texture 4.10 (likes).Kue bawang merupakan makanan tradisional Indonesia yang disukai oleh masyarakat luas. Saat ini trend masyarakat terhadap makanan sehat semakin meningkat, termasuk dalam memilih makanan ringan. Penambahan umbi bit merah sebagai zat pewarna alami dan sumber antioksidan diduga dapat meningkatkan kualitas kue bawang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas sensoris dan aktivitas antioksidan kue bawang dengan penambahan pasta umbi bit merah pada berbagai konsentrasi. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal, perlakuan yang digunakan adalah jumlah pasta umbi bit merah yaitu dengan konsentrasi F1 = 20%, F2 = 30% , F3 = 40%, F4 = 50%, dan F5 = 60%. Analisis yang dilakukan yaitu uji hedonik, uji deskripsi terhadap organoleptik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur serta menguji aktivitas antioksidan dan kadar air kue bawang yang ditambahkan pasta umbi bit merah. Penambahan pasta umbi bit merah memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap uji deskripsi dan uji hedonik (warna, aroma, rasa dan tekstur), aktivitas antioksidan dan kadar air. Perlakuan yang direkomendasikan adalah F3 dengan deskripsi warna merah keunguan (4,44), aroma kue bawang dan umbi bit merah normal/khas (3,53), rasa gurih normal/khas (3,27), tekstur normal/khas (3,29); serta hedonik dengan skor warna 3,99 (suka), aroma 3,81 (suka), rasa 4,27 (suka) dan tekstur 4,10 (suka); aktivitas antioksidan (58,26%); dan kadar air (3,40%)

    Bioethanol PRODUKSI BIOETANOL DARI BIJI SORGUM (Sorghum bicolor) MELALUI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS

    No full text
    Production of carbohydrate-based bioethanol using raw materials derived from starch requires pre-processing. The pretreatment and hydrolysis process of sorghum grains from various sorghum varieties has not been extensively studied in the context of fermenting sorghum into bioethanol. The purpose of the research is to obtain the fermentation conditions so that the bioethanol yield was optimal and could also produce other useful products. The research employed an experimental design, and process efficiency was evaluated based on parameters such as Sugar Consumption Ratio (SCR) and Fermentation Ratio (FR). The concentration of the glucoamylase enzyme was set at 0.2% relative to the total solid (TS) content. The yeast Saccharomyces cerevisiae strain Hakken I was used at a concentration of 10% of the fermentation volume. Additional nutrients included NPK (0,012) and Urea (0,072 %). The liquefaction process occurred at temperatures between 80-90°C for one hour, followed by saccharification at temperatures between 55-60°C for two hours. Fermentation was conducted at temperatures ranging from 28-32°C for a duration of 60 hours. The results revealed that the total sugar content (TS) of the raw materials ranged from 69% to 73% for several sorghum varieties tested. The Sorghum Numbu variety exhibited the highest TS value at 72,81%. Furthermore, the highest process efficiency was achieved with the Numbu sorghum variety, yielding an FR of 86,69% and an SCR of 87,39%.Produksi bioetanol berbasis karbohidrat yang menggunakan bahan baku berasal dari pati memerlukan proses pra pengolahan. Proses pra-pengolahan dan hidrolisis biji sorgum dari berbagai varietas sorgum belum banyak diteliti dalam konteks fermentasi sorgum menjadi bioetanol. Kurangnya penelitian ini telah menghambat kemajuan dalam mengoptimalkan produksi bioetanol karena pengaruh struktur genetik, komposisi kimia, dan sifat fisik biji, yang dapat menghambat biotransformasi pati.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi fermentasi yang optimal untuk memaksimalkan hasil bioetanol selain juga untuk menghasilkan produk samping berharga lainnya. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental, dan efisiensi proses dievaluasi berdasarkan parameter seperti Rasio Konsumsi Gula (SCR) dan Rasio Fermentasi (FR). Konsentrasi enzim glucoamylase diatur pada 0,2% relatif terhadap total padatan (TS). Ragam Saccharomyces cerevisiae strain Hakken I digunakan dengan konsentrasi 10% dari volume fermentasi. Nutrisi tambahan meliputi NPK (0,012%) dan Urea (0,072%). Proses liquifikasi dilakukan pada suhu antara 80-90°C selama satu jam, diikuti oleh proses sakarifikasi pada suhu antara 55-60°C selama dua jam. Fermentasi dilakukan pada suhu antara 28-32°C selama 60 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula total (TS) bahan baku berkisar antara 69% hingga 73% untuk beberapa varietas sorgum yang diuji. Varietas Sorghum Numbu memiliki nilai TS tertinggi sebesar 72,81%. Selain itu, efisiensi proses tertinggi dicapai dengan varietas sorgum Numbu, menghasilkan FR sebesar 86,69% dan SCR sebesar 87,39%

    Cover dan Daftar Isi

    No full text

    ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA CV. BRENS BAKERY MENGGUNAKAN METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL)

    Full text link
    CV. Brens Bakery is a Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) engaged in the production of bread that provides various kinds of cakes, sponge with various variations, bread, donuts, and pastries. The problems that exist in the bread-making industry in the production section are the discovery of potential hazards that can cause a work accident at any time. Potential hazards such as butter splattered on the floor makes the floor slippery, noise from the use of machines that have the potential to disrupt the concentration of workers, the use of sharp equipment has the potential to injure hands, and the hot temperature near the grill has the potential to make workers easily experience fatigue when working. This study aims to determine the risk of work accidents, determine the level of risk of work accidents, and provide proposals for controlling the risk of work accidents that can occur in the bread making industry. The HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) method was used to analyze the risk of occupational accidents in this study by determining the type of work activity first which identified the cause of the hazard, to obtain the risk, then conducting risk assessment and control to prevent and reduce exposure to hazards that exist in each type of work. The results of the study obtained 30 risks which were categorized as 43% low risk, 37% medium risk, and 20% high risk and there were 30 risks control proposals consisting of 1 substitution, 7 design, 12 administrations, and 10 using PPE (Personal Protective Equipment).CV. Brens Bakery merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi roti yang menyediakan aneka macam kue, bolu dengan berbagai variasi, roti, donat, dan pastry. Permasalahan yang terdapat industri pembuatan roti pada bagian produksi ditemukannya potensi hazard yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan kerja ditemukan potensi hazard seperti; mentega yang berceceran di lantai membuat lantai menjadi licin, suara bising dari penggunaan mesin yang berpotensi membuat konsentrasi para pekerja menjadi terganggu, penggunaan peralatan yang tajam berpotensi membuat tangan terluka, dan suhu yang panas di dekat pemanggangan berpotensi membuat pekerja mudah mengalami kelelahan ketika bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan risiko kecelakaan kerja, menentukan tingkatan risiko kecelakaan kerja, dan memberikan usulan pengendalian risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada industri pembuatan roti. Metode HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) digunakan untuk analisis risiko kecelakaan kerja pada penelitian ini dengan penentuan jenis aktivitas kerja terlebih dahuluh yang diidentifikasi penyebab hazard (bahaya yang terjadi), sehingga diperoleh risikonya, kemudian melakukan penilaian dan pengendalian risiko untuk mencegah dan mengurangi paparan hazard yang ada pada setiap jenis pekerjaan. Hasil penelitian diperoleh 30 risiko yang dikategorikan 43% low risk, 37% medium risk, dan 20% high risk serta terdapat 30 usulan pengendalian risiko yang terdiri dari 1 subsitusi, 7 perancangan, 12 administrasi, dan 10 menggunakan APD (Alat Pelindung Diri)

    193

    full texts

    236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agroindustri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇