Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
Not a member yet
92 research outputs found
Sort by
APLIKASI BUKU DIGITAL BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS ANDROID MOBILE PADA PERPUSTAKAAN BPPKI SURABAYA BADAN LITBANG KEMENTERIAN KOMINFO
Kurang optimalnya penggunaan fasilitas perpustakaan bagi karyawan BPPKI dan perkembangan informasi teknologi yang ada, memunculkan kebutuhan akan adanya media alternatif yang memungkinkan karyawan BPPKI dapat mengakses dan membaca dengan cara yang sesuai dengan teknologi yang tersedia. Aplikasi buku digital dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. Aplikasi buku digital ini terdiri dari 2 bagian, dimanabagian pertama didisain bagi admin untuk mengatur dan mengawasi penggunaan aplikasi dan bagian kedua ditujukan bagi pengguna aplikasi. Model pengembangan perangkat lunak yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi buku digital adalah metode Water fall, yang dengan tahapan modeling, software requirement analysis, design, coding, dan testing. Aplikasi ini dibuat menggunakan PHP, Android Studio, dan notepad. Hasil dari penelitian ini diuji dalam pengujian blackbox setelah menggunakan aplikasi yang menyimpulkan bahwa aplikasi ini dapat menjadi alternatif bagi karyawan BPPKI untuk mengakses dan membaca buku dengan mudah
INTENSITAS KOMUNIKASI MASYARAKAT NELAYAN DESA BLETOK KABUPATEN SITUBONDO
Banyaknya orang duduk bergerombol di pelabuhan atau tempat-tempat umum pada masyarakat nelayan cukup menggelitik untuk dipertanyakan apa saja yang mereka bicarakan dalam aktivitas tersebut, sehingga munculah permasalahan dalam penelitian ini : “ Bagaimana Intensitas Komunikasi dan Materi apa yang dibicarakan oleh Masyarakat Nelayan Desa Bletok”. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh nelayan yang bertempat tinggal di Desa bletok, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo. Sampel diambil sebanyak 30% sehingga ketemu 55 orang responden,. Setelah data dikumpulkan dengan mengisi koesioner ternyata sebanyak tiga orang jawabannya tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga respondennya menjadi 52 orang. Jumlah ini yang diolah dengan menggunakan SPSS. Kesimpulan yang diperoleh adalah: (1) Intensitas komunikasi yang dilakukan oleh nelayan desa Bletok dalam berhubungan sesama komunitas lebih tinggi dibanding dengan yang lain. Meskipun sebagian masyarakat nelayan Desa Bletok memiliki Hp, tetapi perangkat ini kurang dimanfaatkan secara optimal. (2) Informasi yang dibicarakan dalam berhubungan secara langsung dengan keluarga, tetangga dan komunitas adalah informasi yang terkait dengan masalah disekitar lingkungannya. Sedangkan informasi yang dibicarakan dengan tokoh formal adalah tentang pekerjaan sebagai nelayan dan informasi yang dibicarakan dengan tokoh non formal adalah masalah agama. Sebaliknya informasi yang dibicarakan oleh nelayan dengan menggunakan Hp adalah informasi terkini yang dibahas media massa
PENGARUH MOTIVASI PADA AKSEPTABILITAS BRILIAN MENGGUNAKAN UTAUT MODEL
Motivasi merupakan energi dalam diri seseorang yang digunakan untuk mencapai tujuan. Kemauan menggunakan teknologi untuk membantu belajar juga membutuhkan motivasi. Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan motivasi dalam model UTAUT dan pengaruhnya pada akseptabilitas penggunaan Brilian serta menguji pengaruh gender pada minat pemanfaatan dan perilaku penggunaan Brilian. Penelitian dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 291 orang mahasiswa jurusan sistem informasi Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya dan diuji menggunakan path analysis. Hasil penelitian menyatakan bahwa model UTAUT menunjukkan adanya keterkaitan antara motivasi dan akseptabilitas Brilian. Motivasi (intrinsic dan ekstrinsik) dinyatakan memiliki keterkaitan yang signifikan dan berpengaruh secara positif terhadap perilaku penggunaan Brilian sedangkan faktor gender tidak mempengaruhi akseptabilitas Brilian
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI KENELAYANAN BERBASIS ERP
Pembangunan infrastruktur TIK hendaknya memperhatikan karakteristik dan kebutuhan spesifik masyarakat nelayan. Saat ini pengembangan dibidang TIK untuk kenelayanan belum memiliki acuan untuk suatu pengembangan sebuah sistem teknologi. Oleh karena itu dengan menggunakan kajian dan memperhatikan pola produktivitas masyarakat nelayan maka diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan secara specifik akan teknologi informasi kenelayanan. Dengan menggunakan kerangka kerja ERP (enterprise resource planning) maka dapat diperoleh modul-modul kebutuhan informasi kenelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah identifikasi kebutuhan informasi yang dikelompokkan pada modul kebutuhan informasi. Pengelompokkan kebutuhan yang tertuang dalam modul tersebut terdiri dari modul produksi kenelayanan dan modul distribusi kenelayanan
MOBILE APLIKASI GOLINK APPS UNTUK KEMUDAHAN AKSESIBILITAS TERHADAP PELAYANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Upaya membentuk kemandirian anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui penguatan pada orang tua dan keluarga ABK menjadi prioritas penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi ABK untuk hidup bersama, berdampingan dengan masyarakat. Perluasan kemudahan aksesibilitas terhadap pelayanan umum, kebijakan lingkungan yang ramah ABK dan perkembangan teknologi informasi menjadikan ABK menjadi individu yang bermartabat sebagaimana mestinya. Guna melakukan perluasan dalam peningkatan layanan ABK sebuah organisasi yang berkecimpung dalam pelayanan ABK membutuhkan dukungan berupa pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dibeberapa titik aktivitas yang ada. Pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dilakukan dengan merancang dan membangun sistem yang diberi nama goLink Apps berbasis android untuk menjawab tantangan kedepan. Aplikasi ini dapat melakukan pencatatan dan mengumpulkan data ABK yang tersebar, menjembatani mitra dengan para orang tua ABK dalam hal memberikan informasi kegiatan dan menyediakan layanan konsultasi/ sharing online antara orang tua, relawan dan pengelola organisasi, juga sebagai wadah/ ruang promosi untuk penjualan hasil karya dari ABK. Ujicoba untuk menjalankan aplikasi dilakukan pada lima belas orang yang terdiri dari relawan, orang tua, pengelola dan masyarakat umum. Hasil ujicoba dievaluasi menggunakanUser Experience Questionnaire (UEQ)dan menghasilan nilai excellent pada daya tarik, efisiensi, ketepatan, stimulasi dan kebaruan serta nilai good pada kejelasan
KOMUNIKASI PARTISIPATORIS KEMITRAAN POLISI MASYARAKAT DALAM MENGANTISIPASI PAHAM RADIKAL “ISIS” DI SURABAYA
Fenomena faham radikal “ISIS” Islamic State of Iraq and Syria mengancam keutuhan bangsa. Pemerintah secara tegas melarang segala bentuk aktifitas dan ajaran ISIS. Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat dalam hal keamanan dan keteriban telah melakukan langkah-langkah prefentif terhadap penyebaran paham radikal ISIS. Untuk membendung ajaran radikal tersebut diperlukan keterlibatan masyarakat sebagai mitra Polri. Peran serta masyarakat dalam menjaga kamtibmas adalah hal yang penting, disinilah dibutuhkan upaya Polisi merangkul masyarakat dalam mewujudkan community Policing. Komunikasi partisipatoris adalah bentuk komunikasi yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam bentuk kemitraan dengan Polisi. Partisipasi aktif masyarakat bersama Polri secara efektif dapat meminimalisir segala bentuk ancaman keamanan di tengah masyarakat. Pada hakikatnya tujuan Perpolisian masyarakat dalam bentuk forum kemitraan polisi masyarakat atau disingkat Polmas adalah terwujudnya kemitraan antara Polisi dan masyarakat lokal untuk mencegah maupun mencari jalan keluar atas masalah kamtibmas. Sehingga penanganan masalah tidak perlu melalui proses hukum formal. Kekuatan program perpolisian masyarakat atau Polmas Community Policing ini terletak bagaimana Polri mampu merangkul masyarakat dengan melakukan sosialisasi, komunikasi atau disebut kampanye persuasif kepada masyarakat sebagai mitra kerja.Metodologi penelitian ini adalah penggunaan komunikasi partisipatoris oleh warga masyarakat dalam menaggulangi faham radikal ISIS. Bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi warga dalam berkomunikasi, memberi informasi tentang penanggulangan penyebaran paham radikal ISIS di Surabaya
PENGGUNAAN PORTAL WEB OLEH KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Jurnalisme warga mulai menjadi tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita. Jurnalisme warga (citizen journalism) adalah aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa (bukan wartawan). Konsep jurnalisme warga didasarkan warga masyarakat yang berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita dan informasi. Jurnalisme warga banyak dilakukan kelompok informasi masyarakat (KIM). KIM tersebut menulis beritanya dalam portal web sendiri atau portal web milik pemerintah. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana penggunaan portal web oleh anggota KIM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Narasumber adalah pejabat pembina KIM, pengurus pada tiga KIM dan tokoh mayarakat. Hasil penelitian menunjukkan anggota KIM banyak membuat berita melalui portal web. Mereka senang menulis dalam portal web sebab sering dibaca oleh pejabat pemerintah. Berita tentang keluhan warga, dengan cepat mendapat respon dari pemerintah. Penulisan berita melalui portal web dinilai efektif untuk menyampaikan permasalahan warga pada pejabat pemerintah tetapi kurang efektif untuk menyampaikan informasi pada masyarakat karena belum banyak masyarakat yang menggunakan internet
PERANCANGAN TATA KELOLA TI KOTA PASURUAN DENGAN COBIT 4.1
Teknologi informasi (TI) dapat digunakan dalam membantu proses penyelenggaraan pemerintahan dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Penggunaan TI pada Pemerintah Kota Pasuruan saat ini tidak berjalan secara maksimal dalam proses pelayanan kepada masyarakat walaupun telah ditunjang oleh infrastruktur TI dan web site. Hal ini dikarenakan pelaksanaan tata kelola TI di Pemerintah Kota Pasuruan masih mengalami permasalahan pada proses perencanaan strategis TI yang belum didukung dengan aturan dan prinsip-prinsip tata kelola TI yang baik. Sehingga perencanaan investasi TI yang dilakukan tidak didasari dari analisis kebutuhan bisnis Kota Pasuruan, serta belum adanya kesadaran mengenai pentingnya perencanaan investasi TI yang dilakukan selaras dan terintegrasi dengan visi, misi, tujuan dan strategi Pemerintah Kota Pasuruan. Penelitian ini mencoba merancang suatu model tata kelola TI yang berupa usulan kebijakan pendefinisian rencana strategis TI (PO1) menggunakan COBIT framework 4.1. Penelitian pada penelitian ini mengunakan metode mixed methods dengan pendekatan Sequential Transformative Strategy mempunyai perbedaan pada metode pengumpulan data yaitu metode kualitatif dan metode induktif. Hasilnya adalah metode tata kelola TI untuk Pemkot Pasuruan
SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB DI BALAI PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA SURABAYA
Badan Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Surabaya merupakan salah satu organisasi Eselon III yang bergerak dalam bidang penelitian dibawah lembaga Pemerintahan Kementerian Republik Indonesia. Sebagai organisasi penelitian, sangat diperlukan sumber daya ilmiah yang berkualitas bagi seorang peneliti untuk sarana penunjang menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Adanya pelayanan perpustakaan yang lambat serta pengolahan data adminisrasi perpustakaan yang manual menghambat kinerja peneliti dalam studi kepustakaan. Sehingga, dalam tulisan ini akan dikaji suatu model dan desain pengembangan sistem informasi perpustakaan yang dapat menjadi suatu sistem perpustakaan berbasis web dan dapat di implementasikan di perpustakaan BPPKI Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan studi literatur, pengamatan, dan wawancara untuk analisis kebutuhan sistem. Metode perancangan sistem menggunakan metode analisis terstruktur yaitu dengan mengidentifikasi proses saat ini, merumuskan permasalahan yang terjadi, mendesain database dan desain form input dan output, membangun program berbasis web, dan terakhir dilakukannya sebuah pengujian sistem.Kesimpulan dari kajian ini yaitu dengan perancangan dan membangun sistem informasi perpustakaan barbasis web di BPPKI Surabaya untuk mempermudah proses pelayananan kinerja perpustakaan dan menghasilkan suatu laporan yang otomatis dan akurat
KECENDERUNGAN CALON ANGGOTA LEGESLATIF MEMANFAATKAN MEDIA SURAT KABAR DALAM KAMPANYE PEMILU 2014
Kampanye merupakan hal yang penting di dalam sebuah proses pemilihan umum, karena dalam kampanye partai politik dan calon anggota legeslatif mengenalkan program, visi dan misinya. Salah satu strategi dilakukan oleh para caleg adalah berkampanye melalui media cetak surat kabar. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan kecenderungan Calon Anggota Legeslatif (Caleg) memanfaatkan media surat kabar, dalam pelaksanaan kampanye Pemilu 2014. Tipe penelitain ini adalah content analysis. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh pemberitaan Surat Kabar Fajar dan Tribun Timur yang terbit dari bulan Januari sampai dengan tanggal 5 Mei 2014, yang memuat pemberitaan masalah kampanye pemilu yang dilakukan oleh para caleg dari semua partai peserta pemilu tahun 2014 yang diekspos melalui surat kabar tersebut, sebanyak 76 pemberitaan. Data primer penelitian ini dikumpulkan dengan cara mendokumentasi seluruh pemberitaan sekitar pelaksanaan kampanye oleh para caleg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para caleg dalam memanfaatkan surat kabar masih rendah, dan belum siap akan program-program dan visi misinya masing-masing. Pemanfaatan media surat kabar baru dimanfaatkan oleh caleg yang bermodal besar, keluarga pejabat, pengusaha. Faktor modal yang menjadi kendala bagi sebagian besar caleg untuk memanfaatkan surat kabar dalam berkampanye. Model kampanye yang disampaikan berupa photo diri caleg, nomor urut pencalonannya, dan asal partai yang mengusungnya