Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
Not a member yet
92 research outputs found
Sort by
TERPAAN SIARAN RRI DAN TVRI PADA MASYARAKAT DIWILAYAH PERBATASAN RI-TIMOR LESTE
Masalah yang sering muncul di wilayah perbatasan antara lain sengketa perbatasan dengan negara tetangga, kesejahteraan masyarakat dan juga kesenjangan informasi. Masyarakat di wilayah ini cenderung lebih dominan memperoleh informasi dari negara tetangga daripada dari negeri sendiri. Hal ini tidak terlepas dari peran media televisi dan radio yang merupakan medium penyalur nilai-nilai kepada masyarakat. RRI dan TVRI merupakan Lembaga Penyiaran Publik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi masyarakat di wilayah perbatasan, mengingat keduanya memiliki stasiun-stasiun penyiaran hingga di perbatasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terpaan media RRI dan TVRI pada masyarakat di wilayah perbatasan RI-Timor Leste. Hasil penelitian menyimpulkan sebagian besar responden di wilayah perbatasan NTT Timor Leste mendengarkan siaran RRI dan menonton TVRI. Responden menghabiskan waktu 1-2 jam/hari mendengarkan RRI dan pada jam 7.00-9.00. Apapun program acara yang paling banyak didengarkan adalah berita/informasi. Sementara terpaan TVRI, responden menonton TVRI antara 1 sampai 2 jam/hari dan waktu terbanyak saat menonton pada jam 19.00-21.00. Program acara yang paling sering ditonton adalah berita (informasi)
POLA PENGGUNAAN MEDIA SEBAGAI PENCARIAN KEBUTUHAN INFORMASI MASYARAKAT NELAYAN
Latar belakang penelitian ini adalah desa nelayan yang merupakan bagian dari wilayah tertinggal dan jauh dari jangkauan komunikasi dan informasi sehingga perlu adanya penelitian dengan metodologi survei. Permasalahannya yakni sejauhmana penggunaan media untuk kebutuhan informasi kebudayaan kelautan oleh masyarakat nelayan dan sejauhmana saluran informasi kebudayaan kelautan yang digunakan oleh masyarakat nelayan. Permasalahan yang lain adalah sejauhmana perilaku pencarian informasi oleh masyarakat nelayan terkait kebudayaan kelautan serta sejauh mana kepuasan penggunaan media masyarakat nelayan. Penelitian ini mendiskripsikan bahwa masyarakat sebagian besar butuh informasi mengenai potensi-potensi pariwisata kelautan dan butuh informasi nilai-nilai budaya bahari kelautan. Masyarakat menggunakan saluran informasi melalui lembaga pemerintah untuk memperoleh informasi terkait kebudayaan kelautan. Meskipun lembaga pemerintah sebagai saluran informasi yang pertama, tetapi sebagian besar masyarakat menyatakan, televisi menjadi sumber informasi yang utama karena televisi sudah tersedia dirumah sehingga lebih mudah untuk memperoleh informasi tidak hanya kebudayaan kelautan tetapi berbagai informasi bisa diperoleh melalui televisi. Perilaku masyarakat nelayan dalam pencarian informasi untuk nilai-nilai budaya bahari masyarakat sebagian besar pasif. Mayarakat nelayan cukup aktif mencari informasi potensi-potensi pariwisata kelautan. Tujuan pencarian informasi terkait kebudayaan kelautan adalah untuk memperoleh pengetahuan baru. Kepuasan motif masyarakat menonton televisi untuk pemenuhan informasi, memperoleh variasi hiburan, untuk memperkuat hubungan sosial, memperoleh informasi mengenai apa yang terjadi dan untuk memperoleh pengalaman yang menyenangkan