Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
Not a member yet
92 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN JARINGANMOBILE BROADBAND SECARA PRODUKTIF
Perkembangan teknologi telekomunikasi seluler sudah mulai memasuki era 5G.Datangnya teknologi diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun penggunaan internet masih konsumtif, belum banyak memberikan manfaat yang bisa memberikan nilai tambah bagi penggunanya. Penelitian ini ingin mengetahui apakahjaringan mobile broadband dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif atau tidak?.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif. Sumber data dari penelitian ini terdiri darimasyarakat yang menggunakan teknologi mobile broadband atau mengakses internet dengan menggunakan perangkat telepon seluler (smartphone) kemudian dipertajam dengan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas responden menggunakan jaringan broadband berbayar untuk mengakses internet, mayoritas responden masih menggunakannya untuk kegiatan komunikasi atau mengakses media sosial. Kegiatan tersebut mayoritas dilakukan untuk mengisi waktu luang saja, bukan untuk kegiatan yang lebih produktif seperti menambah ilmu pengetahuan, menambah penghasilan dan kegiatan produktif lainnya. Latar belakang pendidikan juga dapat mempengaruhi latar belakang penggunaan internet, semakin tinggi pendidikan responden maka makin sedikit responden menggunakan internet untuk mengisi waktu luang maupun untuk kegiatan yang tidak produktif. Perlunya edukasi penggunaan mobile broadband untuk kegiatan yang lebih berguna sehingga bisa meningkatkan produktifitas penggunanya tentu saja penanganannya berbeda-beda dari tiap lapisan pengguna. Orang tua/keluarga cenderung lebih berpengaruh terhadap responden dengan latar belakang pendidikan mulai SD/sederajat hingga diploma/S1 terhadap penggunaan internet secara produktif.Kata kunci: telekomunikasi, internet, seluler, broadband
Information Technology Governance untuk Manajemen Delivery dan Support Information Technology Menggunakan Framework COBIT 4.1 (Studi Kasus: Pemerintah Kota Surabaya)
Tata kelola Teknologi Informasi (TI) akan berjalan dengan baik tergantung pada manajemen harmonisasi antara business strategy dan strategi TI instansi pemerintah, manajemen sumber daya TI dan manajemen resiko yang berhubungan dengan TI. Nilai TI merupakan elemen kunci untuk pendukung jalannya proses bisnis penyelenggaraan tata kelola TI di pemerintahan. Pencapaian nilai TI (IT value) memerlukan kerangka kerja (framework) supaya dapat mengontrol tata kelola lembaga.COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) didesain untuk keperluan tata kelola TI guna mengelola keseluruhan pengertian, pemahaman dan manajemen resiko serta keuntungan yang saling terkait antara informasi dan teknologinya. COBIT merupakan platform teknis TI yang independen yang dapat diadopsi oleh setiap organisasi, berstandar terbuka guna pengontrolan teknologi informasi. Tujuan yang akan dicapai pada penulisan ini adalah menghasilkan usulan dan rekomendasi terhadap tata kelola TI domain delivery dan support sebagai bagian dari proses tata kelola TI bagi pemerintah kota Surabaya guna mewujudkan lembaga pemerintahan yang profesional, transparan dan akuntabel dalam mencapai visi “Surabaya Cerdas dan Peduli”. Hasil kajian ini adalah proses TI dalam domain delivery dan support masih dikelola secara sebagian, sehingga ke depan untuk mendapatkan manfaat maksimal dari nilai TI yang diinvestasikan memerlukan perhatian yang lebih komprehensif dan integral
MENILIK DILEMA IDEOLOGI RADIO SWASTA LOKAL DAN STRATEGI PERIKLANANNYA
Periklanan adalah penghasilan utama sebuah media untuk menutupi biaya operasional mereka. Namun faktanya, distribusi iklan di Indonesia sebagian besar hanya berputar di Jakarta, dan sisanya diperebutkan oleh stasiun radio lokal di seluruh Indonesia. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui strategi periklanan yang dilakukan oleh radio lokal dalam mendapatkan pengiklan. Lebih dari itu, radio lokal perlu menjaga unsur lokalitas. Jadi, tujuan kedua artikel ini adalah mengetahui strategi untuk mendapatkan iklan lokal. Artikel deskriptif ini menggunakan metode studi pustaka dan wawancara tidak terstruktur dengan pemilik radio Dieng Selaras, Banjarnegara. Hasilnya menemukan bahwa strategi periklanan radio lokal menerapkan manajerial modern, melakukan survei, menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, menciptakan hubungan yang terpercaya, dan inovasi program. Sedangkan strategi untuk menarik pengiklan lokal antara lain menetapkan suku bunga rendah, berkomitmen untuk memberikan porsi iklan lokal yang lebih besar, dan pengiklan yang terlibat dalam proses produksi iklan sebelum ditayangkan.
IMAGE PROCESSING WARNA UNTUK PROSES INTERUPSI LED PADA LAMPU LALU LINTAS BERBASIS OPEN CV
Lampu lalu lintas merupakan alat yang digunakan untuk mengatur kendaraan bermotor pada sebuah persimpangan jalan agar tidak terjadi kemacetan dan arus kendaraan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kemacetan lalu lintas bisa menyebabkan pengurangan efisiensi waktu dan biaya. Kendaraan darurat seperti ambulan, pemadam kebakaran dan kendaraan polisi yang akan melintasi lampu lalu lintas juga pasti akan terhambat di perjalanan untuk melakukan pertolongan darurat ke tempat tujuan. Dalam penelitian ini, dilakukan perancangan sistem cerdas pengaturan lampu lalu lintas untuk kendaraan darurat dengan menggunakan image processing berbasis OpenCV dan phyton programming. Citra yang diolah berupa objek warna contessa. Sistem ini memiliki delay yang sangat kecil dalam pergerakan objek yang lamban, sehingga dapat bermanfaaat bagi kendaraan darurat seperti ambulan, pemadam kebakaran dan kendaraan kepolisian agar tidak terjebak kemacetan pada persimpagan traffic light. Kondisi maksimum citra warna contessa yang dapat ditangkap terbaik oleh kamera dan sistem berjalan optimal yaitu pada jarak maksimum 90 cm, intensitas cahaya 9600 lumen dengan delay untuk proses interupsi LED berubah warna hijau adalah 0 detik
TRANSAKSI E-COMMERCE MASYARAKAT JAWA TIMUR
E-commerce di Indonesia tumbuh pesat seiring dengan pesatnya pertumbuhan pengguan internet. Pelaku e-commerce juga tumbuh mengikuti trend belanja online di masyarakat. Pelaku transaksi e-commerce oleh perusahaan e-commerce besar yang menjual barang secara online mudah dilihat perkembangannya tetapi pelaku e-commerce yaitu penjual dan pembeli di masyarakat jarang memperoleh perhatian. Penelitian ini melihat profil pelaku e-commerce dan bagaimana transaksi e-commerce dilakukan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Jawa Timur dengan melakukan clustering terhadap kota sampai tingkat Rukun Tetangga. Pemilihan responden di tingkat RT menggunakan systematic sampling. Pelaku e-commerce merata dari kalangan muda mulai umur 15 tahun sampai 45 tahun. Barang yang dibeli dan dijual paling banyak pakaian, sepatu, perhiasan serta perangkat elektronik. Pembayaran transaksi e-commerce kebanyakan dilakukan dengan transfer ke rekening penjual atau ke rekening pihak ketiga dan pembayaran di tempat setelah barang diterima (cash on delivery). Media penjualan kebanyakan dilakukan dengan media online yang tidak berbayar seperti media sosial dan iklan baris online
ANALISIS ISI OPINI PUBLIK TENTANG KEBIJAKKAN PEMERINTAH PUSAT DI BIDANG SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA
Berdasarkan data kajian Opini Publik pada Surat kabar Jawa Pos edisi Februari 2015 dapat disimpulkan bahwa 1). Issue kebijakan pemerintah ditemukan sebanyak 40 bidang pemberitaan , sektor sandang sebanyak 1 kali, sektor pangan sebanyak 8 kali, sektor papan sebanyak 8 kali, sektor kesehatan sebanyak 9 kali, sektor Pendidikan sebanyak 13 kali. Sector Peran Serta Masyarakat sebanyak 1 kali. Informasi terkait kebijakan pemerintah lainnya seperti sanitasi tidak terekspos oleh surat kabar Jawa Pos edisi Februari. Melihat Surat kabar Jawa Pos terbukti mengtamakan berita dan pendidikan sesuai fungsi media, sebagai sumber informasi. 2) Hasil kajian pada Surat kabar Jawa Pos edisi Februari terkait pemberitaan Subyek Berita, menemukan Frame Tentang Kementerian/Lembaga, bekerja sudah maksimal tetapi belum berhasil. Hal ini karena kurang profesional 3). Kesan berita; terkait pemberitaan kebijakan pemerintah yang di ekspos surat kabar Jawa Pos edisi Februari adalah kesan positif. 4). Jenis kelamin narasumber, lebih besar berjenis kelamin laki-laki saja. Dari pada nara sumber perempuan
PEMANFAATAN WHATSAPP SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DAN KEPUASAN DALAM PENYAMPAIAN PESAN DIKALANGAN TOKOH MASYARAKAT
Penelitian Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Komunikasi Dan Kepuasan Dalam Penyampaian Pesan telah dilakukan bulan Mei 2017. Dengan metode deskriptif didukung wawacara mendalam; Masyarakat sebagian besar sudah memiliki perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi, perangkat yang sering digunakan hendphone (2G). Jenis internet yang digunakan bersama dirumah; Fixed Line dan Wireless Hotspot. Akun media sosial yang sering di akses. Facebook,. Instagram, google+, linkedIn, Twitter, path, Whatsapp, BBM, Yuotube. Instant Messaging yang sering digunakan; whatsApp (WA). WA paling dominan digunakan. Pada saat ini, WA telah dimanfaatkan oleh tokoh masyarakat untuk berkomunikasi dalam menyampaikan pesan kepada sasarannya, jadi saat ini meskipun masih berkomunikasi secara langsung. Tokoh masyarakat memanfaatkan WA sebagai media komunikasi dalam menyampaikan pesan, informasi yang disampaikan lebih efektif dan merupakan kepuasan tersendiri karena menggunakan teknologi informasi (WA) pesan lebih cepat diterima kepada sasaran. Isi pesan; berupa; keamanan lingkungan, ikatan sosial, pendidikan, kesejahteraan dan pekerjaan serta hibura
ANALISIS ISI BERITA PROF. A. AMIRUDDIN SEBAGAI KOMUNIKATOR DAN VISIONER DI HARIAN FAJAR MAKASSAR
Analisis isi berita tentang Prof. A. Amiruddin sebagai komunikator dan visioner di Harian Fajar Makassar merupakan suatu kajian yang sangat penting di dalam sebuah proses komunikasi, kepemimpinan dan ke pemerintahan. Permasalahan yang diangkat adalah Bagaimana opini masyarakat yang disampaikan melalui Harian Fajar tentang Prof A. Amiruddin; Bagaimana mendeskripsikan kecenderungan isi pemberitaan Prof. A. Amiruddin dan Bagaimana sikap masyarakat terhadap Prof A. Amiruddin. Penelitian ini dilaksanakan di kota Makassar. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh pemberitaan khusus dalam kolom opini tentang Prof A. Amiruddin yang dimuat di harian Fajar sejak tanggal 24 Maret sampai dengan 30 April 2014. Pengumpulan datanya dilakukan selama tiga puluh delapan (38) hari yang memuat tentang dan sekitar pemberitaan perilaku Prof. A. Amiruddin selama hidupnya (Memorabilia). Dan Objek yang diteliti adalah pemberitaan berupa opini menurut berbagai kalangan, terhadap prilaku Prof. A. Amiruddin selama menduduki beberapa jabatan penting. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara mendokumentasi seluruh berita Prof. A. Amiruddin yang diterbitkan di harian Fajar Makassar. Data yang telah terkumpul selanjutnya dicoding dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berita cenderung agar Prof Amiruddin layak ditetapkan sebagai komunikator dan visioner. Olehnya itu perlu diberi penghargaan untuk mengenang jasa-jasanya
REVITALISASI FUNGSI HUMAS PEMERINTAH DALAM TATA KELOLA INFORMASI DI BIRO HUMAS PEMPROV JABAR
Hubungan masyarakat (humas) pemerintah dalam menyampaikan informasi tentang program dan kinerja pemerintah kepada masyarakat, dituntut menyesuaikan dengan dinamika teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat. Upaya revitalisasi urgen dilakukan dalam penelitian ini, yaitu bagaimana fungsi humas pemerintah dalam tata kelola informasi agar lebih optimal dimanfaatkan masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif, teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan informan kunci yang memunyai kapasitas dan pengalaman di bidangnya, selanjutnya peneliti mengeksplorasi dan konstruksinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Biro Humas Pemprov Jabar sebagian besar telah melaksanakan tata kelola informasi publik dengan standar pelayanan yang baik, namun diperlukan perubahan paradigma baru sesuai tuntutan informasi yang lebih transparan dan aktual, yaitu memberikan penguatan fungsi perbaikan pelayanan publik yang lebih terarah dan komprehensif, serta membangun citra dan reputasi lembaga kehumasan. Kemampuan sumber daya manusia perlu dilakukan pembenahan untuk mendapat petugas humas yang kompeten dan professional dibidangnya sesuai Standar Kerja Nasional Indonesia
Peran KIM Daerah Tertinggal dalam Memanage Informasi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Sekitar
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa KIM belum berperan sebab dalam mencari, mengumpulkan dan mengelola informasi hasilnya masih rendah dibawah rata-rata. Dikatakan masih rendah karena petugas KIM dalam mencari informasi belum maksimal, kategori berperan apabila diatas rata-rata 50% dalam mencari informasi. Pencarian Informasi yang dominan, informasi pendidikan dan kebudayaan, menjadi informasi yang penting dan dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak di usia sekolah sebagai generasi penerus dan masa depan. Mengelola informasi untuk bahan diskusi dalam pertemuan KIM, Informasi yang penting dan perlu diketahui masyarakat, oleh petugas KIM dibagikan ke masyarakat, bisa melalui fasilitas yang ada seperti papan pengumuman, dan selebaran serta KIM sebagian besar belum memiliki usaha. Faktor yang menghambat untuk pengembangan KIM antaralain minimnya anggota KIM yang atif, sarana dan prasarana yang kurang memadai, anggota KIM kurang memahami penyebaran informasi melalui internet, pendidikan SDM KIM yang masih rendah. kurangnya komunikasi antar pengurus, dana tidak cukup untuk operasional pengembangan Kelompok Informasi Masyarakat