Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
Not a member yet
92 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI PERCEPATAN BERUSAHA OLEH EKONOMI KREATIF
Kontribusi Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengalami peningkatan setiap tahun, bahkan pertumbuhannya berada diatas pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakkan, kehutanan dan perikanan, jasa-jasa dan industri pengolahan. Berdasarkan hal tersebut maka terbitlah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018 mengenai perijinan berusaha melalui One Single Submission (OSS) yaitu sebuah sistem perijinan online yang terintegrasi. Salah satu tujuan OSS adalah untuk mempermudah perizinan berusaha terutama bagi pelaku ekonomi kreatif. Hadirnya OSS membuat Dinas Perizinan Pelayanan Publik di daerah merubah prosedur perizinan dan sistem manajemen maupun infrastruktur yang sudah ada. Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas maka penelitian ini bermaksud merumuskan Perencanaan Strategis Pengembangan SI/TI terkait sistem perizinan usaha yang berkaitan dengan pengintegrasian One Single Submission (OSS). Hasil dari penelitian ini adalah suatu rumusan strategis untuk mengembangkan sistem perizinan yang terintegrasi dengan OSS. Dengan menggunakan metode Perencanaan Strategis Sistem Informasi (PSSI) dan analisis SWOT di Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi untuk studi kasus maka penelitian ini menghasilkan sebuah rencana strategis pengembangan sistem informasi salah satunya integrasis sistem dengan OSS
PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY (AR) SEBAGAI PROTOTYPE MEDIA BELAJAR PENDUKUNG DALAM PRAKTIKUM PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK
Institut Teknologi Telkom Purwokerto saat ini masih mengalami kendala keterbatasan perangkat praktikum pada beberapa mata kuliah praktikum, salah satunya adalah pada penyelenggaraan praktikum penyambungan serat optik. Perangkat penyambungan yaitu fusion splicer yang dimiliki oleh laboratorium ITTP saat ini baru berjumlah satu buah. Eksplorasi mahasiswa terhadap perangkat fusion splicer hanya terbatas pada saat pertemuan praktikum saja. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikembangkan media belajar pendukung yang memberi peluang kepada mahasiswa untuk dapat mengeksplorasi perangkat fusion splicer selain di laboratorium. Teknologi AR dapat menampilkan model 3D dari suatu perangkat beserta animasinya, sehingga mahasiswa dapat mengetahui bentuk usion splicer beserta bagian-bagiannya. AR juga dapat menampilkan video, sehingga aktifitas penggunaan fusion splicer secara nyata dapat ditampilkan kepada mahasiswa. Rumusan masalah yang akan dikaji lebih lanjut adalah bagaimana susunan muatan materi praktikum yang akan ditampilkan, interaktifitas yang akan diterapkan, dan apakah aplikasi dapat tampil dengan baik di smartphone. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah SDLC dengan siklus waterfall. Penelitian menghasilkan prototype media belajar praktikum berbasis mobile AR dengan materi yang disampaikan; persiapan praktikum, pemotongan serat optik, penyambungan serat optik, dan pengetesan. Interaksi dengan pengguna menggunakan virtual button
DISEMINASI INFORMASI PUBLIK OLEH HUMAS KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA DALAM MENINGKATKAN PUBLIC AWARENESS
Penangkapan ikan dengan pukat dan cantrang berpotensi merusak ekosistem bawah laut, terutama terumbu karang dan ikan. Selain itu, penggunaan cantrang juga memunculkan konflik sosial antara nelayan tradisional dengan nelayan yang menggunakan kapal bermuatan besar. Atas dasar hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri No. 2 tahun 2015 untuk melarang penggunaan alat tangkap ikan yang tidak ramah. Meski memiliki tujuan yang baik, Permen ini mendapatkan tanggapan yang kurang baik dari kelompok nelayan di beberapa daerah. Hal tersebut diwujudkan dengan aksi demo di Istana Merdeka dan berujung pada permintaan penundaan pelaksanaan Permen oleh Ombudsman. Sejak diterbitkan tahun 2015, Permen ini telah mengalami penundaan sebanyak tiga kali. Hal ini mengindikasikan kurangnya informasi mengenai tujuan, pelaksanaan, dan solusi dari Permen tersebut. Karenanya, perlu dilakukan diseminasi informasi publik oleh Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan.Penelitian kualitatif ini mendeskripsikan strategi diseminasi informasi publik atas Permen No. 2 tahun 2015 yang dilakukan Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan pada nelayan di Kepulauan Seribu. Berdasarkan tujuan dari diseminasi informasi tersebut, maka penelitian ini menggunakan Teori Penyebaran Informasi dan Perubahan sebagai landasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan menyusun perencanaan strategis terlebih dahulu. Perencanaan diawali dengan uji publik sebagai bentuk penjajakan atas karakteristik nelayan sehingga dapat ditentukan metode dan media komunikasi yang efektif. Diseminasi informasi publik dilakukan melalui dua metode, yaitu langsung dan tidak langsung. Diseminasi informasi secara langsung dilakukan oleh penyuluh di daerah yang melakukan penyampaian kebijakan pemerintah dan pembinaan. Sedangkan diseminasi informasi secara tidak langsung dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis media, antara lain media cetak seperti surat kabar dan majalah, media elektronik seperti televisi, dan media baru seperti pemanfaatan kanal YouTube dan website
KONSEP INTERAKSI SOSIAL DALAM KOMUNIKASI, TEKNOLOGI, MASYARAKAT
Interaksi sosial pada umumnya merupakan kebutuhan setiap manusia. Setiap manusia merupakan mahluk sosial, maka dari itu setiap mereka membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Sehingga manusia dapat bertahan hidup. Dan seiring dengan berjalannya waktu tingkat kebutuhan akan adanya interaksi sosial pun semakin meningkat. Dan media untuk berinteraksi pun semakin banyak. Masing-masing orang memiliki motivasinya sendiri dalam melakukan interaksi sosial. Menurut seorang ahli sosiologi Herbert Blumer ada tiga prinsip utama dari sebuah interaksi, yaitu tentang pemaknaan (meaning), bahasa (language), dan pikiran (thought). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ditemukan bahwa, dalam berkenalan atau melakukan interaksi sosial masih banyak orang yang senang untuk melakukannya secara langsung atau face to face. Penggunaan sosial media hanyalah sebagai tambahan alternatif, ketika mereka tidak dapat menjangkau lawan bicaranya secara langsung
ANALISIS AKSES DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH RUMAH TANGGA DAN INDIVIDU DI KOTA BATU JAWA TIMUR
Analisis Akses dan Penggunaan Media Sosial oleh Rumah Tangga Dan Individu di Kota Batu Jawa Timur, survei ini telah dilakukan pada bulan Juni 2017. Menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, permasalahnya seberapa besar pemanfaatan media sosial oleh penggunanya? Hasilnya sebagian besar akun media sosial yang sering di akses adalah Facebook,Instagram, Google+, Linkedin, Twitter, Path, WhatsApp, BBM, Youtube. Rata-rata lama responden mengakses media sosial dalam satu hari 1-3 jam/hari. Topik yang sering menjadi perhatian di media sosial adalah hiburan. Sedangkan di grup instant messaging adalah topik pekerjaan yang menjadi viral, karena bertepatan dengan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Akun instant messaging yang sering digunakan adalah WhatsApp. Rata-rata lama berkomunikasi melalui instant massaging dalam satu hari adalah 1-3 jam. Ternyata jenis kelamin laki-laki lebih sering menggunakan WhatsApp daripada perempuan. Laki-laki lebih banyak mengikuti grup instant messaging dari pada perempuan. Berdasarkan pendidikan handphone (2G) lebih sering digunakan oleh SMP untuk berkomunikasi
MEDIA WHATS APP SEBAGAI RUANG POLITIK DALAM MENGHADAPI PILKADA SERENTAK DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2018
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu untuk memberikan gambaran pemanfaatan media Whats App sebagai ruang politik dalam menghadapi pilkada serentak di Kota Makassar tahun 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan wawancara langsung dengan informan sebagai narasumber dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi dalam media Whats App adalah komunikasi dua arah/ interaktif dan secara realtime. Dalam kampanye politik, kandidat bisa saling berhubungan langsung dengan khalayak melalui tulisan di wall atau forum diskusi lainnya yang bisa di koment oleh tiap orang. Pemanfaatan media sosial seperti Whats App untuk kampanye politik ternyata belum merata, nampaknya belum bisa mengoptimalkan manfaat internet dan media sosial. Padahal media sosial ini selain sebagai sarana bersosialisasi atau pemasaran secara online, bisa dimanfaatkan pula sebagai alat kampanye politik yang terbilang praktis
ANALISIS STUDI KELAYAKAN PELAYANAN E-COMMERCE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
Sebagai bagian dari aktivitas bisnis e-commerce, jual-beli online pun semakin marak dilakukan. Tidak perlu keluar rumah dan menghadapai macetnya jalan jika ingin membeli suatu barang. Tetapi walaupun demikian rasa kepercayaan konsumen masih menjadi kendala untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli online mengingat tidak langsung bertemu dengan penjual. Konsumen masih takut akan penipuan dan hal kriminal lainnya yang mungkin terjadi. Situs e-commerce pun banyak ditawarkan dengan tampilan dan pola yang bisa meyakinkan konsumen. Dari latar belakang tersebut maka pada penelitian ini dibuat analisa studi kelayakan sebuah e-commerce dalam melakukan pelayanan kepada konsumen. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah salah satu metode sistem pendukung keputusan yang digunakan untuk mengolah dan menganalisa jenis e-commerce yang layak direkomendasikan untuk konsumen di Indonesia. Pada metode ini akan diolah 12 kriteria yaitu Logo yang Jelas, Penawaran Khusus, Pengiriman Gratis, Berita Terbaru, Produk Popular, Merk Produk, Penempatan Shopping Cart dan Login, Pembayaran Sistem Icon, Sosial Media Link, Nomor telefon dan Chating Online, Toko Finder, Trusmark dan 11 alternatif jenis e-commerce yaitu Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Zalora, Hijup, JD.id, Elevenia, Bhinneka, Qoo10 Indonesia. Pengolahan data dengan menggunakan metode AHP dilakukan dengan 3 prinsip yaitu Prinsip Penyusunan Hirarki, Prinsip Penetapan Prioritas, Prinsip Konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis e-commerce yang bisa direkomendasikan untuk masyarakat sebagai konsumen jula beli online dari urutan tertinggi sampai dengan terandah adalah Lazada = 0,114, Tokopedia = 0,099, Shopee = 0,086, Bukalapak = 0,060, Blibli = 0,058, , Zalora = 0,040, Hijup = 0,038, JD.id = 0,029, Elevenia = 0,021, Bhinneka = 0,016 dan Qoo10 Indonesia = 0,009. Sedangkan hasil penelitian ini untuk nilai Consistensi Ratio (CR) didapatkan - 0,018 atu -0,2%. Ini berarti bahwa CR optimal dan analisis AHP ampuh dalam proses pengambilan keputusan
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM ABSENSI KARYAWAN PADA PT. XYZ
Banyaknya tenaga kerja dengan divisi yang beragam pada sebuah perusahaan swasta di bidang retail membutuhkan sistem istirahat karyawan yang efektif dan efisien. Sistem istirahat karyawan yang masih manual menyebabkan kebocoran waktu dan pelanggaran lainnya. Komputer sebagai alat pengolah data dapat menjadikan sistem istirahat ini menjadi sebuah sistem otomatis. Kedisiplinan karyawan sangat mendukung keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah aplikasi absensi karyawan pada PT. XYZ berbasis nomor id karyawan dengan suatu alur kerja sistem istirahat sehingga mengurangi tingkat kesalahan dan kebocoran waktu pada waktu proses pencetakan jam istirahat. Aplikasi absensi karyawan pada PT. XYZini menggunakan nomor ID karyawan dan bersifat lokal pada jaringan intranet. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dan MYSQL dengan menggunakan framework LARAVEL. Dari hasil perancangan dan pembuatan aplikasi sistem absensi dan istirahat karyawan ini dihasilkan aplikasi absensi karyawan pada PT. XYZ secara cepat dan akurat. Dengan sistem ini, dapat diketahui kedisplinan karyawan berdasarkan laporan istirahat karyawan. Selain itu, perhitungan gaji karyawan bisa didapatkan secara otomatis sesuai dengan jam kerja masing-masing karyawan.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BAGI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DALAM MENINGKATKAN LAYANAN PADA PELANGGAN
Kemajuan teknologi dan informasi saat ini tidak dapat dihindarkan, dan telah berkembang diberbagai sektor, salah satunya adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Revolusi industri 4.0 yang sangat erat dengan modernisasi dan kemajuan teknologi menjadi sebuah momen bagi UMKM untuk melaju dengan berbagai inovasinya untuk tetap bertahan dan tidak tergerus laju zaman.Terbatasnya pemanfaatan teknologi karena dianggap barang yang mahal dan rumit oleh UMKM harus dikikis.Pada penelitian ini dilakukan pengenalan tentang pentingnya Customer Relationship Management kepada UMKM dan melakukan perancangan sistem informasi untuk dapat membantu UMKM melakukan otomasi pada penjualan, pemasaran dan meningkatkan perhatian pada pelanggan yang pada akhirnya menghadirkan layanan yang lebih baik lagi bagi UMKM kepada pelanggan. Dengan perancangan sistem informasi ini pengelola UMKM dapat dengan mudah mengidentifikasi dan berfokus pada pelanggan, memungkinkan penyesuaian secara personal terhadap berbagai produk dan layanan atau jasa yang ditawarkan, mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan dan layanan terbaik diseluruh bagian pelayanan dan yang terpenting adalah adanya peningkatan terhadap loyalitas dari pelanggan.Hasil evaluasi saat implementasi aplikasi, pengelola UMKM memiliki kecenderungan sangat setuju dengan hasil nilai rata-rata kuesioner sebesar 3,61 dalam skala nilai 1 sampai 4 terhadap pengukuran kemudahan, kenyamanan dan kepuasan kinerja yang diberikan oleh sistem informasi
PENGENDALIAN INTERNAL PENGELOLAAN INFORMASI DENGAN FRAMEWORK COBIT 4.1 DOMAIN ME 2 (STUDI KASUS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN MADIUN)
Penelitian ini untuk merancang suatu permodelan tata kelola informasi menggunakan teknologi informasi berupa usulan kebijakan monitoring dan evaluasi pengendalian internal teknologi informasi (ME2) menggunakan kerangka kerja COBIT versi 4.1. Pendekatan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Mixed Methods dengan pendekatan Sequential Transformative Strategy, yang memiliki perbedaan pada tahapan pengumpulan data kualitatif. dan data kualitatif. Pengumpulan data dengan metode kualitatif didapat data berupa dokumen-dokumen yang terkait dengan kebijakan teknologi informasi di Dinas Komunikasi Infomatika Kabupaten Madiun, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui survei kuesioner I management awareness, kuesioner II maturity level, dan kuesioner pengendalian internal. Hasil dari penelitian ini berupa model tata kelola sistem pengendalian internal pengelolaan informasi.