JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan
Not a member yet
93 research outputs found
Sort by
Penentuan Kadar Formaldehida pada Baju Bayi dengan Metode Ekstraksi Air menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis Sesuai SNI ISO 14184-1:2015
Abstrak
Pakaian bayi, yang bersentuhan langsung dengan kulit, digunakan untuk bayi dari kelahiran hingga usia 36 bulan, merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan risiko penyakit seperti iritasi kulit atau ruam pada kulit akibat bahan pakaian tersebut. Salah satu bahan kimia berbahaya yang terdapat dalam pakaian bayi adalah Formaldehida. Formaldehida merupakan alergen kimia yang dapat menyebabkan radang kulit akibat kontak dengan zat yang memicu reaksi alergi pada kulit merupakan. Oleh karena itu, penting untuk menguji kadar formaldehida pada pakaian bayi menggunakan spektrofotometer UV-Vis sesuai dengan SNI ISO 14184-1:2015 untuk menilai keamanan pakaian bayi sebelum dipasarkan. SNI ISO 14184-1:2015 adalah metode standar untuk menentukan jumlah formaldehida dalam tekstil. Metode instrumental yang menjadi salah satu alat yang sering digunakan adalah metode Spektrofotometri dengan menggunakan alat Spektofotometri UV-Vis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel pakaian bayi dengan kode KN mengandung formaldehida sebanyak 22,42 mg/kg, melebihi batas aman 16 mg/kg menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 14184-1:2015. Dengan demikian, sampel pakaian bayi dengan kode KN tidak aman untuk dipasarkan.
Kata kunci: formaldehida, pakaian bayi, spektrofotometri UV-Vis
Abstract
Baby clothing, which is in direct contact with the skin, used for babies from birth to 36 months of age, is one of the factors that can increase the risk of diseases such as skin irritation or rashes on the skin due to the clothing material. Formaldehyde is a chemical allergen that can cause skin inflammation due to contact with a substance that triggers an allergic reaction on the skin. Therefore, it is important to test the levels of formaldehyde in baby clothing using UV-Vis spectroscopes in accordance with SNI ISO 14184-1:2015 to assess the safety of baby clothes prior to marketing. SNI ISO 14184-1:2015 is a standard method for determining the amount of formaldehyde in textiles. The Spektrofotometer (Spectrophotometer) method, which uses Spectrophotometry UV-Vis, is a commonly used instrumental method. The test results show that samples of baby clothing with a KN code contain 22.42 mg/kg of formalde, exceeding the safe limit of 16mg/kg according to the Indonesian National Standard (SNI) 14184.1:2015. Thus, samples of baby clothes with KN code are not safe to market.
Keyword: baby clothes, formaldehyde, spectrophotometry UV-Vi
Validasi Metode Analisis Fosfor pada Sampel Daging dengan Pereduksi Hidrazin Sulfat menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis
Abstrak
Pakan ternak yang biasanya dikonsumsi untuk menjaga nutrisi ternak mengandung fosfor. Fosfor dalam pakan ternak dapat menyebabkan akumulasi fosfor dalam daging ternak. Oleh karena itu, analisis fosfor secara berkala diperlukan untuk memastikan makanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Analisis fosfor diukur dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan menentukan kondisi optimum untuk analisis fosfor kemudian dilanjutkan validasi metode analisis yang terdiri dari parameter linearitas, sensitivitas, batas deteksi dan kuantitasi, akurasi dan presisi. Reaksi molibdenum biru menghasilkan senyawa kompleks fosfomolibdat dengan panjang gelombang 689 nm. Validasi metode analisis fosfat tereduksi hidrazin sulfat memiliki linearitas dengan nilai R2 = 0,9984 pada rentang 0 - 0,05 mg L-1 . Absorptivitas molar sebesar 7,9259 x 104 L mol-1 cm-1 . Nilai limit deteksi (LOD) sebesar 5,26 x 10-4 mg L-1 dan nilai limit kuantitasi (LOQ) sebesar 1,59 x 10-3 mg L-1 . Nilai presisi dinyatakan dalam persen simpangan baku relatif %RSD pada daging bebek, ayam dan sapi sebesar 1,33%, 1,34% dan 1,08%. Persen perolehan kembali yang diperoleh untuk setiap sampel daging berkisar antara 90% - 117%. Fosfat yang terkandung dalam daging bebek, ayam dan sapi tidak melebihi baku mutu menurut Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).
Kata kunci: hidrazin sulfat, metode analisis fosfor, spektrofotomateri UV-Vis
Abstract
Animal feed which is usually consumed to maintain the nutrition of livestock contains phosphor. The phosphor in animal feed may cause an accumulated phosphor in meat. Therefore, a regular phosphor analysis is needed to make sure the food is safe. Phosphor analysis is measured by using spectrophotometry UV-Vis method by determining the optimum conditions for phosphorus analysis and then continued analysis validation which consists of linearity parameter, sensitivity, limit of detection and quantitation, accuracy, and precision. The reaction of blue molybdenum results in complex phosphomolybdate compound with a wavelength of 689 nm. The method validation of analysis of phosphate reduced hydrazine sulfate have a linearity of the method with R2=0.9984 in the range of 0 - 0.05 mg L-1 . The molar absorptivity of 7.9259 x 104 L mol-1 cm-1 . The value of limit of detection (LOD) of 5.26 x 10-4 mg L-1 and quantitation limit (LOQ) value of 1.59 x 10-3 mg L-1 . The precision values were expressed as percent of the relative standard deviations of %RSD in duck, chicken and cow of 1.33%, 1.34% and 1.08%. The percent recovery is obtained for each sample of meat ranged from 90% - 117%. Phosphate contained in duck, chicken and cow did not exceed the quality standard according to the Indonesian Nutritionist Association (PERSAGI).
Keywords: analysis fosfor method, hidrazin sulfat, spektrofotomateri UV-Vi
Studi Sintesis dan Karakterisasi Komposit Upr/Core-Shel Fe₃O₄ - SiO₂ Berbahan Dasar Sekam Padi sebagai Material Penyerap Gelombang Mikro
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis komposit UPR/core-shell berbahan dasar sekam padi sebagai penyerap gelombang mikro. Pada penelitian ini material yang digunakan adalah silika, dan magnetit. Material silika dihasilkan dari sekam padi dengan menggunakan metode sol-gel, sedangkan Fe3O4 dihasilkan dari proses elektrolisis. Kedua material ini kemudian digabungkan menjadi satu membentuk sebuah core-shell dimana magnetit (Fe3O4) sebagai core (bagian inti) dan silika (SiO2) sebagai shell (bagian luar). Selanjutnya dilakukan pembuatan komposit dengan core-shell Fe3O4 - SiO2sebagai filler dan sebagai matriks UPR dengan komposisi tertentu. Komposit di buat dengan beberapa komposisi kemudian di lakukan pengujian serapan gelombang mikro menggunakan VNA (Vektor Network Analyzer) pada frekuensi 8 GHz – 12GHz. Hasil pengujian VNA menunjukkan bahwa material UPR/coreshell ini mampu menyerap gelombang mikro terbaik, dengan komposisi 80%:20% dan serapan tertinggi pada frekuensi 11 GHz dengan serapan sebesar -19. 009 dB.
Kata kunci: Fe3O4, silika, UPR/coreshell
Abstract
This research is intended to synthesize UPR/core-shell composites based on rice husk as a microwave absorber. In this study the materials used are silica, and magnetite. Silica material is produced from rice husk using sol-gel method, while Fe3O4 is produced from electrolysis process. These two materials are then combined into one forming a shell-core where the magnetite (Fe3O4) is the core (core part) and the silica (SiO2) as the shell (the outer). The composite was then made with Fe3O4-SiO2 composite core as the filler and as a UPR matrix with certain composition. Composites are made with some compositions then do the microwave absorption try using VNA (Vector Network Analyzer) at the frequency of 8 GHz - 12 GHz. VNA test results show that UPR/core-shell material is able to absorb the best microwave, with the composition of 80%: 20% and absorption at 11 GHz frequency with absorption of -19. 009 dB.
Keywords: Fe3O4, Silica, UPR/core-shel
Validasi Metode Analisis Kandungan Nitrogen Dioksida di Lingkungan Kerja menggunakan Metode Griess-Saltzman
Abstrak
Nitrogen dioksida merupakan adalah gas beracun yang dihasilkan terutama sebagai produk sampingan dari proses pembakaran seperti mesin mobil, pembangkit listrik, dan asap rokok. Gas NO2 dapat menyebabkan berbagai penyakit pernafasan akut. Karne NO2 termasuk polutan berbahaya, maka dibutuhkan pemantauan pada NO2 untuk membuat lingkungan lebih aman dan bersih. Dalam pemantauan konsentrasi NO2 di udara ambien terdapat suatu metode yang telah ditetapkan dalam SNI:7119-2:2017. Metode tersebut diperlukan diuji kembali agar sesuai dengan ketentuan dalam pengujian kadar NO2 di lingkungan kerja yang memiliki nilai ambang batas yang berbeda dengan udara ambien. Untuk mencapai hal tersebut harus dilakukan validasi metode sebagai pemenuhan syarat bahwa metode dapat diaplikasikan dalam analisa. Validasi metode tersebut dilakukan penentuan linearitas, batas deteksi dan batas kuantifikasi, uji presisi dan akurasi metode, ketahanan dan ketangguhan metode uji, dan estimasi ketidakpastian pengukuran. Hasil menunjukkan bahwa dari seluruh parameter uji telah memenuhi syarat keberterimaan.
Kata kunci: lingkungan kerja, metode griess-saltzman, nitrogen dioksida
Abstract
Nitrogen dioxide is a toxic gas produced mainly as a by-product of combustion processes such as automobile engines, power plants, and cigarette smoke. NO2 gas can cause various acute respiratory diseases. Since NO2 is a hazardous pollutant, it is necessary to monitor NO2 to make the environment safer and cleaner. In monitoring the concentration of NO2 in ambient air, there is a method that has been established in SNI: 7119-2: 2017. The method needs to be tested again so that it is in accordance with the provisions in testing NO2 levels in the work environment which has a different threshold value from ambient air. To achieve this, method validation must be carried out as a fulfillment of the requirement that the method can be applied in analysis. The validation of the method is carried out by determining linearity, detection limit and limit of quantification, precision and accuracy test of the method, durability and robustness of the test method, and estimation of measurement uncertainty. The results show that all test parameters have met the acceptance requirements.
Keywords: griess-saltzman method, nitrogen dioxide, work environmen
Pengujian Kandungan Residu Pestisida pada Kacang Kedelai dan Gandum menggunakan Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC MS/MS)
Abstrak
Pestisida berperan penting untuk membasmi hama dan serangga dalam bidang pertanian agar diperoleh hasil pertanian yang baik. Tetapi, pestisida yang diaplikasikan pada hasil pertanian akan meninggalkan residu yang membahayakan jika dikonsumsi. Oleh sebab itu, penentian ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis kadar pestisida seperti azoxystrobin, carbaryl, dan difenoconazole dalam kacang kedelai dan gandum sesuai dengan batas nilai paparan yang normal. Pengujian kadar pestisida dilakukan dengan menggunakan metode QuEChERS EN 15662:2018 menggunakan Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC MS/MS). Pengujian kadar residu pestisida pada kacang kedelai dan gandum memperoleh hasil yang masih memenuhi syarat PERMENTAN Nomor 53 Tahun 2018.
Kata kunci: : azoxystrobin, carbaryl, difenoconazole, gandum, kedelai, pestisida, QuEChERS
Abstract
Pesticides play an important role in eradicating pests and insects in the agricultural sector in order to obtain good agricultural results. However, pesticides applied to agricultural products will leave residues that are dangerous if consumed. Therefore, this determination was carried out with the aim of analyzing the levels of pesticides such as azoxystrobin, carbaryl, and difenoconazole in soybeans and wheat in accordance with normal exposure value limits. Testing for pesticide levels was carried out using the QuEChERS EN 15662:2018 method using Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC MS/MS). Testing pesticide residue levels in soybeans and wheat obtained results that still met the requirements of PERMENTAN Number 53 of 2018.
Keywords: azoxystrobin, carbaryl, difenoconazole, pesticides, soybeans, QuEChERS, whea
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP KADAR ASAM AMINO PADA YOGURT SARI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.)
Yoghurt is a probiotic drink containing amino acids. The basic ingredients of yoghurt is cow's milk. But cow's milk is easy to spoil and therefore it replaced with red beans. This study aims to determine the effect of addition skim milk to red bean extract to produce yoghurt with six variations. The amino acids levels in red bean extract yoghurt are analyzed using HPLC. The optimum concentration in 6 concentration variations is 80% skim milk and 20% red bean extract. Based on the results of the HPLC chromatogram showed that the amino acid glutamatic has the highest peak with levels of 1,74 x w/
THE DESIGN OF A NITROGEN ANALYZER AS NITROGEN DETECTOR IN THE VEHICLE: PERANCANGAN ALAT NITROGEN ANALYZER SEBAGAI DETEKTOR NITROGEN PADA BAN KENDARAAN BERMOTOR
Nitrogen Analyzer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kadar nitrogen pada suatu tempat (chamber) yang akan diuji. Dalam hal ini pengukuran kadar nitrogen dilakukan untuk mengetahui bahwa depot pengisian gas nitrogen pada kendaraan bermotor mengisi udara gas berupa nitrogen secara murni. Pengukuran dengan Nitrogen Analyzer ini bertujuan untuk mengawasi dan melindungi konsumen terhadap transaksi jual beli gas nitrogen pada ban kendaraan yang menggunakan generator nitrogen, biasanya terdapat di SPBU. Nitrogen Analyzer yang akan dibuat menggunakan sensor oksigen untuk mendapatkan nilai kadar oksigen, kemudian mengalkulasi kadar gas nitrogennya dengan asumsi udara yang ada hanya oksigen dan nitrogen. Prinsip kerja prototipe nitrogen analyzer adalah mendeteksi keberadaan oksigen yang mengubah sistem ideal pada sensor menjadi suatu sinyal tegangan. Sinyal tegangan keluaran dari sensor memiliki orde kecil sehingga diperlukan rangkaian amplifikasi untuk menguatkan sinyal keluaran tersebut agar dapat dibaca oleh mikrokontroler Arduino Uno. Mikrokontroler akan mengubah sinyal tegangan menjadi output digital berupa biner, kemudian dapat ditampilkan menjadi besaran nitrogen yang diperoleh dengan perhitungan 100% dikurangi kadar oksigen yang diperoleh. Pada program diatur supaya angka yang muncul merupakan kadar nitrogen. Penampilan kadar nitrogen ditampilkan pada LCD sebagai antarmuka penyampaian pengukuran kadar nitrogen dengan user. Penambahan penunjukkan pengukuran lainnya seperti pengukuran besaran suhu dan tekanan berfungsi sebagai parameter penunjang kegiatan pengujian agar didapatkan hasil yang optimal. Nitrogen Analyzer yang dibuat diuji berdasarkan respon karakteristik dinamik sensor dengan hasil akhir alat ini dapat membedakan keberadaan antara udara bebas dengan gas nitrogen dan hasilnya cukup baik karena sudah menunjukkan perubahan yang signifikan dan berfungsi sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh sebab itu, nitrogen analyzer ini dapat digunakan pada bidang pengawasan transaksi jual beli nitrogen pada ban kendaraan di depot pengisian SPBU, dengan pengembangan sistem dan metode pengujian yang lebih baik
Pembuatan Biodiesel dari Ulat Jerman (Zophobas morio L.) dengan Metode Transesterifikasi Langsung Menggunakan Pelarut N-Heksana Metanol
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu reaksi optimum pembuatan biodiesel dari ulat jerman (Zophobas morio L.) menggunakan katalis H2SO4 dengan metode transesterifikasi langsung. Variasi yang dilakukan adalah waktu reaksi 8, 12, 16, dan 20 jam pada dua kondisi berbeda (perbandingan pelarut n-heksana metanol 1:2 dan 1:5). Hasil dari penelitian inimenunjukkan belum ditemukan waktu optimum pada kedua kondisi. Ditemukan kondisi produk biodiesel paling berpotensi yang telah memenuhi dua dari tiga parameter standar biodiesel yaitu pada kondisi perbandingan pelarut n-heksana metanol 1:5 dengan waktu reaksi 20 jam menghasilkan 20mL biodiesel, densitas 0,8950 g mL-1, viskositas kinematik 12,17 cSt, dan bilangan asam 0,41 mg KOH/g sampel. Berdasarkan uji GC-MS pada biodiesel paling berpotensi didapatkan 4 jenis metil ester yaitu metil palmitat, metil palmitoleat, metil linoleat dan metil stearat.
Kata kunci: Biodiesel, metil ester, transesterifikasi langsung, ulat jerman
Abstract
The aims for this studies was to determine the optimum reaction time of biodiesel from superworm (Zophobas morio L.) using H2SO4 catalyst by direct transesterification method. Reaction times 8, 12, 16, and 20 hours in two different conditions (comparison of hexane-methanol solvents 1:2 and 1:5) were investigated. The results of this study have not yet found optimal time in both conditions. It was found that the most potential condition of biodiesel products had fulfilled two of the three standard biodiesel parameters, was the condition of the comparison of hexane-methanol 1:5 solvents with a reaction time of 20 hours producing 20 mL biodiesel, density 0.8950 g mL-1, kinematic viscosity 12.17 cSt, and acid number 0,41 mg KOH/g sample. The GC-MS result showed the methyl ester from biodiesel product are contains methyl palmitate, methyl palmitoleate, methyl linoleic, and methyl stearat
Keywords: Biodiesel, direct transesterification, methyl ester, superwor
Adsorbsi Pewarna Direct Black 38 Menggunakan Komposit Silika Mesopori Dari Abu Sekam Padi/Karbon Aktif Dari Tempurung Kelapa
Abstrak
Pada penelitian ini adsorben komposit silika mesopori dan karbon aktif dibuat untuk mengadsorpsi zat warna direct black 38. Silika mesopori dibuat dari abu sekam padi dan karbon aktif dibuat dari tempurung kelapa. Silika direaksikan dengan NaOH menjadi larutan natrium silikat lalu direaksikan dengan PEG yang selanjutnya PEG diekstraksi secara solvotermal sehingga menghasilkan produk silika mesopori dengan luas permukaan dan pori yang lebih besar. Silika mesopori diproses menjadi komposit dengan karbon aktif yang telah diaktivasi sebelumnya dengan larutan ZnCl2. Kandungan dari komposit silika mesopori/karbon aktif ditunjukkan melalui hasil analisis SEM bahwa komposit hasil sintesis menunjukkan penyebaran karbon dan silika terlihat pada morfologi komposit. Hasil analisis EDX menunjukan komponen penyusun komposit yaitu 38,6% karbon; 46,8% oksigen dan 14,6% silika. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum yang diperlukan untuk adsorpsi direct black 38 dengan komposit silika mesopori/karbon aktif yaitu pH 2 dan waktu optimum 30 menit. Adsorpsi direct black 38 oleh komposit silika mesopori/karbon aktif mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir. Oleh karena itu, adsorpsi yang terjadi membentuk lapisan monolayer dengan kapasitas adsorpsi 68,493 mg g-1
Kata kunci: abu sekam padi, adsorpsi, karbon aktif, komposit, PEG, silika mesopori
Abstract
In this research, mesopore silica/activated carbon composite adsorbent was formed for dye adsorption direct black 38. The mesopore silica was from rice husk ash and activated carbon was from coconut shell. This rice husk ash is processed into sodium silicate solution and the solution was hybrid with PEG. Then PEG was extracted with solvotermal method to produce a higher surface area of mesopore silica. The mesopore silica was processed
into composite with activated carbon that has been activated by ZnCl2 solution. The mesopore silica/activated carbon composite was analysed by SEM and showed the distribution of carbon, silica and oxygen as composite morphology. The EDX analysis showed that the composite contains of 46.8% carbon; 3.6% oxygen and 14.6% silica. The results showed that the optimum condition required for the adsorption of direct black 38 dye with mesopore silica/activated carbon composite pH was 2 and the optimum contact time was 30 minutes. Adsorption of direct black 38 by mesopore silica/activated carbon composite followed Langmuir adsorption isotherm and formed a monolayer layer with adsorption capacity 68.493 mg g-1.
Keywords: activated carbon, adsorption, composite, mesopore silica, PEG, rice husk ash
Abstrak
Pada penelitian ini adsorben komposit silika mesopori dan karbon aktif dibuat untuk mengadsorpsi zat warna direct black 38. Silika mesopori dibuat dari abu sekam padi dan karbon aktif dibuat dari tempurung kelapa. Silika direaksikan dengan NaOH menjadi larutan natrium silikat lalu direaksikan dengan PEG yang selanjutnya PEG diekstraksi secara solvotermal sehingga menghasilkan produk silika mesopori dengan luas permukaan dan pori yang lebih besar. Silika mesopori diproses menjadi komposit dengan karbon aktif yang telah diaktivasi sebelumnya dengan larutan ZnCl2. Kandungan dari komposit silika mesopori/karbon aktif ditunjukkan melalui hasil analisis SEM bahwa komposit hasil sintesis menunjukkan penyebaran karbon dan silika terlihat pada morfologi komposit. Hasil analisis EDX menunjukan komponen penyusun komposit yaitu 38,6% karbon; 46,8% oksigen dan 14,6% silika. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum yang diperlukan untuk adsorpsi direct black 38 dengan komposit silika mesopori/karbon aktif yaitu pH 2 dan waktu optimum 30 menit. Adsorpsi direct black 38 oleh komposit silika mesopori/karbon aktif mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir. Oleh karena itu, adsorpsi yang terjadi membentuk lapisan monolayer dengan kapasitas adsorpsi 68,493 mg g-1
Kata kunci: abu sekam padi, adsorpsi, karbon aktif, komposit, PEG, silika mesopori
Abstract
In this research, mesopore silica/activated carbon composite adsorbent was formed for dye adsorption direct black 38. The mesopore silica was from rice husk ash and activated carbon was from coconut shell. This rice husk ash is processed into sodium silicate solution and the solution was hybrid with PEG. Then PEG was extracted with solvotermal method to produce a higher surface area of mesopore silica. The mesopore silica was processed into composite with activated carbon that has been activated by ZnCl2 solution. The mesopore silica/activated carbon composite was analysed by SEM and showed the distribution of carbon, silica and oxygen as composite morphology. The EDX analysis showed that the composite contains of 46.8% carbon; 3.6% oxygen and 14.6% silica. The results showed that the optimum condition required for the adsorption of direct black 38 dye with mesopore silica/activated carbon composite pH was 2 and the optimum contact time was 30 minutes. Adsorption of direct black 38 by mesopore silica/activated carbon composite followed Langmuir adsorption isotherm and formed a monolayer layer with adsorption capacity 68.493 mg g-1.
Keywords: activated carbon, adsorption, composite, mesopore silica, PEG, rice husk ash
 
Ekstraksi Astasantin dari Tepung Kulit Udang dengan Metode Maserasi untuk Uji Aktivitas Antioksidan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan rasio perbandingan antara tepung kulit udang dengan pelarut terhadap banyaknya ekstrak Astasantin yang dihasilkan dan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak Astasantin. Hasil penelitian menunjukan waktu optimum untuk ekstraksi Astasantin dari tepung kulit udang dengan metode maserasi yaitu selam 5 hari. Rasio perbandingan optimum antara tepung kulit udang dengan pelarut pada proses maserasi yaitu, sebanyak 1:8 (5 gram tepung kulit udang dalam 40 mL pelarut aseton). Kemudian melakukan karakterisasi ekstrak Astasantin menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan Spektrofotometer Inframerah. Selanjutnya ekstrak diukur konsentrasinya menggunakan KCKT dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPHPanjang gelombang maksimum ekstrak menggunakan Spektrofotometer UV-Vis adalah 468 nm, hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa senyawa ekstrak yang dihasilkan berupa senyawa Astasantin. Karakterisasi spektrum inframerah menguatkan indikasi bahwa gugus fungsi yang terkandung dalam ekstrak merupakan gugus fungsi senyawa Astasantin, hal ini didukung dengan munculnya puncak pada bilangan gelombang 3369,64; 2924,09; 1712,79 dan 1620,21 cm-1. Hasil pengukuran konsentrasi ekstrak Astasantin menggunakan KCKT yaitu sebesar 7,466 ppm, sedangkan uji aktivitas antioksidan ekstrak Astasantin dengan metode DPPH memberikan nilai IC50 sebesar 338,500 ppm