Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Modal Psikologi sebagai prediktor Kesejahteraan Psikologi pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo

    No full text
    RINGKASAN Putri, Eka Rosyidah. 2018. Modal Psikologi sebagai prediktor Kesejahteraan Psikologi pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi   Kata kunci:Modal Psikologi, Kesejahteraan Psikologi, Korban Lumpur Lapindo Kesejahteraan psikologi adalah keadaan dimana individu mampu menghadapi kejadian-kejadian di luar dirinya dengan menjalankan fungsi psikologi positif yang ada di dalam dirinya, sehingga individu merasakan kebahagiaan yang disertai kebermaknaan dalam hidupnya. Sedangkan Modal psikologi adalah kapasitas psikologi individu yang ditandai dengan adanya efikasi diri,harapan,optimisme dan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran modal psikologi pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo, (2) mengetahui gambaran kesejahteraan psikologi pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo, (3) untuk mengetahui modal psikologi sebagai prediktor kesejahteraan psikologi pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari,Tanggulangin Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan prediktif dengan populasi warga desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, berjumlah 96 orang yang tersebar di  3 RW dan 9 RT. Instrumen yang digunakan adalah skala modal psikologi dan skala kesejahteraan psikologi . Analisis deskriptif menggunakan pengkategorian berdasarkan pada nilai T, sedangkan uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal psikologi dan kesejahteraan psikologi pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo (1) sebagian besar tingkat modal psikologi  pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo dalam kategori tinggi (2) tingkat kesejahteraan psikologi pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo dalam kategori tinggi dan rendah mempunyai jumlah yang seimbang (3) Modal Psikologi merupakan prediktor dari kesejahteraan psikologi pada korban lumpur lapindo desa Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo sehingga menghasilkan keputusan ho ditolak dengan nilai signifikansi 0,000 , nilai R sebesar 0,651 dan nilai R square  0,424 yang menunjukkan bahwa modal psikologi  memberikan kontribusi terhadap kemunculan kesejahteraan psikologi sebesar 42,4% . Bagi peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metode penelitian yang berbeda seperti menggunakan metode penelitian kualitatif agar mendapatkan hasil yang lebih mendalam. Selain itu peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan variabel lain selain  seperti usia, jenis kelamin, budaya, religiulitas, pengalaman hidup, status pernikahan dan kelas sosial

    Pengaruh Metode Pembelajaran Peer Tutoring Untuk MeningkatkanKecerdasan Interpersonal Pada Tutor Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wlingi.

    No full text
    ABSTRAK     Sari, Paramita. 2017. Pengaruh Metode Pembelajaran Peer Tutoring Untuk MeningkatkanKecerdasan Interpersonal Pada Tutor Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wlingi.Skripsi,Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, Psikolog. (II) Ike Dwiastuti, S.Psi.,M.Psi.     Kata kunci: kecerdasan interpersonal, metode pembelajaran peer tutoring   . Siswa kelas VII SMP, pada umumnya berusia 12-14 tahun. Pada usia tersebut, siswa memasuki masa perkembangan remaja. Masa remaja merupakan masa dimana seseorang lebih banyak menghabiskan waktu untuk teman-temannya, sehingga teman-teman mempengaruhi beberapa aspek perkembangan lebih banyak daripada saat kanak-kanak. Namun, siswa SMP belum optimal dalam mengembangkan kemampuan interpersonal. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain. Agar siswa dapat meningkatkan kecerdasan tersebut, dapat dilatih melalui penerapan metode pembelajaran, salah satunya adalah peer tutoring. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode pembelajaran Peer Tutoring untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal pada tutor siswa kelas VII.Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen one group pretest post-test, subjek dalam penelitian ini berjumlah 6, dengan karakteristik diantaranya siswa SMPN 1 Wlingi kelas VII, laki-laki dan perempuan, berusia 12 sampai 13 tahun, memiliki kemampuan mata pelajaran IPS yang tinggi dan sangat tinggi, kecerdasan interpersonal yang rendah dan sangat rendah, dan berperan sebagai tutor.Subjek diberikan tes menggunakan skala kecerdasan interpersonal berjumlah 48 butir  pertanyaan, lalu menerapkan treatment melalui peer tutoringberdasarkan buku panduan, kemudian diberikan tes kecerdasan interpersonal kembali untuk mengetahui perubahan kecerdasan interpersonal antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Melalui uji paired sample t-test, bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dengan sesudah pemberian treatment. Uji ini mendapatkan hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000, maka lebih kecil dari ketetapan 0,05 dan diperoleh juga bahwa nilai t hitung sebesar 13,217 dan t tabel sebesar 2,093. Maka 13,217 > 2,093. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sebelum dengan sesudah pemberian treatment berupa peningkatan skor kecerdasan interpersonal. Dapat disimpulkan, bahwa metode pembelajaran peer tutoring berpengaruh dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya penerapan peer tutoring diterapkan pada jam sekolah agar menghindari adanya variabel bebas dalam hasil penelitian

    Hubungan antara Ketidakpuasan Tubuh dan Perilaku Diet dengan Obesitas pada Remaja Putri dengan Obesitas

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana ketidakpuasan tubuh pada remaja putri dengan obesitas, (2) bagaimana perilaku diet pada remaja putri dengan obesitas, (3) apakah ada hubungan ketidakpuasan tubuh dengan perilaku diet pada remaja putri dengan obesitas.             Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri dengan obesitas di kota Malang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang. Instrument dalam penelitian ini berupa skala ketidakpuasan tubuh dari Tariq dan Ijaz (2015) dan skala perilaku diet dari Husna (2013). Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan skor T. Dan untuk uji hipotesis menggunakan teknik korelasi Product Moment.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri dengan obesitas (1) memiliki ketidakpuasan tubuh yang tinggi sebesar 54% (2) memiliki perilaku diet yang tinggi sebesar 51% (3) terdapat hubungan yang positif antara ketidakpuasan tubuh dengan perilaku diet pada remaja putri dengan obesitas dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,517 yang artinya jika semakin tinggi ketidakpuasan tubuh yang dialami oleh remaja putri maka perilaku diet akan semakin tinggi.             Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) bagi remaja putri dengan obesitas: remaja diharapkan dapat mengoptimalkan sisi yang positif dalam diri remaja putri dengan mengembangkan potensi diri yang dimiliki, juga mengubah mindset remaja putri bahwa cantik tidak hanya dilihat dari segi fisik saja, namun juga dilihat dari bagaimana cara mereka berperilaku, bertutur kata, dan berpikir, sehingga diharapkan remaja putri dapat menerima bentuk tubuh yang dimiliki serta tidak membandingkan diri dengan orang lain (2) bagi peneliti selanjutnya, subjek dalam penelitian ini berfokus pada remaja putri saja, sehingga peneliti selanjutnya, dapat mempertimbangkan perbedaan gender dalam metode penelitian kualitatif serta menambahkan variabel lain yang mendukung

    hubungan konformitas dengan keterikatan kerja pegawai desa kecamatan turen

    No full text
    ABSTRAK   Yahya, Thoriq. 2018. Hubungan Konformitas dengan Keterikatan Kerja Pada Pegawai Desa di Kecamatan Turen. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: konformitas, keterikatan kerja, pegawai desa Pegawai desa di Kecamatan Turen kerap tidak ada di lokasi kerja pada saat jam kerja sedang berlangsung. Ketiadaan pegawai desa di tempat kerja ini berdampak pada masyarakat desa dan organisasi itu sendiri. Hal ini terjadi karena tingkat keterikatan kerja yang terdapat pada pegawai desa berhubungan dengan konformitas yang dilakukan oleh pegawai desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan keterikatan kerja yang terjadi pada pegawai desa di Kecamatan Turen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan dekripsi dan korelational, dengan populasi sebanyak 159 pegawai desa. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode cluster sampling dengan jumlah subjek sebanyak 45 pegawai desa di Kecamatan Turen. Pengumpulan data menggunakan skala konformitas dengan reliabilitas 0,768 dan skala keterikatan kerja dengan reliabilitas 0,781. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 53%  pegawai desa di Kecamatan Turen memiliki tingkat konformitas yang tinggi dan 51 % pegawai desa di Kecamatan Turen memiliki tingkat keterikatan kerja yang tinggi. Hasil uji korelasi konformitas dengan keterikatan kerja pada pegawai desa di Kecamatan Turen menunjukan signifikansi sebesar 0,05 (

    HUBUNGAN ANTARA RESOLUSI KONFLIK DAN KESIAPAN MENIKAH PADA USIA DEWASA MUDA DI KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Anita, Wahyu. 2018. Hubungan Antara Resolusi Konflik dan Kesiapan Menikah Pada Usia Dewasa Muda di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si, Pembimbing (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.   Kata Kunci: resolusi konflik, kesiapan menikah, usia dewasa muda Tugas perkembangan pada usia dewasa muda salah satunya adalah membina rumah tangga atau menjalin sebuah pernikahan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan menikah adalah resolusi konflik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara resolusi konflik dan kesiapan menikah pada usia dewasa muda di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang usia dewasa muda di wilayah Kabupaten Pasuruan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala resolusi konflik dan skala kesiapan menikah, dengan reliabilitas 0,854 dan 0,908. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dewasa muda di Kabupaten Pasuruan memiliki kesiapan menikah dalam kategori sedang 75% dan mendapat resolusi konflik dalam kategori sedang 71,7%. Terdapat hubungan positif antara resolusi konflik dan kesiapan menikah, dengan nilai rxy= 0,314, p-value = 0,015 ( p < 0,05 ). Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi subjek peneltian, diharapkan dapat mengikuti bimbingan pranikah untuk mencapai pernikahan yang sukses dan bahagia dan juga diharapkan dapat memaksimalkan layanan bimbingan pranikah yang telah disediakan oleh lembaga-lembaga penyelenggara layanan bimbingan pranikah. Bagi Instansi terkait pernikahan diharapkan lebih mengutamakan layanan bimbingan pranikah karena untuk mengurangi tingkat perceraian yang disebabkan oleh kurangnya kesiapan menikah. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas subjek penelitian karena dalam penelitian ini terbatas pada usia 20-30 tahun dan hanya pada wilayah kabupaten Pasuruan, untuk selanjutnya sebaiknya peneliti lebih memperluas wilayah pengambilan data sehingga dapat mewakili lebih banyak populasi

    Efektivitas Outdoor Learning dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini TK Dharma Wanita Persatuan Mangliawan Kabupaten Malang

    No full text
    Abstrak     Lestari, Aprilliana. 2018. Efektivitas Outdoor Learning dalam Meningkatkan Kreatiitas Anak Usia Dini Tk Dharma Wanita Persatuan Mangliawan Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: kreativitas, outdoor learning, anak usia dini.   Penelitian eksperimen ini bertujuan mengetahui efektivitas outdoor learning untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. Outdoor learning diterapkan sebagai suatu program untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menggambar dan mewarnai aktif yang menyenangkan. Melalui metode outdoor learning anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi apa yang ada di lingkungan sekitar anak. Perlakuan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas anak. Penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain Static Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa TK kelompok B, 20 siswa untuk kelompok eksperimen dan 20 siswa untuk kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen pengumpulan data berupa panduan penilaian kreativitas dan instrumen perlakuan berupa panduan  outdoor learning. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik uji beda independen sample t-test. Hasil penelitian menunjukan nilai t sebesar 3,988 dengan Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.  Hal tersebut diartikan ada perbedaan antara hasil pretest-posttest pada kedua kelompok. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan penghitungan effect size untuk melihat besarnya keefektifan pendekatan outdoor learning dalam kreativitas menggambar. Diperoleh hasil 0,822 dimana angka tersebut masuk dalam kategori efek Sedang. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa outdoor learning efektif dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Saran kepada guru diharapkan para guru menerapkan metode outdoor learning dalam pembelajaran untuk melatih kreativitas anak. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan desain penelitian yang berbeda, jumlah subjek yang lebih luas, waktu yang lebih mencukupi, menambahkan jumlah pemberian intervensi, dan dengan instrumen pengukuran yang berbeda

    PERBEDAAN TINGKAT ALTRUISME ANGGOTA TENAGA SUKARELA (TSR) DEWASA PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui a) tingkat altruisme yang dimiliki anggota Tenaga Sukarela (TSR) dewasa Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang dan b) perbedaan tingkat altruisme pada dewasa awal, dewasa menengah, dan dewasa akhir anggota Tenaga Sukarela (TSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang. Subjek penelitian berjumlah 127 dengan 64 subjek dewasa awal, 41 subjek dewasa menengah, dan 22 subjek dewasa akhir. Instrumen berupa skala altruisme yang dikembangkan oleh peneliti dengan 44 butir pernyataan dan tingkat reliabilitas 0,911 (reliabilitas sangat tinggi) digunakan dalam penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan merupakan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 51,6% relawan dewasa awal memiliki tingkat altruisme dalam kategori tinggi, kelompok dewasa menengah 56,1% dalam kategori rendah, dan kelompok dewasa akhir 59,1% dalam kategori rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif one way anova diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,013, artinya terdapat perbedaan tingkat kecenderungan altruisme antara dewasa awal, dewasa menengah dan dewasa akhir anggota Tenaga Sukarela (TSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil analisis diperoleh dua kesimpula hipotesis yaitu a) tingkat altruisme yang dimiliki anggota Tenaga Sukarela (TSR) dewasa awal berada dalam kategori tinggi, kelompok dewasa menengah dalam kategori rendah, dan kelompok dewasa akhir dalam kategori rendah, dan b) terdapat perbedaan tingkat kecenderungan altruisme antara dewasa awal, dewasa menengah dan dewasa akhir anggota Tenaga Sukarela (TSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala altruisme. Peningkatkan kecenderungan altruisme dapat dilakukan dengan membuat kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan tanggung jawab dan pemasyarakatan altruisme

    KETERLIBATAN KERJA SEBAGAI PREDIKTOR PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. BRI CABANG MALANG MARTADINATA

    No full text
    ABSTRAK   Juwitaningsih, Nuansa. 2018. Keterlibatan Kerja sebagai Prediktor Perilaku Kewargaan Organisasi pada Karyawan PT. BRI Cabang Malang Martadinata. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si. (II)Dr. Nur Eva, M.Psi   Kata kunci: keterlibatan kerja, perilaku kewargaan organisasi. Perusahaan yang baik akan terus berupaya untuk meningkatkan hasil yang positif dan maksimal dengan mempertahankan karyawan yang memiliki motivasi tinggi dalam bekerja untuk menjadi karyawan teladan. Beberapa karyawan mengeluhkan pekerjaan mereka dan akhirnya memutuskan untuk resignsebelum kontrak kerja berakhir, namun tidak jarang ditemui karyawan yang berusaha tetap tinggal dalam perusahaan meski pekerjaan yang dilakukan diluar keinginan mereka, karena mereka merasa mencari pekerjaan sangatlah sulit. Tujuan penelitian ini adalah :untuk mengetahui (1) keterlibatan kerja pada karyawan PT. BRI cabang Malang Martadinata(2) perilaku kewargaan organisasi pada karyawan PT. BRI cabang Malang Martadinata(3) apakah keterlibatan kerja merupakan prediktorperilaku kewargaan organisasi pada karyawan PT. BRI cabang Malang Martadinata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh karyawan PT.BRI cabang Malang Martadinata berjumlah 123 karyawan. Pengambilan sampel diperoleh dengan metode accidental sampling. Instrument penelitian berupa skala keterlibatan kerja yang diadaptasi Utrecht Work Engagement Scale (2004) dan perilaku kewargaan organisasi diadaptasi dari skala yang dikembangkan oleh Podsakoff, dkk (1990). (1)Validitas skala keterlibatan kerja berkisar 0,333 - 0,817 dan validitas skala perilaku kewargaan organisasi berkisar 0,402 - 0,798. (2) Reliabilitasskalaketerlibatan kerja0,789, dan reliabilitas skala perilaku kewargaan organisasi 0,916. (3)Keterlibatan kerja merupakan prediktorperilaku kewargaan organisasi dengan nilai R= 0,716 kontribusi keterlibatan kerja sebesar  = 0,512(51,2%) yang menunjukkan bahwa pengaruh keterlibatan kerja terhadap kemunculan perilaku kewargaan organisasisebesar 51,2% sedangkan 48,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah (1) bagi karyawan PT. BRI cabang Malang Martadinata diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan sikap-sikap yang positif (2) bagi PT. BRI cabang Malang Martadinata semoga hasil penelitian ini dapat ditindaklanjuti guna meningkatkan perilaku kewargaan organisasi demi tercapainya visi dan misi perusahaan(3) bagi peneliti untuk mengkaji lebih dalam secara eksperimen atau kualitatif tentang faktor-faktorperilaku organisasi kewarganegaraan dan variabel lain seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, kepribadian, moral karyawan, motovasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kepercayaan pada pimpinan

    Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Blero Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK     Selviana. 2018. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Blero Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing:  (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi., (II) Ike Dwiastuti S.Psi., M.Psi   Kata kunci : kecerdasan emosional, organizational citizenship behavior, perilaku kewarganegaraan organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Blero Universitas Negeri Malang.   Dalam  pencapaian tujuan  organisasi khususnya pada lingkup mahasiswa, keberhasilan tujuan organisasi dapat dicapai apabila anggota tidak hanya mengerjakan tugas pokoknya saja namun juga mau melakukan tugas ekstra diluar tugas pokoknya, yang merupakan wujud perilaku organizational citizenship behavior. Untuk menampilkan organizational citizenship behavior, softskill yang merupakan komponen dari kecerdasan emosional sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan performansi kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasai. Tujuan penelitian yakni mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Jumlah sampel penelitian adalah 30 orang anggota. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan syarat-syarat khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan skala emotional intelligence questionnaire dengan reliabilitas 0,884 dan skala organizational citizenship behavior dengan reliabilitas 0,951. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota memiliki tingkat kecerdasan emosional yang rendah yaitu sebesar 60% dan memiliki tingkat organizational citizenship behavior yang rendah yaitu sebesar 57%. Terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior dengan angka korelasi sebesar r= 0,385, signifikansi 0,000 dan

    HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN KEINGINAN BERTAHAN DI ORGANISASI PADA PENDAMPING SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    RINGKASAN Febriyanti, Yusinta. 2018. Hubungan Kecerdasan Emosi dan Keinginan Bertahan di Organisasi pada Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (2) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: kecerdasan emosi, keinginan bertahan di organisasi, pendamping sosial Program Keluarga Harapan Keinginan bertahan di organisasi adalah jaringan yang mendorong individu untuk tetap bertahan di organisasi. Jaringan tersebut terbagi menjadi organisasi itu sendiri dan komunitas di dalamnya.  Hal tersebut berkaitan dengan kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali emosi diri sendiri dan orang lain, mengelola hubungan dengan orang lain. Hal tersebut dibutuhkan oleh pendamping sosial dalam bekerja. Setiap pendamping sosial memiliki kecerdasan emosi dan keinginan bertahan di organisasi dalam tingkatan yang berbeda. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa karyawan yang merasa ada ikatan yang kuat pada organisasi akan cenderung menampilkan tingkah laku yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosi, keinginan bertahan di organisasi serta hubungan kecerdasan emosi dan keinginan bertahan di organisasi pada pendamping sosial Program Keluarga Harapan Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 35 pendamping sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 60% dari sampel penelitian memiliki kecerdasan emosi dalam kategori tinggi, dan sebanyak 77,1% memiliki keinginan bertahan di organisasi dalam ketegori tinggi. Sedangkan hasil dari perhitungan product moment diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan (r=0,621, p < 0,05, two tail) antara kecerdasan emosi (X) dan keinginan bertahan di organisasi (Y). Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara kecerdasan emosi dan keinginan bertahan di organisasi pada pendamping sosial Program Keluarga Harapan di Kabupaten Kediri. Berdasarkan hasil penelitian ini, organisasi Program Keluarga Harapan disarankan melakukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pendamping sosial dan mengadakan acara guna membahas masalah pekerjaan

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇