Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PURNA TUGAS PADA KARYAWAN PT PLN RAYON BULULAWANG MALANG

    No full text
    ABSTRAK Santoso, Wahyu A. 2017. Hubungan Religiusitas Dengan Kecemasan Menghadapi Purna Tugas Pada Karyawan PT PLN Rayon Bululawang Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Moh Irtadji, M.Si, (2) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.PsiKata kunci : Religiusitas, Kecemasan Menghadapi Purna Tugas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat religiusitas pada karyawan, tingkat kecemasan menghadapi purna tugas, dan hubungan  religiusitas dengan kecemasan menghadapi purna tugas pada karyawan di PT PLN Rayon Bululawang Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan analisis korelasi product moment.Hasil tryout menunjukan pada uji reliabilitas memiliki nilai alpha diatas 0.60, dimana variabel religiusitas memiliki skor reliabilitas 0.984. Sedangkan pada  uji reliabilitas kecemasan menghadapi purna tugas memiliki nilai reliabilitas 0.967.Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi religiusitas dengan kecemasan menghadapi purna tugas sebesar -0.620 dengan tingkat signifikan 0.000 dibawah 0.05 maka korelasi antara religiusitas dengan kecemasan menghadapi purna tugas memiliki hubungan cukup kuat. Dan nilai koefisien determinan sebesar 0.385 pada karyawan PT PLN rayon bululawang yang akan memasuki purna tugas yang digunakan dalam subjek penelitian berada pada kategori tinggi, Kecemasan menghadapi purna tugas pada karyawan PT PLN yang akan memasuki purna tugas yang digunakan dalam subjek penelitian berada pada kategori tinggi, dan terdapat hubungan yang cukup kuat antara religiusitas dengan kecemasan menghadapi purna tugas.Saran untuk peneliti selanjutnya untuk lebih mengembangkan penelitian  ini  agar mendapatkan hasil yang lebih baik, karena penelitian ini hanya menggunakan metode kuantitatif, maka disarankan untuk melakukan penelitian secara kualitatif dengan metode wawancara terhadap responden. Hal ini agar data yang didapatkan lebih lengkap dan mendalam.ABSTRACTSantoso, Wahyu H.A. 2017. The Correlation between Religiousity And Anxiety Facing Retirement Employee At PT PLN Rayon Bululawang Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Moh Irtadji, M.Si, (2) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.PsiKeywords: Religiousity, Anxiety Facing Retirement Employee.The purpose of this research is to know the level of religiousity on employees, the level of anxiety facing retirement employee, and the correlation of religiousity with anxiety facing retirement on employees at PT. PLN Rayon Bululawang Malang. The research method used is a quantitative research study design descriptive correlation. Data analysis using descriptive analysis using correlation analysis product moment.As for the tryout result in this research showed on test reliability alpha value above 0.60, where the variable religiousity have score reliability 0.984. While on test reliability of anxiety facing retirement has score reliability 0.967.The results showed that the correlation of religiosity with anxietyfacing retirement have score -0.620 with significant 0.000 under 0.05 then correlation between religiosity with anxiety facing retirement employee have a fairly strong correlation. And the value of the determinant of the coefficient of 0.385 on employees of PT PLN rayon bululawang who will enter the facing retirement employee of used in the subject of the research is on the requirement of high Anxiety facing retirement on employees of PT PLN that will enter the full the task used in the subject of the research is on high category, and there is a fairly strong correlation between religiosity with anxiety facing retirement employee. Suggestions for further researchers to further develop research in order to obtain better results, because this study only uses quantitative methods, then it is advisable to do a qualitative research method the interview against the respondent. This is so that the data obtained are more complete and profound.

    Permainan Tradisional Bentengan untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Peserta Didik Kelas VI B SDN Dabasah 1 Bondowoso.

    No full text
     ABSTRAK   Pambudi, Tarekh  2018. Permainan Tradisional Bentengan untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Peserta Didik Kelas VI B SDN Dabasah 1 Bondowoso. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hetti Rahmawati, M.Si., (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.   Kata Kunci : kompetensi sosial, permainan tradisional bentengan, kanak-kanak akhir.               Perkembangan zaman yang makin modern pada saat ini mencakup segala aspek dalam kehidupan dituntut untuk serba modern dan praktis. Tidak terkecuali dengan dunia anak, khususnya permainan untuk anak. Permainan yang modern mulai menghilangkan nilai positif dari permainan tradisional seperti berkumpul dan bersosialisasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan Permainan Tradisional Bentengan dan mengetahui peningkatan kompetensi sosial kanak-kanak akhir.             Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental, dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah anak dengan usia 11-12 tahun kelas VI B SDN Dabasah 1 Bondowoso dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Pengumpulan data menggunakan skala kompetensi sosial dengan reliabilitas 0,746. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan sebanyak 75,7% atau 25 siswa kelas VI B memiliki kompetensi sosial yang tinggidan 24,3% atau 8 siswa dengan kompetensi sosial sedang. Hasil ini diperoleh sebelum pemberian perlakuan terhadap subjek, dimana subjek yang diberikan perlakuan sebanyak 8 siswa adalah subjek dengan kategori rendah dan sedang. Setelah pemberian perlakuan yaitu berupa pemberian permainan tradisional bentengan didapatkan hasil 8 orang siswa kelas VI B SDN Dabasah 1 Bondowoso yang memiliki kompetensi sosial sedang mengalami kenaikan kategori kompetensi sosial menjadi tinggi. Selanjutnya, data dari hasil penerapan permainan tradisional bentengan  menggunakan Wilcoxon Sign Rank menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,12 > 0,05 dan pada R squared terdapat hasil yang diperoleh pada pretest dan posttest dari regresi permainan tradisional bentengan sebesar 0,3 atau 30%. Dimana permainan tradisional bentengan dapat meningkatkan kompetensi sosial pada subjek penelitian sebesar 30%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tingkat kompetensi sosial sebelum dan sesudah pemberian perlakuan permainan tradisioanl bentengan pada 8 peserta didik kelas VI B SDN Dabasah 1 Bondowoso.             Adapun saran bagi siswa agar tidak selalu terpaku dengan permainan modern, menggunakan permainan tradisional bentengan yang sesuai dengan petunjuk dan dilakukan secara berulang-ulang dapat meningkatkan kemampuan kompetensi sosial anak. Serta saran bagi peneliti selanjutnya antara lain : (1) Dapat menyediakan lahan bermain yang lebih luas dan lebih aman, (2) Lebih mengontrol waktu kegiatan, (3)Dapat menambah jumlah subjek dengan skala yang lebih luas.

    PEMAAFAN SEBAGAI PREDIKTOR KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA INDIVIDU YANG BERCERAI DI KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Dajita, Retna. 2018. Pemaafan Sebagai Prediktor Kesejahteraan Psikologis pada Individu yang Bercerai di Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Ike Dwiastuti S.Psi., M.Si   Kata Kunci: kesejahteraan psikologis, pemaafan, individu yang bercerai Perceraian menjadi solusi yang mudah diambil bagi pasangan suami-istri yang mengalami konflik dalam rumah tangganya. Dampak negatif dari perceraian salah satunya mengalami penurunan kesejahteraan psikologis. Salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis individu yang bercerai ialah dengan pemaafan. Tujuan dari penelitian ini (1) untuk mengetahui gambaran kesejahteraan psikologis dari individu yang bercerai di Kabupaten Malang, (2) untuk mengetahui gambaran pemaafan dari individu yang bercerai di Kabupaten Malang, (3) untuk mengetahui apakah pemaafan merupakan prediktor kesejahteraan psikologis pada individu yang bercerai di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional prediktif. Populasi dalam penelitian ini adalah individu yang bercerai antara tahun 2016-2018 dan berusia 18-40 tahun dengan jumlah 122 individu. Sampel penelitian berjumlah 60 individu yang memiliki kriteria diantaranya (1) menetap di Kabupaten Malang (2) belum menikah lagi pada saat dilakukan penelitian. Teknik sampling yang digunakan ialah simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala Psychological Well-Being dari Ryff tahun 1989 dan Transgression-Related Interpersonal Motivation-18 (TRIM-18) dari Mc. Cullough tahun 2006. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini ialah regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebagian besar individu yang bercerai di Kabupaten Malang memiliki kesejahteraan psikologis dalam kategori tinggi, (2) sebagian besar individu yang bercerai di Kabupaten Malang memiliki pemaafan dalam kategori tinggi, (3) pemaafan merupakan prediktor kesejahteraan psikologis dengan signifikansi 0,000 < 0,05. nilai R = 0, 567 yang berarti pemaafan memiliki korelasi positif dengan kesejahteraan psikologis dan nilai R square 0,32 yang artinya pemaafan memiliki konstribusi sebesar 32% terhadap kesejahteraan psikologis. Saran yang didapatkan dari penelitian ini adalah (1) bagi individu yang bercerai dengan hasil kesejahteraan psikologis baik diharapkan dapat mempertahankan kesejahteraan psikologisnya. Begitupula dengan perilaku pemaafan yang sudah baik diharapkan dapat mempertahankan agar kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis tetap terjaga dengan baik. (2) bagi penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode lain seperti metode eksperimen dan metode kualitatif. Terkait varibel dapat menggunakan varibel lain dari faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis seperti faktor religiusitas, pemaafan yang bersifat trait, faktor dukungan sosial, faktor self esteem dan lain-lain. Dajita, Retna. 2018. Forgiveness is a Predictor of Psychological Welfare in Divorced Individuals in Malang Regency. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Ike Dwiastuti S.Psi., M.Si   Key words: psychological well-being, forgiveness, divorced individuals Divorce is an easy solution for couples who experience conflict in their household. The negative impact of divorce one of them is experiencing a decline in psychological well-being. One way to improve the psychological well-being of divorced individuals is by forgiveness. The purpose of this study are (1) to find out the psychological well-being of individuals who are divorced in Malang regency, (2) to know the description of forgiveness from divorced individuals in Malang regency, (3) to know whether forgiveness as a predictor of psychological well-being in divorced individuals in Malang Regency. This research uses quantitative research approach with survey method with descriptive design and correlational predictive. The population in this study were individuals who were divorced between 2016-2018 and 18-40 years old with a total of 92 individuals. The sample of research was 60 individuals who had the criteria such as (1) settled in Malang Regency (2) not married yet at the time of research. The sampling technique used was simple random sampling. Instruments in this study used the Psychological Well-Being scale of Ryff in 1989 with a reliability value 0,920 and Transgression-Related Interpersonal Motivation-18 (TRIM-18) from Mc. Cullough from 2006 with a reliability value 0,845. Hypothesis test used in this research was simple linear regression. The results showed that (1) most divorced individuals in Malang Regency have psychological well-being in high category, (2) most divorced individuals in Malang Regency have high degree of forgiveness; (3) forgiveness is a predictor of psychological well-being with significance of 0,00

    kesejahteraan psikologis pada istri yang menjadi pencari nafkah utama keluarga

    No full text
    RINGKASAN   Anggraini, Mifta.2018. Kesejahteraan Psikologis Istri yang Menjadi Pencari Nafkah Utama          Keluarga. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri          Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed., (II) Aji Bagus       Priyambodo, S.Psi., M.Psi   Kata Kunci: Kesejahteraan psikologis, Istri pencarin nafkah utama Fenomena pergeseran peran antara suami dan istri telah banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. fenomena tersebut dimana istri yang bekerja mencari nafkah utama keluarga sedangkan pasangannya dalam keadaan kondisi fisik yang sehat, namun tidak memiliki pekerjaan atau hanya bekerja untuk mencari tambahan. Peran yang dilakukan istri yang menjadi menjadi bertambah yaitu mengurus rumah, anak, pasangan dan mencari nafkah. Tidak sedikit permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga istri yang menjadi pencari nafkah utama baik masalah internal maupun eksternal. Kondisi tersebut pastinya mempengaruhi kesejahteraan psikologis istri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan psikologis istri yang menjadi pencari nafkah utama. Kesejahteraan psikologi penting untuk dicapai oleh kaum perempuan terlebih lagi yang memiliki peran sebagai istri, ibu, dan pencari nafkah utama. Kesejahteraan psikologi menggambarkan keadaan mental yang sehat yang mempengaruhi aspek-aspek lain dalam kehidupan. Metode penelitin ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model penelitian fenomenologis. Partisipan penelitian ini adalah tiga orang istri yang menjadi pencari nafkah utama keluarga sedangkan pasangan tidak bekerja atau bekerja serabutan. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara kualitatif, observasi dan kuisoner kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis fenomenologi. yaitu dalam hal ini data yang dihasilkan dari wawancara mendalam yang peneliti lakukan akan direduksi terhadap pertanyaan-pertanyaan kedalam tema-tema inti yang menunjukan esensi pengalaman partisipan terhadap suatu fenomena. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan psikologis istri yang menjadi pencari nafkah utama ketiga partisipan dapat menerima kondisinya sebagai seorang istri sekaligus pencari nafkah utama, dapat memaafkan keadaan pasangan dan masa lalu, mandiri serta mampu memaknai kehidupan rumah tangganya serta memiliki tujuan hidup

    Hubungan antara gaya Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional dengan Prokrastinasi Kerja Karyawan di PDAM Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Transformasional, Gaya Kepemimpinan Transaksional, Prokrastinasi Kerja Pada era modern penciptaan surplus atau maksimalisasi profit menjadi fokus utama kinerja organisasi. Namun banyak hal yang dilewatkan perusahaan apabila sekedar mencari untung, salah satunya ialah mengenai relasi atasan dan bawahan yang mampu memengaruhi prokrastinasi. Prokrastinasi dan gaya kepemimpinan telah dipelajari sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang. Kepemimpinan yang baik akan mampu mencegah dan menekan tingkat prokrastinasi dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan prokrastinasi, serta karakteristik pemimpin seperti apa yang mampu menekan tingkat prokrastinasi di suatu organisasi secara lebih optimal. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan racangan deskriptif korelasional. Jumlah sampel penelitian adalah 30 orang karyawan dari 6 divisi berbeda. Penelitian ini menggunakan skala Multifactor Leadership Questionnarie (MLQ) dengan reliabilitas 0,775 dan skala Pure Procrastination Scale (PPS) dengan reliabilitas 0,692. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) mayoritas karyawan melihat pemimpin divisi mereka bersifat transaksional, (2) mayoritas karyawan memiliki tingkat prokrastinasi yang rendah, (3) Gaya kepemimpinan transaksional memiliki korelasi negatif dengan prokrastinasi kerja karyawan yang memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai R sebesar -,953. Sedangkan gaya kepemimpinan transformasional memiliki korelasi positif dengan prokrastinasi kerja karyawan yang memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai R sebesar 0,953. Hal ini berarti gaya kepemimpinan transaksional akan lebih mampu mencegah terjadinya prokrastinasi kerja karyawan. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) bagi karyawan PDAM Kota Malang dapat mempertahankan tingkat prokrastinasi kerja supaya tetap rendah dan bagi pemimpin di tiap divisi di PDAM Kota Malang agar senantiasa bersikap tegas namun tetap mengayomi para karyawannya, (2) bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi serta dapat mengembangkan penelitian mengenai gaya kepemimpinan dan prokrastinasi kerja karyawan pada karakteristik subjek yang sama atau lebih baik

    Pengembangan Multimedia Interaktif Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Franciska Sheilla Olivia. 2017. Pengembangan Multimedia Interaktif Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci:multimedia interaktif, efikasi diri, bimbingan karir.   Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk multimedia interaktif bimbingan karir yang dapat meningkatkan efikasi diri pemilihan karir siswa SMP.  Jumlah populasi sebanyak 225 orang siswa SMPK Cor Jesu Malang yang kemudian diambil sampel dengan menggunakan metode cluster random samping dan ditemukan sampel penelitian sejumlah 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan ada dua yaitu berupa modul bimbingan karir bimbingan karir yang sudah divalidasi oleh 3 ahli serta skala efikasi diri dengan reliabilitas sebesar 0,848. Efikasi diri siswa ditentukan berdasarkan nilai pretest dan posttes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif menggunakan analisis komparatif paired sample t test. Berdasarkan uji yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa, multimedia interektif dapat meningkatkan efikasi diri pemilihan karir pada siswa SMP. Selain itu, menggunakan penghitungan effect size untuk melihat besarnya keefektifan multimedia interaktif bimbingan karir terhadap efikasi diri siswa. Diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa multimedia interaktif bimbingan karir memiliki efek sedang terhadap efikasi diri siswa. Sehingga multimedia interaktif bimbingan karir yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai alat penunjang bagi konselor sekolah maupun siswa. Selain itu, untuk penelitian dan pengembangan selanjutnya supaya memperlengkap multimedia interaktif dengan memberikan video tentang karir dan pengertian yang lebih rinci mengenai jurusan di sekolah lanjutan serta diharapkan dapat menggembangkan produk serupa untuk jenjeng pendidikan yang lebih tinggi

    Dukungan Orangtua dalam Proses Terapi Anak dengan Gangguan Autisme

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawati, Putri Rizky. 2017. Dukungan Orangtua dalam Proses Terapi Anak  dengan Gangguan Autisme. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1):         Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi.,         M.Si.   Kata kunci: Autisme, Dukungan Orangtua, Proses Terapi               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan yang diberikan oleh orangtua dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme berdasarkan dinamika serta dimensi-dimensi dukungannya.             Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model pendekatan studi kasus. Metode pengambilan subjek penelitian menggunakan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di tempat terapi A Plus Malang. Kemudian diperoleh 2 pasang partisipan yaitu, dua pasang orangtua yang telah mengikuti FGD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview) pada kedua pasang partisipan. Pengumpulan data yang lain adalah observasi pada saat wawancara berlangsung, dan studi dokumen yaitu, hasil asesmen anak. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan cek keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi perspektif atau cek partisipan dan cek tema-tema yang menyimpang.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orangtua terbagi menjadi, peran ayah dan peran ibu yang sama-sama mendukung dan membentuk pola dukungan orangtua dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme. Beberapa dimensi dukungan dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme yaitu, dukungan emosional atau penghargaan pemberian reward, dukungan emosional atau penghargaan menunjukkan rasa cinta pada anak, dukungan emosional atau penghargaan terhadap respon orang lain pada anak, dukungan emosional atau penghargaan selama menjalani proses terapi, dukungan instrumental pemenuhan kebutuhan anak, dukungan informasional pencarian informasi, dukungan informasional memberikan arahan pada anak, dan dukungan persahabatan. Dimensi-dimensi dukungan tersebut mempengaruhi perkembangan sang anak dalam menjalani proses terapinya. Orangtua ZL cenderung memiliki tingkat dukungan yang rendah diberikan pada anak dalam proses terapi. Sedangkan, pada orangtua SG memiliki tingkat dukungan yang tinggi diberikan pada anak dalam proses terapinya.Tingkat dukungan dilihat berdasarkan dimensi dukungan dan penanganan yang diberikan oleh orangtua pada sang anak.             Dari penelitian ini, diberikan saran bagi tempat terapi untuk memfasilitasi pelaksanaan pertemuan antar orangtua maupun orangtua dengan pihak terapis sebagai upaya untuk membangun komunikasi yang baik bersama orangtua. Saran yang lain, bagi terapis sangat penting menjaga pola komunikasi yang baik dengan orangtua untuk saling bekerjasama membantu anak dalam menjalani proses terapinya.Saran bagi orangtua anak dengan gangguan autisme, hasil penelitian dapat dijadikan landasan untuk memberikan dukungan pada anak dengan gangguan autisme dalam proses terapi.Orangtua sebagai penanggungjawab utama pada proses kehidupan dan pendidikan anak sehingga penting dalam memahami kehidupan sang anak dan proses pendidikan yang dijalani oleh anak

    Efikasi Diri Pemimpin Dalam Pengambilan Keputusan Pada Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) Di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Bakti , M. 2017. Efikasi Diri Pemimpin Dalam Pengambilan KeputusanPada Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) Di Universitas Negeri Malang.Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang.   Pemimbimbing (1) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si, (2) Gamma rahmita Ureka Hakim,S.Psi, M.Psi Kata kunci :efikasi diri,pengambilan keputusan, pemimpin, organisasi mahasiswa               Pemimpin merupakan penggerak roda organisasi agar tetap bisa berjalan sesuai dengan tujuan organisasi, dalam hal ini peran pemimpin menjadi sangat sentral dan akan timbul berbagai masalah, termasuk hasil wawancara pada seorang pemimpin yang memiliki efikasi diri rendah. Salah satu peran pemimpin adalah mengontrol, memberikan wewenang, dan mengambil keputusan. Efikasi diri menjadi aspek yang dibutuhkan pemimpin dalam melakukan tugasnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efikasi diri Pemimpin Dalam Pengambilan Keputusan Pada Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) Di Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis fenomenologi. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik triangulasi dan re-check significant other. Penelitian dilaksanakan di kota Malang dengan partisipan sebanyak tiga mahasiswa pemimpin lembaga organisasi ekstra kampus yang semua subjek berjenis kelamin laki – laki. Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri rendah  pada pemimpin organisasi ekstra kampus. dalam pengambilan keputusan dapat dilihat dari  kesimpulan pemimpin mendapatkan dukungan-dukungan dari internal organisasi menyangkut pengambilan keputusan , pemimpin melibatkan anggota dalam organisasi untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan, pemimpin terbuka dengan masukan-masukan yang diberikan oleh internal maupun eksternal organisasi, terciptanya hubungan interpesonal yang kuat antara pemimpin dengan anggota, pengalaman masa lalu membantu pemimpin untuk mengambil suatu keputusan yang tepat, memposisikan diri sebagai pemimpin yang objektif,sehingga dapat dengan mudah meyakinkan anggota mengenai keputusan yang diambil, mampu mempertanggung jawabkan apa yang telah menjadi keputusan bersama, melakukan evaluasi diri untuk memperbaiki keputusan-keputusan yang dirasa kurang tepat, pemimpin menganalisa kondisi organisasi dan mengumpulkan banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

    Investigasi Respon Siswa SD dalam Menyelesaikan Masalah Berdasarkan Taksonomi SOLO Ditinjau dari Gender

    No full text
    Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SDN Kepanjenlor 1 Kota Blitar, ditemukan permasalahan yaitu banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah dalam bentuk soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui kemampuan siswa SD dalam menyelesaikan masalah dalam bentuk soal cerita berdasarkan taksonomi SOLO yang ditinjau dari gender.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan dua soal yang telah disusun berdasarkan taksonomi SOLO kepada siswa kelas V yang telah memperoleh materi operasi hitung campuran. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengetahui respon siswa SD dalam menyelesaikan masalahdan wawancara untuk mengkaji lebih dalam terkait kemampuan siswa SD berdasarkan gender dalam menyelesaikan masalah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa respon siswa kelas V SD dalam menyelesaikan masalahberada pada tingkat taksonomi SOLO Prastruktural, Unistruktural, dan Multistruktural. Respon siswa pada setiap tingkat taksonomi SOLO tersebut dapat mencerminkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam bentuk soal cerita. Pada tingkat Prastruktural,  antara siswa laki-laki dan perempuan memiliki tiga perbedaan kemampuan dalam menyelesaikan masalah dimana siswa laki-laki berada di bawah kemampuan siswa perempuan. Pada tingkat Unistruktural, antara siswa laki-laki dan perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam menyelesaikan masalah, namun memiliki perbedaan pada tingkat kompetensi yang dikuasai. Pada tingkat Multistruktural, antara siswa laki-laki dan perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam menyelesaikan masalah, namun memiliki perbedaan kemampuan dalam menuliskan model matematika pada operasi hitung campuran

    KEBAHAGIAAN KARIR PADA IBU TUNGGAL BEKERJA

    No full text
    ABSTRAK   Lawindo, Firstara. 2018. Kebahagiaan Karir Pada Ibu Tunggal Bekerja. Skripsi Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (2) Gamma Rahmita Ureka Hakim S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci  :  Kebahagiaan, Ibu tunggal, kerja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kebahagiaan karir pada ibu tunggal bekerja. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta kuesioner untuk mengetahui konsistensi jawaban. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Untuk mengetahui keabsahan data dengan mengecek jawaban saat wawancara dan dibandingkan dengan jawaban di kuisoner. Penelitian ini dilaksanakan di kota Malang dan kabupaten Malang dengan jumlah 3 partisipan ibu tunggal. Kebahagiaan karir pada ibu tunggal bekerja diketahui karena terjalinnya hubungan yang baik dengan orang lain, ketiga subjek memiliki kekuatan lebih dalam melewati peristiwa hidup yang tidak menyenangkan karena dukungan penuh dari anak dan keluarga. Meskipun harus melewatkan banyak waktu untuk bekerja tetapi tidak membuat ketiga subjek memiliki hubungan yang renggang dengan anak-anaknya. Ketiga subjek memberikan makna pada hidupnya  adalah sebuah takdir yang harus dijalankan dengan ikhlas dan berpasrah kepada Allah SWT. Ketiga subjek mengaku bahwa dukungan dan komunikasi dengan anak menjadi kunci untuk bisa bertahan hingga saat ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan baru baik bagi mahasiswa ataupun masyarakat luas bahwa menjadi seorang ibu tunggal bukanlah hal yang mudah. Seorang ibu tunggal sangat membutuhkan dukungan serta kasih sayang dari orang-orang disekitarnya. Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian kembali tentang kebahagiaan  pada ibu tunggal bekerja, sebaiknya peneliti menggunakan latar belakang partisipan menjadi ibu tunggal yang sama serta adanya kriteria usia dalam pemilihan partisipan. Sehingga dapat memberikan hasil penelitian yang lebih baik dan beragam.   SUMMARY Lawindo, Firstara. 2018. Career Happiness on Working Single Mothers. Thesis. Faculty of Psychology Education. Malang State University. Counselor (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Sc., M.Ed., (2) Gamma Rahmita Ureka Hakim S.Psi., M.Psi.   Keywords : Happiness, a single mother, work. This study aims to find out the career happiness of a single mother working. The model used in this study is a qualitative research method. Data collection uses interviews, observation, and questionnaires to determine the consistency of answers. Data analysis techniques use thematic analysis techniques. To find out the validity of the data by checking the answers during the interview and compared with the answers to the questionnaire. This research was carried out in the city of Malang and Malang district with the number of 3 single mothers participants. Career happiness in a single mother working is known because of the good relationship with other people, the three subjects have more strength in going through unpleasant life events because of the full support of children and families. Although they have to spend a lot of time working but do not make the three subjects have tenuous relationships with their children. These three subjects give meaning to their lives is a destiny that must be carried out with sincerity and give thanks to Allah SWT. The three subjects admitted that support and communication with children was the key to being able to survive until now. This research is expected to be a new knowledge for both students and the people out there that being a single mother is not easy. A single mother really needs the support and affection of the people around her. For other researchers who want to do research on happiness with single mothers working, researchers should use the background of participants to be the same single mother and the existence of age criteria in the selection of participants. So that it can provide better and more diverse research results

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇