Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Hubungan Konsep Diri dengan Pengambilan Keputusan Karier siswa SMKN 6 Malang.
ABSTRAK Theresia, Dewi Roestyarini. 2013. Hubungan Konsep Diri dengan Pengambilan Keputusan Karier siswa SMKN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Psi., (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata Kunci: konsep diri, pengambilan keputusan karier Konsep diri adalah cara pandang seseorang mengenai dirinya dengan memberikan penilaian baik secara fisik, psikologis, sosial maupun emosional serta kemampuan untuk mengembangkan harapan-harapan terhadap dirinya. Pengambilan keputusan karier adalah kemampuan menentukan pilihan yang berkaitan dengan pekerjaan serta merupakan suatu keterampilan dan kemampuan, yang diartikan sebagai aktifitas mental dan fisik yang sistematis dan terkoordinasi, serta pembentukannya melalui latihan atau kegiatan, kemampuan tersebut lebih menunjuk kepada kemampuan mental dan kognitif. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karier adalah konsep diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK Negeri 6 Malang dengan sampel sebanyak 200 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen variabel X yaitu skala konsep diri, yang mempunyai nilai reliabilitas sebesar (α=0,855) dan instrumen variabel Y yaitu skala pengambilan keputusan karier mempunyai nilai reliabilitas sebesar (α=0,839). Analisis data menggunakan teknik analisis Korelasi Product Moment untuk menganalisis hubungan antara konsep diri dengan pengambilan keputusan karier. Perolehan koefisien korelasi antara X dan Y sebesar 0,564 dengan probabilitas Phitung≤Pstandar (0,00
hubungan antara kohesivitas kelompok dan motivasi kerja karyawan BRI kantor cabang Malang Martadinata
ABSTRAK Muniroh. 2013. Hubungan Antara Kohesivitas Kelompok dan Motivasi Kerja Karyawan BRI Kantor Cabang Malang Martadinata. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si. Kata Kunci: kohesivitas kelompok, motivasi kerja. Karyawan dipandang sebagai sumber daya yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian khusus, karena karyawan adalah sebagai salah satu penunjang suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Motivasi kerja adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi kearah tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan individual. Dalam dunia industri dan organisasi karyawan dituntut untuk dapat bekerja dalam tim, dan untuk kelancaran kerja tim itu sendiri tidak terlepas dari adanya kohesivitas terhadap kelompok. Kohesivitas kelompok adalah tingkat dimana para anggota kelompok saling tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tetap tinggal di dalam kelompok tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan korelasional dengan sampel berjumlah 34 karyawan BRI kantor cabang Malang Martadinata yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kohesivitas kelompok dan skala motivasi kerja. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis product moment Pearson. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa karyawan BRI kantor cabang Malang Martadinata mempunyai kohesivitas kelompok yang rendah, hal ini dilihat dari hasil analisis deskriptif dengan menggunakan skor-T. Sedangkan untuk motivasi kerja karyawan BRI kantor cabang Malang Martadinata mempunyai motivasi kerja yang rendah, hal ini dilihat dari hasil analisis deskriptif dengan menggunakan skor-T. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kohesivitas kelompok dengan motivasi kerja pada karyawan BRI kantor cabang Malang Martadinata (= 0,775 dan p= 0,000 < 0,05), artinya semakin tinggi kohesivitas kelompok maka semakin tinggi pula motivasi kerja yang dimiliki dan sebaliknya, semakin rendah kohesivitas kelompok maka semakin rendah pula motivasi kerja. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada: (1) karyawan: lebih mempererat hubungan antar karyawan, (2) perusahaan: memberikan team building training, menerapkan brainstorming, dan melakukan recruitment karyawan sesuai kemampuan, (3) penelitian selanjutnya: dapat membahas variabel lain yang berhubungan dengan motivasi kerja, selain kohesivitas kelompok.
Kondisi psikologis Anak dari Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia
ABSTRAK A’yun, Rahmania Qurrota. 2013. Kondisi Psikologis Anak dari Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Nur Eva S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kondisi psikologis, aspek kognisi, aspek emosi, aspek konasi Salah satu kasus pelanggaran hak asasi manusia berat di Indonesia yaitu pembunuhan aktivis hak asasi manusia, MST, yang mengakibatkan anak pertamanya mengalami kesedihan dan mengikhlaskan kepergiannya dalam lima tahun terakhir. Kematian karena pembunuhan merupakan sudden death, berpotensi sebagai stressor dan menyebabkan trauma (Schiraldi, 2009:5). Ia juga sering diganggu teman-temannya karena terdapat pola pikir dan perilaku berbeda dengan temannya. Peristiwa tersebut memengaruhi kondisinya psikologisnya, termasuk pemikiran, perasaan, maupun perilakunya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi psikologis anak dari korban pelanggaran hak asasi manusia dari aspek kognisi, emosi, maupun konasi. Subjek penelitian ini adalah anak pertama almarhum MST menempuh pendidikan di perguruan SB Malang. Pendekatan kualitatif yang digunakan adalah rancangan studi kasus. Pengumpulan data melalui metode wawancara dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode, serta pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan kondisi psikologis subjek dari aspek kognisi, memerlukan bimbingan orang dewasa dalam menghadapi masalah, mencapai tahap awal pemikiran operasional formal dan egosentrisme, memiliki persepsi diri kurang positif akibat bullying, merencanakan perwujudan minat dan tujuan masa depan yang dipengaruhi peristiwa kematian ayahnya, pemikiran menghilangkan orang jahat dan pembunuh ayahnya mendapat hidayah akibat kemarahan, serta tidak percaya orang lain dan negara akibat kecemasan dari peristiwa pembunuhan ayahnya. Dari aspek emosi, ia belum mencapai kematangan emosi, berkeinginan untuk bertanggung jawab atas dirinya, mengambil keputusan berdasarkan orientasi masyarakat, memiliki pola interaksi sosial persahabatan individual karena individualistik dan kurang mampu bersosialisasi, mengalami perasaan rendah diri, sedih, dan malu akibat bullying, serta mengalami emosi sedih, malu, dan takut akibat kedekatan dan jenis kematian, dan kecemasan dari peristiwa kematian ayahnya. Sedangkan aspek konasi, ia menyendiri dan berdoa ketika mengingat ayahnya akibat dari kesedihan karena rindu, berkeinginan menjadi sutradara dan animator, serta perdamaian akibat dari ketidakpercayaan dan ketakutan dari peristiwa kematian ayahnya, interaksi sosial kurang baik akibat egoistis dan gerakan yang muncul saat berimajinasi, sehingga menerima bullying, melakukan perbuatan ritualistik, sering memandang seperti menerawang sesuatu, akibat dari materi ketidaksadaran yang muncul ke kesadarannya, dan tidak mudah terpancing emosinya ketika mendapatkan bullying. Secara keseluruhan kondisi psikologis subjek dipengaruhi peristiwa kematian ayahnya serta perilaku dan pemikiran imajinatif yang berakibat munculnya bullying dan perasaan serta emosi terkait peristiwa tersebut. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan tes Rorschach untuk mengetahui aspek kognisi, emosi, dan fungsi ego secara lengkap. Bagi subjek, diharapkan belajar menggunakan katarsis emosi dan memeroleh gambaran situasi yang menyebabkan lonjakan emosi. Bagi orang tua, diharapkan memberikan dukungan dan menuntun subjek berpikir rasional dengan argumentasi logis. Bagi guru atau ustadz subjek, diharapkan memberikan dukungan dan membantu subjek meningkatkan keterampilan sosial melalui diskusi kelompok.
Perbedaan Kematangan Emosi dan Kemandirian Perilaku pada Siswa-Siswi Kelas XI SMAN 1 Arjasa Ditinjau Dari Jenis Kelamin
ABSTRAK Lestari, Tia Wahyu. 2013. Perbedaan Kematangan Emosi dan Kemandirian Perilaku pada Siswa-Siswi Kelas XI SMAN 1 Arjasa Ditinjau Dari Jenis Kelamin. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi., (2) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kematangan emosi, kemandirian perilaku, jenis kelamin Kematangan emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi, mengekspresikan dengan tepat dan dapat diterima oleh masyarakat dan mampu memahami serta menyelesaikan emosi yang dialami. Kemandirian perilaku adalah kemampuan seseorang untuk bertindak, mengambil keputusan secara mandiri tanpa tergantung dengan orang lain, terutama orang tua. Banyak hal yang mempengaruhi tingkat kematangan emosi dan kemandirian perilaku seseorang, salah satunya adalah jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis komparatif menggunakan multivariate. Penelitian ini memiliki 2 variabel terikat, yaitu kematangan emosi dan kemandirian perilaku dengan 1 variabel bebas yaitu jenis kelamin. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI IPA 4 dan XI IPS 2 sebanyak 60 orang dengan jumlah seimbang (30 laki-laki dan 30 perempuan). Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kematangan emosi (α=0,902) dan skala kemandirian perilaku (α=0,765). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada perbedaan kematangan emosi pada siswa-siswi kelas XI ditinjau dari jenis kelamin (sig. 0,610), (2) Tidak ada perbedaan kemandirian perilaku pada siswa-siswi kelas XI ditinjau dari jenis kelamin (sig. 0,109), dan (3) Tidak ada perbedaan kematangan emosi dan kemandirian perilaku pada siswa-siswi kelas XI ditinjau dari jenis kelamin (sig. 0,073). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi, baik skala kematangan emosi maupun skala kemandirian perilaku sehingga dapat mengurangi kemungkinan subjek untuk memberikan respon yang normatif serta menambah atau mengganti variabel-variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi tingkat kematangan emosi dan kemandirian perilaku, misalnya pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, peer group, usia, urutan kelahiran, dsb, yang mungkin dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap tingkat kematangan dan kemandirian perilaku seseorang
HUBUNGAN PERSEPSI KEPEMIMPINAN KONFLIK DAN PRESTASI KERJA KARYAWAN KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA KABUPATEN SITUBONDO
ABSTRAK Arfiando, Rendy. 2013. Hubungan Persepsi Kepemimpinan Konflik dan Prestasi Kerja Karyawan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Situbondo. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Fattah Hidayat, S.Psi, S.E, M.Psi (II) Ika Andrini Farida,S.Psi, M.psi Kata Kunci : kepemimpinan konflik, prestasi kerja Kantor Pelayanan Pajak merupakan perusahaan pelayanan bagi masyarakat yang memerlukan pengembangan didalamnya guna memajukkan perusahaan tersebut. Di dalam suatu perusahaan perlu adanya kepemimpinan konflik sekali waktu. Yang merupakan suatu model kepemimpinan yang ditempuh pada suatu kondisi tertentu, untuk memperbaiki kinerja antar unit pada perusahaan. Hal ini dapat membantu karyawan meningkatkan prestasi kerjanya. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. subjek penelitian adalah sebagian Kepala dan Karyawan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Situbondo sebanyak 50 karyawan. Data dikumpulkan dengan skala kepemimpinan konflik dan skala prestasi kerja dengan menggunakan model Likert. Kedua skala tersebut memiliki validitas konsistensi internal setiap aitem lebih besar dari nilai r-tabel r=0,889
Hubungan antara Konflik Peran Ganda dan Penilaian Diri Tentang Produktivitas Kerja terhadap Stres Kerja pada Wanita Karir
ABSTRAK Nuzula, Firdausi. 2013. Hubungan antara Konflik Peran Ganda dan Penilaian Diri Tentang Produktivitas Kerja terhadap Stres Kerja pada Wanita Karir. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anies Syafitri, S.Psi.,M.Psi. Psikolog dan (2) Indah Y Suhanti, S. Psi, M, Psi. Kata Kunci: konflik peran ganda, penilaian diri tentang produktivitas kerja, stres kerja Perkembangan Industri yang terjadi telah membawa pergeseran yang sangat pesat dalam peran wanita. Pada masa lalu, tugas wanita hanya di rumah mengurus rumah tangga. Pada saat ini peran tersebut sudah bergeser. Kondisi perekonomian keluarga yang belum optimal, memaksa para wanita khususnya yang sudah berkeluarga untuk bekerja. Kondisi ini memunculkan fenomena wanita berperan ganda. Hal ini berpotensi memunculkan konflik pada wanita, karena setiap peran menuntut tanggung jawab yang berbeda. Hal tersebut memungkinkan terjadinya stres pada wanita yang memicu terjadinya masalah dalam perusahaan yang dapat menurunkan penilaian diri tentang produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konflik peran ganda, (2) mengetahui penilaian diri tentang produktivitas kerja, (3) mengetahui stres kerja, (4) mengetahui hubungan antara konflik peran ganda terhadap stres kerja pada wanita karir, (5) mengetahui hubungan antara penilaian diri tentang produktivitas kerja terhadap stres kerja pada wanita karir, serta (6) mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dan penilaian diri tentang produktivitas kerja terhadap stres kerja pada wanita karir. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 wanita karir di PT. Yamaha Musical Products Indonesia (PT. YMPI). Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa skala, yaitu skala konflik peran ganda (α=0,962), skala penilaian diri tentang produktivitas kerja (α=0,968) dan skala stres kerja (α=0,964). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) sebanyak 51 subjek memiliki konflik peran ganda tinggi, (2) sebanyak 45 subjek memiliki penilaian diri tentang produktivitas kerja tinggi, (3) sebanyak 55 subjek memiliki stres kerja tinggi, (4) Terdapat hubungan searah yang signifikan antara konflik peran ganda terhadap stres kerja pada wanita karir (r=0,598;sig=0,00000046), (5) Penilaian diri tentang produktivitas kerja dan stres kerja pada wanita karir memiliki hubungan positif dan signifikan (r = 0,605;sig = 0,00000031), (6) Konflik peran ganda dan penilaian diri tentang produktivitas kerja memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap stres kerja pada wanita karir (R = 0,742;sig = 0,0000000001). Saran yang diajukan berdasarkan hasil penelitian adalah: (1) Bagi wanita karir, mampu mengolah manajemen waktu, manajemen keluarga, manajemen pekerjaan, manajemen diri, (2 )bagi perusahaan, mengadakan training, rotasi, promosi terhadap karyawannya, (3) bagi peneliti selanjutnya, lebih memfokuskan data demografi yang ada dengan pemilihan sampel yang sesuai, perlu mengkaji self-management pada wanita karir, serta mengkaji konflik peran ganda pada laki-laki yang berperan ganda sebagai kepala rumah tangga dan sebagai karyawan
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KONSUMEN YAMAHA MIO DI TRENGGALEK
ABSTRAK Perdani, Aevyn Sekar. 2013. Faktor-Faktor yang Melatar belakangi Pengambilan Keputusan Pembelian Pada Konsumen Yamaha Mio di Trenggalek. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Fattah Hidayat, S.Psi,M. Si, (II) Drs. Mohammad Bisri, Msi Kata Kunci: faktor-faktor,pengambilankeputusanpembelian, yamahamio Penelitian mengenai keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk sepeda motor cukup banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan pembelian pada konsumenYamaha Mio di Trenggalek, dan mengetahui besarnya sumbangan masing-masing faktor. Menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi pertimbangan membeli Yamaha Mio akan membawa kepada faktor yang paling dominan diantara beberapa faktor lain. Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan nyata konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kejiwaan dan factor luar lainnya yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang atau jasa yang diinginkannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Variabel penelitian ini adalah 16 faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan pembelian menurut (Engel et el,1995)pada konsumen Yamaha Mio.Penentuan objek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik Insidental Sampling.Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data berupa skala yaitu skala Pengambilan keputusan pembelian Yamaha Mio.Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 konsumenYamaha Mio di Trenggalek. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan. Pertama, diketahui terdapat empat factor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan pembelian yang meliputi factor lingkungan dan budaya memberikan sumbangan 28,734%, factor pengetahuan memberikan sumbangan 16,100%, factor kemampuan dan kebutuhan memberikan sumbangan 11,047%, factor konsep diri memberikan sumbangan 8,060%. Disarankan kepada konsumen jika ingin membeli alat transportasi hendaknya mempertimbangkan manfaat dan kebutuhan, kondisi keseharian dan keuangan serta saran dari keluarga dan kelompok referensi.Peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti topik yang sejenis, sebaiknya menggunakan subjek dengan latarbelakang sosiokultural yang berbeda, menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak, agar hasilnya dapat dibandingkan dengan penelitian ini.
strategies in teaching reading comprehension for slow learners at smplb dr.idayu 2 malang
ABSTRACT Citra,Nostalgianti. 2013. Strategies in Teaching Reading Comprehension for Slow Learners at SMPLB Dr.Idayu 2 Malang. Thesis, English Language Education, Graduate Program at State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (2) Dr. Enny Irawati,M.Pd Key words: teaching strategy, reading, slow learners.The current research at aimed to reveal is the teacher’s strategies in teaching reading comprehension for slow learners and the teacher’s reasons for using the all strategy in teaching reading comprehension for slow learners at SMPLB Dr. Idayu 2 Malang. The research design is descriptive qualitative. The research subject is an English teacher of SMPLB Dr. Idayu 2 Malang. The researcher selects one class consisting four students particularly the eighth grade where the slow learners are taught. This research employs observation checklist, field notes, video recorder, and interview guide. Data are collected through observation with the use of observation. Field notes are used to visualize what is observed and experienced during the data collection. Video recorder is used to record the teacher’s strategies in the reading class. Interview is conducted to obtain the reasons of using most dominant strategy used by the teacher in teaching reading comprehension for the slow learners.The findings of this research show that in pre activities the teacher used three strategies proposed by Nation and Narbury (2005), namely, questioning strategy, the visualizing strategy and code switching strategy. In whilst activities, there were three strategies used by the teacher, such as vocabulary and language development strategy, reading aloud strategy and visualizing strategy.From the all strategies, there were some reasons why teacher used the strategies. First, it can increase the students’ knowledge, memory and skill in teaching reading comprehension. It has been proven successful in improving the reading comprehension skill of the students in academic learning.Based on the findings, the researcher recommends that the English teacher start to teach reading with a real life material and gives more evaluation to enrich the students’ knowledge and increase their retention in reading comprehension.Finally, for further researches who are interested in conducting the research on teacher’s strategy in teaching reading comprehension, they are suggested to do the observation more than three times in order to get the more strategies used by the teacher. ABSTRAK Citra,Nostalgianti. 2013. Strategies in Teaching Reading Comprehension for Slow Learners at SMPLB Dr.Idayu 2 Malang. Tesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (2) Dr. Enny Irawati,M.Pd. Kata kunci: strategi mengajar, membaca
Perbedaan Self Management Pada Siswa Akselerasi dan Siswa Reguler Kelas X SMA Negeri 3 Malang
ABSTRAK Dewi, Alfinda Kurnia. 2013. Perbedaan Self Management Pada Siswa Akselerasi Dan Siswa Reguler Kelas X SMA Negeri 3 Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: self management, siswa akselerasi, siswa regular Self management adalah suatu prosedur pengembangan tingkah laku yang dilakukan oleh individu terhadap dirinya sendiri dalam usaha pengembangan diri secara optimal. Dalam hal ini jika diterapkan pada siswa berarti suatu strategi dalam pendidikan yang digunakan oleh pelajar untuk bisa mengontrol cara belajarnya sehingga dapat mencegah dan membuang faktor-faktor penghambat belajar. Banyak hal yang mempengaruhi self management seseorang, salah satunya adalah dilihat dari jenis kelas yaitu akselerasi dan reguler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis komparatif menggunakan analisis parametrik dengan Independent Samples T Test. Penelitian ini memiliki 1 variabel terikat yaitu self management dengan 2 variabel bebas yaitu siswa akselerasi dan siswa reguler. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Akselerasi SMA Negeri 3 Malang dan X IPS 1 SMA Negeri 3 Malang sebanyak 51 orang dengan jumlah seimbang (23 akselerasi dan 28 reguler). Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala self management (α=0,917). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Self management siswa akselerasi berada pada kategori tinggi yaitu (82,6%), (2) Self management siswa reguler berada pada kategori tinggi yaitu (75%), (3) Tidak ada perbedaan self management pada siswa akselerasi dan siswa reguler kelas X di SMA Negeri 3 Malang (sig. 0,116). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengambilan sampel secara lebih luas misalnya se kota Malang atau mengganti variabel-variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi self management, misalnya kematangan emosi, yang mungkin dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap self management seseorang.
Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Efikasi Diri Terhadap Stres dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Satika, Dea. 2013. Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Efikasi Diri Terhadap Stres dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anies Syafitri S.Psi, M.Psi Psikolog, (II) Diantini Ida Viatrie S.Psi, M.Si. Kata Kunci: dukungan sosial teman sebaya, efikasi diri, stres dalam menyusun skripsi, mahasiswa. Stres dalam menyusun skripsi adalah suatu tanggapan fisiologis maupun psikologis individu terhadap lingkungan yang menimbulkan persepsi ketakutan sehingga mengganggu fungsi emosi, proses berpikir, dan kondisi fisik yang merupakan akibat dari ketidakmampuan dalam menghadapi skripsi. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, di antaranya adalah dukungan sosial teman sebaya dan efikasi diri. Dukungan sosial teman sebaya adalah perhatian yang diberikan oleh teman sebaya yang berupa informasi atau nasehat verbal maupun non verbal, bantuan emosional, instrumental, dan finansial yang memberikan efek perilaku bagi pihak penerima. Efikasi diri adalah keyakinan diri individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas secara efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa, (2) mengetahui tingkat efikasi diri pada mahasiswa, (3) mengetahui tingkat stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa, (4) mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan stres mahasiswa dalam menyusun skripsi, (5) mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan stres mahasiswa dalam menyusun skripsi, (6) mengetahui hubungan antara dukungan dukungan sosial teman sebaya dan efikasi diri terhadap stres mahasiswa dalam menyusun skripsi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Subjek penelitian berjumlah 50 mahasiswa yang berusia 20-24 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial teman sebaya, skala efikasi diri, dan skala stres dalam menyusun skripsi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment dan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan (1) dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa berada pada kategori tinggi (50%), (2) efikasi diri pada mahasiswa berada pada kategori tinggi (56%), (3) stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa berada pada kategori rendah (42%), (4) ada hubungan negatif antara dukungan sosial teman sebaya dengan stres dalam menyusun skripsi, (5) ada hubungan negatif antara efikasi diri dengan stres dalam menyusun skripsi, dan (6) ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan efikasi diri terhadap stres dalam menyusun skripsi. Disarankan (1) bagi mahasiswa hendaknya mempertahankan dukungan sosial teman sebaya dan efikasi diri yang dimiliki agar terhindar dari stres, (2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah jumlah subjek dan memperhatikan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap stres dalam menyusun skripsi