Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Pengaruh Status Karyawan dan Stres Kerja Terhadap Prokrastinasi Karyawan
ABSTRAK Nurdiyansah, Farid. 2012. Pengaruh Status Karyawan dan Stres KerjaTerhadap Prokrastinasi Karyawan. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (II) DiyahSulistiyorini, S. Psi,M. Psi. Kata Kunci : status karyawan, stres kerja, prokrastinasi karyawan Prokrastinasi adalah sebuah perilaku penundaan dalam pengerjaan sebuahtugas. Prokrastinasi merupakan masalah kinerja yang harus diatasi oleh karyawanagar kinerja maksimalnya dapat terjaga sehingga karyawan tersebut dapatmemberikan kinerja yang maksimal pada perusahaan tempat dia bekerja. Banyakhal yang menyebbkan seseorang melakukan perilaku prokrastinasi. MenurutBernard (Dalam Azzaniar, 2010) beberapa penyebab prokrastinasi adalahkecemasan dan stres kerja yang dialami oleh karyawan. Salah satu bentukkecemasan adalah masalah status karyawan yang mencakup masalah kepastiankerja dari karyawan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh status karyawan dan streskeja terhadap prokrastinasi yang dilakukan oleh karyawan. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kuantitatif kausalitas. Sampel penelitian inisebanyak 70 orang karyawan dengan rincian 35 orang karyawan tetap dan 35orang karyawan kontrak dengan teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skalastres kerja yang terdiri dari 38 item dengan reliabilitas menggunakan formulaAlpha Cronbach sebesar 0,814, dan skala prokrastinasi yang terdiri dari 25 itemdengan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbach sebesar 0,917. Datahasil penelitian ini dianalis menggunakan metode regresi dengan variabel dummy.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1)Karyawanberstatus kontrak 52% memiliki tingkat stres rendah dan 48% memiliki tingkatstres yang tinggi, sedangkan dari karyawan tetap 60% memiliki tingkat stresrendah dan 40% memiliki tingkat stres yang tinggi. (2)Karyawan berstatuskontrak 43% memiliki tingkat prokrastinasi rendah dan 57% memiliki tingkatprokrastinasi yang tinggi, sedangkan dari karyawan tetap 40% sampel memilikitingkat prokrastinasi rendah dan 60% memiliki tingkat prokrastinasi yang tinggi.(3)Status karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasikaryawan(R=0,760>0,05). (4)Stres karyawan berpengaruh secara signifikanterhadap prokrastinasi karyawan(R=0,00
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA DI ISLAMIC BOARDING SCHOOL SMPIT DAARUL HIKMAH BONTANG
ABSTRAK Nurhadi, Rizka Amalia. 2013. Hubungan antara Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja di Islamic Boarding School SMPIT DAARUL HIKMAH Bontang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : konsep diri, penyesuaian diri, remaja, boarding school Konsep diri adalah penilaian individu tentang diri sendiri yang berkembang dari pengalaman-pengalaman melalui interaksi dengan lingkungan. Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk berinteraksi dengan situasi di dalam diri sendiri maupun dalam lingkungan sosial sesuai dengan norma-norma yang ada tanpa menimbulkan konflik bagi dirinya maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan konsep diri remaja. (2) mendeskripsikan penyesuaian diri remaja. (3) mengetahui hubungan antara konsep diri dan penyesuaian diri remaja. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Penelitian ini menggunakan metode random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 111 siswa di Islamic Boarding School SMPIT DAARUL HIKMAH Bontang. Instrumen yang digunakan yaitu skala konsep diri dan skala penyesuaian diri. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik korelasi Product Moment Karl Pearson. Hasil dari penelitian ini adalah masih banyak remaja yang memiliki konsep diri negatif dan sangat negatif (55%). Masih banyak remaja yang memiliki penyesuaian diri buruk dan sangat buruk (51%). Ada hubungan positif signifikan antara konsep diri dan penyesuaian diri remaja. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan : (1) Bagi remaja sebaiknya dapat membentuk konsep diri positif dengan cara selalu berpikir dan menilai diri secara positif, bersikap proaktif dengan masalah yang sedang dialami, mau mengembangkan diri dan yakin dengan kemampuan yang dimiliki, serta meningkatkan kemampuan penyesuaian diri dengan cara belajar untuk menciptakan interaksi sosial yang saling terbuka, saling mempercayai, saling memperhatikan kebutuhan teman, dan saling mendukung. (2) Bagi orang tua hendaknya membantu remaja untuk membentuk konsep diri positif dengan cara selalu menanamkan aspek-aspek positif dalam diri anak (3) Bagi pihak sekolah diharapkan dapat membantu dan memfasilitasi kebutuhan remaja dalam membentuk konsep diri yang positif dengan memberikan pelajaran tentang character building, mengaplikasikan stategi self management untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa, serta memberikan hukuman bagi siswa yang melanggar tata tertib (4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri
Pengaruh Kepuasan Kerja Intrinsik dan Kepuasan Kerja Ekstrinsik terhadap Organizational Citizenship Behavior Pada Karyawan
ABSTRAK Putri, Eka Sagita. 2013. Pengaruh Kepuasan Kerja Intrinsik dan Kepuasan Kerja Ekstrinsik terhadap Organizational Citizenship Behavior Pada Karyawan . Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Diantini Ida Viatrie S. Psi,M. Psi. Kata Kunci : Organizational Citizenship Behavior, Kepuasan Kerja Organizational Citizenship Behavior merupakan tingkah laku perseorangan yang tidak wajib, secara tidak langsung atau secara eksplisit diakui oleh sistim reward, dan memberi kontribusi pada keefektifan dan kefisienan fungsi sebuah organisasi. Selain itu, sebagai perilaku dan sikap OCB merupakan sesuatu bersifat yang menguntungkan organisasi yang tidak dapat ditumbuhkan dengan basis kewajiban peran formal maupun dalam bentuk kontrak atau rekompensasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja intrinsik dan ekstrinsik terhadap OCB pada karyawan. Sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 41 karyawan di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepuasan kerja intrinsik yang terdiri dari 39 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,906, skala kepuasan kerja ekstrinsik terdiri dari 29 aitem reliabilitas sebesar 0,898, dan skala OCB sebanyak 23 aitem reliabilitas sebesar 0,842. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan metode regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) Tingkat kepuasan kerja intrinsik yang dimiliki oleh karyawan di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. berada dalam kategori sedang sebesar 68%. 2)Tingkat kepuasan kerja ekstrinsik yang dimiliki oleh karyawan di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. berada dalam kategori sedang sebesar 73%. (3) Organizational Citizenship Behavior yang dimiliki oleh karyawan di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. berada dalam kategori sedang yaitu sebesar 86%. (4)Kepuasan kerja intrinsik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap OCB. (5) Kepuasan kerja ekstrinsik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap OCB. (6) Kepuasan kerja intrinsik dan kepuasan kerja ekstrinsik secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap OCB. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah:1) bagi karyawan: agar meningkatkan kesadaran dalam melindungi organisasinya dan loyalitas terhadap perusahaan. 2) bagi perusahaan : agar perusahaan dituntut untuk menjaga stabilitas dan hubungan baik agar tetap seimbang dengan karyawan.
Perbedaan Kecenderungan Berperilaku di Dunia maya dan Dunia Nyata ditinjau berdasar Kebutuhan
ABSTRAK Kuswirawan, Bima Arya. 2013. Perbedaan Kecenderungan Berperilaku Di Dunia Maya Dan Dunia Nyata Ditinjau Berdasar Kebutuhan. Skripsi. Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi, (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si Kata Kunci: perilaku, dunia maya, dunia nyata, kebutuhan Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi dalam kehidupan. Dengan adanya kebutuhan, seseorang dapat melakukan hal apa saja untuk memenuhinya. Menurut Murray, needs ialah sebuah konstruk mengenai kekuatan di bagian otak yang mengorganisir berbagai proses seperti persepsi, berfikir dan berbuat untuk mengubah kondisi yang ada dan tidak memuaskan. Need bisa dibangkitkan oleh proses internal, tetapi lebih sering dirangsang oleh faktor lingkungan. Adanya need/kebutuhan tersebut juga mampu membuat perbedaan perilaku di dunia maya dan dunia nyata. Fokus penelitian peneliti adalah untuk mengetahui bagaimana need/kebutuhan dan press yang ada di dalam diri seseorang dapat menyebabkan timbulnya perbedaan perilaku interpersonal dan mendeskripsikan perilaku apa yang ditampakkan oleh seorang user atau pengguna ketika berada di dalam dunia maya dan di dunia nyata. Penelitian ini termasuk penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi fenomenologis yang bertujuan untuk mengetahui needs dan press apa saja yang dimiliki oleh subjek penelitian yang dapat memunculkan perbedaan perilaku subjek ketika berada di dunia nyata dan dunia maya. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang mahasiswa Universitas Negeri Malang (1 perempuan dan 2 laki-laki). Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan pada kondisi yang natural dan tidak terkesan dibuat-buat. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua subjek penelitian memiliki need yang sama ketika memanfaatkan fasilitas dunia maya, yaitu n Inf. Setiap subjek cenderung berusaha untuk tidak mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan secara langsung. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu membuat pedoman wawancara yang lebih baik dan sesuai dengan acuan teori yang digunakan. Sedangkan bagi subjek penelitian, diiharapkan dengan dilaksanakannya penelitian ini, subjek dapat mengenali pribadinya lebih dalam dan dapat merubah need yang ada dalam dirinya menjadi lebih adaptif dengan lingkungan. Pihak keluarga dan kerabat subjek diharapkan agar tidak hanya mencurigai subjek penelitian ketika mengakses situs jejaring sosial, akan tetapi juga memberikan sifat yang lebih terbuka kepada subjek, seperti menanyakan kondisi subjek ketika ada masalah agar subjek tidak hanya membagi masalahnya tersebut di dunia maya saja dan hanya dipendam sendiri. Diharapkan juga bagi teman-teman subjek untuk tidak hanya meladeni subjek ketika berada di dunia maya saja, akan tetapi juga meladeni subjek ketika berada di dunia nyata juga. Dengan demikian diharapkan subjek juga akan menjadi lebih terbuka di dunia nyata dan tidak hanya memuaskan need yang dimilikinya di dunia maya saja. Selanjutnya, bagi masyarakat umum juga diharapkan agar dapat memahami kebutuhan yang dimiliki diri sendiri ataupun individu lain yang ada di sekitarnya, sehingga setiap individu mampu mengungkapkan kebutuhan atau need yang dimilikinya.
Pengaruh Kegiatan Menulis Pengalaman Emosional Terhadap Penurunan Perilaku Agresi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Malang
ABSTRAK Susilowati, Yeni. 2013. Pengaruh Kegiatan Menulis Pengalaman Emosional Terhadap Penurunan Perilaku Agresi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: kegiatan menulis pengalaman emosional, perilaku agresi, narapidana wanita Narapidana adalah komunitas manusia yang memiliki tingkat kecemasan dan stress yang tinggi yang menjadikan mereka cenderung berperilaku agresif, sehingga mereka membutuhkan pelarian dari kecemasan dan stress agar terhindar dari kecenderungan berperilaku agresif. Karenanya untuk mengurangi adanya perilaku agresi narapidana diperlukan suatu teknik katarsis untuk meredakannya. Salah satu teknik katarsis perilaku agresi yang mudah dilakukan adalah dengan kegiatan menulis pengalaman emosional. Dalam kaitannya dengan menulis pengalaman emosinal, buku diari merupakan sarana yang tepat untuk menuangkan segala bentuk perasaan seseorang yang tidak bisa diungkapkan karena sifatnya lebih privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menulis pengalaman emosional terhadap penurunan perilaku agresi narapidana wanita. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan one group pre-test post-test design, dimana sampel yang digunakan sebelum dan setelah perlakuan adalah sama. Penelitian jenis ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya perbedaan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Subyek penelitian ini yaitu narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Malang yang memiliki perilaku agresi tinggi sebanyak 2 orang dan yang memiliki perilaku agresi sedang sebanyak 3 orang. Instrumen penelitian berupa skala perilaku agresi yang dilengkapi dengan validitas dan reliabilitas instrumen, dengan hasil validitas 44 item valid dan memiliki reliabilitas yang tinggi sebesar 0,915. Perlakuan yang diberikan kepada subjek berupa kegiatan menulis pengalaman emosional dengan menggunakan media buku diari yang dilakukan dalam rentang waktu selama 5 hari berturut-turut. Teknik analisis data sebagai uji hipotesis yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test (dua sampel berpasangan). Hasil dari perhitungan dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p (0,043) < dari (0,05), yang artinya bahwa kegiatan menulis pengalaman emosional pengalaman emosional dengan media buku diari berpengaruh terhadap penurunan perilaku agresi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Malang. Berdasarkan hasil temuan ini, disarankan bagi pihak lembaga pemasyarakatan, narapidana, dan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan hasil dan temuan penelitian ini sebagai alternatif teknik yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi perilaku agresi narapidana khususnya.
PERBEDAAN PERSONAL DISTRESS PADA MAHASISWA BARU FPPsi UNIVERSITAS NEGERI MALANG YANG BERTEMPAT TINGGAL DI RUMAH KOST DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN STATUS IDENTITAS
ABSTRAK Putri, Dian Sudiono. 2013. Perbedaan Personal Distress pada Mahasiswa Baru Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) Universitas Negeri Malang yang Bertempat Tinggal di Rumah Kost Ditinjau Dari Jenis Kelamin dan Status Identitas. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: personal distress, jenis kelamin, status identitas Personal distress merupakan kondisi dimana seseorang berfokus pada perasaan khawatir, marah, terganggu, tertekan, dan gelisah, sebagai hasil dari keterlibatan perhatian dan emosi dalam permasalahan yang dialami oleh orang lain. Kondisi ini tentunya sangat rentan dialami oleh mahasiswa baru yang bertempat tinggal di rumah kost, karena dalam proses adaptasi mereka pasti akan mencari teman dekat sebagai orang yang dipercaya dalam berbagi permasalahan. Personal distress mungkin saja dipengaruhi oleh jenis kelamin dan status identitas seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) keadaanpersonal distress yang dialami mahasiswa baru, 2) status identitas mahasiswa baru, 3) status identitas mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin, 4) perbedaan personal distress mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin, 5) perbedaan personal distress mahasiswa baru ditinjau status identitas, dan 6) perbedaan personal distress mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin dan status identitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis komparatif menggunakan two way anova. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang yang bertempat tinggal di rumah kost, sebanyak 66 orang(12 orang laki-laki dan 54 orang perempuan). Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala personal distress (α=0,778)dan skala status identitas (α=0,721). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)14 orang subjek memiliki tingkat personal distress sangat rendah dan 52 orang subjek memiliki tingkat personal distress rendah, 2) 22 orang subjek memiliki identity achievement, 5 orang subjek memiliki identity moratorium, dan 39 orang subjek memiliki identity foreclosure, 3) 12 subjek laki-laki (4 orang dengan identityachievement, 4 orang dengan identitymoratorium, dan 4 orang dengan identityforeclosure) dan 54 subjek perempuan (15 orang dengan identityachievement, 1 orang yang dengan identitymoratorium, dan 36 orang dengan identityforeclosure), 4) Tidak ada perbedaan personal distress antara mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin (sig.0,124), 5) Tidak ada perbedaan personal distress antara mahasiswa baru ditinjau dari status identitas (sig.0,399), 6) Tidak ada perbedaan personal distress antara mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin dan status identitas (sig.0,075). Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan subjek dengan jumlah yang seimbang dalam hal jenis kelamin dan status identitas, serta perlu adanya pengembangan skala yang lebih baik lagi, baik skala personal distress, maupun skala status identitas, sehingga dapat menghasilkan skala yang lebih baik dan diharapkan dapat mengurangi kemungkinan subjek memberikan respon yang normatif. Bagi mahasiswa baru, diharapkan untuk menyadari adanya kondisi ini, bahkan bisa melakukan pencegahan diri terhadap kondisi ini
Pengaruh Cognitive-Behavior Group Therapy Terhadap Peningkatan Anger Management
ABSTRAK Al Baqi, Safiruddin. 2013. Pengaruh Cognitive-Behavior Group Therapy Terhadap Peningkatan Anger Management. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: Anger Management, Cognitive-Behavior Group Therapy Marah merupakan hal yang wajar bagi individu. Namun ekspresi marah yang keluar dalam bentuk perilaku sangat bergantung pada anger management yang dimiliki setiap individu. Anger management merupakan kemampuan individu dalam mengelola kemarahan, semakin tinggi tingkat anger management semakin baik ekspresi marah yang dimunculkan sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Bagi remaja pengelolaan marah dapat menjadi permasalahan ketika diwujudkan dalam bentuk agresi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji cognitive-behavior group therapy (CBGT) sebagai salah satu alternatif guna membantu individu meningkatkan anger management. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimen dengan menggunakan pendekatan between subject design dalam pengambilan datanya, yakni dengan membagi subjek menjadi dua, sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Design ekperimen penelitian ini adalah nonrandomize pretest-posttest control group design, dimana dua kelompok subjek yakni kontrol dan eksperimen masing–masing diberikan soal posttest dan posttest. Kelompok eksperimen diberikan treatmen terapi kelompok berbasis cognitive-behavior therapy untuk meningkatkan tingkat anger management, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan treatment. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Skala Managemen Marah yang diadaptasi dari Anger Management Scale. Skala ini memiliki 18 item valid yang digunakan sebagai pretest dan posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa SMK Negeri 2 Malang yang sebelumnya telah di-sreeneng oleh guru BK yakni yang memiliki anger management rendah. Subjek dibagi menjadi 2, yakni 5 siswa sebagai kelompok kontrol dan 5 siswa sebagai kelompok eksperimen. Hasil analisis statistik terhadap data yang dipeoleh menunjukkan bahwa secara statistik CBGT tidak efektif untuk meningkatkan kemampuan anger management dengan taraf signifikan 95%. Walaupun secara statistik CBGT tidak efektif untuk meningkatkan anger management bagi remaja, tetapi secara akuntabilita terapi tersebut sangat akuntabel karena berhasil membantu 5 siswa yang menjadi subjek kelompok kontrol dalam meningkatkan kemampuan mengelola marah sehingga intensitas marah dapat diturunkan. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan teknik yang berfokus pada perubahan emosi bukan hanya kognisi dan perilaku, menggunakan satu teknik namun intens dan menggunakan subjek yang lebih representatif dan luas.
Hubungan antara Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Dengan Kebermaknaan Hidup Pada ODHA
ABSTRAK Prasetyawati, Diah. 2013. Hubungan antara Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Dengan Kebermaknaan Hidup Pada ODHA. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, S.Psi., M.Si. (II) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: efikasi diri, dukungan sosial, kebermaknaan hidup, dan ODHA Kebermaknaan hidup merupakan salah satu sisi psikologis yang sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan ODHA. Ketakutan dan ketidaktahuan terhadap penyakit HIV/AIDS akan berimbas pada kebermaknaan hidup yang merupakan tujuan yang harus dicapai oleh setiap manusia, tidak terkecuali pada ODHA. Ketidakmampuan ODHA dalam mencapai makna dalam hidupnya akan menimbulkan dampak psikologis yang negatif, yaitu sulit merasakan kebahagiaan, merasa hidupnya hampa dan kosong, depresi bahkan menuju tindakan bunuh diri. Depresi dan bunuh diri merupakan sindrom psikiatrik yang sering ditemukan pada sebagian besar ODHA (Kaplan, Sadock & Grebb, 2010: 210). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri, dukungan sosial, dan kebermaknaan hidup pada ODHA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional serta menggunakan analisis regresi linier berganda. Subjek penelitian berjumlah 30 orang dengan memiliki karakteristik sebagai berikut, yaitu telah terdiagnosa sebagai penderita HIV/AIDS, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, merupakan pasien dewasa (berusia 25-35 tahun), lama terdiagnosa HIV/AIDS ≤ 5 tahun, dan merupakan pasien rawat jalan di RSSA Malang. Instrument yang digunakan berupa Skala Efikasi Diri, Dukungan Sosial, dan Kebermaknaan Hidup (pengembangan dari PIL Test). Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga kesimpulan. (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kebermaknaan hidup (rxy = 0.638, sign. 0.000 < 0.05). (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kebermaknaan hidup (rxy = 0.528, sign. 0.003 < 0.05). (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kebermaknaan hidup (R = 0.691, R square = 0.478, sign. 0.000 < 0.05). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) Sebaiknya ODHA dapat mengikuti dengan aktif dalam kegiatan LSM yang telah disarankan oleh pihak rumah sakit dan juga memanfaatkan fasilitas konseling berkelanjutan di rumah sakit, sehingga memiliki efikasi diri yang tinggi dan juga akan mendapatkan dukungan dari orang-orang yang signifikan (psikolog, dokter, teman sebaya) agar hidupnya semakin bermakna. (2) Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah metode pengambilan data dengan memadukan antara self-report, observasi, wawancara, dan dapat berupa desain eksperimental, serta memperluas subyek penelitian. Selain itu diperlukan memperbanyak item penelitian dalam skala serta memperhatikan faktor-faktor lain dalam diri ODHA yaitu religiusitas dan kepribadian. Dengan begitu diharapkan hasil penelitian akan lebih kaya dan mencapai hasil yang maksimal dan representatif.
Pengaruh Metode Dongeng Interaktif Untuk Meningkatkan Moral Judgement Pada Anak Usia 5-6 Tahun
ABSTRAK Krisfida, Ribut. 2013. Pengaruh Metode Dongeng Interaktif Untuk Meningkatkan Moral Judgement Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi, (II) Indah Suhanti, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: dongeng interaktif, moral judgement, anak usia 5-6 tahun. Pada masa ini anak-anak belum memiliki pandangan pertimbangan-pertimbangan tentang perbuatan benar dan salah. Anak-anak perlu dibimbing dan didampangi dalam mengembangkan konsep tentang pertimbangan moralnya. Dongeng sebagai media pembelajaran moral sangat sesuai dengan dunia anak yang bebas dan penuh imaginasi. Dongeng dapat menambah pengalaman anak untuk belajar moral dari cerita yang didongengkan. Berkaitan hal itu, maka diperlukan penelitian tentang dongeng interaktif untuk meningkatkan moral judgement tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh metode dongeng interaktif untuk meningkatkan moral judegment pada anak usia 5-6 tahun. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian nonrandomized pretest-posttest control group design. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah berupa wawancara semi terstruktur dengan cerita dilema-dilema moral. Penelitian ini adalah penelitian nonparametrik dengan subjek penelitian yaitu 20 subjek. Analisis data dilakukan dua kali yaitu dengan analisis statistik deskriptif dan analisis uji hipotesa. Analisis uji hipotesa menggunakan formula wilcoxon signed rank test dan uji eta. Hasil uji wilcoxon signed rank test pada kelompok kontrol didapatkan nilai dengan signifikansi .088. Oleh karena itu signifikansi thitung lebih dari 0,05 (sig >0,05), maka dapat diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari mean skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Sementara itu, hasil uji wilcoxon signed rank test pada kelompok eksperimen didapatkan nilai dengan signifikansi 0,028. Oleh karena itu signifikansi thitung kurang dari 0,05 (si
PERBEDAAN POLA PIKIR KEWIRAUSAHAAN DAN ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG YANG BERORIENTASI TERHADAP PENCIPTA LAPANGAN KERJA DAN PENCARI KERJA
ABSTRAKLulusan Perguruan Tinggi di Indonesia, pada umumnya lebih memilih sebagai pencari kerja daripada pencipta lapangan pekerjaan. Kewirausahaan merupakan proses dalam menciptakan sesuatu yang berbeda dan bernilai,. Pola pikir kewirausahaan menggambarkan cara berpikir inovatif dan energik yang memanfaatkan peluang dan bertindak untuk mewujudkan peluang tersebut. Adversity quotient merupakan suatu kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang keberhasilan untuk mencapai tujuan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaan pola pikir kewirausahaan dan adversity quotient antara mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang sebagai pencipta lapangan kerja dan pencari kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan metode penelitian ANOVA (F-test). Terdapat 2 populasi yang digunakan sebagai penelitian, yakni populasi 1 yaitu pencipta lapangan kerja dan populasi 2 yaitu pencari kerja di kalangan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Dalam penelitian ini, variabel pola pikir kewirausahaan diperoleh keputusan terima H0, karena Sig (0,164) > α (0,05) sedangkan adversity quotient adalah terima H0, karena Sig (0,392) > α (0,05). Sehingga Pola pikir kewirausahaan dan adversity quotient antara mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang yang berorientasi sebagai pencipta lapangan kerja dan pencari kerja adalah tidak memiliki perbedaan atau dapat dikatakan sama.Kata kunci: pola pikir kewirausahaan, adversity quotient