Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Pengembangan Permainan “My Kingdom” untuk Mengurangi Perilaku Agresi pada Siswa-siswi di Taman Belajar PAU untuk Mengurangi Perilaku Agresi pada Siswa-siswi di Taman Belajar PAUD Arema

    No full text
    ABSTRAK   Dewi, Ayu Paramitha. 2013. Pengembangan Permainan “My Kingdom” untuk Mengurangi Perilaku Agresi pada Siswa-siswi di Taman Belajar PAUD Arema Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Indah Yasminum Suhanti, S. Psi., M.Psi.   Kata kunci: Perilaku Agresi Anak, Permainan My Kingdom   Agresivitas adalah sebuah perilaku yang hampir menjadi bagian tak terelakan di masa usia dini. Penanganan yang tepat terhadap perilaku ini dapat menghindarkan keberlanjutan Agresivitas di usia anak, remaja bahkan dewasa. Perlu diketahui juga bahwa salah satu point penting dalam aspek perkembangan sosio-emosional pada masa awal masa kanak-kanak adalah memperhalus perilaku sosialnya dan mempelajari pola perilaku baru yang lebih dapat diterima oleh kelompok teman-temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah permainan My Kingdom dapat mengurangi perilaku agresi anak usia dini.  Permainan dipilih sebagai sarana, karena selain menyesuaikan dengan tahapan perkembangan mereka yang merupakan usia bermain. Permainan My Kingdom merupakan permainan pura-pura yang sesuai dengan tahapan bermain anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimen dengan dengan membagi subjek menjadi dua, sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Design ekperimen penelitian ini adalah nonrandomize pretest-posttest control group design, dimana dua kelompok subjek yakni kontrol dan eksperimen masing–masing dilakukan observasi sebagai data pretest dan posttest. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa permainan My Kingdom untuk mengurangi perilaku agresi pada anak, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan atau treatment. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Skala Agresi Anak yang dikembangan dari teori Ormrod (2008) tentang agresi pada anak. Skala ini memiliki 36 item valid yang digunakan sebagai pretest dan posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 26 siswa-siswi taman belajar PAUD Arema. Subjek dibagi menjadi 2, yakni 13 siswa sebagai kelompok kontrol dan 13 siswa sebagai kelompok eksperimen. Hasil analisis statistik yang diperoleh dari data pretest dan posttest  dengan analisis wilcoxon signed rank test dengan taraf signifikansi di atas 0,05 menunjukkan hasil pretest dan posttest  kelompok kontrol 0,056 dan pretest dan posttest  kelompok eksperimen 0,622, yang berarti keduanya tidak signifikan. Sedangkan berdasarkan hasil analisis, permainan My Kingdom tidak efektif untuk menurunkan frekuensi perilaku agresi. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil analisis Mann-Whitney U dengan taraf signifikansi di atas 0,05, antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang tidak signifikan, yaitu 0,589, sedangkan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen juga menunjukkan hasil  tidak signifikan, yaitu 0,315 Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk memperhatikan faktor-faktor lain pemicu perilaku agresi dan memperhatikan lamanya perlakuan agar lebih efektif.

    PERBEDAAN PERILAKU KESELAMATAN KERJA ANTARA SHIFT KERJA PAGI DENGAN SHIFT KERJA MALAM PADA KARYAWAN PT. SASA INTI

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Ardhisa Rika Yuniar. 2013. Perbedaan Perilaku Keselamatan Kerja antara Shift Pagi dan Malam di PT.Sasa Inti.Skripsi.Jurusan Pendidikan Psikologi. Pembimbing (1) Dr.Hj.Tutut Chusniyah.M.Si ,(2) Ika Andrini Farida,S.Psi, M.Psi   Kata Kunci : Perilaku Keselamatan Kerja,Shift Kerja   Pekerja  sebagai  sumber  daya  di  perusahaan  perlu  mendapatkan  perhatian  dalam bentuk  perlindungan  dalam  bekerja  agar  terhindar  dari  kecelakaan kerja. Keselamatan kerja merupakan  salah satu faktor  yang  dapat  mendorong  pekerja  untuk  bekerja  dengan aman.  Oleh  karena  itu, setiap  pekerja  perlu  mengerti  dan  memahami  tentang  maksud  dan  tujuan  keselamatan kerja,  agar  mereka  dapat  memiliki perilaku yang  positif  tentang  hal  ini. Desain penelitian ini adalah bersifat membedakan dua variabel yang terdiri dari perilaku keselamatan kerja ( y) dan shift kerja (x). Berdasarkan hasil pengujian analisis deskriptif diperoleh mean untuk shift pagi sebesar 52,03 sedangkan shift malam sebesar 50,20, untuk uji asumsi distribusi normal menggunakan kolmogorov smirnof menggunakan SPSS pada taraf signifikan 5% diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,305. Untuk asumsi homogenitas varians diperoleh hasil sebesar 0,452 kemudian pada pengujian perbedaan menggunakan (t-test) diperoleh hasil signifikansi sebesar (0.026 > α (0,05) yang menunjukkan hasil bahwa ada perbedaan signifikan pada perilaku keselamatan kerja antara shift kerja pagi dan malam.

    Hubungan antara Percaya Diri dan Konformitas dengan Perilaku Konsumtif TerhadapProduk Kosmetik Pada Remaja Putri SMAN 7 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Dachniarti, Arfienda. 2013. Hubungan antara Percaya Diri dan Konformitas dengan Perilaku Konsumtif TerhadapProduk Kosmetik Pada Remaja Putri SMAN 7 Malang. Skripsi, Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi., (II) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci : percaya diri, konformitas Dan perilaku konsumtif   Percaya diri adalah seberapa tinggi keyakinan dan sikap positif yang dimiliki individu untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan atau situasi yang dihadapinya. Konformitas adalah kecenderungan menyesuaikan atau meniru keyakinan atau  tingkah laku terhadap norma-norma atau standar kelompok karena adanya tekanan kelompok baik secara nyata maupun bayangan, konformitas dapat diindikasikan melalui aspek-aspek seperti  kekompakan, kesepakatan, dan ketaatan. Perilaku konsumtif adalah merupakan suatu perilaku membeli dan menggunakan barang yang tidak didasarkan pada pertimbangan yang rasional dan memiliki kencenderungan untuk mengkonsumsi sesuatu tanpa batas dimana individu lebih mementingkan faktor keinginan dari pada kebutuhan serta ditandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan, pengunaan  segala hal yang paling mewah yang memberikan kepuasan dan kenyamanan fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik pada 55 remaja putri. Berdasarkan hasil analisis korelasi maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubunganantara percaya diri dengan perilaku konsumtif dengan signifikansi (rxy) sebesar 0,022 dan tidak terdapat hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif dengan signifikansi (rxy) sebesar 0,294. Dari hasil penelitian bagi remaja putri, diharapkan dapat memahami percaya diri dan konformitas yang dimiliki agar dapat mengatasi kesulitan atau tuntutan dari luar dengan mudah. Bagi Universitas, layanan konsultasi bagi para remaja dapat ditingkat lagi agar  remaja  memperoleh tempat yang sesuai untuk mengungkapkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar memperluas wilayah penelitian sehingga menambah populasi penelitian karena penelitian ini terbatas hanya pada remaja putri SMAN 7 Malang dan melakukan penelitian dengan variabel yang berbeda yang berpengaruh terhadap perilaku konsumtif

    Perbedaan Tingkat Kebahagiaan Narapidana Ditinjau dari Kelompok Pembinaan Keterampilan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rohmawati, Cince. 2013. Perbedaan Tingkat Kebahagiaan Narapidana Ditinjau  dari Kelompok Pembinaan Keterampilan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Moh. Irtadji, M. Si, (2) Ninik Setiyowati, S. Psi, M. Psi.   Kata kunci: tingkat kebahagiaan, narapidana, pembinaan keterampilan kerja.   Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah salah satu lembaga yang didirikan oleh negara sebagai tempat untuk membina serta memasyarakatkan orang-orang terpidana agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar Lapas setelah mereka selesai menjalani pidananya. Salah satu pembinaan yang dilakukan Lapas adalah pembinaan keterampilan kerja. Pembinaan ini juga dilakukan di Lembaga Pemasyawakatan Wanita (LPW) Klas IIA Malang. Dalam rangka pembinaan ini narapidana terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu tamping yang bertugas membantu petugas LPW; pekerja kebersihan yang bertugas menjaga kebersihan LPW; serta pekerja keterampilan yang bertugas membuat kerajinan tangan dan nantinya untuk dijual. Perbedaan kelompok pembinaan keterampilan kerja ini membuat hak, kewajiban, serta kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan berbeda. Perbedaan-perbedaan ini mungkin saja membuat satu kelompok lebih merasa bahagia daripada kelompok lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kebahagiaan narapidana dan melihat perbedaan tingkat kebahagiaan narapidana yang bekerja sebagai tamping, pekerja kebersihan, dan pekerja keterampilan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Subjek penelitian adalah 90 narapidana yang terdiri dari 30 tamping, 30 pekerja kebersihan, dan 30 pekerja keterampilan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kebahagiaan (α = 0,807). Analisis uji beda dilakukan dengan menggunakan ststistik nonparametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pekerja kebersihan memiliki mean kelompok paling tinggi dibandingkan dengan kelompok tamping dan pekerja kebersihan. Sebanyak 6,6% narapidana merasa kurang bahagia, 71% narapidana merasa bahagia, dan 25% narapidana sangat bahagia. Kemudian ditemukan tidak ada perbedaan tingkat kebahagiaan antara tamping, pekerja kebersihan, dan keterampilan (H = 0,313; sig. > 0,05). Berdasarkan penelitian ini diharapkan LPW Klas IIA Malang memberikan tugas yang lebih variatif serta menambah area bengkel kerja kepada narapidana; dan ilmuwan psikologi melakukan pendampingan kepada narapidana agar mereka mampu menerima masa lalunya.

    Pengembangan Buku Panduan Pertolongan Pertama pada Cedera Olahraga Sepakbola untuk Pelatih Sekolah Sepak Bola di Mlang Raya

    No full text
    ABSTRAK   Laksono, Idham Bintoro Sakti. 2013. Pengembangan Buku Panduan Pertolongan Pertama pada Cedera Olahraga Sepakbola untuk Pelatih Sekolah Sepak Bola di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) dr. H. Moch Yunus, M.Kes, (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S.   Kata Kunci: Pengembangan, Buku Buku Panduan, Cedera Olahraga Sepakbola   Sepakbola merupakan olahraga yang memiliki tingkat resiko cedera yang besar. Dalam proses perkembangannya, pembinaan sepakbola dilakukan di Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terdapat di banyak daerah, salah satunya adalah Malang Raya. Berdasarkan observasi awal, peneliti melakukan survei  pemahaman pelatih SSB terhadap cedera olahraga. Survei tersebut dilakukan dengan analisis kebutuhan menggunakan angket kepada sampel pelatih SSB Lawang di Kabupaten Malang dan SSB Merah Putih di Kota Malang dengan total 10 pelatih selama bulan Oktober 2012. Hasil analisis kebutuhan, peneliti memperoleh temuan yaitu 100% anak didik (siswa SSB) pernah mengalami cedera, 100% pelatih memberikan pertolongan pertama pada siswa yang cedera, 50% pelatih merawat siswanya yang mengalami cedera, 50% pelatih tidak dapat memberikan pertolongan cedera sesuai prosedur medis, 80% pelatih perlu untuk mampu menangani cedera, 60% pelatih pernah mempelajari pertolongan pertama, 60% pelatih menggunakan buku sebagai media, 70% pelatih memerlukan panduan mengatasi cedera. Berdasarkan analisis kebutuhan, peneliti mengembangkan buku panduan Pertolongan Pertama pada Cedera Olahraga Sepakbola. Langkah yang dilakukan peneliti yaitu mengacu pada langkah Borg dan Gall. Dari 10 langkah Borg dan Gall, peneliti menggunakan 7 langkah yaitu: 1) Pengumpulan informasi dan analisis kebutuhan, 2) Perencanaan dan pembuatan rancangan produk, 3) Pengembangan produk awal, 4) Uji coba kelopok kecil, 5) Revisi produk pertama, 6) Uji coba kelompok besar, 7) Revisi produk kedua. Dalam proses pengembangan produk, produk tersebut dievaluasi oleh ahli pengembangan media dan ahli pertolongan pertama cedera olahraga. Hasil evaluasi ahli tersebut sangat valid dengan kriteria pencapaian untuk evaluasi ahli pengembangan media 95% dan ahli pertolongan pertama cedera olahraga 89%, sehingga produk dapat digunakan untuk uji coba kelompok kecil tanpa adanya revisi. Uji coba kelompok kecil dilakukan di SSB Lawang (Kabupaten Malang) dengan 7 sampel dan diperoleh hasil 82,07%.  Hasil uji coba tersebut masuk dalam kategori cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil. Uji coba kelompok besar dilakukan di 5 SSB di Malang Raya yaitu SSB Lawang (Kabupaten Malang), SSB Merah Putih, SSB Unibraw 82 (Kota Malang) dan SSB Temas United (Kota Batu) dengan total 25 subyek pelatih dan diperoleh persentase rata-rata 83,79%. Hasil   uji coba tersebut masuk dalam kategori cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil. Setelah revisi kecil maka buku Pertolongan Pertama pada Cedera Olahraga Sepakbola  dapat digunakan oleh  pelatih SSB di Malang Raya.

    STUDI FENOMENOLOGIS DISONANSI KOGNITF PADA PRIA GIGOLO

    No full text
    ABSTRAK   Arifin, Mocahmmad Samsul. 2013. Studi Fenomenologis Disonansi Kognitif Pada Pada Pria Gigolo. Skripsi, Jurusan Psikologi FPPsi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi (II) Moh. Bisri M.Si        Kata Kunci : fenomenologis, disonansi, gigolo   Salah satu fenomena sosial yang sudah sejak awal diciptaknnya manusia adalah prostitusi, dan fenomena tersebut hingga saat ini belum bisa diatasi, bahkan secara kuantitas justru meningkat dan penyebarannya semakin merata hampir di seluruh dunia.  Perkembangan zaman yang dipenuhi dengan model kapitalisme memberikan dampak pergeseran di segala kehidupan. Termasuk pergeseran nilai-nilai kehidupan berupa sosial, ekonomi, estetika, agama bahkan seksualitas. Pergeseran nilai ini memunculkan pergeseran perilaku yang salah satunya adalah munculnya gigolo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model fenomenologis. Peneliti melakukan interaksi langsung dengan 3 subyek penelitian yang pelaksanaan wawancaranya berada di kota Sidoarjo dan Surabaya. Alat pengumpul data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Triangulasi Data Hasil penelitian ini mendapatkan  dua orang subyek menjadi seorang gigolo dikarenakan akan terdesaknya kebutuhan ekonomi yang dirasakannya kurang untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya, sedangkan satu subyek lainnya bahwa ia menjadi seorang gigolo karena ingin mendapatkan materi tanpa merepotkan kedua orangtuanya dan dapat menyalurkan hasrat kebutuhan biologisnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bahwa kedua subyek yang berhenti menjadi seorang gigolo tetap mempertahankannya, dan untuk satu subyek yang belum berhenti dari seorang gigolo  diharapkan subyek mau belajar untuk bagaiman berhenti menjadi gigolo dengan meminta saran dan pertimbangan kepada subyek yang telah berhenti menjadi seorang gigolo, dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan maupun keahlian lain subyek yang dimilikiny

    Hubungan Pola Asuh Authoritative dengan Perilaku Prososial Siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Febriyani, Dian. 2013. Hubungan Pola Asuh Authoritative dengan Perilaku Prososial Siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Si., (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.   Kata Kunci: pola asuh authoritative, perilaku prososial   Pola asuh authoritative merupakan pola pengasuhan orang tua yang memberikan kebebasan pada anak sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditentukan bersama. Perilaku prososial merupakan tindakan yang ditujukan untuk memberikan keuntungan bagi orang lain dan orang yang menolong akan merasa bahwa seseorang yang ditolongnya lebih sejahtera. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial adalah pola asuh orang tua terutama  pola asuh authoritative. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya perilaku prososial remaja seperti tidak bersedianya meminjami alat tulis, tidak bersedia berbagi makanan, atau tidak peduli pada seseorang yang membutuhkan pertolongan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang dengan sampel sebanyak 142 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode skala dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis Korelasi Product Moment untuk menganalisis hubungan antara pola asuh authoritative dengan perilaku prososial. Hasil penelitian ini menunjukkan 5 siswa (3%) memiliki pola asuh authoritative sangat tinggi, 42 siswa (30%) memiliki pola asuh authoritative tinggi, 48 siswa (34%) memiliki pola asuh authoritative sedang, 37 siswa (26%) memiliki pola asuh authoritative rendah dan 10 siswa (7%) memiliki pola asuh authoritative sangat rendah dengan reliabilitas pengukuran pola asuh authoritative (α=0,942). Sedangkan 6 siswa (4%) memiliki perilaku prososial sangat tinggi, 35 siswa (25%) memiliki perilaku prososial tinggi, 47 siswa (33%) memiliki perilaku prososial sedang, 46 siswa (32%) memiliki perilaku prososial rendah dan 8 siswa (6%) memiliki perilaku prososial sangat rendah dengan reliabilitas pengukuran skala prososial (α=0,927). Perolehan koefisien korelasi anatar X dan Y sebesar 0,368 dengan probabilitas Phitung≤Pstandar (0,000 < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh authoritative dengan perilaku prososial siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala pola asuh authoritative maupun skala perilaku prososial sehingga dapat mengurangi kemungkinan untuk subjek memberikan respon yang normatif serta menambah atau mengganti variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi perilaku prososial anak. Serta diadakan penelitian kembali dengan sampel yang lebih luas dan pengukuran yang lebih akurat dan reliabel.

    HUBUNGAN CITRA TUBUH, PENGETAHUAN PERILAKU MAKAN SEHAT DAN NIAT MELAKUKAN DIET PADA IBU RUMAH TANGGA YANG MENGALAMI OBESITAS DI KELURAHAN SUMBERSARI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Faizah, Ida Nur. 2013. Hubungan Citra Tubuh, Pengetahuan Perilaku Makan Sehat dan Niat Melakukan Diet pada Ibu Rumah Tangga yang Mengalami Obesitas di Kelurahan Sumbersari Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Pravissi Shanti S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: citra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat, niat melakukan diet, ibu rumah tangga, obesitas.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan niat melakukan diet, hubungan pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet, serta hubungancitra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas di kelurahan Sumbersarikota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Data penelitian berupa data primer dari skala dan tes prestasi yang dikembangkan oleh peneliti. Untuk mengukurvariabel citra tubuh peneliti memakai skala citra tubuh, untuk pengetahuan perilaku makan sehat menggunakan tes pengetahuan  PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang), serta pada niat melakukan dietmenggunakan skala niat melakukan diet. Tiap instrumendisebarkan kepada 46 sampel ibu rumah tangga yang mengalami obesitas pada kelurahan Sumbersari RW I, RW III, dan RW V dengan tekniktryoutterpakaidisebabkan tidak adanya data statistik tertulis mengenai penderita obesitas. Sedangkan sampling insidental digunakan menentukan sampel berdasarkan kebetulan yang ditemui sesuai karakter yang ditentukan. Karakter subjek penelitian ini adalah:berstatus ibu rumah tangga, usia 16-45 tahun, dan memiliki IMT (Indeks Masa Tubuh) diatas 30.Hasil uji validitas pada skala citra tubuhmenunjukan terdapat 19 aitem valid dari 40 aitem dengan reliabilitas 0,735. Pada tes pengetahuan PUGS menunjukan terdapat 19 aitem valid dari 39 aitemdengan reliabilitas sebesar 0,579.Danpada skala niat melakukan diet terdapat 35 aitem validdari 40 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,929. Berdasar hasil analisa data dari penelitian ini diperoleh 6 kesimpulan: (1)  sebagian besar ibu rumah tangga memiliki citra tubuh tinggi, (2)seluruh ibu rumah tangga memiliki tingkat pengetahuan perilaku makan sehat rendah, (3) sebagian besar ibu rumah tangga memiliki tingkat niat melakukan diet tinggi, (4) ada hubungan negatif antara citra tubuh dan niat melakukan diet, (5)  ada hubungan positif antara pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet, (6)  ada hubungan yang cukup kuat antara citra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas di kelurahan Sumbersarikota Malang. Saran pada peneliti selanjutnya yang ingin membahas tentang citra tubuh, pengetahuan perilaku makan sehat dan niat melakukan diet pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas adalah;dapat mengembangkan alat ukur, penambahan variabel atau populasi penelitian, serta mengubah metode dalam penelitian. Disamping itu, penelitian ini dapat berupa penelitian eksperimen dengan memberikan treatment (seperti; excercise based intervention dan psychoterapeutic based program) untuk mengurangi ketidakpuasan citra tubuh, serta meningkatkan pengetahuan perilaku makan sehat pada ibu rumah tangga yang mengalami obesitas

    Kecemasan Pasangan Usia Subur (PUS) Pada Penggunaan Alat Kontrasepsi Di Bidan Praktek Swasta (BPS) "Ana Pantiani" Desa Kedawung Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Kinanthi, Ajeng. 2013. Kecemasan Pada Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Bidan Praktek Swasta (BPS) “Ana Pantiani” Desa Kedawung Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Psi, (II) Indah Yasminum Suhanti, M.Psi.   Kata Kunci: kecemasan, penggunaan alat kontrasepsi, pasangan usia subur   Kontrasepsi merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mencegah pembuahan sehingga tidak terjadi kehamilan. Negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki jumlah penduduk besar mendukung program kontrasepsi untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk,  menekan angka kematian ibu dan anak, dan untuk meningkatkan kesejahteraaan keluarga. Dalam hal ini pemerintah Indonesia menyelenggarakan program Keluarga Berencana (KB) melalui pengaturan kelahiran. Hal ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu PUS (Pasangan Usia Subur) untuk meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi. Namun disisi lain ibu-ibu PUS mengalami suatu kekhawatiran terhadap efek samping dari setiap jenis alat kontrasepsi KB yang akan dipilih dan digunakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu tentang kecemasan terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada Pasangan Usia Suburdi Desa Kedawung.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus,  maka penelaahannya dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi. Subjek penelitian dalam studi kasus ini yaitu: Ibu-ibu akseptor KB,  Pasangan Usia Subur, dan bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data,  diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Gambaran kecemasan Pasangan Usia Subur (PUS) penggunaan alat kontrasepsi di Bidan Praktek Swasta (BPS) "ANA PANTIANI" Desa Kedawung dapat dilihat pada subjek penelitian berikut: Kecemasan pada keempat subjek A, B, C, dan D memiliki jenis kecemasan tipe ringan. Dimana keempat subjek dapat mengatakan pengalaman masalalu setelah menggunakan alat kontrasepsi,  pemahaman subjek tentang alat kontrasepsi adalah alat untuk mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma.         Terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam penggunaan alat kontrasepsi, yaitu: Kecemasan pada keempat subjek sangat bervariasi. Faktor dari dalam subjek berupa masa haid yang tidak teratur, badan gemuk, ada flat hitam diwajah, pusing-pusing, mual-mual saat menggunakan alat kontrasepsi. Gejala-gejala cemas/tidak nyaman yang muncul ketika menggunakan alat kontrasepsi KB membuatnya takut mengalami perubahan fisik dan kesehatan. Saran yang dikemukakan adalah agar pengetahuan dan wawasan kepada pasangan usia subur sehingga dapat mengurangi kecemasan dalam penggunaan alat kontrasepsi, sebab alat kontrasepsi tersebut telah terbukti dapat berfungsi dengan baik dengan cara mendatangi tenaga medis dan menanyakan jenis alat kontrasepsi mana yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Psikolog agar bersedia berpartisipasi mencarikan solusi mengenai masalah kecemasan pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi

    EFEKTIVITAS PENDAMPINGAN KEGIATAN MENGGAMBAR (DENGAN MODIFIKASI ART THERAPY) SEGABAI MEDIA KATARSIS TERHADAP AGRESIVITAS NARAPIDANA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KLAS IIA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Imami, Alfathika Dwi. 2013. Efektivitas Pendampingan Kegiatan Menggambar (Dengan Modifikasi Art Therapy) sebagai Media Katarsis terhadap Agresivitas Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Blitar. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi.,  (II) Ninik Setiyowati, S. Psi., M.Psi.   Kata kunci: menggambar, modifikasi art therapy, katarsis, agresivitas   Kecenderungan perilaku agresi kerap terjadi antar narapidana di lembaga pemasyarakatan. Meskipun yang mereka lakukan jarang sekali berupa perilaku agresi fisik, tetapi mereka sering sekali melakukan perilaku agresi verbal. Perilaku agresi merupakan perilaku fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Salah satu terobosan dalam pengendalian agresi ialah menggunakan modifikasi art therapy berupa kegiatan menggambar. Penerapan kegiatan menggambar dengan modifikasi metode art therapy yang dilakukan pada narapidana diharapkan dapat dijadikan sebagai media katarsis un-tuk menyalurkan atau bahkan mengurangi agresi yang dilakukan oleh narapi-dana.Melalui kegiatan menggambar, narapidana juga mendapatkan setidaknya wadah untuk menyalurkan pikiran serta emosinya dan jugadapat meningkatkan kreativitas narapidana. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain eksperimen pretest-posttest non-equivalen control group design.Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria subjek merupakan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Blitar yang mengikuti program sekolah. Dari 30 orang yang diukur tingkat agresivitasnya melalui skala agresi, didapatkan 7 orang dengan agresi sangat tinggi, 8 orang dengan agresi tinggi, 9 orang dengan agresi rendah, dan 6 orang dengan agresi sangat rendah. Peneliti mengambil sampel pada orang-orang yang termasuk dalam kategori agresivitas sangat tinggi dan tinggi dengan jumlah 15 orang. Kemudian sampel dibagi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, sedangkan untuk kategori agresi rendah dan sangat rendah tidak digu-nakan dalam penelitian ini. Treatment kemudian diberikan dengan modifikasi art therapy, yaitu peneliti memberikan kegiatan menggambar hanya sebatas pemberian media katarsis bagi narapidana. Tema yang digunakan dalam pemberian perlakuan ini sesuai dengan teori dari art therapy. Kesesuaian pemilihan tema pada perlakuan ini dinilai oleh professional judgement. Treatment dilakukan selama 6 hari beturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan kegiatan meng-gam-bar (dengan metode art therapy) tidak efektif sebagai media katarsis terhadap pe-nurunan tingkat agresivitas. Hal ini dikarenakan adanya varibel sekunder (terlalu banyak intervensi yang dilakukan oleh pihak LAPAS kepada peneliti maupun na-rapidana saat proses eksperimen berlangsung) yang tidak dapat dikontrol oleh pe-neliti. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan treatment dilakukan oleh tenaga professional agar hasil lebih maksimal, memperbanyak subjek dan lebih ketat dalam mengontrol variabel sekunder yang mungkin muncul.

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇