Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Pengaruh Permainan Congklak sebagai Media untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Al-Maarif 01 Singosari

    No full text
    ABSTRAK   Bisri, Anisa Nur Hidayah. 2013. Pengaruh Permainan Congklak sebagai Media untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Al-Maarif 01 Singosari. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Fattah Hidayat, S.E, S.Psi, M.Si (II) Drs. Moh Bisri, M.Si   Kata Kunci: permainan congklak, motorik halus, anak usia 4-5 tahun   Kemampuan motorik halus anak pada usia 4-5 tahun seharusnya sudah berkembang sesuai dengan tahapan usianya. Pada tahapan ini anak seharusnya sudah bisa menggunakan pensil, menggambar, memotong dengan gunting, dan menulis. Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di TK Al-Maarif Singosari didapatkan data 30% dari 63 siswanya kemampuan motorik halusnya masih rendah terutama dalam kegiatan menulis untuk anak usia dini, cara memegang pensil yang kurang tepat, menjiplak bentuk atau garis yang belum rapi, dan menyusun puzzle yang masih membutuhkan bimbingan. Terkait dengan karakteristuik anak usia 4-5 tahun sebagai usia bermain maka pemberian stimulasi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus bisa melalui permainan. Permainan congklak merupakan permainan edukatif bisa digunakan sebagai alternatif untuk menstimulasi kemampuan motorik halus. Motorik halus dalam penelitian ini dibatasi pada kemampuan menulis anak usia dini.   Rancangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimen quasi dengan menggunakan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 13 siswa kelas A TK Al-Maarif Singosari yang memiliki rentang usia 4-5 tahun. Instrumen dalam penelitian ini adalah alat permainan congklak sebagai media eksperimen dan tulisan yang terdiri dari 5 suku kata sebagai soal pretest dan posttest. Aspek yang diukur dalam kegiatan menulis ini meliputi kemampuan memegang alat tulis, kemandirian, dan kerapian tulisan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test sebagai analisis uji hipotesa. Permainan congklak ini bisa mempengaruhi kemampuan motorik halus anak. Sedangkan jika dianalisis berdasarkan aspeknya, untuk aspek kemampuan memegang alat tulis dan kemandirian dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Untuk aspek kerapian menulis tidak terdapat pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk menggunakan penelitian eksperimen murni sehingga hasil penelitian bisa digeneralisasikan. Penambahan subjek juga perlu dilakukan agar bisa menggunakan teknik statsitik parametrik. Ketersediaan tempat dan fasilitas perlu diperhatikan agar proses eskperimen bisa berjalan dengan maksimal

    HUBUNGAN ANTARA IDENTIFIKASI TERHADAP IDOLA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA

    No full text
    ABSTRAK   Mauludiah, Denok. 2013. Hubungan Antara Identifikasi Terhadap Idola dengan Konsep Diri pada Remaja. Skripsi, Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Hj Sri Weni Utami,M.Si (II) Drs. Fattah Hidayat, S.E, S.Psi, M.Si   Kata Kunci: Konsep Diri, Identifikasi, Idola   Remaja adalah proses pencarian jati diri. Jati diri ini terbentuk pula oleh bagaimana konsep diri remaja. Konsep diri yang positif akan mengakibatkan perilaku yang positif pula, demikian sebaliknya. Pada proses pembentukan konsep diri, banyak hal yang mempengaruhi, diantaranya adalah lingkungan sekitar, seperti orang tua, teman dan masyarakat. Idola juga memiliki peranan penting dalam kehidupan remaja. Dimana idola dapat menjadi acuan bagaimana seorang remaja bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Proses identifikasi terhadap idola dilakukan remaja dengan cara meniru gaya berpakaian, berbicara dan berperilaku. Hal ini bisa jadi bersifat positif atau negatif, mengingat tidak semua tokoh idola berperilaku baik, dan remaja yang masih cenderung tidak berfikir jauh dalam bertindak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran remaja yang mengidentifikasi idola. (2) memperoleh gambaran mengenai konsep diri pada remaja (3) mengetahui hubungan antara identifikasi terhadap idola dengan konsep diri pada remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian sebanyak 60 siswa pada SMK Negeri 9 Malang dengan tehnik pengambilan sampel Random Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner identifikasi terhadap idola dan skala konsep diri. Dalam penelitian ini perhitungan reliabilitas menggunakan rumus Alpha cronbach dan validitas item menggunakan konsistensi internal dengan tehnik korelasi Pearson. Perhitungan menggunakan bantuan SPSS 17.0 for windows. Hasil pada kuesioner identifikasi terhadap idola didapatkan reliabilitas sebesar 0,811. Pada skala konsep diri didapatkan reliabilitas sebesar 0,814. Hasil dari penelitian diperolah (1) Identifikasi terhadap idola berada pada kualifikasi tinggi (25%), sedang (70%) dan rendah (5%), (2) Konsep diri remaja berada pada kualifikasi tinggi (25%), sedang (65%) dan rendah (0%) dan (3) dengan menggunakan korelasi pearson antara identifikasi terhadap idola dengan konsep diri pada remaja memiliki rxy = 0,035 dengan signifikansi (0,789>0,05) hal ini menunjukkan tidak ada hubugan antara identifikasi terhadap idola dengan konsep diri pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (1) Bagi remaja hendaknya lebih mengenali tokoh idola dengan tidak melakukan identifikasi secara berlebihan. Lebih banyak melakukan kegiatan positif, dan berperilaku positif pula, agar pembentukan konsep diri remaja menjadi positif pula dan dapat berakibat baik terhadap kehidupan remaja (2) Bagi orang tua hendaknya lebih dapat menjadi panutan yang baik bagi anak-anaknya supaya sang anak tidak terlalu mengidentifikasi orang lain. Memberikan kasih sayang, perhatian dan berbagai komentar positif  agar dapat membentuk konsep diri remaja yang positif (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian yang lebih lengkap dan komprehensif, dengan mengembangkan variabel lain yang mendukung penelitian ini.

    Hubungan Efikasi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Martyana, Lyna. 2013. Hubungan Efikasi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si (II) Drs. Mohammad Bisri, M. Si   Kata Kunci: efikasi diri, prokrastinasi akademik, siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang.   Era teknologi yang serba canggih saat ini memerlukan semangat berkompetisi, kecepatan, dan keunggulan manusia dalam bidangnya masing-masing. Siswa SMA diharapkan menggunakan waktu dengan efektif sehingga efisiensi waktu menjadi sangat penting, namun sampai sekarang masih dijumpai perilaku prokrastinasi akademik yang bisa menurunkan prestasi. Oleh sebab itu perlu peningkatan akan efikasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui efikasi diri pada siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. (2) mengetahui prokrastinasi akademik pada siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. (3) mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang sebanyak 90 orang yang terdiri dari 51 siswa kelas X dan 39 siswa kelas XI. Instrumen penelitian terdiri dari skala efikasi diri dan skala prokrastinasi akademik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang memiliki efikasi diri  pada kategori sedang yaitu sebanyak 60 orang (67%) dari 90 orang subjek, sebagian besar siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang memiliki prokrastinasi akademik pada kategori sedang sebanyak 56 orang (62%) dari 90 orang subjek. Selain itu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara  efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa  SMA Islam Diponegoro Wagir Malang dengan rxy= -0,547. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkat efikasi diri, maka prokrastinasi akademik akan semakin menurun, dan begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian  maka disarankan: (1) Bagi siswa SMA Islam Diponegoro, mengatur, mengolah aktivitasnya, dan yakin pada kemampuan sendiri agar mampu mengerjakan tugas khususnya tugas akademik sehingga selesai pada waktunya (2) Bagi guru Bimbingan dan Konseling SMA Islam Diponegoro Wagir Malang,  mengawasi dan membimbing kegiatan siswa dalam menyelesaiakan tugas akademik serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan efikasi diri siswa dalam format yang sesuai dengan strategi pengubahan sumber ekspektasi menurut teori Bandura (3) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang efikasi diri dan prokrastinasi akademik dengan metode penelitian kualitatif sehingga nantinya bisa dijadikan pelengkap maupun bisa dibandingkan hasilnya.

    Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa Baru Psikologi UM dan Nilai Prestasi dengan Harapan Kesuksesan

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Novita. 2013. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa Baru Psikologi UM terhadap Fakultas Pendidikan Psikologi dan Nilai Prestasi dengan Harapan Kesuksesan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi dan (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: persepsi terhadap Fakultas Pendidikan Psikologi, nilai prestasi, harapan kesuksesan   Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) adalah fakultas termuda diantara fakultas-fakultas yang lain di Universitas Negeri Malang dan mahasiswa psikologi UM angkatan 2012 adalah mahasiswa angkatan pertama yang merasakan mempelajari keilmuan psikologi di bawah naungan fakultas yang independen. Persepsi mahasiswa baru psikologi UM terhadap Fakultas Pendidikan Psikologi akan mempengaruhi proses pembelajaran mereka selama berada di perguruan tinggi. Apabila persepsi tersebut dikombinasikan dengan nilai prestasi yang mereka miliki sebagai pendorong atau tujuan untuk berhasil, maka kedua variabel ini akan menentukan harapan kesuksesan mahasiswa, terutama pada keyakinan mengenai seberapa baik kinerja yang akan mereka tunjukkan pada tugas selanjutnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa baru psikologi UM terhadap Fakultas Pendidikan Psikologi dan nilai prestasi dengan harapan kesuksesan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian deskriptif korelasional serta analisis korelasi berganda (multiple correlation). Subjek penelitian adalah 36 mahasiswa baru psikologi UM, yaitu mahasiswa psikologi angkatan 2012. Skala Persepsi Mahasiswa Baru Psikologi UM terhadap Fakultas Pendidikan Psikologi, Skala Nilai Prestasi, dan Skala Harapan Kesuksesan merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel dalam penelitian ini. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) tidak ada hubungan antara persepsi mahasiswa baru psikologi UM terhadap Fakultas Pendidikan Psikologi dengan harapan kesuksesan (rxy = 0,073, sign = 0,674 > α = 0,05), (2) ada hubungan antara nilai prestasi dengan harapan kesuksesan (rxy = 0,732, sign = 0,000 < α = 0,05), dan (3) ada hubungan antara persepsi mahasiswa baru psikologi UM terhadap Fakultas Pendidikan Psikologi dan nilai prestasi dengan harapan kesuksesan (R = 0,478, sign = 0,000 < α = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) mahasiswa baru psikologi UM mempertahankan persepsi positif terhadap Fakultas Pendidikan Psikologi serta mempertahankan nilai prestasi dan harapan kesuksesan pada kategori tinggi agar termotivasi untuk berprestasi dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, (2) Fakultas Pendidikan Psikologi memperbaiki dan meningkatkan kualitas aspek visi misi, kurikulum, dan pendanaan dan mencari tahu pengaruh keterkaitan antar aspek terhadap penyelenggaraan pendidikan, serta (3) peneliti selanjutnya menambah metode pengumpulan data dengan memadukan observasi dan wawancara untuk memperoleh gambaran lebih dalam tentang karakteristik subjek penelitian dan menambah variabel penelitian.

    KEEFEKTIVAN COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) UNTUK MENGHENTIKAN PERILAKU MEROKOK (STUDI EKSPRIMEN PADA PEROKOK AKTIF)

    No full text
    ABSTRAK   Aida, Farah. 2013. Keefektivan Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk     Menghentikan Perilaku Merokok (Studi Eksperimen pada Perokok Aktif).     Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri     Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Pravissi Shanti,     S.Psi., M.Psi   Kata kunci: kognisi, perilaku merokok, Cognitive Behavioural Therapy (CBT)   Perilaku merokok telah banyak diketahui menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama pada kesehatan. Pengetahuan yang dimiliki setiap orang, khususnya para perokok aktif tentang dampak perilaku merokok, pada kenyataannya belum tentu dapat menghilangkan perilaku tersebut. Adanya perbedaan aspek-aspek kognisi pada setiap orang yang meliputi thinking (berpikir), belief (keyakinan), expectancy (harapan), attitude (sikap), serta perception (persepsi) tentang perilaku merokok dan objek rokok itu sendiri, menyebabkan munculnya kecenderungan tindakan yang berbeda-beda pula. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengetahui kognisi yang berkembang pada perokok aktif tentang perilaku merokok, (2) mengetahui pengaruh perubahan kognisi terhadap perubahan perilaku merokok, dan (3) mengetahui keefektivan Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk menghentikan perilaku merokok. Desain yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang perokok aktif  dengan kriteria (1) sudah merokok minimal 5 tahun, (2) intensitas merokok setiap hari, (3) bukan alcoholic ataupun pengguna narkoba, (4) memiliki pengetahuan akan kerugian perilaku merokok,  (5) sulit menahan diri untuk tidak merokok, dan (6) memiliki keinginan untuk berhenti merokok. Ketiga subjek diberi perlakuan CBT yang mengacu pada modul/panduan terapi yang telah melalui Uji Ahli. Dalam proses CBT terdapat pre-test dan post-test dalam bentuk skala kognisi, pemantauan perilaku menggunakan Behaviour Rating Scale (BRS), serta Bubble Thought untuk mengidentifikasi thought dan irrational belief. BRS dianalisis menggunakan metode yang sama dengan Skala Kognisi yakni uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test, dengan menambahkan analisis secara deskriptif. Bubble Thought yang telah diisi oleh subjek dianalisis secara desriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aspek-aspek kognisi yang berkembang dalam diri perokok aktif  berbeda-beda, sesuai dengan pengalaman pribadi maupun dari lingkungan, (2) perubahan kognisi dapat menjadi pembuka jalan bagi perokok aktif untuk menghentikan perilaku merokok, dan (3) CBT tidak efektif untuk menghentikan perilaku merokok, dikarenakan perubahan kognisi dan perubahan perilaku yang tidak signifikan (Z = 0,180 dan Z = 0,102), serta kuatnya pembentukan perilaku oleh lingkungan

    Perbedaan Pengambilan Keputusan Karier Ditinjau Dari Jenis Kelamin Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK Putri, Cynthia Pratama. 2013. Perbedaan Pengambilan Keputusan Karier Ditinjau Dari Jenis Kelamin Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Malang.  Skripsi, Jurusan Psikologi FPPsi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci: pengambilan keputusan karier, jenis kelamin, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).   Tugas perkembangan masa remaja di antaranya ialah remaja mulai mengambil keputusan-keputusan tentang masa depan seperti memilih teman, studi lanjutan, dan karier. Namun, fakta menunjukkan bahwa kebanyakan remaja mengalami kebingungan ketika ditanya mengenai rencana karier yang akan dipilih. Pengambilan keputusan karier adalah Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menentukan dalam pengambilan keputusan karier siswa, yang salah satu di antaranya ialah jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengambilan keputusan karier siswa sekolah menengah atas ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis komparatif menggunakan independent sampel t-test. Penelitian ini memiliki 1 variabel terikat yaitu pengambilan keputusan karier dan 1 variabel bebas yaitu jenis kelamin. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 4 Malang sebanyak 114 orang dengan jumlah seimbang (57 laki-laki dan 57 perempuan) yang diambil dengan metode simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Pengambilan Keputusan Karier (α=0,994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengambilan keputusan karier siswa SMAN 4 Malang pada umumnya tergolong cukup (37,7%) dan kurang mampu (37,7%) dalam kemampuan pengambilan keputusan karier; (2) mean kelompok siswa laki-laki (Mlaki-laki=106,40) berada di atas mean total (Mtotal=103,33), sedangkan mean kelompok siswi perempuan (Mperempuan=100,26) yakni berada di bawah mean total; (3) ada perbedaan pengambilan keputusan karier siswa SMAN 4 Malang ditinjau dari jenis kelamin (sign.=0,020). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa siswa laki-laki dan siswa perempuan di SMAN 4 Malang memiliki pengambilan keputusan karier yang berbeda. Hal ini dapat dikarenakan adanya tugas-tugas perkembangan yang ditentukan oleh kebudayaan kelompok masyarakat yang dapat berbeda di berbagai bangsa. Orientasi dalam keluarga dan tanggung jawab individu berbeda antara laki-laki dan perempuan, yang juga berbeda di berbagai etnis. Umumnya masyarakat suku Jawa khususnya di kota Malang masih menganggap bahwa pria bertanggung jawab sebagai pekerja dan pencari nafkah bagi keluarga dan wanita memiliki tanggung jawab sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Hal itu dapat menjadi salah satu faktor penentu perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam kemampuan pengambilan keputusan karier. Saran bagi peneliti selanjutnya ialah menambahkan variabel yang dapat mempengaruhi variabel pengambilan keputusan karier sehingga variabel lain yang turut mempengaruhi dapat dikontrol, di antaranya variabel status sosial ekonomi orangtua dan/atau konsep diri siswa.

    PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA DITINJAU DARI POLA ASUH ORANGTUA PADA SISWA KELAS VIII di SMP NEGERI 2 TUREN

    No full text
    ABSTRAK   Permata, Oktavia. 2013. Perbedaan Kemampuan Komunikasi Siswa Ditinjau dari Pola Asuh Orangtua pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Turen. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (2) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci: kemampuan komunikasi interpersonal, pola asuh orangtua   Kemampuan komunikasi interpersonal merupakan kemampuan seseorang dalam menyampaikan dan menerima informasi atau pesan kepada orang lain sehingga menimbulkan reaksi umpan balik yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Banyak hal dapat mempengaruhi tingkat kemampuan komunikasi interpersonal seseorang, salah satunya adalah pola asuh yang diterapkan kepada anak. Pola asuh orangtua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis menggunakan One Way Anova. Penelitian ini memiliki 1 variabel terikat, yaitu kemampuan komunikasi interpersonal dengan 1 variabel bebas yaitu pola asuh orangtua. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E dan VIII G di SMP Negeri 2 Turen sebanyak 61 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kemampuan komunikasi interpersonal (α=0,885) dan skala pola asuh orangtua dengan reliabilitas tipe Authoritarian (α=0,913), Authoritative (α=0,933), Indulgent (α=0,899), Neglectful (α=0,909).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan komunikasi siswa ditinjau dari pola asuh orangtua (sig. 0,341). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan metode yang berbeda serta menambah atau mengganti variabel-variabel lainnya yang mungkin dapat mempengaruhi tingkat kemampuan komunikasi interpersonal, misalnya kematangan emosi pada siswa, jenis kelamin, usia, dan urutan kelahiran, yang mungkin dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap tingkat kemampuan komunikasi interpersonal siswa.

    STUDI KASUS TENTANG POLA BERPIKIR TRADISIONAL PADA PASANGAN SUAMI ISTRI YANG TIDAK MENGIKUTI PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB)

    No full text
    ABSTRAK   Anindita, Die Astri Rahma. 2013. Studi Kasus Tentang Pola Berpikir Tradisional pada Pasangan Suami Istri yang Tidak Mengikuti Program Keluarga Berencana (KB). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: Pola berpikir tradisional, pasangan suami istri, Program Keluarga Berencana   Keluarga Berencana merupakan program pemerintah yang dilakukan untuk membatasi jumlah anak untuk menekan pertumbuhan penduduk. Selain itu program ini juga memiliki banyak sekali manfaat yang positif untuk masyarakat. Akan tetapi program ini terhalang oleh beberapa hal salah satunya adalah pola berpikir tradisional yang masih dianut oleh masyarakat. Berpikir tradisional ini adalah macam berpikir yang terpaku pada hal-hal yang sudah ada sebelumnya dan tidak boleh dilanggar. Penelitian mengenai pola berpikir tradisional tentang program Keluarga Berencana ini masih jarang, maka diperlukan pembahasan mengenai hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat bagaimana pola berpikir pada pasangan suami istri yang tidak mengikuti program KB. Macam berpikir tradisional mana yang masih dianut oleh masyarakat dan juga pola berpikir yang terbentuk pada pasangan suami istri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dengan pendekatan kualitatif yaitu studi kasus. Data penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan, sumber tertulis dan juga foto. Subjek dalam penelitian ini merupakan pasangan suami istri yang tidak mengikuti program KB dan memiliki anak lebih dari 6. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dilakukan dengan cara analisis tematik. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan umum yaitu sebagian besar subjek menganut pola berpikir tradisional. Selain itu juga diperoleh kesimpulan khusus antara lain sebagai berikut. Pertama, semua subjek masih menganut beberapa macam berpikir yang tradisional, antara lain adalah pemikiran bahwa anak akan menjadi harapan orang tua sebagai pencari nafkah, pemikiran bahwa anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua dan juga anggapan bahwa anak menjadi kebanggaan orang tua. Kedua, anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu sehingga menimbulkan banyaknya perkawinan di usia muda dan pemikiran bahwa anak merupakan penentu status sosial keluarga sudah tidak lagi dianut. Ketiga pandangan bahwa banyak anak banyak rejeki hanya dianut oleh subjek kedua dalam penelitian ini dan berpikir tradisional sifat alami manusia yang ingin mempertahankan keturunan hanya dianut oleh subjek pertama, kedua, kelima dan juga keenam, sedangkan subjek ketiga dan keempat tidak menganutnya lagi.

    Hubungan Persepsi Budaya Organisasi Tentang Sistem Layanan Akademik dan Motivasi Berprestasi pada Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Ratnaningtyas, Christy. 2013. Hubungan Persepsi Budaya Organisasi Tentang Sistem Layanan Akademik dan Motivasi Berprestasi pada Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kediri. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (2) Ninik Setiyowati S.Psi.,M.Psi.   Kata Kunci : persepsi budaya organisasi, motivasi berprestasi, mahasiswa perguruan tinggi di Kediri   Sistem pelayanan akademik merupakan salah satu budaya organisasi yang terdapat dalam universitas. Budaya organisasi merupakan sistem penyebaran kepercayaan dan nilai-nilai yang berkembang dalam suatu organisasi dan mengarahkan perilaku anggota-anggotanya. Persepsi terhadap budaya organisasi sistem layanan akademik kemungkinan dapat mempengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa. Persepsi adalah pandangan atau pengertian bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Motivasi berprestasi adalah keinginan seseorang untuk selalu meningkatkan prestasinya dengan bekerja keras untuk mencapai mutu kerja sebaik-baiknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui persepsi budaya organisasi mahasiswa tentang sistem layanan akademik (2) mengetahui motivasi berprestasi mahasiswa pada perguruan tinggi di Kediri (3) hubungan persepsi budaya organisasi tentang sistem layanan akademik dan motivasi berprestasi mahasiswa pada perguruan tinggi di Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive. Subjek penelitian dalam penelitian ini mahasiswa berjumlah 60 orang dengan karakteristik: mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri, angkatan 2009 - 2012, tidak cuti kuliah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala persepsi budaya organisasi tentang sistem layanan akademik dan skala motivasi berprestasi yang dikembangkan oleh peneliti. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Hasil validitas skala persepsi budaya organisasi tentang sistem layanan akademik, 58 item yang dinyatakan valid, dengan reliabilitas 0,945. Sedangkan skala motivasi berprestasi 61 item yang dinyatakan valid, dengan reliabilitas 0,957. Hasil penelitian menunjukkan (1) persepsi budaya organisasi tentang sistem layanan akademik berada pada tingkatan tinggi tinggi, sebanyak 41 orang (68,33%); (2) motivasi berprestasi tergolong pada tingkatan tinggi, sebanyak 49 orang (81,67%); (3) ada hubungan positif antara persepsi budaya organisasi tentang sistem sistem layanan akademik dan motivasi berprestasi mahasiswa pada perguruan tinggi di Kediri, sebesar 0,326 dengan taraf signifikansi 0,011. Disarankan (1) bagi mahasiswa, mampu mampu mendukung usaha universitas dalam memajukan sistem layanan akademik, (2) bagi Universitas tempat penelitian, mampu meningkatkan lagi sistem layanan akademik bagi mahasiswa, (3) Bagi peneliti selanjutnya, dapat melengkapi teori mengenai persepsi budaya organisasi tentang sistem layanan akademik dan motivasi berprestasi

    PERBEDAAN NILAI KERJA (WORK VALUE) KARYAWAN UNIVERSITAS MA CHUNG DITINJAU DARI ETNIS

    No full text
    ABSTRAK   Karima, Miftha. 2013. Perbedaan Nilai Kerja (Work Value) Karyawan Universitas Ma  Chung  Ditinjau  dari  Etnis.  Skripsi,  Jurusan  Psikologi,  Fakultas Pendidikan  Psikologi, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing:  (I) Dr. Fattah Hanurawan, M. Si., M. Ed., (II) Ika Andrini Farida, S. Psi.,M.Psi.   Kata Kunci: perbedaan nilai kerja, karyawan, etnis   Nilai kerja merupakan suatu keyakinan  individu untuk menunjukkan cara kerja  dengan maksimal  berkaitan  dengan  tujuan  yang  ingin  dicapai. Nilai  kerja pasti dimiliki oleh setiap  individu. Beberapa hasil penelitian dan  fenomena yang dijumpai  di  lapangan  menunjukkan  perbedaan  nilai  kerja  antar  etnis.  Banyak faktor  yang  dapat  mempengaruhi  nilai  kerja  karyawan  seperti  lama  bekerja, pendapatan  (gaji), posisi  jabatan, dan etnis. Namun demikian, pada  setiap  faktor pembeda  tersebut  memiliki  ciri  khas  perbedaan  pada  dimensi  nilai  kerja  yang berbeda. Dalam penelitian ini tinjauan nilai kerja dibatasi pada perbedaan etnis.  Penelitian  ini  menggunakan  rancangan  penelitian  deskriptif  komparasi. Data  penelitian  berupa  data  primer  dari  skala  yang dikembangkan  oleh  peneliti. Skala disebarkan kepada 31 sampel yang berada di Universitas Ma Chung dengan menentukan kriteria  sampel penelitian yaitu, merupakan karyawan di universitas Ma  Chung  yang  termasuk  dalam  etnis  Jawa maupun  etnis  Cina,  tanpa melihat usia,  posisi  jabatan,  dan  lama  bekerja.  Setelah  itu,  peneliti  menyebarkan  skala nilai  kerja  yang  memiliki  reliabilitas  0,  818  kepada  31  karyawan  pelaksana Universitas Ma Chung Malang. Hasil  pengukuran  nilai  kerja  yang  dilakukan  di  Universitas Ma  Chung secara  keseluruhan menunjukkan  tidak  ada  perbedaan  antara  etnis  Jawa  dengan etnis Cina. Karyawan  di Universitas Ma Chung  berdasarkan  hasil  analisis  yang telah dilakukan memiliki kepentingan  tinggi  terhadap dimensi-dimensi  yang  ada dalam  nilai  kerja.  Etnis  Cina  memiliki  tingkat  kepentingan  lebih  tinggi dibandingkan  dengan  etnis  Jawa  pada  dimensi  pengembangan  diri,  dimensi pertimbangan  interaksi  sosial,  dimensi  pertimbangan  keamanan  dan  ekonomi, serta  dimensi  pertimbangan  stabilitas  dan  kebebasan  diri  dari  kecemasan.  Etnis Cina memiliki  tingkat kepentingan  lebih rendah dibandingkan dengan etnis Jawa pada dimensi realisasi diri, dimensi harga diri, dan dimensi pertimbangan fasilitas rekreasi, kesehatan, dan transportasi. Disarankan  kepada  penelitian  selanjutnya  mencari  instansi  yang  hanya terdapat satu macam etnis saja agar dapat  lebih menggambarkan bagaimana nilai kerja  individu  yang  bekerja  pada  instansi  tersebut.  Kemudian,  penelitian sebaiknya dilakukan pada  subjek  yang bekerja bebas,  tidak  terikat pada  instansi tertentu karena subjek yang bekerja pada instansi tertentu dimungkinkan memiliki nilai  yang  relatif  sama  sesuai  dengan  sistem  yang  dibuat  oleh  instansi  tersebut. Selain  itu, pengumpulan data diri karyawan secara  lengkap agar dapat dilakukan analisis secara menyeluruh mengenai nilai kerja.

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇