Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XII DI SMK 3 NEGERI MALANG
RINGKASAN Ridho, Ali. 2018. Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dan Kemtangan Karir pada Siswa Kelas XII di SMK 3 Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : motivasi, motivasi berprestasi, kematangan karir Kematangan karir kemampuan individu dalam menguasai tugas perkembangan dengan tahap perkembangan karir remaja, khususnya yang berada pada kelas XII SMA memiliki beberapa tugas perkembangan yang harus dilaluinya, dan salah satu tugas perkembangan yang mengemuka adalah mempersiapkan karir untuk masa depannya. Serta adanya kesesuaian antara tingkah laku vokasional individu dan tingkah laku vokasional yang diharapkan. Salah satu indikator penyebab tinggi atau rendahnya kematangan karir remaja adalah motivasi berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi motivasi berprestasi pada siswa kelas XII di SMK 3 negeri Malang, deskripsi kematangan karir pada siswa kelas XII di SMK 3 negeri Malang, dan apakah ada hubungan antara motivasi berprestasi dan kematangan karir pada siswa kelas XII di SMK 3 Negeri Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas yaitu motivasi berprestasi (x) dengan variabel terikat yaitu kematangan karir (y). Populasi penelitian adalah 478 siswa kelas XII SMK 3 negeri Malang. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling dengan jumlah sampel siswa kelas XII berjumlah 50 orang. Pengumpulan data penelitian untuk variabel motivasi berprestasi menggunakan dimensi yang dikemukakan oleh McClelland (1987), sedangkan untuk variabel kematangan karir menggunakan dimensi yang dikemukakan oleh Crites (1973). Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis statistik korelasional Product Moment dari Pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 44% dari sampel penelitian ini memiliki motivasi berprestasi yang sedang serta sebanyak 46% dari sampel penelitian ini memiliki kematangan karir yang sedang. Hasil dari penghitungan korelasi Product Moment menunjukkan bahwa korelasi antara motivasi berprestasi dan kematangan karir memiliki rxy sebesar 0,221 lebih kecil dari rtabel (0,344) sehingga H1 ditolak. Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif tidak signifikan antara motivasi berprestasi (x) dan kematangan karir (y)
hubungan persepsi terhadap dukungan organisasi dan komitmen afektif pada karyawan PT. Mitrapak Era Mandiri Surabaya
RINGKASAN Erdiansyah, Annisha Erika. 2018. Hubungan Persepsi Terhadap Dukungan Organisasi Dengan Komitmen Afektif Pada Karyawan PT. Mitrapak Era Mandiri Surabaya. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Psi, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M,Psi. Kata Kunci : persepsi terhadap dukungan organisasi, komitmen afektif Persepsi terhadap dukungan organisasi menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan adanya komitmen afektif di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi persepsi terhadap dukungan organisasi pada karyawan PT. Mitrapak Era Mandiri Surabaya, deskripsi komitmen afektif pada karyawan PT. Mitrapak Era Mandiri Surabaya, dan apakah ada hubungan antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan komitmen afektif pada karyawan PT. Mitrapak Era Mandiri Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang. Pada tryout menggunakan sampel 30 orang dan sampel 80 orang dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah kolerasi Product Moment. Syarat untuk menggunakan Product Moment yaitu jenis data yang digunakan merupakan data interval, melibatkan satu kelompok dalam penelitian, dan data berdistribusi normal. Reabilitas pada persepsi terhadap dukungan organisasi sebesar 0,952 dan reabilitas pada komitmen afektif sebesar 0,931. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 55% dari sampel penelitian ini memiliki persepsi terhadap dukungan organisasi yang rendah serta sebanyak 54% dari sampel penelitian ini memiliki komitmen afektif yan rendah. Hasil dari perhitungan korelasi Product Moment menunjukkan bahwa korelasi antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan komitmen afektif memiliki rxy sebesar 0,554 lebih besar dari rtabel (0,220) dengan daerah penolakan sebesar
Minat Sosial sebagai Prediktor Kepedulian Terhadap Orang Lain pada Generasi Z Siswa SMAN Di Kota Malang
Kepedulian terhadap orang lain merupakan tindakan menolong orang lain, berempati untuk kelompok lain, berkontribusi pada masyarakat, memahami orang lain, berdonasi, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sukarela. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan Twenge, Campbell dan Freeman, kepedulian terhadap orang lain pada generasi Z lebih rendah daripada generasi sebelumnya. Minat sosial merupakan ketertarikan individu yang melibatkan perasaan memiliki komunitas manusia dan berusaha mengembangkan hubungan sosial dengan orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepedulian terhadap orang lain adalah minat sosial. Namun, masih sedikit penelitian yang memaparkan bagaimana minat sosial ini mempengaruhi tingkat kepedulian terhadap orang lain pada generasi Z siswa SMAN di Kota Malang (15-18 tahun). Tujuan dari studi ini adalah untuk memperoleh (1) gambaran minat sosial, (2) gambaran kepedulian terhadap orang lain, dan (3) benarkah minat sosial dapat digunakan sebagai prediktor kepedulian terhadap orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan uji prediksi. Populasi dalam penelitian ini adalah 8.550 siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 334 siswa dengan menggunakan teknik cluster/area random sampling. Penelitian ini menggunakan skala Likert sebagai instrumen dan analisis regresi linier sederhana untuk uji hipotesis. Hasil studi menunjukkan bahwa generasi Z siswa SMAN di Kota Malang (1) memiliki minat sosial tinggi, (2) memiliki kepedulian terhadap orang lain tinggi, dan (3) minat sosial merupakan prediktor kepedulian terhadap orang lain dengan presentase sebesar 12,1%. Studi ini menyarankan, pertama, siswa agar tetap mempertahankan nilai kepedulian yang dimiliki dengan baik. Kedua, orangtua diharapkan tetap menjadi role model dengan menerapkan nilai-nilai kepedulian. Ketiga, sekolah dapat selalu memfasilitasi perkembangan moral siswa melalui pembelajaran khusus penalaran moral dan program pembentukan karakter menyenangkan. Keempat, pengembangan metode dan penggunaan variabel lain dapat dipertimbangkan pada penelitian yang akan datang.Kata Kunci: Kepedulian terhadap orang lain, Minat Sosial, Generasi
Tujuan Hidup Sebagai Prediktor Kesejahteraan psikologi pada generasi Z mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Aulia, Mariesta Firdha. 2017. Tujuan Hidup Sebagai Prediktor Kesejahteraan psikologi pada generasi Z mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Gamma Rahmita U. H, S.Psi., M.Psi Kata kunci: Tujuan Hidup, Kesejahteraan Psikologi, Generasi Z Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kesejahteraan psikologi pada generasi Z Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (2) mengetahui tingkat tujuan hidup yang dimiliki oleh generasi Z Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (3) untuk mengetahui tujuan hidup sebagai prediktor kesejahteraan psikologi generasi Z Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (4) mengetahui pengaruh tujuan hidup intrinsik terhadap kesejahteraan psikologi pada generasi Z Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, (5) mengetahui pengaruh tujuan hidup ekstrinsik terhadap kesejahteraan psikologi pada generasi Z Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional-prediktif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa generasi Z di fakultas ekonomi dengan teknik cluster random sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 orang yang terdiri dari 60 laki-laki dan 60 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala tujuan hidup dan skala kesejahteraan psikologi. Analisis deskriptif menggunakan pengkategorian berdasarkan pada nilai T, sedangkan uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan hidup dan kesejahteraan psikologi mahasiswa generasi Z Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (1) sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kesejahteraan psikologi yang tinggi, (2) sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat tujuan hidup yang tinggi, (3) tujuan hidup merupakan prediktor kesejahteraan psikologi pada generasi Z Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan signifikansi 0,000 dan nilai determinasi 0,365, (4) tujuan hidup intrinsik diperoleh nilai signifikansi 0,000 0,05 tidak memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan psikologi. Bagi peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metode yang berbeda seperti menggunakan metode penelitian kualitatif agar mendapatkan hasil yang mendalam. Selain itu peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan variabel lain selain tujuan hidup seperti penerimaan diri, penguasaan lingkungan, hubungan positif dengan orang lain, otonomi dan pertumbuhan pribadi. Kata kunci: Tujuan Hidup, Kesejahteraan Psikologi, Generasi
Pengaruh Pemberian Musik Terhadap Penurunan Tingkat Burnout Karyawan SPBU Bendungan Sutami Malang
ABSTRAK Kata Kunci: Musik, Burnout, Tingkat Burnout Karyawan SPBU Burnout merupakan sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa kelelahan yang luar biasa baik secara fisik, mental, maupun emosional, yang menyebabkan seseorang terganggu dan terjadi penurunan pencapaian prestasi pribadi. Burnout terdiri dari tiga aspek yaitu emotional exhausted, depersonalization, reduced accomplishment. Karyawan yang memiliki tingkat burnout tinggi akan membawa pengaruh negatif bagi perusahaan, salah satunya adalah penurunan kinerja di bidang pelayanan. Upaya penurunan tingkat burnout karyawan yang tinggi dilakukan dengan pemberian musik untuk mengurangi tingkat burnout karyawan. Musik adalah seni yang berlatar belakang waktu yang mampu mengungkapkan nuansa kehidupan seperti kegembiraan, kesedihan, kepahlawanan, kemesraaan dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan pengaruh pemberian musik terhadap penurunan tingkat burnout karyawan SPBU Bendungan Sutami Malang baik sebelum dan sesudah treatment. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik paired sample t-test. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 30 karyawan SPBU Bendungan Sutami Malang. Instrumen yang digunakan berdasarkan skala burnout MBI (Maslach Burnout Inventory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian treatmen musik terhadap penurunan tingkat burnout karyawan SPBU Bendungan Sutami Malang, dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dan validitas berkisar antara 0,337 - 0,749 dan reliabilitas 0,941, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan postest. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemutaran musik di setiap SPBU guna meminimalisir terjadinya burnout pada karyawan SPBU. Pada penelitian selanjutnya, diharapkan dapat membandingan jenis musik untuk melihat penurunan burnout berdasar jenis musik
Hubungan antara Self Regulated Learning dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Skripsi Angkatan 2011 Dan 2012 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Ulhaq, Salma Nisa. 2017. Hubungan antara Self Regulated Learning dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Skripsi Angkatan 2011 Dan 2012 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi, M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi Kata kunci: self regulated learning, dukungan sosial teman sebaya, prokrastinasi akademik Mahasiswa dalam menyusun skripsi sering kali melakukan prokrastinasi akademik, sehingga menyebabkan dampak negatif secara psikologis dan mundurnya waktu kelulusan.. Dibutuhkan usaha aktif dan mandiri oleh mahasiswa yang membantu mengarahkan proses belajarnya dan lingkungan yang mendukung dan memberikan pengawasan sehingga dapat menghindari prokrastinasi akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran self regulated learning, dukungan sosial teman sebaya, dan prokrastinasi akademik serta mencari tahu hubungan antara self regulated learning dan dukungan sosial teman sebaya dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini melibatkan 168 responden yang dipilih menggunakan metode purpsive sampling dan merupakan mahasiswa yang terdaftar aktif angkatan 2011-2012 di Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data menggunakan instrumen self regulated learning, dengan reliabilitas 0,885, instrumen dukungan sosial teman sebaya dengan reliabilitas sebesar 0,756, dan instrumen prokrastinasi akademik 0,810. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,4% mahasiswa angkatan 2011-2012 di UM memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang sedang, 69% mahasiswa memiliki self-regulated learning yang sedang dan sebanayak 70,2% menerima dukungan sosial dari teman sebaya dalam tingkat yang sedang. Hasil korelasi self regulated learning dengan prokrastinasi akademik menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,694 dengan p=0,000 (
Perbedaan Kepemimpinan Diri (Self Leadership) Dilihat dari Tipe Kepribadian Big Five pada Karyawan di Koperasi Simpan Pinjam Harapan Kita Purwosari
ABSTRAK Firdaus, Ely Zamzam,. 2017. Perbedaan Kepemimpinan Diri (Self Leadership) Dilihat Dari Tipe Kepribadian Big Fiva Pada Karyawan Koperasi Simpan Pinjam Harapan Kita Purwosari. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M. Ed (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M. Psi Kata Kunci: kepribadian, kepemimpinan diri, karyawan. Kepemimpinan diri adalah proses mempengaruhi diri sendiri untuk menetapkan tujuan dan memotivasi diri yang dibutuhkan untuk memberikan kontribusi terhadap kinerja organisasi. Tipe kepribadian seseorang akan mempengaruhi bagaimana kepemimpinan dirinya. Kepribadian big five adalah sebuah pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian individu kedalam lima trait kepribadian. Lima isidaribig five adalah openes, consiousnes, extraversion, agreeblenes, dan neurotism. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan komparatif. Penelitian ini dilakukan di Koperasi Simpan Pinjam Harapan Kita Purwosari dengan subjek sebanyak 30 karyawan. Menggunakan instrument penelitian berupa skala big five inventory dan skala kepemimpinan diri dengan reliabilitas 0,758 dan 0,774. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki kepemimpinan diri yang tinggi sebanyak 58% dan karyawan yang memiliki tipe kepribadian big five sebanyak 48%. Terdapat perbedaan antara sikap kepemimpinan diri terhadap tipe kepribadian big five dengan angka signifikansi 0, 001 dan
Pencapaian Generativitas Mantan Narapidana Tindak Pidana Korupsi Dewasa Tengah
ABSTRAK Narawika, Melynda. 2017.Pencapaian Generativitas Mantan Narapidana Tindak Pidana Korupsi Dewasa Tengah. Skripsi. Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nur Eva S.Psi., M.Psi., (II) Mohammad Bisri, M.Si. Kata kunci: generativitas, mantan narapidana, dewasa tengah Kebebasan merupakan proses yang paling ditunggu oleh narapidana yang sedang menjalani masa hukuman. Narapidana bisa kembali berekspresi serta hidup bebas tanpa aturan yang mengikat seperti pada saat menjalani hukuman penjara. Sebagian besar dari pelaku pelanggaran hukum sesungguhnya hanyalah orang-orang yang secara situasional (dalam keadaan khusus) melakukan pelanggaran hukum, dan kemungkinan pengulangan pelanggarannya kecil. Atau bisa jadi orang-orang yang melakukan pelanggaran tersebut sebenarnya adalah korban yang kemudian berubah status menjadi tersangka. Erikson (1968) menyatakan bahwa orang dewasa tengah menghadapi sebuah isu penting yaitu generativitas versus stagnasi. Ini merupakan istilah yang diberikan oleh Erikson untuk tahap ketujuh dalam teori masa hidup. Generativitas merujuk pada hasrat orang dewasa untuk mewariskan sesuatu dari diri mereka kepada generasi selanjutnya. Hal, tersebut tentunya berpengaruh pada tugas perkembangan yaitu pencapaian generativitas pada mantan narapidana itu sendiri. Dan apabila generativitas tidak dapat dicapai maka tentunya akan terjadi stagnasi. Tujuan penelitian ini secara rinci adalah untuk mengetahui bagaimana Pencapaian Generativitas mantan rarapidana tipikor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik fenomenologi menggunakan tiga subjek 2 orang laki-laki, dan 1 orang perempuan yang pernah menjalani masa hukuman karena kasus tipikor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Para Mantan Napi dapat mencapai Generativitas mereka memaknai generativitas sebagai upaya untuk aktualisasi agar bisa menularkan ilmu atau pengalaman subjek ke orang lain dan kebutuhan akan penerimaan diri, ketiga subjek sebenarnya hanyalah korban dari sebuah kebijakan atau sistem yang akhirnya membuat mereka berubah status menjadi tersangka. Generativitas tersebut dapat dicapai salah satunya karena dukungan dari pihak keluarga, teman-teman, serta orang disekitar subjek. Dan untuk penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian lagi yang cakupannya lebih luas karena pada konteks penelitian ini hanya berfokus panda mantan narapidana tipikor khususnya dewasa tengah.
KETERKAITAN ANTARA PEER ATTACHMENT DAN PENYESUAIAN DIRI SANTRIWATI PONDOK PESANTREN MUKHTAR SYAFA'AT BLOKAGUNG BANYYUWANGI
ABSTRAK Nadziroh, Shulhi. Keterkaitan Antara Peer Attachment dan Penyesuaian Diri Santriwati Pondok Pesantren Mukhtar Syafa’at Blokagung Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (2) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: peer attachment, penyesuaian diri, santriwati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan positif antara peer attachment dan penyesuaian diri santriwati Pondok Pesantren Mukhtar Syafa’at Blokagung Banyuwangi. Keseluruhan jumlah santriwati Pondok Pesantren Mukhtar Syafa’at Blokagung Banyuwangi sebanyak 247 orang yang kemudian diambil sampel dengan metode simple random sampling dan ditemukan bahwa sampel penelitian sejumlah 115 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala peer attachment dan skala penyesuaian diri santriwati. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala peer attachment memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,896, sedangkan skala penyesuaian diri sebanyak 0,872. Berdasarkan analisis deskriptif, dari 115 santriwati, sebanyak 65 santriwati (56,52%) memiliki peer attachment tinggi dan 60 santriwati (52,17%) memiliki penyesuaian diri tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS memperoleh nilai rxy = 0,459 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kedua variabel penelitian. Hal ini berarti bila peer attachment tinggi maka semakin tinggi pula penyesuaian diri yang dimiliki santriwati Pondok Pesantren Mukhtar Syafa’at Blokagung Banyuwangi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hipotesis penelitian diterima. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengaitkan variabel-variabel penelitian dengan variabel lain. Rancangan eksperimental juga dapat dilakukan untuk meningkatkan peer attachment santriwati.
Hubungan Optimisme dan Efikasi Diri dengan Kecemasan Calon Tenaga Kerja Indonesia di Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT. Tulus Widodo Putra Ponorogo
ABSTRAK Andromedha, Radhita. 2018. Hubungan Optimisme dan Efikasi Diri dengan Kecemasan Calon Tenaga Kerja Indonesia di Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT. Tulus Widodo Putra Ponorogo. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan M.Si., M.Ed. (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.Kata Kunci: Optimisme, Efikasi diri, Kecemasan, dan Calon Tenaga Kerja Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan kecemasan calon tenaga kerja Indonesia di Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT. Tulus Widodo Putra Ponorogo, (2) untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan calon tenaga kerja Indonesia di Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT. Tulus Widodo Putra Ponorogo, (3) untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan efikasi diri dengan kecemasan calon tenaga kerja Indonesia di Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT. Tulus Widodo Putra Ponorogo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Populasi penelitian sebanyak 183 orang calon tenaga kerja Indonesia di Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT. Tulus Widodo Putra Ponorogo dengan jumlah sampel 46 atau 25% dari jumlah populasi. Teknik Sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala optimisme, efikasi diri, dan kecemasan dengan reliabilitas 0,950, 0,940, dan 0,951. Analisis data secara deskriptif menggunakan teknik persentase dan analisis korelasi menggunakan teknik product moment serta regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) ada hubungan negatif antara optimisme dengan kecemasan sebesar r=-0,299 dengan p=0,04