Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KONSEP DIRI PADA ANAK JALANAN DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Mazuin, Kusuma. 2013. Hubungan Kematangan Emsi dengan Konsep Diri Pada Anak Jalanan Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Psi., (2) Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: kematangan emosi, konsep diri   Kematangan emosi adalah kemampuan individu untuk menerima perasaan yang dialaminya, mampu mengkontrol emosinya untuk meredam amarah, dan dapat menyatakan emosinya secara konstruktif dan kreatif sehingga emosi tersebut dapat diekspresikan secara tepat dan wajar.. Konsep diri adalah persepsi keseluruhan aspek pribadi individu yang disadari atas dasar persepsi, pendapat, perasaan, dan penilaian individu terhadap diri sendiri yang dapat melahirkan penghargaan terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Sampel penelitian adalah anak jalanan di Kota Malang dengan sampel sebanyak 30 anak jalanan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala yaitu skala kematangan emosi dan skala konsep diri. Analisis data menggunakan teknik analisis Korelasi Product Moment untuk menganalisis hubungan antara kematangan emosi dan konsep diri. Dari hasil tersebut diperoleh reliabelitas intrumen skala kematangan emosi diperoleh Cronbach Alpha 0,814 dan reliabelitas instrumen skala konsep diri 0,842. Sedangkan perolehan koefisien korelasi antara X dan Y sebesar 0,465 dengan probabilitas 0,010 Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa 20 anak jalanan (67%) memiliki kematangan emosi yang tinggi, 10 anak jalanan (33%) memiliki kematangan emosi yang rendah. Sedangkan 20 anak jalanan (67%) memiliki konsep diri yang tinggi, 10 anak jalanan (33%). Dari hasil analisis juga menujukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan konsep diri pada anak jalanan di Kota Malang. Hasil tersebut menunjukan bahwa sebagian besar anak jalanan memiliki kematangan emosi yang tinggi dan konsep diri yang tinggi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan fokus pada variabel berbeda atau menambahi variabel lain yang dapat mempengaruhi konsep diri pada anak jalanan di Kota Malang. Serta diadakan penelitian lebih lanjut dengan pendekatan kualitatif, sehingga bisa didapatkan pemahaman yang lebih luas tentang konsep diri dari sudut pandang yang berbeda

    Perbedaan Tingkat Kecemasan Komunikasi Ditinjau dari Efikasi Diri pada Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Balitar

    No full text
    Rohmani, Nurbaiti. 2014. Perbedaan Tingkat Kecemasan Komunikasi Ditinjau dari Efikasi Diri pada Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Balitar. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Pravissi Shanti, M.Psi.   Kata kunci: kecemasan komunikasi, efikasi diri   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi tingkat kecemasan komunikasi, deskripsi efikasi diri, serta perbedaan tingkat kecemasan komunikasi ditinjau dari efikasi diri pada mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Balitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis uji beda dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik independent samples t test. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah efikasi diri dan variabel bebasnya adalahtingkat kecemasan komunikasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Balitar sebanyak 84 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecemasan komunikasi (α=0,930) dan skala efikasi diri (α=0,886). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan komunikasi ditinjau dari efikasi diri (p=0,004, sig< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, pihak Universitas Islam Balitar khususnya Prodi Ilmu Komunikasi diharapkan dapat memberikan pembinaan melalui pendekatan efikasi diri untuk mengurangi tingkat kecemasan komunikasi mahasiswa. Di samping itu, bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan tindak lanjut penelitian dengan menambahvariabel dan populasi penelitian, serta mengembangkan menjadi penelitian eksperimen dengan memberikan treatment tertentu untuk mengurangi kecemasan komunikasi atau meningkatkan efikasi diri mahasiswa

    Hubungan Antara Konsep Diri Dan Kematangan Emosi Dengan Kompetensi Interpersonal Pada Guru Di SMPN 1 Mojoagung

    No full text
    Konsep diri merupakan pandangan mengenai dirinya sendiri baik perilaku maupun perasaan yang dirasakannya dan juga pandangan dalam melakukan penilaian terhadap kemampuan diri sendiri. Kematangan emosi merupakan keadaan atau kondisi mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional, artinya mampu mengendalikan emosi dengan cara berpikir yang lebih matang dan obyektif dalam memandang suatu permasalahan. Kompetensi interpersonal merupakan kemampuan dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain didalam organisasi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif, korelasi. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Mojoagung dengan sampel penelitian sebanyak 47 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data menggunakan metode skala likert. Analisis data menggunakan teknik product moment untuk menguji hipotesis 1 dan 2. Teknik analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis ketigaHasil penelitian untuk konsep diri guru berada dikategori sedang sebesar 49%, kematangan emosi berada dikategori sedang sebesar 38% dan kompetensi interpersonal berada dikategori rendah sebesar 41%. Untuk uji analisis hipotesi pertama sebesar 0,721 dan ada hubungan yang positif antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal. Uji analisis hipotesis kedua sebesar 0,645 dan ada hubungan yang positif antara kematangan emosi dengan kompetensi interpersonal. Uji analisis hipotesis ketiga didapatkan R sebesar 0,520 yaitu ada pengaruh antara konsep diri dan kematangan emosi terhadap kompetensi interpersonal . Namun jika dilihat per variabel maka yang memiliki pengaruh hanya konsep diri sedangkan kematangan emosi tidak memiliki pengaruh. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan variasi yang lebih kompleks lagi mengenai konsep diri, kematangan emosi dan kompetensi interpersonal. Mempertajam lagi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi interpersonal baik dari dalam maupun dari luar,serta dapat melengkapi penelitian ini dengan sampel yang lebih luas dan pengukuran yang lebih akurat

    Efektivitas Media Pembelajaran dengn Menggunakan Media Permainan Number Crush untuk meningkatkan Kemampuan Berhitung Pada Siswa-Siswi Pusat Layanan Autis Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Yustanti, Anin Febry. 2014. Efektivitas Media Pembelajaran dengan Menggunakan Media Permainan Number Crush untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung pada Siswa-Siswi Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi, (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si.   Kata Kunci : Media Pembelajaran, Media Permainan, Number Crush, Kemampuan Berhitung   Autis meberasal dari kata auto yang berarti sendiri. Karakteristik untuk anak penyandang autis menunjukkan perilaku-perilaku yang khas dalam kesehariannya. Karakteristik yang sangat menonjol yaitu mereka menyanangi dunia mereka sendiri dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Mereka juga mengalami keterlambatan dalam kemampuan motoriknya. Kemampuan berhitung seseorang sesuai dengan komponen kecerdasan mathematislogis. Pentingnya kecerdasan berpikir untuk meningkatkan logika dan keterampilan berpikir, mengembangkan keterampilan dan memecahkan masalah. Pemberian permaianan untuk anak autis juga dapat dijadikan salah satu cara untuk lebih mengembangkan kemampuan anak. Beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Untuk itu peneliti ingin membuat suatu media pembelajaran dalam bentuk permainan yang dapat mengoptimalkan kemampuan anak khususnya untuk anak autis dalam hal berhitung. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, dengan pendekatan between subject design dalam pengambilan datanya. Desain ekpserimen penelitian ini adalah pretest-posttest control group design, dimana terdiri dari kelompok subjek eksperimen sejumlah 12 orang dan kelompok kontrol sejumlah 12 orang dan keduanya diberikan soal post test dan pretest. Kelompok control tidak diberikan perlakuan hanya mendapatkan meteri pembelajaran seperti biasanya oleh guru mereka masing-masing, untuk kelompok eksperimen diberikan metode pembelajaran dengan media permainan computer Number Crush. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran dengan menggunakan media permainan Number Crush efektif digunakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berhitung. Dengan penghitungan uji hipotesis U-Mann Whitney dengan nilai signifikansi 0,010 yang berarti efektif karena kurang dari signifikansi 0,005. Terdapat perbedaan hasil skor untuk kelompok eksperimen dengan mean16,21 sedangkan kelompok kontrol 8,79. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada pengajar untuk menggunakan media pembelajaran dengan menggunakan media permainanNumber Crush sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Selain itu, siswa disarankan menggunakan media permainan tersebut secara mandiri.                   ABSTRACK   Yustanti,  AninFebry. 2014. Effectiveness of Using "Number Crush" Game as A Learning Medium to Improve Counting Skills in the Students of Malang Autism Center. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Advisors: (I) DiyahSulistyorini, S.Psi, M.Psi, (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si.   Keywords: Learning Media, Game, Number Crush, Counting Skills   Autism is derived from the word autos, which means "self". Characteristics of children with autism show typical behaviors in daily life. Very prominent characteristic is their menyanangi their own world and do not care about the surrounding environment. they also experience delays in motor skills. The counting skills of an individual are related to their logical-mathematical intelligence. Reasoning intelligence is important to improve logic and reasoning skills, to develop skills, and to solve problems. Introducing games to autistic children can also work as a way to develop their abilities. Some experts in psychology stated that games have huge impacts on children's cognitive development. Based on this, the researcher wants to create learning medium in the form of games in order to optimize children's counting skills, especially children with autism. Experimental research method was used in this thesis, with the approach of between subject designin collecting data.This experimental research utilized pretest-posttest control group design, which involved a group of experimental subjects consisting of 12 individuals, and a control group of 12 individuals. Both were given posttest and pretest sessions. The control group was not given any treatment; they only received learning material as usual from their teachers. Whereas, the experimental group was presented with a learning method which employed a computer game called Number Crush. The results show that this learning method using the Number Crush game is effective in helping students improving their counting skills. By calculation hypothesis test with the Mann-Whitney U-value of 0.010, which means the effective significance due to lack of significance of 0.005. There are differences in outcome scores for the experimental group with mean16, 21, while the control group 8.79. Based on this study, it is suggested to teachers to use instructional media using the media as an alternative Crush Numbers game instructional media to improve the numeracy skills of students. In addition, students are advised to use the media game independently

    Kebahagiaan pada Anak-anak Korban Lumpur Lapindo yang Bertahan Tinggal di Kelurahan Mindi, Porong

    No full text
    ABSTRAK   Nuzulawati, Tri Anita. 2014. Kebahagiaan pada Anak-anak Korban Lumpur Lapindo yang Bertahan Tinggal di Kelurahan Mindi, Porong. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: kebahagiaan, anak-anak, korban lumpur lapindo, Kelurahan Mindi.   Kata kebahagiaan kerapkali diakitkan dengan kondisi emosional dan bagaimana individu merasai dunianya (lingkungannya) dan dirinya sendiri (Wirawan, 2010). Kebahagiaan dipengaruhi oleh suasana hati individu pada suatu saat tertentu, keyakinannya tentang kebahagiaan, serta seberapa mudahnya seseorang menerima informasi positif dan negatif.Hurlock (dalam Wijaya, 2013) memandang masa kanak-kanak yang bahagia sangat penting untuk perkembangan masa selanjutnya. Ketidakbahagiaan dapat membahayakan penyesuaian pribadi dan sosial anak, sebaliknya kebahagiaan mempengaruhi sikap, perilaku, dan kepribadian mereka (Mashar, dalam Wijaya 2013). Lumpur Panas Lapindo, sudah hampir delapan tahun menyerang Kecamatan Porong Sidoarjo. Hingga kini, semburan lumpur tersebut telah menenggelamkan 641 hektare lahan di enam desa (Badan Penanggulan Lumpur Sidoarjo, 2013).Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2013 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Kelurahan Mindi termasuk dalam area baru wilayah luapan lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masih adakah kebahagiaan pada anak-anak korban lumpur Lapindo yang bertahan tinggal di Kelurahan Mindi, Porong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi.Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tematikdan teknik validitas interpretif. Subjek pada penelitian ini adalah tiga orang anak yang saat penelitian ini berlangsung masih tinggal di Kelurahan Mindi, Porong. Hasil dari penelitian ini menghasilkan data bahwa subjek masih masih merasakan kebahagiaan. Hal tersebut terlihat dari lebih banyaknya emosi positif yang dialami subjek.   Bagi orang tua di Kelurahan Mindi disarankan agar tidak terlalu menekan anak sehingga mereka dapat meraih prestasi bukan hanya untuk terhindar dari kemarahan orangtua, yang nantinya dapat mengurangi emosi positif pada anak tersebut. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat lebih mendalami kondisi keluarga subjek. Perlu adanya pendekatan yang lebih lama agar keluarga subjek dapat menerima kehadiran peneliti

    Efektivitas Interpersonal Skill Training untuk Meningkatkan Keterampilan Relasi Antarpribadi Pada Siswa SMK Negeri 2 Malang Jurusan Keperawatan.

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Riska. 2014. Efektivitas Interpersonal Skill Training untuk Meningkatkan Keterampilan Relasi Antarpribadi Pada Siswa SMK Negeri 2 Malang Jurusan Keperawatan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti, M. Si. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: interpersonal skill training, keterampilan relasi antarpribadi, siswa SMK   Siswa SMK merupakan peserta didik jenjang pendidikan menengah atas yang disiapkan menjadi pribadi siap kerja dan jika diitinjau dari segi perkembangannya berada pada masa remaja akhir. Pada masa ini sering para remaja mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan pemberian pelatihan bagi siswa SMK untuk mengembangkan keterampilan relasi antarpribadi, dan salah satunya adalah Interpersonal Skill Training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Interpersonal Skill Training untuk meningkatkan keterampilan relasi antarpribadi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu para pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan keterampilan relasi antarpribadi siswa SMK Negeri 2 Malang secara lebih maksimal. Penelitian ini menggunakan rancangan Eksperimen Kuasi. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest Posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket keterampilan relasi antarpribadi yang dikembangkan oleh peneliti. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 Malang Negeri 2 Malang Jurusan Keperawatan dengan total subjek 12 siswa. Analisis yang digunakan adalah Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interpersonal Skill Training efektif untuk meningkatkan keterampilan relasi antarpribadi Pada Siswa SMK Negeri 2 Malang. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) Bagi remaja: diharapkan mampu mempertahankan dan mengembangkan keterampilan relasi antarpribadi yang dimilikinya. (2) Bagi sekolah: diharapkan untuk memfasilitasi siswa untuk dapat mengembangkan keterampilan sosial (soft skill) peserta didiknya. (4) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat menggunakan desain penelitian yang lebih sempurna dan menggunakan subjek penelitian yang lebih luas

    Motivasi Pemilihan Peminatan Pada Mahasiswa Di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Zakaria, Choiril. 2014. Motivasi Pemilihan Peminatan Pada Mahasiswa Di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi,  Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M. Si., M.Ed (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: mahasiswa, motivasi, pemilihan peminatan.   Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik di universitas, institut, ataupun akademi. Motivasi adalah suatu proses dimana seseorang melakukan suatu tindakan dalam upayanya untuk memenuhi suatu kebutuhan. Dengan pemilihan yang berdasar kepada motivasi ini menjadikan seorang mahasiswa mampu untuk memilih peminatan mana yang menjadi prioritasnya. Perilaku tersebut akan mengarah ke tercapainya tujuan dari mahasiswa tersebut dengan cara memilih salah satu peminatan yang sudah disediakan. Motivasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah motivasi yang didasarkan kepada teori hirarki kebutuhan Abraham Maslow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang merupakan mahasiswa aktif semester lima di Fakultas Pendidikan Psikologi. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data dengan kuesioner terbuka dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif deskriptif sebagai pendekatannya serta triangulasi untuk mengecek keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi metode yang dibagi menjadi dua strategi. Pertama pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian dengan beberapa teknik pengumpulan data dan kedua pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi dalam pengambilan peminatan pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi menunjukkan bahwa semua subjek memiliki motivasi kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman dalam memilih peminatan, empat subjek memiliki motivasi kebutuhan memiliki dan dicintai memilih peminatan, dua subjek memiliki motivasi kebutuhan penghargaan diri dalam memilih peminatan di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Namun kelima subjek tidak memiliki motivasi kebutuhan aktualisasi diri dalam peminatan di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Adapun saran yang dapat diajukan terkait dengan temuan dalam penelitian ini adalah untuk mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi yang akan mengambil peminatan hendaknya mengetahui potensi diri yang dimiliki sehingga mampu untuk memaksimalkannya. Tujuannya agar motivasi yang dipunyai dalam peminatan terus ada hingga semester terakhir. Bagi Fakultas Pendidikan Psikologi hendaknya mempunyai program khusus dalam menentukan peminatan mahasiswa, Bagi peneliti lain yang ingin meneliti kembali tentang motivasi pemilihan peminatan psikologi, diharapkan peneliti selanjutnya lebih terfokus pada salah satu peminatan sehingga dalam satu peminatan bisa dibandingkan motivasi satu dengan yang lain

    Perbedaan Kearifan pada Lansia ditinjau dari Jenis Pekerjaan Person Oriented dan Nonperson Oriented di Masa Lalu di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Ramadhona, Mutiara. 2014. Perbedaan Kearifan pada Lansia ditinjau dari Jenis Pekerjaan Person Oriented dan Nonperson Oriented di Masa Lalu di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S. Psi, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci : Kearifan, jenis pekerjaan, lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran tingkat kearifan lansia pada lansia yang bekerja dengan jenis pekerjaan person oriented di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (2) gambaran tingkat kearifan lansia pada lansia yang bekerja dengan jenis pekerjaan nonperson- oriented di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (3) perbedaan antara kearifan lansia ditinjau dari jenis pekerjaan di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan komparatif. Analisis komparatif menggunakan independent samples t-test. Pengumpulan data menggunakan skala kearifan. Pengambilan sampel menggunakan metode purpossive sampling. Try out dilakukan di wilayah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan menggunakan 41 subjek. Penelitian menggunakan 35 subjek lansia yang dulunya bekerja dengan jenis pekerjaan person oriented dan 35 subjek lansia yang dulunya bekerja dengan jenis pekerjaan nonperson-oriented yang tinggal di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Validitas aitem untuk variabel kearifan terdiri dari 29 aitem dengan reliabilitas 0,735. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lansia yang bekerja dengan jenis pekerjaan person oriented di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang memiliki tingkat kearifan yang sedang, (2) lansia yang bekerja dengan jenis pekerjaan nonperson oriented di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang memiliki tingkat kearifan yang sedang, (3) ada perbedaan antara lansia dengan jenis pekerjaan person oriented dan nonperson-oriented di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan lansia berkeinginan untuk terus meningkatkan interaksi dengan orang lain untuk mengembangkan kearifan

    Hubungan Antara Stres Kerja dan Perilaku Merokok Pada Karyawati Tempat Hiburan di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kussrini, Dian Ike. 2014. Hubungan antara Stres Kerja dan Perilaku Merokok pada Karyawati Tempat Hiburan di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Fattah Hidayat, S. Psi, M. Si, (II) Pravissi Shanti, S. Psi, M. Si.   Kata Kunci: stres kerja, perilaku merokok, karyawati.   Perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok yang dilakukan secara menetap dan dapat diukur melalui intensitas merokok, waktu merokok, frekuensi, fungsi dan lokasi merokok bagi kehidupan sehari- hari. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah stres kerja. Stres kerja adalah kondisi seseorang baik secara fisiologis, psikologis, dan perilaku dalam memenuhi tuntutan perusahaan lingkungan sosialnya, serta kondisi dan situasi pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran stres kerja pada karyawati, (2) mengetahui gambaran perilaku merokok pada karyawati, (3) mengetahui hubungan antara stres kerja dengan perilaku merokok pada karyawati. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Subjek penelitian berjumlah 54 karyawati yang berusia 18-36 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala stres kerja dan skala perilaku merokok. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan (1) stres kerja pada karyawati berada pada kategori rendah (51,85%), (2) perilaku merokok karyawati berada pada kategori sangat tinggi (37,03%), (3)tidak ada hubungan antara stres kerja dengan perilaku merokok pada karyawati. Disarankan (1)bagi karyawati hendaknya dapat memperthankan dan meningkatkan kemampuan kerja agar semakin terhindar dari stres, (2) bagi perusahaan diharapkan dapat berperan serta mengadakan kegiatan positif untuk mengurangi stres yang berdampak pada perilaku merokok, (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah jumlah subjek dan memperhatikan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku merokok karyawati

    Keefektifan Art Therapy dengan Media Gambar untuk Mengurangi Kecemasan pada Penderita HIV/ AIDS

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Merry Merary. 2014. Keefektifan Art Therapy dengan Media Gambar untuk Mengurangi Kecemasan pada Penderita HIV/Aids. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M. Si, (II) Drs. Moh. Bisri, M. Si.   Kata kunci: Art Therapy, Kecemasan, Penderita HIV/Aids   Art therapy merupakan salah satu bentuk seni ekspresif yang menggunakan media, salah satunya adalah gambar sebagai alat intervensinya. Proses yang terjadi dalam art therapy (terapi seni) mampu memfasilitasi katarsis bagi penderita HIV/ Aids dalam mengurangi kecemasan yang dirasakannya yang timbul karena penyakit HIV/ Aids maupun dalam perjalanan penyakit HIV/ Aids. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah seberapa efektif art therapy (terapi seni) dengan media gambar mampu mengurangi kecemasan pada penderita HIV/Aids. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen the one group pretest and posttest. Subjek penelitian adalah penderita HIV/Aids yang memiliki karakteristik berikut: penderita HIV/Aids positif, dengan rentang 2 – 8 tahun, berusia 20 – 40 tahun (dewasa awal), dan belum pernah mendapatkan terapi yang berhubungan dengan menggambar (art therapy). Subjek mendapat perlakuan berupa terapi seni yang diberikan dalam 6 kali pertemuan, masing – masing pertemuan membutuhkan waktu 120 menit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, skala kecemasan, dan intepretasi hasil gambar subjek. Subjek diminta untuk mengisi skala kecemasan saat sebelum perlakuan (pretest), dan setelah perlakuan (posttest). Data dalam penelitian berupa data kuantitatif yang dilengkapi dengan data kualitatif untuk menguatkan penjelasan proses terapi, khususnya dari sisi subjek. Data kuantitatif kemudian dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon matched pairs, p < 0.05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil sampel berpasangan Wilcoxon menunjukkan bahwa tidak terdapat penurunan skor kecemasan secara signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan nilai (p = 0.109). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesa yang menyatakan art therapy (terapi seni) dengan media gambar mampu mengurangi kecemasan pada penderita HIV/Aids tidak terbukti

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇