Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Hubungan kecerdasan Emosional Dengan Perilaku Asertif Pada Siswa SMP Negeri 6 Kota Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Utomo. 2014. Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Asertif di SMP Negeri 6 Kota Blitar. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Psi (II) Ika Andrini Farida S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: kecerdasan emosional, perilaku asertif, remaja.   Siswa SMP berada pada usia remaja yaitu masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis. Dengan adanya perubahan fisik dan psikologis ini, remaja harus memiliki kecerdasan emosi dan perilaku asertif agar terhindar dari pengaruh buruk pergaulan di lingkungan sebayanya. Kecerdasan emosional adalah himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan. Dengan kecerdasan emosional yang baik seseorang dapat mengendalikan pikiran-pikiran dan perasaan khasnya sehingga bisa mengendalikan kecenderungannya untuk bertindak sehingga tahu bagaimana untuk menampilkan dirinya dengan baik, serta dapat berkomunikasi dengan baik. Perilaku asertif adalah pengungkapan diri secara terbuka, tegas dan bebas atas perasaan positif dan negatif maupun tindakan mempertahankan hak mutlak dengan tetap memperhatikan perasaan orang lain. Dengan memiliki perilaku asertif maka individu mampu untuk mengungkapkan perasaanya tanpa menyakiti orang lain sehingga tidak  mudah dikuasai oleh orang lain dan tidak kehilangan hak - haknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kecerdasan emosional dan perilaku asertif siswa dan mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku asertif pada siswa SMPN 6 Kota Blitar Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMPN 6 Kota Blitar sebanyak 280 siswa. Sampel penelitian sejumlah 165 orang siswa, diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala. Tehnik analisis data yang digunakan adalah persentase, korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian  menunjukkan secara umum siswa – siswi SMPN 6 Kota Blitar memiliki tingkat kecerdasan emosional yang cukup, hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah memiliki aspek-aspek kecerdasan emosional yang cukup baik yang terdiri dari mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan. Siswa memiliki tingkat perilaku asertif yang cukup baik, siswa dapat mengekspresikan perasaan positif dan negative mereka dengan cukup baik serta mempunyai afirmasi diri yang cukup baik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan perilaku asertif di SMPN 6 Kota Blitar. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pihak sekolah mempertahankan apa yang sudah baik dan mengembangkan kembali apa yang kurang dari kecerdasan emosional dan perilaku asertif siswa agar lebih optimal.   ABSTRACT   Utomo. 2014. Corelation Between Emotional Intelligence With Assertive Behavior. Universitas Negeri Malang. Departement of Psychology, Fakulty of Educational Psikologi State University of Malang. Guidance: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Psi (II) Ika Andini Farida S.Psi, M.Psi.   Keyword: emotional intelligence, assertive behavior, teen.   The  middle school student are in their teen age. It is an age where a transition happen between child to adult. It’s marked by a big physical and mentally change inside their self. With this physical and mental changes the student ought to have a good emotional intelligence and assertive behavior then they could be spared from bad effect that brought by their peer society. Emotional intelligence is a part of social intelligence that including ability to monitoring their social feelings wich also including skill to other people, sorting it all and use this information to lead their mind and their act. With a good emotional intelligence, someone can take control of their mind and inner feelings so they can manage their tendency to act then they know how to present their self well and communicate well each other. Meanwhile assertive behavior is open self-disclosure, clear of their positive and negative feelings and defend their right by still monitoring other people’s feeling so they don’t loss their rights. This research supposed to know the description and correlation between emotional intelligence and assertive behavior. The blue print of research that used in this research is descriptive and correlational. Population in this research are 280 students of SMPN 6 Blitar with 165 student for sample. Sample picked by random cluster sampling technique. The instrument that used in this research is scale. Data analysis technique using product moment correlation. Result shows that generally the students of SMPN 6 Blitar are having emotional intelligence at middle grade. It’s proof that the students are having good enough skill of realizing inner emotional, emotional management, self motivating, knowing others emotions, and social connecting. And so do assertive behavior, it’s shows that students could express their positive and negative feelings, and have a strong enough self affirmation. This research also shows there is a significant correlation between emotional intelligence with assertive behavior. According to the research result, school should be keep what’s good of the student, and developing students emotional intelligence and assertive behavior, so students can be more optimal.  

    Hubungan Subjective Well Being Dengan Need Of Counteraction Pada Pekerja Seks Komersial di Lokalisasi Doly Surabaya

    No full text
    ABSTRAK   Arumningtyas, Inggil Drajad. 2014. Hubungan Subjective Well Being dengan Need Of Counteraction pada Pekerja Seks Komersial di Lokalisasi Doly Surabaya. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dra.Hj.Sri Weni Utami, M.Si. , (II) Ninik Setyowati S.Psi., M.Psi.   Kata kunci : subjective well being, need of counteraction, pekerja seks komersial.   Kebijakan pemerintah provinsi Surabaya untuk menutup lokalisasi Doly dan menjadikan kawasan ini sebagai pusat industri terpadu nyatanya bukan perkara mudah. Banyak permasalahan yang timbul. Salah satunya adalah dari pihak para pekerja seks komersial yang menolak untuk dipindahkan dari Doly. Berbagai upaya telah ditempuh, salah satunya adalah menambah jumlah uang saku dari tiga juta rupiah menjadi lima juta rupiah. Namun cara ini juga belum sepenuhnya efektif. Kepuasan hidup dan perasaan-perasaan positif maupun negatif yang dirasakan seseorang selama hidup (subjective well being) memberi sumbangan besar pada pembentukan kepribadian seseorang. Dan menurut ahli kebutuhan seseorang sering kali dipengaruhi oleh kepribadiannya. Kebutuhan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah need of counteraction yaitu kebutuhanuntuk berjuang lagi, mengembalikan nama baik, serta melawan keadaan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan subjective well being dengan need of counteraction pekerja seks komersial di lokalisasi Doly Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk penelitian deskriptif korelasional. Subjek penelitian ini adalah pekerja seks komersial di lokalisasi Doly. Berusia antara 15-25 tahun. Dan sudah lebih dari enam bulan menjalani profesi sebagai pekerja seks komersial. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik incidental sampling berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan berupa skala subjective well being dan skala need of counteraction. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan analisis diperoleh kesimpulan yaitu (1) sebagian besar pekerja seks komersial di lokalisasi Doly memiliki tingkat subjective well being kategori rendah (26 subjek) ; (2) sebagian besar pekerja seks komersial di lokalisasi Doly memiliki need of counteraction rendah (27 subjek); (3)  terdapat hubungan yang signifikan antara subjective well being dan need of counteraction pekerja seks komersial lokalisasi Doly dengan hasil (rxy =0,420, dan sig=0,002< 0,05). Berdasarkan dari penelitian ini, disarankan bagi para pekerja seks komersial untuk meningkatkan subjective well being dengan jalan pernikahan dan keagamaan. Bagi pemerintah kota dan provinsi Surabaya pelaksanaan program pelatihan pra dan pasca penutupan lokalisasi hendaknya tidak hanya menitikberatkan pada aspek peningkatan keterampilan tetapi juga aspek psikologis, seperti diadakannya ceramah motivasi. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan subjective well being pada pekerja seks komersial di lokalisasi Doly maupun di lokalisasi-lokalisasi yang lain

    Pengaruh Penggunaan Metode Focus Group Discussion Dalam Memberikan Informasi Tentang Pemilu Untuk Meningkatkan Persepsi Pemilih Pemula Terhadap Pemilu Di Universitas Pesantren Darul Ulum Jombang

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan. Ari Puji. 2014. Pengaruh Penggunaan Metode Focus Group Discussion Dalam  Memberikan  Informasi  Tentang  Pemilu  Untuk  Meningkatkan  Persepsi Pemilih  Pemula  Terhadap  Pemilu  Di  Universitas  Pesantren  Darul  Ulum Jombang. Skripsi,  Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci:  focus group discussion,  informasi pemilu, persepsi pemilih pemula terhadap pemilu.   Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengungkap  Pengaruh  Penggunaan Metode  Focus Group Discussion  dalam Memberikan  Informasi Tentang  Pemilu untuk  Meningkatkan  Persepsi  Pemilih  Pemula  terhadap  Pemilu  di  Universitas Pesantren  Darul  Ulum  Kabupaten  Jombang.  Penelitian  ini  menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan penelitian quasi eksperimen,one group pretest-posttest  design.  Analisis  uji  beda  dilakukan  dengan  bantuan  perangkat lunak  SPSS  I.B.M  for MS Windows  versi  19.0  dengan  rumus  analisis  statistic parametrik paired sample  t-test. Variabel bebas penggunaan metode  focus group discussion  dalam  memberikan  informasi  tentang  pemilu  dan  variabel  terikat persepsi pemilih pemula terhadap pemilu. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Pesantren Darul Ulum Jombang yang  telah memiliki hak pilih dalam pemilu  sebanyak  35  orang  mahasiswa.  Instrumen  penelitian  yang  digunakan adalah skala persepsi pemilih pemula terhadap pemilu. Treatment yang dilakukan menggunakan modul panduan penggunaan  tekhnik focus group discussion dalam memberikan  informasi  tentang  pemilu.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa penggunaan metode focus group discussion dalam memberikan informasi tentang pemilu memiliki pengaruh untuk meningkatkan persepsi pemilih pemula terhadap pemilu di universitas pesantren darul ulum jombang (p=0,000, sig< 0,05). Di  samping  itu,  bagi  peneliti  selanjutnya  bisa  melakukan  tindak  lanjut penelitian dengan membuat inovasi metode dalam memberikan informasi tentang pemilu  terhadap  pemilih  pemula  agar  persepsi  pemilih  pemula  terhadap  pemilu lebih  meningkat  secara  positif.  Hasil  penelitian  ini  juga  diharapkan  dapat digunakan  sebagai  tambahan  serta  masukan  kepada  pemerintah  yang  secara khusus  di wakili  oleh Komisi  Pemilihan Umum  dalam  proses  penyelenggaraan pemilu  di  Indonesia  khususnya  dalam  pemberian  edukasi  tentang  pemilu  agar pemilih yang masih memiliki persepsi positif rendah semakin meningkat sehingga penyelenggaraan  pemilu  ini  berjalan  dengan  maksimal  dengan  ikutsertanya seluruh  pemilih  pemula  dalam  berpartisipasi  saat  pemilu  ,  sehingga  partisispasi politik tidak menurun atau berkurang

    Perbedaan Konsentrasi Siswa Kelas X Ditinjau dari Kebisingan Lingkungan Kelas di Madrasah Aliyah Negeri Wlingi

    No full text
    ABSTRAK   Andriana, Richa Selfi. 2014. Perbedaan Konsentrasi Siswa Kelas X Ditinjau dari Kebisingan Lingkungan Kelas di Madrasah Aliyah Negeri Wlingi. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.   Kata kunci: kebisingan, konsentrasi, Madrasah Aliyah Negeri Wlingi.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi konsentrasi siswa kelas X ditinjau dari kebisingan lingkungan kelas di Madrasah Aliyah Negeri Wlingi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis uji beda dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik independent sample t test. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kebisingan, variabel bebasnya adalah konsentrasi dan variabel kontrol dalam penelitian ini adalah inteligensi. Intelgensi digunakan untuk mengontrol tingkat konsentrasi pada kelompok kelas bising dan kelompok kelas tidak bising, sehingga tingkat konsentrasi kedua kelompok tersebut tidak dipengaruhi oleh inteligensi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Wlingi yang lokasi kelasnya berada paling dekat dengan rel kereta api dan paling jauh dengan rel kereta api sebanyak 92 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat tes psikologi yakni Pauli yang digunakan untuk mengetahui konsentrasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan konsentrasi siswa ditinjau dari kebisingan (p=0,028, sig < 0,05) dengan nilai t -2,239. Berdasarkan hasil penelitian ini, pihak sekolah Madrasah Aliyah Negeri Wlingi dapat memberikan pembinaan melalui program pelatihan untuk meningkatkan konsentrasi kelas, mengubah metode pembelajaran dan mengubah metode penempatan kelas dengan moving class. Di samping itu, bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan tindak lanjut penelitian dengan menambah variabel penelitian dan mengontrol variabel yang akan mengganggu, serta mengembangkan penelitian menjadi penelitian eksperimen dengan memberikan treatment untuk meningkatkan konsentrasi siswa

    konsep diri mahasiswa yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Putri Ayu. 2014. Konsep Diri Mahasiswa Yang Berprofesi Sebagai Pekerja Seks Komersial. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi,M.Psi, (II)Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: Konsep diri, mahasiswa, pekerja seks komersial.   Dunia pendidikan merupakan suatu gambaran dunia yang penuh dengan ilmu, melatih keterampilan, dan pengetahuan yang outputnya diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.Disamping itu dibalik suatu citra kehidupan kampus sebagai sarana dan prasarana dalam membina dan pembentukan identitas, ternyata kampus juga menyembunyikan sisi gelap dari dinamikanya yaitu sebuah prostitusi yang dijalankan oleh mahasiswa.Banyak sebab yang melatar belakangi mahasiswa yang menjadi pekerja seks komersial salah satunya adalah pengaruh lingkungan sosial. Lingkungan sosial memegang peranan penting terhadap pembentukan perilaku/sikap seseorang. Konsep diri berhubungan erat dengan faktor terkuat dalam meramalkan rasa percaya diri, rendahnya rasa percaya diri hanya menyebabkan rasa tidak nyaman secara emosional yang bersifat sementara dan bisa berdampak permanen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.Studi kasus adalah pendekatan yang digunakan dengan tujuan untuk mempelajari, mengetahui dan memahami konsep diri mahasiswa yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi kepada subjek dan significant other. Data kemudian di analisa dengan menggunakan analisa tematik. Penggunaan analisis tematik memungkinkan peneliti menemukan pola yang tidak dapat dilihat dengan jelas oleh peneliti lain. Subjek yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 3 orang, semuanya berstatus mahasiswa universitas di Malang dan significant other juga 3 orang, yang masing – masing dipilih oleh peneliti. Penelitian ini mengungkapkan bahwa dilema psikologis yang dialami oleh mahasiswa yang berprofesi sebagai ayam kampus sangat beragam, namun yang paling jelas adalah perasaan tidak aman karena takut jika orang lain mengetahui profesi yang sebenarnya dan tidak bisa menerima kondisi tersebut. Sedangkan konsep diri pada mahasiswa yang berprofesi sebagai psk cenderung negatif, yang paling sering ditemui adalah sensitif terhadap kritikan yang diterima. Peran keluarga dan orang terdekat sangat penting untuk pembentukan konsep diri yang lebih baik. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada ini mahasiswa yang berprofesi sebagai psk, dengan adanya penelitian ini hendaknya lebih mengerti bahwa perasaan-perasaan tidak aman, menyesal, cemas dan gelisah dapat berpengaruh terhadap perkembangan konsep diri kedepannya. Sedangkan untuk peneliti lain, diharapkan mampu melakukan penelitian yang lebih mendetail agar hal-hal yang tidak dapat terungkap melalui penelitian ini dapat diperoleh dengan lebih baik, serta pemillihan subjek yang lebih beragam sehingga dapat menggambarkan keunikan dari masing-masing subjek

    Kepuasan Perkawinan Istri Pasca Perselingkuhan Suami (Studi Fenomenologi)

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi antara suami dan istri, dukungan suami terhadap istri, kompromi antara suami dan istri , upaya saling mengerti antara suami dan istri, hubungan seksual antara suami dan istri berdasar sudut pandang istri pasca perselingkuhan suami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian adalah seorang istri yang telah menikah minimal 5 tahun, seorang istri yang pernah mengalami perselingkuhan dan masih bertahan dalam perkawinan, bersedia menjadi subjek dalam penelitian kepuasan perkawinan istri pasca perselingkuhan suami.Hasil penelitian adalah kepuasan perkawinan istri pasca perselingkuhan suami menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi pada ketiga subjek dilihat dari lima faktor yang mempengaruhi kepuasan perkawinan yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Lima faktor tersebut adalah komunikasi, dukungan suami terhadap istri, kompromi antara suami dan istri, upaya saling mengerti antara suami dan istri, serta hubungan seksual antara suami dan istri

    Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Perilaku Plagiarism Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Sanjaya, Eila Andina.. 2014. Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Perilaku Plagiarism Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi,  Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi   Kata kunci : Perilaku Plagiarisme, self Regulated Learning.    Plagiarisme ialah menjiplak secara keseluruhan (plagiasi total) maupun sebagian (plagiasi parsial) artikel asli dari karya tulis asing/terjemahan milik orang lain tanpa ijin maupun menerbitkan ulang karya tulis diri sendiri. Sedangkan Self Regulated Learning adalah strategi untuk mengaktivasi kognisi, motivasi, dan perilaku. Seseorang yang memiliki Self Regulated Learning atas dirinya dapat mengambil tanggung jawab terhadap kegiatan belajar diri sendiri, mengambil alih otonomi untuk mengatur dirinya, dapat mendefinisikan tujuan dan masalah-masalah yang mungkin akan dihadapinya serta mengembangkan tingkat kesempurnaan dalam mencapai tujuannya.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 112 dari 565 mahasiswa angkatan 2010 sampai dengan 2013 Psikologi Universitas Negeri malang dengan teknik proportional random sampling Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku plagiarisme yang terdiri dari 16 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,801, skala Self Regulated Learning terdiri dari 56 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,923. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Gambaran tingkat perilaku plagiarism mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang umumnya berada dalam klasifikasi sangat rendah sebesar 53,57%. (2) Gambaran tingkat Self regulated learning mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang umumnya berada dalam klasifikasi sedang sebesar 51,78%. (3) ada pengaruh Self Regulated Learning terhadap perilaku plagiarisme mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang sebesar 14,7%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan (1) mahasiswa mempertahankan perilaku plagiarisme yang berada pada kategori sangat rendah dan meningkatkan Self Regulated Learning strategi dalam belajar agar perilaku kecurangan akademik seperti plagiarisme semakin kecil. (2) peran dosen sebagai pengajar untuk memfasilitasi mahasiswa untuk lebih meningkatkan Seflf Regulated Learning, membantu mahasiswa mengembangkan metakognisi, memberi motivasi internal maupun eksternal, dan mengevaluasi perilaku mahasiswa di dalam kelas. (3) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji variabel-variabel lain yang mempengaruhi perilaku Plagiarisme

    Perbedaan Tingkat Berbohong dalam Berpacaran ditinjau dari Gender Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Prastiwi, Dewi Indah. 2014. Perbedaan Tingkat Berbohong dalam Berpacaran ditinjau dari Gender Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (2)Drs. Mohammad Bisri, M.Si.   Kata kunci: tingkat berbohong, mahasiswa, gender   Berbohong dalam berpacaran adalah pemberian pesan yang tidak benar kepada orang lain (pasangan) tentang perasaan, prestasi (pengetahuan), tindakan (rencana), alasan (penjelasan), dan fakta dengan maksud untuk membohongi dan memberikan keuntungan bagi dirinya sendiri. kebohongan dalam berpacaran lebih sering dilakukan oleh laki-laki daripada perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi tingkat berbohong dalam berpacaran mahasiswa perempuan, deskripsi tingkat berbohong dalam berpacaran mahasiswa laki-laki, serta melihat apakah ada perbedaan tingkat berbohong dalam berpacaran pada mahasiswa ditinjau dari gender nya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Subjek penelitian adalah 170 mahasiswa yang berpacaran yang terdiri dari 85 mahasiswa perempuan dan 85 mahasiswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala berbohong dalam berpacaran dengan reliabilitas sebesar 0,906. Analisis uji beda dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik dengan rumus independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat berbohong dalam berpacaran ditinjau dari gender (p=0,000 sig

    HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DAN RESILIENSI PADA PENSIUNAN PEGAWAI PENDERITA PENYAKIT KRONIS DI KECAMATAN LUMAJANG KABUPATEN LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Basar, Wilda Safirah. 2014. Hubungan antara Coping Stress dan Resiliensi Pensiunan Pegawai Penderita Penyakit Kronis di Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang . Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.   Kata Kunci : Coping stress, resiliensi, pensiunan pegawai, penyakit kronis   Coping stress adalah berbagai upaya, baik mental maupun perilaku untuk mengelola, menguasai, mentoleransi, mengurangi, dan meminimalkan suatu situasi atau kejadian yang penuh dengan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Resiliensi adalah kemampuan bertahan atau bangkit dari keterpurukan pada individu yang mengalami penderitaan sehingga dapat mengubah kondisi kehidupan yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Upaya coping stress pada pensiunan pegawai penderita penyakit kronis menuntut kemampuan resiliensi dalam menghadapi situasi menekan maupun penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis selama tahap perkembangan dewasa akhir. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan analisis regresi berganda. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang, kabupaten Lumajang sebanyak 60 orang dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini memiliki variabel terikat yaitu resiliensi dan variabel bebas yaitu coping stress yang terdiri dari problem focused coping dan emotion focused coping. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala coping stress (α=0,896) dengan 62 aitem dan skala resiliensi (α=0,919) dengan 47 aitem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang sebagian besar memiliki kemampuan problem focused coping dengan kategori sedang (2) Pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang sebagian besar memiliki kemampuan emotion focused coping dengan kategori sedang (3) Pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang sebagian besar memiliki tingkat resiliensi dengan kategori sedang (4) Ada hubungan antara problem focused coping dan resiliensi pada pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang, dengan p=0,000, sig< 0,05 (5) Ada hubungan antara emotion focused coping dan resiliensi pada pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang, dengan p=0,000, sig< 0,05 (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara coping stress dan resiliensi, dengan p=0,000, sig< 0,05. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) bagi pensiunan pegawai: mempertahankan kemampuan coping dan resiliensi dalam menghadapi masa pensiun yang memasuki tahap perkembangan dewasa akhir, (2) bagi keluarga pensiunan pegawai: diharapkan dapat menciptakan kepedulian, perhatian, dan hubungan harmonis dalam keluarga untuk meningkatkan kemampuan resiliensi selama masa pensiun, (3) bagi puskesmas: diharapkan dapat memberikan pelatihan coping stress maupun resiliensi dalam menghadapi masa pensiun, terutama bagi pensiunan pegawai penderita penyakit kronis, dan (4) diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan pendekatan yang berbeda.

    Hubungan Persepsi Mengenai Risiko Kecelakaan Berkendara dengan Perilaku Tidak Selamat Berlalu Lintas (Unsafe Behavior) Pada Remaja.

    No full text
    ABSTRAK   Ash-shiddiqi, Ahmad Maftuh Hasbi. 2014. Hubungan Persepsi Mengenai Risiko Kecelakaan Berkendara dengan Perilaku Tidak Selamat Berlalu Lintas (Unsafe Behavior) Pada Remaja. Skripsi, Program Studi Psikologi jurusan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti, M.Si  (2) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi   Kata kunci: Persepsi Risiko Kecelakaan, Perilaku Tidak Selamat Berlalu Lintas (Unsafe Behavior).   Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui Persepsi Mengenai Risiko Kecelakaan Berkendara dengan Perilaku Tidak Selamat Berlalu Lintas (Unsafe Behavior) Pada Remaja. Persepsi risiko merupakan suatu penilaian subjektif tentang terjadinya suatu kecelakaan dan kemampuan mengidentifikasi faktor risiko yang meliputi pemeriksaan potensi bahaya dilingkungan lalu lintas, pemeriksaan kemampuan pengemudi dan kendaraan. Termasuk kemampuan untuk mengatasi risiko yang mungkin akan terjadi serta seberapa besar perhatian individu akan konsekuensinya. Unsafe behavior merupakan  tipe perilaku yang mengarah pada kecelakaan seperti bekerja tanpa menghiraukan keselamatan, melakukan pekerjaan tanpa ijin, menyingkirkan peralatan keselamatan, operasi pekerjaan pada kecepatan yang berbahaya, menggunakan peralatan tidak standar, bertindak kasar, kurang pengetahuan, cacat tubuh atau keadaan emosi yang terganggu (Miner,1994). Jenis  penelitian  ini  adalah penelitian korelasional, menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan metode penelitian yang data penelitiannya berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan stastistik. Hasil  penelitian  menunjukkan  korelasi  yang signifikan dalam dua variabel. Dengan hasil secara  umum  tingkat Persepsi Risiko Kecelakaan subjek  penelitian  berada  pada kategori rendah. Yaitu dengan rincian dari 48 siswa pada sampel penelitian, terdapat 21 (43,75%) siswa memiliki tingkat persepsi risiko kecelakaan tinggi, dan 27 (56.25%) siswa memiliki persepsi risiko kecelakaan rendah. Secara   umum  tingkat Perilaku Tidak Selamat Berlalu Lintas (Unsafe Behavior) subjek penelitian berada pada kategori tinggi. Yaitu dengan rincian dari 48 siswa terdapat 33 (68,75%) siswa memiliki Perilaku Tidak Selamat (Unsafe Behavior) tinggi, dan 15 (31,25%) siswa Perilaku Tidak Selamat (Unsafe Behavior) rendah. Terdapat  hubungan  negatife  yang signifikan antara Persepsi risiko kecelakaan berkendara dengan Perilaku tidak selamat (Unsafe Behavior) pada  siswa SMA PGRI 6 Malng sebesar -0,384 dengan Signifikansi

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇