Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Konsep Diri dengan Prestasi Belajar pada Penderita Tuna Daksa

    No full text
    ABSTRAK   Satata, Dian Bagus Mitreka. 2014. Hubungan Antara Kepercayaan Diri dan Konsep Diri dengan Prestasi Belajar pada Penderita Tuna daksa. Skripsi, jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Psi. (II) Drs. Mohammad Bisri M.si.   Kata kunci : kepercayaan diri, konsep diri, prestasi belajar, tuna daksa   Belajar merupakan hal penting sepanjang kehidupan manusia, dengan belajar seseorang akan dimotivasi untuk meraih prestasi. Anak yang menderita tuna daksa atau bahkan cacat mental akan menghambat dirinya di dalam menangkap pelajaran, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi prestasi belajarnya di sekolah. Siswa yang tuna daksa sangat memerlukan perlakuan yang khusus sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan konsep diri dalam segi peningkatan prestasi belajar di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk jenis penelitian deskriptif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui suatu hubungan diantara dua variabel atau lebih. Selain itu untuk uji analisis menggunakan regresi linear berganda. Subjek penelitian berjumlah 31 orang yang memiliki karakteristik cacat fisik, laki-laki dan perempuan di Sekolah Menengah Pertama Katolik Bhakti Luhur Kota Malang secara sampling jenuh atau sampling total. Skala yang digunakan adalah skala kepercayaan diri berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Lauster (2001) dan skala konsep diri berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Brooks dan Emmart (Arief, 2013). Dan dengan nilai rata-rata rapor sebagai variabel dependen. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat kesimpulan yaitu (1) Kepercayaan diri sebagaian besar penderita tuna daksa berada pada klasifikasi yang cukup; (2) Konsep diri pada penderita tuna daksa sebagaian besar berada pada tingkat yang sangat tinggi; (3) Prestasi belajar pada penderita tuna daksa sebagian besar berada pada klasifikasi yang cukup; (4) terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar dengan nilai rxy = 0.067, (p) 0.021 < 0.05; (5) terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dengan prestasi belajar dengan nilai rxy = 0.235, (p) 0.003 < 0.05; (6) terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dan konsep diri terhadap prestasi belajar r = 0.235, Rsquare = 0.353, (p) = 0.000 < 0.05. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru untuk memberikan motivasi pada siswa penderita tuna daksa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa seiring dengan meningkatnya rasa kepercayaan diri dan konsep diri. Saran bagi peniliti selanjutnya adalah untuk menambahkan metode dalam pengambilan data dengan memadukan observasi, wawancara, maupun eksperimental dan menambah subjek penelitian

    Coping Stres Pada Personil Anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya yang Menjadi Penyalahguna NAPZA.

    No full text
    ABSTRAK   Waskita, Reza Indra. 2014. Coping Stres Pada Personil Anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya yang Menjadi Penyalahguna NAPZA. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, SPsi, M.Psi (II) Drs. Moh.Bisri, M.Si.   Kata Kunci : Coping stres , TNI AL di LANTAMAL V Surabaya, Penyalahgunaan NAPZA.   Coping Stres Pada Personil Anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya yang Menjadi Penyalahguna NAPZA. TNI AL LANTAMAL V merupakan salah satu markas besar TNI AL yang terletak di Tanjung Perak, kota Surabaya. Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Penggunaan NAPZA dalam personil militer di luar negeri memang terjadi namun penggunaan tersebut lebih mengarah pada sarana untuk mengatasi stres pasca pulang dari medan pertempuran, Kondisi tersebut berbeda dengan penggunaan NAPZA pada kalangan militer di dalam negeri mengingat Indonesia bukan negara konflik yang mengharuskan setiap personil militernya untuk bertempur. Peneltian ini bertujuan untuk dapat mengetahui Coping Stres Pada Personil Anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya Menjadi Pemakai NAPZA dan hasil dari penelitian dapat digunakan untuk saran tindak lanjut instansi dalam melakukan langkah langkah pencegahan NAPZA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik analisis data Penelitian ini menggunakan content analysis (analisis isi) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui simpulan dari sebuah teks dengan subjek penelitian anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya yang pernah ataupun masih aktif serta mengakui pernah mengkonsumsi NAPZA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengkonsumsi NAPZA karena adanya konflik atau permasalahan internal sehingga mereka memilih menghadapi situasi tekanan dengan teknik coping stress menggunakan Escapism (Pelarian diri dari masalah). Subjek lebih memilih NAPZA jenis sabu sabu karena NAPZA jenis tersebut menimbulkan perasaan sangat bergembira (euforia) setelah mengkonsumsinya sebagai upaya subjek dalam startegi coping stress yang dilakukannya yaitu escapism agar dapat mengkhayalkan seandainya ia berada dalam situasi yang lebih baik dari situasi yang dialaminya saat itu. Hasil penelitian menunjukkan saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat lebih mengembangkan teori teori tentang NAPZA dan juga coping stres pada penyalahguna NAPZA

    Pengaruh Pola Asuh terhadap Temper Tantrum pada Anak Pra Sekolah di Kelompok Bermain Naura Kids

    No full text
    ABSTRAK   Vardia, Melly Amalia. 2014. Pengaruh Pola Asuh terhadap Temper Tantrum pada Anak Pra Sekolah di Kelompok Bermain Naura Kids. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi   Kata kunci : Pola Asuh, Temper Tantrum.   Pola asuh adalah pola perilaku yang diterapkan oleh orang tua kepada anak yang bersifat ralatif dan konsisten dari waktu ke waktu, sedangkan temper tantrum  adalah suatu kondisi dimana anak mengalami luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Pola asuh orang tua yang terlalu mendominasi atau menuruti semua keinginan anak akan menyebabkan anak mudah mengalami  tantrum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan kuantitatif deskriptif dan analisis regresi berganda. Penelitian ini dilakukan di Kelompok bermain Naura Kids dengan sampel penelitian sebanyak  30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Jenuh dengan karakteristik sampel yaitu siswa Kelompok Bermain Naura Kids yang berada pada rentang usia 2-4 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode skala Likert. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda yang digunakan untuk mengetahui apakah pola asuh menjadi prediktor atau tidak dari munculnya temper tantrum pada anak pra sekolah di Kelompok Bermain Naura Kids. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Pola Asuh yang terdiri dari 50 item dengan reliabilitas sebesar 0,762, Skala Temper Tantrum terdiri dari 21 item dengan reliabilitas sebesar 0,663. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat temper tantrum pada anak pra sekolah di KB Naura Kids berada pada klasifikasi sedang, dengan prosentase sebesar 43,3% (2) pola asuh yang diterapkan oleh wali murid KB. Naura Kids sebanyak 40% subjek menerapkan pola asuh otoriter, 23,3% subjek menerapkan pola asuh demokratis, dan 36,7% subjek menerapkan pola asuh permisif. (3) ada pengaruh pola asuh terhadap temper tantrum sebesar 46,6%, dengan penjelasan pengaruh pola asuh permisif sebesar 39,8%, pola asuh permisif sebesar 39,4%, dan tidak ada pengaruh pola asuh demokratis terhadap temper tantrum. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan (1) Wali murid Kelompok Bermain Naura Kids menambah wawasan mengenai pola asuh yang baik bagi anak, dan mencari informasi tambahan mengenai temper tantrum pada anak. (2) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada Skala Pola Asuh dan Skala Temper Tantrum, dengan menambahkan variasi item baik pada Skala Pola Asuh maupun Skala Temper Tantrum, Serta diadakan penelitian kembali dengan memperluas populasi dan jumlah sampel agar didapatkan hasil generalisasi yang luas serta pengukuran yang lebih akurat dan reliabel. (3) Kelompok Bermain Naura Kids untuk mengadakan seminar parenting dan temper tantrum agar mampu menambah wawasan wali murid

    MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN VARIASI GERAK DASAR KEDALAM MODIFIKASI ATLETK DENGAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS V SDN SENTUL 01 KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Aulia, Yusqunur Risky. 2014. Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran variasi gerak dasar kedalam Modifikasi Atletik dengan metode bermain pada siswa kelas V SDN Sentul 01 Kecamatan Purwodadi Kabupaen Pasuruan, Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Mu’Arifin, M.Pd (II) Drs.Tatok Sugiarto,S.Pd,M.Pd   Kata Kunci: Meningkatkan Efektifitas, Variasi Gerak dasar dengan Metode Bermain   Pada materi variasi gerak dasar di SDN Sentul 01 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan ini, masih dapat dikatakan jauh dari kata Efektif. Hal ini di sebabkan karena guru pendidikan jasmani belum menerapkan metode yang bervariasi terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan observasi awal pada kelas V SDN Sentul 01 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, diperoleh hasil bahwa penguasaan tentang variasi gerak dasar terhadap pembelajaran ternyata belum optimal sehingga perlu ditingkatkan melalui penerapan metode yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan psikomotor variasi gerak dasar melalui penerapan metode Bermain. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus, 1 siklus 3 kali pertemuan dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 45 siswa kelas V di SDN Sentul 01 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan dengan rincian 14 siswa Putri dan 31 siswa Putra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan). Melalui penerapan metode bermain diharapkan dapat meningkatkan variasi gerak dasar dari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan siswa dalam melakukan variasi gerak dasar setelah di berikan tindakan dari siklus I dan siklus II hasilnya, Efektifitas (pada aspek Psikomotor) variasi gerak dasar dari siklus I pertemuan ke 1 sebesar 61.25% dengan katagori cukup dan pertemuan ke 2 sebesar 65.25% dengan katagori cukup, serta pertemuan ketiga sebesar 75.25% dengan kategori cukup, dan pada siklus II pertemuan ke 1 mengalami peningkatan dengan skor 80.5% yang tergolong dalam katagori baik . Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan menerapkan metode bermain dapat meningkatkan Psikomotor Variasi gerak dasar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di SDN Sentul 01 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan penelitian ini disarankan  agar pada sekolah-sekolah yang lain dapat menerapkan bermian pada pembelajarannya sehingga proses pembelajaranya dapat menjadi lebih optimal

    Pesan Subliminal Dalam Iklan Rokok Terhadap Perubahan Perilaku Remaja Merokok

    No full text
    ABSTRAK   Utami, Wahyu Puji. 2014. Pesan Subliminal Dalam Iklan Rokok Terhadap Perubahan Perilaku Remaja Merokok. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan M.Si, M.ed. (II) Diyah Sulistyorini, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci : pesan subliminal, iklan rokok, perilaku merokok remaja.   Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pesan subliminal iklan rokok dalam perubahan perilaku merokok remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara semi terpimpin, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampling menggunakan accidental sampling. Subjek penelitian adalah siswa SMP PGRI 02 Lawang yang berjumlah 6 remaja laki-laki yang bernama AM, IH, RAP, EF, LA dan MFA. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan pengamatan dan triangulasi metodologi yang menggabungkan antara observasi, wawancara semi terpimpin dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 3 remaja dari 6 remaja yang bersekolah di SMP PGRI 02 yang terpengaruh oleh pesan subliminal dalam iklan rokok. Pengaruh yang lebih besar datang dari lingkungan teman sebaya dan keluarga. Dengan demikian secara meyakinkan dapat dikatakan bahwa pesan subliminal dalam iklan rokok tidak berpengaruh terhadap perubahan perilaku merokok pada remaja. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memicu adanya penelitian tentang pesan subliminal yang terkandung dalam iklan rokok di Indonesia pada umumnya. Selain itu adanya penelitian ini diharapkan mampu mengurangi jumlah perokok pada masa remaja dan bagi masyarakat menjadi sedikit peduli terhadap nasib remaja yang merupakan pendukung dan pemikul tanggung jawab di masa depan. Serta menciptakan masyarakat yang sadar akan pertumbuhan remaja ke arah dewasa dimana terkadang remaja sering menirukan tingkah laku orang dewasa di sekitar mereka dan akibat dari kondisi ini dapat menimbulkan pengaruh buruk dalam pembentukan kebiasaan sehingga tidak menutup kemungkinan timbulnya suatu penyimpangan tingkah laku yang kelak dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain

    Ego Transcendence pada anggota Majelis Ta’lim As-Sakinah yang telah Lanjut Usia

    No full text
    ABSTRAK   Dwirian, Rangga. 2014. Ego Transcendence pada anggota Majelis Ta’lim As-Sakinah yang telah Lanjut Usia. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: Ego Transcendence, Majelis Ta’lim, Lanjut Usia.   Memasuki fase lanjut usia atau masa tua ini, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menghadapi masa tuanya. Beberapa kegiatan Lanjut usia yaitu kegiatan fisik, mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu mengikuti aktivitas spiritual yaitu dengan menghadiri acara-acara keagamaan juga merupakan bentuk-bentuk dari aktivitas yang dilakukan oleh Lanjut usia. Dalam tugas perkembangan lansia menurut Erickson dalam (Pecks, 1955) selain mempersiapkan diri untuk kondisi yang menurun, mempersiapkan diri untuk pensiun, membentuk hubungan baik dengan orang seusianya, salah satu yang menarik peneliti yaitu persiapan dalam menghadapi kematian. Menurut (Peck’s, 1955) mempersiapkan diri dalam menghadapi kematian yaitu disebut dengan  Ego-Transcendence.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Ego Transcendencepada Majelis Ta’lim yang telah lajut usia.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologis. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Subjek pada penelitian ini adalah ibu-ibu sebanyak 3 subjek yang merupakan anggota Majelis Ta’lim As-Sakinah yang telah Lanjut Usia. Masing-masing subjek merupakan Lanjut Usia yaitu 60 tahun hingga 62 tahun. Hasil dari penelitian ini menghasilkan data bahwa Ego Transcendenceyang ada dalam teori perkembangan merupakan hal yang benar dialami oleh subjek dalam penelitian ini, dan juga terdapat beberapa kegiatan yang merupakan bentuk Ego Transcendence yang ada pada subjek Lanjut Usia. Diharapkan bagi anggota Majelis Ta’lim yang lanjut usia agar bisa tetap mempertahankan kegiatan – kegiatan yang berhubugan dengan Allah SWT baik yang sudah atau akan dilakukan.Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar bisa melakukan pendekatan lebih baik lagi, lebih lama lagi kepada subjek. Subjek memang cenderung terbuka terhadap peneliti, namun mungkin saja dengan lebih melakukan pendekatan mendalam akan ditemukan beberapa hal lain yang bisa diungkap. Selain itu, diharapkan peneliti selanjutnya tidak hanya memilih perempuan namun juga subjek laki-laki. Menambah referensi lagi yang lebih banyak  teori-teori mengenai Ego Transcendence.

    Kepercayaan Konsumen dan e-WOM (electronic Word Of Mouth) sebagai Prediktor dari Intensi Membeli Produk di Internet pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pratiwi, Feni Dwi. 2014. Kepercayaan Konsumen dan e-WOM (electronic Word Of Mouth) sebagai Prediktor dari Intensi Membeli Produk di Internet pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hj. Tutut Chusniyah, M.Si.,(II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: kepercayaan konsumen, e – WOM, intensi membeli   Kepercayaan konsumen merupakan keyakinan dan harapan konsumen terhadap penjual. e – WOM (electronic Word Of Mouth) merupakan aktivitas penyebaran informasi secara informal dari mulut ke mulut melalui media internet atau web secara online. Sedangkan intensi membeli merupakan kecenderungan atau niat individu untuk melakukan tindakan membeli produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa kepercayaan konsumen dan e-WOM (electronic Word Of Mouth) merupakan prediktor dari intensi membeli produk di internet. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang merupakan mahasiswa di Universitas Negeri Malang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepercayaan konsumen yang terdiri dari 26 aitem dengan reliabilitas sebesar (=0,910), skala e-WOM yang terdiri dari 24 aitem dengan reliabilitas sebesar (=0,901), dan skala intensi membeli sebanyak 10 aitem dengan reliabilitas sebesar (=0,787). Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ada sejumlah 44% mahasiswa Universitas Negeri Malang memiliki intensi membeli produk melalui internet dengan kategori sedang, 2) ada sejumlah 33% mahasiswa Universitas Negeri Malang memiliki kepercayaan konsumen dengan kategori sedang, dan 3) ada sejumlah 38% mahasiswa Universitas Negeri Malang memanfaatkan e-WOM dengan kategori sangat rendah, 4) kepercayaan konsumen dan e-WOM secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap intensi membeli produk di internet sebesar R Square 0,080 (8%) dengan signifikansi F change(0,018 ttabel 1,98) dengan signifikansi(p 0,049 0,05). Saran dari penelitian ini adalah 1) mahasiswa sebagai konsumen sekaligus pengguna internet, diharapkan lebih selektif mengambil keputusan dalam membeli produk di internet dengan mempertimbangkan informasi yang didapat secara langsung maupun online, 2) penjual di internet hendaknya memiliki kemampuan melayani, kebaikan hati, keterbukaan dalam membentuk kepercayaan konsumen dan memberikan pelayanan terbaik dalam menawarkan produk online. 3) praktisi yang mempelajari perilaku konsumen hendaknya memperhatikan faktor lain diluar faktor yang telah digunakan oleh peneliti. Faktor tersebut bisa berasal dari faktor personal, sosial, dan budaya

    PENELITIAN FENOMENOLOGI KECEMASAN TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA

    No full text
    ABSTRAK Kecemasan adalah suatu keadaan emosional yang menekan individu berupa ketakutan ataupun kekhawatiran dan terjadi pada waktu tertentu baik pengaruh dari luar maupun dalam diri manusia. Salah satu masalah yang sering muncul adalah beberapa pasangan mengkhawatirkan kegiatan hubungan seksual mereka selama kehamilan. Mereka merasa takut bahwa hubungan seksual akan mengganggu pertumbuhan si cabang bayi. Kehamilan yang pertama merupakan hal yang penting bagi wanita, adapun istilah yang digunakan untuk wanita yang hamil pertama kali disebut primigravida. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Peneliti mengggunakan metode pengambilan data wawancara mendalam, kuisioner terbuka, dan skala kecemasan HARS (Hamilton Rating Scale), kemudian dilakukan pengkodingan pada hasil wawancara, sehingga setiap hasil wawancara berbentuk transkip (verbatim), serta analisis data menggunakan analisis teori yang menghubungkan hasil data penelitian dengan teori yang telah ada. Subjek pada penelitian ini yaitu tiga orang ibu hamil primigravida. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida meliputi reaksi emosional, reaksi kognitif, dan reaksi fisiologis. Reaksi emosional meliputi perasaan cemas, kegelisahan, perasaan mudah tersinggung, dan mencela diri sendiri. Reaksi kognitif meliputi penurunan daya ingat, kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, dan pemikiran dalam menghadapi masalah. Reaksi fisiologis meliputi nyeri otot, denyut nadi, kondisi pernapasan, dan penglihatan kabur. Tingkat kecemasan yang dialami ketiga subjek yaitu bervariasi, pada subjek YW dan subjek PK merasakan reaksi emosional, reaksi kognitif, dan reaksi fisiologis, sedangkan pada subjek NM hanya pada reaksi emosional. Kata kunci: Kecemasan, Hubungan Seksual, Ibu Hamil Primigravid

    PENGARUH FILM TERHADAP PENINGKATAN EMPATI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK Sukmawati, Ninda, Atika. 2014. Pengaruh Film Terhadap Peningkatan Empati Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi   Kata kunci : Empati , Film Sesuai dengan salah satu tujuan dan motivasi utama pendidikan psikologi yaitu menunjukkan kepekaan terhadap manusia dan menolong orang lain maka empati dibutuhkan sebagai komponen dasar untuk mencapai tujuan tersebut. Namun pada kenyataannya kemampuan tersebut belum sepenuhnya dikuasai oleh mahasiswa psikologi (Viorensika, 2013). Empati ternyata dapat ditingkatkan melalui pelatihan intrapersonal, role-play dan modeling seseorang dengan empati yang tinggi (Stepien&Baernstein,2006). Dalam budaya saat ini dimana tayangan audio visual lebih mudah diakses dan disajikan dalam berbagai sarana,film dapat menjadi sebuah media yang memberikan contoh konkrit bagaimana empati diterapkan. Empati merupakan sebuah konstruk multidimensional yang terdiri dari komponen kognitif dan afektif. Komponen kognitif merefleksikan kemampuan mengidentifikasi dan memahami perspektif orang lain, sementara komponen emosional ditandai dengan kecenderungan untuk merasakan simpati atau kepedulian terhadap orang lain(Davis,1983), sedangkan film adalah karya seni budaya yang merupakan pranata sosial dan media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan pengaruh dari pemberian treatment film terhadap peningkatan empati mahasiswa psikologi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian yang digunakan adalah mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta program strata satu Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2014. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 50 orang dengan pembagian 25 orang adalah kelompok eksperimen dengan pemberian treatment film dan 25 orang adalah kelompok kontrol tanpa pemberian treatment. Instrumen yang digunakan untuk mengukur empati adalah Interpersonal Reactivity Index. Analisis data untuk menggambarkan perbedaan skor antar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah dengan analisis data deskriptif statistik dan uji komparasi dengan two independent sample test Mann-Whitney U. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh dari pemberian treatment film terhadap peningkatan empati pada mahasiswa psikologi .Nilai signifikansi uji komparasi pada nilai konsentrasi dua kelompok eksperimen tersebut menunjukkan nilai di tiap aspeknya berada dalam rentang 0,073-0,679 

    Studi Kasus Pola Asuh dan Kekerasan Dalam Berpacaran Pada Mahasiswa Perempuan Kota Malang

    No full text
    Kekerasan dalam relasi personal perempuan terdiri dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan kekerasan secara seksual. Hal yang khas sering muncul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah bahwa korban biasanya cenderung lemah dan sangat mencintai pasangannya. Perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran pada umumnya menerima perlakuan kasar tersebut karena dilandasi oleh perasaan bersalah dan berharap pasangannya akan berubah pada akhirnya. Pengaruh budaya patriarki menyebabkan perempuan dididik, diasuh, dan dibesarkan dengan mengkondisikan perempuan sebagai makhluk lemah sehingga cenderung tergantung dan tidak melawan. Dalam hal ini pengasuhan dilakukan oleh keluarga dekat yaitu orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang menyebabkan perempuan rela dan pasrah ketika mendapatkan tindak kekerasan dari pasangannya dalam pengasuhan yang diberikan oleh orang tua khususnya ibu. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah mahasiswa perempuan yang sedang berpacaran dan mengalami kekerasan dalam berpacaran dengan menggunakan teknik wawancara mendalam sebagai alat pengumpul data. Validitas yang digunakan adalah validitas interpretif.Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa seluruh subjek mendapatkan pola asuh patriarki dengan latar belakang budaya patriarki yang dianut oleh orang tuanya. Pola asuh patriarki yang diberikan orang tua mengajarkan perempuan cenderung bersifat mengalah dan tunduk pada laki-laki. Maka dari itu dengan adanya penelitian ini diharapkan perempuan dapat mengurangi sikap penerimaan dirinya terhadap kekerasan dalam berpacaran dan mengambil sikap yang tegas terhadap kekerasan tersebut

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇