Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Kecenderungan Konsep Diri Remaja yang Mengalami Child Abuse
ABSTRAK Ramanti, Cokorda Istri Putri. 2014. Kecenderungan Konsep Diri Remaja yang Mengalami Child Abuse. Skripsi, Jurusan Psikologi FPPsi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S. Psi., M. Psi., (II) Drs. Mochamad Bisri M. Psi Kata Kunci : konsep diri remaja, child abuse Pada umumnya, remaja yang pernah mengalami dan menyaksikan kekerasan memiliki perasaan marah, kecewa, dan juga sedih. Kekerasan yang terjadi di dalam keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perkembangan konsep diri remaja dan mempengaruhi penyesuaian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konsep diri remaja yang mengalami kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode snowball sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, yaitu AAP, ME, dan MF. Dengan kriteria berada pada usia remaja akhir dan pernah atau sedang mengalami child abuse. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam dan observasi. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, dan disusun menjadi kesimpulan penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa konsep diri remaja yang pernah mengalami kekerasan tidak selalu memiliki kecenderungan berkembang ke arah negatif. Ada subjek yang merasa dirinya tidak berharga dan merasa inferior saat berada di lingkungan sosial. Namun ada subjek yang dapat mengembangkan konsep dirinya ke arah yang positif. Hal ini terjadi karena keadaan subjek yang tidak lagi mengalami kekerasan membuat konsep diri mereka memiliki kesempatan untuk berkembang ke arah positif. Konsep diri yang mereka miliki juga mempengaruhi sikap mereka terhadap hubungan interpersonal. Disarankan sebaiknya remaja yang pernah mengalami kekerasan lebih melibatkan diri dalam aktivitas yang dapat mengembangkan potensi mereka, dan meminta bantuan pada orang yang lebih ahli seperti psikolog atau psikiater agar dapat membantu masalah yang dihadapi. Selain itu orangtua juga disarankan untuk berperan aktif mengurangi pertengkaran dan menghubungi psikolog. Dan masyarakat yang mengetahui keluarga dengan kekerasan diharapkan menghubungi polisi atau lembaga sosial yang terkait dan memberikan dukungan bagi para korban.
Perbedaan Kenikmatan Ditinjau dari Jenis Permainan Online Agresif dan Non Agresif padaRemaja SMA Negeri 7 Malang
ABSTRAK Firdaus, Maulidiah. 2014. Perbedaan Kenikmatan Ditinjau dari Jenis Permainan Online Agresif dan Non Agresif padaRemaja SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I)Dr.Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Gamma Rahmita UH, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : Kenikmatan, Permainan Online, Remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran tingkat kenikmatan pada remaja yang bermain permainan online jenis agresif pada remaja SMA Negeri 7 Malang, (2) Gambarantingkat kenikmatan pada remaja yang bermain permainan online jenis non agresif pada remaja SMA Negeri 7 Malang, (3) Membandingkan tingkat perbedaan antara kenikmatan pada remaja yang bermain permainan online ditinjau dari jenis permainan online agresif dan non agresif pada remaja SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalahPretest Posttest Control Group Design. Pengumpulan data menggunakan skala game flow. Try out dilakukan di warnet permainan online di Kota Malang dengan menggunakan 51 subjek. Penelitian menggunakan 60 remaja laki-laki di SMA Negeri 7 Malang. Kemudian subjek dibagi menjadi 2 kelompok yakni 30 pada kelompok eksperimen dan 30 subjek pada kelompok kontrol menggunakan random sampling. Dilakukan Pretest sebelum perlakuan dan Posttest sesudah perlakuan pada subjek.Treatment yang diberikan yakni pemberian permainan online agresif (DoTA) dan non agresif (Moodo Marble).Validitas aitem untuk variabel kenikmatan terdiri dari 54 aitem dengan reliabilitas 0,739. Uji hipotesis yang digunakan yakni uji ancova dengan signifikasi 0,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Remaja yang bermain permainan online jenisagresif (posttest) memiliki tingkat kenikmatan yang tinggi, (2)Remaja yang bermain permainan onlinejenis non agresif (posttest) memiliki tingkat kenikmatan yang rendah, (3) Ada perbedaan tingkat kenikmatan antara remaja yang bermain permainan onlineagresif dan non agresif pada remaja SMA Negeri 7 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan pembuat perangkat lunak (permainan internet) terutama permainan online jenis non agresif agar dalam kontennya diberikan fitur yang lebih kompleks yang mampu membuat seseorang mengalami pengalaman kenikmatan, diharapkan para siswa mampu menyeimbangkan antara waktu belajar dan waktu bermain permainan, karena kenikmatan juga mampu terjadi ketika seseorang sedang belajar. Diharapkan pada penelitian berikutnya ditemukan jenis metode eksperimen yang kuat dan cocok untuk menguji tingkat kenikmatan pada permainan online jenis agresif dan non agresif, mengambil subjek yang tidak hanya remaja
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KONFORMITAS KELOMPOK SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA DI SMK PERSATUAN 2 TULANGAN
ABSTRAK Alfanani, Mohammad Indra. 2014. Hubungan antara Konsep Diri dan Konformitas Kelompok Sebaya dengan Perilaku Merokok Remaja Di SMK Persatuan 2 Tulangan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si (II) Ike Dwiastuti S,Psi M,si psikolog. Kata kunci : konsep diri, konformitas, perilaku merokok Konsep diri didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran individu terhadap dirinya. Konfromitas adalah bentuk kecenderungan seseorang untuk menyesuaikan diri dan memberikan perhatianya kepada kelompok. Perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok yang dilakukan secara menetap. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui konsep diri siswa kelas X SMK Persatuan 2 Tulangan (2) Mengetahui konformitas siswa kelas X SMK Persatuan 2 Tulangan (3) Mengetahui tingkat perilaku siswa kelas X SMK Persatuan 2 Tulangan (4) Hubungan antara konsep diri dengan perilaku merokok siswa kelas X SMK Persatuan 2 Tulangan (5) hubungan antara konformitas kelompok sebaya dengan merokok siswa kelas X SMK Persatuan 2 Tulangan (6) hubungan antara antara konsep diri dan konformitas kelompok sebaya pada perilaku merokok siswa kelas X SMK Persatuan 2 Tulangan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan korelasional. Penelitian ini dilakukan di siswa SMK Persatuan 2 Tulangan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa perokok kelas X SMK Persatuan 2 Tulangan. Dalam pengambilan sampel, peneliti mengambil 60 anggota yang sesuai dengan karakteristik penelitian dengan menggunakan teknik insidental sampling. Hasil penelitian menunjukan siswa perokok kelas X SMK Persatuan 2 Tulangan (1) memiliki konsep diri dalam tingkatan yang rendah (2) memiliki tingkat konformitas dalam kategori sangat tinggi (3) memiliki tingkat perilaku merokok dalam kategori sangat tinggi (4) tidak Terdapat hubungan antara variabel konsep diri dengan perilaku merokok, dengan nilai r = - 0,152 dengan signifikansi 0,245 > 0,05 (5) Terdapat hubungan positif antara variabel konformitas kelompok sebaya dengan perilaku merokok, dengan nilai r = 0,706 dengan signifikansi 0,000 (6) Terdapat hubungan antara konsep diri, konformitas kelompok sebaya dengan perilaku merokok, dengan nilai r = 0,709 (p = 0,000 < 0,05)
PERBEDAAN PRESTASI KERJA KARYAWAN DITINJAU DARI PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN PADA UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DAERAH PERTANIAN KECAMATAN BREBEK KABUPATEN NGANJUK
ABSTRAK Wahyu, Cheetah. 2014. Perbedaan Prestasi Kerja Karyawan Ditinjau Dari Persepsi Karyawan Terhadap Gaya Kepemimpinan Pada Unit Pelaksanaan Teknis Daerah PertanianKecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. (I) Dra. Sri WeniUtami, M.Si(II) Diyah sulistiyorini, S.Psi, M.Psi Kata Kunci: Prestasi Kerja, Persepsi Karyawandan Gaya Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan proses atau serangkaian kegiatan yang saling berhubungan satu dengan yang lain berisi menggerakkan, membimbing dan mengarahkan serta mengawasi orang lain dalam berbuat sama dengan tujuan yaitu untuk memaksimalkan potensi karyawan sehingga pencapaian prestasi kerja karyawan dapat meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk mendeskripsikan persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pada UPTD Pertanian Kecamatan Berbek. 2) Untuk mendeskripsikan prestasi kerja pegawai UPTD Pertanian Kecamatan Brebek. 3) Mengetahui adakah perbedaan prestasi kerja karyawan di tinjau dari persepsinya terhadap gaya kepemimpinan atasan. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu persepsi gaya kepemimpinan dan prestasi kerja karyawan. Populasi pada penelitian ini adalah pegawai UPTD Pertanian Kecamatan Brebek. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis komparatif dengan menggunakan one-way anova.Berdasarkan pada temuan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan dari hasil pembahasan penelitian maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan bahwa 1) Persepsi pegawai mengenai gaya kepemimpinan dapat dikatakan bahwa sebagian besar pegawai UPTD Pertanian Kecamatan Brebek memiliki persepsi gaya kepemimpinan demokratis 2) Pencapaian prestasi kerja pegawai pada UPTD Pertanian Kecamatan Brebek sebagian besar memiliki prestasi kerja yang tergolong rendah. 3) Terdapat perbedaan prestasi kerja di tinjau dari persepsi karyawan terhadap prestasi kerja pada UPTD Pertanian Kecamatan Brebek. Berdasarkan simpulan di atas, maka saran atau rekomendasi yang di ajukan sebagai berikut. UPTD Pertanian Kecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk di sarankan agar mengkaji lebih dalam gaya kepemimpinan apa yang harusnya di terapkan agar didapat prestasi kerja yang maksimal. Melakukan sosialisasi dan melibatkan pegawai dalam menentukan kebijakan yang akan diambil
PERILAKU ASERTIF MENANTU LAKI-LAKI YANG TINGGAL SERUMAH DENGAN MERTUA
ABSTRAK Faruqi, Choirul. 2014. Perilaku Asertif Menantu Laki-laki Yang Tinggal Serumah dengan Mertua. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S.Psi, M.Si (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim S.Psi, M.Psi. Psikolog. Kata kunci: assertive behavior, mertua, menantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang dengan kriteria (1) Subjek merupakan laki-laki yang sudah menikah, (2) Subjek masih tinggal serumah dengan mertua atau orang tua dari istri, (3) Subjek sudah tinggal dengan mertua selama empat tahun atau lebih. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menantu laki-laki yang memulai tinggal serumah dengan mertua tidak bisa berperilaku asertif dalam komunikasi, ketegasan berpendapat, mempertahankan hak dalam berpendapat dan menerapkan model pola asuh anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua adalah hukuman, ganjaran, modeling, Kesempatan untuk mengembangkan perilaku yang sesuai, Standar budaya dan keyakinan pribadi, Keyakinan akan hak mutlak sebagai individu. Peneliti juga menemukan bahwa aspek efikasi diri (self efficacy) juga diperlukan dalam membentuk atau membangun perilaku asertif sebagaimana yang telah ditemukan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah Menantu yang tinggal serumah dengan mertua, khususnya menantu laki-laki harus bisa lebih aktif dalam membangun komunikasi yang baik dan intens dengan mertua. Hambatan komunikasi seperti mendapatkan penolakan atau mendapatkan umpan balik yang kurang sesuai harapan juga harusnya menjadi pembelajaran bagi para menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua untuk lebih bersikap asertif dengan baik. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah, untuk lebih melihat dengan jauh dan mendalam mengenai faktor-faktor atau variabel lain yang ada dalam perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. Peneliti selanjutnya juga diharapkan mampu memberikan tambahan pengamatan atau observasi yang mendalam secara berkelanjutan sehubungan dengan menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. ABSTRAK Faruqi, Choirul. 2014. Perilaku Asertif Menantu Laki-laki Yang Tinggal Serumah dengan Mertua. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S.Psi, M.Si (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim S.Psi, M.Psi. Psikolog. Kata kunci: assertive behavior, mertua, menantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang dengan kriteria (1) Subjek merupakan laki-laki yang sudah menikah, (2) Subjek masih tinggal serumah dengan mertua atau orang tua dari istri, (3) Subjek sudah tinggal dengan mertua selama empat tahun atau lebih. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menantu laki-laki yang memulai tinggal serumah dengan mertua tidak bisa berperilaku asertif dalam komunikasi, ketegasan berpendapat, mempertahankan hak dalam berpendapat dan menerapkan model pola asuh anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua adalah hukuman, ganjaran, modeling, Kesempatan untuk mengembangkan perilaku yang sesuai, Standar budaya dan keyakinan pribadi, Keyakinan akan hak mutlak sebagai individu. Peneliti juga menemukan bahwa aspek efikasi diri (self efficacy) juga diperlukan dalam membentuk atau membangun perilaku asertif sebagaimana yang telah ditemukan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah Menantu yang tinggal serumah dengan mertua, khususnya menantu laki-laki harus bisa lebih aktif dalam membangun komunikasi yang baik dan intens dengan mertua. Hambatan komunikasi seperti mendapatkan penolakan atau mendapatkan umpan balik yang kurang sesuai harapan juga harusnya menjadi pembelajaran bagi para menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua untuk lebih bersikap asertif dengan baik. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah, untuk lebih melihat dengan jauh dan mendalam mengenai faktor-faktor atau variabel lain yang ada dalam perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. Peneliti selanjutnya juga diharapkan mampu memberikan tambahan pengamatan atau observasi yang mendalam secara berkelanjutan sehubungan dengan menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua.
Pengembangan Penilaian Kinerja Berorientasi Customer Service Competency Pada Karyawan Security Di Mall BATOS ( Batu Town Square ).
ABSTRACT Putri, Frika Nungki Pratama. 2014. Development Of Oriented Performance Appraisals Customer Service Competency to Employee Security At The Mall Batos ( Batu Town Square ). Thesis, Department of Psychology, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Preceptor: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M. Psi, (II) Ika A. Farida, S. Psi, M. Psi. Key Words: development of performance appraisals, competency customer service, employee security, mall Batos Indicators of performance appraisal in the organization includes four groups of work-related outcomes profit organization, the ability of the employee, and customer service. The performance appraisal on employee security in Batos that have targeted aspects incomplete and needs to be equipped with competencies related service to visitors. Addition of competence in the assessment of performance is expected to improve employee performance appraisal process in Batos security. This study aims to create a performance assessment to be made to focus on development of customer service oriented performance appraisal competency for employee security at Mall Batos ( Batu Town Square ). This study uses Research and Development, the research methods used on the production of a particular product, and test the effectiveness of these products. The approach used is descriptive qualitative. This research is to development of a customer service oriented performance appraisal competency for employee security at Mall Batos ( Batu Town Square ). Implementation of the design development of performance assessment is preceded by an office analyst for security employees and interview Behavioral Event Interview (BEI). Researchers collected data using interviews and questionnaires. Data obtained from interviews then were coded to facilitate the analysis. Test feasibility study was conducted through interviews with Chief Security and questionnaire completed 21 security employees and 3 chairman squad ( KARU ). The results of this study indicate that the customer service competency developed by researchers consists of three sub-competence is communication, early prevention, and handling problems. In each sub-competencies are five scales that describe the behavior of security looks in performing their duties and obligations in the work, from the scale of the one that means good behavior up to five scale, which means good behavior. In each scale are behavioral indicators that describe the behavior shown in scale. Based on the interview with the chief of security and a questionnaire completed by all employees of security-oriented performance appraisal customer service competency made by researchers is good enough, because it covers the desc of the job security of employees. Assessment of performance-oriented customer service competency as compiled by the researchers could be used as complement for performance appraisal in the BATOS. Suggestions in this study Batos mainly addressed to the chief of security, with the study expected to be able to apply a security officer performance assessment competency in customer service-oriented employees with good security in Batos. These competencies can be used as a complement to the existing performance appraisal, in order dihasilakan performance by increasing security. While other researchers, the study is expected to continue with competence for performance appraisal better. More structured competency and competencies that can be made applicable for one month so it produced a more objective appraisal. ABSTRAK Putri, Frika Nungki Pratama. 2014. Pengembangan Penilaian Kinerja Berorientasi Customer Service Competency Pada Karyawan Security Di Mall BATOS ( Batu Town Square ). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi, (II) Ika A. Farida, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: pengembangan penilaian kinerja, customer service competency, karyawan security, di mall BATOS Indikator penilaian kinerja di organisasi meliputi empat kelompok yaitu hasil kerja yang berhubungan dengan keuntungan organisasi, kemampuan karyawan, dan pelayanan kepada pelanggan. Penilaian kinerja pada karyawan security di BATOS yang memiliki aspek sasaran yang kurang lengkap dan perlu dilengkapi dengan kompetensi yang berhubungan dengan pelayanan terhadap pengunjung. Penambahan kompetensi dalam penilaian kinerja diharapkan dapat memperbaiki proses penilaian kinerja karyawan security di BATOS. Penelitian ini bertujuan untuk membuat penilaian kinerja yang akan dibuat fokus pada pengembangan penilaian kinerja berorientasi customer service competency untuk karyawan security di Mall BATOS ( Batu Town Square ). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilakan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengembangan penilaian kinerja untuk karyawan security di BATOS yang berorientasi kepada customer service competency. Pelaksanaan perancangan pengembangan penilaian kinerja didahului dengan membuat analisis jabatan untuk karyawan security di BATOS dan wawancara Behavioral Event Interview ( BEI ). Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara dan angket. Data yang diperoleh dari wawancara kemudian dikoding untuk memudahkan dalam analisis. Uji kelayakan dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan Chief Security dan angket yang diisi 21 karyawan security dan 3 ketua regu ( KARU ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa customer service competency yang disusun oleh peneliti terdiri dari tiga sub kompetensi yaitu komunikasi, pencegahan dini, dan penanganan masalah. Dalam setiap sub kompetensi terdapat lima skala yang menjelaskan perilaku yang tampak dari security dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dalam bekerja, dari mulai skala satu yang artinya perilaku yang tidak baik sampai dengan skala lima yang artinya perilaku yang baik. Dalam setiap skala terdapat indikator perilaku yang menjabarkan perilaku yang tampak dalam skala. Berdasarkan hasil wawancara dengan chief security dan dari angket yang diisi oleh seluruh karyawan security penilaian kinerja yang berorientasi customer service competency yang dibuat oleh peneliti sudah cukup baik, karena sudah mencakup dari job desc karyawan security. Penilaian kinerja yang berorientasi customer service competency seperti yang disusun oleh peneliti bisa digunakan sebagai pelengakap untuk penilaian kinerja yang sudah dimliki oleh pihak BATOS. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada pihak BATOS terutama chief security, dengan adanya penelitian ini diharapkan chief security mampu menerapkan penilain kinerja berorientasi customer service competency pada karyawan security di BATOS dengan baik. Kompetensi ini bisa dijadikan pelengkap penilaian kinerja yang ada sebelumnya, agar kinerja yang dihasilakan oleh security semakin meningkat. Sedangkan untuk peneliti lain, diharapkan mampu melanjutkan penelitian dengan menyusun kompetensi untuk penilaian kinerja yang lebih baik. Kompetensi yang disusun lebih banyak dan kompetensi yang dibuat bisa diaplikasikan selama satu bulan sehingga penilaian yang dihasilkan lebih obyektif.
Pengaruh Konformitas Teman Sebaya dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswi Fakultas Ekonomi dalam Berbelanja Online
ABSTRAK Cahyani, Fenny Indra. 2014. Pengaruh Konformitas Teman Sebaya dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswi Fakultas Ekonomi dalam Berbelanja Online. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Gamma Rahmita UH, S. Psi, M.Psi. Kata kunci : Konformitas teman sebaya, kontrol diri, perilaku konsumtif, belanja online. Munculnya toko online semakin memicu perilaku konsumtif masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswi. Sebagai konsumen wanita, mahasiswi memiliki kecenderungan berperilaku konsumtif. Perilaku konsumtif dalam berbelanja online dapat dipengaruhi oleh karakteristik konsumen, pengaruh lingkungan, karakteristik produk atau layanan, karakteristik sistem, dan karakteristik merchant. Salah satu pengaruh lingkungan yang mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswi dalam berbelanja online adalah konformitas teman sebaya. Konformitas teman sebaya adalah perubahan perilaku mahasiswi untuk berperilaku tertentu yang disebabkan karena orang lain berperilaku demikian, guna menyesuaikan diri dengan kelompok acuannya. Sedangkan salah satu karakteristik konsumen yang mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswi dalam berbelanja online adalah kontrol diri. Kontrol diri adalah kemampuan seseorang untuk mengatur dan mengarahkan tingkah laku, emosi, dan dorongan-dorongan atau godaan-godaan dalam diri agar mengarahkan individu ke arah yang positif atau lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya dan kontrol diri terhadap perilaku konsumtif mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam berbelanja online. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 247 mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku konsumtif dalam berbelanja online sebanyak 33 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,914, skala konformitas yang terdiri dari 27 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,955, dan skala kontrol diri terdiri dari 27 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,890. Hasil penelitian adalah (1) Tingkat perilaku konsumtif mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dalam berbelanja online kategori tinggi. (2) Tingkat konformitas mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang terhadap teman sebaya kategori tinggi (3) Tingkat kontrol diri mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang kategori rendah. (4) Konformitas teman sebaya memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumtif dalam berbelanja online (5) Kontrol diri memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumtif dalam berbelanja online (6) Konformitas teman sebaya dan kontrol diri secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumtif dalam berbelanja online. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah:1) bagi masyarakat: masyarakat termasuk mahasiswi diharapkan lebih mengendalikan perilaku konsumtifnya. 2) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan variabel-variabel bebas lainnya
Hubungan antara Persepsi terhadap Keterbukaan dan Keadilan Penilaian Kinerja dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan Lippo Plaza Batu
ABSTRAK Rosdiana, Malinda. 2014. Hubungan antara Persepsi terhadap Keterbukaan dan Keadilan Penilaian Kinerja dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan Lippo Plaza Batu. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M. Psi Kata kunci : persepsi terhadap keterbukaan penilaian kinerja, persepsi terhadap keadilan penilaian kinerja dan kepuasan kerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pesepsi terhadap keterbukaan penilaian kinerja karyawan Lippo Plaza Batu, gambaran persepsi terhadap keadilan penilaian kinerja karyawan Lippo Plaza Batu, gambaran kepuasan kerja karyawan Lippo Plaza Batu, hubungan antara persepsi terhadap keterbukaan penilaian kinerja dengan kepuasan kerja karyawan Lippo Plaza Batu, hubungan antara persepsi keadilan penilaian kinerja karyawan Lippo Plaza Batu, dan hubungan antara persepsi keterbukaan dan keadilan penilaian kinerja karyawan Lippo Plaza Batu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Data dikumpulkan menggunakan skala persepsi terhadap keterbukaan penilaian kinerja, skala persepsi terhadap keadilan penilaian kinerja, dan skala kepuasan kerja. Subjek dalam penelitian berjumlah 52 karyawan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif korelasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Persepsi terhadap keterbukaan penilaian kinerja karyawan Lippo Plaza Batu umumnya berada dalam klasifikasi rendah dengan presentase sebesar 55,77%. 2) Persepsi terhadap keadilan penilaian kinerja karyawan Lippo Plaza Batu umumnya berada dalam klasifikasi tinggi dengan presentase sebesar 53,85%. 3) Kepuasan kerja karyawan Lippo Plaza Batu umumnya berada dalam klasifikasi tinggi dengan presentase sebesar 51,92%. 4) Ada hubungan yang positif signifikan sebesar 0,762 dengan signifikansi 0,000 antara persepsi terhadap keterbukaan penilaian kinerja dengan kepuasan kerja karyawan Lippo Plaza Batu. 5) Ada hubungan yang positif signifikan sebesar 0,696 dengan signifikansi 0,000 antara persepsi terhadap keadilan penilaian kinerja dengan kepuasan kerja karyawan Lippo Plaza Batu. 6) Ada hubungan yang positif signifikan sebesar 0,790 dengan signifikansi 0,000 antara persepsi terhadap keterbukaan dan keadilan penilaian kinerja dengan kepuasan kerja pada karyawan Lippo Plaza Batu. Berdasarkan hasil penilitian tersebut, disarankan: Supervisor harus menjelaskan secara lebih rinci lagi dengan menggunakan bahasa yang mudah, mengenai penilaian kinerja dan peraturan-peraturan yang berlaku di perusahaan. Untuk penelitian selanjutnya disarankan melaksanakan penelitian pada perusahaan dengan metode penilaian kinerja 360°agar memperoleh perspektif dari dua sudut pandang (atasan dan bawahan).
Hubungan Antara Kepercayaan Diri dan Keteppatan Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Karir Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Jombang Prodi Keahlian Teknik Bangunan dan Survey Pemetaan
ABSTRAK Edhitya, Erma. 2014. Hubungan Antara Kepercayaan Diri dan Keteppatan Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Karir Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Jombang Prodi Keahlian Teknik Bangunan dan Survey Pemetaan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Ketepatan Pengambilan Keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dan ketepatan pengambilan keputusan siswa kelas X SMK Negeri 3 Jombang prodi teknik bangunan dan survey pemetaan. Kepercayaan diri merupakan suatu kepuasan baik secara lahir maupun batin atas kemampuan yang dimiliki dan mempunyai keyakinan atas kompetensi diri berdasarkan pengalaman, potensi aktualnya, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri dengan mengetahui segala kelebiahan dalam dirinya. Pengambilan keputusan karier merupakan suatu keterampilan atau kemampuan yang diartikan sebagai aktifitas mental dan fisik yang sistemais dan terkoordinasi yang pembentukannya melalui latihan atau kegiatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif, menggunakan teknik korelasi. Pendekatan kuantitatif merupakan metode penelitian yang data penelitiannya berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan stastistik. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling class. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signifikan dalam dua variabel. Dengan hasil secara umum tingkat kepercayaan diri subjek penelitian berada pada kategori sedang. Yaitu dengan rincian dari delapan puluh siswa pada sampel penelitian, terdapat tiga belas siswa memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi, lima puluh tiga siswa memiliki kepercayaandiri sedang dan empat belas siswa memiliki kepercayaan diri rendah. Secara umum tingkat ketepatan pengambilan keputusan subjek penelitian berada pada kategori sedang. Yaitu dengan rincian dari delapan puluh siswa terdapat dua puluh siswa memiliki ketepatan pengambilan keputusan tinggi, empat puluh delapan siswa memiliki ketepatan pengambilan keputusan sedang dan dua belas siswa ketepatan pengambilan keputusan rendah. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan ketepatan pengambilan keputusan pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Jombang program studi teknik banguna dan survey pemetaan sebesar 0,567 dengan Nilai Sig (0,000) < α maka H0 ditolak. Jadi hubungan kedua variabel adalah signifikan dengan kategori tingkat hubungan cukup kuat. Dengan demikian hipotesis diterima, artinya semakin tinggi kepercayaan diri pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Jombang maka akan semakin tinggi ketepatan pengambilan keputusan pada siswa tersebut. Saran untuk peneliti selanjutnya mengembangkan instrumen penelitian lebih lanjut dengan mengkaji kembali teori-teori mengenai kepercayaan diri dan ketepatan pengambilan keputusan juga hubungan antara aspek-aspek tersebut.
Perbedaan Keseimbangan Hidup-Pekerjaan (Work-Life Balance) pada Perempuan yang Berprofesi sebagai Perawat di Rumah Sakit ditinjau dari Status Perkawinan (Marital Status)– Studi di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang.
ABSTRAK Nuvitasari, Afivatul. 2014. Perbedaan Keseimbangan Hidup-Pekerjaan (Work-Life Balance) pada Perempuan yang Berprofesi sebagai Perawat di Rumah Sakit ditinjau dari Status Perkawinan (Marital Status)– Studi di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: keseimbangan hidup-pekerjaan, status perkawinan, perempuan, perawat Keseimbangan hidup-pekerjaan (Work-Life Balance-WLB) adalah sejauh mana individu memiliki keseimbangan antara peran dan tanggung jawabnya dalam pekerjaan dan diluar pekerjaan, seperti keluarga dan kehidupan pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor demografi seperti status perkawinan memberikan perbedaan pada keseimbangan hidup-pekerjaan perempuan, khususnya perempuan yang berprofesi sebagai perawat, dimana profesi perawat adalah profesi dengan beban kerja yang tidak ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif, dimana peneliti mendeskripsikan dan membandingkan dua kelompok sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Skala WLB. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan keseimbangan hidup-pekerjaan perawat dan independent sample t-test sebagai teknik uji hipotesis. Penelitian dilakukan pada 63 perempuan yang berprofesi sebagai perawat yang terdiri dari 30 perawat (47,62%) dengan status perkawinan lajang dan 33 perawat (52,38%) dengan status perkawinan menikah. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa: (1) 27 perawat (42,86%) termasuk dalam kategori keseimbangan hidup-pekerjaan tinggi, dan 36 perawat (57,14%) termasuk dalam kategori keseimbangan hidup-pekerjaan rendah. (2) Signifikansi dari uji hipotesis menunjukkan angka 0,841 yang berarti lebih besar dari 0,05. Berdasarkan penemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak perawat perempuan yang memiliki keseimbangan hidup-pekerjaan rendah dan tidak terdapat perbedaan keseimbangan hidup-pekerjaan perempuan yang berprofesi sebagai perawat di rumah sakit ditinjau dari status perkawinan. Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada perawat perempuan untuk lebih memperhatikan keseimbangan peran dan tanggung jawabnya. Untuk penelitian selanjutnya sangat dimungkinkan untuk melakukan penelitian tentang faktor dalam diri individu yang mempengaruhi keseimbangan hidup-pekerjaan dan juga tentang keseimbangan hidup-pekerjaan bagi perempuan yang berprofesi selain perawat.