Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Efektivitas Media Monopoli terhadap Prestasi Belajar IPS pada Siswa Kelas VI SD

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Ajeng Harlika. 2014. Efektivitas Media Monopoli terhadap Prestasi Belajar IPS pada Siswa Kelas VI SD. Skripsi, Jurusan Psikologi FPPsi Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dra. Sri Weni Utami M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie S.Psi, M.Si.   Kata Kunci : Efektivitas, Media monopoli, Prestasi belajar IPS.   Media monopoli adalah media pembelajaran edukatif yang memiliki tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas VI SD. Dalam media monopoli ini, siswa diilustrasikan pergi berkeliling dunia, dan dapat singgah di berbagai negara. Siswa dapat memiliki kotak negara dengan cara membeli sertifikat kotak negara di Bank monopoli, sertifikat negara tersebut berisikan informasi tentang karakteristik negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah implementasi media monopoli dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas VI SD. Penelitian ini menggunakan desain penelitian one group pretest – post test design. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 22 siswa,. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tipe multiple choice dan dengan tema materi mata pelajaran IPS keadaan alam dan keadaan sosial negara tetangga, serta benua dunia. Analisis instrumen yang digunakan adalah uji validitas isi dan uji validitas belah dua split half, dan uji reliabilitas Alpha Cronbach. Analisis data untuk menggambarkan perbedaan skor antara skor sebelum diberikan treatmen dan sesudah di berikan treatmen adalah dengan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0. 005. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media monopoli efektif dalam meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas VI SD. Peningkatan terjadi pada nilai mean sebesar 4,68. Uji efektivitas menggunakan teknik paired sample t-test didapatkan nilai signifikansi 0,000 yang artinya media monopoli efektif dalam meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas VI SD. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar IPS pada subjek penelitian.

    Hubungan antara Harga Diri dan Pembelian Impulsif Pakaian pada Remaja Akhir Putri

    No full text
    ABSTRAK   Aristya, Arum Cindera. 2014. Hubungan antara Harga Diri dan Pembelian Impulsif Pakaian pada Remaja Akhir Putri.Skripsi, JurusanPsikologi, FakultasPendidikanPsikologi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: hargadiri, pembelianimpulsifpakaian, remajaakhirputri.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan pembelian impulsif pakaian pada remaja akhir putri. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Data  penelitian berupa data primer dari skala yang dikembangkan oleh peneliti. Skala disebarkan kepada 80 sampel remaja akhir putrid dengan rentang usia 15 – 20 tahun yang di temui di Malang Town Square dengan teknik sampling incidental dimana teknik ini digunakan untuk menentukan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui tersebut cocok sebagai sumber data. Sebelum dilakukan analisa data maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Dari hasil validitas didapatkan 48 aitem valid pada skala hargadiri dengan reliabilitas 0,881. Sedangkan pada skala pembelian impulsif pakaian didapatkan 50 aitem valid dengan reliabilitas 0,920. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat harga diri pada subjek penelitian sebagian besar pada tingkatan tinggi dan tingkat pembelian impulsif pakaian pada sebagian besar subjek penelitian berada pada tingkatan sedang. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan formula Kendall Tau dan didapatkan nilai siginifikansi 0,047 (p < 0,05), maka hipotesis diterima dengan koefisien korelasi -0,154. Ada hubungan antara harga diri dan pembelian impulsif pakaian pada remaja akhir putrid dengan arah negatif. Berdasarkan hasil analisa data dari penelitian ini, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, tingkat harga diri remaja akhir putri berada pada rentangan tinggi. Kedua, tingkat pembelian imulsif pakaian pada remaja akhir putrid berada pada rentangan sedang. Ketiga, adanya hubungan antara harga diri dan pembelian impulsif pakaian pada remaja akhir putrid dengan arah negatif. Saran bagi peneliti selanjutnya yang ingin melanjutkan atau melakukan penelitian kembali mengenai harga diri dan pembelian impulsif pakaian pada remaja akhir putri, bias dilakukan tindak lanjut dengan mengembangkan alat ukur, penambahan variabel yang berkaitan dengan harga diri maupun pembelian impulsif pakaian atau populasi penelitian dimana dilakukan pengembangan pada jenjang atau kelompok lain sehingga mampu digeneralisasikan.

    Orientasi Kelekatan Cemas, Menghindar, dan Aman sebagai Prediktor Perilaku Kekerasan Psikologis Dalam Berpacaran Mahasiswa Universitas Negeri Malang

    No full text
    Mahasiswa yang masuk tahap dewasa awal akan mulai tertarik kepada lawan jenis sehingga keadaan ini yang membuat banyak mahasiswa yang berpacaran. Dalam kehidupan nyata, proses berpacaran tidak semulus yang diharapkan, masalah demi masalah akan bermunculan.  Namun setiap individu memiliki cara unik dalam menghadapi masalahnya. Termasuk adanya individu yang memilih cara kekerasan untuk menyelesaikan masalah dalam berpacaran. Kasus ini digolongkan sebagai kekerasan dalam berpacaran, kekerasan dalam berpacaran dapat berupa kekerasan fisik atau psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi kelekatan orang dewasa terhadap perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran mahasiswa Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif dan teknik analisis regresi berganda. Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran yang terdiri dari 28 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,871, skala kelekatan cemas yang terdiri dari 18 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,812 dan juga untuk skala kelekatan menghindar yang terdiri dari 18 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,811, serta skala kelekatan aman yang terdiri dari 31 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,763. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebanyak 33% mahasiswa Universitas Negeri Malang melakukan kekerasan psikologis dalam berpacaran yang tergolong pada kategori tinggi, (2) sebanyak 35% memilih kelekatan cemas yang berada pada kategori sedang, (3) sebanyak 34% memilih kelekatan menghindar yang berada pada kategori tinggi, (4) sebanyak 34% memilih kelekatan aman yang berada pada kategori rendah, (5) kelekatan cemas memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran, (6) orientasi kelekatan cemas, menghindar, dan aman secara bersama-sama memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran, (7) orientasi kelekatan menghindar memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran, (8) orientasi kelekatan aman tidak mempengaruhi munculnya perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran.Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah mahasiswa agar lebih menggunakan kelekatan aman dalam menjalin hubungan berpacaran yang sehat dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkannya dengan membedakan dan mengelompokkan berdasarkan jenis kelamin

    HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATED LEARNING DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA AKSELERASI

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Oktaviani Dwi. 2014. Hubungan antara Self Regulated Learning dengan Prestasi Belajar Siswa Akselerasi. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si., Psikolog., (II) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci: self regulated learning, prestasi belajar   Belakangan ini banyak diselenggarakan kelas akselerasi di sekolah unggulan. Program ini merupakan program percepatan yang diselenggarakan khusus untuk anak berbakat yang telah melewati proses seleksi dan memenuhi sejumlah syarat prosedural yang telah ditetapkan. Pada program ini, masa belajar siswa lebih singkat dari siswa lain di kelas reguler sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Hal ini tentunya memaksa para siswa tersebut untuk belajar lebih ekstra dibandingkan dengan siswa lain di kelas reguler. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, selain kemampuan akademis, para siswa juga harus memiliki self regulated learning yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa akselerasi, mengetahui self regulated learning siswa akselerasi, dan mengetahui hubungan antara self regulated learning dengan prestasi belajar siswa akselerasi. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan subjek sebanyak 69 siswa akselerasi yang tergabung dari dua sekolah yakni SMPN 1 dan SMPN 5 di Kota Malang. Data penelitian yang berupa angka dalam penelitian ini diperoleh melalui skala self regulated learning dan dokumentasi prestasi belajar, peneliti menggunakan rapor semester gasal tahun ajaran 2013/2014. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional dengan menggunakan product moment. Hasil penelitian ini adalah: (1) Prestasi belajar siswa akselerasi umumnya berada dalam klasifikasi tinggi sebesar 57,97%. (2) Self regulated learning siswa akselerasi umumnya berada dalam klasifikasi tinggi sebesar 59,42%. (3) Ada hubungan positif antara self regulated learning dengan prestasi belajar siswa akselerasi sebesar 0,690. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) Bagi siswa akselerasi: diharapkan dapat mengembangkan self regulated learning sehingga prestasi belajarnya meningkat. (2) Bagi pihak sekolah: diharapkan dapat mengarahkan siswa akselerasi untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka dengan menekankan pentingnya mengarahkan dan memberikan pemahaman tentang self regulated learning. (3) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan untuk lebih memperluas kajian self regulated learning dan prestasi belajar.

    JENIS INTERAKSI SOSIAL NARAPIDANA REMAJA KASUS NARKOBA DI DALAM RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B GRESIK

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Erik. 2014. Jenis Interaksi Sosial Narapidana Remaja Kasus Narkoba Di Dalam Rumah Tahanan Negara Kelas II B Gresik. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: jenis interaksi sosial, interaksi individu, interaksi kelompok, narapidana remaja.   Seorang narapidana narkoba, interaksi sosial merupakan suatu kebutuhan primer ketika berada dalam masa pembinaan. Sehingga membuat narapidana narkoba remaja bisa memahami arti dari sebuah interaksi sosial yang dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk mengetahui jenis interaksi sosial narapidana remaja kasus narkoba di dalam Rumah Tahanan Negara Kelas II B Gresik. Pendekatan kualitatif yang digunakan adalah rancangan studi kasus. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi deskriptif dan wawancara. Menentukan subjek dengan purposive sampling yang akan akan diteliti sesuai dengan kriteria, dan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dari wawancara informan pendukung yaitu petugas Lembaga Pemasyarakatan dan teman subjek untuk dilakukan member chek. Hasil penelitian kepada empat subjek narapidana remaja pria dan wanita menunjukkan bahwa interaksi sosial merupakan kebutuhan primer utama dalam memenuhi aktivitas atau kegiatan sehari-hari dengan Warga Binaan Pemasyarakatan. Awal interksi sosial, subjek dalam berteman lebih bersifat pribadi. Karena secara individu subjek lebih merasa nyaman dan bisa dihargai satu sama lain (Hurlock, 1976). Selain itu dalam interaksi secara individu, subjek lebih cenderung meniru orang yang bisa dianggap contoh yang bersifat positif. Subjek juga bergabung dalam kelompok, agar bisa menjalin kerjasama dengan anggota narapidana lain. Dalam interaksi antar kelompok Warga Binaan Pemasyarakatan ada kendala yang dialami subjek, yaitu penyesuaian lingkungan dan perbedaan pendapat yang lebih membela ke arah orang yang lebih dewasa. Sehingga bisa menyebabkan konflik antar kelompok dan Warga Binaan Pemasyarakatan. Interaksi yang dilakukan lebih ke individu dan individu. Saran untuk Lembaga Pemasyarakatan dan Psikolog yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan ialah, diharapkan nantinya dapat memberikan layanan konseling dan asesmen secara menyeluruh atas problem psikologis narapidana dan mengadakan diskusi dan intervensi kepada pemimpin dalam kelompok agar semua warga binaan pemasyarakatan bisa terjalin dengan baik yang sesuai dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan . Dan memberikan pembinaan dan fasilitas bagi narapidana remaja, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki agar tidak terpengaruh dengan keadaan lingkungan yang negatif

    Hubungan Antara Stres dengan Perilaku Agresi Pada Ibu Rumah Tangga Terhadap Anak

    No full text
    ABSTRAK   Afrisandi, Denis Candra. 2014. Hubungan Antara Stres dengan Perilaku Agresi Pada Ibu Rumah Tangga Terhadap Anak. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Psi. (II) Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci: stres, perilaku agresi, ibu rumah tangga.   Ibu rumah tangga adalah sosok yang berperan penting dalam satu kehidupan berumah tangga. Ibu menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai penggerak roda kehidupan rumah tangga dan menjadi pendukung kepala keluarga. Banyaknya tugas dan kewajiban serta pekerjaan yang harus dilakukan oleh ibu rumah tangga, seringkali membuat ibu rumah tangga mengalami stres yang kemudian menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku agresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara stres dengan perilaku agresi pada ibu rumah tangga. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif korelasional. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 112 orang ibu rumah tangga yang berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Sampling Insidental. Instrumen yang digunakan adalah skala stres dan skala perilaku agresi. Skala-skala tersebut menggunakan model Method of Summated Rating atau yang lebih dikenal dengan model Likert. Data dari hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data pada variabel stres dan variabel perilaku agresi yang dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment, diperoleh r hitung sebesar 0,386 dengan taraf signifikansi 0,000 (Sig. < 0,050). Hasil ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan perilaku agresi pada ibu rumah tangga. Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa ada 8,9% ibu rumah tangga di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang memiliki tingkat stres sangat tinggi, sedangkan 24,1% orang memiliki tingkat stres tinggi, 39,3% memiliki tingkat stres sedang dan 23,2% memiliki tingkat stres rendah, sementara sisanya yang memiliki tingkat stres sangat rendah berjumlah 4,5%. Untuk perilaku agresi, ditemukan ada 5,4% ibu rumah tangga yang memiliki perilaku agresi sangat tinggi, sedangkan 30,4% memiliki perilaku agresi tinggi, sedangkan 41,0% memiliki perilaku agresi sedang dan 14,3% memiliki perilaku agresi rendah, sementara sisanya yang memiliki perilaku agresi sangat rendah berjumlah 8,9%. Berdasarkan hasil temuan diatas, ada beberapa saran yang dapat diberikan. Saran-saran tersebut adalah (1) kepada ibu rumah tangga diharapkan supaya bisa mengontrol stres dan memilih coping stress yang tepat, serta tidak menjadikan anak sebagai obyek dari perilaku agresi; (2) untuk masyarakat luas diharapkan juga bisa ikut ambil bagian dalam mengawasi anak dari perilaku agresi yang mungkin dilakukan terhadap mereka; (3) kepada peneliti selanjutnya, diharapkan supaya dapat mengkaji ulang model penelitian seperti ini agar bisa dihubungkan dengan variabel-variabel lain dan dapat pula menambah atau mengganti populasi dengan harapan akan didapatkan hasil yang lebih beragam dan mendalam

    Hubungan Alienasi Politik dengan Intensi Golput pada Mahasiwa Anggota BEM Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Zahra, Gebi Angelina. 2014. Hubungan Alienasi Politik dengan Intensi Golput pada Mahasiwa Anggota BEM Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: Alienasi Politik, Intensi, Intensi Golput, Mahasiswa Anggota BEM.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan alienasi politik dengan intensi golput pada mahasiswa anggota BEM. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui alienasi politik dan intensi golput pada mahasiswa anggota BEM . Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif korelasional.Alat Pengumpul data pada penelitian ini adalah questionnaire. Validitas pada alat pengumpul data dievaluasi menggunakan validitas konstruk dan penghitungan dengan rumus Pearson Product Moment. Reliabilitas alat tes peroleh menggunakan rumus alfa crobach dengan koefisien 0,888. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik multinomial dengan bantuan SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara alienasi politik dengan intensi  golput pada mahasiswa anggota BEM Universitas Negeri Malang dengan koefisien korelasi 0,852. Kondisi ini sesuai dengan teori alienasi politik dan teori intensi. Pada teori ini dikemukakan bahwa alienasi sebagai sikap merupakan faktor alienasi politik. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar bisa melakukan pengukuran lebih baik lagi dengan meningkatkan validitas dan reliabilitas alat tes. Selain itu diharapkan pula agar peneliti selanjutnya mengurangi kalimat negatif pada aitem unfavorable serta meningkatkan reliabilitas pada indikator political powerless.

    Persepsi Religiusitas Pada Remaja Pecinta Musik Black Metal di Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Krisnanda, Arya. 2014. Persepsi Religiusitas Pada Remaja Pecinta Musik Black Metal di Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si.   Kata Kunci: persepsi, religiusitas, remaja pecinta musik Black Metal, di Kabupaten Malang.   Aliran musik Black Metal sejak dahulu selalu lekat dengan ajaran satanisme. Begitu pula dengan apa yang sering dilakukan oleh para pemusik dan penikmatnya ketika berada di dalam sebuah pagelaran musik Underground. Hal-hal yang sulit diterima oleh logika sering dilakukan oleh pemusik ataupun penonton seperti menggigit kepala binatang hingga putus, menyalakan dupa, hingga bermain-main dengan darah sering terjadi. Dan aliran musik Black Metal merupakan suatu aliran musik yang digemari dan berkembang pesat di kalangan remaja di daerah Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi para remaja pecinta musik Black Metal, baik remaja yang hanya menikmati musiknya ataupun remaja yang aktif bermusik aliran tersebut terhadap nilai-nilai religiusitas berdasarkan dimensi-dimensi religiusitas itu sendiri. Partisipan untuk penelitian kali ini menggunakan remaja dengan batasan usia sesuai dengan teori dari Hurlock. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis atau rancangan fenomenologi. Jenis rancangan ini memungkinkan peneliti untuk memahami esensi tentang pengalaman dunia terdalam individu (inner world) tentang fenomena berdasarkan perspektif individu itu sendiri. Pelaksanaan penelitian fenomenologi ini didahului dengan melakukan observasi selama kurang lebih tiga bulan untuk mendapatkan partisipan yang sesuai kriteria yakni hadir minimal tiga kali setiap bulannya selama tiga bulan berturut-turut dan akhirnya peneliti mendaatkan tiga orang partisipan yang sesuai dengan kriteria. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi. Data yang diperoleh dari wawancara kemudian dikoding untuk memudahkan dalam analisis. Pertanyaan dari wawancara ini disusun dengan menggabungkan aspek-aspek persepsi menurut Alport (dalam Mar’at, 1991) yakni aspek kognitif, afektif, dan konatif dengan dimensi-dimensi religiusitas menurut teori Glock dan Stark (dalam Ancok, 2005) yakni dimensi keyakinan, dimensi praktik, dimensi pengalaman, dimensi pengetahuan, dan dimensi konsekuensi. Hasil annalisis dengan metode analisis fenomenologi beserta sumber data lain berupa observasi yang dilakukan oleh meneliti menghasilkan sebuah sebuah kesimpulan yakni remaja pecinta musik Black Metal di Kabupaten Malang masih mempersepsikan religiusitas sebagai hal esensial yang harus dimiliki oleh semua individu tak terkecuali mereka sendiri dan orang-orang yang memiliki kesamaan minat dengan mereka

    Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Karang Wredha Pandu Dewanata Randuagung Singosari.

    No full text
    ABSTRAK   Igayanti, Ni Luh Gede Nidiarani. (2014) Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Karang Wredha Pandu Dewanata Randuagung Singosari.Skripsi Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan, Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Ed., Pembimbing (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: lansia, dukungan keluarga, tingkat depresi.   Masa lanjut usia (lansia)  merupakan periode terakhir dalam rentang hidup manusia. Proses menjadi lanjut usia (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain.Perubahan-perubahan itu dapat menyebabkan keterbatasan untuk melakukan aktivitas dan menjadi kurangnya kualitas dukungan keluarga yang diterima lansia.  Akibat adanya perubahan tersebut lansia merasakan adanya kekurangan yang dapat menimbulkan perasaan negatif pada dirinya, yaitu depresi. Salah satu cara untuk mengurangi gejala depresi adalah meningkatkan kesehatan psikososial lansia melalui dukungan keluarga sebagai orang-orang terdekat. Adanya dukungan keluarga dapat membantu lansia untuk menceriterakan perasaan pribadinya, sebagai pertologan dalam kondisi sulit, untuk dimintai nasehat dalam mengambil keputusan serta membuat lansia merasa dicintai dan diperhatikan. Apabila hal tersebut tidak terpenuhi munculah permasalahan depresi pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia. Jenis penelitian  adalah deskriptif korelasional dimana peneliti melakukan observasi dan pengukuran variabel independen dan dependen sekaligus pada suatu saat (point time approach), yaitu responsden diobservasi satu kali saja pada saat pengumpulan data terhadap  lansia dan keluarganya di Karang Wredha Pandu Dewanata Desa Randuagung Singosari. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan menggunakan rumus sampling dari populasi lansia 323 diperoleh jumlah sampel sebesar 42 responden.Variabel yang diukur adalah dukungan keluarga dan tingkat depresi pada lansia.Validitas dukungan keluarga dihitung dengan korelasi product moment dari Pearson  untuk n= 42 diperoleh 27 aitem valid dari 32 aitem yang diuji coba dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,884 pada  Alpha Cronbach.  Hasil uji validitas skala tingkat depresi   untuk  n= 42 diperoleh 15 atau  seluruh   aitem valid dengan  tingkat reliabilitas sebesar 0,715  pada Alpha Cronbach. Uji hipotesis  menggunakan teknik analisis Korelasi Product Moment yang dikembangkan oleh Pearson dengan taraf kepercayaan 95%. Diperoleh nilai korelasi antara variabel 1 dan variabel 2 diperoleh r hitung sebesar -0,606 dengan  signifikansi 0,000 maka dapat disimpulkan  bahwa terdapat hubungan negatif antara variabel Dukungan Keluarga (x) dengan variabel Tingkat Depresi pada Lansia (y) dengan

    Kebutuhan Cinta dan Memiliki (Love and Belonging Need) pada Pecandu Permainan Video

    No full text
    ABSTRAK   Audia, Rega. 2014. Kebutuhan Cinta dan Memiliki (Love and Belonging Need) pada Pecandu Permainan Video. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (2) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci : kebutuhan cinta dan memiliki, pecandu, permainan video.   Kebutuhan Cinta dan Memiliki (Love and Belonging Need) pada Pecandu Permainan Video. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kebutuhan para pecandu permainan video terhadap rasa cinta dan memiliki mereka. Model yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observer sebagai partisipan dan juga kuisioner terbuka. Kemudian teknik analisis data menggunakan teknik analisis fenomenologi. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik member check. Penelitian dilaksanakan di Kota Malang dengan partisipan sebanyak 4 orang yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan para pecandu video game terhadap cinta dan rasa memiliki sudah cukup terpenuhi. Mereka mampu memenuhi kebutuhan akan kasih sayang dari teman, pasangan dan keluarga secara baik. Permainan video hanya mereka gunakan sebagai sarana untuk memperluas kebutuhan tersebut. Permainan video hanya memberikan kepuasan akan kebutuhan kasih sayang dengan teman-teman sebaya. Sedangkan kepuasan akan hubungan dengan pasangan dan keluarga, permainan video kurang bisa memberikan. Partisipan membutuhkan kasih sayang dari pasangan secara lebih nyata atau dengan kehadiran secara fisik. Kemudian pada hubungan dengan keluarga, permainan video tidak bisa memberikan kepuasan akan kebutuhan cinta dan memiliki dari partisipan. Penelitian ini diharapkan mampu untuk memberikan masukan kepada para pecandu permainan video. Para pecandu permainan video dituntut untuk dapat memberikan perhatian atau kasih sayang mereka kepada orang lain. Bukan sekedar meminta perhatian dari mereka saja, tetapi harus ada timbal balik. Bagi orang tua dari pecandu permainan video, diharapkan mampu untuk memberikan kasih sayangnya dengan lebih baik. Orang tua harus mengerti apa yang diinginkan oleh anak, sehingga sang anak tidak akan mencari pelarian untuk mendapatkan pemuas kebutuhannya. Hubungan antara peneliti dan partisipan di dalam penelitian ini dirasa kurang kuat. Untuk peneliti lain yang ingin meneliti hal ini, diharapkan mampu untuk menjalin hubungan yang kuat kepada partisipan agar data yang diperoleh semakin kaya dan  baik.                       ABSTRACK   Audia, Rega. 2014. Need Love and Belonging in Video Game Addict. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Supervisor: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (2) Indah Y. Suhanti, S. Psi, M. Psi.   Key word : need of love and belonging, addict, video game.   Need Love and Belonging in Video Game Addict. The purpose of this study was to determine the video game addict’s need of love and belonging. The method used in this study is phenomenology. Collecting data using in-depth interviews, observer as participant, and open questionnaire. And, this study also used analytical technique phenomenology as a technical  analysis. Validation used in this study is member check. The study was conducted in Malang with 4 participants who all male. The result showed that need of love and belonging of video game addict has been adequately met. They are able to meet the need for love of friends, couples and families as well. Video game is one of ways to expand these needs. The video game just satisfy the need for affection with peers. Participants need affection of the couple in a more tangible or physical presence. Then in relationships with family, video games can not satisfy the need for love and belonging of participants. This research is expected to be able to provide input to a video game addicts. The video game addicts are required to be able to give their attention or affection to others.  Not just asking for attention from them, but there must be a reciprocal. For parents of addicts video games, should be able to provide better affection. Parents need to understand what is desired by the child, so the child will not be looking for an escape to get satisfying their needs. The relationship between the researcher and the participants in this study is less strong. For other researchers who want to investigate this, should be able to establish a strong relationship to the participants so the data obtained is more richer and better.

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇