Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Tuna Rungu Di SMALB Kota Malang.
ABSTRAK Wibiaksa, Candra. 2014. Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Tuna Rungu Di SMALB Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (2) Pravissi Shanti, S.Psi. M.Psi. Kata kunci: pola asuh orang tua, prestasi belajar. Anak tuna rungu dapat berkembang secara maksimal, bila dipahami kebutuhan-kebutuhannya. Sekolah adalah jalur pendidikan formal sebagai upaya untuk membantu anak-anak tuna rungu. Agar pendidikan itu berhasil, maka dibutuhkan kerjasama dengan orang tua melalui pengasuhan yang sesuai dengan kondisi anak. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pola asuh orang tua dan prestasi belajar, serta untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel tersebut. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 22 siswa SMALB di Kota Malang. Data penelitian diperoleh melalui angket pola asuh orang tua dan dokumentasi prestasi belajar siswa tunarungu SMALB. Pada angket pola asuh dilakukan validasi isi. Setelah itu dilakukan perhitungan reliabilitas per-tipe pola asuh dengan rumus Alpha Cornbach dan diperoleh koefisien reliabilitas dari 0,706 sampai 0,817. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi dengan menggunakan korelasi Product Moment. Hipotesa penelitian ini adalah (1) hipotesa mayor : Ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan prestasi belajar pada siswa tunarungu. (2) hipotesa minor: a. ada hubungan antara pola asuh otoritatif dengan prestasi belajar pada siswa tunarungu, b.ada hubungan antara pola asuh otoritarian dengan prestasi belajar pada siswa tunarungu, c. ada hubungan antara pola asuh permisif dengan prestasi belajar pada siswa tunarungu. Hasil penelitian ini adalah: (1) sebagian besar prestasi belajar siswa tunarungu berada pada kategori cukup dengan persentase 59,09%. (2) Kecenderungan pola asuh sebagian besar mendapat pola asuh otoritatif dengan persentase sebesar 77.3%. (3) korelasi antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa tuna rungu adalah 0,273 dengan nilai signifikansi 0,218 (p>0,05) yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa tuna rungu. Korelasi per-tipe pola asuh adalah diperoleh koefisien korelasi sebesar -1,00 dengan nilai signifikansi 0,00(p>0,05) antara pola asuh otoriter dengan prestasi belajar. Diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,608 dengan nilai signifikansi 0,01 (p> 0,05) antara pola asuh otoritatif dengan prestasi belajar. Diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,998dengan nilai signifikansi 0,03 (p>0,05) antara pola asuh permisif dengan prestasi belajar. Saran bagi penelitian ini adalah 1) Orang tua, hendaknya menerapkan pola asuh otoritatif kepada anak dan menghindari pola asuh otoritarian dan permisif. 2) Sekolah /guru, bila siswa memiliki masalah dengan prestasi belajar, pola asuh orang tua bukan satu-satunya penentu yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. 3) Peneliti selanjutnya, meneliti hubungan variabel lain dengan prestasi siswa tuna rungu dan melakukan penelitian pada siswa kebutuhan khusus jenis yang lainnya
Hubungan Persepsi Kesesakan (Crowding) dan Perilaku Agresi Penduduk Perkotaan
ABSTRAK Mukholadun, Wildan. 2014. Hubungan Persepsi Kesesakan (crowding) dan Perilaku Agresi Penduduk Perkotaan. Skripsi, Jurusan, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Drs.H. Mohammad Bisri, M.Si. Kata kunci : persepsi kesesakan, perilaku agresi, penduduk perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi kesesakan (crowding) dan perilaku agresi penduduk perkotaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisa data deskriptif korelasional. Data penelitian berupa data primer dari skala yang dikembangkan oleh peneliti. Subjek penelitian adalah 63 penghuni sementara Kelurahan Sumber Sari Malang dengan teknik sampling incidental dengan menggunakan skala persepsi kesesakan dan skala perilaku agresi. Skala yang digunakan dalam memperoleh data adalah skala persepsi kesesakan dan skala perilaku agresi. Berdasarkan hasil analisa data dari penelitian ini, diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut. Tingkat persepsi kesesakan dalam tempat tinggal pada penduduk perkotaan pada rentangan tinggi dengan hasil data 37 dari 63 orang dengan persentase 59%. Kedua, tingkat perilaku agresi pada penduduk perkotaan ada pada rentangan biasa dengan hasil data 32 dari 63 orang dengan persentase 50%. Ketiga tidak ada hubungan persepsi kesesakan (crowding) dan perilaku agresi penduduk perkotaan dengan hasil uji linieritas p > 1,83. Untuk penduduk perkotaan yang mengalami persepsi kesesakan diharapkan mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan baik untuk mengurangi perilaku agresi. Bagi ilmuwan psikologi lebih spesifiknya psikologi sosial dan psikologi lingkungan diharapkan melakukan evaluasi persepsi kesesakan dan perilaku agresi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Para Arsitek dalam membuat konsep bangunan sehingga bisa mengurangi persepsi kesesakan dan perilaku agresi. ABSTRACT Mukholadun, Wildan. 2014 The Correlation Of Perception Crowding And Aggressive Behavior Of Urban Residents. Thesis, department, faculty Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Advisor : (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Keywords: perceptions crowding, aggressive behavior, urban population. This study aims to determine the correlation of perception crowding and aggressive behavior of urban residents. This study is using a descriptive correlationnal design. Research data is a primary data which the scale has developed by the researchers. Scale distributed to 63 temporarry occupants while at Kelurahan Sumber Sari Malang with incidental using a scale of perception crowding and aggressive behavior scale. The scale used in obtaining the data is perceptions crowding scale and aggressive behavior scale. Based on the analysis of data from this study, the reshearcher obtained the following three conclusions. Perceived level of crowding in the home in urban population at high stretch with 37 from 63 respondent (59%). Second, the level of aggressive behavior in the urban population is in being of the range 32 from 63 respondent (50%). Thirdly there is nopositive direction relationship perception crowding with of aggressive behavior of urban population with correlation p>1,83. For the urban population is expected to experience the perception crowding adapt and adjust well to reduce aggressive behavior. For scientists psychology, more specifically, social psychology and environmental psychology are expected to evaluate the perception of crowding and aggressive behavior and the factors that influence it. The Architect in the drafting of the building so that it can reduce the perception of crowding and aggressive behavior.  
Hubungan Antara Task Commitment dan Kreativitas Dengan Prestasi Belajar Siswa Akselerasi Madrasah Aliyah Negeri Di Jawa Timur
ABSTRAK Harwanto. 2014. Hubungan Antara Task Commitment dan Kreativitas Dengan Prestasi Belajar Siswa Akselerasi Madrasah Aliyah Negeri Di Jawa Timur. Skripsi,Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S. Psi., M.Psi. Kata Kunci: task commitment, kreativitas, prestasi belajar, dan siswa akselerasi Madrasah Aliyah Tujuan pendidikan pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan setiap anak didik untuk mewujudkan bakat dan kemampuan secara optimal (Munandar, 1999). Salah satu program pendidikan yang menampung siswa berbakat adalah program pendidikan akselerasi. Pendidikan akselerasi bertujuan untuk memfasilitasi siswa berbakat agar mampu mengembangkan potensi secara maksimal. Kualifikasi yang harus dipenuhi siswa untuk masuk kelas akselerasi mempertimbangkan tiga aspek yaitu inteligensi, task commitment, dan kreativitas. Task commitment dan kreativitas menurut para ahli perlu dimiliki oleh siswa akselerasi untuk menunjang prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan task commitment dan kreativitas dengan prestasi siswa akselerasi Madrasah Aliyah Negeri di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah siswa akselerasi Madrasah Aliyah Negeri di Jawa Timur, memiliki karakteristik laki-laki dan perempuan, merupakan siswa kelas X dan rentang usia 14-17 tahun. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling purposive berjumlah 49 siswa. Instrumen yang digunakan berupa skala task commitment, tes kreativitas figural (TKF), dan nilai rapor. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis korelasional, dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh enam kesimpulan yaitu (1) sebagian besar siswa akselerasi memiliki task commitment rata-rata; (2) sebagian besar siswa akselerasi memiliki kreativitas rata-rata; (3) sebagian besar siswa akselerasi memiliki prestasi belajar rata-rata; (4) terdapat hubungan yang signifikan antara task commitment dengan prestasi belajar siswa akselerasi (rxy = 0,530, sig 0,000 < 0,05); (5) terdapat hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan prestasi belajar siswa akselerasi (rxy = 0,303, sig 0,034 < 0,05); dan (6) terdapat hubungan yang signifikan antara task commitment dan kreativitas dengan prestasi belajar siswa akselerasi (R = 0,954, Rsquare = 0,353 dan sig = 0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan siswa akselerasi untuk meningkatkan task commitment dengan cara memperkuat motivasi belajar serta meningkatkan kreativitas dengan cara mengikuti pembelajaran yang kreatif. Bagi instansi penyelenggara pendidikan akselerasi, hendaknya memberikan fasilitas kepada siswa untuk meningkatkan task commitment dan kreativitas. Masyarakat maupun pendidik perlu mempertimbangkan task commitment dan kreativitas apabila ingin memasukkan siswa berbakat dalam pendidikan akselerasi. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa akseleras
Hubungan antara Efikasi Diri Akademik dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Bertipe Kepribadian Introvert di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Putri, Irena Agrida. 2014. Hubungan antara Efikasi Diri Akademik dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Bertipe Kepribadian Introvert di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Gamma Rahmita UH., S.Psi, M.Psi. Kata kunci: efikasi diri akademik, penyesuaian diri, kepribadian introvert. Adanya tipe kepribadian dapat mempengaruhi pola adaptasi seseorang di lingkungannya. Mahasiswa bertipe kepribadian introvert yang memiliki kecenderungan menutup diri dan menarik diri dari interaksi sosial apakah akan mampu menyesuaikan diri di lingkungan yang menuntut mereka untuk selalu berinteraksi dengan orang lain. Klassen (dalam Wijaya & Pratitis, 2012) menyebutkan bahwa penyesuaian diri dengan lingkungan akademik dipengaruhi oleh seberapa besar kesanggupan dan keyakinan dirinya untuk mengerjakan tugas dan peran barunya sebagai seorang pelajar di pendidikan tinggi atau disebut sebagai efikasi diri akademik. Berkaitan dengan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat efikasi diri akademik mahasiswa bertipe kepribadian introvert, (2) tingkat penyesuaian diri mahasiswa bertipe kepribadian introvert, dan (3) hubungan antara efikasi diri akademik dan penyesuaian diri mahasiswa bertipe kepribadian introvert di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi angkatan 2011, 2012, dan 2013. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive, yaitu memilih mahasiswa yang bertipe kepribadian introvert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 44,26% mahasiswa bertipe kepribadian introvert memiliki efikasi diri akademik tinggi, dan sebanyak 55,74% mahasiswa bertipe kepribadian introvert memiliki efikasi diri akademik rendah. (2) sebanyak 42,62% mahasiswa bertipe kepribadian introvert memiliki penyesuaian diri baik, dan sebesar 57,38% mahasiswa bertipe kepribadian introvert memiliki penyesuaian diri buruk. (3) terdapat hubungan positif antara efikasi diri akademik dengan penyesuaian diri pada mahasiswa bertipe kepribadian introvert di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang dengan signifikansi 0,00 (p < 0,005). Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah agar mahasiswa dengan kepribadian introvert mampu meningkatkan efikasi diri akademik dan penyesuaian dirinya. Dekan Fakultas dapat memberikan kegiatan yang dapat meningkatkan efikasi diri akademik dan penyesuaian diri pada mahasiswa introvert, karena sebagian besar dari mereka memiliki efikasi diri akademik dan penyesuaian diri rendah. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengadakan penelitian yang berkaitan dengan penyesuaian diri dan kepribadian individu dengan melihat faktor-faktor lain yang melatarbelakangi atau topik-topik lain yang terkait dengan penyesuaian diri dan tipe kepribadian
Aspek-Aspek Kebermaknaan Hidup Pengasuh Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang
ABSTRAK Wijaya, Andhika Prasetya. 2014. Aspek-Aspek Kebermaknaan Hidup Pengasuh Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : makna hidup, aspek-aspek kebermaknaan hidup, pengasuh anak berkebutuhan khusus Orang tua memiliki kemampuan yang beragam dalam melakukan pengasuhan, bahkan beberapa menunda kehamilan karena alasan ketidaksiapan mengasuh anak. Terlebih jika anak terlahir dengan kebutuhan khusus akan menimbulkan penghayatan hidup tanpa makna terhadap orang tua yang belum siap secara mental. Menitipkan anak di sebuah yayasan anak berkebutuhan khusus dijadikan jalan keluar beberapa orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan berbagai alasan. Para pengasuh anak berkebutuhan khusus di suatu yayasan bahkan dapat membangun kedekatan emosional yang lebih baik dibandingkan orang tua anak tersebut. Nilai-nilai dan kondisi lingkungan akan berpengaruh terhadap kondisi psikologis dari para pengasuh anak berkebutuhan khusus di yayasan. Meningkatnya stress akan berakibat menurunnya kebermaknaan hidup para pengasuh anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai aspek-aspek kebermaknaan hidup yang dimiliki seorang pengasuh anak berkebutuhan khusus dalam menjalankan tugas pengasuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi. Penentuan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan menggunakan empat pengasuh anak berkebutuhan khusus yang beradadi Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Metode pengumpul data menggunakan wawancara semiterstruktur dengan karakteristik mendalam dan observasi non partisipan. Hasil penelitian adalah bahwa subjek penelitian memiliki kebermaknaan hidup yang tidak berorientasi terhadap anak berkebutuhan khusus. Para pengasuh anak berkebutuhan khusus merupakan jenis pengasuh formal. Para pengasuh tersebut menjadikan tugas pengasuhan sebagai suatu pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, sehingga gaji merupakan bentuk reward yang diharapkan. Para pengasuh di YPAC tidak memiliki kemampuan khusus dalam melakukan pengasuhan dan perawatan terhadap anak berkebutuhan khusus, semua dipelajari secara otodidak dari pengasuh terdahulu. Aspek-aspek kebermaknaan hidup yang dimiliki pengasuh anak berkebutuhan khusus di YPAC Malang adalah sebagai berikut: (1) tujuan hidup yang bersifat pencapaian secara pribadi dan berhubungan dengan keluarga, (2) Kecukupan finansial menjadi sumber kepuasan utama, disamping itu mengurus anak berkebutuhan khusus juga menjadi sumber kepuasan hidup, (3) Kebebasan bagi pengasuh adalah ketika mendapatkan waktu istirahat dan waktu luang untuk kepentingan pribadi, termasuk didalamnya adalah waktu untuk bertemu dengan keluarga dan melakukan kegiatan yang diinginkan, (4) Keputusasaan yang dihadapi tidak berhubungan dengan tugas dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus, melainkan faktor lingkungan yang memberikan tekanan yang menyebabkan stres (5) Pengasuh memiliki kepantasan hidup karena status mereka disamakan dengan pegawai di yayasan, serta (6) Harapan, menjadi salah satu aspek yang cukup berpengaruh dalam memberikan keyakinan dan optimisme dalam menjalani tugas pengasuhan sehari-hari sebagai pengasuh anak berkebutuhan khusus. Secara umum para pengasuh memiliki harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah tidak lagi menjadi pengasuh anak berkebutuhan khusus. Para pengasuh menabung untuk kebutuhan ekonomi yang tidak terduga, serta sebagai simpanan dihari tua. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini: (1) Bagi pengasuh anak berkebutuhan khusus, agar mampu membangun hubungan interpersonal serta mampu beradaptasi dengan lingkungan asrama YPAC Malang. Selain itu diperlukan pengetahuan mengenai anak berkebutuhan khusus dalam menunjang tugas pengasuhan, (2) Diharapkan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang mampu memberikan arahan dan pelatihan mengenai anak berkebutuhan khusus kepada para pengasuh untuk mengenali lingkungan serta pola kerja di asrama. Selain itu, penyusunan kriteria khusus untuk pengasuh anak berkebutuhan khusus, agar mendapatkan pengasuh yang berkompeten dalam melakukan tugas pengasuhan terhadap anak berkebutuhan khusus.
Hubungan Self Disclosure dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang
ABSTRAK Baridah, Dwi Baroroh. 2014. Hubungan antara Self Disclosure dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Fattah Hidayat, S.E, S. Psi, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : self disclosure, kepuasan pernikahan, istri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) deskripsi self disclosure pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, (2) deskripsi kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, (3) hubungan antara self disclosure dengan kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Pengumpulan data menggunakan skala self disclosure dan skala kepuasan pernikahan. Try out dilakukan di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan 55 subjek. Penelitian menggunakan 40 subjek istri yang tinggal di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Validitas item untuk variabel self disclosure terdiri dari 46 aitem dengan reliabilitas 0,935. Validitas aitem untuk variabel kepuasan pernikahan terdiri dari 43 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,932. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) para istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang lebih banyak memiliki tingkat self disclosure yang tinggi, (2) para istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang lebih banyak memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi, (3) ada hubungan yang signifikan antara self disclosure dengan kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan istri dapat meningkatkan self disclosure supaya tercapai kepuasan dalam pernikahan. Diharapkan ketika mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada suami harus mempertimbangkan waktu, situasi dan kondisi yang tepat agar informasi tersampaikan secara penuh kepada suami, sehingga nantinya tercipta keterbukaan dalam taraf yang sama antara suami-istri. ABSTRACT Baridah, Dwi Baroroh. 2014. The Correlations between Self Disclosure and Wives’ Marital Satisfaction with in the Candirenggo Village, Singosari District Malang Regency. Sarjana’s Thesis, Department of Psychology, Faculty of Psychology Education, State University of Malang. Advisors: (I) Hidayat Fattah, SE, S. Psi, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S. Psi, M.Psi. Keywords: self-disclosure, marital satisfaction, wife. The purpose of this study was to determine: (1) a description of the wives’ self-disclosure in the Candirenggo Village, Singosari District Malang Regency, (2) a description of the wives’ marital satisfaction in the Candirenggo Village, Singosari District Malang Regency, (3) the relations between self-disclosure and marital satisfaction in the Candirenggo Village, Singosari District Malang Regency. The research design in this study was descriptive correlational. Data collection data used the scale of self-disclosure and the scale of marital satisfaction. Try out was done in the Sukorejo Village, District of Gandusari Trenggalek by using 55 subjects. The subjects of this study are 40 wives’ who lives in the Candirenggo Village, Singosari District Malang Regency. The validity of self-disclosure variable consists of 46 items whose reliability is 0.935. The validity of marital satisfaction variable consist of 43 item whose reliability is 0.932. The results showed that (1) wives’ self-disclosure belongs to high category, (2) wives’ marital satisfaction also belongs to high category, (3) there is significant correlation between self-disclosure and wives marital satisfaction in the Candirenggo Village, Singosari District Malang Regency. Based on these result, it can be suggested that wife can increase the self-disclosure to achieve satisfaction in their marriage. Also the wives are expected to consider the time and situation when they are going to express their feeling and toughts to their husband, hence it the transparency level between husband and wife can be in the same level.
Pengaruh Iklim Organisasi dan Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Anggota Organisasi Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Budiawan, Mochamad Hilmi. 2014. Pengaruh Iklim Organisasi dan Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Anggota Organisasi Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : Iklim Organisasi, keterlibatan kerja, kinerja, anggota organisasi mahasiswa. Kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi. Salah satu faktor eksternal yang memegang peranan besar dalam mempengaruhi kinerja seorang anggota organisasi adalah iklim organisasi. Iklim Organisasi adalah persepsi karyawan terhadap lingkungan organisasi dimana karyawan melaksanakan pekerjaan mereka, yang dapat mempengaruhi karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan salah satu faktor internal yang mempengaruhi kinerja anggota organisai adalah keterlibatan kerja. Keterlibatan kerja adalah tingkat dimana seorang karyawan berpartisipati aktif dan memberi kontribusi dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi dan keterlibatan kerja terhadap kinerja anggota organisasi mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan analisis regresi berganda. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 anggota organisasi mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kinerja sebanyak 29 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,940, skala iklim organisasi yang terdiri dari 29 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,902, dan skala keterlibatan kerja terdiri dari 28 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,900. Hasil penelitian adalah (1) Tingkat kinerja anggota organisasi mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang dalam kategori tinggi. (2) Tingkat persepsi anggota organisasi mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang terhadap iklim organisasi yang berlaku dalam kategori tinggi. (3) Tingkat keterlibatan kerja anggota organisasi mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang dalam kategori rendah. (4) Iklim organisasi memiliki pengaruh terhadap kinerja anggota organisasi dengan nilai beta 0,348. (5) Keterlibatan kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja anggota organisasi dengan nilai beta 0,502. (6) Iklim organisasi dan keterlibatan kerja secara bersama - sama memiliki pengaruh terhadap kinerja anggota organisasi R square 0,590. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah:1) bagi organisasi mahasiswa terkait untuk menitik beratkan pengamatan terhadap keterlibatan kerja dari para anggotanya dalam menerapkan kebijakan. 2) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan variabel-variabel bebas lainnya, memperluas populasi penelitian dalam berbagai macam lingkup organisasi mahasiswa dan memperkaya referensi penunjang penelitian dengan teori yang lebih spesifik mengenai teori organisasi kemahasiswaan
Kontrol Diri Sebagai Prediktor Perilaku Agresi Anak Di SD Negeri Sawo 1, Tulungagung
ABSTRAK Bakhtiar, Alam 2014. Kontrol Diri Sebagai Prediktor Perilaku Agresi Anak Di SD Negeri Sawo 1, Tulungagung. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si , (II) Ika Andrini Farida, S. Psi., M.Psi. Kata Kunci: kontrol diri, perilaku agresi, dan siswa SD Negeri Sawo 1 Kontrol diri adalah suatu kondisi mental yang memengaruhi pembentukan perilaku positif dan produktif dan menentukan hubungan yang harmonis dengan orang lain (Sriyanti, 2011). Faktor yang diduga mempengaruhi perilaku agresi adalah kontrol diri. Kontrol diri dibutuhkan untuk menahan keinginan melakukan agresi dalam bentuk apapun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kontrol diri merupakan prediktor dari perilaku agresi pada anak-anak SD Negeri Sawo 1 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah siswa SD Negeri Sawo 1 Tulungagung, memiliki karakteristik laki-laki dan perempuan, merupakan siswa kelas 5 dan rentang usia 10-12 tahun. Subjek penelitian seluruh siswa kelas 5. Instrumen yang digunakan berupa skala Kontrol Diri dan Skala Perilaku Agresi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dan analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis diperoleh enam kesimpulan yaitu (1) Sebagian besar Kontrol Diri yang dimiliki anak-anak di SD Negeri Sawo 1 berada pada kategori tinggi dengan menggunakan skor T mean = 50 dengan deviasi standar St = 10; (2) Sebagian besar Perilaku Agresi yang dimiliki anak-anak di SD Negeri Sawo 1 berada pada kategori rendah; (3) Kontrol diri merupakan Prediktor yang baik untuk Perilaku agresi anak-anak di SD Negeri Sawo 1, (R square 0,604, sig. 0,000 < 0,05) dengan metode regresi linear sederhana Berdasarkan hasil penelitian ini, Untuk siswa SD Negeri Sawo 1, memiliki Kontrol Diri yang baik. Berdasarkan observasi peneliti, hal tersebut didukung oleh figur contoh yang baik yakni para guru beserta kepala sekolah.. Saran untuk SD yang lain mungkin dapat memilah perilaku guru pada SD Negeri Sawo 1 yang dapat dijadikan referensi untuk mendidik siswa mereka supaya memiliki Kontrol Diri yang baik. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat memberikan kontribusi terhadap kontrol diri pada anak-anak . ABSTRACT Bakhtiar, Alam 2014. Kontrol Diri Sebagai Prediktor Perilaku Agresi Anak Di SD Negeri Sawo 1, Tulungagung. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si , (II) Ika Andrini Farida, S. Psi., M.Psi. Keywords : self-control , aggressive behavior , and students' Sapodilla SD Negeri 1 Self-control is a mental condition that affects the formation of positive and productive behavior and determine harmonious relationships with others ( Sriyanti , 2011) . Factors thought to affect aggressive behavior is self-control . Self-control is needed to resist the urge to aggression in any form . This study aims to determine whether self-control is a predictor of aggressive behavior in children SD Negeri Sawo 1. This study used a quantitative approach and the kind of correlational research . The subjects were students of SD Negeri Sawo 1, has the characteristics of men and women, a 5th grade student and the age range of 10-12 years. Research subjects all students in grade 5 . Instrument used in the form of scale and the Self-Control Behavior Aggression Scale. The analysis used in this study is a descriptive analysis , and simple linear regression analysis. Based on the results obtained by the analysis of six conclusions: (1) majority-owned Self-control children in public primary schools Sapodilla 1 at the high category by using the mean T score = 50 with a standard deviation St = 10; (2) Most of Behavior Aggression owned primary school children in the State Sawo 1 are in the low category; (3) Self-control is a good predictor for Behavioural aggression in elementary school children Sapodilla State 1 , ( R square 0.604 , sig . 0.000 < 0.05 ) with a simple linear regression method. Based on these results, for students of SD Negeri Sawo 1, have good self control . Based on the observations of researchers , it is powered by a figure that is a good example of the teachers and their principals . Suggestions for other school may be able to sort out the behavior of teachers in public primary schools Sawo 1 which can be used as a reference to educate their students in order to have good self control. For further research , it is advisable to examine other factors that can contribute to self-control in children .
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP RESILIENSI PADA PENYINTAS ERUPSI GUNUNG KELUD
ABSTRAK Wibisono, Mochammad. 2014. Pengaruh Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosional Terhadap Resiliensi Pada Penyintas Erupsi Gunung Kelud. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: dukungan sosial, kecerdasan emosional, resiliensi, penyintas. Resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan dan tekanan yang terjadi dalam perkembangan hidupnya menuju pada keadaan normal. Resiliensi sangat berguna dalam menghadapi perubahan dan tekanan hidup yang berlangsung begitu intens dan cepat. Semakin dahsyat dan tragis sebuah bencana, semakin dalam pula kehilangan, dan goncangan batin yang dirasakan oleh para korbannya. Oleh karenanya dibutuhkan dukungan sosial dan kecerdasan emosional untuk meningkatkan resiliensi individu. Dimana dukungan sosial dapat diperoleh dari pasangan (suami-istri), keluarga, dan teman atau komunitas. Sementara kecerdasan emosional berasal dari dalam individu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif (explanatory research) yang bertujuan untuk menganalisa pengaruh dukungan sosial dan kecerdasan emosional terhadap resiliensi pada penyintas bencana erupsi Gunung Kelud. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 100 jiwa yang menjadi subjek penelitian. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala dukungan sosial, skala kecerdasan emosional, dan skala resiliensi. Metode analisa yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap resiliensi individu. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,010 dan 0,000 (
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS PEER GROUP DENGAN SIKAP MEROKOK PADA MAHASISWA PEROKOK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
ABSTRAK Septiyanti, Lusi. 2014. Hubungan Antara Konformitas Peer Group dengan Sikap Merokok pada Mahasiswa Perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Fattah Hidayat, S.Psi, M.Psi (II) Farah Farida Tantiani, S.psi, M.Psi. Kata Kunci: Konformitas Peer Group, Sikap Merokok, Mahasiswa Perokok Fakultas Kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran konformitas peer group pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, (2) gambaran sikap merokok pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, (3) hubungan antara konformitas peer group dengan sikap merokok mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Dalam pengambilan sampel, peneliti mengambil 60 mahasiswa yang sesuai dengan karakteristik penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data penelitian ini menggunakan skala konformitas peer group dengan validitas berkisar antara 0.359-0.876 dengan reliabilitas 0,964. Skala sikap terhadap rokok dengan validitas berkisar 0,325-0,720 dengan realibilitas 0,869. Validitas pada alat pengumpul data dievaluasi menggunakan validitas konstruk dan penghitungan dengan rumus Pearson Product Moment. Reliabilitas alat tes diperoleh menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Pearson Correlation dengan bantuan SPSS 16.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konformitas peer group dengan sikap merokok pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dengan r = 0,642 dan p = 0,000 < 0,05. Berdasarkan nilai korelasi, variabel dikatakan berpengaruh karena nilai signifikannya lebih kecil atau sama dengan 0,05 (sig. < 0,05). Manfaat dari penelitian ini, diharapkan mahasiswa dapat memilih lingkungan peer group yang positif, dan dapat lebih mempedulikan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok. Dan berdasarkan hasil penelitian, bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas peer group dengan sikap merokok pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dapat disarankan agar mahasiswa dapat memilih lingkungan peer group yang memberikan pengaruh positif terhadap mahasiswa, dan mahasiswa diharapkan lebih mempedulikan bahaya merokok, sehingga dapat membentuk diri agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri, maupun lingkungan sekitar