Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    PERBEDAAN KEPATUHAN ANAK KUNCI DITINJAU DARIPOLA ASUH ORANG TUA

    No full text
    ABSTRAK   Muftia, Ahadiat Rizki. 2014. Kepatuhan Anak Kunci Ditinjau Dari Pola Asuh Orang Tua. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami M, Si, (2) Drs. H. Muhammad Bisri M, Si   Kata kunci: kepatuhan, pola asuh orang tua, anak kunci   Kepatuhan adalah suatu kondisi yang tercipta dan berbentuk melaui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban. Sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi atau sama sekali tidak dirasakan sebagai beban, bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bilamana ia tidak dapat berbuat sebagaimana lazimnya.Pola asuh pada prinsipnya merupakan parental control. Pola asuh merupakan cara orangtua berinteraksi dengan anaknya, meliputi : pemberian aturan, hadiah, hukuman, dan pemberian perhatian, serta tanggapan terhadap perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk dapat digunakan sebagai referensi bagi orang tua terutama untuk mendidik anak-anaknya supaya lebih patuh meskipun kedua orang tua tersebut hampir menghabiskan seluruh waktunya di tempat kerja dan waktu bersama anak-anak mereka menjadi sangat terbatas. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat perbedaan daripola asuh yang diterapkan orang tua kepada anak kunci dalam hal kepatuhana anak tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Penelitian ini menggunakan sampel penelitian sebanyak 35 anak kunci di Gresik. Instrumen yang digunakan yaitu skala kepatuhan dan skala pola asuh orang tua. Data di analisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan one way anova. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan diperoleh F tabel < F hitung (4,41 < 6,422) dan signifikansi < 0,05 (sig = 0,005), maka Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan adanya perbedaan pola asuh orang tua terhadap tingkat kepatuhan anak kunci. Berdasarkan penelitian ini diharapkan pihak orang tua, yang keduanya sama-sama bekerja dapat memberikan pola asuh yang sesuai untuk anak dan keluarga agar kepatuhan anak terhadap orang tuanya tinggi. Di samping itu, bisa dilakukan tindak lanjut bagi peneliti selanjutnya dengan penambahan metode penelitian, penambahan variabel dan populasi penelitian, serta mengembangkan penelitian ini menjadi penelitian eksperimen dengan memberikan treatment tertentu untuk meningkatkan kepatuhan anak kunci kepada kedua orang tuanya

    Pengembangan Instrumen Identifikasi Kesulitan Belajar pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bojonegoro.

    No full text
    ABSTRAK   Leila, Wahyu Ratna. 2014. Pengembangan Instrumen Identifikasi Kesulitan Belajar pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami,  M.Si. (2) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci: instrumen, kesulitan belajar.   Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Instrumen Identifikasi Kesulitan Belajar (IIKB) yang valid dan reliabel dalam mengidentifikasi adanya kesulitan belajar pada siswa Sekolah Dasar Kelas 4 sampai Kelas 6 di Bojonegoro. Hasil penelitian diharapkan memudahkan guru kelas dalam mengidentifikasi adanya kesulitan belajar pada siswa Sekolah Dasar. Langkah-langkah penelitian ini meliputi: (1) identifikasi tujuan dan kawasan ukur, (2) penguraian komponen isi serta batasan perilaku dan kompetensi, (3) spesifikasi tes (blue print), (4) penulisan item, (5) uji-coba awal, (6) field test dan analisis item, (7) perakitan tes dan penyusunan instrumen, (8) pengujian reliabilitas, (9) tes siap pakai. Hasil dari validasi isi oleh ahli lapangan, IIKB perlu direvisi pada 34 item. Setelah dilakukan revisi, IIKB diuji cobakan secara perseorangan untuk mengetahui lamanya pengerjaan soal serta kepraktisan media-media yang digunakan dalam IIKB. Setelah IIKB yang diujicobakan secara perseorangan telah direvisi, maka dilakukan uji lapangan terbatas dengan total subjek berjumlah 51 siswa. Selanjutnya dilakukan perhitungan reliabilitas dengan menggunakan pendekatan konsistensi antar rater dan diperoleh rentangan reliabilitas pada IIKB antara 0,510 sampai 0,904. Pada IIKB ini, selain menggunakan analisis uji validasi isi dan uji reliabilitas ini, hasil IIKB juga dikorelasikan dengan nilai rapot pada sampel penelitian. Selanjutnya diperoleh hasil bahwa nilai rapot Semester Gasal Tahun Pelajaran 2013/2014 siswa yang mengalami kesulitan belajar sedang ataupun ringan adalah rendah dan berada di bawah nilai rata-rata kelas. Hal ini sesuai dengan pendapat menurut Irham & Wiyana (2013) bahwa adanya kesulitan belajar yang dialami siswa akan berdampak pada prestasi belajar yang dicapai oleh siswa yang bersangkutan. Jadi, berdasarkan dari hasil uji validasi isi, uji reliabilitas, dan dari korelasi positif antara hasil IIKB dengan nilai rapot siswa, maka dapat disimpulkan bahwa IIKB telah valid dan reliabel sebagai instrumen untuk mengidentifikasi kesulitan belajar pada siswa Sekolah Dasar

    Profil Kebutuhan Remaja Metalhead Komunitas Underground Pasuruan Society Menurut Teori Kebutuhan Henry Murray.

    No full text
    ABSTRAK   Kristanto, Yohanes Dedi. 2014. Profil Kebutuhan Remaja Metalhead Komunitas Underground Pasuruan Society Menurut Teori Kebutuhan Henry Murray. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: kebutuhan, remaja, metalhead.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan individu metalhead dalam komunitas Underground Pasuruan Society (UPASS) melalui tinjauan teori kepribadian Henry Murray. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik random. Subjek penelitian berjumlah 3 orang dengan karakteristik remaja metalhead kisaran umur 12-21 tahun dan mengikuti komunitas UPASS. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi, yaitu significant other dan tes EPPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja metalhead memiliki kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam teori kepribadian Henry Murray, namun tidak semua kebutuhan tersebut muncul. Kebutuhan yang muncul yaitu: need of abasement, need of achievement, need of affiliation, need of aggression, need of counteraction, need of defendance, need of exhibition, need of inavoidance, need of nurturance, need of play, need of rejection, need of sex, need of understanding. Sedangkan untuk kebutuhan yang dominan atau menonjol muncul yaitu: need of affiliation, need of aggression, need of defendance, need of exhibition, need of play, need of rejection. Kebutuhan remaja metalhead tersebut berkaitan satu dengan yang lainnya, jadi meskipun terdapat kebutuhan yang dominan namun kebutuhan lainnya masih memiliki peran yang penting dalam pembentukan kepribadian remaja metalhead. Selain itu, ciri-ciri masa remaja bisa juga menjadi aspek yang berpengaruh dalam perkembangan kepribadian dari remaja metalhead. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dikemukakan adalah (1) Memberikan kesadaran bagi peneliti lain untuk terus menggali fenomena psikologi dalam lingkungan dan menerapkan teori kebutuhan, khususnya teori kebutuhan dari Henry Murray, dan agar dapat meningkatkan kualitas penelitian (2) Hasil dari penelitian ini juga diharapkan penelitian ini dapat menuntun remaja metalhead untuk menemukan jati diri dan dapat menemukan peran dalam masyarakat luas. (3) Orang tua remaja metalhead lebih memperhatikan anaknya yang masuk dalam dunia metal supaya dapat memberikan wawasan yang berharga bagi perkembangan anaknya saat remaja dan beranjak dewasa karena seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa tema lirik-lirik musik metal cenderung memberikan dorongan negatif jika dikonsumsi mentah-mentah tanpa adanya pemahaman oleh remaja metalhead. (4) Masyarakat luas dapat memberikan atau membuka pandangan untuk remaja metalhead dan dapat menilai sendiri pribadi dari sosok remaja metalhead

    Perbedaan Penalaran Moral ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan Umum dan Agama pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Gani, Abdul. 2014. Perbedaan Penalaran Moral ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan Umum dan Agama pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: penalaran moral, latar belakang pendidikan umum dan agama   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi penalaran moral mahasiswa berlatar belakang pendidikan umum, deskripsi penalaran moral rmahasiswa berlatar belakang pendidikan agama, serta perbedaan penalaran moral ditinjau dari latar belakang pendidikan umum dan agama pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis uji beda yang dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik independent sampel t test. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah penalaran moral dan variabel bebasnya adalah latar belakang pendidikan umum dan agama. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2013/2014 sebanyak 51 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala penalaran moral dengan jumlah item valid 20 item dengan tingkat reliabilitas 0,983. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penalaran moral ditinjau dari latar belakang pendidikan umum dan agama (p=0,014, sig< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, pihak Universitas Negeri Malang khususnya Fakultas Pendidikan Psikologi diharapkan dapat memberikan pembinaan untuk meningkatkan penalaran moral mahasiswa. Di samping itu, bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan tindak lanjut penelitian dengan menambah variabel dan populasi penelitian

    Pengaruh Identitas Etnik Terhadap Keputusan Memilih Produk oleh Mahasiswa Etnis Batak di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Zakaria, Indra. 2014. Pengaruh Identitas Etnik Terhadap Keputusan Memilih Produk oleh Mahasiswa Etnis Batak di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si.   Kata kunci: identitas etnik, keputusan memilih produk, etnis Batak   Pengambilan keputusan merupakan tahapan yang melibatkan proses kognitif dan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor lingkungan dan kelompok sosial (in group dan out group). Individu cenderung akan mengidentifikasikan dirinya dalam kelompok-kelompok sosial yang disebut sebagai identitas sosial. Salah satu bentuk identitas sosial adalah identitas etnik. Di dalam pemahaman identitas etnik, terdapat sikap, keyakinan, nilai-nilai, dan norma kelompok serta harapan yang kemudian dibagi bersama kelompoknya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh identitas etnik terhadap keputusan memilih produk. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan  keputusan memilih produk oleh mahasiswa etnis Batak yang mendapat perlakuan penjualan produk dengan menggunakan bahasa Batak dan menggunakan bahasa Indonesia; 2) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh identitas etnik terhadap pengambilan keputusan dalam memilih sebuah produk oleh mahasiswa etnis Batak. Penelitian ini menggunakan dua rancangan penelitian, yakni penelitian eksperimen dan non eksperimen. Pada penelitian eksperimen subjek dibagi menjadi dua kelompok dan diberi perlakuan yang berbeda. 30 subjek dalam kelompok eksperimen diberi perlakuan penjualan produk dengan menggunakan bahasa Batak dan 30 subjek dalam kelompok kontrol diberi perlakuan penjualan produk dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai pembanding bagi kelompok eksperimen. Setelah itu 60 subjek (kelompok eksperimen dan kontrol) mengisi skala identitas etnik dan keputusan memilih produk. Analisis data pada penelitian eksperimen menggunakan uji independent sample t test, sedangkan data pada penelitian non eksperimen menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ekperimental menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,002 (p=0,00

    HUBUNGAN ANTARA ETOS KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA GURU SD SE-KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI

    No full text
    ABSTRAK   Nurcahyani, Eka. 2014. Hubungan antara Etos Kerja dengan Kepuasan Kerja Guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: etos kerja, kepuasan kerja, Ngawi.   Etos kerja adalah pandangan dan sikap terhadap kerja yang didasari keyakinan yang fundamental, semangat, komitmen, nilai-nilai sebagai acuan untuk menempatkan dirinya di lingkungan tempat bekerja. Etos kerja merupakan aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan etos kerja guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi, (2) mendeskripsikan kepuasan kerja guru SD se-Kecamatan Ngrambe  Kabupaten Ngawi, (3) mengetahui hubungan antara etos kerja dengan kepuasan kerja guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Seluruh populasi menjadi sampel penelitian yakni 196 guru kelas di SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh (sampel total). Untuk mengumpulkan data digunakan skala etos kerja (EK) dan skala kepuasan kerja (KK) dengan empat kategori respon. Pengolahan data menggunakan tekhnik analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru SD se-Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi memiliki etos kerja sangat tinggi dan kepuasan kerja sangat tinggi. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan (r = 0,000 , p = 0,573) antara etos kerja dan kepuasan kerja. Berdasarkan penelitian ini ada beberapa saran: (1) Guru SD, Hendaknya guru SD memaknai profesi guru sebagai tugas mulia sehingga merasa bangga dan bekerja sepenuh hati, meningkatkan kedisiplinan diri serta memperluas hubungan dengan orang lain. (2) Kepala sekolah, Diharapkan kepala sekolah menciptakan lingkungan sosial yang hangat dan lingkungan kerja yang nyaman serta melakukan supervisi dan evaluasi kinerja guru. (3) UPT Dinas Pendidikan, Diharapkan UPT Dinas Pendidikan lebih memperhatikan lagi ketersedian sarana-prasarana di sekolah serta membantu perbaikan infrastruktur sekolah. Menetapkan peraturan dan tata tertib yang tidak terlampau mengikat dan memberi kesempatan kenaikan jabatan pada guru. (4) Bagi peneliti lain, Diharapkan bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan tindak lanjut penelitian, misalnya dalam hal pengembangan alat ukur, penambahan variabel atau populasi penelitian, serta penambahan metode dalam penelitian

    Konflik Pernikahan Pada Pasangan Suku Jawa dan Suku Madura.

    No full text
    ABSTRAK Indonesia sebagai negara yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa (multietnik), dengan derajat keberagaman yang tinggi dan mempunyai peluang yang besar dalam perkawinan yang berbeda budaya. Pernikahan yang dilangsungkan mengandung nilai-nilai atau norma-norma budaya yang sangat kuat dan luas. Penyesuaian pernikahan adalah sebagai proses adaptasi antara suami istri, dimana suami istri tersebut dapat mencegah terjadinya konflik dan menyelesaikan konflik dengan baik melalui proses penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pemicu adanya konflik, pola interaksi konflik,dan cara mengatasi konflik pernikahan pada pasangan Suku Jawa dan Suku Madura. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Etnografi. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tematik dan teknik validitas teoritis. Subjek pada penelitian ini adalah dua pasang suami istri yang sudah menikah dan berlatar belakang Jawa dan Madura. Hasil dari penelitian ini menghasilkan data bahwa subjek menganggap bahwa konflik pernikahan merupakan suatu hal yang wajar dan pasti pernah terjadi bagi setiap orang yang menikah dan dengan porsi yang berbeda-beda. Banyak faktor yang menjadi pemicu terutama masalah eksternal dan perbedaan pendapat. Bagi pasangan pernikahan yang berbeda suku dan budaya khususnya suku Jawa dan suku Madura agar lebih bisa memahami latar belakang dari karakter, sikap, dan perilaku pasangannya ke arah sukunya Bagi peneliti selanjutnya supaya bisa melakukan proses pendekatan yang lama pada subjek yang akan diteliti. Mengembangkan kembali teori-teori mengenai konflik dan nilai-nilai budaya khususnya dalam sebuah pernikahan. Memastikan pendapat yang diutarakan oleh subjek kepada orang-orang terdekat subjek. Dalam pemilihan subjek khususnya dalam penelitian yang berbeda suku dibedakan antar sukunya dari masing-masing pasangan

    Kepribadian Big Five Sebagai Prediktor Dari Perilaku Pembelian Impulsif Terhadap Produk Fashion Online Pada Mahasiswi Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Meida Puspita. 2014. Kepribadian Big Five SebagaiPrediktor Dari Perilaku Pembelian Impulsif Terhadap Produk Fashion Online Pada Mahasiswi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Tutut Chusniyah, M.Si.(2) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: perilaku pembelian impulsif, kepribadian big five   Perilaku pembelian impulsif adalah pembelian yang tidak terencana yang dikarakteristikkan dengan pembelian yang mendadak, yang diikuti dengan perasaan menyenangkan dan memuaskan. Perilaku pembelian dari masing-masing konsumen dipengaruhi oleh karakteristik perbedaan individu yaitu kepribadian. Kepribadianbig fiveadalah suatu pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk melihat kepribadian manusia melalui trait yang tersusun dalam lima buah domain kepribadian yang telah dibentuk dengan menggunakan analisis faktor. Big Five merupakan tampilan karakteristik kepribadian (personality trait) yang terbagi atas extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dananalisis regresi berganda. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Malang dengan sampel penelitian sebanyak 120 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan karakteristik sampel yaitu mahasiswi yang merupakan konsumen produk fashion online. Pengumpulan data menggunakan metode skala Likert. Analisis data menggunakan teknik analisis regresibergandayang digunakan untuk mengetahui apakah kepribadian big five menjadi prediktor atau tidak dari perilaku pembelian impulsif pada produk fashion online.  Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa dari 5 trait dalam kepribadian big fivehanya 3 trait saja yang memberikan pengaruh atau merupakan prediktor signifikan dari perilaku pembelian impulsif dengan nilai R Square sebesar 0,778. Dan nilai signifikansi faktor kepribadian neuroticism sebesar0,359, faktor kepribadian extraversion sebesar 0,000, faktor kepribadian opennesss sebesar 0,015, faktor kepribadian agreeableness sebesar 0,000, dan faktor kepribadian conscientiousness sebesar 0,104. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 3 trait dalamkepribadian big five memberikan pengaruh sebesar 77,8% terhadap perilaku pembelian impulsif. Dari masing-masing faktor kepribadian big five yang menjadi prediktor signifikan adalah faktor kepribadian extraversion, openness, dan agreeableness. Sedangkan faktor kepribadian neuroticism dan conscientiousness bukan menjadi prediktor dari perilaku permbelian impulsif pada produk fashion online. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala kepribadian big five maupun skala perilaku pembelian impulsif serta memberikan variasi yang lebih kompleks lagi mengenai kepribadian big five dan perilaku pembelian impulsif. Serta diadakan penelitian kembali dengan memperluas populasi dan jumlah sampel agar didapatkan hasil generalisasi yang luas serta pengukuran yang lebih akurat dan reliabel

    Pola Interaksi, Persepsi Intimasi, dan Makna Cinta Pada Otaku Usia Dewasa Awal di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hutami, Dhian Pratiwi Dharma. 2014. Pola Interaksi, Persepsi Intimasi, dan Makna Cinta Pada Otaku Usia Dewasa Awal di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Indah Yasminum S, M.Psi   Kata kunci: Pola Interaksi, Persepsi intimasi, Makna Cinta, Otaku, Dewasa Awal   Otaku menurut Akio (Chiang, 2012) adalah istilah untuk menyebut atau menunjuk seseorang yang memiliki ketertarikan bahkan terobsesi pada suatu hal spesifik. Otaku menghabiskan waktunya dengan berdiam di dalam rumah dengan bermain game dan membaca komik (manga) sendirian, tanpa memperdulikan kebutuhan kehidupan sehari-hari. Sebagian besar otaku di Kota Malang merupakan individu dewasa awal. Masa dewasa awal menurut Erikson masuk pada tahap intimacy vs isolation. Otaku kurang memiliki kesempatan untuk berintraksi dan menjalin hubungan intim dengan orang lain karena obsesi terhadap kegemaran mereka (tiga yang paling utama adalah anime, game, dan manga). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola interaksi, persepsi intimasi, dan makna cinta pada otaku usia dewasa awal di Kota Malang. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi. Penelitian melibatkan empat partisipan dengan perincian 2 laki-laki dan 2 perempuan. Wawancara dilakukan sebanyak tiga kali pada setiap partisipan. Teknik validasi menggunakan cek partisipan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa: (1.) Partisipan tetap menjalin interaksi sosial dengan orang lain. Namun, interaksi lebih besar dengan sesama otaku. (2.) Partisipan cenderung menolak terjadinya intimasi, meski dengan sesama anggota komunitas otaku. (3.) Cinta merupakan suatu perasaan yang ditujukan bagi orang lain. Cinta dapat berupa perasaan ingin melindungi dan menaungi, dapat menjadi diri sepenuhnya, dan terbuka kepada pasangan. Pengungkapan cinta melalui berbicara secara langsung, menggunakan bahasa tubuh, dan pemberian perhatian secara tidak langsung (dari jarak jauh). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan: (1.) Otaku lebih membuka diri pada pergaulan dengan orang lain meski tidak sehobi. (2.) Masyarakat melihat hobi partisipan dari sudut pandang partisipan. (3.) Orangtua meningkatkan komunikasi dengan partisipan. (4.) Psikolog perkembangan hendaknya mengingatkan kepada masyarakat agar selalu mengawasi dan mengarahkan anak sehingga dapat bersosialisasi dengan baik serta menjalankan tugas perkembangan. (5.) Otaku sebagai bukti masuknya budaya asing melalui manga, game, dan anime sudah selayaknya mendapatkan perhatian bidang sosial. (6.) Peneliti selanjutnya menambah jumlah dan karakteristik serta waktu penelitian

    Sintesis Metil Ester dari Minyak Sawit melalui Reaksi Transesterifikasi dengan Katalis Heterogen KCl/CaO dan Uji Potensinya sebagai Biodiesel

    No full text
    ABSTRAK Bahri, M Syaiful . 2013. Sintesis Metil Ester dari Minyak Sawit melalui Reaksi Transesterifikasi dengan Katalis Heterogen KCl/CaO dan Uji Potensinya sebagai Biodiesel. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Aman Santoso, M.Si., (II) Drs. Dermawan Affandy, M.Pd. Kata kunci: metil ester, minyak sawit, Transesterifikasi, katalis heterogen. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari sumber energi alternatif. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencukupi sumber energi adalah memproduksi biodiesel. Biodiesel  dalam ilmu kimia umumnya dikenal dengan metil ester dari asam-asam lemak rantai panjang. Sintesis biodiesel umumnya menggunakan katalis basa homogen. Katalis basa homogen mempunyai kelemahan yaitu pada akhir reaksi sulit dipisahkan dari produk. Katalis basa heterogen sedang dikembangkan untuk mengatasi kelemahan dari katalis basa homogen dalam memproduksi biodiesel. Salah satu katalis basa heterogen yang sedang dikembangkan adalah adalah campuran KCl dan CaO. Oleh karena itu, masih perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas dari katalis KCl/CaO tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mensintesis metil ester dari minyak sawit melalui reaksi transesterifikasi dengan katalis heterogen KCl/CaO dan uji potensinya sebagai biodiesel, (2) mengetahui pengaruh perbandingan mol minyak : metanol terhadap rendemen metil ester yang dihasilkan, (3) mengetahui komponen metil ester yang disintesis dari minyak sawit dengan katalis heterogen KCl/CaO, (4) mengetahui karakteristik metil ester yang disintesis dari minyak sawit dengan katalis heterogen KCl/CaO, (5) mengetahui potensi metil ester hasil sintesis sebagai biodiesel. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium penelitian Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang, Laboratorium Kimia Organik FMIPA Universitas Brawijaya, dan Laboratorium Pelumas PT. Pertamina Surabaya. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu (1) karakterisasi minyak sawit, (2) preparasi aktivasi katalis KCl/CaO, (3) sintesis metil ester melalui reaksi transesterifikasi minyak sawit dengan katalis heterogen KCl/CaO, (4) identifikasi dan karakterisasi metil ester hasil sintesis meliputi uji KLT dan analisis GC-MS, (5) penentuan sifat fisika kimia metil ester hasil sintesis meliputi massa jenis, viskositas, indeks bias, angka asam, indeks setana, dan titik nyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) metil ester dapat disintesis dari minyak sawit menggunakan katalis heterogen KCl/CaO 4% pada suhu 65oC selama 5 jam, (2) rendemen metil ester tertinggi diperoleh pada perbandingan mol minyak: metanol = 1:12, (3) komponen metil ester hasil sintesis adalah metil miristat (3,08%), metil palmitat (37,29%), metil oleat (47,35%), dan metil stearat (8,29%), (4) metil ester hasil sintesis mempunyai karakteristik viskositas 5,45 cSt, massa jenis 0,890 g/mL, indeks bias 1,44, angka asam 0,67, indeks setana 59, dan titik nyala 204oC, (5) metil ester hasil sintesis berpotensi sebagai biodiesel

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇