Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Stres kerja dan kepuasan kerja guru tunagrahita di sekolah luar biasa putra jaya malang
ABSTRAK Supriyanti, Nunung. 2015. Hubungan antara Stres Kerja dan Kepuasan Kerja Guru Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: stres kerja, kepuasan kerja, guru tunagrahita Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui tingkat stres kerja guru tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang, (2) untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja guru tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang, (3) untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara stres kerja dan kepuasan kerja guru tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah guru tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang yang mempunyai karakteristik (a) jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, (b) guru tunagrahita di SLB Putra Jaya Malang, (c) masih aktif mengajar, (d) mengalami gangguan gejala stres baik secara fisiologis, psikologis, maupun sikap, (e) mengalami kepuasan dalam bekerja. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 26. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert untuk mengukur stres kerja dan kepuasan kerja. Dengan tingkat reliabilitas skala stres kerja sebesar 0,917 dan tingkat reliabilitas skala kepuasan kerja sebesar 0,936. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan korelasional dengan hasil guru SLB Putra Jaya Malang memiliki tingkat stres kerja tinggi dengan prosentase 57% dan memiliki tingkat stres kerja rendah dengan prosentase 43%. Guru SLB Putra Jaya Malang memiliki tingkat kepuasan kerja tinggi dengan prosentase 54% dan memiliki tingkat kepuasan kerja rendah dengan prosentase 46%. Hasil korelasi yaitu ada hubungan positif signifikan antara stres kerja dan kepuasan kerja guru tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) tingkat stres kerja guru SLB Putra Jaya Malang berada dalam kategori tinggi, (2) tingkat kepuasan kerja guru SLB Putra Jaya Malang berada dalam kategori sangat tinggi, (3) ada hubungan positif signifikansi antara stres kerja dan kepuasan kerja guru tunagrahita di SLB Putra Jaya Malang. Dalam penelitian ini diharapkan bagi pihak guru sekolah luar biasa hendaknya lebih meningkatkan kedisiplinan diri serta memperluas hubungan dengan orang lain dan mengikuti pelatihan untuk mendapatkan pengetahuan dan kreatifitas. Bagi kepala sekolah, diharapkan kepala sekolah dapat mengfasilitasi lingkungan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang hangat serta nyaman dan tidak membosankan. Bagi UPT Dinas Pendidikan diharapkan lebih memperhatikan lagi ketersediaan sarana-prasarana di sekolah serta membantu perbaikan infrastruktur sekolah serta memberi kesempatan kenaikan jabatan pada guru. Bagi peneliti lain, diharapkan bagi peneliti lain selanjutnya bisa melakukan tindak lanjut penelitian, misalnya dalam hal pengembangan alat ukur
Hubungan Citra Tubuh dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Cosplayer Komunitas Cosuki di Kota Malang
ABSTRAK Papuko, Cecilia Sarah Degretha. 2015. Hubungan Citra Tubuh dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Cosplayer Komunitas Cosuki di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si. (II) Drs. H. Mohammad Bisri,M.Si Kata kunci : penerimaan diri, citra tubuh, remaja, cosplayer Pada remaja, bagaimana dirinya menilai bentuk tubuh sangat berpengaruh pada penerimaan diri. Bila citra tubuh yang dimilikinya baik maka akan lebih mudah untuk mengembangkan diri. Demikian pula halnya dengan penerimaan diri, remaja yang menerima diri sebagaimana adanya akan lebih mudah untuk memaksimalkan kelebihannya serta berusaha untuk memperbaiki kelemahannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja cosplayer. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 40 orang remaja cosplayer anggota Cosuki dengan teknik tryout terpakai. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Citra Tubuh dan Skala Penerimaan Diri. Hasil uji validitas pada skala citra tubuh menunjukkan bahwa 30 aitem valid dari 50 aitem (reliabilitas = 0,885). Dan hasil uji validitas skala penerimaan diri menunjukkan bahwa 24 aitem valid dari 30 aitem (reliabilitas = 0,860). Analisis korelasional dengan menggunakan Pearson Product Moment, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara citra tubuh dengan penerimaan diri pada remaja Cosplayer anggota Komunitas Cosuki di Kota Malang, (r)= 0,643, (p)= 0,000 (
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN ASERTIVITAS DENGAN COMMUCATION APPREHENSION (KECEMASAN KOMUNIKASI) PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Naro S, Dewo.Agung.Nugroho. 2015. Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Asertivitas dengan Communication Apprehension ( Kecemasan Komunikasi) pada Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.si (II) Farah Farida Tantiani, S.psi, M.Psi. Kata kunci:communication aprehension, kepercayaan diri, asertivitas, mahasiswa Psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran communication aprehension pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, (2) gambaran kepercayaan diri pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, (3) gambaran asertivitas mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (4) hubungan kepercayaan diri dengan communication apprehension (5) hubungan asertivitas dengan communication apprehension (6) hubungan kepercayaan diri dan asertivitas dengan communication apprehension . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional.Dalam pengambilan sampel, peneliti mengambil 95 mahasiswa yang sesuai dengan karakteristik penelitian dengan menggunakan teknik sampel total.Instrument yang digunakan adalah skala communication apprehensiondengan validitas berkisar antara 0.214-0.679dengan reliabilitas 0,900. Skala kepercayaan diri dengan validitas berkisar 0,308-0,549 dengan realibilitas 0,907.Skala Asertivitas dengan validitas berkisar 0,212-0,774 dengan realibilitas 0,943. Validitas pada alat pengumpul data dievaluasi menggunakan validitas konstruk dan analisis korelasi menggunakan rumus Pearson Product Moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya 1) hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan communication apprehension dengan r= -0,759 2) hubungan negatif antara asertivitas dengan communication apprehension dengan r= -0,020 3) hubungan antara Kepercayaan Diri dan Asertivitas dengan Communication Apprehension ( Kecemasan Komunikasi) pada Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang dengan r =0,765. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan mahasiswa hendaknya melakukan pelatihan keterampilan komunikasi diluar matakuliah untuk mengasah kemampuan komunikasi mahasiswa serta melatih mahasiswa untuk berkomunikasi secara asertif dan meningkatkan kepercayaan diri sehingga dapat mengurangi kecemasan berkomunikas
Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dan Pola Asuh dengan Agresi Verbal Remaja Awal Pengguna Media Sosial Facebook Siswa SMP Laboratorium UM Kota Malang
ABSTRAK Listiarani, Indira. 2015. Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Pola Asuh dengan Agresi Verbal Remaja Awal Pengguna Media Sosial Facebook siswa SMP Laboratorium UM Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si. Kata kunci : Kecerdasan emosi, pola asuh, agresi verbal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) kecerdasan emosi, (2) pola asuh, (3) agresi verbal (4) mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan agresi verbal (5) mengetahui hubungan pola asuh dengan agresi verbal. Populasi berasal dari 571 siswa dengan jumlah subjek atau sampel penelitian adalah siswa SMP Laboratorium UM dengan jumlah responden 143 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi dengan reliabilitas 0.719, kuesioner pola asuh dengan reliabilitas 0.686, dan skala agresi verbal dengan reliabilitas 0.801. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosi dengan agresi verbal dan Kendall’s tau-b untuk menganalisis pola asuh dengan agresi verbal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) kecerdasan emosi siswa sebagian besar rendah, (2) pola asuh yang diterima sebagian besar siswa adalah otoritatif, (3) agresi verbal yang sebagian besar siswa rendah, (4) ada hubungan negatif dan signifikan antara variabel kecerdasan emosi (X1) dan agresi verbal (Y) dengan angka korelasi -0.350 dan signifikansi 0.000, (5) Tidak ada hubungan antara variabel pola asuh (X2) dan agresi verbal (Y) dengan nilai korelasi -0.009 dan signifikansi 0.876. Siswa dapat memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah untuk membantu berinteraksi dengan teman sebaya karena interaksi dengan teman dengan kegiatan positif dapat meningkatkan kecerdasan emosi. Dengan kecerdasan emosi yang baik siswa dapat mengatur emosi diri dan emosi orang lain serta dapat menciptakan interaksi sosial yang baik
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI SOSIAL DENGAN KONFORMITAS ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA DI KOTA MALANG
ABSTRAK Setiawan, Khusanah Putri Rahayu. 2015. Hubungan antara Efikasi Diri Sosial dengan Konformitas Anggota Resimen Mahasiswa di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi. Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: efikasi diri sosial, konformitas, resimen mahasiswa. Efikasi diri sosial adalah keyakinan atas kemampuan individu dalam mengatur dan melakukan serangkaian perilaku untuk terlibat dalam tugas-tugas interaksi sosial untuk dapat melakukan tugas sosialisasi dengan baik. Konformitas adalah kemampuan individu untuk meniru tingkah laku orang lain, yang disebabkan oleh norma dalam kelompok untuk penyesuaian diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efikasi diri sosial serta konformitas pada anggota resimen mahasiswa dan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri sosial dengan konformitas anggota resimen mahasiswa di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskiptif korelasional. Subjek penelitian adalah para anggota resimen mahasiswa yang ada di Kota Malang. Subjek berjumlah 102 responden dengan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang disusunsendiri oleh peneliti.Terdapat 30 item untuk skala efikasi diri sosial dengan koefisien reliabilitas 0,942 dan 27 item untuk skala konformitas dengan koefisien reliabilitas 0,923. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Anggota resimen mahasiswa sebagian besar memiliki efikasi diri sosial yang tinggi (2) Anggota resimen mahasiswa memiliki konformitas yang tinggi (3) yang diperoleh dari analisis datamenunjukkan angka korelasi sebesar r = 0,714 dan p = 0,000 (p < 0,01) yang artinyaada hubungan yang signifikan antara efikasi diri sosialdengan konformitas anggota resimen mahasiswa di Kota Malang.Jadi hipotesis yang diajukan pada penelitian ini diterima. Hipotesis diterima karena seorang individu yang melakukan konformitas dipengaruhi tingkat keyakinan pada kemampuannya sendiri. Kemampuan sosialnya untuk menampilkan suatu reaksi dan keyakinan itu disebut efikasi diri sosial.Mereka mampu untuk menyamakan perilaku dalam kelompoknya dan memiliki keyakinan atau kepercayaan diri. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) bagi anggota resimen mahasiswa untuk mengoptimalkan efikasi diri sosial dan konformitas, (2) bagi pembina resimen mahasiswa untuk dapat mengarahkan para anggota untuk lebih peduli dan meningkatkan dengan pelatihan yang ada, (3) diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan memperluas populasi dan melakukan pengontrolan variabel lain.
Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus
ABSTRAK Caesar, Rossy Jannathy. 2015. Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si (II) Ninik Setiyowati, S. Psi, M. Psi. Kata Kunci: dukungan keluarga, resiliensi, ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus Peran sebagai ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus diakui merupakan tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang mengeluhkan bahwa merawat dan mengasuh anak berkebutuhan khusus membutuhkan tenaga dan perhatian yang ekstra karena tidak semudah saat melakukannya pada anak-anak normal. Menghadapi respon masyarakat bagi ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus bukanlah hal yang mudah. Masyarakat terkadang dapat bereaksi tidak sepantasnya atau bahkan kejam pada anak-anak yang berkebutuhan khusus.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 34 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusu. Lokasi penelitian di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Menggunakan instrumen penelitian skala dukungan keluarga dengan menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach dengan reliabilitas 0,944 dan skala resiliensi dengan reliabilitas 0,960 dan uji validitas dengan teknik product moment dengan nilai signifikansi antara 0,000 – 0,049. Uji coba instrument penelitian dilakukan pada 30 subjek yang memiliki karakteristik serupa dengan subjek penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,76% subjek memiliki dukungan keluarga yang tinggi, 35,29% subjek memiliki dukungan keluarga sedang dan 2,940% subjek yang memiliki dukungan keluarga rendah. Sebanyak 67,65% subjek yang memiliki kemampuan resiliensi tinggi, 32,35% subjek memiliki kemampuan resiliensi sedang dan tidak ada subjek yang memiliki kemampuan resiliensi rendah. Terdapat hubungan positif signifikan antara dukungan keluarga dan resiliensi dengan angka korelasi 0,564, yang berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka akan semakin tinggi pula resiliensi pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Disarankan agar ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus tetap mempertahankan aktifitas dan melakukan kontak atau hubungan sosial dengan orang lain, sehingga ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus selalu memiliki dukungan sosial dari orang lain. Selain itu mengingat dukungan keluarga berhubungan dengan kemampuan resiliensi pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, diharapkan kepada pihak keluarga ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk tetap mendampingi ibu dalam mencari jalan keluar tentang permasalahan yang sering dihadapi ibu terutama dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menunjang penelitian dengan karakteristik subjek yang berbeda dan dengan metode penelitian yang berbeda
Hubungan Kontrol Diri dengan Kompetensi Interpersonal pada Narapidana Residivis Kasus Narkoba di Lapas Klas 1 Malang
ABSTRAK Purwanti, Yeni Dwi. 2015. Hubungan Kontrol Diri dengan Kompetensi Interpersonal pada Narapidana Residivis Kasus Narkoba di Lapas Klas 1 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: kontrol diri, kompetensi interpersonal, narapidana residivis kasus narkoba Hukuman pidana diberikan kepada individu yang melanggar sebuah norma yang ada di dalam lingkungan masyarakat dengan tujuan agar tidak terjadi pengulangan setelahnya. Tidak sedikit kasus yang terjadi bahwa mereka yang pernah mendapatkan hukuman kembali melakukan pelanggaran yang membuat mereka harus kembali menjalani hukuman di tempat yang sama. Selain kurangnya kontrol diri yang dimiliki, hubungan komunikasi dengan keluarga dan lingkungan mereka seringkali tidak bisa dikategorikan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kompetensi interpersonal pada narapidana residivis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk jenis penelitian deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 54 orang yang berstatuskan narapidana residivis kasus narkoba di Lapas Klas 1 Malang. Instrumen yang digunakan berupa skala kontrol diri sejumlah 20 aitem (rxy 0,284 – 0,724) dengan reliabilitas sebesar 0,715. Sedangkan skala kompetensi interpersonal sejumlah 32 aitem (rxy 0,273 – 0,603) dengan reliabilitas sebesar 0,721. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis, dalam penelitian ini dihasilkan tiga kesimpulan yaitu (1) 40,74% subjek memiliki kontrol diri yang tinggi dan 59,26% subjek memiliki kontrol diri yang rendah (2) 40,74% subjek memiliki kompetensi interpersonal yang tinggi dan 59,26% subjek memiliki kompetensi interpersonal yang rendah (3) hubungan positif antara kontrol diri dengan kompetensi interpersonal (rxy = 0,394, sig 0,003 < 0,05). Berdasarkan hasil dapat diartikan bahwa hipotesa diterima. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada pihak lapas untuk meningkatkan pembinaan kontrol diri kepada narapidana agar tidak terjadi pengulangan-pengulangan lagi setelah mereka menyelesaikan masa hukumannya. Kemudian bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang berpengaruh kepada kompetensi interpersonal. ABSTRACT Purwanti, Yeni Dwi. 2015. Correlation of Self Control With Interpersonal Competence At Recidivist Convict of Drug Case In Lapas Klas 1 Malang. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Educational Psychology, University of Malang. Advisors: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi. Keywords: self control, interpersonal competence, recidivist convict of drug case Criminal penalties is given to individual who violate the norms that exist in society with the aim to avoid repetition thereafter. Not a few cases that they ever get a penalty back offense that makes them to be re-sentenced in the same place. In addition to the lack of control of self-owned, family relationships and communication with their environment often can not be categorized either. That is why researchers want to know if there is the relationship between self-control with interpersonal competence on recidivist convict. The purpose of this research are knowing correlation of self control with interpersonal competence at residivist convict. This research is using quantitive approach and include in a descriptive correlational research. Subjects in this research amount 54 people with recidivists convict status in Lapas Klas 1 Malang. The instrument used is the scale of self control with total 20 items (rxy 0,284 – 0,724) with 0,715 point of reliability. On the other hand, the scale of interpersonal competence with total 32 items (rxy 0,273 – 0,603) with 0,721 points of reliability. The analysis used in this research is descriptive analysis and correlation analysis product moment. Based in the analysis, this study produced three conclusions: (1) 40,74% subject had high self control and 59,26% subject had low self control (2) 40,74% subject had high interpersonal competence and 59,26% subject had low interpersonal competence (3) there is a positive correlation of self control with interpersoal competence (rxy = 0,394, sig 0,003 < 0,05). Based on these result can be interpretend that hypothesis is accepted. According to this research, it is sugested for the prison is expected to improve self-control guidance to convict in order to avoid repetitions again after completing his sentence. Then for further research, it is advisable to examine other factors that affect the interpersonal competence
Pengaruh Gaya Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Akselerasi
ABSTRAK Pamukti, Aryani. 2014. Pengaruh Gaya Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Akselerasi. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, Psikolog, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: gaya belajar, prestasi belajar, siswa akselerasi. Setiap siswa akselerasi memiliki cara-cara yang khas dan unik untuk mencapai prestasi yang membanggakan. Prestasi belajar pada sebagian besar siswa akselerasi dapat dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal, dan juga faktor pendekatan belajar. Dalam proses belajar mengajar di kelas akselerasi terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik. Setiap pendidik haruss mengenali gaya belajar siswanya, dan guru juga diharapkan memiliki sikap seperti gaya belajar yang dimiliki setiap siswanya. Hal ini demi terciptanya proses belajar mengajar yang kondusif dan tidak ada hambatan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan pembahasan berkenaan dengan gaya belajar dan prestasi belajar pada siswa akselerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa akselerasi, mengetahui gaya belajar siswa akselerasi, dan mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa akselerasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu para pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan siswa akselerasi secara lebih maksimal. Penelitian ini menggunakan rancangan causal comperative. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa akselerasi di MAN I Malang, MAN II Ponorogo, dan MAN Lamongan sebanyak 49 siswa dengan teknik cluster random sampling. Data penelitian yang berupa angka dalam penelitian ini diperoleh melalui skala gaya belajar dan dokumentasi prestasi belajar dari madrasah. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statitika deskriptif dan statistik regresi dengan menggunakan variabel dummy. Hasil penelitian ini adalah: (1) Prestasi belajar siswa akselerasi berada dalam kategori sedang sebesar 59,2%. (2) Kecenderungan gaya belajar siswa akselerasi adalah auditorial sebesar 51%. (3) Tidak ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa akselerasi. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) Bagi siswa akselerasi: diharapkan mampu belajar dengan lebih baik lagi setelah mengetahui kecendurang gaya belajar yang dimilikinya. (2) Bagi guru: diharapkan guru lebih mampu untuk meragamkan gaya mengajarnya. (3) Bagi sekolah: diharapkan untuk memfasilitasi siswa untuk dapat mengenal kecenderungan gaya belajar yang dimilikinya. (4) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat memberikan variasi yang lebih kompleks lagi mengenai gaya belajar dan prestasi belajar.
Perbedaan Kepatuhan Ditinjau dari Kontrol Diri Remaja Pesantren dan Non Pesantren
Saat ini, banyak terjadi fenomena pelanggaran peraturan yang dilakukan remaja, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Remaja seakan membuat sebuah prinsip sendiri bahwa “peraturan itu dibuat untuk dilanggar” membuat peneliti tertarik untuk membandingkan, bagaimana perbedaan tingkat kepatuhan antara remaja yang menjalani kehidupannya di pondok pesantren dengan lingkungan yang berbasis agama dan remaja pada umumnya yang menjalani kehidupan sekolah umum dan keluarga. Tidak hanya mengukur kepatuhan, akan tetapi peneliti ingin melihat lebih jauh dengan membandingkannya dengan tingkat kontrol diri para remaja yang tinggal di pesantren dan luar pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepatuhan ditinjau dari kontrol diri remaja pesantren dan non pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dua variabel yaitu kepatuhan dan kontrol diri, serta menggunakan 2 jenis subjek yang berbeda. Dalam penelitian ini, alat ukur yang dipakai adalah skala untuk setiap variabel yang ada. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di pondok pesantren dan remaja yang tinggal di luar pondok pesantren dengan rentan usia antara 11-14 tahun. Total subjek yang dipakai berjumlah 120 remaja dengan rincian 60 remaja dari pondok pesanteren dan 60 remaja dari luar pondok pesantren yang sama-sama berada dalam kecamatan Bululawang-Malang. Analisis dari hasil penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif. Analisis deskriptif yang digunakan adalah mean, deviasi standar, skor maksimal dan minimal, presentase, dan frekuensi. Sedang uji komparatif menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan one way anova. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kepatuhan ditinjau dari kontrol diri pada remaja pesantren dan non pesantren. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh F tabel < F hitung (3,92 < 38,620) dan Sig sebesar 0,00, maka Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan adanya perbedaan kepatuhan ditinjau dari kontrol diri remaja pesantren dan non pesantren
Hubungan Antara Motivasi Menjadi Suporter dan Identitas Sosial dengan Fanatisme Suporter Sepak Bola Arema Cronus (Aremania)
Sebuah tim sepak bola erat kaitanya dengan suporter. Fanatisme suporter menjadi pemain keduabelas sebagai pembangkit motivasi pemain, sekaligus aset yang sangat berharga bagi klub untuk terusberprestasi dan membantu pendapatan klub.Fanatisme kelompok suporter sepak bola, sering merasa bahwa setiap tindakan suporter adalah benar.Motivasi dan rasa identitas suporter sering menimbulkan fanatisme, dan masyarakat menilai sebagai perilaku yang negatif.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji hubungan antara motivasi menjadi suporter dan identitas sosial dengan fanatisme suporter sepak bola Arema Cronus.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif.Pengolahan data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis korelasi Product Moment Pearson. Penelitian ini dilakukan dengan subjek suporter Arema Cronus dengan karakteristik usia 16 – 55 tahun, yang tergabung dalam koordinasi (korwil) atau komunitas Aremania di Malang Raya. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala motivasi menjadi suporter, skala identitas sosial dan skala fanatisme suporter sepak bola Arema Cronus.Jumlah subjek penelitian ini terdiri dari 100 anggota Aremania suporter sepak bola Arema Cronus yang diambil secara random.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, uji koefisien korelasi menunjukkan antara motivasi menjadi suporter dengan fanatisme suporter sepak bola sebesar 0,673 dengan taraf signifikansi sebesar 0,00 (