Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Hubungan psychological Capital Dengan Prestasi Akademik pada Siswa SMPN 5 Malang

    No full text
    RINGKASANPutri, Brilliandani Kirara. 2019. Hubungan psychological capital dengan prestasi akademik siswa SMPN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ike Dwiastuti S.Psi M.PsiKata kunci: psychological capital., prestasi akademik dan siswa SMPN 5 MalangPenelitian ini dilatar belakangi dengan adanya penurunan prestasi akademik yang terjadi pada sekolah yang menerapkan sistem zonasi. Berbagai permasalahan muncul diantaranya sejumlah siswa di drop out karena tidak mampu mengikuti proses pembelajaran. Tujuan penelitian yakni (1) mengetahui gambaran psychological capital; (2) mengetahui gambaran prestasi akademik (3) adakah hubungan  psychological capital dengan prestasi akademik.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Malang, teknik sample yang diambil cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data adalah skala psychological capital yang disusun  oleh Luthan dkk (2007), kemudian diadaptasi oleh Liran & Miller (2017) dalam aplikasinya di bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan skala psychological capital dengan reliabilitas 0,774 dan 23 aitem. Data prestasi akademik diambil dari rata-rata nilai UTS tiga mata pelajaran yaitu matematika, IPA, Bahasa Indonesia.Jumlah populasi adalah 297 dan sampel penelitian adalah 180 siswa.. Uji hipotesis menggunakan korelasi pearson product moment.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Siswa memiliki psychological capital seimbang 50% diantara tinggi dan rendah (2) Sebagian besar siswa memiliki prestasi akademik tinggi. (3) Adanya hubungan yang signifikan berarah positif diantara psychological capital dengan prestasi akademik. Koefisien korelasi yang diperoleh 0.273.Saran yang dapat diberikan Siswa-siswi SMPN 5 Malang. Bagi siswa sebaiknya meningkatkan kemampuan mengenali diri dan meningkatkan  psychological capital agar mampu memaksimalkan potensi dan prestasi akademik yang akan dicapai. Bagi guru dan sekolah, Jika sekolah ingin meningkatkan prestasi akademik maka psychological capital siswa juga perlu ditingkatkan. Bagi orang tua sebaiknya dapat mengenali potensi sumber daya psikologis dalam hal ini psychological capital yang dimiliki putra-putrinya agar mampu memaksimalkan potensi dan prestasi akademik putra-putri mereka. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya dapat menghubungkan variabel psychological capital dengan hasil dari proses akademis lain seperti academic engagement kemudian dapat melihat pengaruh pada masing-masing dimensi psychological capital  dengan  suatu hasil proses akademik

    Hubungan Pola Asuh dan Penyesuaian Sosial Remaja pada Siswa Kelas VIII SMPN 04 Malang

    No full text
    ABSTRAK Wulandari, Indah. 2019. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Penyesuaian Sosial Remaja. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mohammad Bisri, M.Si Kata kunci: pola asuh authoritative, penyesuaian sosial remajaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh authoritative dan penyesuaian sosial remaja. Peranan pola asuh yang diterapkan orang tua mempunyai pengaruh yang cukup berarti bagi perkembangan sosial anak sehingga pola asuh dapat mempengaruhi bagaimana anak melakukan penyesuaian sosial di masa remaja.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, melibatkan 60 responden yang dipilih menggunakan cara pengambilan sampel random berkelompok (cluster sampling). Sampel penelitian merupakan siswa kelas VIII yang berasal dari enam kelas di SMPN 04 Malang. Cara penghitungan yang digunakan ialah model perhitungan skala likert. Pengumpulan data menggunakan instrument pola asuh authoritative, dengan reliabilitas 0,924 dan instrumen penyesuaian sosial dengan reliabilitas 0,738. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43 subjek memiliki tipe pola asuh authoritative dan 17 subjek memiliki tipe pola asuh indulgent, sebanyak 30 subjek memiliki tingkat penyesuaian sosial yang tinggi dan 30 subjek memiliki tingkat penyesuaian sosial yang rendah. Hasil korelasi pola asuh orang tua dan penyesuaian sosial menunjukkan nilai data rhitung sebesar 0,533 dengan p-value sebesar 0,00

    Health Belief Model (HBM) pada Pasien Tuberculosis (TB)

    No full text
    ABSTRAK Rahmadini, Shabrina. 2018. Health Belief Model (HBM) pada Pasien Tuberculosis (TB). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.Kata kunci: Health Belief Model, TuberculosisTuberculosis (TB) adalah penyakit yang menyebabkan kematian dan bahkan menempati urutan 10 teratas sebagai penyakit paling mematikan menurut World Health Organization (WHO). Jawa Timur menempati urutan kedua dalam jumlah terbanyak penemuan kasus TB. Penggunaan Health Belief Model (HBM) mampu menilai keyakinan kesehatan seorang penderita tuberculosis. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana health belief model (HBM) pada pasien tuberculosis, yaitu dengan cara mengetahui bagaimana keyakinan terhadap kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian kualitatif generik. Subjek pada penelitian ini adalah lima pasien tuberculosis di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kualitatif, observasi dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data serta verifikasi dan pengecekan keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas serta konfirmabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita TB memiliki keyakinan yang baik dalam hal keparahan, kerentanan, manfaat dan halangan penyakit TB. Penderita mendapatkan cukup informasi mengenai penyakit TB melalui petugas kesehatan. Penderita tidak menghentikan pengobatan meskipun mengalami efek samping pengobatan. Penderita merasa mendapatkan lebih banyak manfaat dengan menuntaskan pengobatan. Penderita mendapatkan dukungan baik sosial maupun ekonomi. Disarankan untuk penderita TB agar bersikap kooperatif terhadap pengobatan demi mencapai kesembuhan. Serta bagi petugas kesehatan untuk dapat terus membimbing pasien TB dengan baik. Sedangkan bagi peneliti lainnya dapat mengembangkan model penelitian yang lebih praktisional. Saat ini beberapa dari partisipan telah selesai menjalani pengobatan. Fakta tersebut mengikuti hasil baik yang didapatkan setelah peneliti menilai HBM penderita TB. Dengan HBM yang baik, maka sikap dan perilaku kesehatan dapat diprediksi

    Hubungan antara Stres dan Perilaku Cybersex pada Mahasiswa di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Agustina, Yessy. 2018. Hubungan antara Stres dan Perilaku Cybersex pada Mahasiswa di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hetti Rahmawati, M.Si., (2) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: stres, perilaku cybersex, mahasiswa kota malang Perilaku cybersex merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan rangsangan seksual dengan melakukan kegiatan seksual melalui device, baik secara online maupun ­offline, seperti mengakses materi yang mengandung seksualitas. Faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku cybersex salah satunya yaitu stres. Stres pada umumnya rentan dialami oleh mahasiswa khususnya yang berada di tahap perkembangan remaja akhir. Setiap remaja akhir pun memiliki kebutuhan untuk menurunkan tingkat stres yang dialaminya dengan pilihan yang berbeda-beda. Namun menurut penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pada masa tahap perkembangan remaja akhir, individu cenderung memiliki pilihan yang kurang tepat atau tidak efektif untuk menurunkan tingkat stres salah satunya yaitu melakukan perilaku cybersex. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi stres pada mahasiswa di Kota Malang, deskripsi perilaku cybersex pada mahasiswa di Kota Malang, serta untuk mengetahui hubungan antara stres dan perilaku cybersex pada Mahasiswa di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta metode yang digunakan yaitu deskriptif korelasional.Responden yang terlibat dalam penelitian ini yaitu sebanyak 377 mahasiswa di Kota Malang yang pernah melakukan aktivitas cybersex. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 271 orang atau 71,88% dari sampel penelitian ini memiliki tingkat stres yang sedang, dan sebanyak 241 orang atau 63,9% dari sampel penelitian termasuk pada kategori at-risk pada perilaku cybersex. Sedangkan hasil dari penghitungan dengan menggunakan product moment diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan (r= 0,207,

    Penerapan Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (F-AHP) untuk Menentukan Prioritas Perbaikan Jalan pada Ruas Jalan Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Jalan merupakan prasarana darat yang digunakan untuk sektorsosial dan ekonomi menurut data dinas pekerjaan umum bina marga kabupaten Pasuruan pada tahun 2016, kabupaten Pasuruan memiliki jumlah panjang jalan sepanjang 2318 km dengan kondisi baik sepanjang 1892,2 km, rusak sepanjang 272,32 km, dan rusak berat sepanjang 146,48 km. Kurangnya kesadaran pemerintah untuk menangani kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh anggaran yang terlalu kecil setiap tahunnya. Maka diperlukan rumusan kebijakan dalam menentukan skala prioritas penanganan jalan. Acuan pedoman yang digunakan pihak bina marga Pasuruan untuk menentukan prioritaspenanganan jalan yaitu metode SK No. 77/KPTS/Db/1990 hal ini kurang tepat dikarenakan  metode tersebut hanya melihatdari LHR (LintasHarian Rata-rata) dan NPV (Net Present Value) saja, sedangkan kenyataan di lapangan masih banyak permasalahan yang ada. Maka dari itu dibutuhkan suatu metode yang tepat untuk menampung aspek-aspek yang ada. Untuk mendukung usaha tersebut pada penelitian ini digunakan metodeFuzzy AHP dan untuk memudahkan perhitungan, dibutuhkan suatu program untuk membantu perhitungannya. Tujuan penelitian ini adalah membuat program untuk menentukan prioritas penanganan jalan pada ruas jalan kabupaten  Pasuruan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan, data yang sudah diketahui keakuratannya di implementasikan kedalam suatu program dengan bahasa pemrograman PHP. Data yang digunakan adalah data tahun 2016 yang diperoleh dari dinas pekerjaan umum bina marga kabupaten Pasuruan. Pada penelitian ini,metode pembuatan program menggunakan metode Waterfall Model dimana tahap-tahap dalam model pengembangan ini terdiri dari analisis yaitu proses pengambilan data yang dibutuhkan. Pada penelitian ini data yang dibutuhkan meliputi data kondisi jalan, volume lalu lintas, ekonomi, dan tata guna lahan. Setelah tahap analisis selanjutnya adalah tahap desain yaitu merancang inputan sesuai data yang akan diolah yang biasa disebut dengan perancangan interface serta merancang kerangka bagaimana alur sebuah program (flowchart). Selanjutnya tahappengodean yaitu mengimplementasikan hasil desain kedalam bentuk program dengan menggunakan algoritma. Dalam penelitian ini algoritma yang digunakan yaitu Fuzzy AHP, setelah tahap pengodean selesai, taha

    EFIKASI DIRI SEBAGAI PREDIKTOR PRESTASI KERJA AGEN ASURANSI PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE INDONESIA CABANG MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Shiddiq, Zaid . 2018. Efikasi Diri sebagai Prediktor Prestasi Kerja Agen Asuransi PT Prudential Life Assurance Indonesia Cabang Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Si. (2) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi   Kata Kunci : agen asuransi, efikasi diri, penetapan tujuan, prestasi kerja. Prestasi kerja adalah faktor utama kesuksesan perusahan. Prestasi kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perbedaan individu, situasional, dan pengaturan perusahaan. PT Prudential Life Assurance Indonesia Cabang Malang memiliki cukup banyak agen asuransi yang tidak mencapai target yang ditetapkan perusahaan dikarenakan agen merasa tidak yakin akan kemampuan dirinya menjual asuransi, masalah tersebut merupakan gambaran efikasi diri agen. Hal ini dapat menghambat kinerja dan merugikan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui gambaran tingkat efikasi diri dan prestasi kerja, (2) mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap prestasi kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan korelasional dilakukan pada agen asuransi PT Prudential Life Assurance Indonesia Cabang Malang dengan menggunakan seluruh populasi sejumlah 55 orang agen aktif dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu skala efikasi diri, sedangkan data prestasi kerja diperoleh dari tabel Key Performance Indicators. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana, dan teknik koefisien determinasi sebagai metode prediktor. Dari penelitian ini didapati hasil bahwa efikasi diri berpengaruh secara signifikan dengan nilai 0,000 < 0,05 serta dapat memprediksi prestasi kerja agen asuransi sebesar 43,8%. Sehingga semakin meningkat  efikasi diri agen asurasi maka prestasi kerja juga akan meningkat. Saran yang bisa diberikan kepada penelitian selanjutnya adalah lebih memperdalam penelitian pada besaran tingkat kesulitan target kerja dan penggunakan metode perlakuan atau treatment yang tepat untuk membantu permasalahan agen-agen dengan prestasi rendah

    Hubungan Antara Kemandirian dan Penyesuaian Diri pada Remaja Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah di Malang

    No full text
    ABSTRAK   Irviana, Lidya. 2018. Hubungan antara Kemandirian dan Penyesuaian Diri pada Remaja Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah di Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: Kemandirian, Penyesuaian Diri, Remaja Pondok Pesantren Peralihan dari lingkungan keluarga menuju lingkungan asrama pondok pesantren mengakibatkan perubahan yang signifikan. Remaja yang menempuh pendidikan di asrama pondok pesantren dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri maupun dengan lingkungan. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri adalah kemandirian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dan penyesuaian diri remaja pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi sejumlah 138 remaja yang tinggal di pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah. Sampel sebanyak 60 remaja dan diambil dengan teknik sampel random. Instrumen yang digunakan adalah skala kemandirian dan skala penyesuaian diri dengan reliabilitas 0,873 dan 0,921. Uji hipotesis dilakukan denga analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah memiliki penyesuaian diri dalam kategori sedang 73,3% dan memiliki kemandirian dalam kategori sedang 70%. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemandirian dan penyesuaian diri, dengan nilai rxy 0,799, p-value < 0,05, artinya semakin tinggi kemandirian semakin tinggi pula penyesuaian diri remaja pondok pesantren. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi remaja pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam mengatasi masalah, mengambil keputusan tanpa bantuan orang lain dan bertanggung jawab untuk mencapai penyesuaian terhadap lingkungan pondok pesantren. Bagi pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah diharapkan membantu remaja pondok pesantren untuk meningkatkan kemandirian dengan cara memberikan arahan dalam menimbang dan memilih pengambilan keputusan, memberikan tugas dan memantau agar tumbuh rasa tanggung jawab, memberikan motivasi ketika mengalami kegagalan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambah sampel penelitian dan remaja pondok pesantren yang berjenis kelamin laki-laki, menggali lebih dalam mengenai faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri

    Dukungan Sosial Dalam Membentuk Resiliensi Pada Orang Dengan Lupus (Odapus)

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Lia. 2018. Dukungan Sosial Dalam Membentuk Resiliensi Pada Orang Dengan Lupus (Odapus). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini,S.Psi, M.Si (II) Drs. H. Moh. Bisri, M.Si   Kata Kunci :resiliensi, dukungan sosial, systemic lupus erythematosus. Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau disebut juga auto imun merupakan penyakit yang terjadi karena tubuh memproduksi sistem imun yang berlebihan yang selanjutnya berbalik menyerang organ tubuh yang sehat. Tingginya tingkat kematian pada penderita lupus menyebabkan Orang Dengan Lupus (Odapus) cenderung mengalami kondisi negatif. Namun tidak sedikit Odapus yang mampu bertahan dengan kondisi tersebut karena adanya ketrampilan resiliensi dan juga peran dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana gambaran resiliensi pada Odapus, (2) mengetahui bagaimana dukungan sosial pada Odapus, (3) mengetahui bagaimana dukungan sosial membentuk resiliensi pada Odapus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Subjek penelitian adalah 2 orang perempuan dan 1 subjek laki-laki yang berusia produktif dan telah bertahan dengan penyakit lupus dalamwaktu yang cukup lama serta telah dinyatakan remisi sembuh. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam kepa da subjek penelitian guna memperoleh informasi yang dibutuhkan. Pengecekan keabsahan data diperiksa dengan menggunakan re-check significant other dan triangulasi dengan orang. Adapun lokasi penelitian dilakukan di kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pada Odapus dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan orang-orang terdekat khususnya keluarga inti. Bentuk dukungan sosoial yang terlihat lebih banyak memberi pengaruh adalah dukungan emosional dan dukungan penghargaan. Dukungan emosional lebih dibutuhkan oleh odapus ketika sedang mengalami kekambuhan yaitu dengan kehadiran mereka serta kalimat-kalimat penyemangat. Selain itu secara tidak dapat dipungkiri bahwa dukungan instrumental juga penting bagi Odapus mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan untuk perawatan Odapus. Sedangkan pasca Odapus keluar dari rumah sakit maka yang dibutuhkannya adalah dukungan penghargaan berupa kesempatan dan kepercayaan untuk bisa beraktifitas secara normal tanpa ada tuntutan ataupun larangan berlebihan. Dengan adanya hal tersebut Odapus akan lebih percaya diri dalam mengerjakan suatu hal dan memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan serupa kepada sesama Odapus agar semakin banyak Odapus yang bisa berteman dengan Lupus

    Hubungan Persepsi Beban Kerja dengan Komitmen Organisasi pada Karyawan Part Time dan Kontrak Pizza Hut di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran persepsi beban kerja karyawan part time dan kontrak Pizza Hut di Kota Malang (2) gambaran komitmen organisasi karyawan part time dan kontrak Pizza Hut di Kota Malang (3) hubungan persepsi beban kerja dengan komitmen organisasi karyawan part time dan kontrak Pizza Hut di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan korelasional dengan subjek penelitian karyawan part time dan karyawan kontrak Pizza Hut di Kota Malang. Adapun sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala persepsi beban kerja dan skala komitmen organisasi. Uji coba instrumen dilaksanakan di Pizza Hut cabang Malang pada tanggal 14-17 Juli 2018. Validitas diukur dengan menggunakan Pearson product moment. Reliabilitas diukur menggunakan formula Alpha Cronbach dengan hasil skala persepsi beban kerja 0,945 dan skala komitmen organisasi 0,932. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebagian besar karyawan part time dan karyawan kontrak Pizza Hut cabang Malang memiliki persepsi beban kerja yang tinggi  (2) lebih dari setengah karyawan karyawan part time dan karyawan kontrak Pizza Hut cabang Malang memiliki komitmen organisasi yang rendah (3) ada hubungan negatif antara persepsi beban kerja dengan komitmen organisasi dengan rxy = -0,687, p = 0,000 < 0,05. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah (1) bagi perusahaan bisa memberikan kegiatan-kegiatan yang bersifat formal maupun informal bagi karyawan seperti sharing session dimana karyawan bisa berbagi cerita tentang pekerjaannya, kemudian bisa juga dengan memberikan reward pada pekerja yang berprestasi, dan memberikan kejelasan status karyawan untuk karyawan yang memang kinerjanya bagus (2) Karyawan diharapkan dapat mengatasi masalah yang terjadi di perusahaan agar dapat bekerja dengan maksimal. Dan juga mau berbagi keluh kesah dalam pekerjaannya pada rekan kerja ataupun atasan sehingga tidak menjadi beban (3) Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode kualitatif agar dapat mengetahui dan memperoleh hasil penelitian yang lebih dalam dengan deep interview atau dalam penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan variabel lain yang berasal dari faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi

    PENGARUH TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI PENGURUS OSIS SMP SHALAHUDIN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Syintika Feamy W. P1, Moh. Irtadji2, Aji Bagus Priyambodo1 Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi UM Malang 2 Dosen Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi UM Malang Email: [email protected] Penelitian eksperimen ini bertujuan mengetahuipengaruh  teknik bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi antar pribadi pengurus OSIS SMP Shalahudin Malang. Teknik bermain peran diterapkan sebagai suatu program untuk meningkatkanketerampilan komunikasi antar pribadi.Subjek penelitian ini yaitu seluruh siswa anggota pengurus osis SMP  Shalahuddin Malang yang berjumlah 33 siswa.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik uji bedapairedsample t-testkemudian effect sizeuntuk melihat besarnya keefektifanpengaruh  teknik bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi antar pribadi. Hasil pengukuran keterampilan komunikasi interpersonal pada saat pretest berada pada kategori tinggi karena memiliki rata-rata 2.57 dan hasil posttest berada padakategori sangat tinggi karena memiliki rata-rata 3.30. Hasil penghitungan uji hipotesis diketahui bahwa nilai t-hitung = 19.081 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis satu diterima.Uji effect size sebesar 0.817 yang termasuk pada kategori memiliki efek besar.Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik bermain peranefektif untuk meningkatkan Keterampilan komunikasi interpersonal anggota OSIS SMP Shalahudin Malang.   Kata Kunci: keterampilan komunikasi interpersonal, teknik bermain peran. This experimental study aims to determine the effect of role playing techniques to improve interpersonal communication skills of Malang Shalahudin Junior High School Student Council committee. Role playing techniques are applied as a program to improve interpersonal communication skills. The subjects of this study were all students of the Malang Shalahuddin Junior High School student council members totaling 33 students. This research is a quantitative research with independent sample t-test different test techniques and effect size to see the effectiveness of the influence of role playing techniques to improve interpersonal communication skills. The results of the measurement of interpersonal communication skills at the pretest were in the high category because they had an average of 2.57 and the posttest results were in the very high category because they had an average of 3.30. The results of the calculation of the hypothesis test are known that the value of t-count = 19.081 with a significance level of 0.000. This shows that the null hypothesis is rejected and the hypothesis one is accepted. The effect size test of 0.817 which is included in the category has a large effect. So it can be concluded that role playing techniques are effective for improving interpersonal communication skills of Malang Shalahudin Junior High School OSIS members.   Keywords: interpersonal communication skill, role play techniques. Kemampuan berkomunikasi merupakan suatu kemampuan yang paling dasar yang dimiliki manusia. Akan tetapi,dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami perbedaan pendapat, ketidaknyamanan situasi atau bahkan terjadi konflik yang terbuka yang disebabkan adanya kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara psikologis memasuki tahap perkembangan remaja, yakni masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Melalui wawancara guru BK di SMP Shalahuddin Malang didapatkan informasi bahwa masih terdapat pengurus OSIS yang belum memiliki keterampilan komunikasi interpersonal cukup yang ditandai merasa gugup apabila berbicara dengan orang yang belum dikenal, merasa gemetaran bila berhadapan dengan orang banyak, tidak berani mengemukakan pendapat di depan umum,  takut mendapat kritikan, sangat cepat tersinggung, sering tidak menghargai pendapat teman dan perilaku lainnya yang dapat mengakibatkan memburuknya hubungan interpersonal diantara siswa.Dari penjelasan fenomena di atas maka keterampilan komuniksai antar pribadi memang sangat penting untuk dilatihkan sebagai bekal siswa agar dapat berkomunikasi dengan baik di lingkungannya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Salah satu metode untuk membantu meningkatkan keterampilan komuniksai antar pribadi siswa pengurus OSIS yakni dengan menggunakan metode bermain peran.Bermain peran sangat membantu peserta didik yang sulit terlibat aktif berkomunikasi dalam proses pembelajaran di sekolah dengan cara yang tidak menimbulkan kecemasan. Selain itu bermain peranjuga memberikan manfaat kepada pendidik dalam hal bagaimana dan kapan sebaiknya memberikan umpan balik dalam proses pembelajaran agar terdengar menyenangkan untuk peserta didik Jackson (2011). Organisasi intra sekolah (OSIS) adalah suatu organisasi yang sah bagi siswa yang ada di sekolah. Fungsi OSIS yaitu sebagai satu-satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinaan lain yang untuk mendukung tercapainya pembinaan kesiswaan yakni sebagai motivator perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan, serta sebagai preventif yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada dan secara eksternal OSIS mampu beradaptasi dengan lingkungan, seperti menyelesaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Keterampilan komunikasi antar pribadi atau keterampilan komunikasi antar pribadi adalah tingkat kemampuan seseorang untuk melakukan proses pengiriman pesan antara minimal satu orang dengan orang lain dan terjadi secara langsung, dengan efek umpan balik secara langsung. Dalam proses komunikasi ini perilaku individu disesuaikan dengan situasi dan dapat mencapai tujuan komunikasi interpersonal. Menurut De Vito dalam Darmawan (2011), untuk melakukan proses komunikasi yang efektif di antara komunikan dan komunikator yang dapat diwujudkan melalui lima komponen yaitu: openness (keterbukaan), empathy (empati), supportiveness (dukungan), positiveness (sikap positif), dan equality (kesetaraan). Role play merupakan salah satu teknik dalam bimbingan kelompok yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam menyelesaikan masalahnya yang berkaitan dengan masalah sosial melalui kegiatan bermain peran. Selain itu, siswa juga dapat melatih keterampilan interaksi sosialnya melalui kegiatan bermain peran ini termasukketerampilan komuniksai antar pribadi.Bermain perandapat mengembangkan tiga aspek, yaitu pengetahuan (kognitif), perasaan (afektif), dan perbuatan (behavioral).Aspek pengetahuan ini melibatkan informasi yang sudah didapat dari kegiatan bermain peran(kognitif), perasaan melibatkan tentang perasaan yang dialami saat dan setelah bermain peran(afektif), sedangkan perbuatan melibatkan hal yang diperbuat dengan kegiatan bermain perantersebut (behavioral), Surjadi (2012).Pada pelaksanaan metode bermain peran para pemain dituntut untuk mengemukakan pendapatnya sesuai dengan waktu yang tersedia,  kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya. Sehingga dengan melakukan bermain peran kemampuan komunikasi antar pribadi dapat dibina dalam menggunakan bahasa yang baik dan mengutarakan pendapat agar mudah dipahami orang lain. Winkel (2009) mengemukakan bahwa permainan dan simulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa dapat membangkitkan motivasi intrinsik, minat, dan pendalaman atau penghayatan afektif. Schaefer (2003) di dalam bukunya Play Therapy With Adult menguraikan ada beberapa teknik permainan yang disesuaikan dengan permasalahan yang dialami konseli dalam play therapynya, yaitu (1) dramatic bermain peran dengan drama therapy, psychodrama, improvisational paly in couples therapy; (2) therapeutic humor dengan jenis therapeutic humor mith depressed and suisidal elderly; (3) sandplay dengan konseli yang salah satunya adalah play groups using with adult. Dari beberapa teknik permainan di atas maka play groups using with adult dipandang paling tepat digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal, karena fungsi kebersamaan dalam kelompok khususnya bermain peran dengan drama, membangun kepribadian yang lebih manusiawi, membentuk konteks sosial melalui minat sosial, mendorong untuk saling memiliki, terhindar dari isolasi, membangun kerjasama dan untuk mengurangi permasalahan hubungan interpersonal. Oleh karena itu sangat tepat jika dalam meningkatkan keterampilan komuniksai antar pribadipengurus OSIS SMP Shalahuddin Malang dengan memberikan layanan bimbingan kelompok yang dikemas melalui  teknik bermain peran. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan pemilihan teknik bermain perandapat meningkatkanketerampilan komunikasi antar peibadi siswa. Hal tersebut, yang melatar belakangai peneliti tertarik untuk melakukan penelitian, dan tujan ari penelitian ini adalah untuk  mengetahui pengaruh teknik bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi antar pribadi pengurus OSIS SMP Shalahuddin Malang. METODE Penelitian menggunakan quasi eksperimenuntuk mengetahui efek sebelum dan sesudah perlakuan Sugiono (2015). Dalam desain ini subjek akan diberikan perlakuan dengan dua kali pengukuran. Sebelum diberikannya layanan konseling kelompok dengan teknik bermain peran dan setelah dilakukannya layanan konseling kelompok dengan teknik bermain peran.Pada desain ini, diberikan pretest sebelum diberikan perlakuan dan posttest setelah diberikan perlakuan, dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat dibandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan. Instrument perlakuan yang diberikan pada subjek adalahteknik bermain peran. Validasi instrumen perlakuan dalam penelitian ini mengunakan validitas instrument.Azwar (1997) mengungkapkan validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgement. Panduan teknik bermain peranini digunakan dalam pelaksanaan teknik bermain peran. Panduan ini berisi durasi teknik bermain peran, kegiatan pembelajaranteknik bermain peran, peralatan yang dibutuhkan. Panduan pembelajaran teknik bermain perantelah melewati validasi  uji ahli instrument penelitian ini dilakukan oleh dua ahli yakni  dosen psikologi Universitas Negeri Malang dan psikolog dari Universitas Islam Negeri Malang. Sedangkan Instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen skala keterampilan komunikasi antar pribadi. Dalam menyusun sebuah instrumen terdapat langkah langkah yang harus ditempuh melalui beberapa tahapan. Menurut Arikunto (2006) prosedur yang ditempuh adalah perencanaan,penulisan butir soal, penyuntingan, uji coba, penganalisaan hasil, dan mengadakan revisi. Teknik analisis data menggunakan uji paired sampel t test yaitu dengan mencari perbedaan meanPretestdan Posttest.Kemudian effect size untuk melihat seberapa besar keefektifanteknik bermain peran dalam meningkatkan keterampilan komunikasi antar pribadi pengurus OSIS. HASIL Tabel 1.1Hasil penghitungan Statistik Deskripstif Keterampilan komunikasi antar pribadisaat  Pre-test dan Post-Test                       N                   Skor   Minimum                   Skor   Maksimum                   Mean                   Standar Deviasi   Pretest                   33                   3.42                   1.31                   2.57                   0.59   Postest                   33                   3.92                   2.12                   3.30                   0.48 Berdasarkan tabel 1.1, dapat dijelaskan bahwa tingkat keterampilan komunikasi antar pribadi siswa mengalami peningkatan cukup banyak. Skor terendah pada pretest adalah 3.42 dan pada posttest naik menjadi 3.92.Peningkatan juga terjadi pada skor tertinggi dimana saat pretest skor tertinggi adalah 1.31 naik menjadi 2.12 pada saat posttest.Rata-rata skor juga naik dari 2.57menjadi 3.30.Nilai standar deviasi mengalami penurunan dari 0.59 menjadi 0.48. Tabel 1.2 Paired Sampel t Test   Paired Samples Test                   t tabel                   Keterangan                       t                   df                   Sig. (2-tailed)   Pair 1   Pretest - Postest                   19.081                   32                   0.000                   2.042                   Signifikan Berdasarkan tabel uji hipotesis di atas menggunakan output spss yang kedua dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0.000 dan lebih kecil dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan H1 diterima.Artinya terdapat perbedaan yang signifikan Keterampilan komunikasi antar pribadisebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa teknik bermain peran.Hal ini menunjukkan bahwa teknik bermain peran memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kenaikan Keterampilan komunikasi antar pribadipengurus OSIS SMP Shalahuddin Malang. Pengujian efektivitasperlakuan  menggunakanEffect size Cohen.  Berikut hasil penghitungan effect size tersaji dalam tabel 1.3. Tabel 1.3 Cohen Test Kelompok                   Mean                   Std. Deviation                   d                   Effec size                   Persentase                   Kategori   Pretest                   2.5718                   0.58585                   3.22                   0.817                   81.7%                   Efek Besar   Postest                   3.2955                   0.47958 Berdasarkan hasil perhitungan ukuran efek, diperoleh nilai d = 0.817. Sesuai dengan kriteria ukuran efek menurut Cohen, nilai d sebesar 0.817 termasuk pada kategori efek besar, karena nilai d > 0,8 atau 0.817 > 0,8. Dapat dinyatakan bahwa teknik bermain peran memberikan efek besar terhadap keterampilan komunikasi antar pribadi. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkna bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dalam penerapan teknik bermain peran terhadap Keterampilan komunikasi antar pribadisiswa, dimana dari 33 siswa anggota pengurus OSIS yang diberikan perlakuan secara keseluruhan mengalami peningkatann pada  semua aspek. Pada aspek keterbukaan nilai rata rata dari pretest siswa yaitu 2,39 sedangkan nilai posttest meningkat menjadi 3.28. Pada aspek empati nilai rata rata dari pretest siswa yaitu 2,70 sedangkan nilai posttest meningkat menjadi 3.27. Pada aspek sikap mendukung nilai rata rata dari pretest siswa yaitu 2,49 sedangkan nilai posttest meningkat menjadi 3.30. Pada aspek sikap positif nilai rata rata dari pretest siswa yaitu 2,25 sedangkan nilai posttest meningkat menjadi 2.94. Pada aspek kesetaraan nilai rata rata dari pretest siswa yaitu 2,88 sedangkan nilai posttest meningkat menjadi 3.45. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian perlakuan berupa teknik bermain peran pada siswa menunjukkan hasil yang positif sehingga setiap siswa dapat memanfaatkan keterampilannya dalam beinteraksi dan berorganisasi dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pemberian teknik bermain peran dapat diterapkan dengan baik oleh siswa yang terbagi dalam tiga kelompok dimana masing-masing kelompok diberikan tema yang sama yaitu menyelesaikan masalah organisasi namun pada situasi dan kondisi yang berbeda yang sering terjadi pada keseharian mereka. Dalam prakteknya tujuan dari pemberian teknik bermain peran adalah untuk menggali perasaan, memperoleh inspirasi terhadap sikap, nilai, dan presepsi, mengembangkan sikap dan kemampuan memecahkan masalah, dan  menggali inti pelajaran melalui berbagai cara (Akbar 2011). Keempat tujuan tersebut dipraktekkan secara baik dan sepontan oleh seluruh siswa walaupun pada saat pertama siswa merasa kesulitan. Berdasarkan hasil analisis uji beda paired sampel t-test yang dilakukan secara keseluruhan menunjukkan bahwasannya terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pemberian teknik bermain peran . Dan berdasarkan hasil pengujian effect size menunjukkan ada pengaruh teknik bermain peran terhadap variabel keterampilan komunikasi antar pribadi yakni 81.7% . Peningkatan keteampilan komunikasi antar pribadi karenateknik bermain peran ini senada denganyang diungkapkan oleh penelitian sebelumnya Larson dan Brown (2007) yang menunjukkan bahwa teknik bermain perantelah teruji efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan komuniksai antar pribadi.Perkembangan dari kegiatan ini terlihat ketika pelaksanaan berlangsung siswa terlihat aktif dan antusias ketika melakukan teknik bermain pera

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇