Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    KEBAHAGIAAN PADA BIARAWAN KONTEMPLATIF ORDO KARMEL MALANG

    No full text
    ABSTRAK Christian, Daniel. 2015. Kebahagiaan pada Biarawan Kontemplatif Ordo Karmel Malang. Skripsi Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I): Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: kebahagiaan, biarawan, Ordo Karmel. Kata kebahagiaan merupakan konsep yang mengacu pada emosi positif yang dirasakan individu (Seligman, 2005). Menurut Jalaluddin (2004) menyatakan bahwa kebahagiaan adalah perasaan menyenangkan meliputi penilaian seseorang tentang hidupnya. Dalam hal ini, perasaan kita sebut sebagai unsur afektif dan penilaian merupakan unsur kognitif. Meski demikian, ada kelompok individu yang justru hidup dengan menolak aspek-aspek kebahagiaan, mereka lebih memilih hidup sebagai biarawan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebahagiaan pada biarawan Ordo Karmel yang menghidupi tiga janji suci. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Alat pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tematik dan teknik validasi triangulasi. Subyek dalam penelitian ini adalah tiga orang biarawan Ordo Karmel yang didapatkan dengan menggunakan metode snowball sampling.Penelitian ini menghasilkan data bahwa ketiga subyek merasakan kebahagiaan. Dua subyek merasakan kebahagiaan karena merasa dekat dengan Tuhan ketika menjalani hidup sebagai biarawan dan satu subyek merasakan kebahagiaan karena dapat setia menjadi biarawan.Ketiga subyek memaknai hidup membiara sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Tuhan melalui hidup doa dan pertobatan. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, maka ada beberapa saran yang berhubungan dengan Kebahagiaan Pada Biarawan Kontemplatif Ordo Karmel Malang, bagi ketiga biarawan disarankan agar selalu menjaga afek-afek positif yang dialamai dengan mengarahkan afek-afek negatif pada kegiatan-kegiatan yang mendukung panggilan seperti menulis buku renungan pribadi, sehingga tujuan-tujuan hidup dapat dicapai sesuai harapan. Bagi Ordo Karmel disarankan untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan para biarawan contohnya seperti kebutuhan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas perkuliahan, namun tetap menekankan pada kaul kemiskinan dengan membatasi penggunaan komputer hanya untuk menyelesaikan tugas kuliah. Bagi orang tua sebaiknya mendukung keinginan ketiga subyek untuk menjadi biarawan dengan mengajarkan hidup sederhana dan hidup doa yang baik. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat lebih mendalami kondisi kehidupan di dalam biara. Perlu adanya pendekatan yang lebih lama agar biarawan sebagai partisipan menerima kehadiran peneliti dengan baik

    Kesejahteraan Subjektif pada Pengemis

    No full text
    ABSTRAK   Lestari, Tika Puji. 2015. Kesejahteraan Subjektif pada Pengemis. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Sri Weni Utami, M. Si., (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S. Psi., M. Psi.   Kata Kunci : Kesejahteraan Subjektif, Pengemis   Pengemis merupakan salah satu permasalahan yang telah lama dihadapi pemerintah Indonesia. Pemerintah kota Malang juga telah lama menghadapi permasalahan pengemis.Berdasarkan studi pendahuluan peneliti di Dinas Sosial Kota Malang, jumlah pengemis yang ada di Kota Malang semakin meningkat walaupun Satpol PP dan dinas sosial secara rutin melakukan razia. Berdasarkan hasil studi pendahuluan tersebut tersebut aspek psikologis yang perlu dibahas dari permasalahan pengemis adalah kesejahteraan subjektif yang dipersepsikan oleh pengemis. Kesejahteraan secara subjektif yang dipersepsikan oleh masing-masing individu dalam kajian ilmu psikologi disebut subjective well-being. Penelitian ini bertujuan mengungkap kesejahteraan subjektifpada pengemis yang berlokasi di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologis. Partisipan dalam penelitian berjumlah 4 orang dengan kualifikasi sebagai berikut (1) telah mengemis lebih dari lima tahun, (2) sumber pendapatan utama dari mengemis (3) berusia minimal 20 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik wawancara dan observasi. Tehnik analisis data menggunakan tehnik analisis data fenomenologi yang berakhir pada kesimpulan. Berdasarkan analisis data dalam penelitian dihasilkan kesimpulan sebagai berikut. (1)Secara umum pengemis yang menjadi subjek penelitian belum merasa sejahtera secara subjektif dari empat subjek penelitian tiga subjek tidak merasa sejahtera secara subjektif. (2) subjek satu merasa sejahtera secara subjektif. (3) subjek dua juga merasa sejahtera secara subjektif namun tidak setinggi subjek satu.Perbedaan sikap antara subjek satu dan subjek dua menjadi penyebab perbedaan perasaan sejahtera secara subjektif antara subjek satu dan subjek dua. Subjek satu merasa sejahtera secara subjektif karena memiliki sikap ulet dan pantang menyerah sedangkan subjek dua berdasarkan sikap pasrahterhadap nasib. (4)Subjek tiga belum merasa sejahtera secara subjektif karena belum merasa puas dan bahagia dengan hidup menjadi pengemis. (5) subjek empat juga belum merasa sejahtera secara sujektif. Penilaian subjek tiga dan subjek empat terhadap kehidupan menjadi pengemis selalu dibandingkan dengan profesi kedua subjek sebelum menjadi pengemis yaitu sebagai pembantu rumah tangga. (6) Subjek dua yang merasa sejahtera namun tidak setinggi satu, subjek tiga dan empat yang belum merasa sejahtera tetap bertahan menjadi pengemis dikarenakan mendapatkan dukungan sosial dari keluarga terdekat. (7) Prediktor kesejahteraan subjektifpada pengemis yang paling menonjol adalah kognisi yaitu cara menginterpretasikan peristiwa secara positif yang mana keempat subjek penelitian memiliki interpretasi yang kurang positif terhadap peristiwa yang pernah dialami dan menjadikan interpretasi tersebut sebagai alasan untuk bertahan menjadi pengemis, prediktor kedua adalah optimisme dalam menghadapi masa depan. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada dinas sosial Kota Malang untuk dilakukan penanganan secara psikologis kepada para pengemis dengan konseling kelompok yang bertujuan menitik beratkan pada penanganan kognisi pengemis. Kepada masyarakat luas diharapkan mengesampingkan rasa kasihan kepada para pengemis sehingga tidak memberikan uang untuk memutus rantai pertumbuhan jumlah pengemis. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian dengan variabel lain terkait semakin meningkatnya jumlah pengemis yang ada di Kota Malang seperti analisis faktor penyebab seseorang berprofesi sebagai pengemis

    Pengaruh Kematangan Emosi terhadap Kecerdasan Spiritual siswa kelas VII MTsN Mojoroto

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang: (1.) deskripsi kematangan emosi siswa kelas VII MTsN Mojoroto Kediri, (2.) deskripsi kecerdasan spiritual siswa kelas VII MTsN Mojoroto Kediri, serta (3.) melihat apakah ada pengaruh kematangan emosi terhadap kecerdasan spiritual siswa kelas VII MTsN Mojoroto Kediri. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Tryout dilakukan pada kelas A MTsN Mojoroto dengan jumlah 35 siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN Mojoroto Kediri sejumlah 224 siswa. Sampel yang diambil dengan teknik cluster sampling, maka diambil tiga kelas berdasarkan undian dan terpilih kelas C, I, dan J dengan jumlah siswa masing-masing 22 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan emosi sebanyak 33 aitem dengan reliabilitas 0,891 dan skala kecerdasan spiritual sebanyak 28 aitem dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,896. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1.) kematangan emosi siswa kelas VII MTsN Mojoroto Kediri berada dalam kategori tinggi (2.) kecerdasan spiritual siswa kelas VII MTsN Mojoroto Kediri berada dalam kategori tinggi (2.) kematangan emosi memiliki pengaruh terhadap kecerdasan spiritual. Berdasarkan penelitian ini maka dapat diperoleh saran bagi siswa, guru bimbingan konseling, orang tua, dan peneliti selanjutnya. Bagi siswa diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan diri bagi siswa. Bagi siswa yang telah memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi maka diharapkan untuk terus mempertahankan karena dalam kehidupan sehari-hari diperlukan kecerdasan spiritual. Bagi siswa yang memiliki kecerdasan spiritual rendah maka dapat meningkatkan kecerdasan spiritual dengan melatih kecerdasan spiritual. Bagi psikolog sekolah, lebih memperhatikan kondisi psikologis siswa khususnya masalah kematangan emosi siswa, dalam memacu prestasi. Bagi peneliti selanjutnya untuk lebih memperbaiki alat ukur yang digunakan sehingga informasi subjek dapat tergali secara mendalam. Kata Kunci: kematangan emosi, kecerdasan spiritual, siswa kelas VI

    Hubungan Konsep Diri Dengan Kemampuan Interpersonal Pada Salesman PT. Astra International TBK Daihatsu Malang

    No full text
    ABSTRAK   Aisyah, Maharani. 2015. Hubungan Antara Konsep Diri dengan Kemampuan Interpersonal pada Salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si. Kata kunci: konsep diri, kemampuan interpersonal, salesman.   Penelitian ini didasari oleh adanya permasalahan dilapangan, dalam menghadapi konsumen, salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang memiliki kemampuan interpersonal yang rendah. Permasalahan yang dihadapi salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang adalah masalah kemampuan interpersonal mereka yang kurang pada saat menjual produk kepada customer, salesman terlihat tidak bisa meyakinkan customer tentang produk yang mereka presentasikan sehingga beberapa customer beralih ke salesman lainnya, ini membuat salesman kehilangan customer yang seharusnya menjadi target penjualan mereka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kemampuan interpersonal pada salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui konsep diri pada salesman (2) untuk mengetahui kemampuan interpersonal pada salesman (3) untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan interpersonal Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis deskriptif dan korelasional. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuisioner pada salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang dengan karekteristik salesman mobil. Subjek penelitian ini adalah salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang dengan jumlah 46 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang (1) memiliki konsep diri yang rendah (2) memiliki kemampuan interpersonal yang rendah (3) terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan kemampuan interpersonal pada salesman PT. Astra International Tbk Daihatsu Malang dengan nilai r = 0,596 dan p = 0,000 < 0,05 Saran yang dapat diberikan adalah (1) Salesman PT. Astra International Daihatsu Malang diharapkan bisa bekerjasama lebih baik lagi dalam bekerja dan mengembangkan kompetisi yang dimiliki dengan lebih baik lagi (2) manajer/HRD PT. Astra International Daihatsu Malang untuk membantu salesmannya agar lebih mengembangkan konsep diri dan kemampuan interpersonal salesman. Salah satunya bisa  dengan cara mangadakan program pelatihan atau manajemen diri pada salesman sehingga konsep diri dan kemampuan interpersonal salesman dapat berkembang dengan baik (3) Diharapkan untuk peneliti selanjutnya yang meneliti variabel-variabel tersebut mampu mengembangkan penelitian ini, seperti subjek yang lebih beragam, dan juga mempertimbangkan teknik kualitatif dengan mempertajam dan memperluas faktor-faktor  yang dapat mempengaruhi kemampuan interpersonal pada salesma

    Hubungan Konflik Peran dan Kepuasan Kerja dengan Stres Kerja Tenaga Pendidik di SD Inklusi Gugus IV Lowokwaru Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Pradina Yeni Oktavia. 2015. Hubungan Konflik Peran dan Kepuasan Kerja dengan Stres Kerja Tenaga Pendidik di SD Inklusi Gugus IV Lowokwaru Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci : konflik peran, kepuasan kerja, stres kerja, dan tenaga pendidik inklusi   Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran mengenai konflik peran tenaga pendidik di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (2) untuk mengetahui gambaran kepuasan kerja tenaga pendidik di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (3) untuk mengetahui gambaran stres kerja tenaga pendidik di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (4) untuk mengetahui hubungan konflik peran dengan stres kerja tenaga pendidik di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (5) untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja dengan stres kerja tenaga pendidik di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (6) untuk mengetahui hubungan konflik peran dan kepuasan kerja dengan stres kerja tenaga pendidik di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Subjek peneliti menggunakan tekhnik purpossive sampling yaitu sebesar 75 tenaga pendidik di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang yang mengajar siswa berkebutuhan khusus lebih dari satu dalam kelas. Pengambilan data penelitian menggunakan skala konflik peran, skala kepuasan kerja dan skala stres kerja. Analisis data secara deskriptif menggunakan prosentase, analisis korelasi menggunakan tekhnik product moment dengan bantuan software SPSS 17.0 dan analisis korelasi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga pendidik di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (1) memiliki konflik peran yang rendah (2) memiliki kepuasan dalam bekerja (3) memiliki stres kerja yang rendah (4) ada hubungan positif antara konflik peran dengan stres kerja dengan nilai r = 0,706 dan p = 0,00

    Psychological Well-being Pada Wanita yang Mengalami Intimate Partner Abuse

    No full text
    ABSTRAK   Carolina, Karin. 2015. Psychological Well-being Pada Wanita yang mengalami Intimate Partner Abuse. Skripsi. Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini S.Psi., M.Psi., (II) Indah Yasminum Suhanti S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: psychological well-being, intimate partner abuse   Kasus Intimate Partner Abuse dengan wanita sebagai korbannya semakin meningkat setiap tahunnya baik di Indonesia maupun di negara lainnya. IPA atau Intimate Partner Abuse memiliki dampak negatif yang bersifat jangka panjang untuk wanita yang menjadi korbannya, seperti cedera fisik, meningkatnya level kecemasan, depresi, ketakutan, gangguan makan dan tidur, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, self-esteem yang menurun, meningkatnya perasaan tidak aman, menurunnya kualitas hidup dan lain-lain. Menurut Patzel (2006) beberapa wanita yang mengalami IPA memilih untuk tetap bertahan pada posisinya dan merasa sulit untuk meninggalkan pasangannya sehingga tidak mampu mencapai Psychological Well-being dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini secara rinci adalah untuk mengetahui bagaimana Psychological Well-being pada wanita yang mengalami IPA Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus menggunakan tiga subjek wanita yang mengalami Intimate Partner Abuse dan bertahan dalam pernikahan mereka cukup lama serta berasal dari tempat yang berbeda yaitu Lampung, Bali dan Jawa Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang masih berada dalam siklus IPA mengalami kesulitan untuk mencapai psychological well-being sepenuhnya dikarenakan belum tercapainya aspek kunci dalam psychological well-being, yaitu self acceptance. Ditemukan bahwa pada wanita yang masih berada dalam siklus IPA mampu mencapai beberapa aspek dalam psychological well-being ketika ia mampu untuk menerima kondisinya dan merasa bahwa dirinya berharga. Ditemukan juga bahwa predisposisi bawaan seperti kecenderungan bersikap serta internalisasi nilainilai pada wanita tersebut memengaruhi komitmen mereka dalam mengambil keputusan dan cara mereka menangani situasi IPA tersebut

    PERBEDAAN SELFEFFICACY DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTRAVERT PADA SANTRI PENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN SALAF AL-QUR’AN ASSYADZILI PAKIS MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Asaduddin, M. Agus. 2015. Perbedaan Self Efficacy Ditinjau dari Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstravert pada Santri Penghafal Al-Qur’an. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si, (II)          Farah Farida Tantiani, S. Psi, M. Psi.   Kata kunci: self efficacy, tipe kepribadian introvert dan ekstravert, santri    penghafal Al-Qur’an.   Self efficacy adalah keyakinan seseorang pada kemampuan dan kompetensi dirinya untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan, mencapai suatu tujuan, dan dalam menghadapi kendala yang terjadi, serta dalam mengatur dan melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam rangka pencapaian hasil usaha. Tipe kepribadian introvert ialah kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat yang dimiliki oleh individu dengan karakteristik yaitu tertutup, kurang suka bersosialisasi, lebih menyukai beraktivitas sendiri dibandingkan bersama-sama. Tipe kepribadian ekstravert ialah kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat yang dimiliki oleh individu dengan karakteristik mempunyai sifat  terbuka, senang berteman dengan siapa saja baik di lingkungan yang lama maupun lingkungan yang baru. Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan self efficacy ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstravert pada santri penghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian komparatif kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah uji t-test, yang dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan self efficacy ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstravert pada santri penghafal Al-Qur’an. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa santri di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Assyadzili diperoleh sejumlah 46,4 % santri memiliki self efficacy tinggi dan yang memiliki self efficacy rendah sejumlah 53,6 %, sehingga santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Assyadzili lebih banyak yang memiliki self efficacy kategori rendah. Santri di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Assyadzili yang memiliki tipe kepribadian introvert sejumlah 42,8 %, dan sejumlah 57,2 % santri memiliki tipe kepribadian ekstravert. Nilai sebaran normal (K-S) variabel self efficacy sebesar 0.924 dengan p > 0.05 (p = 0.361) serta nilai sebaran normal (K-S) tipe kepribadian introvert dan ekstravert masing-masing sebesar 0.840 dan 0.880 dengan p > 0.05 (p = 0.480 dan p = 0.410), maka data penelitian telah terditribusi dengan normal. Hasil uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi p > 0.05 (p = 0,116), yang berarti  mempunyai varian sama atau homogen. Uji analisis data dengan menggunakan uji-t dua sample saling bebas (independent sample t-test) diperoleh signifikansi 0,000 < 0,005 diperoleh hasil bahwa ada perbedaan yaitu self efficacy yang tinggi yang identik dengan tipe kepribadian ekstravert memiliki perbedaan dengan self efficacy yang rendah yang identik dengan tipe kepribadian introvert

    Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Tingkat Plagiarisme Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sugito, Fajar Akhmad. 2015. Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Tingkat Plagiarisme Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya, Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi. Universsitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si , (II) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: Kontrol diri, tingkat plagiarism, dan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya.   Kontrol diri adalah suatu proses yang menjadikan individu sebagai agen utama dalam membimbing, mengatur, dan mengarahkan bentuk-bentuk perilaku yang dapat membawanya kearah konsekuensi positif. Factor yang diduga mempengaruhi plagiarism adalah control diri. Plagiarism bukan lagi menjadi masalah baru dalam dunia pendidikan. Kontrol diri dibutuhkan untuk menahan keinginan melakukan plagiarism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kontroldiri memiliki pengaruh terhadap tingkat plagiarism pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitif. Sujek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keprawatan Universitas Brawijaya, memiliki karakteristik laki-laki dan perempuan, merupakan angkatan 2013 dan 2014. Jumlah keseluruhan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 orang. Instrument yang digunakan berupa Skala Kontrol Diri dan Skala Plagiarisme. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana. Menurut tingkat plagiarism sebesar 12,3%, (R square 0,123, sig. 0,000 < 0,05) dengan metode regresi linier sederhana. Hal ini berarti masih terdapat 87,7% faktor lain yang mempengaruhi tingkat plagiarisme. Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universita Brawijaya, memiliki tingkat kontrol diri yang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa senior, hal itu didukung dengan tugas yang diberikan oleh dosen seringkali sama dari tahun ke tahun. Saran untuk dosen pengajar, sebaiknya tugas yang diberikan berbeda meskipun dalam materi kuliah yang sama sehingga menghindari terjadinya tindakan plagiarisme. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat menghambat tingginya tingkat plagiarisme yang terjadi dikalangan mahasiswa pada umunya.                             ABSTRACT   Sugito, Fajar Akhmad. 2015. Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Tingkat Plagiarisme Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya, Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi. Universsitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si , (II) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi. .   Keywords: self-control, the level of plagiarism, and students of Nursing Science Program Brawijaya University.   Self-control is a process which makes the individual as the main agent for guiding, organizing, and directing the forms of behavior that can bring it in the direction of positive consequences. The factor which is suspected to influencing plagiarism is self-control. Plagiarism is no new problem in the world of education. Self-control is needed for preventing the urge to commit plagiarism. This research aims to determine whether self-control as an influence on the level of plagiarism in students Nursing Science Program Brawijaya University. This study uses a quantitative approach. The subjects are students of Nursing Science Program Brawijaya University, have the characteristics of men and women, are student off class 2013 and 2014. The total number of subjects which are used in this study is 80 people. Instruments used in the form of Self-Control Scale and Plagiarism Scale. The analysis which is used in this study is a simple linear regression analysis. According to the analyzes result we got the conclution that self-control has an influence on plagiarism level of 12,3%, (R square 0,123, sig. 0,000 < 0,05) with a simple linear regression method. This means that there are still 87,7%  are other factors affect the level of plagiarism. Based on the result of this research, the students of Nursing Science Program Brawijaya University, have high degree of self-control. Based on interviews with several senior researchers. It is supported by the task of lecturers are often the same from year to year. Suggestions for lecturers, should given different task though in the same course material so as to avoid occurrence of acts of plagiarism. For further research, It is advisable to examine other factors that may inhibit the high level  of plagiarism that occur among students in general

    Efektivitas Metode Pembelajaran Active Learning Teknik Project Base Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas VIII Di SMP LPPU&K Lawang.

    No full text
    ABSTRAK   Arima, Melvil Hikmatul. 2015. Efektivitas Metode Pembelajaran Active Learning Teknik Project Base Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas VIII Di SMP LPPU&K Lawang.Skripsi,Jurusan Psikologi,Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra.Hj. Sri Weni Utami M.Si, (II) Pravissi Shanti S.Psi. M.Psi.   Kata Kunci : metode active learning, project-based learning,motivasi belajar   Motivasi belajar merupakan dorongan baik dari dalam diri maupun dari luar memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai, akan tetapi tidak semua siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, hal ini terjadi di SMP LPPU&K Lawang. Siswa di SMP ini memiliki motivasi belajar yang rendah, para guru telah berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa akan tetapi hasil yang didapatkan tidak ada. Untuk itu, peneliti ingin meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP LPPU&K Lawang dengan memberikan metode pembelajaran Active Learning kepada siswa.  Metode active learning dengan teknik project-based learning untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa indonesia adalah pemberian materi Bahasa Indonesia  untuk siswa kelas VIII SMP dengan menggunakan teknik project-based learning untuk melihat peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia siswa.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas metode active learning teknik project-based learning dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII SMP LPPU&K Lawang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan Skala MBBI. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah modul pembelajaran dan skala MBBI. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII di SMP LPPU&K Lawang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi deskriptif dan uji hipotesis menggunakan formula Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penghitungan uji hipotesis diketahui bahwa nilai Z = -3.518 dengan tingat signifikansi  sebesar 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Active Learning teknik Project Base Learning (PjBL) efektif untuk meningkatkan motivasi belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII Di SMP LPPU&K Lawang. Peningkatan Motivasi Belajar ini disesbabkan karena Subjek diajak untuk mengikuti proses belajar mengajar yang tidak monoton dan dalam Project-Based Learning subjek memusatkan diri terhadap adanya masalah yang mampu memotivasi serta mendorong subjek mengguanakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip pokok pengetahuan yang telah mereka terima secara langsung

    Hubungan Komunikasi Interpersonal dan Lama Pernikahan dengan Kepuasan Pernikahan

    No full text
    ABSTRAK   Safitri, Gita Nanda. 2015. Hubungan Komunikasi Interpersonal dan Lama Pernikahan dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Gamma Rahmita UH.., S.Psi, M.Psi.   Kata kunci : komunikasi interpersonal, lama pernikahan, kepuasan pernikahan   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran mengenai komunikasi interpersonal padaistri, (2) gambaran mengenai lama pernikahanpadaistri, (3) gambaran mengenai kepuasanpernikahanpadaistri, (4) hubungan komunikasi interpersonal dengankepuasanpernikahanpadaistri(5)hubungan lama pernikahan dengan kepuasan pernikahan pada istri, (6) hubungan antara komunikasi interpersonal dan lama pernikahan dengan kepuasan pernikahan pada istri. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Subjek peneliti menggunakan teknik cluster random sampling yaitu sebanyak 89 istri di RW 08 Perumahan Canda Bhirawa Asri, Kab. Kediri yang masih memiliki suami dan tinggal bersama. Pengambilan data penelitian menggunakan skala komunikasi interpersonal yang memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,939, angket isian data usia pernikahan dan skala kepuasan pernikahan yang memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,946. Analisis data secara deskriptif menggunakan prosentase, analisis korelasi menggunakan tekhnik product moment dan analisis korelasi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebihbanyakresponden yang, (1) memiliki tingkat komunikasi interpersonal yang tinggi (2) lama pernikahannya lebih panjang dari rata-rata usia pernikahan di lokasi penelitian (3) memiliki kepuasan pernikahan yang tinggi (4) ada hubungan positif antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan pernikahan dengan nilai r = 0,568 dan p = 0,00

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇